Jurnal Konseling dan Pendidikan
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Articles
674 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Membaca Lancar Melalui Penggunaan Alat Peraga Kartu Huruf Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas I SDN 05 Nan Sabaris Tahun Pelajaran 2015/2016
Erni Mayana
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.094 KB)
|
DOI: 10.29210/16100
Learning to write and read at the elementary level is the main staple for Indonesian lessons, if the student does not have the ability to read and write at the beginning of this level, it will be very difficult for any lesson. Result of preliminary observations in primary school 05 Nan Sabaris shows that there are several obstacles facing teachers in the learning process. One problem is difficult to instill the concept of reading and writing to students.The purpose of this action research are (1) to determine the extent of the use of learning resources in the form of cards letters and syllables and words can affect the ability of students in assembling and read it word for word (2) to improve the ability of students to practice reading by using cards are dealt teacher said. Data were obtained through tests and the use of the observation, the data is processed by a percentage. The results of the analysis of data obtained in the first cycle of learning success; 61.00 %, and the second cycle; amounted to 81.50%. So show no increase in student learning from the first cycle to cycle II. Thus the use of the letter cards can increase pemahamn stringing words and read to students. This is evident from the excited students verbatim via encrypted card.
Perceraian Karena Pernikahan atas Kehamilan Diluar Nikah (Studi pada Kasus dengan Pola Asuh Permisif)
Happy Karlina Marjo
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.465 KB)
|
DOI: 10.29210/19900
The research was conducted to reveal the various facts about the permissive parenting parents against the impact of a single female parent’s teenager the end. Use case study in qualitative approach. On two of the respondents which of its characteristics are single parents teenager pregnant outside wedlock end then married in a short time and eventually divorced. Data were collected through interviews; observation and documentation study. Analyzed data qualitative descriptive usage through case studies and served in the form of narratives with earlier in Triangulation. Research results shows that the problem is becoming a single parent woman have an impact on the lives of young women as single parents. Respondents subjected to stress, standard of living is low a negative view of society and childcare; aspect role overload, poverty, loneliness and isolation, and felt to be a burden not affect the respondents. A family of permissive parenting causes the marriage is seen as a mere status only, so that after their child's birth status was not considered important, and they choose to become single parents. Further research showed the presence of moral deterioration and the difference in the impact of being a single parent on this research is influenced strongly by self resiliensi respondents. Counseling service to help explore the issues and deal with cases of teenagers as a single parent is indispensable.
Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika melaluiPendekatan Matematika Realistik Di Kelas VIII.3 SMP
Taslim Taslim
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.694 KB)
|
DOI: 10.29210/114500
Proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan di sekolah mempunyai kecenderungan didominasi oleh guru. Hal ini mengakibatkan siswa kurang aktif sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. Khusus di kelas VIII.3 SMP Negeri 1 Baso Kabupaten Agam dalam belajar matematika siswa kurang aktif dan hasil belajar matematikanya belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan guru belum mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran matematika yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat memenuhi harapan tersebut adalah model pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik. Pendekatan matematika realistik akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengkonstruksikan kembali konsep-konsep matematika sehingga siswa mempunyai konsep pengertian yang kuat. Selain itu melalui pendekatan ini siswa dapat mengaitkan materi matematika dalam kehidupan dunia nyata. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan pada 2 siklus sebanyak 6 kali pertemuan. Subjek penelitian siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 1 Baso Kabupaten Agam yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan penelitian diperoleh siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan sebanyak 27 orang siswa yaitu 90 % dan aktivitas siswa dalam belajar meningkat secara signifikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII.3 SMP Negeri 1 Baso Kabupaten Agam.
Interaksi Sosial Siswa dengan Kelompok Teman Sebaya di Sekolah dan Implikasinya terhadap Pelayanan BK
Melchioriyusni Melchioriyusni;
Zikra Zikra;
Azrul Said
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.159 KB)
|
DOI: 10.29210/11700
In social interaction students with clusters of their peers in school, occurring social interaction being diverse. Students who less mutual esteem between students the one with students others. Some students who less cooperation in school and only wan to win own. Research purposes this to describe social interaction students with clusters of their peers in school of cooperation, competition and conflict and implication to the public BK. Method research used research descriptive. Population totaled 494 people and samples about 83 students. Overall social interaction students with clusters of their peers in school in good
Peran Efikasi Diri (Self Efficacy) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Somawati Somawati
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.378 KB)
|
DOI: 10.29210/118800
Mathematical problem solving ability is surely the must-have any students in doinga math problem that is abstract. But many of the students who have not been able to use the problem-solving ability in doing a math problem. Many of them assumed that mathematics is a difficult lesson, and it usually requires a high concentration oflearning math. So the efficacy of self (self efficacy) is in need of students to cope with these problems. Self-efficacy (self efficacy) refers to the belief that relates to the ability and willingness of a student to achieve and complete tasks and results of the study with the target time has been determined and self efficacy refers to the consideration of how big someone's beliefs about their ability to perform a number of learning activities and their ability to complete tasks. Students who have a good self-efficacy will be successful in theirlearning activities andcanperform academic duties smoothly likewise viceversa if the efficacy in low students then have students will quickly give up on any problems in dealing with. Hence the need for self-efficacy so that arise from the student is either the later will provide confidence in the ability of students in solving mathematical problems.
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Standar Kompetensi Menerapkan Konsep Barisan Dan Deret Dalam Pemecahan Masalah Melalui Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok Di Kelas XI AP 3 Semester Ganjil SMKN 1 Payakumbuh Tahun Ajaran 2015/2016
Rinaldi Rinaldi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1518.334 KB)
|
DOI: 10.29210/14900
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika Standar Kompetensi Menerapkan Konsep Barisan Dan Deret Dalam Pemecahan Masalah di kelas XI AP 3 semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui metode pembelajaran diskusi kelompok. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 3 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan , observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal diakhir setiap siklus, aktifitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. Metode yang digunakan dalam upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah Metode Diskusi Kelompok. Secara umum hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diungkapkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa. Pada kompetensi dasar sebelumnya rata-rata hitung nilai ulangan harian adalah 69,45 dengan persentase ketuntasan belajar 54,05% (20 siswa), serta banyak persentase siswa yang tidak tuntas berjumlah 45,95% (17 siswa) dari 37 orang siswa. Setelah dilakukannya penelitian ini, diharapkan kepada guru untuk dapat menerapkan hasil penelitian ini dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Matematika agar pembelajaran menjad lebih efektif dan berkualitas di masa yang akan datang, sehingga output dari pendidikan juga lebih berkualitas.
Metode Bermain Peran pada Materi Menjaga Keutuhan NKRI dalam Rangka Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD
Harismaliza Harismaliza
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.715 KB)
|
DOI: 10.29210/18400
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indikator yang ingin dicapai dalam pembelajaran adalah menanamkan sikap cinta tanah air.Di samping itu kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran PKn yang mereka anggap membosankanhasil belajarnya masih jauh di bawah KKM.Rumusan penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas V SD Negeri 08 Nan Sabaris? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V di SDN08 Nan Sabaris. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus . Siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan, setiap akhir siklus dilakukan penilaian evaluasi sebagi tindak lanjut dari tindakan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat mengembangkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan siswa.
Token Economy (Hadiah) untuk Penyelesaian Tugas dalam Layanan Penguasaan Konten
Yeni Satroma Dewi;
Herman Nirwana;
Neviyarni S
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.278 KB)
|
DOI: 10.29210/112500
To learn so far a bout token economy in the completion students task at V grade in SD N 16 Sungayang. This research includes qualitative research with this type of case studies. The invent of this research show that applying token economy has a great influence to ward students behave in the completion mathematic task in the class. The implication application of token economy can support the implementation of service delivery mastery of content in completing learning tasks and giving other Guidance. A counselor can collaborate with some of the teachers to improve students behavior and students quality. It is hoped to the next beseecher to apply token economy in the different field to get more view.
Perkembangan Profesional Konselor Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Industri
Fadhila Yusri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.789 KB)
|
DOI: 10.29210/1700
Perubahan sosial yang amat cepat dan makin kompleksnya keadaan masyarakat dewasa ini telah terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan itu melahirkan diferensiasi dan situasi global yang berbeda. Masyarakat industri yang tiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya. Bekerja di bawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya. Bahkan banyak diantara mereka yang melupakan bahwasanya di rumah mereka mempunyai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kantor berita online, careerbuilder.co.uk menulis dan menempatkan konselor dalam 10 besar profesi yang sangat dibutuhkan di dalam masyarakat saat ini. Alasannya dikemukakan bahwa tekanan hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang menderita stres dan mengalami kecemasan berlebihan. Karena itu, tenaga konselor merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan di zaman globalisasi seperti saat sekarang ini. Seorang calon konselor yang hanya cukup puas dengan kemampuan dan keahlian serta kompetensi yang sudah dikuasai secara benar dibangku perkuliahan saja tanpa membekali dengan kemampuan (skill) lain. Hal ini, jelas akan menjadi pertanyaan besar, “apakah bisa menembus ketatnya persaingan dunia profesi di pasar global?”. Sementara dunia globalisasi menuntut pekerja profesional yang handal. Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar global konselor memang diharapkan untuk selalu mengembangkan kemampuan profesionalnya dibidang konseling. Arah pengembangan profesional konselor hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar global, hingga tenaga konselor dapat membantu masyarakat industri keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya profesi konselor makin dipercayai di tengah masyarakat dengan keprofesionalan tenaga pelaksananya.
Karakteristik Anak Bungsu
Nilma Zola;
Asmidir Ilyas;
Yusri Yusri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.019 KB)
|
DOI: 10.29210/120100
Each child in the birth order has advantages and disadvantages, but the most often attracts attention in the family is the youngest child. The phenomenon found in the presence of younger children who lack the motivation of achievement, less independent, likes to seek the attention of others, and difficult to adapt in new environment and lack of willingness in taking responsibility. The type of this research is descriptive quantitative. Research subjects of all youngest children at Junior High School totaling 107 people. The results reveal that, (1) independence is generally in the category of less good; (2) adaptation in school is generally in very good category; (3) achievement motivation is generally in the less good category; and (4) responsibility in learning is generally in the good category.