cover
Contact Name
Agnes Anania Triavika Sahamastuti
Contact Email
agnes.ats@maranatha.edu
Phone
+6281282735885
Journal Mail Official
jurnal.shj@maranatha.edu
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sound of Health Journal
ISSN : 30905443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.28932/shj
Core Subject :
Sound of Health Journal is an open access journal that publishes scientific articles in the form of research paper, scientific analysis, or academic-based reviews in the field of health sciences which include, but are not limited to, the fields of medicine, pharmacy, biotechnology, health technology, psychology, clinical and health industry technology, as well as other related topics. The topics may cover fundamental issues up to the application stage. This journal aims to facilitate scientific papers publication in the health sector, provide quality scientific articles that can be used as references and increase the research and publication enthusiasm among academics and health practitioners. This journal seeks to make a tangible contribution to improving community quality of life through the sharing of accurate and relevant information. This journal is published 3 (three) times a year in March, July and November. The editorial board is under Maranatha Christian University. The entire publication process will go through a peer-review stage to ensure the validity and suitability of the article to be published. We encourage authors to submit their work and share findings that can have a positive impact on the health landscape.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Gambaran LDL Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Tahun 2023 Chatarina Astri Adhiani; Fen Tih; Hoo Yumilia
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena resistensi insulin. Penyebab utama morbiditas dan mortalitas DM tipe 2 adalah penyakit kardiovaskular. Risikonya dihubungkan dengan gambaran abnormal dari profil lipid, salah satunya peningkatan low-density lipoprotein (LDL). Penelitian ini memberikan gambaran LDL pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode tahun 2023. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medis. Sampel diambil menggunakan metode whole sampling dari pasien Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Immanuel Bandung yang terdiagnosis DM tipe 2 pertama kali di tahun 2023, dan melakukan pemeriksaan LDL pertama kali di tahun 2023. Variabel penelitian adalah usia, jenis kelamin, dan kadar LDL. Penelitian ini melibatkan 169 kasus pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Immanuel Bandung tahun 2023 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan usia, DM tipe 2 ditemukan paling banyak pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak 96 kasus (56,8%). Berdasarkan jenis kelamin, paling banyak ditemukan pada kelompok laki- laki dengan jumlah 89 kasus (52,7%). Berdasarkan kelompok kadar LDL, sebanyak 47 kasus (27,8%) berada pada kelompok kadar LDL borderline (130-159 mg/dl). Kesimpulannya, pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode 2023 paling banyak berada pada kelompok usia 45-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan kelompok kadar LDL borderline (130-159 mg/dl). Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Low-Density Lipoprotein (LDL); Rumah Sakit Immanuel Bandung
Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 24–35 Bulan di Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung Kezia Thedalin Luhardi; Dani; Shiela Stefani
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai postur tubuh dengan tinggi badan berdasarkan usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO dan dikategorikan sebagai pendek atau sangat pendek. Pada tahun 2023 prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 21,5% dengan kasus terbanyak pada kelompok usia 24–35 bulan. Efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh stunting dapat memengaruhi aspek individual maupun sosial seperti gangguan kognitif, gangguan perkembangan fisik, kesehatan yang buruk, kehilangan produktivitas, serta  meningkatkan risiko penyakit kronis yang selanjutnya dapat memengaruhi kualitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian stunting serta faktor risikonya pada kelompok usia 24–35 bulan di Kecamatan Bandung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah 52 balita yang terdiri dari 17 balita stunting dan 35 balita tidak stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hasil uji chi-square menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi ibu (p= 0,337), berat badan lahir rendah (p= 0,587), usia ibu saat hamil (p= 1,000), tingkat pendidikan ibu (p= 0,854), pendapatan keluarga (p= 0,517), dan pemberian ASI eksklusif (p= 0,505) dengan kejadian stunting pada anak usia 24–35 bulan di Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung. Kata Kunci: Stunting; Balita; Faktor Risiko
