cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Virtual fieldwork: inovasi pembelajaran aspek geografi fisik pasca pandemi COVID-19 Arif Ashari; Bagas Syarifudin; Muhammad Asrori Indra Wardoyo; Amalia Fadila Rosa; Kharisma Kharisma; Syarif Jamaludin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.40107

Abstract

Pandemi global COVID-19 telah berdampak pada kehidupan penduduk dunia di 223 negara termasuk Indonesia. Sektor pendidikan merasakan dampak besar dengan ditutupnya banyak institusi pendidikan, sehingga pembelajaran harus dipindahkan ke dalam ruang virtual. Kondisi ini memberikan tantangan besar bagi pembelajaran geografi fisik yang membutuhkan penyampaian materi secara kontekstual didukung dengan studi lapangan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gagasan inovasi pembelajaran aspek geografi fisik di sekolah menengah maupun perguruan tinggi dengan sistem virtual fieldwork. Gagasan ini disertai dengan contoh implementasi yang telah dilakukan di Laboratorium Geografi Fisik UNY dalam pelaksanaan praktikum daring selama masa pandemi COVID-19 pada semester kedua 2020/2021. Virtual fieldwork dapat dilakukan melalui pembelajaran sikron tidak langsung atau dengan mengembangkan video pembelajaran yang didesain untuk memberikan visualisasi kondisi lapangan secara detail ke dalam ruang pembelajaran online. Penyajian video dan ruang lingkup materi perlu disesuaikan untuk mengakomodir kebutuhan ini. Inovasi pembelajaran semacam ini sangat diperlukan sebagai solusi pembelajaran daring pada masa pandemi dan juga tuntutan inovasi pembelajaran di Abad 21.
Kerentanan Spasial Air Tanah Terhadap Pencemaran Metode GOD Pada Formasi Batugamping Koral Kota Saumlaki, Maluku Erik Febriarta; Bayu Argadyanto Prabawa; Ajeng Larasati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.37429

Abstract

Kota Saumlaki merupakan ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang secara geografis berada di ujung Pulau Yamdena bagian selatan dan merupakan bagian dari Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Saumlaki di Provinsi Maluku. Sebagai kawasan strategis Kota Saumlaki juga menjadi pusat pemerintahan dan memiliki laju pertumbuhan penduduk meningkat dan pembangunan yang semakin intensif. Dampak dari aktivitas tersebut dari ketersediaan sumber daya air (air baku) dapat mengalami defisit (kekurangan dalam mencukupi kebutuhan). Meningkatnya kebutuhan air baku dalam jumlah yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan daya dukung sumber daya air secara kuantitas maupun kualitas. Penurunan kualitas air dapat ditimbulkan dari sisa hasil penggunaan air secara domsetik (rumah tangga), kegiatan perdagangan (kantor/pasar) maupun kegiatan industri. Menurunnya kualitas air tanah melebihi baku mutu air dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Selain dari pengelolaan limbah air, pelu juga ditinjau dari sisi faktor lingkungan (geologi) dari sifat batuan terhadap kerentanan pencemaran. Untuk mengetahui hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi kerentanan air tanah terhadap pencemaran pada batugamping koral dengan pedekatan GOD di Kota Saumlaki. Kerentanan GOD didasarkan atas sifat batuan dalam meloloskan air tanah yaitu, tipe akuifer (G), litologi akuifer (O) dan kedalaman tinggi muka air (D). Berdasarkan hasil pengukuran diketahui di Kota Saumlaki dan sekitarnya terdapat dua (2) kelas, yaitu kerentanan tinggi dan kerentanan ekstrim. Pusat Kota Saumlaki termasuk kerentanan ekstrim yang dipengaruhi oleh kedalaman air tanah yang dangkal, dan sifat batuan yang porus dalam potensi mempercepat mengalirkan pencemaran.
EVALUASI PENCAPAIAN PROGRAM PENURUNAN USIA NIKAH 15-19 TAHUN DI KECAMATAN SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Nurul Khotimah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.36193

