cover
Contact Name
Samuel Haris Purba
Contact Email
lembagapenerbitpenelitianmulti@gmail.com
Phone
+6282280995877
Journal Mail Official
lembagapenerbitpenelitianmulti@gmail.com
Editorial Address
jl kakak tua no. 17 medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
ISSN : -     EISSN : 31249000     DOI : https://doi.org/10.67096/nurani
Core Subject :
Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual (E-ISSN: 3124-9000) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner, yang didedikasikan sebagai wadah akademik untuk publikasi kajian, penelitian, dan analisis yang inovatif, kritis, serta reflektif dalam bidang studi agama dan spiritualitas. Dengan komitmen untuk memperkaya khazanah keilmuan, memperkuat dialog intelektual, serta mendorong pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara agama, spiritualitas, dan perkembangan peradaban manusia, jurnal ini menjadi platform bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarluaskan gagasan serta temuan ilmiah mereka. Sebagai jurnal yang berfokus pada studi agama dan peradaban spiritual, Nurani menyambut kontribusi naskah dari berbagai perspektif dan disiplin ilmu. Ruang lingkup kajiannya meliputi berbagai tema seperti studi agama, filsafat dan pemikiran spiritual, hubungan agama dan budaya, etika dan moralitas, dialog antaragama, spiritualitas dalam kehidupan modern, serta dinamika peradaban dalam konteks sosial, budaya, dan global. Jurnal ini juga terbuka terhadap beragam pendekatan metodologi penelitian, termasuk pendekatan teologis, filosofis, historis, sosiologis, antropologis, serta pendekatan interdisipliner lainnya. Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual diterbitkan secara berkala empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, sebagai upaya berkelanjutan dalam mendukung diseminasi hasil penelitian yang berkualitas dan relevan bagi pengembangan studi agama dan spiritualitas di tingkat nasional maupun internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN DAN TEORI EVOLUSI DALAM PERSPEKTIF TAFSIR ILMI: STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB DAN BUKU KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI KARYA HARUN YAHYA Muhammad Hotibul Umam; Muhammad Faris Al-Fajri Arifin; Attoriq Islami Pasha; Muhammad Sholahuddin Ali; Andi Rosa
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.257

Abstract

Perdebatan mengenai asal-usul manusia merupakan salah satu titik temu paling krusial antara wacana keagamaan dan ilmu pengetahuan modern. Kajian ini menelaah secara komparatif bagaimana konsep penciptaan manusia diartikulasikan dalam dua karya berpengaruh: Tafsir Al-Misbah oleh M. Quraish Shihab dan Runtuhnya Teori Evolusi oleh Harun Yahya. Dengan menggunakan kerangka tafsir ilmi sebagai pisau analisis, penelitian ini menelusuri bagaimana masing-masing penulis menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkenaan dengan penciptaan Nabi Adam, sekaligus merespons klaim-klaim ilmiah teori evolusi Darwin. Metode yang digunakan adalah analisis konten kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan komparatif. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa Quraish Shihab membangun argumen melalui dialog terbuka antara teks wahyu dan temuan sains, mengambil posisi yang berhati-hati tanpa tergesa-gesa menyimpulkan pertentangan. Sebaliknya, Harun Yahya menempatkan diri sebagai penolak total evolusi dengan pendekatan yang lebih apologetis dan polemis. Kedua penulis sama-sama memanfaatkan tradisi tafsir ilmi, namun bertolak dari premis epistemologis yang berbeda dan menghasilkan kesimpulan yang divergen. Artikel ini menyimpulkan bahwa dialog antara agama dan sains dalam konteks penciptaan manusia membutuhkan kerangka metodologis yang lebih integratif dan jujur secara ilmiah, bukan sekadar konfrontatif. Relevansi tafsir ilmi dalam menjawab polemik manusia pertama tetap signifikan, sepanjang ditopang oleh pemahaman sains yang memadai dan kematangan hermeneutika teks.
A Literature Review of the Development of Islam in China: Historical, Social, and Political Dynamics Tuti Wahyuni; Hasaruddin
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.278

Abstract

This article is a Literature Study (literature review) that aims to comprehensively map the history, social dynamics, and political conformity of the development of Islam in China. Through a synthesis of various historical documents and reputable scholarly literature, this article constructs how Muslim communities negotiate their religious identity amid Han cultural dominance and state authority. The review results show that Islam in China is not a singular entity, but rather a dynamic mosaic. Socio-political distinctions are clearly seen between the Hui ethnicity, which chooses an accommodative-flexible integration path through the assimilation of language, physical traits, and the acculturation of ancient mosque architecture in the form of pagodas (such as the Xi'an Great Mosque), and the Uyghur ethnicity, which maintains transnational cultural ties with Central Asia. The historical timeline shows that the scope of Muslim religiosity has experienced radical fluctuations, ranging from phases of privilege and maritime expansion during the Ming Dynasty under Admiral Zheng He, to phases of armed stagnation during the Qing Dynasty and modern political securitization. This article concludes that the political tolerance of rulers tends to be selective, where cultural flexibility and localization without diminishing essential doctrine become the main keys to the resilience of the Muslim community in China for more than a thousand years.
MUHAMMADIYAH: HISTORY, IDEOLOGY, AND CONTRIBUTIONS TO EDUCATION, SOCIAL WELFARE, AND NATIONAL DEVELOPMENT IN INDONESIA Tuti Wahyuni; Hasaruddin
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.279

