cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kendala Kultural Pemberdayaan Wanita dalam Program Pembangunan Francisca Winarni
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2997.378 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3827

Abstract

Pembangunan sebagai proses peningkatan kemampuan manusia untuk menentukan masa depannya mengandung arti bahwa wanita sebagai salah satu sumberdaya pembangunan perlu dilibatkan dalam proses itu; bahwa wanita perlu diberdayakan. Pemberdayaan atau empowerment merupakan bagian proses dan definisi pembangunan. Arah pemberdayaan meliputi peningkatan partisipasi oleh wanita dalam pemanfaatan proyek, pembuatan rancangan proyek dan pelaksanaan proyek, dan evaluasi proyek pembangunan.Untuk mencapai tujuan pembangunan yang dikehendaki di masa yang akan datang terdapat beberapa faktor penghambat pembangunan. Dari beberapa kendala yang muncul, kendala kultural sangat dominan. Oleh karena itu diperlukan perubahan-perubahan pada faktor wanita sebagai subyek pembangunan dan birokrasi sebagai pelaksana pembangunan yang selama ini berperan besar dalam menentukan seberapa besar wanita dilibatkan dalam proses pembangunan. Kelemahan-kelemahan birokrasi yang ditunjukkan oleh faktor budaya yang mekanistik perlu diganti lebih organis­adaptif, sehingga dapat diciptakan budaya kerja yang baru yang lebih efisien, rasional, bersih dari penyimpangan dan tanggap terhadap kepentingan wanita untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan.Kata Kunci: kultur, pemberdayaan,pembangunan
STUDI KASUS PENYUSUTAN ARSIP DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Ahmad Saeroji; Agung Kuswantoro; Ratu Bunga Maremitha Ungu; Ade Rustiana
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. 17 No. 1 Februari 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.369 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v17i1.30442

Abstract

Abstrak: Studi Kasus Penyusutan Arsip di Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penyusutan arsip secara peraturan perundang-undangan, (2) Untuk mengetahui cara penyusutan arsip di Universitas Negeri Semarang, (3) Untuk mengetahui prosedur penyusutan arsip di Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses atau sekelompok individu. Penyusutan arsip di lingkungan Universitas Negeri Semarang menggunakan prosedur penyusutan arsip menurut UU No. 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan,  diantaranya (a) Pemindahan Arsip Inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan. (b) Pemusnahan arsip yang telah habis masa retensinya dan tidak memiliki nilai guna dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (c) Penyerahan arsip statis oleh pencipta arsip kepada lembaga kearsipan. Cara penyerahan arsip dari unit kerja ke lembaga kearsipan Universitas Negeri Semarang meliputi (a) Melalukan pemeriksaan dan penilaian arsip yang akan diserahkan, (b) Pembuatan Daftar Arsip yang akan diserahkan ke UPT Kearsipan, (c) Pembuatan berita acara serah terima arsip, (d) Pelaksanaan penyerahan arsip. Prosedur penyusutan arsip di Universitas Negeri Semarang adalah Pembuatan Daftar Pertelaan Arsip, Pemindahan Arsip, Pemusnahan Arsip yang sudah tidak bernilai guna, dan Penyerahan arsip ke UPT Kearsipan yang bernilai guna permanen/ sejarah. Abstract: Case Study of Archive Depreciation at Universitas Negeri Semarang. The purpose of this study is (1) To find out the depreciation of the archive by statutory regulations, (2) To find out how to shrink the archive at Universitas Negeri Semarang, (3) To find out the procedure of shrinkage of records at Universitas Negeri Semarang. The method used in this research is a case study, where researchers investigate carefully a program, event, activity, process or group of individuals. Depreciation of records in the Universitas Negeri Semarang environment uses the procedure of depreciation of records according to Law No. 43 of 2009 concerning Archives, including (a) Transfer of Inactive Records from the processing unit to the filing unit. (b) Destruction of archives that have retired and which do not have a value for use are carried out in accordance with statutory provisions. (c) Submission of a static archive by the creator of the archive to the archival institution. How to submit archives from work units to the archives institute of Universitas Negeri Semarang include (a) Conducting examination and evaluation of archives to be submitted, (b) Making Archive List to be submitted to the UPT Kearsipan, (c) Preparation of minutes of archive handover, (d) ) Implementation of submission of archives. The procedure of depreciation of records at Universitas Negeri Semarang is the Making of Archive Information Archives list, Transfer of Archives, Destruction of Archives that have no use value, and Submission of archives to UPT Kearsipan that are of permanent / historical value. Jika Anda menyusun daftar pustaka menggunakan standar American Psychological Association (APA), Anda bisa copy paste teks dibawah ini untuk Anda masukkan pada bagian daftar pustaka Anda!Saeroji, A., Kuswantoro, A., Ungu, R. B. M., Rustiana, A. (2020). Studi Kasus Penyusutan Arsip di Universitas Negeri Semarang. Efisiensi-Kajian Ilmu Administrasi, 17(1), 81-94. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v17i1.30442
Revitalisasi Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS UNY (Aspek Kesejarahan dan Kurikulum) Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3444.826 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3863

Abstract

Membahas secara mendalam terkait dengan revitalisasi Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS UNY pada aspek Kesejarahan dan Kurikulum.
Manajemen Perkantoran Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.292 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3899

Abstract

Tujuan bagi organisasi merupakan pedoman arah untuk bergerak dalam menghadapi lingkungan sehingga dapat menguasai, adaptasi bahkan sampai mati. Upaya pencapaian tujuan harus terarah agar dapat menjamin efisiensi. Langkah awal dalam mencapai tujuan berupa perumusan pekerjaan yang meliputi dua aspek utama, yaitu (1) aktivitas operatif, pekerjaan pokok, pekerjaan substantive dan; (2) pekerjaan pelayanan, perkantoran, tatausaha. Pekerjaan kantor memiliki volume yang tidak konstan tetapi selalu berubah sesuai dengan kesibukan aktivitas operatif. Pendek kata bahwa pekerjaan kantor seantiasa berfluktuasi dan mencapai beban puncak. Oleh karena itu agar pelayanan yang. diberikan oleh pekerjaan kantor dapat berlangsung secara lancar, tepat waktu dan efisien maka perlu di "manage", diatur dan dikelola secara cermat. Ada beberapa alat yang dapat dipergunakan untuk mengatur dan mengantisipasi beban puncak pada pekerjaan kantor, yaitu: (1) menggunakan tenaga kerja honorer; (2) pekerjaan lembur; (3) membentuk mobile units; (4) meminta bantuan biro jasa perkantoran; (5) penggunaan pensiklusan; (6) memelihara backlog; dan (7) menekankan sentralisasi. Semua alat ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing dan menuntut persyaratan tertentu dalam pernakaian. Oleh karena itu pemakaian alat atau cara senantiasa harus diselaraskan dengan situasi, kondisi, dan konteks organisasi yang menghadapi masalah beban puncak pekerjaan kantor. Kesalahan dalam mendeteksi kondisi organisasi akan menghalangi eflslensi organisasi mencapai tujuan.
Kepuasan Kerja dan Peningkatan Prestasi Kerja Muslihkah Dwi Hartanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6430.866 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3916

Abstract

Sebuah perusahaan tentu memiliki tujuan yang telah ditetapkan dan ingin diwujudkan melalui kegiatan operasional. Upaya untuk mewujudkan tujuan perusahaan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik fisik maupun nonfisik. Salah satu faktor nonfisik yang menjadi persoalan bagi perusahaan adalah masalah kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja mempunyai arti penting bagi karyawan maupun perusahaan, terutama untuk menciptakan keadaan positif di lingkungan kerja perusahaan.Sementara itu, prestasi kerja atau kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan yang telah dirumuskan. karena ukuran terakhir keberhasilan departemen peronalia adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja (performance) karyawan. Prestasi kerja perlu diberikan umpan batik sebagai pemacu untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi kerja pada masa yang akan datang.Kepuasan kerja berhubungan dengan prestasi kerja karyawan, meskipun diantara keduanya sulit menentukan apa mempengaruhi yang mana. Hubungan prestasi dan. kepuasan kerja menjadi suatu sistem yang berlanjut (continues). Dimana kondisi kepuasan dan ketidakpuasan kerja menjadi umpan balik atau feedback yang akan mempengaruhi prestasi kerja di waktu yang akan datang, untuk selanjutnya penghargaan dari prestasi akan memunculkan kepuasan maupun ketidakpuasan kerja.Kata kunci: kepuasan kerja, prestasi kerja
Konflik dalam Organisasi (Merugikan Sekaligus Menguntungkan) Sunarta Sunarta
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10488.028 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v10i1.3969

Abstract

Konflik merupakan realita hidup, mau tidak mau, suka ataundak suka, cepat atau lambat pada suatu saat dalam menjalani kehidupannya setiap orang pasti akan menghadapi. Dalam kehidupan sehari-hari, konflik dapat timbul kapan saja dan dimana saja. Konflik juga bisa dialami oleh siapa saja tidak pandang bulu, orang tua, remaja, anak-anak, pria, wanita, orang terpelajar, orang awam, orang mtskin, jutawan atau siapapun yang hidup di tengah pergaulan umum pasti akan menghadapi dan mengalami konflik. Ada beberapa jenis konflik yang umum dan sering muncul dalam suatu organisasi/perusahaan antara lain: (1) konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang (person-role conflict), (2) konflik antar peranan (inter­role conflict), (3) konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict), (4) konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict). Berdasarkan sumbemya, konflik dalam organisasi muncul karena beberapa sebab seperti: (1) konflik individu, (2) konflik antar individu, (3) konflik kelompok, (4) konflik antar kelompok, (5) konflik organisasi, dan (6) konflik kelompok dengan organisasi. Konflik dapat bersifat negatif (merugikan) tetapi sekaligus dapat pula bersifat positif (menguntungkan), tergantung bagaimana mengelolanya. Akibat positif konflik organisasi antara lain: (1) organisasi menjadi lebih dinamis, (2) sebagai pengalaman berharga, (3) pimpinan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, (4) melahirkan pribadi yang kreatif, kritis, dan inovatif, (5) menumbuhkan sikap toleransi. Secara negatif konflik dapat mengakibatkan: (1) komunikasi organisasi terhambat, (2) kerjasama organisasi menjadi terhalang, (3) aktivitas produksi dan distribusi terganggu, (4) memunculkan saling curiga, salah paham, dan intrik, (5) individu yang berkonflik merasakan cemas, stres, apatis, dan frsutasi, (6) stres yang berkepanjangan menyebabkan orang yang sedang berkonflik akan menarik din dari pergaulan dan mangkir dari pekerjaan.
Penciptaan Merek Kharismatik sebagai Basis Penguatan Keuitas Merek dalam Rangka Menciptakan Keunggulan bersaing Agung Utama
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9295.869 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i2.3995

Abstract

Pada abad milenium sekarang ini perusahaan dituntut bersaing secara kompetitif dalam hal menciptakan dan mempertahankan konsumen yang loyal, dan salah satunya melalui perang antar merk. Perang antar merek yang dilakukan oleh berbagai perusahaan akhir-akhir ini sebenarnya dimaksudkan untuk membangun ekuitas merek yang kokoh atau kuat karena ekuitas merek merupakan kunci dalam memenangkan persaingan bisnis. Ekuitas merek tersebut terdiri dari kepemilikan secara kokoh atau kuat atas loyalitas merek (brand loyalty), kesadaran nama (name awarnes) , kesan kualitas (percive quality), asosiast-asosiasi merek serta asset-aset merek yang lain. Akan tetapi pada saat masing-masing perusahaan cenderung berusaha untuk memperkuat dan mencapai ekuitas merek yang kokoh atau kuat sebagai kunci keunggulan bersaing, maka keunggulan tersebut tidak akan ada artinya lagi pada saat perusahaan memiliki keunggulan yang sama berupa ekuitas merek yang kuat atau kokoh. Dleh karena itulah dalam kondisi demikian ekuitas merek yang ada perlu diperkuat melalui penciptaan merek kharismatik dikarenakan melalui kharismanya merek tersebut tidak hanya memberikan emotional value, intellectual value, apalagi sekedar functional value. Dalam hal ini merek kharismatik mampu memberikan spiritual value yang menjadi landasan bagi terbentuknya spiritual conection antara merek dengan pelanggannya sehingga mampu menjadikannya sebagai kunci dalam menciptakan keunggulan bersaing.
Aspek Engineering Psychology dalam Tata Letak Ruang Kantor di Industri KI Ismara
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.631 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3851

Abstract

Kualitas proses produksi dapat ditingkatkan melalui pengembangan sistem kerja yang bersifat otomasi perkantoran. Sistem kerja terkait erat dengan ruang kantor (workplace),lingkungan kerja (work-station envtnmmental), dan prosedur operasi dalam rangka penerapan proses otomasi perkantoran yang sesuai dengan keadaan, kemampuan, dan keterbatasan para pekerja (human factor). Penelitian perlu dirancang dengan melakukan analisis terhadap ruang di industri beserta peralatan pendukungnya. Desain ulang dilakukan terhadap fasllitas-fasilitas kerja, dengan memperhatikan faktor manusia sebagai pengguna terutama dan aspek engineering psychology. Pemeriksaan kelayakan hasil desain ulang ini melalui pertimbangan dan para ahli yang relevan (expert judgement), para pimpinan atau tenaga ahli industri yang bersangkutan dan uji-coba pada kelompok pekerja kantor sebagai user. Indikator keberhasilan yang digunakan antara lain: kemudahan penerapan, kelebihan, kekurangan, peluang penyempumaan kembali dan hambatan yang timbul dalam penerapannya. Deskriptornya mengacu kepada aspek engineering psychology yaitu apakah lebih nyaman, lebih sehat dan lebih selamat dengan mengakomodasi faktor­faktor manusia (human factor). Selain itu apakah dapat meningkatkan situasional awareness, vigilance, menekan beban kerja dalam human-machines interaction. Hasil yang diperoleh ini adalah draft desain ulang ruang Kantor beserta peralatan pendukung di dalamnya dengan lebih mempertimbangkan dimensi tubuh manusia. Dituangkan dalam gambar tata letak ruang kantor, dimensi, cakupan jangkauan yang dikemas dalam bentuk animasi. Berdasarkan penilalan para ahli menunjukkan bahwa desain hasil pengembangan memenuhi kriterla K3, sehingga ruang kantor menjadi lebih nyaman, sehat dan selamat serta menyenangkan.
PERAN KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM MENUNJANG PROFESIONALISME SEKRETARIS Iin Kristiyanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3482.084 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v14i1.16476

