cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PAUD Teratai
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 411 Documents
PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK A AGUSTA NUR AMELIA, ANISHA AGUSTA
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh model quantum learning terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri (segitiga, lingkaran, dan segiempat) anak kelompok A TK Sunar Nyata Pare Kediri. Populasi penelitian adalah anak kelompok A TK Sunar Nyata Pare Kediri yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rumus Wilcoxon Macth Pairs Test dengan Thitung <Ttabel. Hasil penelitian mengenai pengaruh model quantum learning terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak kelompok A di TK Sunar Nyata Pare Kediri, diperoleh hasil dari nilai rata-rata pre test adalah 4,6, sedangkan nilai rata-rata post test adalah 7,2.  Data yang telah diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan tabel penolong wilcoxon match pairs test dan hasilnya Thitung= 0, sedangkan Ttabel=0.25, yang berarti Thitung < Ttabel (0 < 0.25). Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model quantum learning terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak kelompok A Sunar Nyata Pare Kediri. Kata kunci : model quantum  learning, bentuk geometri.   Abstract This quantitative research aims to study the existence of the effect of quantum learning models of geometry shapes on students of group A at TK Sunar Nyata Pare Kediri. Population of the research was students group A at TK Sunar Nyata Pare with the amount of 15 children. Data was collected by using observation and test techniques. Data were analyzed using the Wilcoxon Macth Pairs Test is used as data analysis technique with Tcalculated<Ttable. The results of the research on the influence of quantum learning models of gemotry shapes on students group A at TK Sunar Nyata Pare Kediri. The mean value of the results obtained is 4,6., therewas a mean value of the results is 7,2. Data obtained in this research then was analyzed using wilcoxon match pairs test and the result is Tcalculated=0 and Ttable=0.25. It means T calculated < T table  (0<0.25). Based on the result of the research it can be concluded that the effect  of problem based instruction to concept of geometry shapes on students group A at TK Sunar Nyata Pare Kediri. Keywords: quantum learning models, geometry shapes.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION)TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK B TK AL SARI SURABAYA RIZKITA RYANTI, DINDA
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instruction) terhadap kemampuan mengenal konsep bentuk geometri anak kelompok B TK Al Sari Surabaya. Sampel penelitian adalah anak kelompok B TK Al Sari Surabaya yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rumus Wilcoxon Macth Pairs Test dengan Thitung <Ttabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil yang diperoleh dari nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan (pre-test) adalah 5,65, sedangkan nilai rata-rata sesudah diberi perlakuan (post-test) adalah 7,6. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% (0,05) = 0,52 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran berdasarkan masalah berpengaruh terhadap konsep bentuk geometri anak kelompok B TK Al Sari Surabaya. Perkembangan ini terjadi karena dalam pembelajaran mengenal konsep bentuk geometri, guru mengarahkan anak secara bertahap dan disesuaikan dengan tahap penegenalan bentuk geometri, serta media yang digunakan berupa balok sehingga anak lebih mudah belajar mengenal konsep bentuk geometri. Kata kunci : pembelajaran berdasarkan masalah, bentuk geometri.   Abstract This quantitative research aims to study the existence of the effect of problem based instruction to concept of geometry shapes on students of group B TK Al Sari Surabaya. Sample of the research was students group B at TK Al Sari Surabaya with the amount of 20 children. Data was collected by using observation and test techniques. Data were analyzed using the Wilcoxon Macth Pairs Test  is used as data analysis technique with Tcalculated<Ttable. Based on the research that has been conducted, so the result is pretest score is 5.65 in average and posttest score is 7.6 in average. Result of data analysis indicates that T calculated = 0 less than T table with significance level 5% (0.05) = 0.52 so Ha is accepted and Ho is rejected. Therefore it can be concluded that problem based instruction has effect to concept of geometry shapes on students of group B TK Al Sari Surabaya.  This progress may occur  because in learning of introducing concept of geometry shapes, teacher directs students  step by step  and be adjusted to  the introduction level of geometry shapes. Media used in this case is blocks so students will be easier to learn concept of geometry shapes.  Keywords: problem based learning, geometry shapes.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI PERMAINAN MAGIC BAG PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PPT TUNAS  BANGSA UTAMI, YULI