Abstract

Muhammadiyah is one of the largest and most influential Islamic organizations in Indonesia. Founded in 1912 by Ahmad Dahlan in Yogyakarta, Muhammadiyah emerged as a reformist movement aimed at purifying Islamic teachings while promoting modern education, social welfare, and community empowerment. This study examines the historical development, ideological foundations, and contributions of Muhammadiyah to Indonesian society through a library research approach. Data were collected from scholarly journals, books, institutional reports, and academic publications discussing Muhammadiyah’s role in religious reform, education, healthcare, philanthropy, and national development. The findings reveal that Muhammadiyah has significantly contributed to the modernization of Islamic thought, the expansion of educational opportunities, the development of healthcare services, and the strengthening of civil society in Indonesia. Through its extensive network of schools, universities, hospitals, orphanages, and social service institutions, Muhammadiyah has become a major force in promoting social progress and national development. The study concludes that Muhammadiyah’s combination of Islamic reformism, educational advancement, and humanitarian service has enabled it to maintain relevance and influence in contemporary Indonesia.
Konsep Tauhid dan Implikasinya dalam Kehidupan Sehari-Hari Muhammad Irham Faqih; Usman; Nor Fadhilah
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.298

Abstract

Tauhid itu inti ajaran Islam. Bukan cuma konsep teologis yang abstrak, tapi benar-benar fondasi dasar yang membentuk cara berpikir, karakter, dan arah hidup seorang Muslim. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas trilogi tauhid, yaitu Tauhid Rububiyah (meyakini bahwa hanya Allah yang berbuat dan mengatur alam), Tauhid Uluhiyah (hanya Allah yang berhak disembah), dan Tauhid Asma' wa Sifat (hanya Allah yang memiliki nama dan sifat sempurna). Selanjutnya, dibahas juga bagaimana ketiganya saling terkait erat dengan pembentukan akhlak mulia dan integritas diri. Dari hasil pembahasan, tampak bahwa Tauhid Rububiyah menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rendah hati. Tauhid Uluhiyah memurnikan niat ibadah, sehingga lahir keikhlasan dan amanah. Sedangkan Tauhid Asma' wa Sifat membangun kesadaran moral dari dalam (murāqabah) yang menjadi tameng dari perilaku menyimpang. Lebih dari itu, artikel ini juga menyoroti betapa penting dan relevannya tauhid sebagai kerangka eksistensial dan epistemologis dalam menghadapi tantangan zaman modern, terutama krisis spiritual akibat sekularisme dan materialisme. Berdasarkan kajian literatur terkini, ditemukan bahwa menghayati tauhid secara utuh bisa menjadi paradigma yang mengubah hidup. Tidak hanya memperkuat iman, tapi juga mengembalikan makna hidup, stabilitas emosi, dan membangun integritas di tengah gempuran nilai yang pecah dan relativisme moral di era sekarang.
Dinamika Kerajaan Islam Nusantara dalam Jalur Perdagangan Global: Studi Tentang Islamisasi dan Jaringan Maritim Asia Tenggara Indah Sari Dewi; Tuti Wahyuni; Susmihara
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.359

Abstract

Perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara memiliki keterkaitan erat dengan dinamika jalur perdagangan global yang berkembang sejak abad ke-13 hingga abad ke-17 Masehi. Posisi strategis Nusantara pada persimpangan perdagangan antara Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara menjadikan kawasan ini sebagai pusat pertukaran komoditas, budaya, serta agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kerajaan Islam Nusantara dalam konteks perdagangan global serta menjelaskan peran jaringan maritim Asia Tenggara terhadap proses islamisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan sumber sejarah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan maritim menjadi media utama penyebaran Islam secara damai melalui interaksi ekonomi, perkawinan, pendidikan, dakwah, dan hubungan diplomatik. Kerajaan-kerajaan seperti Samudra Pasai, Malaka, Aceh Darussalam, Demak, Banten, Ternate, dan Tidore berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat penyebaran Islam. Dengan demikian, jaringan maritim Asia Tenggara berkontribusi besar dalam membentuk integrasi ekonomi, politik, dan budaya Islam yang menjadi fondasi perkembangan peradaban Islam Nusantara.
Anak Angkat dan Hak Waris: Kesalahpahaman yang Masih Sering Terjadi di Masyarakat Muh. Akbar Tanjung; Yusuf Mansur; Jumita; Rasdiyanah Audiah Syarif
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 3 (2026): September: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i3.367

Abstract

Persoalan hak waris anak angkat merupakan salah satu isu yang paling sering menimbulkan kekeliruan dalam praktik keluarga Muslim di Indonesia. Dalam kehidupan sosial, anak angkat kerap dipelihara, dibesarkan, dan dicintai layaknya anak kandung. Akan tetapi, hukum kewarisan Islam bertumpu pada sebab-sebab kewarisan yang tegas, terutama hubungan nasab dan perkawinan, sehingga pengangkatan anak tidak serta-merta melahirkan hak waris. Artikel ini bertujuan menjelaskan kedudukan anak angkat dalam sistem kewarisan Islam, menganalisis faktor-faktor yang melahirkan anggapan bahwa anak angkat otomatis menjadi ahli waris, membedakan antara warisan, hibah, wasiat, dan wasiat wajibah, serta mengkaji perlindungan hukum terhadap anak angkat menurut fikih mawaris dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan terbatas. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak angkat bukan ahli waris otomatis dari orang tua angkat karena pengangkatan anak tidak menimbulkan hubungan nasab, tidak memutus hubungan darah dengan orang tua kandung, dan tidak termasuk sebab memperoleh warisan dalam fikih mawaris. Dalam hukum positif Indonesia, perlindungan terhadap anak angkat diberikan melalui wasiat wajibah sebagaimana diatur dalam Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam dengan batas maksimal sepertiga dari harta peninggalan. Dengan demikian, perlindungan terhadap anak angkat harus dilakukan melalui instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah dan hukum nasional agar tidak menimbulkan konflik keluarga serta tidak melanggar ketentuan farā’iḍ (Kompilasi Hukum Islam [KHI], 1991, Pasal 209; Rais, 2016, hlm. 183–200; Setiawan, 2017, hlm. 43–62).
Dari Bandar ke Kesultanan: Transformasi Kota Dagang Menjadi Kerajaan Islam Muhammad Farid Wajdi; Syahdino Sahdana; Susmihara
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 3 (2026): September: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i3.368

Abstract

Transformasi kawasan pesisir di Nusantara dari pelabuhan dagang (bandar) menjadi pusat kekuasaan politik berupa kesultanan merupakan salah satu fenomena paling krusial dalam historiografi Islamisasi di Asia Tenggara. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perubahan struktural kota-kota dagang menjadi entitas politik Islam (kesultanan) serta mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mendorong konversi tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah kritis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi penelitian ini mengkaji dinamika sosiopolitik dan ekonomi di beberapa bandar utama seperti Samudera Pasai, Malaka, Demak, dan Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dari bandar menjadi kesultanan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses dialektika yang melibatkan konversi agama para penguasa lokal, integrasi hukum Islam (syariat) dalam hukum laut dan perdagangan, serta pembentukan legitimasi politik baru yang berbasis kosmologi Islam. Kehadiran komunitas Muslim transnasional (pedagang, ulama, dan sufi) bertindak sebagai katalis ekonomi sekaligus agen ideologis. Proses ini pada akhirnya melahirkan model kota Islam Nusantara yang khas, di mana fungsi ekonomi (pasar dan pelabuhan) berpadu secara simetris dengan pusat kekuasaan (istana/keraton) dan pusat spiritual (masjid agung). Transformasi ini tidak hanya mengubah lanskap tata ruang kota, tetapi juga mereformasi struktur sosial dan memicu pergeseran geopolitik global di Selat Malaka dan Laut Jawa pada Abad XIII – XVI.
Transforming Digital Addiction Through Education Disciplinary Character in Islamic Boarding Schools Silsilya Tazkia Amaradien; Najwatul Zahro; Husnul Hamidatul Munauwarah; Muhammad Fuad Hasan; Fitria Rahma Nasir; Aulia Shifa Nur Rahmawati; Risdawati Risdawati; Devik Setiawan; Moh. Muhibbul Aman
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 3 (2026): September: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i3.386

Abstract

This study aims to analyze: (1) digital addiction as a factor that encourages parents to choose Islamic boarding schools, (2) the role of disciplinary character education in transforming students' behavior, and (3) the transformation of the role of Islamic boarding schools as holistic character education institutions in the digital era. The study uses a qualitative approach with the type of library research. Data were obtained through documentation studies of various relevant scientific articles and analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that digital addiction is one of the factors that encourage parents to choose Islamic boarding schools, but limiting gadget use is not the main goal of Islamic boarding school education, but rather part of the character education system that forms discipline, responsibility, self-control, and spirituality of students. This study also shows that Islamic boarding schools (pesantren) have transformed into educational institutions that adapt to technological developments by strengthening digital literacy while remaining grounded in Islamic values. Therefore, Islamic boarding schools cannot be understood merely as digital rehabilitation centers, but as models of holistic character education capable of shaping a generation of Muslims with character, adaptability, and responsibility in utilizing digital technology.

Page 3 of 3 | Total Record : 28