Abstract

Evaluasi penurunan pernikahan usia 15-19 tahun di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul dilakukan untuk melihat sejauhmana intervensi yang telah dilakukan wilayah dalam penurunan jumlah kasus perempuan usia nikah 15-19 tahun. Hasil evaluasi diharapkan dapat membantu mengevaluasi hasil dari pelaksanaan Program KKBPK yang dicanangkan oleh BKKBN DIY. Sehubungan dengan pentingnya hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi: (1) upaya yang telah dilakukan Kecamatan Saptosari dalam menurunkan perempuan usia nikah 15-19 tahun, (2) faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya penurunan perempuan usia nikah 15-19 tahun di Kecamatan Saptosari.Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk mengevaluasi capaian program penurunan usia nikah 15-19 tahun di Kecamatan Saptosari menggunakan data primer (observasi, wawancara) dan data sekunder (dokumentasi). Variabel yang digunakan dibatasi pada variabel yang berhubungan dengan upaya yang telah dilakukan dalam penurunan jumlah kasus perempuan usia nikah 15-19 tahun dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yakni bulan Oktober-November 2019. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Saptosari yang merupakan wilayah pada tahun 2013 ditemui banyak pelaku pernikahan usia dini namun berdasarkan data saat ini telah terjadi penurunan akibat dari berbagai intervensi yang telah dilakukan. Informan penelitian adalah pimpinan wilayah dan masyarakat. Teknik pengambilan informan dilakukan secara snowball. Data yang diperoleh dari lapangan selanjutnya dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian berdasarkan evaluasi di lokasi penelitian menunjukkan: (1) upaya yang telah dilakukan Kecamatan Saptosari dalam menurunkan perempuan usia nikah 15-19 tahun adalah: (a) deklarasi stop usia nikah dini sejak tahun 2013, (b) komitmen tegas seluruh unsur wilayah (camat, kepala desa, kepala dusun, PLKB, koramil, polsek, puskesmas, KUA, sekolah, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat) dalam penolakan pernikahan bagi calon pengantin yang masih di bawah usia minimal yang dipersyaratkan undang-undang pernikahan, (c) perubahan mindset orangtua pentingnya pendidikan dan meninggalkan tradisi jika anak perempuan sudah dilamar akan segera dinikahkan meskipun masih bersekolah, (d) penyuluhan dan sosialisasi pernikahan usia dini dan dampaknya secara berkelanjutan di semua tingkatan di wilayah dan sekolah, (e) penyampaian khutbah nikah untuk membekali calon pengantin dan masyarakat yang datang tentang pentingnya keutuhan keluarga, (2) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan perempuan usia nikah 15-19 tahun di Kecamatan Saptosari adalah: (a) dokumen deklarasi stop nikah usia dini sebagai aturan tertulis yang mengharuskan masyarakat mematuhinya, (b) pengetahuan remaja meningkat bersamaan keberhasilan pendidikan yang ditamatkan dan kontinuitas sosialisasi pernikahan, (c) ketidaksiapan fisik, mental, ekonomi (pekerjaan/penghasilan) remaja sehingga berkeinginan menunda nikah, dan (d) pengalaman ketidaksiapan anggota keluarga lain ketika menikah usia muda dalam mewujudkan keluarga ideal dijadikan alasan remaja menunda nikah.
Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Kota Pekalongan Tiara Sarastika
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.40161

Abstract

Jasa ekosistem mangrove terbagi menjadi jasa penyedia, jasa pendukung, jasa kebudayaan, dan jasa pengaturan yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Jasa pengaturan ekosistem mangrove berfungsi sebagai perlindungan terhadap ancaman bahaya pesisir, seperti gelombang pasang, angin badai, dan erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji valuasi ekonomi jasa pengaturan ekosistem mengarove di wilayah pesisir Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk mengumpulkan data kondisi eksisting ekosistem mengrove dan wawancara mendalam untuk memperoleh informasi nilai pengganti dari jasa pengaturan ekosistem mangrove. Data yang diperoleh dianalisis secara spasial dan deskriptif. Valuasi ekonomi jasa ekosistem dihitung menggunakan metode pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove memiliki jasa pengaturan yang berfungsi melindungi permukiman dan perikanan tambak dari ancaman banjir genangan. Penilaian jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kota Pekalongan menunjukkan nilai kehilangan sejumlah 13.664,7 milyar rupiah untuk penggunaan lahan berupa permukiman, sedangkan untuk perikanan tambak sebesar 24.096,275 milyar rupiah.
Deteksi Permukiman Kumuh Menggunakan Informasi Spektral dan Tekstur Citra Multiresolusi Spasial (studi di sebagian Kota Yogyakarta) Achmad Fadhilah; Prima Widayani; Iswari Nur Hidayati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i1.40164

