cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
IDENTITAET
ISSN : 23022841     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online "Identitaet" diterbitkan oleh Program Studi S-1 Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya sebagai media untuk menampung karya ilmiah dalam bidang bahasa dan sastra Jerman yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Jurnal Online "Identitaet" juga dimaksudkan sebagai sarana pertukaran informasi dan sumber rujukan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan oleh seluruh bagian sivitas akademika dan juga masyarakat umum. Jurnal Online "Identitaet" terbit tiga kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
TINDAK TUTUR ILOKUSI KOMISIF DALAM DRAMA “DIE PHYSIKER” KARYA FRIEDRICH DUERRENMATT FIRMANSYAH, HAMID
IDENTITAET Vol 5, No 3 (2016): Identitaet-VOL V No 3-Agustus 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM KOMIK INSEKT KARYA SASCHA HOMMER ARIF BUDIMAN, SHIGE
IDENTITAET Vol 5, No 3 (2016): Identitaet-VOL V No 3-Agustus 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERILAKU TOKOH KATHARINA BLUM DALAM NOVEL DIE VERLORENE EHRE DER KATHARINA BLUM VON HEINRICH THEODOR BOELL LUTFIANI, FATMA
IDENTITAET Vol 5, No 3 (2016): Identitaet-VOL V No 3-Agustus 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAKNA PUISI DALAM ANTOLOGI PUISI “NUR EIN DUFT UND WINDESWEGEN” KARYA HERMANN HESSE (ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE) CAHYA NINGSIH, DWI
IDENTITAET Vol 5, No 3 (2016): Identitaet-VOL V No 3-Agustus 2016
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out the meaning which is contained in the ten poems about life. The poems are included in the anthology poem of ' Nur ein Duft und Windeswegen ' by Herman Hesse. This study used a semiotic analysis Riffaterre, reading heuristic, hermeneutic and indirect analysis expression, including the displacing of meaning, the distorting of meaning, and the creating of the meaning of the ten poems. The method that is used in the analysis is a descriptive qualitative method. The method utilizes interpretation ways and represents them in a description. The result of this study showed that there are similarities of core meaning between reading with a heuristic and hermeneutic in the ten poems. Since, in the ten poems are found a similarity usage of the figure of speech and connotations of words such as, ' die Blüte, die Welt, der Baum, and der Raum '. The result of whole analysis have a common core meaning of details of a person in the world. Within each title of poems, the poet describes the life condition in different ways, but it has the same core meaning.   Keywords: poetry anthology, Hesse, Hermeneutic, Heuristics
VERÄNDERUNGEN WORTSTELLUNG DIE  UNTERORDNENDEN KONJUNKTIONEN AUF ARTIKEL IN MEDIEN ONLINE SPIEGEL.DE EKA PUTRI, DIANA
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Texts need cohession and coherent feature in order to be well-estabilished. There is a cohession feature namely conjunction. Conjunction as a cohession feature is important on estabilishment of text. The role of conjunction is to create better understanding for readers (Solich, 2013:12). Nevertheless, the problem  of changing order of conjunction create difficulties for readers to understand the text (McCharty, 1991:155). On choosen articles, there are subordinative conjunctions which postulate this changes. Sentences have diverse pattern on Vorfeld, Satzfeld, and Nachfeld. However, not every part of sentence, especially conjunctions, could take place on them due to specific conditions. Therefore, research question posed in this research is (1) how order of subordinative conjunction on the articles of Spiegel.de and (2) how changes order of subordinative conjunction on the articles of Spiegel.de. This research aimed to (1) describe order of subordinative conjunction on the articles of Spiegel.de and (2) describe changes order of subordinative conjunction on the articles of Spiegel.de. This research use the conjunction and word order according to Heinz Griesbach. This research is qualitatif descriptive research. Documentation technique used to collect data in form of changes of conjunction. Result of this research is order of subordinatif conjunction on six article which published by Spiegel.de is conjunction als as apposition and time, conjunction obwohl, conjunction ob, conjunction damit, conjunction wenn as time and condition, conjunction weil, and conjunction dass. Those conjunction located in Nachfeld and Vorfeld. Subordinative conjunction which  has changes order after permutation is conjunction als as apposition and time located in Satzfeld . Keywords: online articles, subordinative conjunction, word order.
KRITISCHE DISKURSANALYSE ZUR MANIFESTATIONEN DES FLÜCHTLINGES IN ZEIT ONLINE STEFANY DANO, PEGGY
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since November 2015 problem of refugees in Germany trigger dispute either in the level of society and parties in parliament. Therefore, discourse of refugees in mass media in Germanydifferent one to another. Zeit Online is mass media in Germany, which its news based on background investigation and opinion on socal phenomenon. (www.zeit.de). According to this background, research question posed is how the manifestation of refugee in Zeit Online. This research aimed to describe manifestation of refugee in news. This research is qualitative research, which analyse five news articles from Zeit Online from April 2016 until August 2016. Theory Critical Discourse Analysys from Jäger is used in this research.  It analyze the relation between subject and object on  discourse which its meaning is manifested on linguistic features ( Jäger, 2001: 16).  This theory use synchronic and diachronic analysis. (Jäger, 2009: 200-202). Research results postulate that refugee is manifested as incompetence (unerwerbsfähig), uneducated (ungebilderte), poor (arm), high-cost maintenence (hochkostenwartung),and optimistic (optimistisch). These manifestations materialiszed through strategy and form of argumen, such as relativization, generalization, implicature, collective symbole and metaphore, and the use of spesific vocabulary. Discourse effect occured  affect reinforcement of refugee as others, who closely related to inferiority. Keywords: critical discourse analysis, manifestation, refugees.
BENTUK DAN FUNGSI DEIKSIS DALAM WACANA PENGUNGSI SYRIA HARIAN SÜDDEUTSCHE ZEITUNG ADHI PRATIWI, WIRAWATI
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deiksis adalah kata ganti yang menerangkan berbagai entitas dalam konteks sosial, linguistik, atau ruang-waktu ujaran yang lebih luas (Cummings,2007:31). Adanya deiksis dalam wacana berita pengungsi Syria pada Süddeutsche Zeitung membantu pemahaman pembaca terhadap peristiwa yang diberitakan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk dan fungsi deiksis dalam wacana berita pengungsi Syria pada Süddeutsche Zeitung dan implikasinya terhadap pemahaman pembaca. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis dalam wacana berita pengungsi Syria pada Süddeutsche Zeitung dan implikasinya terhadap pemahaman pembaca. Metode yang digunakan adalah metode penelitian bahasa. Sumber data berupa teks berita Pengungsi Syria pada surat kabar Süddeutsche Zeitung pada tanggal 3 September, 12 September, 25 Oktober, 29 Oktober, dan 29 November. Peneliti menggunakan kata-kata yang tergolong deiksis sebagai data dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi.Teknik dokumentasi, yaitu mencari data berupa kata-kata yang tergolong deiksis dalam kalimat-kalimat pada wacana teks berita Süddeutsche Zeitung. Berdasarkan hasil penelitian mengenai bentuk dan fungsi deiksis dalam wacana pengungsi Syria harian Süddeutsche Zeitung , dapat disimpulkan bahwa terdapat empat bentuk deiksis dan fungsi deiksis,yaitu deiksis demonstratif meliputi penunjuk ruang dan tempat kejadian (dort dan da); penunjuk pada sesuatu yang telah dibicarakan sebelumnya (der,die,das); penunjuk identitas (dasselbe); penunjuk pada sesuatu yang telah disebut sebelumnya (solche), deiksis waktu; meliputi dann;morgen; heute; dan jetzt, deiksis sosial; meliputi kata benda orang ketiga, gelar profesi dan nama keluarga , deiksis wacana; meliputi rujukan anafora dan katafora.   Kata Kunci: deiksis, wacana, Süddeutsche Zeitung 
ELIPSIS DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM FARBENSPIEL YANG DINYANYIKAN OLEH HELENE FISCHER DEWI HANDAYANI, CITRA
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gallmann (2004:894) elipsis merupakan sarana untuk meringankan komunikasi dari campuran redundansi atau sesuatu yang dapat diprediksi. Istilah ini berasal dari kata Yunani kuno atau dapat diterjemahkan sebagai suatu "kelalaian" pada kalimat. Pada terjemahan ini dapat menyesatkan, jika salah satu "kelalaian" tersebut mengandung kata atau kalimat yang memiliki sifat normatif: elipsis bukan berarti sebuah kalimat yang "tidak lengkap", atau kalimat yang harus benar-benar diselesaikan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Bagaimanakah penggunaan elipse pada kalimat yang terdapat dalam lirik lagu yang dinyanyikan oleh Helene Fischer pada album Farbenspiel? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan penggunaan elipse pada kalimat yang terdapat dalam lirik lagu yang dinyanyikan oleh Helene Fischer pada album Farbenspiel. Farbenspiel merupakan album ke enam dari Helene Fischer, menduduki posisi pertama di minggu pertama pada tangga album Media Control resmi di Jerman sejak dirilisnya album tersebut pada tanggal 4 Oktober 2013 dan bertahan selama tiga tahun berturut-turut di puncak tangga lagu Jerman. Pada penelitian ini, teori yang digunakan peneliti adalah teori elipsis yang dikemukakan oleh Sowinski pada tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan perhitungan secara numerik. Terdapat 46 baris yang mengandung elipsis pada empat lirik lagu dengan uraian sebagai berikut; pada lirik lagu Atemlos Durch Die Nacht terdapat 12 baris kalimat yang mengandung elipsis, pada lirik lagu Te Quiero terdapat empat baris kalimat yang mengandung elipsis, pada lirik lagu Mit Keinem Anderem terdapat 14 baris kalimat yang mengandung elipsis, dan pada lirik lagu Ein Kleines Glück terdapat 16 baris kalimat yang mengandung elipsis.  (Kata Kunci : Elipsis, Lirik Lagu, Farbenspiel)
KAJIAN EKRANISASI DONGENG DIE GOLDENE GANS KARYA BRÜDER GRIMM DENGAN FILM DIE GOLDENE GANS KARYA CARSTEN FIEBLER AS ADDUL ANAM, M.
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dunia perfilman, terdapat banyak film yang dibuat berdasarkan karya sastra. Sebagai contohnya adalah adaptasi dongeng menjadi sebuah film. Proses adaptasi tersebut disebut dengan ekranisasi. Adapun dongeng yang diadaptasi ke dalam film adalah die goldene Gans. Proses perubahan yang terjadi dalam adaptasi dongeng menjadi sebuah film meliputi latar, alur, karakterisasi dan tema. Batasan masalah pada penelitian ini adalah alur, penokohan, latar dan tema dalam dongeng dan film die goldene Gans. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) apa persamaan dan perbedaan unsur instrinsik dalam dongeng die goldene Gans dan film die goldene Gans. 2) bagaimana sutradara melakukan proses penciutan, penambahan dan variasi dalam film die goldene Gans karya Carsten Fiebler. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan unsur intrinsik serta mendeskripsikan proses penciutan, penambahan dan variasi dalam dongeng die goldene Gans karya Bruder Grimm ke dalam film die goldene Gans karya Carsten Fiebler. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah kalimat-kalimat dalam dongeng die goldene Gans, dialog dan gambar pada film die goldene Gans. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis komparatif, antara lain mengidentifikasi data, menganalisis unsur intrinsik dalam dongeng dan film, membandingkan unsur intrinsik antara dongeng dan film serta membuat kesimpulan. Setelah melalui tahap penelitian dapat diketahui terdapat empat persamaan dan empat perbedaan unsur intrisik antara dongeng dan film die goldene Gans. Hasil pada proses ekranisasi dongeng ke dalam film sebagai berikut: 1) Pada alur terdapat dua penciutan, sebuah penambahan dan dua variasi, 2) Pada penokohan terdapat dua penciutan, empat penambahan, dan sebuah variasi. 3) Pada latar terdapat empat penciutan, satu penambahan dan sebuah variasi. 4) Pada tema penambahan dan pengurangan tidak ada. Sedangkan variasi terdapat satu variasi.
FUNGSI TUTURAN EKSPRESIF DALAM DRAMA “DER BESUCH DER ALTEN DAME” KARYA FRIEDRICH DÜRRENMATT EDI PRASYOCO, LICAL
IDENTITAET Vol 6, No 1 (2017): Identitaet-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini mengkaji tuturan ekspresif Claire Zachanassian dalam drama Der Besuch Der Alten Dame karya Friedrich Dürrenmatt. Bentuk tuturan yang terdapat dalam penelitian ini tidak hanya tuturan langsung literal melainkan juga tuturan tidak langsung literal. Dalam penelitian ini, penggunaan jenis kalimat tidak hanya terbatas pada kalimat pernyataan, tetapi terdapat juga kalimat tanya dan kalimat perintah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan jenis-jenis tuturan ekspresif yang digunakan dalam drama Der Besuch Der Alten Dame karya Friedrich Dürrenmatt. Teori yang digunakan untuk analisa adalah teori tindak tutur dari Searle. Berdasarkan penggunaan teori tindak tutur dari Searle, hasil yang diperoleh dari penelitian ini ada 7 jenis yaitu berterimakasih,  mengungkapkan rasa simpati, mengungkapkan sikap mengeluh, mengucapkan salam/menyapa, mengungkapkan harapan, mengungkapkan rasa kesal, dan menyatakan kebahagiaan. Kalimat ekspresif yang digunakan oleh Claire Zachanassian umumnya merupakan kalimat yang berisi curahan hati, perasaan hati, dan mengungkapkan sikap psikologisnya atas suatu keadaan tertentu terhadap mitra tuturnya. Kalimat ekspresif tersebut memiliki kata kerja yang menggambarkan situasi perasaannya. Kata kerja yang bermakna mengungkapkan gambaran/harapan, mengungkapkan gagasan, mengungkapkan maksud, dan mengungkapkan perasaannya. Kata kunci : Tindak tutur, Ekspresif