Hubungan Antara Perilaku Makan dan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir Universitas Kristen Maranatha Hans Anthony Antan Djaya; Grace Puspasari; Decky Gunawan
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa kedokteran terutama mahasiswa tingkat akhir sangat rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik yang tinggi, kurangnya waktu istirahat, tingginya ekspektasi orang tua dan kewajiban menyelesaikan skripsi. Stres selain berdampak pada kesehatan mental jangka pendek, juga memengaruhi perkembangan mekanisme koping individu. Mekanisme koping seperti perilaku makan emosional dapat menyebabkan perubahan perilaku makan. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 67 mahasiswa kedokteran tingkat akhir Universitas Kristen Maranatha tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ) termodifikasi dan Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square, sehingga didapatkan bahwa lebih dari separuh subjek (52,2%) mengalami stres. Analisis perilaku makan emosional menunjukkan bahwa sebagian besar subjek (74,6%) menunjukkan kecenderungan perilaku mendekati makanan (food approach) dan hanya 25,4% yang mempunyai perilaku menjauhi makan (food avoidance). Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku makan emosional dan stres (p= 0,007; OR= 5,303). Kesimpulannya, perilaku makan emosional berhubungan secara signifikan dengan stres pada mahasiswa kedokteran tingkat akhir. Kata Kunci: Perilaku Makan Emosional; Stres; Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Dialisis di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Agustus - November 2024 Dova Fedora Olivia Tengguno; Santoso Chandra; Hartini Tiono
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) ialah gangguan yang ditandai oleh kerusakan ginjal yang mengakibatkan penurunan kemampuan ginjal dalam menyaring darah secara optimal. Pasien PGK umumnya diberikan terapi dialisis, yaitu terapi untuk membuang limbah dan kelebihan air dalam darah menggantikan fungsi ginjal, yang dibagi menjadi hemodialisis dan peritoneal dialysis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kualitas hidup dari pasien PGK di Rumah Sakit Immanuel Bandung yang menjalani terapi dialisis periode Agustus hingga November 2024. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien PGK adalah keadaan ekonomi, kesehatan, usia, pendidikan, status pernikahan dan dukungan keluarga. Kualitas hidup pasien PGK dapat secara langsung merefleksikan beban pasien atas penyakit yang dideritanya maupun pengobatan atau terapi yang diterimanya. Sebanyak 67 pasien yang menjalani hemodialisis dan 30 pasien yang menjalani Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di Rumah Sakit Immanuel Bandung mengisi kuesioner KDQOL-SF 1.3. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76,5% pasien PGK yang menjalani hemodialisis dan 53,3% pasien PGK yang menjalani CAPD memiliki kualitas hidup yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien PGK yang menjalani hemodialisis dan CAPD di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Agustus-November 2024 memiliki kualitas hidup yang baik. Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronis; Hemodialisis; CAPD; Kualitas Hidup; RS Immanuel Bandung
Insidensi dan Karakteristik Pasien Squamous Cell Carcinoma Kulit Di Rumah Sakit Immanuel Bandung Tahun 2018-2023 Delima Winda Putri Simatupang; Savitri Restu Wardhani; Andi Susanto
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Squamous Cell Carcinoma (SCC) kulit adalah keganasan yang berasal dari sel keratinosit epidermis dan dibedakan dengan derajat diferensiasi berdasarkan sitologi sel skuamosa pada stratum spinosum epidermis. Etiologi dari SCC kulit bisa disebabkan banyak faktor, seperti faktor lingkungan, imunologi, dan genetik, etiologi berdasarkan faktor lingkungan yang utama adalah paparan sinar UV dari sinar matahari maupun lampu matahari buatan (tanning bed) untuk tanning atau menggelapkan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi serta karakteristik pasien SCC kulit di RS Immanuel Bandung pada tahun 2018-2023. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis dari seluruh pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Total terdapat 9 kasus SCC kulit dalam periode tersebut. Lokasi predileksi tersering adalah area yang terpapar sinar matahari (exposed area), dengan angka kejadian lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Kelompok usia >60 tahun menunjukkan prevalensi tertinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insidensi SCC kulit relatif rendah. Kata Kunci: Insidensi; Karakteristik Pasien; Kulit; Squamous Cell Carcinoma
Pengaruh Ekstrak Etanol Akar Anting-anting (Acalypha indica L.) Terhadap Kadar Asam Urat Mencit Swiss Webster Jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat Indah Kurnia Hutabarat; Fenny; Sugiarto Puradisastra
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah, yang terbentuk dari hasil metabolisme purin. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan penumpukan kristal asam urat berlebih dalam sendi sehingga menimbulkan gout arthritis. Di Indonesia, insidensi hiperurisemia cukup tinggi, sehingga masyarakat rentan terkena penyakit gout arthritis dengan kerusakan sendi permanen sebagai salah satu komplikasinya. Akar anting-anting mengandung kuersetin (flavonoid) yang dapat menghambat kerja xantin oksidase dalam membentuk asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penurunan kadar asam urat darah dari ekstrak etanol akar anting-anting (Acalypha indica L.; EEAA) pada mencit Swiss Webster jantan yang diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat. Tiga puluh ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok (n=5), di mana 5 kelompok diinduksi kalium oksonat: EEAA1 (2 g/kgBB), EEAA2 (4 g/kgBB), EEAA3 (8 g/kgBB), K (kontrol), KP (kontrol pembanding; alopurinol 13 mg/kgBB); dan kelompok KS (kontrol sham; CMC 0,5% tanpa diinduksi kalium oksonat). Kadar asam urat darah (mg/dL) diukur menggunakan tes strip. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, waktu uji yang digunakan adalah 2,5 jam (p < 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa EEAA1, EEAA2, dan EEAA3 berbeda sangat bermakna dibandingkan kelompok K (p < 0,01) dan kelompok EEAA1, EEAA2, dan EEAA3 berbeda bermakna dibandingkan kelompok KP (p < 0,05). Kesimpulan, ekstrak etanol akar anting-anting memiliki efek menurunkan kadar asam urat darah namun kurang efektif dibandingkan dengan alopurinol. Kata Kunci: Ekstrak Etanol Akar Anting-anting; Hiperurisemia; Kalium Oksonat; Alopurinol
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Penggunaan Tabir Surya Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Angkatan 2021 Catherine Keiko Gunawan; Wenny Waty; Hartini Tiono
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan pada kulit tanpa perlindungan memicu berbagai kerusakan seperti eritema, bintik-bintik coklat, dan hiperpigmentasi. Perlindungan kulit terhadap paparan sinar UV dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah penggunaan tabir surya secara tepat dan konsisten. Tabir surya berperan penting dalam meminimalkan risiko kerusakan kulit akibat sinar UV sehingga pemahaman, sikap, dan perilaku penggunaannya perlu ditingkatkan, terutama di kalangan muda yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2021 mengenai penggunaan tabir surya. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan metode whole sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang memuat 33 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan tabir surya. Kuesioner ini disusun untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan mahasiswa dalam memahami pentingnya seberapa baik mahasiswa memahami pentingnya penggunaan tabir surya, bagaimana sikap mereka terhadap praktik perlindungan kulit, dan sejauh mana perilaku mereka dalam penggunaan produk tersebut. Subjek penelitian ini berjumlah 134 orang dengan 88 orang (65,7%) adalah perempuan dan 46 orang (34,3%) adalah laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dari 101 orang (75,45%) termasuk kategori baik; 117 orang (87,3%) menunjukkan sikap yang termasuk kategori baik; dan hanya 46 orang (34,3%) yang memiliki perilaku yang termasuk kategori baik. Sebagai simpulan, meskipun pengetahuan dan sikap mahasiswa terhadap penggunaan tabir surya sudah tergolong baik, penerapan pengetahuan tersebut dalam perilaku sehari-hari masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Pengetahuan; Sikap; Perilaku; Tabir Surya; Fakultas Kedokteran
HUBUNGAN PROFIL PASIEN DENGAN DERMATITIS SEBOROIK DI KLINIK KULIT KELAMIN RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG Claresta Filbert; Prawindra Irawan; Mariska Elisabeth
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis seboroik adalah kondisi inflamasi kulit kronis yang sering terjadi pada area yang kaya akan sebum, seperti daerah kulit kepala dan wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan profil pasien, termasuk usia, jenis kelamin, kebersihan kepala, dan pemakaian penutup kepala, dengan kejadian dermatitis seboroik di Klinik Kulit Kelamin Rumah Sakit Immanuel Bandung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus hingga Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 29 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pemakaian kerudung yang memiliki hubungan signifikan dengan dermatitis seboroik (p = 0,047), sementara faktor lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap dermatitis seboroik dan pentingnya menjaga kebersihan serta pemakaian penutup kepala untuk mencegah kondisi ini. Kata Kunci: Dermatitis Seboroik; Profil Pasien; Kebersihan Kepala; Penutup Kepala
GAMBARAN PENGGUNAAN TELEMEDICINE RSGM MARANATHA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020-2022 Satrio Sukarno Atmosudirjo; July Ivone; Stella Tinia Hasianna
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang signifikan terhadap sistem kesehatan global serta percepatan adopsi teknologi kesehatan digital. Kebijakan physical distancing mengharuskan adanya alternatif konsultasi kesehatan secara tatap muka, dan hadirnya telemedicine merupakan solusi yang inovatif untuk berobat pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna dan kegunaan, kemudahan penggunaan, kualitas interaksi, kualitas interface, reliabilitas, dan kepuasan pengguna telemedicine RSGM pada tahun 2020–2022. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif menggunakan metode convenience sampling. Sebanyak 63 orang responden berpartisipasi dengan mengisi Telehealth Usability Questionnaire (TUQ) yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna terbanyak berusia 35–44 tahun (23,8%), berjenis kelamin laki-laki (61,9%), berpendidikan tinggi (98,4%), menggunakan smartphone (83,7%), 93,7% menyatakan berguna, 87,3% menyatakan penggunaannya mudah, 82,5% menyatakan kualitas interface baik, 76,2% menyatakan kualitas interaksi baik, 60,3% menyatakan reliabilitas baik, dan 88,9% menyatakan puas. Sebagai simpulan, penggunaan telemedicine RSGM Maranatha pada tahun 2020-2022 adalah baik. Kata kunci: Pandemi COVID-19; Telemedicine; TUQ; RSGM Maranatha
Perbandingan Pengetahuan Diagnosis dan Tata Laksana Mengenai Tuberkulosis Antara Mahasiswa Tahap Akademik dan Tahap Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Gwyneth Hilary Keren Tambatjong; Cindra Paskaria; Christian Edwin
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus tuberkulosis di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia, namun hanya sekitar 75% kasus yang tercatat dan terlaporkan. Mahasiswa fakultas kedokteran merupakan calon dokter yang dididik untuk memberikan pelayanan kesehatan, termasuk penanggulangan masalah tuberkulosis. Pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis harus dikuasai oleh para calon dokter, untuk mendukung visi eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengetahuan mahasiswa fakultas kedokteran tahap akademik dan profesi mengenai diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode consecutive sampling, sehingga diperoleh 154 orang responden. Tingkat pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor pengetahuan mahasiswa tahap akademik adalah 9, dan mahasiswa tahap profesi adalah 10. Analisis perbandingan median skor pengetahuan mahasiswa tahap akademik dan profesi menunjukkan nilai p = 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana yang sangat signifikan antara mahasiswa tahap akademik dan profesi, di mana pengetahuan mahasiswa tahap profesi lebih baik daripada mahasiswa tahap akademik. Kata Kunci: Mahasiswa Fakultas Kedokteran; Pengetahuan; Tuberkulosis; Tahap Akademik; Tahap Profesi