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri (segitiga, segiempat , lingkaran) melalui permainan magic bag pada tahun pelajaran 2016-2017.  Subjek penelitian adalah anak usia 2-3 tahun di PPT Tunas Bangsa yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian siklus I, aktivitas guru menunjukkan persentase sebesar 75% dan pada siklus II mengalami peningkatan persentase sebesar 78,75%. Aktivitas anak pada siklus I menunjukkan persentase sebesar 51,5% dan pada siklus II mengalami peningkatan persentase sebesar 75%. Kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 2-3 tahun di PPT Tunas Bangsa pada siklus I tingkat perkembanganya memperoleh persentase sebesar 53% dan pada siklus II meningkat menjadi persentase 77,75%. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan mengenal bentuk geometri melalui permainan magic bag. Kata Kunci: Geometri, permainan magic bag Abstract This classroom action research aims to describe upgrades recognize geometric shapes (triangles, rectangles, circles) through the game magic bag in the academic year 2016-2017. Subjects were children aged 2-3 years in PPT Tunas Bangsa totaling 15 children. The Data collection techniques in this study using observation and data analysis techniques in this study using descriptive statistical analysis. The results of the first cycle of research, the activities of teachers shows the percentage of 75% and the second cycle increased percentage of 78.75%. Activities of children in the first cycle shows a percentage of 51.5% and the second cycle increased percentage of 75%. The ability to know the geometry of children aged 2-3 years in PPT Tunas Bangsa in the first cycle level development earn a percentage of 53% and the second cycle percentage increased to 77.75%. Based on the above, it can be concluded that an increase in the forms of geometry through games magic bag.  Keywords: Geometric Shapes, Games Magic Bag     
MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DALAM BUDAYA ANTRI ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI KEGIATAN FUN GAME DI PPT MENTARI PAGI SURABAYA PURWANTI,
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kedisiplinan dalam budaya antri anak usia 3-4 tahun melalui kegiatan fun game. Subjek penelitian ini adalah anak usia 3-4 tahun di PPT Mentari Pagi Surabaya yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil dari  penelitian ini pada siklus I aktivitas guru menunjukkan persentase 46,87% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 81,25%. Aktivitas anak pada siklus I sebesar 43,75% meningkat menjadi 81,25% pada siklus II. Nilai rata-rata kedisiplinan anak 3-4 tahun di PPT mentari Pagi Surabaya pada siklus I tingkat perkembangannya  memperoleh  persentase sebesar 49,10% dan siklus II meningkat dengan persentase 81,20%. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kedisiplinan dalam budaya antri anak usia 3-4 tahun melalui kegiatan fun game. Kata kunci : anak usia 3-4 tahun, kedisiplinan dalam budaya antri, fun game    Abstract  This Classroom action research aims to describe the increase in the culture of queuing discipline children aged 3-4 years through fun games. The subjects were children aged 3-4 years in PPT Mentari Pagi Surabaya numbering 16 children. Data collection techniques in this study using observation and data analysis techniques using descriptive statistical analysis. The results of this study in the first cycle of teacher activity shows the percentage of 46.87% and then on the second cycle increased to 81.25%. Activities of children in the first cycle increased by 43.75% to 81.25% in the second cycle. The average value of discipline of children 3-4 years old in the PPT Mentari Pagi Surabaya in the first cycle of its development level earn a percentage of 49.10% and the second cycle increased with the percentage of 81.20%. Based on the above it can be concluded that an increase in the culture of queuing discipline children aged 3-4 years through fun games.  Keywords : children age 3-4 years old, discipline in queuing habit, fun game  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN DENGAN MEDIA MONOPOLI MODIFIKASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK AL VIRTUE  SIDOARJO HANIM, LATHIFAH
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak         Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui  peningkatan kemampuan mengenal konsep  bilangan yaitu menyebutkan lambang bilangan 1-20, menggunakan lambang bilangan 1-20 untuk menghitung, dan mencocokkan bilangan 1-20 dengan lambang bilangan, melalui media monopoli   modifikasi. Subyek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian siklus I aktivitas guru sebesar 75% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87.5%. Aktivias anak pada siklus I sebesar 59.4%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 84.4%. Hasil penelitian pada sikuls I menunjukkan  bahwa hasil kemampuan mengenal konsep bilangan anak sebesar 41.5% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 81.15%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran melalui media monopoli modifikasi dapat meningkatkan kemampuan dalam mengenal konsep bilangan di TK Al Virtue Sidoarjo.         Kata Kunci: Mengenal Konsep Bilangan, monopoli modifikasi Abstrack This classroom action research aims to determine the increase in the ability to know the concept of numbers, says the emblem of numbers 1-20, use symbols to count numbers 1-20, and 1-20 match numbers with the symbol number, through the media monopoly modifications. The subjects of this study is children aged 5-6 years amounted to 16 children. Data collection techniques and data analysis techniques using quantitative descriptive. The results of the first cycle studies teacher activity by 75% and the second cycle increased by 87.5%. Activities of children in the first cycle of 59.4% on the second cycle increased by 84.4%. The results of the study in the first cycle results show that ability to know the number of the concepts of 41.5% and the second cycle increased to 81.15%. Based on these results it can be concluded that the learning activities with monopoly media modifications can improve the ability to recognize the concept of numbers in kindergarten Al Virtue Sidoarjo.  Keyword: to know the concept of number, modification monopoly  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN BERMAIN PASIR PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT ”MELATI” SURABAYA ERLIANA PRATIWI, NITA
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir pada tahun pelajaran 2016-2017. Subjek penelitian ini adalah anak usia 3-4 tahun di PPT Melati yang berjumlah 16 anak. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini pada siklus I aktivitas guru menunjukkan presentase sebesar 70% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Aktivitas anak pada siklus I menunjukkan presentase sebesar 68,12%, dan pada siklus II meningkat menjadi 85%. Kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun di PPT Melati pada siklus I tingkat perkembanganya memperoleh persentase sebesar 58,59 % dan pada siklus II meningkat menjadi persentase 83,60 %. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan bermain pasir.            Kata Kunci: motorik halus, anak usia 3-4 tahun, kegiatan bermain pasir Abstract This classroom action research aims to describe improving fine motor skills through play activities sand in the academic year 2016-2017. The subjects were children aged 3-4 years in PPT Bed yan amounted to 16 children. Data collection technique used observation and documentation and data analysis techniques using descriptive qualitative analysis of reflection based on the cycles. Data analysis techniques in this study using descriptive statistical analysis. The results of this study on cycle i teacher activity showed a percentage of 70% and the second cycle increased to 90%. Activities of children in the first cycle showed a percentage of 68.12%, and the second cycle increased to 85%. Fine motor skills of children aged 3-4 years in PPT Melati in the first cycle level perkembanganya earn a percentage of 58.59% and the second cycle percentage increased to 83.60%. Based on the above, it can be concluded that an increase fine motor skills through play activities sand.  Keyword: fine motor skill, children aged 3-4 years, sandplay activity
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAINS MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK KELOMPOK B DI RA AS-SALAM SURABAYA FITRIYAH,
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan sains melalui metode eksperimen. Subyek penelitian ini adalah 20 anak kelompok B di RA  As-Salam.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini pada siklus I  aktivitas guru menunjukkan presentase 65 % kemudian pada siklus II meningkat menjadi 85,55%. Aktivitas anak pada siklus I sebesar 60% meningkat menjadi  80% pada siklus II. Nilai rata-rata kemampuan sains anak pada  siklus I tingkat perkembangannya memperoleh presentase sebesar 65,55%  dan siklus II meningkat  menjadi 80,49%. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan sains  anak kelompok B                 di RA  As-Salam Surabaya  melalui metode eksperimen . Kata Kunci: Kemampuan Sains, Metode Eksperimen. Abstract  This classroom action research aims to describe efforts to improve the ability of science through experimental methods. The subjects of this study were 20 children in group B in RA As-Salam. Data collection technique used observation and documentation, while the technique of data analysis using descriptive statistics. The results of this study in the first cycle of teacher activity shows the percentage of 65% and then on the second cycle increased to 85.55%. Activities of children in the first cycle by 60% increasing to 80% in the second cycle. The average value of science abilities of children in the first cycle level of development acquire a percentage of 65.55% and the second cycle increased to 80.49%. Based on the description above, it can be concluded that an increase in the ability of children through the experimental method of science.   Keywords:  Scientific skills, Experimental Method.
