cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
FISIOGRAFI PARANGTRITIS DAN SEKITARNYA Heru Pramono
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v5i1.14202

Abstract

Parangtritis merupakan desa di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul,yang memiliki karakteristik fisiografis yang menarik. Variasi bentuk lahan yang menarik ditunjukkan oleh keberadaan fenomena karst, pantai, perbukitan, sungai, dataran banjir, bukit-bukit pasir (sand dune) yang tidak dapat dijumpai di daerah lain di Indonesia. Sebelah selatan merupakan daerah pantai dengan perbukitan pasir, sebelah utara berupa dataran bekas laguna, dan di sebelah timur berupa perbukitan. Sungai Opak dengan Dataran Banjir dan gosong pasir (sand bar) nya membatasi Desa Parangtritis pada sisi utara dan barat. Sisi sebelah barat merupakan bagian dari zona selatan Jawa Tengah yang paling  timur dan sisi sebelah timur yang berupa perbukitan merupakan bagian dari zona selatan Jawa Timur yang paling barat. Unit-unit fisiografis di Parangtritis yang menarik antara lain : Sungai Opak dan dataran banjirnya, pantai dan perbukitan pasir yang materialnya berasal dari Gunung Merapi yang aktif, Dataran bekas laguna berbentuk segi tiga dengan batas fisiografis di sebelah barat berupa aliran Sungai Opak yang menyerong ke arah baratdaya, di sebelah timur dibatasi oleh escarpment Baturagung yang menyerong ke arah tenggara, dan sisi sebelah selatan dibatasi oleh perbukitan pasir. Pegunungan selatan membentang dari ujung timur Parangtritis hingga Semenanjung Blambangan di timur. Rangkaian pegunungan tersebut diberi nama berturut-turut dari barat ke timur sebagai Gunung Kidul atau Baturagung Range, Panggung Masif, Plopoh Range, dan Kembengan Range. Kata Kunci : Fisiografis, Parangtritis.
Estimation green space in Yogyakarta City in the year of 2002-2019 using NDVI approach Fitria Nucifera; Cornelius Deni Wijaya Putra; Sakinatul Afidah; Sola Tri Astuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.34713

Abstract

Increasing the number of population which then has an impact on increasing the growth of land use change that will reduce the area of vegetation inevitable for urban areas, one of them is the City of Yogyakarta. Measurement of the availability of green space in this study utilizes remote sensing technology with NDVI analysis. The purpose of this study was to determine the estimated density of green space constituents and spatial distribution patterns of potential green space locations in the city of Yogyakarta using Landsat 7 ETM + satellite imagery data for 2002 and Landsat 8 OLI in 2019 with the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) method. Based on the Minister of Public Works Regulation on Guidelines for Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas (05 / PRT / M / 2008), it explains that the proportion of green open space in urban areas is at least 30%. But from 2002 to 2019, Yogyakarta City which has an area of 32.84 km² was only able to meet the proportion of green space by 13.50% for 2002 and 10.53% for 2019. Then for 17 years Yogyakarta City has not met the minimum standard of green open space proportions.
Resiliensi Masyarakat Penghuni Sempadan Sungai Madiun Dalam Menghadapi Banjir Adip Wahyudi; Su Ritohardoyo; Agus Joko Pitoyo
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.32339

Abstract

Masyarakat penghuni sempadan Sungai Madiun memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap bencana banjir, hal ini disebabkan mereka tinggal di sempadan sungai. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif terhadap data hasil wawancara dan observasi. Variabel untuk menilai resiliensi meliputi modal alam, modal fisik, modal sumberdaya manusia, modal sosial dan modal finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai resiliensi yang tinggi dalam menghadapi bencana banjir. Dari lima variabel yang dilakukan pengujian, modal sosial dan modal sumber daya manusia mempunyai nilai yang tinggi dengan persentase 86% dan 84,8% dalam membentuk resiliensi masyarakat penghuni sempadan Sungai Madiun dalam menghadapi bencana banjir. tingginya nilai tersebut dipengaruhi oleh budaya gotong royong dalam membantu korban bencana bajir. Selain itu, pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang banjir membentuk suatu karakter masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Dengan demikian, dalam penanggulangan bencana banjir di Sungai Madiun maka perlu upaya untuk peningkatan modal fisik, dan finansial masyarakat.
El Nino 2015: Asosiasinya Dengan Kekeringan dan Dampaknya Terhadap Curah Hujan, Luas Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Subang Andri Andri; Rizki Dwi Priantoro
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.34959

