cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Peranan Administrasi Kepegawaian Pada Sekolah Menengah Kejuruan Di Daerah Istimewa Yogyakarta Mochamad Hanafi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.597 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v15i1.24486

Abstract

Abstrak: Peranan Administrasi Kepegawaian Pada Sekolah Menengah Kejuruan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepegawaian merupakan unsur penting dalam administrasi yang akan menggerakkan unsur yang lainnya. Sehingga sangat perlu diperhatian dalam peranan atau kegiatannya. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui peran administrasi kepegawaian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Desain penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mendalam fakta terkait pengelolaan kepegawaian pada SMK di DIY. Pendeskripsian pada penelitian ini dengan menggunakan hasil analisis wawancara dan bantuan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa administrasi kepegawaian pada SMK di DIY belum dilaksanakan sepenuhnya secara maksimal walaupun dalam ketentuannya sudah tercantum. Untuk penarikan tenaga kerja serta seleksi pegawai masih bergantung kepada pemerintah provinsi. Untuk pelatihan terhadap personel yang ada mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi. Akan tetapi untuk pengembangan struktur organisasi, penggolongan jabatan, penilaian kecakapan, perencanaan kenaikan pangkat, hubungan antar manusia dan kegiatan untuk memelihara dan mempertahankan moril dan disiplin pegawai telah dilakukan dengan baik.Abstract: The Role of Staff Administration in Vocational High Schools in the Special Region of Yogyakarta. Staffing is an important element in administration that will move the other elements. So it is necessary be concerned in the roles or activities. This study aims to determine the role of personnel administration at the Vocational High School (VHS) in the Special Region of Yogyakarta (DIY). This research was conducted with qualitative descriptive. Descriptive research design is intended to obtain in-depth information on facts related to staffing management at VHS in DIY. Descriptions in this study with the help of the results of interview analysis and documentation in the field. The results of the study show that the personnel administration at VHS in DIY has not been fully implemented even though the provisions have been stated. For the withdrawal of workers and the selection of employees still depends on the provincial government. For training of existing personnel following training held by the provincial government. However, for the development of organizational structures, job classification, skills assessment, promotion planning, human relations and activities to maintain and maintain morale and discipline of employees have been done well.
Mengelola Perubahan dalam Organisasi Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3540.702 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3822

Abstract

Perubahan pada dasarnya adalah menjadikan sesuatu yang ada saat ini menjadi sesuatu yang baru yang dinginkan. Perubahan dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kekuatan yang muncul dari dalam organisasi seperti: sumber daya manusia, perilaku, dan keputusan manajemen. Sedangkan faktor eksternal berupa kekuatan dari luar organisasi: karakterisitik demografis, perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik. Mengelola perubahan dalam organisasi harus melalui tahapan­tahapan tertentu, yaitu: menetapkan kebutuhan untuk melakukan perubahan, mengenali faktor-faktor penghambat, melaksanakan perubahan, dan mengevaluasi perubahan. Agar perubahan organisasi dapat berjalan dengan baik maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip manajemen perubahan yang meliputi: perubahan harus benar-benar diinginkan, adanya penaggung jawab, realistis, mengetahui kendala yang akan dihadapi, bersikap positif, optimis, serta harus bersyukur. Perubahan dalam organisasi dapat menimbulkan reaksi atau perlawanan dari para anggota atau bawahan. Tipe-tipe perlawanan yang muncul terhadap perubahan terdiri dari: tipe perlawanan logis (keberatan rasional), tipe perlawanan psikologis (sikap emosional), dan tipe perlawanan sosiologis (kepentingan kelompok). Untuk mengatasi reaksi negatif terhadap perubahan dapat dilakukan beberapa macam pendekatan yaitu : pendidikan dan komunikasi, partisipasi dan pelibatan, fasilitas dan dukungan, negosiasi dan persetujuan, manipulasi dan kooptasi, serta penekanan. Penerapan pendekatan tersebut disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tujuan dari perubahan yang diinginkan.
DAMPAK MEDIA SOSIAL DALAM GAYA HIDUP SOSIAL ( STUDI KASUS PADA MAHASISWI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN FE UNY) Chusnu Syarifa Diah Kusuma
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. 17 No. 1 Februari 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.971 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v17i1.30436

Abstract

Abstrak: Dampak Media Sosial dalam Gaya Hidup Sosial: (Studi Kasis pada Mahasiswi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY). Pengaruh media sosial dalam institusi pendidikan dan masayarakat sekarang ini tidak diragukan lagi. Siswa di negara maju dan berkembang menjadi lebih kecanduan media sosial dan aplikasinya karena berbagai alasan. Alasan-alasan ini dapat menyebabkan perubahan dalam gaya hidup sosial dan pribadi baik secara akademis maupun di luar akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari media sosial pada gaya hidup sosial siswa khususnya mahasiswi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif yang melibatkan instrumen penelitian kuesioner di antara 40 mahasiswi Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2018 Fakultas Ekonomi  Universitas Negeri Yogyakarta. Temuan-temuannya meliputi; media sosial memperbaiki cara berpikir mahasiswi, berinteraksi, berkomunikasi, menemukan cinta, gaya hidup sosial dan banyak lagi. Abstract: The Impact of Social Media on The Social Lifestyle (Students of the Office of Education Administration Study Program class of 2018, Faculty of Economics, Yogyakarta State University). The influence of social media in educational institutions and society today is no doubt. Students in developed and developing countries are becoming more addicted to social media and its applications for various reasons. These reasons can cause changes in social and personal lifestyles both academically and outside academia. This study aims to assess the impact of social media on the social lifestyle of students, especially college students. This research uses a quantitative research methodology involving a questionnaire research instrument among 40 students of the Office of Education Administration Study Program class of 2018, Faculty of Economics, Yogyakarta State University. The findings include; social media improves the way students think, interact, communicate, find love, social lifestyles and more.Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Kusuma, C. S. D. (2020). Dampak Media Sosial dalam Gaya Hidup Sosial (Studi Kasus pada Mahasiswi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY). Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 17(1), 15-33. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v17i1.30436
Perkantoran dalam Administrasi Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3937.321 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i2.3858

Abstract

Pemahaman Kantor dalam kehidupan sehari-hari tidak mudah sebab memerlukan kemampuan berfikir abstrak. Kenyataan dilihat sering mengecoh pemahaman relasi antara administrasi dan kantor. Secara konkrit sering tertangkap pengamatan dalam kantor dilaksanakan kegiatan administrasi. Secara konseptual administrasi dilihat dari segi: (1) etimologis, (2) keseluruhan proses; dan (3) institusi. Secara etimologis administrasi berasal dari bahasa Latin (Romawi), Eropa Kontinental berarti memberi pelayanan (administer). Dari segi ini konsep perkantoran merupakan salah satu kegiatan administer, yaitu aktivitas administrare (tatausaha). Pelaksanaan administer berjalan lancar dengan dukungan administro dan administrare. Administrasi meJiputi keseluruhan proses kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Keseluruhan proses menyangkut: (a) proses pemikiran (thinking process); (b) proses substantive (operational process); dan (c) proses pembantuan (auxiliary process). Aktivitas perkantoran dalam kategori proses ada dalam auxiliary process. Dalam segi administrasi sebagai institusi, terdiri dari sekelompok orang, seperti: (a) administrator; (b) menejer; (c) supervisor; (d) worker; dan (e) staf. Perkantoran dilaksanakan oleh aktivitas staf, yang bertugas memberikan masukan, saran untuk dipertimbangkan administrator dalam mengambil keputusan melaksanakan tindakan yang tepat. Pemahaman relasi administrasi dengan perkantoran harus dilakukan secara benar. Konsep administrasi mengandung kegiatan perkantoran, walaupun secara konkrit yang sering tampak bahwa dalam kantor dilaksanakan kegiatan administrasi.
Manajemen Bisnisi dan Idealisme Pendidikan Ki Ismara
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.923 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3869

Abstract

Trend dunia pendidikan di Indonesia saat ini bergeser ke arah bisnis, yang didorong oleh mekanisme pasar. Regulasi pemerintah dalam hal ini, belum berpihak kepada rakyat yang tidak mampu. lembaga bisnis pendidikan menjamur dan berkembang biak terus-menerus, yang menambah jumlah masyarakat usia pendidikan menjadi marginal. Panggung dunia bisnis pendidikan ber1anjut dengan adu kekuatan persaingan yang ada adalah berusaha untuk memenangkan atau tersingkirkan. Pengelolaan sumber daya semakin komplek, tuntutan pasar dan pelangganjuga semakin bervariasi. Untuk itu diperlukan berbagai keunggulan kompetitif, yang didukung dengan penerapan berbagai produk iptek ITC dan manajemen modern. Keunggulan kompetitif yang ditonjolkan adalah sumherdaya manusia pendidik. sarana-prasarana, media dan metode pendidikan. Di sisi lain, ternyata masih kurang memperhatikan keunggulan budaya kerja, nasionalisme, dan keberpihakan terhadap pelanggan yang kurang mampu.
Manajemen Kehumasan di Perguruan Tinggi Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7834.403 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3911

Abstract

Otonomi pendidikan tinggi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, meningkatnya kompetisi antar perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, berkembangnya media massa cetak dan eletronik, kristisnya pandangan masyarakat terhadap perkembangan pendidikan tinggi dan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang terkait dengan masyarakat, pendidikan dan perguruan tinggi, menyebabkan perguruan tinggi harus 'mengkemas' informasi yang di sampaikan pada publik agar publik dapat memperoleh pemahaman yang jelas dan mendukung berbagai kebijakan dan produk yang dihasilkan suatu perguruan tinggi. Manajemen kehumasan perguruan tinggi harus didasarkan pada pemahaman yang tepat terhadap persoalan kehumasan yang dihadapi oleh sebuah perguruan tinggi. Oleh karenanya proses rencana program kerja humas yang efektif pada dasamya adalah sebuah proses yang diawali dengan penentuan masalah melalui penelitian, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi. Dengan demikian dapat dihasilkan suatu program kerja kehumasan yang tidak saja sejalan dengan visi den misi perguruan tinggi tetapi juga misi pokok Humas perguruan tinggi yaitu membangun image positif, menumbuhkan komunikasi yang sinergis antara perguruan tinggi dengan masyarakat dan membangun institusi yang responsif terhadap dinamika masyarakat.
Pentingnya Memberdayakan Pegawai dalam Konteks Perubahan Sunarta Sunarta
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume IX, Februari 2009
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6813.526 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v9i1.3953

Abstract

Dalam implementasi pemberdayaan pegawai diperlukan tingkat kejujuran yang tinggi, keterbukaan, dan integritas pada manajemen puncak, sehingga pemberdayaan bukan sekedar pernberian delegasi dar; pimpinan kepada pegawai dibawahnya, tetapi lebih pada apa dan bagaimana sistem nilai dalam organisasi tersebut dipatuhi. Proses pemberdayaan pegawai suatu organisasi, dapat dilakukan melalui lima tahap: (1) proses diseminasi informasi (informing), tahap (2) proses konsultasi (consulting), tahap (3) proses pengumpulan ide (sharing). tahap (4) proses pendelegasian (delegating). dan tahap (5) proses pemberdayaan (empowering). Ada empat komponen atrlbut pokok organisasi perusahaan yang harus segera diperbaiki jika ingin tetap eksis dalam kancah persaingan global. yakni (1) berorientasi pada pelanggan dan kualitas (customer and quality driven), (2) efektivitas pendapatan dan biaya (revenue and cost effective), (3) kecepatan dan fleksibilitas dalam merespon perubahan pasar (fast and flexible in responding to market changes), dan melakukan inovasi secara berkelanjutan (continually innovating).  Keberhasilan organisasi yang hidup di masa kini dan masa mendatang akan ditentukan oleh faktor kecepatan, fleksibilitas, integritas, dan inovasi dalam memenangkan setiap pesaingan. Sebuah paradigma baru organisasi moderen menganggap bahwa setiap orang adalah pemimpin (leadership from everybody), sehingga melalui pembentukan mindset tersebut pegawai berkesempatan memacu mengembangkan bakat kepemimpinannya. Oengan berkembangnya potensi sebagai pemimpin don mampu mengembangkan kualitas, kompetensi, serta komitmen yang ada pada setiap pegawai, maka akan mempermudah di dalam melakukan alignment visi pribadinya dengan visi organisasi dimana pegawai tersebut bernaung.
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6470.195 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i2.3990

Abstract

Seiring dengan pengembangan teknologi dan informasi, persoalan organisasi semakin bertambah banyak baik dari segi kuantitas maupun tuntutan kualitas para pengguna jasa. Macam kualitas sebagaimana tuntutan masyarakat atau pengguna jasa kantor sernakin kompleks. Apalagi dengan berlakunya Undang-Undang Pelayanan Publik No. 25 tahun 2009 memberikan sinyal akan perlunya organisasi memperhatikan penyelenggaraan pelayanan, karena ada kewajiban organisasi yang harus dilakukan serta pemenuhan hak pengguna jasa yang harus diperhatikan. Ini semua memaksa manajemen lembaga untuk melihat kembali sejauhmana kualitas yang dapat diberikan kepada pelanggannya. Perhatian lembaga akan kualitas pelanggan meliputi berbagai aspek. Diantaranya adalah dilihat dari bagaimana membangun budaya peningkatan kualitas, memberikan kesadaran kepada sumber daya manusia organisasi akan pentingnya kualitas pelayanan . Di samping itu juga perlu perhatian terhadap aspek manajemen dalam mengaplikasikan proses penyelenggaraan pelayanan organisasi. Tidak kalah pentingnya adalah penentuan stadar kualitas pelayanan sebagai pedoman dalam penilaian kinerja.
Upaya Menciptakan Birokrasi yang Ideal dan Peningkatan Kualitas Aparatur Pemerintah Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.137 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3747

Abstract

Pembangunan bangsa memerlukan tatanan birokrasi yang ideal serta tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional. dalam pencapaiannya perlu reevaluasi terhadap keberadaan birokrasi dan SDM yang ada. beberapa hambatan dalam menuju sasaran-sasaran pembangunan, tidak lepas dari faktor elitis, politik, dan patologi birokrasi yang bersumber dari manusia. Oleh karena itu perlu modernisasi birokrasi dan peningkatan mutu, melalui Total Quality Management di dalam proses penyeleggaraan pemerintahan.
PENTINGNYA GURU DALAM PENGEMBANGAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS Chusnu Syarifa Diah Kusuma
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIII No. 2 Agustus 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3662.245 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v13i2.11677

Abstract

Pentingnya guru untuk mengembangkan minat belajar bahasa Inggris sangat dibutuhkan, guru dianggap sebagai sumber pengetahuan dan sumber belajar oleh peserta didik. Guru dalam menjalankan fungsinya dapat berperan sebagai motivator, pemberi kejelasan, fasilitator, dinamisator, dan penilai yang baik. Peranan guru sebagai motivator, dinamisator dan lain sebagainya menjadi sangat penting dalam dunia pendidik. Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan atau menghasilkan teks lisan dan atau tulisan yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Peserta didik tidak tahu mengapa bahasa Inggris penting untuk mereka dan minat belajar mereka dalam mempelajari bahasa Inggris bergantung pada guru mereka.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Efisiensi Vol. 23 No. 1 Februari 2026 Efisiensi Vol. 22 No. 2 Agustus 2025 Efisiensi Vol. 22 No. 1 Februari 2025 Efisiensi Vol. 21 No. 2 Agustus 2024 Efisiensi Vol. 21 No. 1 Februari 2024 Efisiensi Vol. 20 No. 2 Agustus 2023 Efisiensi Vol. 20 No. 1 Februari 2023 Efisiensi Vol. 19 No. 2 Agustus 2022 Efisiensi Vol. 19 No. 1 Februari 2022 Efisiensi Vol. 18 No. 2 Agustus 2021 Efisiensi Vol.18 No. 2 Agustus 2021 Efisiensi Vol. 18 No. 1 Februari 2021 Efisiensi Vol. 17 No. 2 Agustus 2020 Efisiensi Vol. 17 No. 1 Februari 2020 Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019 Efisiensi Vol. XVI No. 1 Februari 2019 Efisiensi Vol. XV No. 2 Agustus 2018 Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018 Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016 Efisiensi Vol. XIII No. 2 Agustus 2015 Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015 Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012 Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011 Efisiensi Volume XI, No. 1, Februari 2011 Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010 Efisiensi No. 1 Volume IX, Februari 2009 Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007 Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007 Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006 Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006 Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006 Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005 Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005 Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004 Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004 Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003 Efisiensi No. 1, Volume III, Februari 2003 Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001 More Issue