cover
Contact Name
Agnes Anania Triavika Sahamastuti
Contact Email
agnes.ats@maranatha.edu
Phone
+6281282735885
Journal Mail Official
jurnal.shj@maranatha.edu
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sound of Health Journal
ISSN : 30905443     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.28932/shj
Core Subject :
Sound of Health Journal is an open access journal that publishes scientific articles in the form of research paper, scientific analysis, or academic-based reviews in the field of health sciences which include, but are not limited to, the fields of medicine, pharmacy, biotechnology, health technology, psychology, clinical and health industry technology, as well as other related topics. The topics may cover fundamental issues up to the application stage. This journal aims to facilitate scientific papers publication in the health sector, provide quality scientific articles that can be used as references and increase the research and publication enthusiasm among academics and health practitioners. This journal seeks to make a tangible contribution to improving community quality of life through the sharing of accurate and relevant information. This journal is published 3 (three) times a year in March, July and November. The editorial board is under Maranatha Christian University. The entire publication process will go through a peer-review stage to ensure the validity and suitability of the article to be published. We encourage authors to submit their work and share findings that can have a positive impact on the health landscape.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
GAMBARAN USIA DAN JENIS KELAMIN PASIEN STEMI/NSTEMI BERDASARKAN PARADIGMA OMI/NOMI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2023 DAN 2024 Susanti; Sherina; Anindita Adhika Oeij; Edwin Setiabudi
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) menempati peringkat pertama morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular di dunia. Selama ini klasifikasi infark miokard akut didasarkan pada hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dan dibedakan menjadi ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI) dan non-ST-segment elevation myocardial infarction (NSTEMI). Dewasa ini, paradigma baru occlusion myocardial infarction (OMI) dan non-occlusion myocardial infarction (NOMI) dinilai lebih akurat dibandingkan klasifikasi STEMI/NSTEMI dalam mendeteksi adanya oklusi koroner akut yang membutuhkan reperfusi segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi usia dan jenis kelamin pasien STEMI/NSTEMI berdasarkan paradigma baru OMI/NOMI. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien STEMI/NSTEMI yang menjalani angiografi koroner di Rumah Sakit Immanuel pada tahun 2023 dan 2024. Subjek penelitian terdiri dari 648 orang pasien yang diklasifikasikan menjadi STEMI(+)OMI, STEMI(-)OMI, STEMI(+)NOMI, dan STEMI(-)NOMI berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan kasus yang paling banyak ditemukan adalah STEMI(+)OMI (49,85%), distribusi terbanyak pada kelompok usia 56–65 tahun (34,10%) dan lebih banyak pada laki-laki (78,09%). Sebagai simpulan, kasus OMI lebih banyak disertai gambaran STEMI. Kasus OMI dan NOMI sekaligus dapat memberikan gambaran STEMI atau NSTEMI; di mana distribusi terbanyak adalah pada laki-laki dengan rentang usia 56–65 tahun. Kata kunci: Jenis Kelamin; OMI/NOMI; STEMI/NSTEMI; Usia
PENGARUH LATIHAN PILATES TERHADAP KUALITAS TIDUR WANITA USIA PRODUKTIF Erika Aurelia Gunadi Sastra; Inez Felia Yusuf; Cindra Paskaria
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur yang berkualitas merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional, namun banyak wanita usia produktif mengalami gangguan tidur akibat stres dan gaya hidup modern. Pilates merupakan bentuk latihan tubuh dan pikiran berintensitas rendah hingga sedang, menggabungkan kontrol pernapasan, konsentrasi, dan penguatan otot inti, sehingga mengurangi ketegangan fisik, meningkatkan relaksasi otot, serta mengurangi stres yang berkontribusi pada perbaikan kualitas tidur secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pilates terhadap kualitas tidur wanita usia produktif. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan melibatkan 22 partisipan yang mengikuti program pilates selama sembilan minggu. Intervensi dilakukan dengan frekuensi 2 hingga 3 kali per minggu, durasi 60 menit per sesi, jenis latihan berupa gerakan pilates yang menekankan pernapasan dan stabilitas inti, serta intensitas ringan hingga sedang. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon memperlihatkan penurunan skor PSQI yang sangat signifikan (p < 0,001) yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur. Perbaikan ini diduga dipengaruhi oleh regulasi hormonal seperti peningkatan endorfin, serotonin, melatonin, dan growth hormone, serta penurunan kortisol yang berperan dalam menurunkan stres dan mempermudah onset tidur. Simpulan dari penelitian ini adalah latihan pilates yang dilakukan selama 120 hingga 180 menit dalam seminggu dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan pada wanita usia produktif. Kata Kunci: Hormon; Kualitas Tidur; Pilates; PSQI; Wanita Usia Produktif
