cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
PERAN GEOGRAFI DALAM KAJIAN PERTANIAN Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15393

Abstract

Abstrak             Kegiatan manusia memanfaatkan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan menjadi kajian geografi pertanian. Kajian variasi lokasi dikaitkan dengan ruang dan waktu tertentu, observasi langsung dan tidak langsung terhadap fakta geografi, persebaran keruangan, dan kewilayahan, interaksi manusia dengan alam, dan diferensiasi wilayah menjadi fokus kajian geografi pertanian. Pendekatan geografi pertanian difokuskan pada kegiatan manusia dalam memanfaatkan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya memperhatikan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. Geografi sebagai disiplin yang didalamnya ikut mengkaji aspek pertanian diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi mengembangkan pertanian selaras dengan alam. Identifikasi faktor determinan dengan pendekatan geografi sehingga penerapan teknologi pertanian selalu memperhatikan faktor alam sebagai faktor produksi utama. Krisis berkepanjangan mengharuskan pemahaman kebijakan pembangunan pertanian ditinjau kembali agar mencapai tingkat pertumbuhan produksi pertanian tanpa menafikkan daya dukung faktor produksi yang berkelanjutan. Transformasi pertanian ke industri agar berjalan mulus yaitu agroindustri yang mendorong segera terciptanya ekonomi industri yang didukung ekonomi pertanian. Orientasi pertanian perlu disesuaikan kebutuhan pasar agar produksi pertanian mampu menjadi sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia terutama mereka yang tetap bertahan pada kegiatan pertanian. Kata Kunci : Geografi, Usaha Tani, Pengembangan Pertanian.
KARAKTERISTIK POINT BAR DI SUNGAI BOGOWONTO, KABUPATEN PURWOREJO, PROVINSI JAWA TENGAH Suprapto Dibyosaputro
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13741

Abstract

Point bar merupakan bentukan khas dari sebuah proses fluvial yang perubahan atau dinamikanya dapat berlangsung lambat atau sangat cepat sebagai respon dari proses yang terjadi pada DAS di mana point bar terbentukkan dan karakteristik aliran pada sungai. Dinamika yang terjadi padanya dapat menyebabkan bertambahnya lahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, namun di sisi yang lain dapat menyebabkan kerusakan lahan pada sisi lain dari sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik point bar yang terbentuk di Sungai Bogowonto Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Analisis karakteristik point bar dilakukan dengan pengamatan multi temporal citra resolusi tinggi dan foto udara hasil pemotretan dengan pesawat tanpa awak, serta survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa point bar selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya sungai menjadi meander dan terus berkembang semakin luas pada lengkung dalam meander sungai dengan membentuk igir dan lembah yang series.
DAMPAK RENCANA PENAMBANGAN PASIR BESI TERHADAP KONDISI SOSIAL PETANI LAHAN PANTAI DI DESA BANARAN KECAMATAN GALUR KABUPATEN KULON PROGO Fahmi Isabrin; Suparmini suparmini
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap petani lahan pantai terhadap rencana penambangan pasir besi (2) dampak sosial rencana penambangan pasir besi terhadap petani lahan pantai. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis statistik deskriptif dengan teknik tabel frekuensi berupa angka dan persentase dengan sistem tabulasi. Penelitian ini adalah penelitian sampel, dengan jumlah sampel sebanyak 33 kepala rumah tangga petani lahan pantai. Hasil penelitian menunjukkan (1) Sebanyak 75,76% petani lahan pantai di Desa Banaran menyetujui adanya rencana penambangan pasir besi di pesisir selatan Kulon Progo karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga tingkat kesejahteraan mereka akan meningkat. (2) Berdirinya pilot preject di Desa Banaran menurut 75,76 % responden tidak berpengaruh terhadap kenyamanan tempat tinggal, sedangkan 24,24 % responden mengaku debit air sumur warga berkurang. Rencana penambangan pasir besi tidak berpengaruh terhadap kerukunan antar warga dan frekuensi kegiatan sosial, hanya beberapa warga merasa takut mengikuti kegiatan sosial yang diadakan karena takut dicap sebagai warga yang berseberangan dengan masyarakat sekitar. Pilot project di Desa Banaran menurut 69,70% responden tidak berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari penduduk, menurut 24,24% responden berpengaruh karena jalan menuju pilot project rusak, sedangkan sebanyak 6,06% responden menyatakan berpengaruh karena responden bias berdagang di dekat area pilot project.Kata kunci : dampak sosial, rencana, pasir besi, pilot project
PERAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA DI INDONESIA Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13812

Abstract

AbstrakPenduduk perempuan di Indonesia hampir separuh dari jumlah seluruh penduduk yakni setiap 100 perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki (BPS, 2015). Komposisi penduduk itu dihadapkan dengan kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana. Bencana terus melanda muka bumi ini terutama di Indonesia berupa bencana alam maupun bencana sosial. Bencana melanda dengan menimbulkan kerugian harta benda bahkan mengancam keberlangsungan kehidupan dengan korban jiwa. Perempuan merupakan kelompok yang rentan ketika terjadi bencana. Upaya mengatasi bencana terus dikaji melalui kajian ilmiah, penelitian, maupun regulasi agar dapat ditekan dampak negatif yang meluas akibat bencana. Peran serta perempuan dalam menghadapi bencana mulai disadari sedemikian penting sehingga perempuan diharapkan dapat ikut mengurangi resiko bencana. Perempuan mulai dilibatkan dalam mitigasi bencana mulai dari pemulihan, rehabilitasi, sampai rekontruksi pasca bencana. Peningkatan peran perempuan dalam menghadapi bencana dilakukan melalui pendidikan, pelatihan agar perempuan memiliki pengetahuan dan kesadaran, serta keterampilan perempuan ketika menghadapi bencana. Dampak negatif ketika terjadi bencana diharapkan dapat ditekan melalui peningkatan peran perempuan dalam mengadapi bencana Kata kunci: perempuan, bencana
PENGGUNAAN CITRA QUICKBIRD DAN SIG UNTUK PEROLEHAN DATA SPASIAL GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN LALULINTAS DI KOTA YOGYAKARTA Qadriathi Dg. Bau; Hartono Hartono
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v5i2.14062

Abstract

Abstrak Permasalahan yang sering muncul di pusatkotapada kota-kota besar dan menengah, seperti halnyaYogyakartaadalah masalah transportasi yang pada umumnya terjadi akibat ketimpangan antara kepesatan peningkatan sarana transportasi dan rendahnya kemampuan penyediaan prasarana transportasi. Citra Quickbird dapat digunakan untuk menyajikan data dan informasi beberapa parameter yang berkaitan dengan kemacetan lalu lintas sehingga dapat digunakan untuk manajemen lalulintas dalam pemecahan masalah transportasi. Data dari 8 parameter yang digunakan sebagai masukan dalam managemen lalu lintas, 5 parameter dapat diinterpretasi dari citra Quickbird, yaitu: unsur geometrik jalan yang dipakai sebagai dasar dalam perhitungan tingkat pelayanan dan derajat kejenuhan, penggunaan lahan, bentuk persimpangan, trotoar, dan kondisi parkir. Data spasial yang diperole memiliki akurasi yang baik dengan ketelitian 98 % masing-masing untuk penggunaan lahan dan data lebar jalan. Kata Kunci: Quickbird, SIG, Kemacetan Lalulintas, Manajemen Lalulintas
URGENSI DIMENSI FAKTOR GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN KEBIJAKAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI Bambang Syaeful Hadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14209

Abstract

Perkembangan dalam segala aspek kehidupan manusia mendorong pendekatan multidisipliner dan perkawinan antar cabang ilmu, diantara adalah Geografi Komunikasi sebagai hasil perpaduan Geografi dan Ilmu Komunikasi. Diantara faktor yang mempengaruhi karakteristik komunikasi, yang dikaji dalam geografi komunikasi adalah aspek-aspek geografis kaitannya dengan karakteristik komunikasi dan tingkah laku keruangan. Faktor geografis merupakan salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan karena pembangunan fasilitas komunikasi dan upaya komunikasi bertujuan untuk pencapaian kesejahteraan akan tidak efektif. Faktor tersebut diantaranya: kedekatan dengan pusat-pusat kota, persebaran pusat-pusat kegiatan manusia, jarak dari pusat-pusat pelayanan masyarakat (kesehatan, pendidikan), aksesibilitas wilayah atau rute jalan, mobilitas penduduk, interaksi dengan wilayah lain. Kerangka kebijakan informasi perlu mempertimbangkan tiga trand, yakni : pertama, perkembangan industri informasi yang sangat pesat. Kedua, penggunaan yang lebih luas dimana informasi merupakan sumber bagi pemerintahan, dunia pendidikan maupun lembaga lainnya. Ketiga, penggunaan informasi oleh warga masyarakat untuk meningkat kehidupan atau kesejahteraan. Kata kunci : faktor geografis, kebijakan, komunikasi
STRATEGI PEMBELAJARAN PENGINDRAAN JAUH SEBAGAI PENCITRA PERMUKAAN BUMI BERBASIS KOMPETENSI Bambang Syaeful Hadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15417