PENGARUH METODE DEMONSTRASI BERBASIS KEGIATAN KOLASE BIJI-BIJIAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A Hanik, Amroatul
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh metode demonstrasi berbasis kegiatan kolase biji-bijian terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Dharma Wanita Badas Kediri. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Dharma Wanita yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan tabel penolong Wilcoxon match pairs test dan hasilnya Thitung = 0, sedangkan Ttabel = 25, (Thitung < Ttabel). Hasil penelitian pretest diperoleh nilai rata-rata 6,27 dan nilai rata-rata posttest yaitu 10,27. Sehingga  Thitung < Ttabel jadi H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode demonstrasi berbasis kolase biji-bijian terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Dharma Wanita Badas Kediri Kata Kunci : Kemampuan motorik halus, metode demonstrasi berbasis kegiatan kolase biji-bijian   Abstract The quantitative research aims to asses the presence effect of cereals collage activities based demonstration to the fine motor skills of the children of group A at TK Dharma Wanita Badas Kediri exists or not. Subject of the research is children of group A with the amount of 15 children. Data is collected by using observation and documentation techniques. The data obtained from the research then was analyzed using  Wilcoxon match pairs test  and the result is t calculated = 0, t table = 25. It means( t calculated < t table). Pretest research result obtained by the average value of 6,27 and average value posttest is 10,27.  So T calculated < T table so H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the data, it can be concluded that there is effect of cereals collage based demonstration to the fine motor skills of the children of group A at TK Dharma Wanita Badas Kediri. Keywords:Fine Motor Skills, Cereals Collage Activities Based Demonstration Method
PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN DAKON MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK KELOMPOK A Suta Pradanawati, Hety
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh penggunaan permainan dakon modifikasi terhadap kemampuan membilang anak kelompok A. Penelitian pada anak usia 4-5 tahun di TK Muslimat NU 99 dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membilang angka 1-10. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Muslimat NU 99 Sekapuk Ujungpangkah Gresik yang berjumlah 24 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus Wilcoxon Match Pairs Test dengan Thitung < Ttabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil data yang diperoleh dari nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan (pre-test) adalah 3,33 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberi perlakuan (post-test) adalah 7,29. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% (0,05) = 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan dakon modifikasi berpengaruh terhadap kemampuan membilang anak kelompok A di TK Muslimat NU 99 Sekapuk Ujungpangkah Gresik.  Kata Kunci : Kemampuan, membilang, permainan, dakon modifikasi   Abstract  This quantitative research aims to study the existence of the influence used of the game dakon the modification on the ability to take into account to group A children. The study in children aged 4-5 years in kindergarten NU 99 was motivated by the lack of ability to count the number 1-10. The population was group A children at TK Muslimat NU 99 Sekapuk Ujungpangkah Gresik which numbered 24 children. The technique of data collection used observation and documentation technique while the technique of data analysis used table of Wilcoxon Match Pairs Test with Tcounted < Ttable. Based on the research that has been conducted, the result of pre-test was 3,33 and post-test was 7,29 in average. The result of data analysis indicated that Tcounted = 0 less than Ttable with significance level 5% (0,05) = 0,05 so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, it could be concluded that game dakon the modification influenced on the abilityto take into account of group A children at TK Muslimat NU 99 Sekapuk Ujungpangkah Gresik. Keywords : Counting, ability, game, dakon the modification      
PENGARUH METODE BERCERITA BERBASIS GAMBAR SERI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK A Zuliyani Setiawati, Reni
PAUD Teratai Vol 6, No 1 (2017): Vol 6 No.1 2016
Publisher : PAUD Teratai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengkaji ada atau tidaknya pengaruh metode bercerita berbasis gambar seri terhadap kemampuan menyimak anak kelompok A. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Bunga Harapan Sumberwudi Karanggeneng Lamongan yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus  Wilcoxon Match Pairs Test dengan Thitung <Ttabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka hasil yang diperoleh dari nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan (pre-test) adalah 4,4 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberi perlakuan (post-test) adalah 7,3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Thitung  = 0 lebih kecil dari Ttabel  dengan taraf signifikan 5% (0,05) = 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita berbasis gambar seri berpengaruh terhadap kemampuan menyimak anak kelompok A di TK Bunga Harapan Sumberwudi Karanggeneng Lamongan. Kata Kunci : Kemampuan menyimak, Metode bercerita berbasis gambar seri   Abstract This quantitative research aims to study the existence of the influence of storytelling by series of image based method on the ability of listening to group A children. The population was group A children  at  TK  Bunga  Harapan  Sumberwudi Karanggeneng Lamongan  which  numbered  20 children. The technique of data collection used observation and documentation technique while the technique of data analysis used table of Wilcoxon Match Pairs Test with Tcounted<Ttable. Based on the research that has been conducted, the result of pre-test was 4,4 and post-test was 7,3 in average. The result of data analysis indicated that Tcounted = 0 less than Ttable with significance level 5% (0,05) = 0,05 so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, it could be concluded that storytelling by series of image based method influenced on the ability of listening of group A children at TK Bunga Harapan Sumberwudi Karanggeneng Lamongan. Keywords : The ability of listening, storytelling by series of image based method