cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2018)" : 74 Documents clear
METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PEMBUATAN TELUR ASIN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL ALAT DAN BAHAN SISWA TUNAGRAHITA RINGAN EMMA ROSALINA, SAFITRI; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikkan pengaruh metode drill dalam pembelajaran keterampilan pembuatan telur asin terhadap kemampuan mengenal alat dan bahan siswa tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre eksperimen dengan desain the one-shot case study. Sampel pada penelitian ini adalah enam siswa tunagrahita ringan tingkat SMA di SLB Siti Hajar Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis dan lembar observasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa tunagrahita ringan dalam menyiapkan alat dan bahan membuat telur asin mencapai 92%. Sedangkan untuk hasil kemampuan membuat telur asin pada pembuatan telur asin I, II , dan III masing-masing 43%, 64% dan 80% dan untuk hasil post-test secara rata-rata diperoleh nilai 88 . Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh signifikan antara metode drill dalam pembelajaran keterampilan pembuatan telur asin terhadap kemampuan mengenal alat dan bahan siswa tunagrahita ringan ( p(x) = 0,00397 ? a = 1,0000 ).The purpose of this research was to prove the influence of drill method in learning making salty eggs skill toward recognizing tools and materials ability of mild mentally retardation students.. This research used quantitative approach of pre-experiment kind with the one-shot case study design. The samples of this research were six mild mentally retardation students of senior high school level in SLB Siti Hajar Sidoarjo. The technique of data collection used writing test. This research result indicated that the mild mentally retardation students? ability in preparing tools and materials of making salty eggs reached 92% while for the result of making salty eggs ability to making salty eggs I, II, and III each of them was 43%, 64%, and 80% and for the post-test result it was averagely obtained value 88. So it could be concluded that there was significant influence of drill method in learning making salty eggs skill toward recognizing tools and materials ability of mild mentally retardation students ( p(x) = 0,00397 ? a = 1,0000 ).
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH BAGI SISWA TUNARUNGU DI SDLB-B NIRMALA SARI, DEWI; , YULIYATI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH BAGI SISWA TUNARUNGU DI SDLB-B KARYA MULIA 1 SURABAYA Nama : Dewi Nirmala Sari NIM : 14010044085 Jurusan : S-1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Yuliyati, M.Pd Hambatan berbahasa yang dialami anak tunarungu dapat dioptimalkan melalui Gerakan Literasi Sekolah dengan mengembangkan keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah, faktor pendukung, faktor penghambat, serta mengatasi faktor penghambat dalam implementasi Gerakan Literasi Sekolah bagi siswa tunarungu di SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif model analisis Miles & Huberman dengan menggunakan triangulasi untuk kesahihan instrumen dan data. Hasil penelitian menunjukkan, di SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya sudah melaksanakan implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada tahapan pembiasaan dengan kegiatan 15-30 menit membacakan buku non pelajaran sebelum pembelajaran dimulai setiap hari sesuai jadwal kegiatan sekolah. Guru sudah melaksanakan aktivitas pembelajaran yang dilakukan dalam Gerakan Literasi Sekolah dengan baik. Faktor pendukung dalam implementasi gerakan literasi sekolah ini adalah dukungan dari orang tua siswa, antusias siswa dalam membaca, serta antusias dan kreativitas guru. Faktor penghambatnya, belum tersedia sarana dan prasarana yang memadai, belum terdapat perpustakaan sekolah khusus di SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya, dan ketersediaan koleksi buku yang kurang. Sekolah dapat mengatasi faktor penghambat dalam implementasi gerakan literasi sekolah bagi siswa tunarungu di SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya, yaitu dengan adanya bantuan sumbangan koleksi buku bercerita bergambar dari pihak orang tua siswa dan para donator. Kata Kunci : Gerakan Literasi Sekolah, Tunarungu.ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL LITERACY PROGRAM FOR STUDENTS WITH DEAF IN SDLB-B KARYA MULIA 1 SURABAYA Name : Dewi Nirmala Sari Reg. Number : 14010044085 Study Program : S-1 Special Education Faculty : Faculty of Education Institution : State University of Surabaya Advisor : Dr. Yuliyati, M.Pd Language barrier had by students with deaf can be decreased by implementing school literacy program which develops language ability including listening, speaking, reading and writing. The purpose of this study is to describe the implementation of school literacy program, supporting factors, obstacles and how to face the obstacles in implementing school literacy program for students with deaf in SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya. This study is a descriptive qualitative study to obtain the data, the researcher used interview, observation and documentation. Miles & Huberman qualitative data analysis technique is used with triangulation method to validate the data and research instrument. The result of the study shows that SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya has implemented school literacy program in accustoming steps. The activity is making students accustomed by giving 15-30 minutes to read non-subject book before the class begin everyday. Teachers has implemented it well. Supporting factors in the implementation of school literacy program are parents? supports, students? enthusiasm, and teachers? creativity and enthusiasm. The obstacles, is on unsophisticated facilities provided, there is no library, and the lack of book variety. In facing the obstacles, school are helped by donors and students? parents who donate some books. Keywords: School literacy program, deaf
IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR SERI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA SEDERHANA ANAK TUANGRAHITA RINGAN SETYANINGSIH, NANIK; WIDAJATI, WIWIK
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan menulis cerita sederhana anak tunagrahita ringan masih kurang dalam menggunakan tanda baca, menggunakan huruf, menggunakan kosakata, menggunakan kalimat yang benar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini tentang kemampuan menulis cerita sederhana anak tunagrahita ringan di SLB Dewi Sartika Sidoarjo perlu dioptimalkan dengan bantuan media gambar seri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media gambar seri terhadap kemampuan menulis cerita sederhana anak tunagrahita ringan.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimental design dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistik yang digunakan dalam analisis penelitian adalah wilcoxon matched pairs test. Teknik pengumpulan data berupa tes tulis dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Zh=2,20 lebih besar dibandingkan nilai kritis 5% Zt=+1,96 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh media gambar seri terhadap kemampuan menulis cerita sederhana anak tunagrahita ringan di SLB Dewi Sartika Sidoarjo.The ability to write simple story of mild mentally retardation children is still lacking in punctuation, using letters, using vocabulary, using correct sentences. Related to this research about the ability to write a simple story of mild mentally retardation children in SLB Dewi Sartika Sidoarjo needs to be optimized with the help of the serial picture media. This study aims to examine the effect of the series drawing media on the ability to write simple stories of children with mild mentally retardation. The research approach used was quantitative research approach with pre experimental design type and the arrangement was one group pre test-post test design. The statistic technique used in the research analysis is wilcoxon matched pairs test. The technique of collecting data in the form of write test and observation. The result shows that Zh = 2.20 is bigger than the critical value of 5% Zt = + 1.96 which can be interpreted that there is influence of series drawing media on the ability to write simple story of mild mentally retardation children in SLB Dewi Sartika Sidoarjo.
PENERAPAN PERMAINAN BUSY BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS MANUELLA SARASWATI, ANINDA; , MADECHAN
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak autis yang sering mengalami hambatan. Hal ini nampak pada kemampuan anak autis di TK Mentari School Sidoarjo, dalam mengambil, menjimpit, menggenggam, dan menekan benda sehingga masih perlu dikembangkan. Melalui permainan busy book anak autis dirangsang secara aktif untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan berbagai aktivitas dalam permainan busy book seperti memindahkan benda dari wadah satu ke wadah yang lain, mencocokkan bentuk, memasang puzzle, memasang kancing, dan memasang tali sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan permainan busy book terhadap kemampuan motorik halus anak autis di TK Mentari School Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian pre-eksperimental design, dan rancangan penelitian one group pre test post test design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak autis usia 5-8 tahun di TK Mentari School Sidoarjo berjumlah 7 anak yang kemampuan motorik halusnya masih perlu dikembangkan. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik non parametrik dengan uji peringkat bertanda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai kemampuan motorik halus anak autis pada saat atau pre test adalah 33,6 menjadi 78,2 pada saat post test. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan hasil T (jenjang terkecil) = 0 (nilai (-) tidak diperhitungkan karena harga mutlak) lebih kecil sama dengan dari nilai T? (tabel) = 2 dengan nilai kritis 5% (untuk pengujian dua sisi). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima apabila T lebih kecil sama dengan dari T? (tabel). Hal ini berarti permainan busy book dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak autis. Kata kunci : permainan busy book, motorik halus, autis This research was set background by the importance of developing fine motoric ability to autism children who often experienced hindrance. It appeared to the autism children?s ability in TK Mentari School Sidoarjo in taking, squeezing, holding, and pressing objects so that they still needed to be developed. Through busy book game, the autism children were actively stimulated to develop their fine motoric ability with a number of different activities in busy book game such as moving the objects from one place to another place, matching the shape, fitting puzzle, installing button, and shoelace. This research had purpose to apply busy book game to enhance the fine motoric ability of autism children in TK Mentari School Sidoarjo. This research used quantitative approach, the research kind was pre-experimental design, and the research arrangement was one group pre test ? post test design. The subject of this research was autism children 5 ? 