Abstract

Abstrak             Pengindraan Jauh (Inderaja) berkembang sangat pesat, bahkan di negara-negara lain inderaja sangat populer karena terapannya yang sangat menakjubkan. Data citra inderaja mampu menyajikan fenomena di atas permukaan bumi secara luas, lengkap, dan cepat, dan secara geografis ia mampu menyajikan kesan keruangan dengan resolusi dan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Pemanfaatan multispektral memungkinkan citra menyajikan objek-objek yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Disamping itu kemampuan inderaja juga ditopang oleh teknik perekaman dengan pendekatan multipandang yang memungkinkan citra inderaja dapat digunakan untuk identifikasi, pemantauan, dan evaluasi oleh berbagai disiplin ilmu yang objek studinya bumi. Pembelajaran inderaja sebagai bagian dari mata pelajaran geografi kurang menggairahkan. Hal ini disebabkan strategi pembelajaran inderaja belum sesuai dengan tuntutan kurikulum yang menekankan pada kompetensi. Penguasaan kompetensi ini perlu didukung oleh strategi pembelajran yang sesuai dengan karakteristik inderaja. Strategi pembelajaran yang mencakup pendekatan, metode, dan teknik ini tidak sama ntuk berbagai mata pelajaran. Strategi pembelajaran inderaja dapat dilakukan dengan menggabungkan strategi induktif dan deduktif, dengan disertai kombinasi beberapa metode. Diantaranya metode yang yang dikombinasikan adalah demonstrasi. Pemberian contoh-contoh aplikasi, latihan praktikum, dan field study. Selanjutnya agar para peserta didik dapat menguasai kompetensi deteksi, identifikasi, dan analisis dapat digunakan teknik multilevel, multispectral, dan multitemporal. Pelatihan interpretasi dari yang sederhana dan banyak sampel lapangan selanjutnya sampel  dikurangi secara bertahap. Kata Kunci : strategi pembelajaran, pengindraan jauh, berbasis kompetensi
INVENTARISASI DAERAH TERKENA DAMPAK BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG DI WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN PURWOREJO Rudiono Rudiono
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3565

Abstract

Pesisir selatan Purworejo merupakan daerah yang sering terlanda angin puting beliung. Pada tahun 2008 angin kencang terjadi hingga merobohkan sejumlah pohon dan menerbangkan atap rumah puluhan warga. Kapasitas masyarakat terhadap bencana angin puting beliung di lokasi penelitian perlu dinilai terlebih dahulu agar dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan tentang penanganan bencana. Penelitian ini berupaya untuk melakukan pemetaan daerah terkena dampak dan inventarisasi daerah terkena dampak bencana angin puting beliung. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pemetaan partisipatif bersama anggota masyarakat yang dilanjutkan dengan pemetaan berjalan. Interpretasi citra satelit juga dilakukan untuk melihat kondisi wilayah sebelum melakukan pemetaan berjalan. Inventarisasi disusun dalam bentuk sistem informasi kebencanaaan menggunakan perangkat lunak desain web Adobe Dreamweaver CS4, bahasa pemrograman PHP, javascript program googlemap api v3, dan sistem manajemen basis data MySQL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran daerah terlanda angin puting beliung tahun 2008 seluas 0,95 km2 tidak merata, dengan populasi objek terkena dampak terbanyak di Desa Ukirsari. Arah angin berasal dari barat daya ke timur laut. Panjang daerah yang dilintasi angin puting beliung tahun 2008 mencapai 4,30 km. Kekuatan angin mencapai skala Beaufort 9. Hasil penelitian ini juga ditampilkan kedalam basis data sistem informasi berbentuk webGIS yang bernama Sistem Informasi Manajemen Dampak Puting Beliung.Kata kunci: angin puting beliung, pemetaan partisipatif, kapasitas masyarakat
PENGUKURANTINGKATBAHAYABENCANAEROSIDIKECAMATANKOKAP Suhadi Purwantara; Muhammad Nursa'ban
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3603