Abstract

ABSTRAKEl Nino 2015 merupakan salah satu kejadian El Nino dengan intensitas sangat kuat yang terjadi pada dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana El Nino 2015 berasosiasi dengan kekeringan serta dampaknya terhadap kondisi curah hujan dan pertanian padi di Kabupaten Subang. Data curah hujan bulanan tahun 2015 dari 19 stasiun hujan dianalisis untuk identifikasi kekeringan dengan menggunakan SPI (Standardize Precipitation Index), serta analisis sifat hujan dan pewilayahan hujan pada 2015. Sementara itu dampak El Nino dan kekeringan terhadap pertanian padi diidentifikasi dengan menggunakan analisis trend produksi. Hasil studi menunjukan: (1) El Nino 2015 telah berasosiasi serta memperparah kejadian kekeringan di Kabupaten Subang; (2) El Nino 2015 secara nyata telah menyebabkan curah hujan pada 18 stasiun hujan mengalami kondisi di bawah normal serta menyebabkan penurunan curah hujan sebanyak satu tingkat pada klasifikasi wilayah hujan dari keadaan normalnya; (3) asosiasi antara El Nino dan kekeringan parah pada 2015 menyebabkan luas panen dan produksi padi di Kabupaten Subang mengalami penurunan yang besar. Penulis merekomendasikan adanya pemantauan dan peringatan dini kekeringan akibat El Nino melalui analisis curah hujan untuk mencegah gagal panen dan kerugian yang lebih besar.
Neraca Airtanah Cekungan Airtanah (CAT) Menoreh dan Wates Kabupaten Kulon Progo Heru Hendrayana; M Widyastuti; Indra Agus Riyanto; Azmin Nuha; Briyan Aprimanto
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.33636

Abstract

Airtanah merupakan sumberdaya air yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia. Pemanfataan airtanah semakin meningkat setiap tahun didunia. Permasalahan yang sama juga di jumpai di CAT Wates dan Menoreh Kabupaten Kulon Progo. Selain itu pembangunan bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) tentu berdampak pada perkembangan Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu penelitian neraca airtanah sangat penting untuk mengetahui surplus atau defisit sumberdaya airtanah wilayah dikabupaten Kulon Progo dan perencanaannya dimasa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah ketersediaan airtanah dinamis dan pemanfaatan airtanah. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan pemanfaatan air dan penurunan saldo neraca airtanah pada tahun 2021 dan 2026. Wilayah yang ternasuk kategori sangat rendah (memiliki cadangan yang sangat rawan untuk dimanfaatkan) di CAT Wates adalah Kecamatan Wates, sedangkan di CAT Menoreh terdapat di Kecamatan Kalibawang, Kokap, Sentolo, Wates, dan Samigaluh. Kelima kecamatan tersebut perlu dilakukan pengelolaan airtanah yang berbasis pendayagunaan airtanah dan pengendalian daya rusak airtanah
Problematika Pembelajaran di Era Pandemi COVID-19 Stud Kasus: Indonesia, Filipina, Nigeria, Ethiopia, Finlandia, dan Jerman Sutanto Trijuni Putro; Mawanti Widyastuti; Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.36058

Abstract

The Covid-19 pandemic has brought significant changes in the world of learning. Many countries are closing schools and universities to prevent the spread and break the chain of the covid-19 virus. As a result of the closure, distance learning was implemented through various existing media. Each country has different conditions, so learning during this pandemic experiences different challenges and problems. These differences are interesting to study to provide an overview of what is happening in the country and can be used as an evaluation in the future. This study was conducted through literature studies with various sources, both journals and selected online news. The selected countries are Indonesia, Philippines, Ethiopia, Nigeria, Finland and Germany. The selection is done randomly without any particular background, but representing the existing continents. Based on the results of the study, the responses, strategies and obstacles that occurred in the education sector during the pandemic was listed. The strategies, successes, and obstacles that occurred in each country were influenced by the readiness of infrastructure up to human resources, as well as the initial conditions of the country before the pandemic.
Zonasi kerawanan longsor dan strategi arahan mitigasi longsor di DAS Merawu Banjarnegara M Chrisna Satriagasa; Hatma Suryatmojo; Ambar Kusumandari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v18i2.35420