8 years old in TK Mentari School Sidoarjo numbering 7 children whose fine motoric abilities still needed to be developed. The technique of data analysis used statistic non parametric with Wilcoxon matched pair test. The research result indicated that there was enhancement value of fine motoric ability of autism children in pre-test i.e. 33,6 became 78,2 in post-test. Beside that the result also indicated that T (the smallest level = 0 (value (-) was not counted because the price was absolute) was smaller equal to T? value (table) = 2 with critic value 5% (for two sides test). So, it could be concluded that Ho was refused and Ha was accepted if T had been smaller equal to T? (table). It meant busy book game could be applied to enhance the fine motoric ability of autism children. Keywords: Busy book game, fine motoric, autism
PENGARUH METODE BERCERITA BERMEDIA AUDIO DONGENG TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA TUNANETRA DI SEKOLAH LUAR BIASA DWI SARTIKA, YULINA; JOEDA ANDAJANI, SRI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunanetra memiliki indera pendengaran yang tajam dikarenakan untuk menggantikan indera penglihatannya. Tunanetra lebih banyak mendengar bahasa verbal. Untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dapat ditingkatkan dengan mengunakan metode bercerita karena tunanetra memiliki pendengaran yang tajam maka dapat dibantu dengan metode bercerita bermedia audio dongeng untuk menggembangkan keterampilan menyimak. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh metode bercerita bermedia audio dongeng terhadap keterampilan menyimak siswa tunanetra kelas V di SDLB-A YPAB Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra eksperimen. Desain penelitian ??the One Group pretest-posstest design?? untuk memperoleh data keterampilan menyimak siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian diperoleh dari hasil pretest dan hasil posttest. Diperoleh hasil pretest 60 dan hasil posttest 90 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Zhitung = 2,36 dibandingkan nilai krisis 5% Ztabel = 1,96. Sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengaruh metode bercerita bermedia audio dongeng terhadap keterampilan menyimak siswa tunanetra kelas V di SDLB-A YPAB Surabaya. Kata kunci: bercerita, audio dongeng, menyimak.
PENGARUH METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK AUTIS DI TK MENTARI SCHOOL SIDOARJO PUTU ARIESTI SUWIDHIANTARI, NI; KURROTUN AININ, IMA
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak autis yang mengalami hambatan dalam bidang kognitif. Hal ini terlihat pada kemampuan anak autis di TK Mentari School Sidorjo, dalam berhitung, anak hanya mampu menyebutkan 1-10. Namun, ketika dihadapkan dengan bentuk bilangan 1-10 anak tidak mengerti mana angka 1, angka 2, angka 3 sampai 10 sehingga masih perlu ditingkatkan. Melalui metode multisensori anak autis dirasangsang secara aktif untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangannya, menyebutkan jumlah benda dengan cara berhitung, menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan 1 sampai 10.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak autis di TK Mentari School Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis pre-eksperimental disign. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik non parametik dengan uji peringkat bertdanda wilcaxon.Hasil penelitian meunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai kemampuan mengenal lambang bilangan anak autis pada saat tes awal 58,33 dan 91,67 pada tes akhir. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan hasil T (jenjang terkecil) = 0 lebih kecil sama dengan dari T? (tabel) = 0 dengan nilai kritis 5% (untuk pengujian dua sisi). Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada pengaruh metode multisensori terhadap kemampuan mengenal angka pada anak autis di tk mentari school sidoarjo. Kata kunci : mengenal lambang bilangan, anak autis, metode multisensori.The background of this study is the urgency to develop ability in recognizing numbers for students with autism which having cognitive problems. The problem is seen in autism students at TK Mentari School Sidoarjo. Students are able to pronounce numbers from one to ten. However, they could not recognize its physical form. By using multisensory method, students are actively triggered to develop their ability in recognizing numbers by pronouncing it when they are shown the numbers, pronouncing numbers of some objects by counting it, and connecting tangible objects to one to ten numbers. The purpose of this study is to know the effect of multisensory method towards students with autism ability in recognizing number at TK Mentari School Sidoarjo. This is a quantitative study with pre-experimental design. Wilcoxon non parametric test analysis is used to analyze the data. The result shows significance development on students? ability in recognizing numbers. Pre-test value show 58.33 meanwhile post-test value 91.67. Besides, T test = 0 smaller than T? = 0 in critical value 5% (in two sides test). In conclusion, Ho is rejected meanwhile Ha is accepted. This result means there is significance effect of multisensory method towards students with autism ability in recognizing number at TK Mentari School Sidoarjo. Keywords: numbers recognition, autism, multisensory method.
