cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jurnalilmupendidikanum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Semarang St. No. 5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 02159643     EISSN : 24428655     DOI : 10.17977
Core Subject :
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) is an international peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge, theory, policy, and practice in science and education. The journal publishes high-quality empirical studies, systematic reviews, meta-analyses, conceptual papers, and innovative educational practices that contribute significantly to the transformation of education at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 21 no. 2 (2015)" : 10 Documents clear
Pengaruh Lingkungan Kerja, Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Kepala Sekolah Dasar Nani Hanifah
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p167-177

Abstract

The objective of this research is to study the effects of work environment, leadership and working motivation on the performance of state elementary school principals in Kramat Jati, a subdistrict of East Jakarta. The research was conducted by using a survey method with path analysis. The sample consisted of 59 principals of state elementary schools selected by using a simple random sampling technicque. The results of the research are as follows: 1) there is a direct effect of the work environment on the working motivation, 2) there is a direct effect of leadership on the working motivation, 3) there is a direct effect of the work environment on the performance of the principals, 4) there is a direct effect of the leadership on the performance of the principals, and 5) there is a direct effect of the working motivation on the performance of the principals. Based on the findings, it can be concluded that the performance of the state elementary school prinscipals in Kramat Jati, a subdistrict of East Jakarta was significantly influenced by the work environment, leadership, and working motivation. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan kerja, kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja kepala Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis jalur (path analysis) yang menganalisis keterkaitan antar variabel terhadap variabel lainnya. Sampel penelitian dengan teknik simple random sampling adalah 59 kepala sekolah dari populasi terjangkau 75 kepala sekolah. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap motivasi kerja, (2) terdapat pengaruh langsung kepemimpinan terhadap motivasi kerja, (3) terdapat pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap kinerja kepala sekolah, (4) terdapat pengaruh langsung kepemimpinan terhadap kinerja kepala sekolah, (5) terdapat pengaruh langsung motivasi kerja terhadap kinerja kepala sekolah. Disimpul­kan bahwa kinerja kepala Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kramat jati dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan kerja, kepemimpinan dan motivasi kerja.
Motivasi dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa setelah Pembelajaran Kimia dengan Strategi Inkuiri Terbimbing Inma Yunita Setyorini; Subandi Subandi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p151-159

Abstract

Motivasi dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Setelah Pembelajaran Kimia Dengan Strategi Inkuiri Terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi inkuiri terbimbing terhadap motivasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran hi­drolisis. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan pretest-postest control group design. Subjek pe­nelitian adalah dua kelas XI IPA dengan rerata kemampuan yang setara, yaitu kelas XI IPA 1 (kelas eks­positori) dan kelas XI IPA 3 (kelas inkuiri terbimbing) SMA Negeri 6 Malang tahun pelajaran 2013/2014. Ketiga instrumen pengukuran yaitu tes motivasi, tes kemampuan berpikir tingkat tinggi yang terdiri dari tes pemahaman konseptual dan algoritmik serta tes kemampuan logika deduktiv, telah diuji coba dan menun­jukkan bahwa ketiganya valid dan reliabel. Perbedaan hasil tes di kedua kelas dianalisis dengan uji MA­NOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi, baik dalam bentuk pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik, maupun kemampuan logika de­duktif, dari siswa yang dibelajarkan dengan strategi inkuiri terbimbing adalah lebih tinggi dibanding siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori.
Perkembangan Literasi Kuantitatif Mahasiswa Biologi dalam Perkuliahan Anatomi Tumbuhan Berbasis Dimensi Belajar Eni Nuraeni; Sri Redjeki; Riandi Riandi; Adi Rahmat
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p127-135

Abstract

Rekomendasi bahwa mahasiswa Biologi pada jenjang sarjana (undergraduate) perlu mengembangkan keterampilan kuantitatif dan dapat mengaplikasikannya ke dalam konteks Biologi telah menjadi perhatian banyak program studi Biologi. Penelitian ini mengkaji keberhasilan program perkuliahan Anatomi Tumbuhan dengan menggunakan kerangka instruksional berbasis dimensi belajar dalam mengembangkan literasi kuantitatif mahasiswa Biologi. Program perkuliahan dibagi menjadi tiga fase dengan memperhatikan ketercapaian pengetahuan deklaratif maupun pengetahuan prosedural. Pada fase pertama mahasiswa diberi keterampilan observasi dan pengukuran mikroskopis untuk memperoleh data kuantitatif struktur anatomi tumbuhan. Fase kedua melatih mahasiswa untuk memroses informasi kuantitatif yang diperoleh dari observasi mikroskopik, mengembangkan, menghaluskan dan mencoba menggunakan informasi tersebut untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu jaringan tumbuhan. Fase ketiga melatih mahasiswa untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan kuantitatif yang telah diperoleh untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu organ tumbuhan. Literasi kuantitatif mahasiswa diukur berdasarkan indikator yang telah dideskripsikan oleh Association of American Colleges and Universities (2009), yaitu interpretasi, representasi, kalkulasi, asumsi, aplikasi, dan komunikasi. Pada akhir perkuliahan mahasiswa telah dapat mengembangkan literasi kuantitatif dengan baik, ditunjukan dengan ketercapaian yang memuaskan pada lima indikator. Satu indikator yang belum dapat dicapai dengan baik adalah indikator asumsi. Kami mempertimbangkan bahwa tugas-tugas pembelajaran yang terkait dengan pengembangan kemampuan asumsi perlu dioptimalkan. Perkembangan literasi kuantitatif mahasiswa secara detail diuraikan dalam makalah ini.
Penentuan Anggaran BOS Berdasarkan Jumlah Siswa terhadap Pelayanan Pembelajaran yang Berkeadilan di Sekolah Dasar Maman Rusmana; Agus Hamdani
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p160-166

Abstract

Determination of Magnitude Budget for School Operational Assistance Service. This study aims to determine the effectiveness of the administration of the School Operational Assistance at primary school level to the learning process equitable services. This research uses descriptive analysis method, which analyzes the impact of policies on the operational Educational Assistance funds to service learning at the primary school level. The population in this study is an elementary school in Garut, with a sampling technique using random sampling with the cluster system of the districts. Schools which become a sample of 30% of the number of schools of the area sampled tersbut. Data was collected by question naire and interview with the school principal. The results of this study memberikan information that policy. Penentuan Besaran Anggaran BOS terhadap Pelayanan Pembelajaran yang Berkeadilan pada Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tingkat sekolah dasar terhadap pelayanan proses pembelajaran yang berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menganalisis dampak kebijakan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap pelayanan pembelajaran pada tingkat sekolah da­sar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah sekolah dasar di Kabupaten Garut, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan sistem cluster wilayah kecamatan.Sekolah yang menjadi sampel sebanyak 30% dari jumlah sekolah dari wilayah yang dijadikan sampel tersbut. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara terhadap kepala sekolah. Hasil penelitian ini mmberikan informasi bahwa dengan kebijakan besaran anggaran oprasional menggunakan variable atau dasar perhitungan hanya berdasarkan banyak siswa, mmberikan efek kesenjangan dalam pelayanan pada penyelenggaraan pembelajaran bagi peserta didik, untuk itu diperlukan adanya kebijakan baru untuk diper­timbangkan menambah variable lain dalam mendukung pemerataan pelayanan penyelenggaraan pembela­jaran peserta didik.
Analisis Kesalahan Konsep Sifat Koligatif Larutan pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang dan Eliminasinya Menggunakan Media Visualisasi Statik Sukma Hadi Anugerah; Efendy Effendy; Suharti Suharti
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p178-184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesalahan konsep, keefektifan penggunaan media visualisasi statik dalam mengeliminasi kesalahan konsep, dan persistensi kesalahan konsep pada materi Sifat Koligatif Larutan. Tes diagnostik yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi adanya kesalah­an konsep mahasiswa. Tes dilakukan terhadap 33 mahasiswa jurusan kimia Universitas Negeri Malang. Empat belas kesalahan konsep teridentifikasi. Tiga kesalahan konsep utama adalah sebagai berikut. Gaya antarpartikel yang ada dalam larutan hanya antara partikel zat terlarut dan pelarut (75,8%). Air dalam sis­tem tertutup memiliki tekanan uap seketika setelah menguap (75,8%). Kenaikan titik didih larutan terjadi dalam larutan yang mengandung zat terlarut volatil (21,2%). Media visualisasi statik adalah efektif untuk mengeliminasi kesalahan konsep. Persistensi kesalahan konsep setelah dilakukan eliminasi terjadi pada 11,0% mahasiswa.
The Effectivieness of Two-Tier Multiple Choice Test and Multiple Choice Test Followed with Interview in Identifying Misconception of Student with Different Scientific Reasoning Skill in Reaction Rate Valency Femintasari; Effendy Effendy; Munzil Munzil
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p192-197

Abstract

Keefektifan Tes Pilihan Ganda Dua Tingkat dan Tes Pilihan Ganda Disertai Wawancara untuk Mengidentifikasi Kesalahpahaman Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah yang Berbe­da terhadap Laju Reaksi. Kesalahan konsep dapat diidentifikasi menggunakan berbagai metode. Salah satu metode tersebut adalah tes pilihan ganda disertai wawancara. Namun, metode tersebut memerlukan waktu yang relatif lama. Salah satu metode yang memerlukan waktu lebih singkat adalah tes pilihan ganda dua tingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan tes pilihan ganda dua tingkat dibandingkan dengan tes pilihan ganda disertai wawancara dalam mengidentifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi. Subyek penelitian adalah dua kelompok siswa yang terdiri dari 16 pasang siswa yang dipasangkan berdasarkan kesamaan kemampuan berpikir ilmiahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes pilihan ganda disertai wawancara lebih efektif dibandingkan tes pilihan ganda dua tingkat dalam mengi­dentifikasi kesalahan konsep pada materi laju reaksi. Selain itu, potensi kesalahan konsep pada siswa dengan kemam­puan berpikir ilmiah concrete lebih besar dibandingkan siswa dengan kemampuan berpikir ilmiah low formal dan upper formal.
Model ABC Hong Xu Berbasis Multikultural dalam Pembelajaran Membaca Kreatif Vismaia S Damaianti
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p197-206

Abstract

Model ABC Hong Xu Berbasis Multikultur dalam Pembelajaran Membaca Kreatif. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan model pembelajaran membaca kreatif dengan landasan bu­daya dalam konteks multikultur. Model ini dikembangkan melalui adaptasi alur pengembangan Gall, Gall, & Borg (2003). Unsur model yang dikembangkan terdiri atas rangkaian kegiatan, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem penunjang, serta dampak instruksional dan dampak penyerta. Hasil identifikasi potensi dan masalah menunjukkan bahwa kelas terteliti mengalami kesulitan memahami bacaan dan kurang me­mahami budaya sekitarnya. Hasil uji empiris membuktikan bahwa model yang dikembangkan efektif da­lam meningkatkan kemampuan membaca kreatif. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa cenderung memberikan apresiasi yang tinggi terhadap model dan memberikan sikap positif terhadap perbedaan kul­tur di sekitarnya.
Model Pembelajaran Kosakata Swadesh melalui Media Gambar sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbicara Sundawati Tisnasari
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p185-191

Abstract

Model Pembelajaran Kosakata Swadesh Melalui Media Gambar Sebagai Upaya Pening­katan Kemampuan Berbicara. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan kemampuan berbicara anak tunagrahita tingkat sedang (ATGS) dengan menggunakan model pembelajaran kosakata swadesh. Subjek penelitian ini anak tunagrahita tingkat sedang dengan kategori down syndrom tingkatan mampu latih. Prosedur penelitian ini berupa tahapan yang disebut A-B-A. Pada tahap baseline (A), dilaksnakan tes kemampuan kosakata dalam berbicara. Selanjutnya, tahap intervensi (B) berupa pelatihan model kosa­kata swadesh terhadap subjek selama sepuluh sesi pertemuan. Tahap baseline (A) adalah tahap akhir pengu­kuran kembali kemampuan penguasaan kosakata dalam berbicara. Hasil prates pada tahap awal (A) mem­perlihatkan kemampuan berbicara subjek adalah rendah. Kemudian, dalam tahap intervensi (B) kemam­puan berbicara subjek mencapai peningkatan yang cukup memadai. Berdasarkan pascates setelah diberi intervensi, subjek mengalami peningkatan kemampuan berbicara yang cukup signifikan. Model pembela­jaran kosakata swadesh ini terbukti efektif.
Sikap Orang Tua dan Guru terhadap Implementasi Pendidikan Inklusi di PAUD Ika Febrian Kristiana
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p145-150

Abstract

Sikap Orangtua dan Guru Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusi di PAUD. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap orangtua dan guru siswa usia dini terhadap proses pem­belajaran dan pendidikan inklusi. Kuesioner dengan 5 open-ended questions digunakan sebagai alat pengumpulan data dan hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Subyek penelitian adalah orangtua siswa usia dini di PAUD ABA Pekalongan sebanyak (N=30). Hasil penelitian menunjukkan sebagian be­sar (73.3%), menyatakan ketidaksetujuan jika siswa ABK berada dalam satu kelas dengan siswa non ABK. Sikap negatif orangtua dan guru tersebut konsisten dengan penilaian yang menyatakan berbagai kekurangan jika siswa ABK belajar bersama siswa non ABK (sebanyak 63.33%), dan pendapat bahwa siswa ABK seharusnya bersekolah di sekolah khusus/ sekolah luar biasa (sebanyak 86.67%).
Peningkatan Literasi Saintifik Siswa SMA melalui Pembelajaran Biologi Berbasis Masa­lah Sosiosains Hadi Suwono; Lutfi Rizkita; Herawati Susilo
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p136-144

Abstract

The challenge of biology learning in Indonesia is to increase the scientific literacy of students so that they become successful generation in the 21st century. Generation of the 21st century demanded critical of socioscientific issues and able to solve the social problem using the knowledge of science and biology. The intervention to improve scientific literacy was conducted with socioscientific problem-based learning to stimulate students to identify social problems and solving them with a multidisciplinary approach and teamwork. This research aimed to test the hypothesis that the socioscientific problem-based learning (PBMS) improve the scientific literacy of high school students compared to presentation-discussion (PD) approach. This study uses a quasi experimental approach and nonran domized control group pretest-posttest design. Two classes in SMA Negeri 4 Malang selected randomly as the sample after the test of equality. Class X-F (N=36) as an experimental class with PBMS approach and Class X-G (N=36) as the control group by PD approach. Scientific literacy was measured using Scientific Literacy Test, a multiple choice test with 15 items. The improvement of scientific literacy is determined based on data of pretest and posttest. The difference of scientific literacy improvement between two approach analized by using ANACOVA. The results of the study recommend the use socioscientific problem-based learning in teaching biology to foster scientific literacy in high school students. Tantangan pembelajaran Biologi di Indonesia adalah meningkatkan literasi saintifik siswa. Peningkatan literasi saintifik dilakukan dengan intervensi pembelajaran berbasis masalah sosiosains (PBMS) merangsang siswa mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya secara multidisiplin dan kerja tim. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh PBMS terhadap peningkatan literasi saintifik siswa SMA melalui pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group pretest-posttest. Dua kelas di SMA Negeri 4 Malang dipilih sebagai sampel penelitian. Literasi saintifik diukur dengan mengunakan Tes Literasi Saintifik, dan dianalisis dengan menggunakan ANAKOVA. Penelitian meng­ungkap bahwa PBMS dapat meningkatkan literasi saintifik siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2026) Vol. 32 No. 1 (2026) Vol. 31 No. 2 (2025) Vol. 31 No. 1 (2025) Vol. 30 No. 2 (2024) Vol. 30 No. 1 (2024) Vol. 29 No. 2 (2023) Vol. 29 No. 1 (2023) Vol. 28 No. 2 (2022) Vol. 28 No. 1 (2022) Vol. 27 No. 2 (2021) Vol. 27 No. 1 (2021) Vol. 26 No. 2 (2020) Vol. 26 No. 1 (2020) Vol. 25 No. 2 (2019) Vol. 25 No. 1 (2019) Vol. 24 No. 2 (2018) Vol. 24 No. 1 (2018) Vol. 23 No. 2 (2017) Vol. 23 No. 1 (2017) Vol. 22 No. 2 (2016) Vol. 22 No. 1 (2016) Vol. 21 No. 2 (2015) Vol. 21 No. 1 (2015) Vol. 20 No. 2 (2014) Vol. 20 No. 1 (2014) Vol. 19 No. 2 (2013) Vol. 19 No. 1 (2013) Vol. 18 No. 2 (2012) Vol. 18 No. 1 (2012) Vol. 17 No. 6 (2011) Vol. 17 No. 5 (2011) Vol. 17 No. 4 (2011) Vol. 17 No. 3 (2010) Vol. 17 No. 2 (2010) Vol. 17 No. 1 (2010) Vol. 16 No. 3 (2009) Vol. 16 No. 2 (2009) Vol. 16 No. 1 (2009) Vol. 15 No. 3 (2008) Vol. 15 No. 2 (2008) Vol. 15 No. 1 (2008) Vol. 14 No. 3 (2007) Vol. 14 No. 2 (2007) Vol. 14 No. 1 (2007) Vol. 13 No. 3 (2006) Vol. 13 No. 2 (2006) Vol. 13 No. 1 (2006) Vol. 12 No. 3 (2005) Vol. 12 No. 2 (2005) Vol. 12 No. 1 (2005) Vol. 11 No. 3 (2004) Vol. 11 No. 2 (2004) Vol. 11 No. 1 (2004) Vol. 10 No. 3 (2003) Vol. 10 No. 2 (2003) Vol. 10 No. 1 (2003) Vol. 9 No. 4 (2002) Vol. 9 No. 3 (2002) Vol. 9 No. 2 (2002) Vol. 9 No. 1 (2002) Vol. 8 No. 4 (2001) Vol. 8 No. 3 (2001) Vol. 8 No. 2 (2001) Vol. 8 No. 1 (2001) Vol. 7 No. 4 (2000) Vol. 7 No. 3 (2000) Vol. 7 No. 2 (2000) Vol. 7 No. 1 (2000) Vol. 7 (2000): Special Issue Vol. 6 No. 4 (1999) Vol. 6 No. 3 (1999) Vol. 6 No. 2 (1999) Vol. 6 No. 1 (1999) Vol. 6 (1999): Special Issue Vol. 5 No. 4 (1998) Vol. 5 No. 3 (1998) Vol. 5 No. 2 (1998) Vol. 5 No. 1 (1998) Vol. 5 (1998): Special Issue Vol. 4 No. 4 (1997) Vol. 4 No. 3 (1997) Vol. 4 No. 2 (1997) Vol. 4 No. 1 (1997) Vol. 4 (1997): Special Issue Vol. 3 No. 4 (1996) Vol. 3 No. 3 (1996) Vol. 3 No. 2 (1996) Vol. 3 No. 1 (1996) Vol. 2 No. 4 (1995) Vol. 2 No. 3 (1995) Vol. 2 No. 2 (1995) Vol. 2 No. 1 (1995) Vol. 1 No. 2 (1994) Vol. 1 No. 1 (1994) More Issue