Abstract

Pemetaan dan identifikasi merupakan tahap awal dalam program peningkatan kualitas permukiman kumuh. Pemetaan permukiman kumuh saat ini masih menggunakan metode survei langsung yang membutuhkan banyak biaya, waktu, dan tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan permukiman kumuh menggunakan citra satelit multiresolusi spasial sebagai metode alternatif dalam mengidentifikasi permukiman kumuh. Citra yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Pleiades-1B, SPOT-7, dan Sentinel-2. Studi ini berlokasi di sebagian Kota Yogyakarta yang dibagi dua daerah penelitian. Algortima Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk mengkelaskan permukiman kumuh dan bukan kumuh. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Saluran multispektral, Grey Level Co-occurrence Matrx (GLCM), dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Validasi dilakukan dengan menggabungkan data sekunder peta permukiman kumuh dan hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi klasifikasi tertinggi dihasilkan dari layer Sentinel-2 GLCM 3x3 sebesar 56,26% pada daerah penelitian 1, sedangkan pada daerah penelitian 2 diperoleh dari layer Pleiades-1B GLCM 9x9 sebesar 66,17%.
Analisis Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Lingkar Timur di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Mitha Asyita Rahmawaty; Syachril Warasambi Mispaki; Eva Nur Alfiah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.40678

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan itu sendiri dikarenakan tanah negara yang saat ini jumlahnya sangat terbatas. Sebagai kabupaten yang menghubungkan antar pusat industri dan perdagangan, kondisi kemacetan di Kabupaten Sukoharjo perlu penanganan serius baik melalui peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan jalan. Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu tempat berlangsungya proyek pembangunan jalan yaitu Jalan Lingkar Timur (JLT) segmen Plesan-Bendosari. Penelitian ini mengeksplorasi obyek penelitian dengan studi literatur dan pendekatan spasial yang bertujuan untuk menjelaskan mekanisme dan penyelesaian ganti kerugian atas hak atas tanah serta hambatan yang timbul dalam pembangunan Jalur Lingkar Timur Kabupaten Sukoharjo. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengumpulkan sumber data dipadukan dengan teori hukum yang ada didukung studi kepustakaan yang dianalisis secara sistematis dan konseptual terkait dengan proses pengadaan untuk pembangunan Jalan Lingkar Timur di Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan pengadaan tanah Pembangunan Jalan Lingkar sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 hingga selesai tahap penyerahan hasil pada tahun 2020. Tahap akhir dari pelaksanaan pengadaan tanah sendiri yang berupa penyerahan hasil terjadi pada bulan Desember 2020, kemudian agenda kedua pada bulan Maret-April 2021. Kendala yang terjadi dapat terselesaikan dengan cukup baik dengan upaya pemerintah walaupun terkendala kondisi pandemi covid-19 dan beberapa kendala yang biasa muncul selama tahap penyelesaian dari kegiatan pembangunan.
Pembuatan Peta Curah Hujan untuk Evaluasi Kesesuaian Rencana Tata Ruang Kawasan Hutan Kabupaten Bogor Heri Setiawan; Adi Wibowo; Supriatna Supriatna
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.43227

Abstract

Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) digunakan untuk menentukan peta kesesuaian kawasan hutan yang disusun dari berbagai peta variabel termasuk peta curah hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat peta curah hujan di Kabupaten Bogor dari data Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station data (CHIRPS). Data yang digunakan adalah data CHIRPS bulanan 2011 – 2020 sebanyak 120 file format raster. Data tersebut diolah menjadi data rata – rata tahunan sebanyak satu file format raster dengan cell statistics tools. Kemudian dilakukan ekstraksi menjadi titik, interpolasi kriging dan reklasifikasi. Hasilnya menunjukkan peta curah hujan sebelum dilakukan reklasifikasi terdapat tujuh kelas dengan nilai curah hujan antara 2.334,18 - 4.708,36 mm/tahun. Setelah dilakukan reklasifikasi rata – rata curah hujan terdapat tiga kelas yaitu sedang (2.000 – 3.000 tahun) seluas 8,02%, tinggi (3.000 – 4.000) seluas 61,08% dan sangat tinggi ( 4.000 mm/tahun) seluas 30,90% dari total luas Kabupaten Bogor. Rencana Tata Ruang Kawasan Hutan di Kabupaten Bogor mempunyai potensi kesesuaian yang tinggi karena wilayah ini didominasi oleh tingkat curah hujan tinggi dan sangat tinggi.
Pengembangan prototipe sistem monitoring kualitas air tanah karst Eko Budiyanto; Nugroho Hari Purnomo; Aida Kurniawati; Muzayanah Muzayanah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.40193

