cover
Contact Name
Rima Pratiwi Fadli
Contact Email
rima@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : 23376740     EISSN : 23376880     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 674 Documents
Peningkatan Aktivitas dan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi melalui Penggunaan Peta Konsep pada Siswa Kelas IV SD 09 V Koto Kampung dalam Kabupaten Padang Pariaman KASMABOTI KASMABOTI
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.757 KB) | DOI: 10.29210/14800

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menulis karangan karena masih ditemukan kesalahan dalam karangan siswa, seperti kalimat yang digunakan kurang runtut atau bolak-balik dan ide yang digunakan masih kaku/sempit. Kerancuan karangan juga terlihat dari segi kelengkapan paragraf yang dibuat. Paragraf-paragraf yang dibuat siswa kurang padu atau kurang terlihat adanya hubungan antar paragraf sehingga nilai siswa dalam menulis rendah. Tujuan penelitian ini adalah agar siswa dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan peta konsep.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran aktivitas menurut Dierich, kemampuan menulis karangan deskripsi menurut Muchlisoh dengan peta konsep menurut Nur Afrita.Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD 09 V Koto Kampung Dalam yang berjumlah 36 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan tes hasil belajar.Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di kelas IV SD 09 V Koto Kampung Dalam, penggunaan peta konsep terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Ini dapat dilihat pada siklus I tahap prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan dengan rata-rata nilai 75,77. Sedangkan pada siklus II tahap prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan dengan rata-rata nilai 78,53 dengan peningkatan sebesar 2,76.Berdasarkan hal tersebut di atas dapat dikatakan bahwa peta konsep dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa, untuk itu disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan peta konsep dalam melaksanakan pembelajaran menulis. 
Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Dekripsi Dengan Menggunakan Media Gambar Aryani Aryani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.946 KB) | DOI: 10.29210/19100

Abstract

Writing is a processof delivering ideas and messages, feelings and information to the readers through creative process and this activity needs knowledge and skill, so the readers can easily and clearly undertand the ideas or messages of the writer. One  of writng texts is descriptive text which describes about something.  There are some factors which make the writer can not deliver and write his or her ideas about describing something. This condition is caused by the media which is used by the teacher in the classroom is not interesting and cannot motivate the students to write descriptive text. This research is about increasing students’ability in writing descriptive text by using pictures By using pictures, the students can be motivated to write and to deliver their ideas to descrite something well.
Hubungan Persepsi Siswa tentang Proses Peminatan dengan Aspirasi Karir Siswa Ria Febriani; Yulidar Ibrahim; Ifdil Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.173 KB) | DOI: 10.29210/112400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang proses peminatan, mendeskripsikan aspirasi karir siswa, dan menguji  hubungan persepsi siswa tentang proses peminatan dengan aspirasi karir siswa. Penelitian ini berbentuk deskriptif  korelasional dengan sampel 85 orang siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen persepsi siswa tentang proses peminatan dan instrumen aspirasi karir siswa yang dikembangkan oleh Afriyadi Sofyan (2013). Dari hasil penelitian diketahui sebagian besar persepsi siswa tentang proses peminatan berada pada kategori cukup baik, namun memiliki kecenderungan baik, sebagian besar aspirasi karir siswa berada pada kategori sedang, namun memiliki kecenderungan tinggi, serta terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang proses peminatan dengan aspirasi karir siswa. Perlu upaya guru BK untuk lebih  meningkatkan pemberian layanan bimbingan dan konseling, agar pelaksanaan proses peminatan dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan persepsi siswa tentang proses peminatan dan dapat meningkatkan aspirasi karir siswa.
Peluang dan Tantangan Pelayanan Konseling Pada Setting Masyarakat di Indonesia (Perspektif Dari Perkembangan Konseling Setting Masyarakat Di Amerika) Amirah Diniaty
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.811 KB) | DOI: 10.29210/1600

Abstract

Keberadaan pelayanan konseling pada setting masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi latar belakang ekonomi, sosial, budaya, agama,  pendidikan, pekerjaan dan kondisi alam disekitarnya, saat ini perlu ditinjau peluang dan tantangannya. Belajar dari apa yang telah terjadi di Amerika yang saat ini profesi konseling telah mendapat tempat di hati masyarakatnya, maka profesi konselor di Indonesia harus membenahi diri siap dengan peluang dan tantangan yang ada. Konselor yang memilih bekerja dilingkungan ini berkesempatan untuk melayani orang yang memiliki kekurangan, pecandu, orang tua, orang yang terganggu mentalnya, pegawai pemerintah dan militer, pegawai di perusahaan besar. Tugas dan tantangannya banyak. Untuk itu konselor yang bekerja pada setting masyarakat harus bersifat fleksibel, berpengetahuan luas, memiliki koneksi, dan siap untuk menanggapi beberapa permintaan.
Pelatihan dan Workshop Pendekatan dan Teknik Konseling Expressive Therapy bagi Guru BK SLTP/ MTs.N Kota Padang Syahniar Syahniar; Lisa Putriani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.384 KB) | DOI: 10.29210/120300

Abstract

Kegiatan pelatihan dan workshop ini dijalankan berdasarkan banyaknya fenomena siswa yang tidak mampu menyampaikan perasaan dan pemikirannya dalam proses konseling.  Hal ini berkemungkinan terjadi karena dampak psikologis dari berbagai kejadian, salah satu contohnya adalah ketakutan terhadap ujian nasional. Dampak psikologis ini, seharusnya bisa diminimalkan dan/atau dihilangkan apabila siswa mau menyampaikan permasalahannya kepada guru BK/Konselor. Untuk itu guru BK/konselor harus memiliki wawasan dan keterampilan tentang berbagai pendekatan dan teknik dalam konseling. Salah satunya adalah teknik konseling expressive therapy. Para ahli terapi ekspressif meyakini bahwa individu berbeda dalam mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya, ada individu yang lebih terbuka mengungkapkan apa yag terasa dalam dirinya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Sebaliknya ada individu lainnya agak tertutup tidak bisa mengkomunikasikan secara langsung apa yang terasa dan menjadi beban pikirannya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Untuk itu konselor perlu memiliki metode yang bervariasi dalam kegiatan pelayanan konseling, sehingga konselor dapat mengembangkan kemampuan klien untuk mengkomunikasikan secara efektif dan otentik apa yang ada dalam dirinya dan apa yang menjadi beban pikirannya, serta yang menjadi obyek kecemasannya. Pelatihan dan workshop ini diberikan kepada guru BK/Konselor tingkat SLTP/MTsN se Kota Padang dalam pertemuan MGBK Kota Padang.
Penggunaaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Meiyunis Meiyunis
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/13900

Abstract

Penelitian ini berawal dari kenyataan di sekolah bahwa dalam penyampaian pembelajaran guru masih bersifat konvensional yang menyebabkan peserta didik bosan dan kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran yang tercipta bersifat monoton. Untuk dapat meningkatkan dan menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan salah satunya dengan menggunakan media gambar. Media gambar adalah suatu media pendidikan yang dapat menginformasikan pembelajaran secara komunikatif, yang bisa mengatasai ruang dan waktu dan berisi pesan yang disampaikan dalam pembelajaran melalui gambar dengan tujuan menarik perhatian dan minat peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 27 Lubuk Alung Kabupaten Alung, dengan subjek penelitian peserta didik kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Alung Kabupaten Alung dengan jumlah peserta didik 22 orang, yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus  yaitu siklus I dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan. Prosedur penelitian dilakukan melaluli 4 tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Pembelajaran media gambar memiliki langkah-langkah yaitu 1) menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, 2) menyampaikan tujuan pembelajaran, 3) memberikan pengantar, 4) memperagakan gambar, 5) meminta pendapat peserta didik, 6) menjelaskan materi, 7) mengajukan pertanyaan, 8) menyimpulkan materi pelajaran, 9) memberikan evaluasi. Penelitian dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Persentase hasil belajar peserta didik pada siklus I adalah 67% dan pada siklus II adalah 81%. Dari analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPS di kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Alung Kabupaten Alung, dengan persentase peningkatan 14%.
"Teenagers” Self Concept in Terms Of Gender, Cultural Background and Status at The Orphanage of Padang City "Teenagers” Self Concept in Terms of Gender, Cultural Background and Status at The Orphanage of Padang City Syawaluddin Syawaluddin; Mega Iswari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.369 KB) | DOI: 10.29210/111500

Abstract

Self-concept of someone is heavily influenced by various factors, which include gender, cultural background and status. Related to guidance and counseling services in improving teenagers’ self-concept who live in an orphanage, is necessary to obtain a clear description about self- concept with a variety of factors that can affect it. This research uses a quantitative approach to type descriptive comparative. The research methods applied in the study was ex post facto with a sampling of data retrieval, research design using factorial design 2 x 4 x 2. Teenager’s self-concept of men and women are in middle category, average value of boys’ score are higher than girls, it means that  boys have  more positive view of themselves than girls. 2) Teenager’s self-concept in orphanages based on the cultural background of the Minangkabau, Mentawai, Java, and Batak are in middle category, there were no differences in teenager’ self-concept based on the cultural background of the Minangkabau, Mentawai, Java, and Batak who lives in an orphanage. 3) Teenager’s self-concept with orphan status and surrogate parents are in middle category, average value scores of teenager orphan status is higher than teenagers with the status of surrogate parents, it means that teenagers with orphan status have positive view of  himself rather than teenagers with surrogate parent status. 4) Teenager’s self-concept in terms of gender, cultural background, and status are in middle category, and there are interactions between gender variable, cultural background and status in explaining teenager’s self-concept. The implications of these results for the counselor are for a material consideration in the preparation of counseling service programs in improving teenager’s self-concept in an orphanage.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Metode STAD pada Peserta Didik Kelas VIII Harnieti Harnieti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.559 KB) | DOI: 10.29210/117600

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peningkatan aktivitas dan hasil belajar pseerta didik dengan menerapkan metode STAD pada kelas VIII.8 SMPN 1 Kecamatan Luak Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitin ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, dan masing-masing siklus dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi dan pemikiran tentang salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan didampingi oleh teman sejawat sebagai observer dengan menggunakan lembar observasi. Kemudian hasil pengamatan akan dianalisis dengan melihat peningkatannya dalam setiap siklus. Keberhasilan penerapan model, pemilihan media, strategi, maupun pendekatan pembelajaran tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun penelitian ini setidaknya memberikan gambaran bagaimana seorang guru berusaha untuk meningkatkan  aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan.
Penerapan Metode Inkuiri untuk Materi Pengembangan Diri (PKN) pada Siswa Kelas V SD Negeri 26 Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan MASLINDA MASLINDA
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 3 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.353 KB) | DOI: 10.29210/13000

Abstract

Pendidik harus bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri, mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya, dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VI  SD Negeri 26 Nanggalo, dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5,7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7,46, terdapat selisih nilai sebesar 1,76. Selain data yang dihasilkan dari tes, terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Sebanyak 16 siswa (56,5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami, sedangkan sebanyak 14 siswa (43,5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Soal Cerita Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 07 Batang Anai Jusmaini Jusmaini
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.153 KB) | DOI: 10.29210/16500

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti di SDN 17 Nan Sabaris dan hasil wawancara terhadap siswa dan guru kelas III SDN 17 Nan Sabaris, siswa kurang memahami soal cerita, serta pembelajaran dilaksanakan oleh guru masih secara konvensional. Hal ini mengakibatkan nilai siswa rendah, yakni pencapaian nilai rata-rata siswa secara klasikal adalah 5,4. Untuk itu penulis melalui penelitian ini mencoba meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita melalui pendekatan CTL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, bentuk pelaksanaan dan hasil pembelajaran soal cerita melalui pendekatan CTL. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL mempunyai 7 langkah, yaitu konstuktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian yang sebenarnya. Langkah pendekatan CTL tersebut dikombinasikan dengan langkah-langkah menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class action research), penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan siswa yang diambil sebagai subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDN 17 Nan Sabaris. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan.Hasil penelitian dari setiap siklus yang dilaksanakan dalam peneitian ini terlihat peningkatan hasil belajar siswa dari tes awal dengan rata-rata 5,6 dan pada tes akhir tindakan siklus I rata-rata hasil belajar siswa 6.8, sedangkan pada tes akhir tindakan siklus II rata-rata nilai siswa yakni 8,46. Hasil pengamatanpun terlihat peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penulis mengambil simpulan pada penelitian ini bahwa dengan menggunakan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 6 of 68 | Total Record : 674


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 3 (2025): JKP Vol. 13 No. 2 (2025): JKP Vol. 13 No. 1 (2025): JKP Vol. 12 No. 4 (2024): JKP Vol 12, No 3 (2024): JKP Vol. 12 No. 3 (2024): JKP Vol 12, No 2 (2024): JKP Vol. 12 No. 2 (2024): JKP Vol 12, No 1 (2024): JKP Vol. 12 No. 1 (2024): JKP Vol 11, No 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 4 (2023): JKP Vol. 11 No. 3 (2023): JKP Vol 11, No 3 (2023): JKP Vol. 11 No. 2 (2023): JKP Vol 11, No 2 (2023): JKP Vol. 11 No. 1 (2023): JKP Vol 11, No 1 (2023): JKP Inpress 2023 Vol 10, No 4 (2022): JKP Vol 10, No 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 3 (2022): JKP Vol. 10 No. 2 (2022): JKP Vol 10, No 2 (2022): JKP Vol 10, No 1 (2022): JKP Vol. 10 No. 1 (2022): JKP Vol 9, No 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 4 (2021): JKP Vol. 9 No. 3 (2021): JKP Vol 9, No 3 (2021): JKP Vol 9, No 2 (2021): JKP Vol. 9 No. 2 (2021): JKP Vol 9, No 1 (2021): JKP Vol. 9 No. 1 (2021): JKP Vol 8, No 3 (2020): JKP Vol. 8 No. 3 (2020): JKP Vol 8, No 2 (2020): JKP Vol 8, No 1 (2020): JKP Vol 7, No 3 (2019): JKP Vol 7, No 2 (2019): JKP Vol. 7 No. 1 (2019): JKP Vol 7, No 1 (2019): JKP Vol 6, No 3 (2018): JKP Vol 6, No 2 (2018): JKP Vol 6, No 1 (2018): JKP Vol 5, No 3 (2017): JKP Vol 5, No 2 (2017): JKP Vol 5, No 1 (2017): JKP Vol 4, No 3 (2016): JKP Vol 4, No 2 (2016): JKP Vol 4, No 1 (2016): JKP Vol 3, No 3 (2015): JKP Vol 3, No 2 (2015): JKP Vol 3, No 1 (2015): JKP Vol 2, No 3 (2014): JKP Vol 2, No 2 (2014): JKP Vol 2, No 1 (2014): JKP Vol 1, No 3 (2013): JKP Vol 1, No 2 (2013): JKP Vol 1, No 1 (2013): JKP More Issue