cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
STUDI TENTANG PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN PRAJURIT KULON KOTA MOJOKERTO SERTA PENANGANAN OLEH GURU BK Widya Ningrum, Anindita
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku bullying pada siswa sekolah menengah pertama se-kecamatan Prajurit kulon kota Mojokerto guna mendapatkan data sebagai bahan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling. Dalam penelitian ini, subyeknya yakni siswa SMP A, SMP B, SMP C dan SMP D kota Mojokerto yang terdiri dari dua macam informan yaitu, informan utama yang merupakan siswa-siswa terkait perilaku bullying di sekolah dan informan pendukung yang merupakan guru BK dan teman siswa yang mengenal baik siswa terkait perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis penelitian deskriptif kualitatif Miles dan Huberman.  Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini terkait gambaran perilaku bullying di sekolah yaitu faktor perilaku bullying yang terjadi pada siswa meliputi faktor keluarga yaitu kurangnya kasih sayang orang tua, perceraian orang tua, hubungan orang tua dan anak yang buruk dan faktor individu yaitu menyerang terlebih dahulu dan bersikap agresif dan negatif, sebelumnya pelaku bullying berasal dari korban yang pernah mengalami perilaku bullying, dan memicu orang lain untuk melakukan perilaku bullying pada siswa. Ciri-ciri perilaku bullying terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat, dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis, dan dilakukan secara berulang-ulang hingga menyebabkan ketakutan dan kecemasan. Bentuk perilaku bullying yang didapatkan dari hasil penelitian yakni bullying verbal, bullying fisik, bullying elektronik dan bullying relasional. Bullying verbal mencakup mengejek, mengolok-olok kekurangan fisik siswa lain dan menggunakan kata-kata yang tidak menyenangkan, bullying fisik seperti memukul, menendang, mendorong dan mengambil  paksa milik orang lain. Dampak yang terjadi pada siswa ialah menurunnya kesejahteraan psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk yaitu merasakan banyak emosi negatif seperti marah, dendam, kesal, tertekan, malu, sedih, tidak nyaman, dan terancam namun tidak berdaya untuk menghadapinya, memungkinkan siswa merasakan tidak nyaman dan prestasi akademis akan terganggu karena kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Lalu usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan konseling dalam menangani perilaku bullying yakni preventif seperti memberikan layanan informasi baik kepada siswa maupun orang tua, kuratif berupa menyelesaikan perilaku bullying mulai dari pelaku hingga korban melalui layanan mediasi serta memberikannya sanksi sesuai tata tertib sekolah yang berlaku, preservatif seperti layanan individu baik pada korban maupun pelaku.   Kata kunci : Perilaku Bullying di Sekolah
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED INFORMATION (CAI) SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI PILIHAN STUDI LANJUT UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Febri Indartiana, Arista
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena salah jurusan di perguruan tinggi masih banyak dijumpai. Hal ini dapat dilatarbelakangi oleh kebimbangan yang terjadi saat proses penentuan pilihan, khususnya yang menyangkut masa depan karier dan kelanjutan studi bagi anak SMA. Berbagai informasi diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sebagai dasar pijakan, layanan informasi tentang pilihan studi lanjut ini didasarkan pada teori Tipologi Kepribadian Karier Holland yang dapat disampaikan melalui media Computer Assisted Information (CAI). Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut yang memenuhi aspek kelayakan. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983) yang disederhanakan menjadi lima tahap. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan yaitu studi pendahuluan serta pengumpulan data, melakukan perencanaan, pengembangan produk, uji lapangan, serta evaluasi dan revisi. Berdasarkan hasil uji validasai ahli materi bimbingan dan konseling diperoleh rerata presentase kelayakan sebesar 91,87%. Hasil uji validasi terhadap ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 91%. Sedangkan hasil penilaian dari uji coba calon pengguna yaitu guru BK SMAN 1 Driyorejo, Gresik, menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 85,94%. Sehingga diperoleh rerata hasil penilaian dari para ahli adalah sebesar 89,6%. Keseluruhan persentase hasil uji validasi jika dibandingkan dengan kriteria kelayakan produk menurut Mustaji (2005) adalah sangat baik, dan tidak diperlukan revisi. Sehingga media Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut memenuhi kriteria kelayakan produk. Simpulan hasil penelitian ini adalah dihasilkan produk berupa media Computer Assisted Information (CAI) sebagai media layanan informasi pilihan studi lanjut untuk siswa sekolah menengah atas. Media tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan produk berdasarkan uji ahli dan calon pengguna.   Kata Kunci: Computer Assisted Information (CAI), layanan informasi, studi lanjut, Tipologi Kepribadian Holland.
PENERAPAN TEKNIK EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGELOLAAN EMOSI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 JOMBANG INTAN NUR RAHMAWATI, AJENG
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik Expressive Writing untuk menigkatkan kemampuan penngelolaan emosi siswa kelas VIII tahun pelajaran 2015-2016 SMPN 4 Jombang. Jenis peneltian ini adalah penelitian kuantitaif dengan metode penelitian eksperimen. Bentuk desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre test-post test design. Alat pengumpul data yang dipakai adalah angket keterampilan pengelolaaan emosi untuk mendapatkan data tingkat pegelolaan emosi siswa dan dokumentasi sebagai alat pelengkap. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan analisis uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ρ = 0,031 lebih kecil dari α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat keterampilan pengelolaan emosi antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan teknik Expressive Writing. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hipotesis penelitian ini yang berbunyi “Penerapan teknik Expressive Writing dapat meningkatkan pengelolaan emosi pada siswa kelas VIII A SMPN 4 Jombang” dapat diterima
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK GROUP EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERPERSONAL SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKOMODASI PERHOTELAN DI SMKN 1 SURABAYA KRISNAWATI, ERNA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya beberapa permasalahan siswa terkait dengan rendahnya tingkat hubungan interpersonal antar siswa, seperti bullying, perkelahian dan pengucilan. Hubungan interpersonal sangat dibutuhkan untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dikarenakan mereka disiapkan untuk dapat siap bekerja. Hubungan interpersonal sangat dibutuhkan dalam menciptakan kerjasama tim dan situasi kerja yang kondusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bimbingan kelompok degan teknik group exercise  untuk membantu meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas X AP-2 SMKN 1 Surabaya. Aspek Hubungan interpersonal yang digunakan dalam penelitian ini meliputi inisiatif, pengungkapan diri dan dukungan emosi pada orang lain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-eksperimen design dengan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket hubungan interpersonal yang terdiri dari 52 item. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas X AP-2 SMKN 1 Surabaya yang terdiri dari 6 siswa dengan skor hubungan interpersonal rendah, 2 siswa dengan skor sedang dan 2 siswa dengan skor tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan uji tanda dapat diketahui dalam tabel tes binomial dengan ketentuan N = 10 dan x =  0 (z), maka diperoleh 15ρ"> (kemungkinan harga di bawah H0) = 0,001.bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikannya bimbingan. Berdasarkan perhitungan rata-rata pre-test 149, rata-rata post-test 179,6 dan perbedaan antara rata-rata pre-test dan post-test sebesar 30,6. Dengan demikian H0 ditolak Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok teknik group exercise dapat meningkatkan hubungan interpersonal siswa kelas X AP- SMKN 1 Surabaya.      Kata Kunci: bimbingan kelompok group exercise, hubungan interpersonal  
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI PERCAYA DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 WONOAYU yuono, christianto
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri sangat dibutuhkan dalam kehidupan siswa sebagai salah satu modal dalam kehidupan yang harus ditumbuhkan pada diri setiap siswa agar kelak mereka dapat menjadi manusia yang mampu mengontrol berbagai aspek yang ada pada dirinya, dengan kemampuan tersebut siswa akan lebih jernih dalam mengatur tujuan dan sasaran pribadi yang jelas. Siswa yang memiliki rasa kurang percaya diri akan menghambat tumbuh kembang anak tersebut dalam beraktifitas dilingkungan sekitar yang dia tempati, baik disekolah, keluarga maupun masyarakat. Salah satu upaya yang dapat diberikan untuk membantu meningkatkan percaya diri adalah permainan monopoli sebagai salah satu media bimbingan dan konseling dalam bentuk permainan yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dan siswa. Permainan monopoli merupakan media yang mudah digunakan dan menarik minat siswa dalam mengikuti proses bimbingan dan konseling. Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan suatu produk dalam bentuk monopoli untuk mendukung proses bimbingan dan konseling, khususnya dalam membantu meningkatkan percaya diri. Dalam proses pengembangannya, pengembang menggunakan model pengembangan menurut Borg & Gall (1983) dalam (Setyosari, 2012). Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi dari ahli bimbingan dan konseling, reviewer media dan ahli praktisi adalah prosentase. Hasil pengembangan media ini memperoleh skor 82,19% berkategori sangat baik dan tidak perlu direvisi menurut kriteria penilaian Mustaji (2005). Dengan demikian produk telah memenuhi kriteria keberterimaan.   Kata Kunci : media permainan monopoli, percaya diri 