HUBUNGAN KONSUMSI GULA TAMBAHAN DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI DAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Angela Budiman; Shiela Stefani; Rimonta Febby Gunanegara
Sound of Health Journal Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan siklus menstruasi dan dismenorea merupakan keluhan umum pada wanita usia reproduktif dan dipengaruhi oleh pola makan serta komposisi tubuh. Asupan gula tambahan berlebih dapat meningkatkan akumulasi lemak tubuh melalui proses de novo lipogenesis yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormonal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi gula tambahan dan persentase lemak tubuh terhadap siklus menstruasi serta dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan metode simple random sampling dan melibatkan 60 responden dengan rata-rata usia 21 tahun. Data diperoleh melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), pengukuran Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), serta kuesioner siklus menstruasi dan dismenorea. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen t-test, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara konsumsi gula tambahan dengan siklus menstruasi (p = 1,00) maupun dismenorea (p = 0,18). Selain itu, tidak ditemukan juga hubungan antara persentase lemak tubuh dengan siklus menstruasi (p = 0,48). Namun, terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dan tingkat dismenorea dengan arah hubungan negatif (p = 0,03), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase lemak tubuh, maka tingkat dismenorea cenderung lebih rendah. Kata Kunci: Dismenorea; Gula Tambahan; Persentase Lemak Tubuh; Siklus Menstruasi
GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PASIEN YANG MENJALANI EGD DENGAN BIOPSI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2023–DESEMBER 2024 Nareswari Nazhimah; Lukas Mulyono Samuel; Shiela Stefani
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esofagogastroduodenoskopi (EGD) merupakan prosedur evaluasi mukosa saluran cerna atas yang sering disertai biopsi untuk pemeriksaan histopatologi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik, diagnosis klinis, dan gambaran histopatologi pasien yang menjalani EGD dengan biopsi di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Januari 2023–Desember 2024. Desain penelitian berupa observasional deskriptif retrospektif yang menganalisis rekam medis 149 pasien. Variabel yang dianalisis meliputi gambaran histopatologi, usia, jenis kelamin, dan diagnosis klinis. Data diolah menggunakan Microsoft Excel, diklasifikasikan sesuai variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien termasuk kelompok usia 25–64 tahun (65,10%) dan berjenis kelamin perempuan (67,11%). Diagnosis klinis yang paling sering dicatat adalah gastroduodenitis erosif (64 kasus), diikuti esofagogastroduodenitis erosif (49 kasus) dan bile reflux (45 kasus). Gambaran histopatologi yang paling sering ditemukan adalah peradangan (77,2%), diikuti infeksi Helicobacter pylori (9,5%) dan gambaran hipertrofi muskularis mukosa (9%). Secara keseluruhan gambaran inflamasi dan infeksi Helicobacter pylori merupakan yang paling sering ditemukan pada pasien EGD, khususnya pada kelompok usia dewasa, sedangkan perubahan struktural mukosa berupa preneoplastik dan neoplastik ditemukan dalam proporsi yang lebih kecil dan berhubungan dengan diagnosis keganasan pada usia lanjut. Kata kunci : Esofagogastroduodenoskopi; Gastroduodenitis Erosif; Helicobacter pylori; Histopatologi; Lesi Saluran Cerna Atas
KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS DAN TEMUAN ENDOSKOPI PADA PASIEN DISPEPSIA DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2023 – DESEMBER 2024 Sisca Febri Yanti; Lukas Mulyono Samuel; Andi Susanto