Abstract

Kabupaten Banjarnegara khususnya DAS Merawu memiliki kerawanan longsor yang tinggi. Perulangan longsor menyebabkan gangguan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menentukan zonasi kerawanan longsor dan menentukan strategi mitigasi longsor di DAS Merawu. Inventori longsor dilakukan menggunakan tiga pendekatan yaitu terestris, menggunakan citra satelit, dan dari literatur. Penelitian ini menggunakan analitic hierarchy process (AHP) untuk menentukan besar pengaruh setiap parameter lingkungan terhadap kejadian longsor sebagai dasar penyusunan peta kerawanan longsor. Metode AHP juga digunakan untuk menentukan jenis mitigasi longsor terbaik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada wilayah kajian terdapat 256 longsor, mayoritas berupa longsor tipe slide, dengan material utama tanah, dan termasuk deep slide. Longsor banyak terjadi pada wilayah dengan tanah mediteran merah tua dan regosol, formasi geologi Halang (Tmph), stream density 1,4-2,8 km/km2, lereng 25-45%, dan tutupan lahan semak belukar. Wilayah dengan kerawanan tertinggi terletak pada bagian tengah DAS. Jenis mitigasi longsor terbaik untuk wilayah ini yaitu penanaman vegetasi.
Studi Perbandingan Sebaran Spasial COVID-19 di Yogyakarta dan Gorontalo Nursida Arif; Dyah Respati Suryo Sumunar; Nurul Khotimah; Etika cahyani; Yusuf Susena; Riga Aditya Ariyanto
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.40166

Abstract

Perbedaan sebaran COVID-19 di berbagai negara masih menjadi isu yang terus dikaji karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang berkorelasi dengan penyebaran COVID-19 adalah faktor geografis. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki keunikan karena letak dan kondisi geografisnya. Penelitian melihat perbedaan sebaran COVID-19 di dua provinsi di Indonesia yaitu Yogyakarta dan Gorontalo. Secara geografis kedua wilayah ini sangat berbeda. Kondisi iklim pada masing-masing wilayah dilihat berdasarkan suhu permukaan lahan menggunakan citra satelit Landsat 8. Suhu rata-rata tertinggi di provinsi Gorontalo yaitu 34,24°C terdistribusi di kota Gorontalo dan kabupaten Gorontalo. Sedangkan suhu tertinggi di DIY terdistribusi di kota Yogyakarta dengan suhu 32,72°C. Berdasarkan data yang diperoleh Gorontalo merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terdampak paling akhir, namun memiliki memiliki persentase terpapar lebih besar yaitu 0,23% yaitu dibandingkan DIY 0,07%. Sebaran spasial yang mengelompok diperkotaan menunjukkan bahwa mobilitas penduduk dapat menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus COVID-19. Sedangkan faktor-faktor yang diinvestigasi dalam penelitian ini yaitu suhu, lamanya waktu terpapar dan jumlah penduduk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persebaran COVID-19.
Identifikasi local climate zone dan sebaran spasial land surface temperature di Kota Semarang tahun 2019 Fitria Nucifera; Sola Tri Astuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.40624

Abstract

Urbanization in Indonesia has continued to increase starting in 2011. The increasing population impacted the conversion of agricultural land to non-agricultural land. Reduction in the proportion of green open space results in changes in the spatial pattern of the area which affects the increase in urban temperatures, thus triggering the occurrence of UHI. This study aims to determine the spatial distribution of LST and LCZ in Semarang City by using quantitative descriptive analysis. Semarang City has LST variation values between 24.72ºC to 32.56ºC. Semarang City has 13 types of LCZ, consisting of 6 LCZs based on building types and 7 LCZs based on land cover. LCZ type B is the largest LCZ which reaches 58.52 km² or 15.12% of the total area. The highest LST is LCZ type E, reaching 32.10 °C which displays rock landscapes or asphalt cover. The lowest value is LCZ type G, reaching 25.09°C, which is an open water body such as reservoirs and ponds. Climate-based urban planning can be carried out in the LCZ area which has a high temperature by observing and mitigating it through the constituent components of each LCZ.
Teknologi Geospasial Sebagai Media Pembelajaran Geografi di Lingkungan Sekolah Tingkat Menengah Sadewa Purba Sejati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.37713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di lingkungan sekolah tingkat menengah. Metode penelitian adalah simulasi pembelajaran dengan teknologi geospasial. Kemampuan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran diketahui melalui persentase tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Tingkat pemahaman siswa digali melalui kuesioner. Kuesioner disusun sesuai dengan materi pembelajaran yang disampaikan pada sesi simulasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebanyak 85,6 % siswa memiliki tingkat pemahaman tinggi terhadap materi yang disampaiakan melalui teknologi geospasial, sedangkan sisanya berpemahaman sedang. Teknologi geospasial mempermudah siswa dalam memahami geografi. Visualisasi interaktif dan dinamis yang disajikan oleh teknologi geospasial mampu digunakan untuk menjawab pertanyaan what, where, dan when terkait dinamika geosfer dan persebarannya. Implementasi teknologi geospasial dalam pembelajaran geografi di sekolah tingkat menengah masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif. Kesiapan tenaga pengajar, sarana, dan prasarana pembelajaran perlu diidentifikasi lebih lanjut.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue