INFORMASI
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals.
INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Articles
302 Documents
MEMILIH PEMIMPIN DALAM PRAKTIK KEPEMIMPINAN ORGANISASI SEKOLAH DI ERA GLOBAL
Sunarta sunarta
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.269 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4445
The leader and leadership courses have produced many hypotheses which haven’t been solved from time to time. With regard to the demands of the globalization era recently, the successful organizations are those which are ruled by figures who have comparative and competitiveness strengths in many fields. In educational context, a leadership can be seen from the practice of school management starting from the basic educational level to the higher one. Educational leadership in the practice of school management expects that the one who plays roles and mandated as a leader must have specific requirements of a leader. Social life in the globalization era has changed the mindsets and views of the people in the world at any level. This influences the awareness of striking for their personal and social rights in the organization. A leader is someone or subject that leads as leadership manifestation such as authority, responsibility, commands, and delegation to the subordinates in an organization. Meanwhile a leadership is an art of persuading, directing people through obedience, belief, respect, and cooperation based on enthusiasm to meet the goals, A Dale Timpe, (1987). In order to give influence to the development of the organization, there are four leadership aspects that should be developed, such as (1) follower, (2) situation (3) communication and (4) leader. Key words: leader, leadership, school organization, globalization era.
Watching self from a distance: The whys of watching sinetrons among Malay-Javanese women in Malaysia
Rofil, Lily El ferawati
Informasi Vol. 47 No. 2 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (15.669 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v47i2.17377
This article discusses the cognitive reasoning behind the love for watching sinetron expressed by Malay-Javanese women in Malaysia. The Malay-Javanese women in this context refer to female members of Javanese communities within Malay society. Malaysians of Javanese descent are constitutionally considered as ethnic component of Malay racial group due to similarities in cultural customs and religion of Islam. However, they retain some semblance of Javanese cultural heritage including speaking the language in their everyday life. In the context of Malay-Javanese women under this study, it is identified that sinetrons have become the main source of their cultural consumption from television. Sinetrons are soap opera-like television productions from Indonesia"”the country where their ancestors were originated from. The results from ethnographic fieldwork in Kampung Papitusulem of Selangor show how these women incline to watching sinetrons to a certain level, primarily due to three main reasons. First, the dialogues in the television productions fit their language preference. Second, they can find representations of their cultural identity in the images of sinetrons. Third, they watch the imported television program from Indonesia simply for the identification of sense of belonging. It is argued that viewing sinetrons for these women represents watching self from a distance, which is central discussion in cultural and media studies.Artikel ini membicarakan pemikiran kognitif di sebalik kecintaan menonton sinetrondalam kalangan wanita Melayu-Jawa di Malaysia. Wanita Melayu-Jawa dalam konteksini merujuk pada warga perempuan dari komunitas Jawa dalam masyarakat Melayu.Menurut Konstitusi Malaysia, warga negara Malaysia keturunan Jawa dianggapsebagai komponen etnik dari kelompok bangsa Melayu karena memiliki kesamaan adatbudaya dan keyakinan sebagai Muslim. Pada hakikatnya, mereka masih mengekalkanbeberapa komponen warisan budaya Jawa seperti penggunaan Bahasa Jawa dalamkeseharian mereka. Dalam konteks wanita Melayu-Jawa yang dibahas dalam artikel ini,diketahui bahwa sinetron telah menjadi salah satu sumber budaya termediakan olehtelevisi yang mengeratkan pertalian dengan asal usul mereka. Sinetron merupakanproduksi televisi yang tergolong genre opera sabun berasal dari Indonesia"”negarayang menjadi tanah kelahiran pendahulu wanita tersebut. Hasil dari kerja lapanganetnografi, di Kampung Papitusulem, Selongor, menunjukan bagaimana wanita-wanitaini menyukai sinetron pada tahap tertentu karena tiga alasan utama. Pertama, dialogyang digunakan dalam sinetron sesuai dengan preferensi mereka. Kedua, mereka dapatmenemukan identifikasi identitas budaya mereka dalam representasi sinetron. Ketiga,mereka menonton program televisi yang diimport dari Indonesia sebagi ekspresi rasamemiliki terhadap Indonesia. Ini menunjukkan bahwa menonton sinetron bagi wanitaMelayu-Jawa mempunyai makna seperti melihat identitas diri dari kejauhan, dan inimerupakan diskusi sentral dalam kajian media dan budaya.
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN DAN MEBERDAYAKAN PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA PASCA LEPASNYA SIPADAN DAN LIGITAN (2002-2007)
Widiyanta, Danar
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.684 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6201
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang konflik atas beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia karena permasalahan hukum dan politik serta permasalahan ekonomi. Ketidakjelasan batas negara dan status wilayah, situasi politik negara, regional dan internasional, serta kepentingan ekonomi merupakan sumber sengketa potensial. Upaya mempertahankan pulau terluar dilakukan dengan menyiapkan perangkat hukum yang jelas serta meningkatkan kemampuan Angkatan Laut untuk menopang kemampuan penegakkan hukum di wilayah pulau-pulau terluar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Upaya untuk memberdayakan pulau-pulau terluar dilakukan melalui langkah pengembangan aspek kelembagaan, aspek yuridis dan aspek program. Aspek kelembagaan dengan dibentuknya Tim Koordinasi Pengelolaan pulau-pulau terluar, dalam aspek yuridis disiapkan berbagai undang-undang yang memadai untuk menopang proses hukum yang mungkin terjadi, sedang aspek program dengan melanjutkan dan menyelesaikan penegasan batas wilayah serta meningkatkan pembangunan di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Kata Kunci : Mempertahankan, Memberdayakan, Pulau Terluar Indonesia.
FAMILY’S COMMUNICATION PATTERN IN PREVENTING STUDENTS’ VIOLENCE IN YOGYAKARTA
Chatia Hastasari;
Suranto Aw;
Mami Hajaroh
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.602 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v48i2.22389
This investigates the family’s communication pattern to avoid senior high school student violence in Yogyakarta. This study employs a qualitative method taking a sample of ten people consist of students’ parents (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, and SMA Tamansiswa Yogyakarta); teachers and society figure. The results are (1) Communication pattern which is used effectively to avoid students’ violence is one way communication. In this situation parents can give advice and become a role model for their children; and (2) Communication patterns which are used innefectively to avoid students’ violence are interaction and transaction communication. It is because parents’ knowledge about the importance of interaction communication in character education is very low and the transaction communication among parents-children-third party tends to not intensive.POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN PELAJAR SMA DI KOTA YOGYAKARTATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga dalam mencegah kenakalan pelajar SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan 10 narasumber yang mencakup wali siswa (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, dan SMA Tamansiswa Yogyakarta); wali kelas dan tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disebutkan bahwa (1) Pola komunikasi keluarga yang digunakan secara efektif sebagai upaya untuk mencegah kenakalan pelajar dalam penelitian ini adalah komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah dimana orang tua memberikan nasihat atau memberikan contoh secara langsung melalui perbuatan; dan (2) Pola komunikasi keluarga yang masih belum dapat dilakukan secara efektif untuk mencegah kenakalan pelajar adalah komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi banyak arah. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya komunikasi dua arah dalam proses penanaman pendidikan karakter seorang anak dan juga karena komunikasi banyak arah yang terjalin antara orang tua-anak-pihak ketiga cenderung tidak intens.
STRATEGIPENGEMBANGAN BANK SVARIAH 01 INDONESIA
Purwanto Purwanto
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3106.815 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6741
Pertumbuhan industri perbankan Indonesia dipicu melalui kebijakan pemerintah dengan dikeluarkannya Paket Deregulasi 27 Oktober 1988 atau di kenai dengan nama Pakto 88, serta usaha pemerintah melalui kebijakan Bank Indonesia memfasilitasi pembentukan skim penjaminan kredit. Disisi mikro, skim penjaminan kredit ini sangat membantu industri perbankan atau debitur untuk mengambil kerugian yang akan muncul sebagai akibat debitur tak mampu lagi melaksanakan kewajiban pembayaran kepada bank. Disisi makro, tersedianya skim penjaminan kredit tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses kredit perbankan dan mendorong pertumbuhan kegiatan usaha pada sektor ekonomi. Kehadiran Bank Syariah di Indonesia merupakan hasil dinamika pembangunan nasional yang menuntut partisipasi masyarakat pada umumnya dan masyarakat muslim pada khususnya untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dengan in dika tor pendapatan perkapita penduduk yang tinggi secara umum menunjukkan terciptanya tingkat kesejahteraan rakyat yang baik. Bank Syariah Indonesia yang dipelopori oleh umat Islam berdasarkan prinsip bahwa selama ini praktik perbankan yang dilaksanakan oleh bank konvensional tidak sesuai dengan kaidah syariah. Praktik bank konvensional dilihat dari sudut pan dang agama Islam masih terjadi adanya riba dalam perolehan pendapatan. Bank Syariah dalam operasionalnya tidak mengkhususkan diri pada segmen muslim saja tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat umum non muslim. Strategi inilah yang sekiranya menjadikan Bank Syariah Indonesia mempunyai kekuatan dalam menghadapi persaingan di pasar industri perbankan.
ADOPTION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY TO ENHANCE VETERINARY PHARMACOLOGY EDUCATION IN NIGERIAN UNIVERSITIES
Adamkolo Mohammed Ibrahim;
Mohammed Bashir Tijjani
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (13.551 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v48i2.23348
In resource-constraint countries like Nigeria, it is envisaged that the adoption of information and communication technology (ICT) in veterinary pharmacology education at university level can enhance both quality knowledge delivery and improve students’ performance as well as ICT use skills. The literature consistently demonstrates that exposure to variety of digital and online educational resources and facilities encourages critical thinking among the students and enhance their independent problem-solving capabilities. It is long overdue cost-effective and efficient technology systems suitable for e-learning and teaching in Nigerian university education system, particularly in veterinary pharmacology academic context are explored. Emphasis should be placed on audio-visual e-learning systems such as large screen computer, digital projector and whiteboard in addition to constant power supply and Wi-Fi internet service. Being a medical course, veterinary pharmacology education will be immense enhanced if digital collaborative research and education systems are provided. To achieve this objective, relevant software and applications tailored to veterinary pharmacology students’ specific needs in the e-education process are strongly recommended given the rapid innovations in the ICT sector, which is increasingly making both hardwater and software more affordable and user-friendly.Di negara-negara dengan keterbatasan sumber daya seperti Nigeria, diperkirakan adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan farmakologi veteriner di tingkat universitas dapat meningkatkan penyampaian pengetahuan yang berkualitas dan dapat meningkatkan kinerja siswa serta keterampilan penggunaan TIK. Literatur secara konsisten menunjukkan bahwa paparan berbagai sumber daya dan fasilitas pendidikan digital dan sarana melalui (online) mendorong pemikiran kritis di antara siswa dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah independen mereka. Hal ini sudah lama diharapkan sebagai sebuah sistem teknologi yang hemat biaya dan efisien serta cocok untuk pembelajaran e-learning dan pengajaran di sistem pendidikan universitas Nigeria, terutama dalam konteks akademik farmakologi veteriner yang dieksplorasi. Penekanannya ditempatkan pada sistem-sistem perpustakaan dengan sistem online audio-visual seperti komputer layar besar, proyektor digital dan papan tulis di samping catu daya yang konstan dan layanan internet Wi-Fi. Melalui kursus medis, pendidikan farmakologi veteriner akan mudah ditingkatkan jika penelitian kolaboratif digital dan sistem pendidikan disediakan. Untuk mencapai tujuan ini, perangkat lunak dan aplikasi yang relevan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mahasiswa kedokteran hewan dalam proses e-edukasi sangat disarankan mengingat inovasi berkembang cepat di sektor TIK, yang semakin menjadikan air keras dan perangkat lunak lebih terjangkau dan ramah pengguna.
ANALISIS PERMINTAAN UANG KAS DI INDONESIA TH. 1975 - 1996
Teguh Sihono
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3445.727 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6758
Semenjak deregulasi pada tahun 1983 sektor moneter mendominasi perkembangan perbankan di Indonesia. Pengawasan dan Pengendalian penawaran uang secara langsung dipengaruhi olen Bank Indonesia, suku bunga dan bantuan kredit bank komersial kurang lebih' 85% modal perbankan telah didominasi/dikuasai oleh Bank Pemerintah.Semenjak deregulasi perbankan 1 Juni 1983, menghasilkan'lebih fleksibel sektor perbankan, celling credit ditiadakan ddnstlku-bunga menjadi pembatasan pasar. Akibat meningkatny a mobilitas dona semakin banyak produk perbankandan-persaingan yang semakin. tajam; perkembangan perbankan menpunyai peranan penting dalam mepgupas pe,r:uqaban permin- taan uang.Menggunakan data pada periode 1975 - 19'96 dan kemudian ketidak menyeluruhnya sebelum dan sesudah deregulasi menyebabkan kenyataan. a) Pada periode 1975 -1996 suku bunga/ tingkat bunga merupakan faktor penting yang mepengaruhi permintaan uang ; dan elastisitas yang lebih besar dari satu terutama setelah dergulasi, ini menunjukan liqudity trap dan kebijaksanaan lebih efektif b) Skala ekonomi ditunjukan dengan kurangnya elatisitas permintaan uang, berkenaan dengan pendapatan, alasan dan laju pertumbuhan system pembayaran. c) Akhirnya pengunaan chow test menunjukan permintaan uang tidak stabil. Implikasainya adalah kebijaksanaan sektor real lebih tepat dari pada kebijaksanaan moneter.
POLA ASUH BALITA IBU-IBU KELOMPOK SASARAN PADA PROGRAM KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA USIA 0–12 BULAN DUSUN GANDEKAN KARTASURA
Hastasari, Chatia;
Anggitya, Paramastu Titis;
Musslifah, Anniez Rachmawati
Informasi Vol. 45 No. 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.294 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v45i1.7765
AbstractThe rapid advancement of information technology was not enough to bring change in the attitude of the mothers in applying good parenting on their children. There are still many women who apply parenting capital only a myth or hereditary habits. The impact of the low level of understanding about parenting maternal age, especially toddlers 0-12 months of this should be a serious concern of all parties concerned, as stem from the application of good parenting toddlers that we can prepare the next generation of quality. The purpose of this study was to determine the parenting toddlers of mother target groups Program BKB aged 0-12 months during which also evaluated from the perspective of communication. This study was designed using a "Research and Development". Results of this study when viewed from the perspective of communication, communication models on parenting toddlers applied by mothers of the target group in the success of the family development program of children aged 0-12 months are interactional model.AbstrakMajunya teknologi informasi tidak cukup membawa perubahan dalam sikap ibu dalam menerapkan pola asuh yang baik bagi anak-anak mereka. Masih banyak wanita mengasuh berdasarkan "mitos" atau kebiasaan turun-temurun. Dampak dari rendahnya tingkat pemahaman tentang pengasuhan, terutama balita 0-12 bulan ini harus menjadi perhatian serius dari semua pihak.Pasalnya, hal ini terkait dengan mempersiapkan generasi masa depan berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pola pengasuhan balita kelompok sasaran Program BKB berusia 0-12 bulan yang dievaluasi dari perspektif komunikasi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan "Research and Development". Hasil penelitian ini adalah jika dilihat dari perspektif komunikasi, model komunikasi pada pengasuhan balita yang diterapkan oleh ibu dari kelompok sasaran keluarga anak usia 0-12 bulan adalah model interaksional.Keywords: Interactional models, BKB Program, Parenting Toddlers.
SEKSUALITAS CYBER: SEX SEBAGAI KESENANGAN DAN KOMODITAS
Rianto, Puji
Informasi Vol. 45 No. 2 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.24 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v45i2.7991
This paper wants to explore further how sexuality is present in the cyber world. Although the construction of human sexuality age as the man himself, the construction or representation will be largely determined by the social context. Different characters from the cyber world where political authority and the gatekeeper do not contribute significantly will influence the construction of sexuality. The study found that sex is understood as a pleasure and commodities. Various reports of sexual offenders describe how the pleasure of sexual intercourse highly revered. Along with the cult of sexuality as pleasure is sex as a commodity, which is manifested in the form of an offer or advertisement to sell sexual services they provide.Tulisan ini ingin mengeksplorasi lebih jauh bagaimana seksualitas hadir dalam dunia cyber. Meskipun konstruksi seksualitas manusia seumuran manusia itu sendiri, tapi konstruksi atau representasinya akan sangat ditentukan oleh konteks sosialnya. Karakter-karakter yang berbeda dari dunia cyber dimana otoritas politik dan gatekeeper tidak berperan secara signifikan akan mempengaruhi konstruksi atas seksualitas. Studi ini menemukan bahwa seks lebih dipahami sebagai sebuah kesenangan dan komoditas. Berbagai reportasi pelaku seksual menggambarkan bagaimana kesenangan akan hubungan seksual dipuja sedemikian rupa. Seiring pemujaan seksualitas sebagai kesenangan itu, adalah seks sebagai komoditas, yang diwujudkan dalam bentuk berbagai penawaran atau iklan untuk menjual layanan seks yang mereka sediakan.
ANALISIS STRATEGI HUMAS PDAM KOTA TERNATE DALAM PENANGANAN KELUHAN DAN KOMPLAIN WARGA KECAMATAN KOTA TERNATE UTARA DAN KOTATERNATE TENGAH TERHADAP DAMPAK EKSPLOITASI SUMBER MATA AIR AKE GAALE
Dewi, Mutia;
Djalaluddin, Laily Wahyuni
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (759.324 KB)
|
DOI: 10.21831/informasi.v46i2.10600
Based on the results of research, Public Relations of water supply company Ternate city in complain handling Ake Gaale water source, they perform of internal an external function. Public Relations of water supply company Ternate city excecutes four important steps started fact finding and defining the problem, planning and programming, action and communication, and evaluation. In the evaluation step, Public Relation of water supply company Ternate city found that each of the programs was not effectively done. Alternative step taken by Public relation was engaging the Government of Ternate to be involved in the follow-up meeting about problems at Ake Gaale water source, as well as the presence by Government of Ternate also intended to be a mediator in the mediation process between water supply company Ternate city and residents of Sangaji that failed to build their communication each other.