Abstract

Keberadaan seorang sekretaris dalam suatu organisasi sangat penting. Seorang pimpinan tidak akan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya tanpa bantuan seorang sekretaris. Kedudukan atau posisi sekretaris saat ini semakin strategis karena sekretaris dapat dikatakan sebagai ujung tombak organisasi atau perusahaan, sehingga sekretaris dituntut  untuk mampu mengambil sikap dan keputusan ketika pimpinan tidak berada di kantor. Banyak tugas-tugas yang dikerjakan oleh sekretaris dalam rangka membantu dan mendampingi pimpinan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sekretaris dalam menjalankan tugas operasionalnya akan banyak dihadapkan pada kegiatan atau tugas yang berhubungan dengan komunikasi, baik komunikasi secara lisan maupun komunikasi secara tertulis. Untuk itu sekretaris dituntut untuk mahir dalam berkomunikasi baik itu berkomunikasi dengan relasi internal organisasi maupun relasi eksternal organisasi. Profesionalisme sekretaris dalam menjalankan tugas salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan sekretaris untuk melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dalam bentuk komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Komunikasi verbal adalah proses komunikasi baik secara lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata. Sedangkan komunikasi non verbal adalah suatu proses penyampaian pesan dengan menggunakan gerakan atau isyarat-isyarat tidak dengan menggunakan kata-kata. Komunikasi non verbal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sekretaris dalam berkomunikasi dan akan dapat meningkatkan profesionalisme sekretaris dalam menjalankan tugasnya.
Membangun Need of Achievement Sumber Daya Manusia dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2177.092 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3798

Abstract

Keberhasilan sebuah organisasi dalam mewujudkan misi menjadi dambaan seluruh level kepemimpinan serta anggotanya. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan organisasi. Namun ada sebagian kecil/besar pegawai yang kemungkinan kurang atau tidak mempunyai kebutuhan untuk pengembangan (need of achievement). Oleh karena itu pimpinan perlu untuk menumbuhkan kebutuhan tersebut dengan berbagai pendekatan. Ada beberapa strategi dalam hal ini, antara lain melalui: teori pemberdayaan, menciptakan lingkungan yang kondusif dengan membuat peraturan yang mampu memotivasi pegawai untuk melakukan perubahan atau ada kesadaran akan kebutuhan dalam pengembangan.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Efisiensi Vol. 23 No. 1 Februari 2026 Efisiensi Vol. 22 No. 2 Agustus 2025 Efisiensi Vol. 22 No. 1 Februari 2025 Efisiensi Vol. 21 No. 2 Agustus 2024 Efisiensi Vol. 21 No. 1 Februari 2024 Efisiensi Vol. 20 No. 2 Agustus 2023 Efisiensi Vol. 20 No. 1 Februari 2023 Efisiensi Vol. 19 No. 2 Agustus 2022 Efisiensi Vol. 19 No. 1 Februari 2022 Efisiensi Vol. 18 No. 2 Agustus 2021 Efisiensi Vol.18 No. 2 Agustus 2021 Efisiensi Vol. 18 No. 1 Februari 2021 Efisiensi Vol. 17 No. 2 Agustus 2020 Efisiensi Vol. 17 No. 1 Februari 2020 Efisiensi Vol. XVI No. 2 Agustus 2019 Efisiensi Vol. XVI No. 1 Februari 2019 Efisiensi Vol. XV No. 2 Agustus 2018 Efisiensi Vol. XV No. 1 Februari 2018 Efisiensi Vol. XIV No. 1 Februari 2016 Efisiensi Vol. XIII No. 2 Agustus 2015 Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015 Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012 Efisiensi Volume XI, No. 2, Agustus 2011 Efisiensi Volume XI, No. 1, Februari 2011 Efisiensi No. 1 Volume X, Februari 2010 Efisiensi No. 1 Volume IX, Februari 2009 Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007 Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007 Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006 Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006 Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006 Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005 Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005 Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004 Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004 Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003 Efisiensi No. 1, Volume III, Februari 2003 Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001 More Issue