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU UNTUK MEREDUKSI PERILAKU KONFORMITAS NEGATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 KOTA MOJOKERTO DIAN UTAMI, INDRI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan konseling kelompok rasional emotif perilaku dalam mereduksi perilaku konformitas negatif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kota Mojokerto. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen design dengan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Alat ukur yang digunakan yaitu dengan menggunakan angket perilaku konformitas negatif yang terdiri dari 30 item. Penentuan subjek dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sample, yaitu 6 siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kota Mojokerto yang teridentifikasi memiliki skor perilaku konformitas negatif paling tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda dapat diketahui dalam tabel tes binomial dengan ketentuan N = 6 dan x = 0 (z), maka diperoleh ρ (kemungkinan harga di bawah H0) = 0,016. Bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,016<0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan skor perilaku konformitas negatif sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok rasional emotif perilaku. Berdasarkan penghitungan di atas mean pre-test sebesar 80,83, mean post-test sebesar 61,16 dan selisih antara mean pre-test dan mean post-test sebesar 19,67. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok rasional emotif perilaku dapat mereduksi perilaku konformitas negatif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kota Mojokerto. Kata Kunci : Konseling Kelompok, Konseling Rasional Emotif Perilaku, Konformitas Negatif     
PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN PERILAKU PROSOSIAL UNTUK KELAS VII DEVELOPING OF THE TEXTBOOK OF PROSOCIAL BEHAVIOR FOR SEVENTH GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL. YANUAR WAHYU P, TRY
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku prososial pada dasarnya terdapat pada setiap manusia, mulai anak-anak hingga dewasa. Hal ini terjadi karena naluri alamiah manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling membantu, dan mampu berempati. Tetapi dalam perjalanannya muncul beberapa indikasi yang mengarah pada perilaku antisosial, khususnya di sekolah. Salah satu perilaku antisosial yang sering muncul  adalah perkelahian antar siswa. Dalam rangka memperoleh data pendukung, peneliti melakukan wawancara dengan Konselor SMPN 16 Surabaya dengan hasil terdapat siswa yang berperilaku tidak prososial. Seperti perkelahian, tidak bertanggung jawab, dan sikap individualis. Salah satu sebab munculnya perilaku-perilaku tersebut  adalah  tidak adanya buku paket sebagai pegangan siswa dalam proses pemberian layanan. Atas dasar itulah, dibutuhkan media bimbingan dan konseling yang dapat menjelaskan tentang perilaku prososial. Salah satu cara untuk memahamkan, menilai, dan merencanakan perilaku prososial adalah melalui media buku, yang berjudul “paket bimbingan perilaku prososial untuk kelas  VII SMP”. Buku ini berisi tentang pengertian perilaku prososial, faktor-faktor perilaku prososial, dan macam-macam perilaku prososial, diantaranya: tolong menolong, kepedulian, jujur, tanggung jawab, persahabatan dan kerjasama. Tujuan dari buku paket ini adalah agar siswa mampu memahami, menilai, dan merencanakan perilaku prososial.  Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan model pengembangan dari Borg & Gall yang disederhanakan oleh tim Puslitjaknov tanpa tahap uji coba. Data yang diperoleh berupa kuantitatif (skoring angket) dan kualitatif (saran dan komentar) dari ahli BK dan Konselor sekolah. Subyek uji validasi ahli dalam penelitian pengembangan ini adalah ahli BK dan konselor SMPN 16 Surabaya sebagai calon pengguna. Produk ini memperoleh rata-rata persentase 83,08% (‘baik’) pada uji validasi materi  dan 80,14 % (‘baik’) pada uji validasi konselor yang menunjukkan bahwa produk siap untuk diujicobakan.  Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya adalah menambahkan materi seperti refleksi diri, empati, dan melanjutkan pada tahapan uji coba.    Kata Kunci : Buku Paket,  Perilaku Prososial.
PENERAPAN STRATEGI REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR POSITIF SISWA KELAS X APK-2 SMKN 1 SURABAYA VIRGIAWAN BAYU S, M
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru BK SMKN 1 Surabaya didapatkan fakta bahwa siswa kelas X adalah siswa yang paling rentan dalam memiliki kemampuan berpikir positif yang rendah. Hal itu disebabkan karena mereka masih dalam masa peralihan dari sekolah menengah pertama kejenjang selanjutnya. Mereka dalam masa remaja yang sedang hangat-hangatnya karena sudah mulai mengenal permasalahan, baik itu permasalahan dalam sekolah, teman, jati diri, maupun cinta. Dalam masa peralihan ini terkadang mereka sering sekali berpikir pendek, mudah sekali mengambil keputusan yang terkadang ceroboh, dan sering sekali mengalami ketidakstabilan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penerapan strategi reframing untuk meningkatkan kemampuan berpikir positif siswa kelas X APK-2 SMKN 1 Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental dalam bentuk one group pre-test-post-test design. Subyek dalam penelitian ini adalah 5 siswa yang memiliki kemampuan berpikir positif yang rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket kemampuan berpikir positif dan teknik analisis data yaitu statistik non parametic dengan uji tanda. Setelah diadakan analisis dengan uji tanda dapat diketahui bahwa N=5, dan x=0 maka diperoleh ρ (kemungkinan harga di bawah ) = 0,031. Dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 dan ρ = 0,031 maka dapat diketahui bahwa harga 0,031< 0,05 maka di tolak diterima. Hal tersebut dinyatakan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “Penerapan strategi reframing dapat meningkatkan kemampuan berpikir positif siswa kelas X APK-2 SMKN 1 Surabaya” dapat diterima. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi reframing berhasil meningkatkan kemampuan berpikir positif siswa yang rendah. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Positif, Reframing
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN UNTUK ORANG TUA DALAM MEMBERI MOTIVASI BELAJAR SISWA UNDERACHIEVER DI SEKOLAH DASAR Nur Hamimah, Faizah
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena underachiever yang terjadi pada siswa sekolah dasar, salah satunya yang terjadi di SDN 1 Wangkal Krembung Sidoarjo. Adapun dari hasil need assesment berupa wawancara yang dilakukan dengan orang tua menunjukkan bahwa orang tua siswa tidak tau dalam memberi motivasi anak dalam belajar di rumah. Karena itulah perlu adanya informasi yang tepat bagi orang tua agar dapat memberi motivasi belajar siswa underachiever, yaitu melalui buku panduan yang akan dikembangkan. Pengembangan buku panduan untuk orang tua dalam memberi motivasi belajar siswa underahiever di SD merupakan bentuk pengembangan media cetak berupa buku yang berisi petunjuk atau panduan dalam memberi motivasi siswa underachiever dalam belajar di rumah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Fenrich. Tujuan pengembangan ini adalah menyusun buku panduan untuk orang tua dalam memberi motivasi belajar pada siswa underachiever di SD yang kemudian di uji kelayakannya dari empat aspek, yaitu kelayakan materi, kegrafikan, bahasa, dan penyajian (Depdikbud, 2014). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa buku panduan orang tua dalam memberi motivasi belajar siswa underachiever memenuhi kriteria kelayakan. Penilaian validator ahli materi menunjukkan kriteria penilaian “layak dengan predikat baik” (79,33%), validator ahli media menunjukkan criteria penilaian “layak dengan predikat sangat baik” (87,5%). Menurut penilaian guru pembimbing kelas, kualitas buku panduan menunjukkan kriteria penilaian “layak dengan predikat sangat baik” (89,23%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keseluruhan validator ahli memberikan penilaian “layak dengan predikat sangat baik” yaitu 85,35%. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka buku panduan untuk orang tua dalam memberi motivasi belajar siswa underachiever di SD memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan   Kata kunci: Pengembangan, buku panduan, motivasi belajar, underachiever, SD.
PELAKSANAAN PEMBERIAN BANTUAN UNTUK ANAK PENYANDANG CEREBRAL PALSY DITINJAU DARI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD INKLUSIF GALUH HANDAYANI SURABAYA zulvia, fenny
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SD Inklusif Galuh Handayani Surabaya, terutama untuk anak penyandang Cerebral Palsy (CP).  Program bimbingan konseling adalah suatu rancangan berupa bantuan yang akan diberikan dalam rangka membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan, meningkatkan perkembangan peserta didik dan mengoptimalkan potensinya. Dalam penelitian ini, memiliki beberapa narasumber yaitu kepala sekolah, psikolog, wali kelas dan guru pembimbing khusus (GPK). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1984). Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini yaitu pertama adanya permasalahan yang dihadapi siswa CP, kedua, untuk pelaksanaan layanan dilakukan oleh wali kelas dan GPK, serta dibantu oleh Psikolog dan Kepala Sekolah (KS). Ketiga, layanan yang dilakukan di SD ini tidak terprogram atau tidak terencana, tetapi ada beberapa layanan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa CP. Keempat, adanya hambatan yang dirasakan guru ketika melaksanakan layanan, dan kelima, guru juga melakukan upaya penyelesaian hambatan tersebut.     Kata kunci: Program Bimbingan dan konseling, Cerebral Palsy, Sekolah Inklusif

Page 5 of 45 | Total Record : 444