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispepsia merupakan kondisi klinis yang menggambarkan adanya keluhan pada organ gastroduodenal yang timbul akibat kondisi fungsional atau organik. Beberapa gejalanya adalah rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, nyeri ulu hati, dan rasa terbakar di epigastrium sebagaimana dijelaskan dalam kriteria Rome IV. Faktor yang memengaruhi kejadian dispepsia meliputi pola makan, stres, jenis kelamin, usia serta penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS). Endoskopi memiliki peran krusial dalam memberikan diagnosis dan mengidentifikasi penyebab dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik pasien dispepsia yang menjalani prosedur endoskopi di Rumah Sakit Immanuel Bandung selama periode Januari 2023 - Desember 2024. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari catatan medis semua pasien dispepsia yang menjalani endoskopi dengan total 175 sampel. Analisis data dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, keluhan utama, hasil endoskopi, domisili dan alarm symptoms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah wanita (64%), kelompok usia 40 - 59 tahun (40%), berdomisili di Bandung (86,9%), dengan keluhan yang paling sering adalah nyeri ulu hati (57,7%). Hasil endoskopi yang dominan teridentifikasi adalah gastritis erosiva (87,4%) diikuti duodenitis erosiva (78,3%), dengan diagnosis akhir yang paling banyak adalah esofagogastroduodenitis erosiva (50,9%). Kata kunci: Dispepsia; Endoskopi; Esofagogastroduodenitis Erosiva; Gambaran Karakteristik; Gastritis Erosiva
UJI EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) DIBANDINGKAN DENGAN KULTUR PROBIOTIK Lactobacillus acidophilus TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella typhi SECARA IN VITRO Vianna Natawidjaja; Fanny Rahardja; Allen Albert Pelapelapon
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salmonella typhi, bakteri penyebab demam tifoid, telah menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang akibat resistensi antimikroba yang meningkat. Di sisi lain, bahan alami seperti Allium sativum (bawang putih) dan probiotik Lactobacillus acidophilus telah diketahui memiliki potensi sebagai agen antimikroba. Namun, efektivitas masing-masing terhadap pertumbuhan Salmonella typhi belum dibandingkan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan efektivitas antimikroba dari kultur Lactobacillus acidophilus dan perasan Allium sativum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan terapi alternatif untuk infeksi bakteri ini. Penelitian dilakukan menggunakan metode well diffusion untuk mengukur zona inhibisi pertumbuhan bakteri, dengan kontrol positif siprofloksasin dan kontrol negatif NaCl 0,9%. Hasil menunjukkan bahwa perasan Allium sativum menghasilkan zona inhibisi lebih besar (47,20 ± 1,68 mm) dibandingkan kultur Lactobacillus acidophilus (15,10 ± 0,36 mm). Analisis statistik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,01) antara kedua perlakuan dan dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulannya, baik kultur Lactobacillus acidophilus maupun perasan Allium sativum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Salmonella typhi. Perasan Allium sativum menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi, menjadikannya kandidat potensial sebagai terapi alternatif untuk pengobatan infeksi Salmonella typhi. Kata Kunci: Allium sativum; Lactobacillus acidophilus; Probiotik; Salmonella typhi
KARAKTERISTIK PASIEN HERPES ZOSTER DI RS IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2022–DESEMBER 2024 Brenda Asunflor Subagdja; Philips Onggowidjaja; Prawindra Irawan
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes zoster atau cacar ular adalah penyakit yang dapat menyerang kulit dan saraf. Herpes zoster terjadi karena reaktivasi virus Varicella zoster di dalam neuron ganglion sensoris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien herpes zoster di Rumah Sakit Immanuel Bandung periode Januari 2022–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari total 266 data rekam medis pasien, sebanyak 42 data memenuhi kriteria inklusi dan sisanya termasuk dalam kriteria eksklusi sehingga tidak digunakan dalam penelitian. Data dianalisis berdasarkan jenis kelamin, usia, keluhan, predileksi lesi, pekerjaan, serta pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (64,3%) dan berada pada kelompok usia > 65 tahun (50%). Keluhan subjektif tersering adalah nyeri (81%) dengan bentuk lesi paling sering berupa vesikel (64,3%). Lokasi lesi terbanyak terdapat pada regio torakal (38,1%, dan pekerjaan pasien terbanyak adalah ibu rumah tangga (42,9%). Pengobatan antivirus yang paling sering digunakan adalah asiklovir (40,48%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa herpes zoster lebih banyak terjadi pada perempuan > 65 tahun dengan predileksi lesi pada daerah torakal dan keluhan utama berupa nyeri. Kata Kunci: Herpes Zoster; Karakteristik Pasien; RS Immanuel Bandung
GAMBARAN KLINIS PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RUMAH SAKIT MARANATHA PADA MEI–SEPTEMBER 2025 Inneke Aurelia Susanto Chandra; Limdawati Kwee; Oeij Anindita Adhika
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Masih terbatasnya data gambaran klinis pasien PPOK di Kota Bandung mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinis pasien PPOK di Rumah Sakit Maranatha pada Mei–September 2025. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis dan wawancara terhadap pasien PPOK, meliputi karakteristik demografis, komorbiditas, gejala klinis, derajat keparahan berdasarkan Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD), dan status merokok berdasarkan indeks Brinkman. Subjek penelitian ini berjumlah 102 orang, mayoritas berusia lebih dari 60 tahun (66,7%), laki-laki (78,4%), berpendidikan rendah (46%), dan bekerja di luar ruangan (51%). Komorbiditas terbanyak adalah hipertensi (39,2%); status merokok terbanyak adalah perokok (71,6%) dan termasuk kategori berat (50,7%); sebagian besar tidak memiliki riwayat keluarga PPOK (75,5%). Gejala klinis tersering adalah sesak napas (88,2%), durasi pengobatan terbanyak adalah 0–6 bulan (28,4%). Distribusi pasien terbanyak berdasarkan nilai VEP1 berada pada kategori GOLD 3 (42,9%). Status merokok kebanyakan pasien PPOK GOLD 2 termasuk kategori sedang (36,4%), sedangkan pada GOLD 3 dan GOLD 4 kebanyakan termasuk kategori berat (37,5% dan 52,4%, berurutan). Sebagai simpulan, gambaran klinis pasien PPOK di RS Maranatha didominasi oleh laki-laki usia lanjut, tingkat pendidikan rendah, bekerja di luar ruangan, status merokok berat, dan gejala utama sesak napas. Selain itu, derajat keparahan terbanyak adalah GOLD 3, komorbiditas utama hipertensi, dan durasi pengobatan sebagian besar pasien relatif singkat. Kata kunci: Gambaran Klinis; Penyakit Paru Obstruktif Kronis; Rumah Sakit Maranatha
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GULA TAMBAHAN DENGAN MASSA LEMAK TUBUH DAN LEMAK VISERAL PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2022 Rachel Gracefagas Thiores; Shiela Stefani; Hoo Yumilia
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas bukan hanya menunjukkan adanya kelebihan berat badan, tapi juga adanya penimbunan lemak berlebih di dalam tubuh. Asupan gula tambahan, yaitu gula yang ditambahkan pada proses pengolahan makanan dan minuman, seperti gula pasir, sirup, madu, dan minuman berpemanis dianggap sebagai faktor risiko meningkatnya akumulasi lemak, terutama lemak viseral. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko disfungsi metabolik, resistensi insulin, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan gula tambahan dengan massa lemak tubuh dan lemak viseral pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 60 orang mahasiswi sebagai subjek penelitian. Asupan gula tambahan diukur menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), massa lemak tubuh dan lemak viseral diukur menggunakan bioelectrical impedance analysis (BIA) InBody 270. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji korelasi Spearman dan didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan gula tambahan dan massa lemak tubuh (p = 0,066) dan tidak terdapat korelasi antara asupan gula tambahan dan lemak viseral (p = 0,057). Sebagai simpulan, asupan gula tambahan tidak berhubungan dengan massa lemak tubuh dan lemak viseral pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha angkatan 2022. Kata Kunci: Asupan Gula Tambahan; Komposisi Tubuh; Lemak Viseral; Massa Lemak Tubuh
PENGARUH TIPE STROKE DAN LETAK LESI TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PASIEN SEKUELE STROKE RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG Reyvaldi Akmal Fachrezy; Dedeh Supantini; Decky Gunawan
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah penyakit defisit neurologis yang disebabkan oleh adanya jejas fokal akut pada sistem saraf pusat akibat gangguan vaskular. Stroke merupakan salah satu penyakit penyebab kematian dan disabilitas terbanyak di dunia. Penyakit ini dapat mengakibatkan sekuele berupa gangguan fungsi kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari tipe stroke dan letak lesi terhadap keparahan gangguan fungsi kognitif pada pasien penyintas stroke di Rumah Sakit Immanuel Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 31 orang subjek penelitian. Pemeriksaan fungsi kognitif dilakukan menggunakan instrumen dari PERDOSNI. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-square yang menghasilkan p = 0,708 untuk pengaruh tipe stroke terhadap fungsi kognitif pasien sekuele stroke RS Immanuel Bandung, dan p = 0,571 untuk pengaruh letak lesi terhadap fungsi kognitif pasien sekuele stroke RS Immanuel Bandung. Sebagai simpulan, tidak terdapat hubungan antara tipe stroke dan letak lesi dengan fungsi kognitif pada pasien sekuele stroke RS Immanuel Bandung. Kata kunci: Fungsi Kognitif; Letak Lesi; Sekuele; Tipe Stroke