cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PENGARUH KETERLIBATAN ORANGTUA DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH SMKN 6 SURABAYA ALMIRA MUSTIKANINGTYAS, KIKY; WARSITO WIRYOSUTOMO, HADI
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh (1) keterlibatan orangtua terhadap perilaku disiplin siswa di SMKN 6 Surabaya dan pengaruh (2) dukungan teman sebaya terhadap perilaku disiplin Siswa di SMKN 6 Surabaya, dan juga bagaimana keduanya secara bersama-sama mempengaruhi perilaku disiplin siswa di SMKN 6 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel para siswa SMKN 6 Surabaya jurusan tata boga yang dipilih dengan Teknik Propotional Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 150 siswa. Data dikumpulkan melalui angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi liniear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai T-hitung keterlibatan orangtua (X1) sebesar 2.894 yang mana nilainya lebih besar dari T-tabel dan signifikansi 0,004 yang berarti keterlibatan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku disiplin siswa di sekolah (Y); dan nilai T-hitung dukungan teman sebaya (X2) sebesar 3.179 yang mana nilainya lebih besar dari T-tabel dan signifikansi 0,002 yang berarti keterlibatan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku disiplin siswa di sekolah (Y) , dan dengan uji secara simultan, nilai signifikansi sebesar 0,000 maka keterlibatan orangtua dan dukungan teman sebaya secara bersamaan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku disiplin siswa di sekolah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sumbangan relatif (X1) keterlibatan orangtua terhadap (Y) perilaku disiplin siswa di sekolah dalam penelitian ini adalah sebesar 46,91%. Sementara sumbangan relatif (X2) dukungan teman sebaya terhadap (Y) perilaku disiplin siswa di sekolah dalam penelitian ini adalah sebesar 53,03%. Kata kunci : Orangtua, Teman sebaya, Perilaku disiplin.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA NINGRUM, SEKAR; WARSITO WIRYOSUTOMO, HADI
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar yaitu rangkaian usaha yang dapat mengakibatkan dorongan dalam diri individu maupun dari luar, untuk melakukan suatu tindakan belajar, sedangkan konseling realita merupakan suatu konseling yang menekankan pada realita masa sekarang, serta kesadaran dalam bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri tanpa merugikan dirinya ataupun orang lain. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji ada peningkatan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan konseling realita. Metode penelitian yaitu kuantitatif. Jenis penelitian ini tergolong penelitian eksperimen. Desain penelitian yaitu menggunakan pre experimental one group pre test post test. Pelaksanaan penelitian diadakan di SMP Negeri 29 Gresik pada kelas VII. Subjek penelitian ini yaitu lima siswa kelas VII SMP Negeri 29 Gresik yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket. Lima siswa yang memiliki motivasi belajar rendah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dan diberikan post test. Setelah itu hasilnya diuji menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh yaitu Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0.043, sehingga 0.043 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa antara sebelum dan sesudah penerapan konseling realita. Kata Kunci: Konseling Realita, Teknik WDEP, Motivasi Belajar
PENGEMBANGAN BOOKLET SELF COMPASSION UNTUK SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 MENGANTI NUR FADILAH, ELA; NURYONO, WIRYO
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self compassion adalah kemampuan seseorang untuk memberikan kasih sayang untuk dirinya dengan kebaikan diri, kepeduliaan saat mengalami suatu masalah, kesusahan dan tantangan dalam kehidupan mereka. Permasalahan-permasalahan yang terjadi pada siswa disebabkan dari rendahnya tingkat kebahagiaan, kurangnya rasa optimis dan rendahnya motivasi dalam diri. Booklet mampu memberikan informasi secara lengkap dengan didesain secara menarik agar siswa merasa senang untuk membacanya. Tujuan penelitian pengembangan ini teruntuk membuat media booklet self compassion untuk mengetahuiiaspek akseptabilitas mencakup 4 aspek yaitu aspek kegunaana, aspekokelayakan, aspek0ketepatan, dan aspek kepatutan.m Metode pengembangan booklet self compassion menggunakan prosedur pengembangan dari Sugiyono (2017). Penelitian dilaksanakan hingga tahapan ke tujuh dari sepuluh tahapan yakni hingga revisiiproduk dari hasil uji coba produk (kelompok kecil) dengan menggunakan bimbingannkelompok. Uji akseptabilitas dilaksanakan dengan uji ahli materi, kemudian uji ahli media, dan uji calonnpengguna (guruubimbingan dan konseling dan siswa). Hasil validasi uji akseptabilitas dengan ahlinmateri memperoleh skor 1 terkategori sangat sesuai, pada uji akseptabilitas dengan ahli media memperoleh skor 1 terkategori sangat sesuai, pada uji akseptabilitas uji akseptabilitas calon pengguna yaitu guruubimbingan dan konseling memperolehiskor 1 terkategori sangat sesuai, pada uji akseptabilitas calonnpengguna yaitu siswa rata-rata keseluruhan penilaian memperoleh nilai 97,77% dalamnkategori sangattbaik tidak perlu direvisi..Berdasarkan hasil tersebuttbooklet self compassion memenuhi akseptabilitas. Kemudian hasil uji coba produk (kelompok kecil) dengan pre-test dan post-test memperoleh hasil uji t asymp.sig (2 tailed) mempunyai nilai ?.=0,004 denganntaraf signifikan 5% atau 0,05. Dikarenakan nilai 0,004 lebihhkecilldari 0,05.maka dapattdiputuskannHaiditerima mengartikan terdapat perbedaan tingkat selfncompassion sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya bahwa media booklet self compassion mampu meningkatkan self compassion pada siswa kelas X IPS 2. Kata Kunci: Pengembangann, Booklet, Self Compassion, Siswa
PENGEMBANGAN BOOKLET PENCEGAH KEPEKAAN SELF INJURY SISWA DI SMP NEGERI 20 SURABAYA CINDY PRISTIYANTI, DELLA; NURYONO, WIRYO
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah self-injury, hal ini diperkuat dengan hasil studi pendahuluan yang di lakukan SMP Negeri 20 Surabaya yaitu diperoleh informasi berdasarkan penyebaran angket, bahwa siswa kelas 8 mengalami permasalahan pada bidang pribadi, khususnya kurangnya pengetahuan tentang bahaya self-injury dan cara mencegahanya, serta dilakukan wawancara kepada siswa dan guru bk sebagai penunjang informasi hasil permasalahan. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan pengembangan berupa produk yaitu media booklet pencegah kepekaan self-injury siswa. Diharapkan booklet tersebut dapat bermanfaat untuk siswa, serta bermanfaat bagi guru bk untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan R&D dalam Sugiyono (2017). Uji akseptabilitas dilakukan pada ahli materi, media dan calon pengguna (guru BK dan siswa). Hasil uji validasi ahli materi dan calon pengguna (guru BK) memperoleh nilai sebesar 0,75, hasil uji validasi ahli media memperoleh nilai sebesar 0,83, hasil uji validasi calon pengguna siswa dengan nilai 83,45% yang masuk dalam kategori sangat sesuai dan sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa produk booklet pencegah kepekaan self-injury siswa SMP Negeri 20 Surabaya telah memenuhi akseptabilitas. Hasil uji coba dalam kelompok terbatas menunjukkan hasil uji Paired Sample T-Test memperoleh Sig.(2-tailed) = 0,008 dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Karena nilai 0,008 lebih kecil dari 0,05 maka dapat diputuskan H? diterima artinya ada perbedaan tingkat kerentanan sel-injury setelah penerapan produk booklet pencegah kerentanan self-injury siswa. Sehingga dapat disimpulkan media booklet pencegah kepekaan self-injury dapat menurunkan kepekaan self-injury pada siswa. Kata Kunci: pengembangan, booklet, kepekaan self-injury.
PENERAPAN STRATEGI DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI NO MOBILE PHONE PHOBIA (NOMOPHOBIA) DI SMKN 1 DRIYOREJO , ESTININGSIH; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomophobia merupakan ketakutan yang dialami seseorang saat jauh dari smartphone. Apabila seseorang dihadapkan disuatu tempat yang tidak memiliki jaringan internet atau daya baterai habis, maka kecenderungan perilaku yang ditampakkan dapat mengurangi tingkat konsentrasi seseorang. Oleh karena itu, strategi desensitisasi sistematis dapat digunakan guna meminimalisir kecemasan dari tingkah laku tertentu, dengan menggunakan respon alternatif yang berlawanan dari tingkah laku yang hendak diubah. Caranya yakni dengan berulangkali mengingat dan membayangkan kejadian yang membangkitkan kecemasan serta menekan kecemasan itu dengan relaksasi. Tujuan penelitian ini agar peserta didik dapat meminimalisir kecemasannya saat jauh dari smartphone dengan subjek penelitian yakni lima peserta didik yang memliki skor nomophobia sangat tinggi. Jenis penelitian ini adalah experimen, dengan jenis one group pretest-posttest design. Sedangkan metode dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan skala Nomophobia dan ditemukan 5 subjek penelitian. Hasil analisa menggunakan Uji Paired Samples T-Test diketahui nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,000. Maka, dapat dilihat nilai 0,43 > 0,05 atau 0,43 lebih besar daripada 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya penerapan strategi desensitisasi sistematis efektif untuk mengurangi nomophobia di SMKN 1 Driyorejo. Kata Kunci: Nomophobia, desensitisasi sistematis, smartphone.
PENGEMBANGAN CATATAN KUMULATIF  MELALUI MEDIA WEB SERVER UNTUK SISWA SMA LACKSANA, INDRA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum pemberian layanan yang diberikan guru BK akan efektif jika didasarkan data yang akurat atau data dari asesmen, ada berbagai macam jenis asesmen yang bisa digunakan untuk memperlancar pemberian layanan, akan tetapi jika data dari asesmen tersebut ketika dibutuhkan saat pemeberian layanan sulit dicari artinya guru BK lupa menyimpan dimana atau bisa jadi hilang. Hal tersebut akan menghambat kinerja guru BK dalam menangani masalah siswa. Dengan adanya pengembangan catatan kumulatif melalui media web server ini diharapkan pelayanan yang diberikan guru BK bisa berjalan lancar dan tanpa mengalami hambatan Penelitian ini mengambil model Borg dan Gall (1983) yang telah disederhanakan menjadi lima tahap oleh Tim Puslitjaknov (2008), yaitu: (1) analisis produk yang akan dikembangkan (need assesment), (2) mengembangkan produk awal, (3) konsultasi dengan ahli media, (4) Uji validasi ahli, (5) Uji validasi pengguna Hasil penelitian yang diperoleh dari dua ahli bimbingan dan konseling sebesar 87,08% dengan presentase kriteria kegunaan 90,63 %, kelayakan 87,5 %, ketepatan 85,94 %, kepatutan 83,33 %. Sedangkan berdasarkan uji pengguna guru BK SMAN 1 Cerme diperoleh kriteria kegunaan 87,5%, kelayakan 85,71%,  kepatutan 83,33%, ketepatan 84,38%. Dengan demikian pengembangan catatan kumulatif melalui media web server memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan     Kata Kunci : Catatan Kumulatif, media Web Server
PENGEMBANGAN MEDIA KRR (KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA) BERBASIS SOFTWARE DALAM LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN KONSELING SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AYUDHA MAHARANI, ROSITA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 12 Madiun, SMPN 1 Takeran, SMPN 10 Madiun, dan SMPN 3 Madiun, peneliti menyimpulkan bahwa siswa SMP membutuhkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Di sekolah tersebut ditemukan siswa yang menderita penyakit menular seksual seperti raja singa dan siswa yang melakukan perilaku seks meyimpang dengan pacarnya seperti kissing, petting, dan necking. Guru BK menyadari informasi kesehatan reproduksi remaja sangat penting bagi siswa, namun karena keterbatasan sumber dan media dalam pemberian layanan informasi, hal tersebut tidak berjalan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) berbasis  delphi 2010 dalam layanan informasi bimbingan konseling siswa sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg &  Gall (1983) yang telah disederhanakan oleh tim Puslijaknov. Produk yang dihasilkan ada dua yaitu media KRR berbasis software dan buku panduan aplikasi KRR. Hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling diperoleh rata-rata prosentase aspek kegunaan media KRR sebesar 81,25%, aspek kelayakan sebesar 84,375%, aspek ketepatan sebesar 83,34%, dan aspek kepatutan sebesar 85%. Hasil uji coba calon pengguna guru BK SMPN 12 Madiun diperoleh prosentase aspek kegunaan sebesar 100%, aspek kelayakan sebesar 100%, aspek ketepatan sebesar 100%, dan aspek kepatutan sebesar 100%. Sedangkan hasil uji validasi ahli bimbingan dan konseling pada buku panduan aplikasi KRR berdasarkan sistematikanya sebesar 88,75%. Hasil uji coba calon pengguna guru BK SMPN 12 Madiun pada buku panduan aplikasi KRR sebesar 98,75%. Keseluruhan prosentase hasil uji validasi dan uji coba calon pengguna jika dibandingkan dengan kriteria akseptabilitas menurut Mustaji (2005) adalah sangat baik dan tidak perlu revisi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media KRR berbasis software memenuhi kriteria akseptabilitas.   Kata kunci : Media, Kesehatan Reproduksi Remaja.
PENERAPAN KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY TEKNIK DIALOG SOCRATES DAN SELF-DISCLOSURE UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI SISWA KELAS XI SMAN 1 MENGANTI   CHOIRUN NISA, WINDA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan aspek penting dalam diri individu khususnya remaja untuk memperoleh kehidupan yang utuh. Penerimaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perspektif diri. Dalam perspektif diri sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemikiran individu itu sendiri dalam menerima keadaan diri secara objektif. Berdasarkan wawancara dan pengamatan didapatkan fakta mengenai rendahnya penerimaan diri siswa di SMAN 1 Menganti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kasus siswa yang suka menyendiri, kurang percaya diri, dan mudah tersinggung dengan kritikan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure yang digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI SMAN 1 Menganti, sehingga siswa dapat memiliki keyakinan rasional terhadap dirinya melalui konseling rational emotive behavior theraphy teknik dialog Socrates dan self-disclosure. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian one grup   pre-test and post-test design.   Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI yang memiliki penerimaan diri rendah. Teknik analisis analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis uji tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 5. Berarti N  (banyaknya tanda  yang  lebih  sedikit)  adalah  0.  Kemudian dikonsultasikan dengan  tabel  tes  binomial  dengan ketentuan N=5 dan x=0 dengan α = 5% maka diperoleh ρ = 0,031, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,031 < 0,05 dengan demikian H0  ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan jumlah skor yang diperoleh siswa yang memiliki penerimaan diri rendah sesudah diberikan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure pada siswa kelas XI SMAN 1 Menganti.   Kata Kunci: Konseling rational emotive behavior, Teknik dialog Socrates dan self-disclosure, dan Penerimaan diri  
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ANDINI, LINA
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang dihadapi siswa dalam hal penyesuaian diri siswa di sekolah. Permasalahan penyesuaian diri yang sering dihadapi siswa di sekolah yaitu dengan guru, mata pelajaran, teman sebaya, dan peraturan sekolah. Adanya permasalahan yang dihadapi siswa di sekolah membutuhkan suatu pemecahan masalah. Yang dibutuhkan seorang siswa dalam memecahkan masalah adalah keterampilan mengidentifikasi sebuah masalah, menemukan berbagai kemungkinan solusi yang ada, dan memutuskan pilihan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk membantu siswa agar mampu memecahkan masalah secara mandiri adalah melalui sebuah media cetak yang berupa buku panduan. Pengembangan buku panduan kemampuan prolem solving untuk siswa sekolah menengah pertama merupakan pengembangan media bimbingan dan konseling dalam layanan bimbingan kelompok. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah utama, namun telah disederhanakan oleh peneliti menjadi 8 tahap dalam penelitian pengembangan ini, yakni hanya sampai tahap prodak akhir. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk berupa buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama yang memenuhi kriteria akseptabilitas yaitu kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama memenuhi kriteria akseptabilitas. Nilai yang diperoleh dari validator uji ahli BK yaitu 90%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”, validator uji calon pengguna produk (konselor) yaitu 89,7%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”, dan menurut validator uji ahli media sebagai reviwer dalam pengembangan ini menyatakan secara keseluruhan buku panduan bagus, menarik, dan desain sesuai dengan usia siswa sekolah menengah pertama. Secara keseluruhan, buku panduan kemampuan problem solving memperoleh prosentase nilai 89,9%, kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”. Maka, dapat disimpulkan dari hasil penilaian tersebut, buku panduan kemampuan problem solving untuk siswa sekolah menengah pertama dapat digunakan di sekolah menengah pertama.   Kata Kunci : Pengembangan, Buku Panduan, Problem Solving, Penyesuaian Diri.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 MOJOWARNO JOMBANG HIKMATUL ILMI, TRI
Jurnal BK UNESA Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 nomer 1
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan diri merupakan aspek penting dalam diri individu khususnya remaja untuk memperoleh kehidupan yang utuh. Penerimaan diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perspektif diri. Dalam perspektif diri sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemikiran individu itu sendiri dalam menerima keadaan diri secara objektif. Berdasarkan wawancara dan pengamatan didapatkan fakta mengenai rendahnya penerimaan diri siswa di SMAN 1 Menganti. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kasus siswa yang suka menyendiri, kurang percaya diri, dan mudah tersinggung dengan kritikan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan layanan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure yang digunakan untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas XI SMAN 1 Menganti, sehingga siswa dapat memiliki keyakinan rasional terhadap dirinya melalui konseling rational emotive behavior theraphy teknik dialog Socrates dan self-disclosure. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian one grup   pre-test and post-test design.   Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI yang memiliki penerimaan diri rendah. Teknik analisis analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis uji tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 5. Berarti N  (banyaknya tanda  yang  lebih  sedikit)  adalah  0.  Kemudian dikonsultasikan dengan  tabel  tes  binomial  dengan ketentuan N=5 dan x=0 dengan α = 5% maka diperoleh ρ = 0,031, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,031 < 0,05 dengan demikian H0  ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan jumlah skor yang diperoleh siswa yang memiliki penerimaan diri rendah sesudah diberikan konseling rational emotive behavior therapy teknik dialog Socrates dan self-disclosure pada siswa kelas XI SMAN 1 Menganti.   Kata Kunci: Konseling rational emotive behavior, Teknik dialog Socrates dan self-disclosure, dan Penerimaan diri  

Page 4 of 45 | Total Record : 444