cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
ANALISIS SEMIOTIK ATAS SAMPUL MAJALAH TEMPO JAKARTA "RIZAL RAMLI PETARUNG ATAU PERAUNG" Yusra, Wildan; Hafiar, Hanny; Sjoraida, Diah Fatma
Informasi Vol. 47 No. 1 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.55 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i1.13606

Abstract

This study uses qualitative methods with semiotics analysis from Charles SandersPeirce. The purposes of this study are to determine the symbol contained in MBM Tempo,the meaning contained within the symbol, and how these symbols constructing RizalRamli's Image as the howling. The result of this study showed MBM Tempo Jakarta cover"The Fighter or The Howling" 24-30 August 2015 Edition consist of three main symbols,Rizal Ramli's on his hips, pointing and opened mouth, a hand hold puppet stick, andtext symbol. Rizal Ramli's caricature in the cover of MBM Tempo is an illustration ofthe text is written in the middle of Tempo's cover, so that both are interlocked. Thesesymbols have different meanings. The meaning of each symbol constructing the imageof Rizal Ramli as the howling in the cover of MBM Tempo. The conclusion of this studyshowed that the symbols MBM Tempo Jakarta cover "The Fighter or The Howling" 24-30August 2015 Edition consist of three main symbols, Rizal Ramli's on his hips, pointingand opened mouth, a hand hold puppet stick, and text symbol included to typography.AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika CharlesSanders Peirce. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui simbol yang terdapatdalam MBM Tempo, makna yang terkandung dalam simbol-simbol, dan simbol padaMBM Tempo dapat mengkonstruksi citra Rizal Ramli sebagai Peraung. Hasil penelitianmenunjukkan sampul MBM Tempo Jakarta "Rizal Ramli Petarung atau Peraung"Edisi 24-30 Agustus 2015 terdiri dari tiga simbol utama, simbol gesture Rizal Ramlisedang berkacak pinggang, menunjuk dan mulut terbuka, simbol tangan wayang yangmemegang tuding, dan simbol teks. Karikatur Rizal Ramli yang terdapat dalam sampulMBM Tempo merupakan ilustrasi dari teks yang tertulis ditengah sampul Tempo,sehingga keduanya saling berkaitan. Simbol-simbol tersebut memiliki makna yangberbeda-beda. Makna yang terkandung dari setiap simbol mengkonstruksikan citraRizal Ramli sebagai Peraung dalam sampul MBM Tempo. Kesimpulan penelitian iniadalah terdapat tiga simbol utama dalam sampul MBM Tempo Jakarta "Rizal RamliPetarung atau Peraung" Edisi 24-30 Agustus 2015, yaitu simbol gesture Rizal Ramlisedang berkacak pinggang, menunjuk, dan mulut terbuka, simbol tangan wayang yangmemegang tuding, dan simbol teks yang termasuk tipografi.
AKULTURASI BATIK TRADISIONAL JAWA DENGAN CINA Dina Dwikurniarini
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15641.754 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4440

Abstract

Batik merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang sudah dikenal sejak lama dan menjadi ciri khas busana tradisional. Dalam perkembangannya batik mengalami akulturasi dengan budaya lain  sehingga terlihat dalam perubahan-perubahan motif dan kegunaannya. Paling sedikit ada lima budaya yang mempengaruhi batik tradisional Jawa, yaitu Islam, Cina, Hindu, Budha dan Eropa. Meskipun demikian batik telah diterima sebagai sebuah seni kerajinan yang adiluhung dan justru menjadi ciri-ciri tertentu pada daerah-daerah tertentu yang memiliki batik di Jawa. Tulisan singkat ini akan mengulas batik sebagai tradisi Jawa yang mempunyai ciri khas tersendiri dan berkembang mengikuti zaman, sehingga terdapat perpaduan anatara tradisi dan modernisasi. Kegunaan batik yang dikembangkan saat ini semakin membuat batik dikenal luas dan untuk kepentingan pasar. Di era global ini akankah batik mempertahankan diri dengan tradisionalnya atau mengikuti perkembangan dunia? Bagaimana dengan nilai filosofisnya apakah akan dipertahankannya, sehingga bermakna bagi pemakainya? Sebaliknya apakah pasar global justru mengurangi makna ketradisionalannya sehingga batik menjadi pelengkap saja atau untuk penuhi kebutuhan semata? Setidaknya jika membeli batik, manusia hanya memanfaatkan semata tanpa mempunyai tujuan yang lebih dalam
PENDUDUK DAN KETAHANAN PANGAN wardoyo, sumantri
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.296 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5661

Abstract

Pangan penting bagi hidup dan penghidupan manusia. Manusia harus makan dalam ukuran dan komposisi yang tepat. Berbagagai usaha telah dilakukan manusia untuk menjamin ketersediaan bahan pangan. Kenaikan luas panen dan produktivitas selalu diupayakan. Deversifikasi tanaman pangan dan komposisi konsumsi menjadi perhatian pemerintah maupun para ahli pertanian dan gizi. Keterbatasan lahan tanam oleh adanya alih fungsi lahan menjadi hal yang serius sekarang ini. Pertambahan penduduk memerlukan terpenuhi kebutuhan tempat hunian dan fasilitas publik yang lain. Adanya perubahan iklim mengganggu ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu penduduk masih tetap mengalami pertambahan dan pertumbuhan. Di beberapa negara maju pertambahan penduduk sudah mencapai tingkatan yang rendah, yaitu kurang dari satu persen tiap tahun. Keadaan di negara yang sedang berkembang sebagian besar masih pada posisi sedang sampai tinggi.   Kata Kunci: Penduduk, Ketahanan, Pangan
COUNTER HEGEMONI ATAS OTORITAS AGAMA PADA FILM (ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH PADA FILM SANG PENCERAH) Fauziyah, Syifaul; Nasionalita, Kharisma
Informasi Vol 48, No 1 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.369 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i1.17397

Abstract

Indonesia is a predominantly Muslim country. There are various kind of perceptions and ideas within Islam. Through the theory of Hegemony Gramsci, hegemony is an attempt to make the ruling elite dominate to lead the way of thinking, attitude, and assess the community to be in accordance with their will. Hegemony occur through mass media, schools, preaching or dakwah. He also stated that the solution to oppose hegemony (counter hegemony) are focusing in education's field. This is very clear in the Sang Pencerah movie is shown how the Director create some discourse. This research aimed to find out the counter hegemony of Religious Authority in Sang Pencerah movie. Researchers used a qualitative approach, in which research is directed to inductive thinking by using Critical Discourse Analysis through microstructural (text analysis), mesostructural (discourse), and macrostructural (sociocultural practices) steps. The subject of this study is the discourse of counter hegemony against the Religious Authority, hile the object is the film Sang Pencerah. Researchers used a critical paradigm that is used to find out the real truth, to find out what is really going on behind the injustice or imbalance that exists. The results revealed, that the counter hegemony are conducted by the intellectuals against the Religious Authority.Agama menjadi alat untuk mendapatkan kekuasaan melalui media. Salah satunya tercermin dalam film Sang Pencerah yang produksi oleh Hanung Bramantyo. Melalui teori Gramsci, hegemoni merupakan upaya untuk membuat pihak elit penguasa mendominansi untuk menggiring cara berpikir, bersikap, dan menilai masyarakat agar sesuai dengan kehendaknya. Hegemoni dapat terjadi melalui media massa, pendidikan, bahkan melalui dakwah kaum religius. Ia juga menyatakan, solusi untuk melawan hegemoni (counter hegemoni) dengan menitikberatkan pada sektor pendidikan. Hal ini terlihat dengan jelas bagaimana counter hegemoni dalam film Sang Pencerah ditunjukkan kepada pembuat wacana. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui counter hegemoni terhadap Otoritas Agama dalam film Sang Pencerah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk berfikir induktif dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis melalui tahap mikrostruktural (analisis teks), mesostruktural (praktik wacana), dan makrostruktural (praktik sosiokultural). Subjek dari penelitian ini yaitu wacana counter hegemoni terhadap Otoritas Agama. Sedangkan Objeknya adalah film Sang Pencerah. Peneliti menggunakan paradigma kritis yang digunakan untuk mencaritahu kebenaran yang sebenarnya terjadi, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik ketidakadilan atau ketidakseimbangan yang ada. Hasil penelitian pada tahap mikro menekankan pada kata “kafir”, meso penekanan pada counter (pertentangan arah kiblat), dan makro menekankan pada keterlibatan institusi, politik, dan pembuat wacana masuk ke dalam produksi media.
PERSEPSI MAHASISWA UNY TERHADAP POLA PELAKSANAAN KKN-PPL TERPADU DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO Suparmini *
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.24 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa praktikan terhadap (1) pola bimbingan; (2) intensitas bimbingan; (3) optimalisasi pelaksanaan program; (4) waktu pelaksanaan dan (5) pencapaian kompetensi  pelaksanaan KKN-PPL terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari lima variabel yaitu pola bimbingan, intensitas bimbingan, optimalisasi pencapaian progam, waktu pelaksanaan, dan pencapaian kompetensi. Populasi penelitian adalah mahasiswa praktikan KKN-PPL yang berlokasi di wilayah Kabupaten Purworejo, berjumnlah 274 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 101 ditentukan berdasarkan Nomogram Henry King dengan derajat kesalahan 7%. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster dan proposional sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa (1) Persepsi mahasiswa terhadap pola bimbingan KKN-PPL terpadu, pada umumnya baik terutama dalam hal arti penting keberadaan dan peran pembimbing, tetapi berpersepsi kurang baik terhadap cakupan aspek pembimbingan yang dianggap kurang komprehensif, struktur waktu yang tidak terjadwal dan metode bimbingan yang kurang variatif; (2) Persepsi terhadap intensitas bimbingan pada umumnya kurang baik terutama dalam hal jumlah kunjungan DPL KKN dan DPL PPL. Persepsi praktikan tergolong baik dalam hal kebermanfaatan dan efektivitas bimbingan waktu  bimbingan; (3) Persepsi mahasiswa terhadap optimalisasi pelaksanaan program, umumnya kurang baik terutama dalam hal kesulitan alokasi waktu untuk kegiatan KKN dan PPL, kurang optimalnya pelaksanaan progam dan kurang menganggap baik terhadap pola KKN-PPL terpadu; (4) Persepsi mahasiswa terhadap waktu pelaksanaan KKN-PPL terpadu umunya menyatakan cukup, dan tingkat ketercapaian alokasi waktu untuk KKN dan PPL cukup proporsional, tetapi pengaturan waktu pelaksanaan untuk  KKN dan PPL kadang menyulitkan, kesempatan untuk pengembangan potensi mahasiswa kurang; (5) Persepsi mahasiswa terhadap pencapaian kompetensi melalui KKN-PPL umumnya positif untuk ketercapaian dan peningkatan kompetensi keguruan terutama dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional. Kompetensi yang ketercapaiannya rendah adalah kompetensi sosial. Peran pembimbingan oleh pihak sekolah dan DPL sangat membantu dalam peningkatan kompetensi keguruan.
THE EFFECT OF SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY MODELS ON SCIENCE PROCESS SKILLS Agatha Asih Nugraheni; Wuri Wuryandani
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.211 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.21359

Abstract

This study aims to integrate the Science Technology and Society models on the students' processes in grade IV elementary school. The implementation of this study uses a quantitative approach with a type of quasi-experimental research. The population of the study sample was calculated from the second class, namely the fourth grade of SD Negeri Margoagung as the experimental class and class IV SD Ngino 1 as the control class. Data analysis is an independent sample t-test. The results showed that there was a significant influence of the Science and Community Technology model on the process skills of the fourth grade students of Seyegan Margoagung Group with a value of 0.751 and p 0.000 0.05. The Science Technology Model and the Unused Community. The Science Technology Model and Sociality are significant and positive in terms of process skills and student participation. This learning model can be applied to classes that can improve the process and involvement of students, students are easier to receive the material delivered by the teacher.PENGARUH MODEL SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Science Technology and Society terhadap keterampilan proses sains siswa pada kelas IV SD. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi sampel penelitian yang digunakan diambil dari dua kelas yaitu kelas IV SD Negeri Margoagung sebagai kelas eksperimen dan kelas IV SD Ngino 1 sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan adalah independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Science Technology and Society terhadap keterampilan proses sains siswa kelas IV SD seGugus Margoagung Seyegan dengan nilai thitung 0,751 dan p 0,000 0,05. Model Science Technology and Society berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa. Model Science Technology and Sociaety berpengaruh secara signifikan dan positif ditinjau dari keterampilan proses sains dan partisipasi siswa. Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada suatu kelas dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan partisipasi siswa, sehingga siswa lebih mudah dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru.
PATOLOGI BIROKRASI DALAM ORGANISASI PUBLIK DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Rosidah rosidah
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.754 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6746

Abstract

Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan daerahnya, sebagaimana undang-undang Otonomi Daerah No.7 tahun 1974 .. Untuk mewujudkannya perlu upaya yang sungguh-sungguh, dengan modal sumber daya yang dimilikinya. Dalam proses pencapaian tujuan tidak lepas dari berbagai persoalanl hambatan. Salah satu hambatan adalah yang terkait dengan SDM (Sumber Daya Manusia), yakni perilaku aparatur pemerintah. Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Antara lain dengan diagnosa organisasi, analisis sitem dan prosedur. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi perilaku aparatur yang counter productive, sehingga menghambat laju perkembangan organisasi. Hal-hal yang nampak dari perilaku tersebut bisa jadi merupakan penyakit organisasi (patologi birokrssi), yang sudah merupakan budaya dalam organisasi tersebut. Melalui tulisan ini akan dikupas beberapa patologi yang kemungkinan muncul dalam birokrasi pemerintahan, antara lain astigmatisme, xenophobia, paranoia, dll.; sebab-sebab terjadinya, bagaimana berproses dalam organisasi publik dan solusi yang ditawarakan serta pendekatan yang bisa diterapkan.
Penilaian Kinerja Perusahaan Melalui Pendekatan "Economic Value Added" Suatu Paradigma Baru Indarto Waluyo
Informasi Vol 29, No 1 (2003): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3072.446 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6974

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Jakarta menunjukkan angka yang cukup berarti bila dibanding dengan tahun tahun sebelumnya, ini menunjukkan bahwa pasar modal mempunyai daya tarik tersendiri bag; para investor dewasa ini. Dengan semakin maraknya investor "bermain" di pasar modal, tentunya kompetisi menjadi semakin tajam, dengan semakin tajamnya kompetisi maka diperlukan alat yang lebih akurat dalam mengevaluasi tingkat hasil yang akan diperoleh. Sampat dengan tahun 90-an, alat yang digunakan oleh para investor dalam menilai "kelayakan" investasi mereka adalah ROI (return on investment) dan Rl (residual income). . Tetapi dalam kenyataannya alat penilai ini ban yak mengalami bias. Karena hasil analisanya bias maka mengakibatkan keputusan yang diambil oleh para investor mengalami distorsi. Berdasar pengalaman tersebut maka akhir-akhir ini muncul alat penilai investasi baru yang merupakan penyempurnaan dari alat ukur sebelumnya, yakni yang dikenal dengan nama EVA (Economic Value J4dded). Keistimewaan alat ini adalah tidak hanya semata-mata [nett "dewa "kan laba secara akuntansi, sebab perusahaan yang meraih un tung secara akuntansi belum tentu memberikan keuntungan bagi pemiliknya atau para pemegang sahamnya. Disamping itu alat penilai ini btsa juga digunakan oleh para komisaris untuk menentukan berapa kompensasi yang akan diberikan kepada manajemen atas kinerjanya selama ini,
MARJINALISASI (PUBLIK) AKTIVIS DALAM LITERATUR PUBLIC RELATIONS Kusumaningtyas, Nurhidayati
Informasi Vol. 45 No. 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.917 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v45i1.7770

Abstract

AbstractActivism can involve an individual or a collection of a few people. The practice of activism is often perceived as negative and destructive actions. In the literature of public relations, we will discover how the activist group pressure group categorized into the "source of trouble" and must be addressed by public relations practitioners. This perspective led to a bias that leads to marginalization of "activist public" in public relations literature. Marginalization process lasts through two methods: (1) the provision of which tend negative stigma, (2) the dominance of the paradigm of "corporate centric" in the literature of public relations. This article presents an alternative paradigm of the postmodern paradigm in view of the role and functions of the public activists.AbstrakAktivisme bisa melibatkan seorang individu ataupun kumpulan beberapa orang. Praktek aktivisme seringkali dipersepsikan sebagai tindakan yang negatif dan destruktif. Dalam literatur public relation, kita akan menemukan bagaimana kelompok aktivis dikategorikan kedalam kelompok penekan yang menjadi "sumber masalah" dan harus diatasi oleh praktisi public relations. Perspektif ini memunculkan bias yang mengarah pada marjinaliasi "publik aktivis" dalam literature public relation. Proses marjinalisasi berlangsung melalui dua cara: (1) pemberian stigma yang bertendensi negative, (2) adanya dominasi paradigma "corporate centric" dalam literatur public relation. Artikel ini menyajikan alternatif paradigma yakni paradigma postmodern dalam melihat peran dan fungsi publik aktivis.Keywords: Public Activist, Corporate Centric, Marginalization.
KRITIK TERHADAP TEORI SPIRAL OF SILENCE: KOMUNIKASI MASYARAKAT MADURA DALAM KONFLIK SUNNI-SYI'AH DI SAMPANG Dharma, Ferry Adhi
Informasi Vol. 46 No. 1 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.586 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i1.9645

Abstract

The sunni-shiite conflict that occurred in Sampang, Madura has yet to be resolved.Therefore, this study aims to determine the process to fight the opinion that a conflictoccurred between the two. The research was conducted in the Karanggayam village,Omben and Blu'uran village, Karang Penang, Sampang, Madura and mansions PuspaAgro Sidoarjo with the phenomenological method. That is, the phenomenon understudy will be illustrated by personal experience of informants through interviews. Todetermine the validity of the data, then the triangulation on the data obtained. Resultsare the conflicts caused by differences of opinion between the two groups regarding themoral values of Islam. As migrant groups, Shiites openly against the public opinionwhich is believed by the local community (Sunni). The above measures, social isolationand threats carried out by the Sunnis that Shi'ites leave Shi'ism and move to the Sunnis.Nevertheless, Shiites remained adamant and against the social isolation. The actiontaken by the Shi'ite group contradicts with the assumption of spiral of silence theory,the theory which explains that there is a person's tendency to adhere to public opinionfor fear of being ostracized. Konflik Sunni-Syi'ah yang terjadi di Sampang, Madura sampai saat ini belum dapatdiselesaikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosespertarungan pendapat yang terjadi hingga menimbulkan konflik diantara keduanya.Adapun penelitian ini dilakukan di desa Karanggayam, Omben, dan desa Blu'uran,Karang Penang, Sampang, Madura dan rumah susun Puspa Agro Sidoarjo denganmetode fenomenologi. Artinya, fenomena yang diteliti akan digambarkan denganpengalaman pribadi informan melalui wawancara mendalam. Untuk mengetahuikeabsahan data, maka dilakukan triangulasi sumber pada data yang didapat. Hasil yangditemukan adalah konflik tersebut terjadi akibat adanya perbedaan pendapat diantarakedua kelompok mengenai nilai-nilai ajaran Islam. Sebagai kelompok pendatang, Syi'ahsecara terang-terangan melawan pendapat umum yang diyakini oleh masyarakat sekitar(Sunni). Atas Tindakan tersebut, berbagai ancaman dan isolasi sosial dilakukan olehkelompok Sunni agar kelompok Syi'ah meninggalkan ajaran Syi'ah dan berpindah keSunni. Kendati demikian, Syi'ah tetap bersikukuh dan melawan isolasi sosial tersebut.Tindakan yang diambil oleh kelompok Syi'ah bertentangan dengan asumsi teori spiralkeheningan, dimana teori tersebut menjelaskan bahwa ada kecenderungan seseoranguntuk patuh terhadap pendapat umum karena takut dikucilkan.

Page 2 of 31 | Total Record : 302