Abstract

Air tanah karst merupakan satu sumber pemenuhan kebutuhan air utama bagi penduduk di wilayah karst. Kualitas air tanah karst dapat berubah secara dinamis dalam waktu yang cepat. Oleh karena itu, diperlukan satu sistem yang dapat memberikan informasi tentang kualitas air ini secara mudah bagi penduduk. Penelitian ini bertujuan membangun prototipe sistem monitoring kualitas air tanah karst. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini. Sistem yang dihasilkan terdiri dari perangkat sensor (pH, kekeruhan, dan temperatur), mikrokontroler, sistem basis data pada server, dan sistem antar muka. Hasil pengujian menunjukkan prototipe sistem monitoring kualitas air ini dapat beroperasi dengan baik dan dapat memberikan informasi kualitas air dengan cepat bagi penduduk. Beberapa hal teknis perlu diperhatikan agar perolehan data kualitas air dapat berjalan lancar dan terhindar dari kerusakan peralatan.
Hidrogeomorfologi mata air stratovolkano di area Celah Selo Jawa Tengah Muhammad Asrori Indra Wardoyo; Nurul Khotimah
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.44273

Abstract

The Selo Gap area is geomorphologically located between mountains that have different types of characteristics. These differences have an impact on differences in the distribution pattern and characteristics of the springs. This research was conducted with the objectives of: 1) Analyzing the distribution pattern of springs in the Selo Gap landform unit, 2) Analyzing the characteristics of springs in the Selo Gap area. This study uses a survey-descriptive research method with a quantitative model. The sample of the springs in this study used a systematic sampling technique. The data collected is then analyzed descriptively which considers spatial aspects with nearest neighbor analysis. The results of this study indicate that: 1) The distribution pattern of the springs on the south side of Mount Merbabu based on the nearest neighbor analysis is known to have a z-score of 4.137440 which indicates a uniform or distributed type, 2) The characteristics of the springs in quantity have a high discharge category found in Tuk Babon with a discharge of 10 l/s and a low discharge found in Tuk Panguripan with a discharge of 0.008 l/s. The results of the multiparameter water quality analysis show that the relationship between parameters such as water temperature with DO, water temperature with DHL, and DHL with TDS runs uniformly and influences each other.
Penggunaan InSAR untuk Identifikasi Daerah Terdampak Gempa dan Likuifaksi di Kota Palu Syachril Warasambi Mispaki; Mitha Asyita Rahmawaty
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v19i2.40095

Abstract

Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di Kota Palu dan Kabupaten Donggala mengakibatkan dampak kerusakan yang besar. Pendataan daerah terdampak gempa menjadi hal yang sangat penting karena menentukan tindakan penanganan bencana. Proses pendataan dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti survei langsung dan survei tak langsung. Survei tak langsung memiliki beberapa keunggulan yaitu cepat dan area yang disurvei luas. Beberapa metode survei tak langsung antara lain penggunan penginderaan jauh pasif seperti citra optis dan penginderaan jauh aktif seperti SAR. Penggunaan metode SAR menjadi alternatif yang dapat digunakan dikarenakan tidak terhambat oleh awan dan cahaya matahari sehingga dapat digunakan dalam berbagai keadaan. Hasil pengolahan data SAR menggunakan metode InSAR dapat mengidentifikasi kerusakan area terdampak menggunakan penurunan nilai coherence. Seperti yang ditunjukkan pada penelitian ini daerah kecamatan Palu Timur mengalami kerusakan paling besar dengan penurunan nilai coherence sebesar 0,3694. Tetapi ada beberapa kelemahan dalam metode InSAR ketika daerah yang diteliti berupa tutupan vegetasi maka hasilnya akan tidak sesuai seperti daerah likuifaksi yang berada di Sidera Jono Oge yang hanya terjadi penurunan 0,064 padalah terjadi peristiwa likuifaksi.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue