cover
Contact Name
Agnes Anania Triavika Sahamastuti
Contact Email
agnes.ats@maranatha.edu
Phone
+6281282735885
Journal Mail Official
jurnal.shj@maranatha.edu
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sound of Health Journal
ISSN : 30905443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.28932/shj
Core Subject :
Sound of Health Journal is an open access journal that publishes scientific articles in the form of research paper, scientific analysis, or academic-based reviews in the field of health sciences which include, but are not limited to, the fields of medicine, pharmacy, biotechnology, health technology, psychology, clinical and health industry technology, as well as other related topics. The topics may cover fundamental issues up to the application stage. This journal aims to facilitate scientific papers publication in the health sector, provide quality scientific articles that can be used as references and increase the research and publication enthusiasm among academics and health practitioners. This journal seeks to make a tangible contribution to improving community quality of life through the sharing of accurate and relevant information. This journal is published 3 (three) times a year in March, July and November. The editorial board is under Maranatha Christian University. The entire publication process will go through a peer-review stage to ensure the validity and suitability of the article to be published. We encourage authors to submit their work and share findings that can have a positive impact on the health landscape.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Hubungan Antara Perilaku Seksual Pranikah dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Infeksi Menular Seksual Pada Mahasiswa yang Tinggal Di Kos atau Bersama Orang Tua di Kota Bandung Nataya Sofie Wermasubun; Dian Puspitasari; Fenny
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang utamanya diakibatkan oleh perilaku seksual berisiko. Hingga saat ini, Kota Bandung masih menjadi penyumbang angka kejadian IMS yang cukup tinggi di Jawa Barat, dan didominasi oleh kelompok usia produktif. Terbentuknya perilaku seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan dan lingkungan―seperti tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tempat tinggal dan tingkat pengetahuan mahasiswa di kota Bandung mengenai IMS dengan perilaku seksual pranikah. Penelitian cross sectional ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dari pengisian kuesioner secara langsung oleh 220 orang responden yang dikumpulkan dengan teknik random sampling. Analisis dengan uji chi-square menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai IMS dengan perilaku seksual pranikah (p= 0,268), namun terdapat hubungan yang signifikan antara tempat tinggal dengan perilaku seksual pranikah (p= 0,005) mahasiswa di kota Bandung. Kata kunci: IMS; Perilaku Seksual Pranikah; Pengetahuan; Tempat Tinggal; Kota Bandung
PENGARUH KONSUMSI KOPI ARABIKA TORAJA TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI DAN SUASANA HATI PRIA DEWASA DI DESA LEMPO BATUSANGBUA, SULAWESI SELATAN Saman Liling Tonapa; Sri Utami Sugeng; Diana Krisanti Jasaputra
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsentrasi merupakan usaha pemusatan perhatian akan suatu hal dengan menyampingkan segala hal lain yang tidak berhubungan. Konsentrasi seringkali dikaitkan dengan suasana hati. Suasana hati adalah emosi dari dalam diri individu yang menggambarkan kondisi emosi pada waktu tertentu dan dapat berubah seiring waktu dengan kondisi yang dialaminya. Kopi merupakan minuman yang mengandung kafein, suatu senyawa stimulan yang dapat meningkatkan energi, konsentrasi, serta memperbaiki suasana hati. Mekanisme kerja kafein melibatkan stimulasi sistem saraf pusat (SSP) melalui penghambatan reseptor adenosin, yang pada akhirnya menimbulkan efek peningkatan kewaspadaan dan rasa segar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi kopi arabika Toraja terhadap konsentrasi dan suasana hati pada pria dewasa di Lempo Batusangbua, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kuasi analitik dengan pretes dan postes pada 30 responden pria dewasa. Konsentrasi diukur dengan stroop test, sedangkan suasana hati dinilai menggunakan kuesioner profile of mood states (POMS). Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan pada taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada konsentrasi (rerata 44 jawaban benar, p = 0,006) dan skor suasana hati (rerata 11,5, p = 0,005) setelah konsumsi kopi arabika Toraja. Berdasarkan hasil analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa konsumsi kopi arabika Toraja memberikan peningkatan yang signifikan terhadap konsentrasi dan suasana hati pria dewasa di Desa Lempo Batusangbua, Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Konsentrasi; Kopi Arabika Toraja; POMS; Stroop test; Suasana hati
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN SINDROM KORONER AKUT PASCA-PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG Mardiana Tri Marwasari; Anindita Adhika Oeij; Limdawati Kwee
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian global yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. PCI (percutaneous coronary intervention) adalah prosedur invasif yang bertujuan untuk meringankan vasokontriksi pembuluh darah sehingga dapat memperlancar aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung. Terapi PCI banyak dipertimbangkan karena terbukti efektif dalam mengobati pasien SKA. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup pasien SKA setelah menjalani tindakan PCI di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif dengan desain potong lintang, melibatkan 76 pasien SKA pasca-PCI yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Seattle Angina Questionnaire-7 (SAQ-7) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang diobservasi memiliki kualitas hidup yang sangat baik, dengan 64,5% menunjukkan keterbatasan fisik yang minimal, 63,6% tidak mengalami angina, dan 98,7% memiliki kualitas hidup secara keseluruhan yang sangat baik. Penelitian ini menegaskan bahwa tindakan PCI efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien SKA, meskipun masih terdapat sejumlah pasien yang mengalami angina berulang akibat faktor struktural atau fungsional.   Kata kunci: Sindrom Koroner Akut; Percutaneous Coronary Intervention; Kualitas Hidup; Seattle Angina Questionnaire-7
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS PENDENGARAN KARYAWAN PERUSAHAAN KACA “X” Rafael Wiguno; Gunterus Evans; Hadiyanto; Evi Ulina Margaretha Situmorang; Sherly Tandi Arrang
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk dalam menjaga fungsi pendengaran.  Namun, hubungan antara aktivitas fisik dan status pendengaran belum sepenuhnya dipahami. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan status pendengaran pada karyawan perusahaan kaca “X” di Cikarang Selatan. Studi ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan desain observasional analitik. Sebanyak 117 karyawan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih secara acak untuk berpartisipasi dalam studi ini sebagai responden. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), dan status pendengaran dinilai menggunakan audiometri. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil audiometri menunjukkan bahwa 93% responden memiliki pendengaran normal, sedangkan 7% mengalami gangguan pendengaran ringan. Selanjutnya, tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara jenis aktivitas fisik dengan status pendengaran (p = 0,49), tetapi terdapat hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas fisik dengan status pendengaran (p = 0,02). Sedangkan hubungan antara intensitas aktivitas fisik dengan status pendengaran berada tepat pada batas signifikansi statistik (p = 0,05) yang mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan, namun kekuatannya belum cukup untuk disimpulkan sebagai hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi dan intensitas aktivitas fisik yang lebih tinggi dapat berperan dalam menjaga kesehatan pendengaran. Kata Kunci: Audiometri; Aktivitas fisik; Gangguan Pendengaran; IPAQ-SF; Status Pendengaran
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Tentang Infeksi Menular Seksual Pada Kelompok Lelaki Berhubungan Seks dengan Lelaki di Bandung Tahun 2023 Norah Mahross Salem Ba Fadhl; Dian Puspitasari; Philips Onggowidjaja
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan suatu penyakit infeksi yang proses penularannya terutama melalui hubungan seksual. Sampai saat ini, IMS masih menjadi persoalan di berbagai negara maju maupun negara berkembang. Di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Bandung, dilaporkan sebanyak 869 kasus IMS di tahun 2019 dengan mayoritas disumbangkan oleh kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL). Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya kasus IMS pada kelompok LSL adalah tingkat pengetahuan yang rendah mengenai IMS yang berkaitan dengan perilaku seksual menyimpang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual kelompok LSL di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional menggunakan kuesioner yang diisi oleh 76 responden dari kelompok LSL di Bandung pada tahun 2023. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebanyak 77,6% responden memiliki pengetahuan IMS yang baik, namun sebanyak 64,5% responden memiliki perilaku seksual berisiko. Analisis menggunakan metode univariat dan bivariat memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,304 (p >0,05), sehingga berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan IMS dengan perilaku seksual pada kelompok LSL di Bandung pada tahun 2023. Kata Kunci: Pengetahuan; Perilaku; IMS; Kelompok LSL; Bandung
PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHISTAMIN H1 PADA KLINIK PRATAMA DI YOGYAKARTA PERIODE JANUARI−DESEMBER 2023 Elvira Ruth Mahardika Panjaitan; Widya Christine Manus; Yacobus Christian Prasetyo; Dewi Lestari
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat rasional merupakan komponen penting dalam suatu pelayanan kesehatan. Antihistamin merupakan salah satu kelompok obat yang banyak digunakan di seluruh dunia. Obat ini dapat dibagi berdasarkan cara kerja reseptor, salah satunya yang bekerja pada reseptor H1. Antihistamin H1 dibagi menjadi dua jenis generasi, yaitu generasi pertama dan kedua. Antihistamin H1 generasi pertama memiliki efek sedasi, sedangkan generasi kedua jarang atau bahkan tidak memiliki efek sedasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peresepan obat antihistamin H1 di sebuah klinik pratama di Yogyakarta menggunakan data retrospektif dan analisis deskriptif. Sebanyak 66 resep obat yang sesuai dengan kriteria inklusi diperoleh dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan obat antihistamin H1 paling banyak digunakan pada bulan November (16,7%), dengan cetirizine (kode ATC R06AE07) merupakan obat yang paling banyak digunakan (77,3%), didominasi oleh Cetirizine 10 mg tablet (75,8%). Dari data diketahui bahwa hanya terdapat satu jenis obat antihistamin H1 yang diresepkan per pasien (100%), obat yang diresepkan berbentuk generik (100%), dalam bentuk sediaan padat (98,5%), dan sebagian besar merupakan resep lengkap (60,6%). Pada 39,4% resep tidak lengkap ditemukan kesalahan, seperti kekuatan obat (36,4%), bentuk sediaan obat (10,6%), usia pasien (4,5%), dan signatura (3,0%). Kesimpulannya, obat antihistamin H1 yang paling banyak diresepkan di klinik pratama di Yogyakarta adalah cetirizine, dan masih ditemukannya penulisan resep antihistamin yang tidak lengkap. Kata Kunci: Antihistamin H1; Klinik Pratama; Peresepan Obat; Penggunaan Obat
PENGARUH KURANG TIDUR DAN STRES TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH SAAT PERIODE UJIAN PADA MAHASISWA LAKI-LAKI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Lelo Tulus Hawino; Hartini Tiono; Decky Gunawan
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi multifaktorial yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Faktor seperti kurang tidur dan stres berperan dalam peningkatan tekanan darah melalui stimulasi sistem saraf simpatik dan pelepasan hormon kortisol. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan repeated-measures. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42), serta pengukuran tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kurang tidur dan stres selama periode ujian terhadap peningkatan tekanan darah pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2022. Total sampel penelitian berjumlah 43 responden yang seluruhnya merupakan mahasiswa laki-laki angkatan 2022. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada periode ujian dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara status tidur dan tekanan darah (p = 0,21), serta antara status stres dan tekanan darah (p = 0,34). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurang tidur dan stres selama periode ujian tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tekanan darah pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Angkatan 2022. Kata kunci: Kurang Tidur; Periode Ujian; Stres; Tekanan Darah
PENGARUH KRONOTIPE TERHADAP SUSTAINED ATTENTION MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Karen Regina Wijayanto; Decky Gunawan; Cindra Paskaria
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kronotipe merupakan preferensi waktu tidur-bangun yang berhubungan dengan ritme sirkadian. Perbedaan kronotipe merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sustained attention. Sustained attention menggambarkan kapasitas individu merespons stimulus secara efisien, tepat, dan terus menerus dalam suatu rentang waktu. Desinkronisasi kronotipe individu dengan waktu individu beraktivitas diperkirakan memengaruhi sustained attention sehingga dapat menurunkan performa dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sustained attention antara mahasiswa dari dua kelompok kronotipe yaitu morning-type dan evening-type. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dua puluh delapan subjek yang telah mengisi informed consent kemudian mengisi kuisioner the Munich-Chronotype (MCTQ) dan mengerjakan Sustained Attention to Response Test (SART) menggunakan perangkat lunak Inquisit 6 pada pagi dan malam hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney (α = 0,05). Nilai p untuk perbedaan sustained attention (error) pagi dan malam hari antara kelompok morning-type dan evening-type, masing-masing diperoleh p = 0,0295 dan p = 0,0295 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sustained attention pagi dan malam hari antara kelompok morning-type dan evening-type. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan sustained attention (error) pagi dan malam hari yang signifikan baik kelompok morning-type maupun kelompok evening-type. Kata kunci: Kronotipe; Evening-Type; Morning-Type; Sustained Attention
DETEKSI GEN TOKSIGENIK DIFTERI MENGGUNAKAN REAL-TIME QUANTITATIVE POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-qPCR) PADA KEJADIAN LUAR BIASA DIFTERI DI JAWA BARAT, INDONESIA Adelina Khristiani Rahayu; Rifky Walujayati Rachman; Akifah Nur’Azmi; Annisa Meliana Shani; Azzania Fibriani; Naufalni Anwar; Gusti Ayu Prani Pradani; Ryan Bayusantika Ristandi; Kiki Homisatul Miskiyah
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difteri merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Garut, pada bulan Februari 2023. Metode pemeriksaan yang biasa dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat adalah menggunakan kultur difteri, namun metode ini memerlukan waktu yang lama. Penelitian ini dilakukan untuk optimasi metode ekstraksi dan RT-qPCR dalam rangka mendeteksi gen toksigenik difteri pada KLB Difteri di Jawa Barat sebagai metode diagnostik yang lebih cepat. Optimasi metode ekstraksi kultur DNA C. diphtheriae dilakukan dengan beberapa metode, yaitu pemanasan (100°C selama 30 menit), DNA MiniPrep Kit, dan DNeasy Blood and Tissue Kit yang termodifikasi. Hasil optimasi metode ekstraksi kemudian diujikan pada 20 sampel kultur C. diphtheriae dan 4 sampel C. diphtheriae dari apus tenggorokan dengan hasil kultur positif C. diphtheriae untuk membandingkan kesesuaian hasil uji berdasarkan sumber sampel. Selanjutnya, dilakukan pengujian RT-qPCR pada 6 sampel kultur negatif C. diphtheriae untuk mendeteksi gen toksigenik. Berdasarkan hasil RT-qPCR diketahui bahwa nilai cycle threshold (CT) dari berbagai metode ekstraksi relatif sama, sedangkan metode ekstraksi dengan pemanasan menghasilkan konsentrasi DNA tertinggi. Hasil pemeriksaan RT-qPCR menunjukkan 20 sampel kultur teridentifikasi sebagai difteri toksigenik, dan 4 sampel usap tenggorokan yang diuji secara RT-qPCR dan kultur memberikan hasil pemeriksaan positif C. diphtheriae yang sama. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa metode RT-qPCR lebih sensitif daripada metode kultur karena dapat mendeteksi 2 sampel positif C. diphtheriae pada sampel usap tenggorokan dengan hasil kultur negatif C. diphtheriae. Hasil  tersebut menunjukkan bahwa metode RT-qPCR berhasil mendeteksi adanya gen toksigenik difteri dengan hasil pemeriksaan yang sama dengan hasil kultur difteri.   Kata kunci: Corynebacterium diphtheriae; Difteri; Ekstraksi DNA; RT-qPCR Diagnostik
STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA TAHAP PREKLINIK DAN KLINIK DI UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Nazhifa Zahara; Grace Puspasari; Ade Kurnia Surawijaya
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik merupakan masalah yang sering dialami mahasiswa kedokteran dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental serta prestasi akademik. Mahasiswa tahap preklinik dan klinik memiliki sistem pembelajaran serta tanggung jawab yang berbeda, yang berpotensi memengaruhi tingkat stres maupun faktor penyebabnya (stresor). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat stres akademik antara mahasiswa kedokteran tahun pertama tahap preklinik dan klinik, serta mengevaluasi hubungan antara tingkat stres dengan domain stresor spesifik. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2024 terhadap 159 mahasiswa kedokteran tahun pertama di Universitas Kristen Maranatha (86 mahasiswa preklinik dan 73 klinik). Tingkat stres diukur menggunakan subskala stres dari Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), dan domain stresor diidentifikasi menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ). Data dianalisis dengan uji Mann–Whitney untuk perbandingan tingkat stres dan korelasi Spearman untuk hubungan antara tingkat stres dan domain stresor. Mahasiswa klinik memiliki skor stres lebih tinggi dibandingkan mahasiswa preklinik (p = 0,006). Pada mahasiswa preklinik, domain Interpersonal and Intrapersonal Related Stressors (IRS) berhubungan paling kuat dengan tingkat stres (r = 0,489). Stres pada mahasiswa klinik lebih dipengaruhi oleh Teaching and Learning Related Stressors (TLRS), Drive and Desire Related Stressors (DDRS), dan Group Activities Related Stressors (GARS) (r = 0,531–0,542). Kesimpulannya, mahasiswa klinik mengalami tingkat stres akademik yang lebih tinggi daripada mahasiswa preklinik, dengan stresor utama pada mahasiswa klinik lebih dipengaruhi oleh faktor pembelajaran, ekspektasi pribadi, dan aktivitas kelompok, sedangkan pada mahasiswa preklinik adalah interpersonal dan intrapersonal. Kata Kunci: Mahasiswa Klinik; Mahasiswa Preklinik; Stres Akademik; Tahun Pertama