PENGARUH VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN PADA PEMBELAJARAN BINADIRI DI SLB TUNAS KASIH SURABAYA AZIZ, ABDUL; , MURTADLO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan bina diri merawat diri dalam aktifitas menggosok gigi nyaitu mengenal tempat menggosok gigi, mengenal alat-alat menggosok gigi, memegang sikat gigi, menuangkan pasta gigi, menggosok gigi, dan membersihkan mulut yang masih perlu dikembangkan. Dalam penelitian ini kemampuan yang di miliki anak tunagrahita dalam bina diri dapat ditingkatkan melalui video animasi dalam proses pembelajaran. Video animasi yang telah di sesuaikan dengan karakteritisk anak tunagrahita ringan baik dalam kejelasan warna dan gambar dalam video. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Video Animsi Terhadap Kemampuan Bina Diri Anak Tunagrahita Ringan Pada Pembelajaran Bina Diri di SLB Tunas Kasih Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistic yang digunakan dalam analisis data adalah Wilcoxon . Teknik pengumpulan data berupa tes. Hasil penelitian menunjukkan Zh=2,20 lebih besar disbanding nilai krisis 5% Zt=1,96 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh video animsi terhadap kemampuan bina diri anak tunagrahita ringan pada pembelajaran bina diri di SLB Tunas Kasih Surabaya..Kata kunci: Video animasi, bina diri, tunagrahita
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA HERBARIUM PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SEKOLAH DASAR INKLUSI SURABAYA HOLIDA, ABDIATIN; WIJIASTUTI, ASRI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai ilmiah pada anak. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan media herbarium melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi di SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi yang berjumlah 4 siswa. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc Taggart. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I rata-rata hasil penilaian pengetahuan sebesar 73,75 dan rata-rata hasil penilaian keterampilan sebesar 72,50. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan pada siklus I sebanyak 50% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75. Sementara pada siklus II, rata-rata hasil penilaian pengetahuan sebesar 81,25 dan rata-rata hasil penilaian keterampilan sebesar 83,75. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penilaian pengetahuan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 75% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75 dan hasil penilaian keterampilan meningkat menjadi 100% siswa tunagrahita ringan mendapatkan nilai ?75. Target keberhasilan yang ditetapkan tercapai pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pendekatan saintifik dengan media herbarium berhasil meningkatkan hasil belajar IPA siswa tunagrahita ringan kelas IV Inklusi SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. Science is one of the subjects that develop knowledge, skill, attitude and scientific values to children. The purpose of this research was to use herbarium media through scientific approach which could enhance the learning science result of mild mentally retardation students of class IV inclusion in SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya. The research subjects were 4 mild mentally retardation students of class IV inclusion. The research arrangement was in the form of class treatment with Kemmis & Mc. Taggart?s model. The research result in cycle I indicated that the average value of knowledge assessments was 73,75 and the average value of skill assessments was 72,75. It indicated that the result of knowledge assessments and skill assessments to cycle I that 50% of mild mentally retardation students got the value ? 75. While, the research result in cycle II indicated that the average value of knowledge assessments was 81,25 and the average value of skill assessments was 83,75. It indicated that the result of knowledge assessment to cycle II enhanced to be 75%, the mild mentally retardation students got the value ? 75 and the result of skill assessment enhanced to be 100%, the mild mentally retardation students got the value ? 75. The success target decided was achieved on cycle II. Based on the research result, it was concluded that the scientific approach with herbarium media successfully enhanced the learning science result of mild mentally retardation students of class IV inclusion in SDN Klampis Ngasem I/246 Surabaya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUASAAN KONSEP BILANGAN PECAHAN SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 3 DI SDN KEPUTIH 245 INKLUSIF SURABAYA BERBANTUAN MEDIA TIGA DIMENSI SETYONO, AGUS; MAHMUDAH, SITI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat dari fenomena lapangan yang menunjukan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar guru masih menggunakan cara atau metode yang membosankan dan monoton. Maka dengan menggunakan media tiga dimensi yang berupa buah apel dapat memberikan pemahaman siswa terhadap bilangan pecahan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya peningkatan pemahaman konsep bilangan pecahan berbantuan media tiga dimensi. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini merupakan siswa tunagrahita ringan kelas 3 SDN Keputih 245 Surabaya. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan observasi. Teknik pengolahan data diperoleh menggunakan analisis data secara prosentasi. Hasil penelitian dari siklus I dengan rerata 37,5 sampai siklus II dengan rerata 77,5 menunjukan adanya peningkatan penguasaan konsep bilangan pecahan siswa tunagrahita ringan berbantuan media tiga dimensi yaitu dengan kenaikan dari rerata siklus Imeningkat sebesar 40% pada siklus II. Kesimpulan penelitian bahwa penguasaan konsep bilangan pecahansiswa kelas 3 tunagrahita ringan berbantuan media tiga dimensi di SDN Keputih 245 Inklusif Surabaya mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40%. Kata kunci : media tiga dimensi, anak tunagrahita ringan, penguasaan konsep pecahan Viewing from the field phenomenon that shows that in teaching and learning activities teachers still use the method or method is boring and monotonous. So by using three-dimensional media in the form of apples can provide students with understanding of simple fractions. This study aims to examine the increasing understanding of the concept of fractions with the help of three dimensional media. The design of this study is a classroom action research (PTK). The subjects of this study were mild mentally disabled students grade 3 grade SDN Keputih 245 Surabaya. Technique of collecting data by using test and observation. Data processing techniques obtained using data analysis in percentage. The result of the research from cycle I with average 37.5 to cycle II with average 77.5 shows the improvement of the concept of fractional numbers of mild mentally disabled studentstunagrahita with three dimensional media, with the increase from cycle I increased to 40% in cycle II. The conclusion of the research that the mastery of the concept of fraction of grade 3 of mild mentally disabled students assisted by three dimensional media in SDN Keputih 245 Inclusive Surabaya experienced a significant increase of 40%. Keywords: three dimensional media, mild mentally disabled children, mastery of fractional concept
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA KELAS INKLUSI DI SDN PERCOBAAN SURABAYA AMALIA PUTRI, KRIS; SUDARTO, ZAINI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap individu. Pada umumnya, guru kelas di sekolah inklusi yang memiliki latar belakang pendidikan umum tidak dipersiapkan untuk mengajar peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga guru kelas kurang memiliki pemahaman mengenai pengelolaan pembelajaran di kelas inklusi. Oleh karena itu, menarik untuk dilakukan penelitian di SDN Percobaan Surabaya yang telah ditunjuk sebagai sekolah uji coba penyelenggaraan pendidikan inklusi Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas pada kelas inklusi di SDN Percobaan Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian guru kelas yang dikelasnya terdapat peserta didik berkebutuhan khusus, kepala sekolah, koordinator inklusi, dan guru pembimbing khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran belum sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum standar nasional. Guru kelas belum membuat RPP dengan mempertimbangkan hasil asesmen dan belum membuat RPP terintegrasi yang beberapa komponennya dimodifikasi sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Namun, komponen RPP yang dibuat oleh guru kelas sudah sesuai dengan komponen RPP pada umumnya yang memuat delapan komponen. Guru kelas sudah melakukan pelaksanaan pembelajaran dengan baik, namun pemberian tugas di kelas inklusi belum memperhatikan perbedaan individual, sehingga peserta didik berkebutuhan khusus mengalami kendala dalam menerima materi dan kesulitan mengerjakan tugas. Materi yang belum dikuasai di kelas akan diulang kembali oleh GPK di ruang sumber. Penilaian pembelajaran di kelas inklusi sudah dilaksanakan dengan baik karena penilaian peserta didik berkebutuhan khusus telah disesuaikan dengan kemampuannya. Kata kunci : pengelolaan pembelajaran, kelas inklusi.Learning management for special need learners needed to be adjusted to every individual?s ability and necessity. The class teacher in inclusion school who had general education background was not generally prepared to teach special need learners, so the class teacher had less understanding about learning management in inclusion class. Therefore, it was interesting to do research in SDN Percobaan Surabaya which had been directed as the trial school of inclusion education establishment in Sidoarjo regency since 2003. The purpose of this research is to describe learning management involving learning plan, learning implication, and learning assessment which were done by the class teacher at inclusion class in SDN Percobaan Surabaya. This research used descriptive qualitative method with class teacher whose class has some special need learners as the subject. Headmaster, inclusion coordinator, and special education teacher, also the subject of this research. The technique of data collection was done by interview, observation, and documentation. The data obtained was analyzed by the steps of reducting data, presenting data, and making conclusion. The research result indicated that learning management was not suitable yet with the inclusion education establishment. The curriculum used was national standard curriculum. The class teacher did not make RPP yet by considering the assessment result and did not make integrated RPP yet which the several components were modified as special need learners? necessity. However, RPP component which was made by the class teacher had already been suitable with the RPP component generally which contained eight components. The class teacher had already done the learning implementation well. However, giving task in inclusion class did not notice the individual difference yet, this cause difficulties to the special need learners in receiving material and doing the task. Materials that have not been mastered in class will be repeated by special education teacher in the source room. Learning assessment in inclusion class had already been implemented well because the assessment of special need learners was adjusted to their ability. Keywords : Learning management, inclusion class.