Abstract

TujuanpenelitianiniyaitumengetahuitingkatbesarerositanahdanpersebarannyadiKecamatanKokapKabupatenKulonprogoPenelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifeksploratifmenggunakanbantuanSistemInformasiGeografis.PopulasipenelitianyaitusemualahandiKecamatanKokapKabupatenKulonprogo.Sampelpenelitiandiperoleh16satuanunitlahanmelaluiteknikpurposiveareasamplingdengancaratumpangsusunpeta;kondisigeologi,jenistanah,kemiringanlerengdantatagunalahan.Metodepengumpulandatamelaluisurveiuntukmemperolehfaktor-faktorpembentukerosimenggunakanmetodeUniversalSoilLossEquation(USLE),perhitunganerositotal,erosidiperbolehkandanbesarantingkatbahayaerosipadasetiapsatuanunitlahan.Teknikanalisisdatadilakukanmelaluianalisislaboratoriumdanoengukuranlapangan,kemudiandideskripsikansesuaikriteriayangdibuat.HasilpenelitiandiperolehdatabesaranerositanahpermukaandiKecamatanKokapyaiturata-rata3610,13ton/tahunataurata-rata10,50ton/ha/tahun.Rata-ratabesarerositotalyaitu4512,66ton/tahunataurata-rata13,12ton/ha/tahun.Besarerosiyangdiperbolehkanadalahrata-rata2330ton/tahunatau5,22ton/ha/tahun.Hasilerosipermukaanmaupunerositotallebihbesardaripadaerosidiperbolehkansehingga.diprediksikanbahwaerosi-erosipotensialyangterjadidikecamatanKokapakansangatmemberikandampakterhadapkualitastanah.Sebarandaerahpotensialerositanahkategori”ringan”(R)meliputiluas265,23ha(3,59%)padasatuanunitlahanAlIB.Tingkatbahayaerosikategori”sedang”mencakupluas4081,49ha(55,31%)padasatuanunitlahanLtIIIA,ALIA,GRIA,GR1B,GRIIB.Tingkaterosikategori”berat”mencakup32,38%dariluaskeseluruhanlokasipenelitian.Kategori”berat”terdapatpadasatuanunitlahanLtIA,LtIB,LtIIA,LtIIB,LtIIIB,AlIIBdanGRIIA.Tingkaterosikategori”sangatberat”mencakupluas643,84ha(8,72%)padasatuanunitlahanALIIAdanGrIIIA,sertaGRIIIB.KataKunci:erosi,mitigasi,tanah,bencana
INTERRELASI SPASIAL BENTUKLAHAN DENGAN VEGETASI PADA LERENG TENGGARA VULKAN CIREMAI: TINJAUAN STUDI BIOGEOMORFOLOGI Arif Ashari; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Deni Permana; Nor Rohmad Safarudin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13816

Abstract

AbstrakVulkan Ciremai merupakan vulkan soliter pada zona utara Jawa Barat. Sebagai vulkan strato aktif, Vulkan Ciremai memiliki kondisi geomorfologi yang kompleks. Pengaruh iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan tinggi menghasilkan kekayaan biodiversitas vulkan ini, khususnya jenis vegetasi. Dalam dinamika lingkungan fisik, terdapat hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan vegetasi dimana karakteristik bentuklahan mempengaruhi distribusi spasial dan kondisi vegetasi, sebaliknya vegetasi juga mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh faktor geomorfologis terhadap distribusi vegetasi, (2) pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi, pada lereng tenggara Vulkan Ciremai, dengan tinjauan biogeomorfologi khususnya pada tema ecological topology dan ecological memory. Data dikumpulkan melalui interpretasi citra penginderaan jauh, observasi, serta studi pustaka. Faktor geomorfologis berupa bentuklahan dan proses geomorfologi diketahui berpengaruh terhadap distribusi dan karakteristik vegetasi yang ditunjukkan oleh zonasi vegetasi yang linier terhadap bentuklahan. Pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi terutama nampak pada variasi kemampuan vegetasi dalam mengendalikan laju erosi dan gerakan massa. Kata kunci: Biogeomorfologi, bentuklahan, vegetasi, Vulkan Ciremai

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue