cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jurnalilmupendidikanum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Semarang St. No. 5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 02159643     EISSN : 24428655     DOI : 10.17977
Core Subject :
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) is an international peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge, theory, policy, and practice in science and education. The journal publishes high-quality empirical studies, systematic reviews, meta-analyses, conceptual papers, and innovative educational practices that contribute significantly to the transformation of education at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Pengasuhan Orang Tua, Budaya Sekolah, Budaya Masyarakat, dan Empati Anak Usia Remaja Solfema
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p149-154

Abstract

Parenting Styles, School Culture, Society Culture, and Teenagers’ Empathy. This study aims to measure the relationships between parenting styles, school culture, and community culture and teenagers’ empathy. Employing a correlational design, this study involved 393 junior high school students of Malang Regency selected by using multistage random sampling. Data collected through questionnaire suggest that parenting styles contribute the most to teenagers’ empathy, followed by school culture. Com­munity culture appears as the least contributing factor in developing empathy among teenagers. Pengasuhan Orangtua, Budaya Sekolah, Budaya Masyarakat, dan Empati Anak usia Remaja. Penelitian ini bertujuan mengungkap sumbangan gaya pengasuhan orang tua, budaya sekolah, dan budaya masyarakat terhadap empati anak usia remaja. Penelitian dilakukan dengan desain korela­sional. Populasi penelitian adalah siswa SMPN di Kota Malang, dan sampel sebesar 393 siswa yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen dengan kuesener dan dianalisis dengan teknik analisis regresi ganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel gaya pengasuhan orangtua memberikan sumbangan terbesar terhadap empati, diikuti dengan budaya sekolah, dan sumbangan terkecil diberikan oleh variabel budaya masyarakat.
Penggunaan Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Rakimahwati Rakimahwati; Sri Hartati
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p172-176

Abstract

Peer Tutoring to Improve the Learning Process and Achievement. This classroom action research was intended to implement peer tutoring as the teaching strategy to improve the competence of the students taking a Kindergarten Learning Plan course. Carried out in two cycles, the study involved students of Early Childhood Teacher Education of Padang State University. The data collected through observation, questionnaire, and test were quantitatively analyzed to find out the mean score as well as the percentage. The results show that peer tutoring can improve the quality of the teaching process and achievement. Penggunaan Tutor Sebaya untuk Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa dengan menerapkan metode tutor sebaya pada perkuliahan Perencanaan Pembelajaran TK. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan dilakukan dua siklus terhadap mahasiswa reguler Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi, angket dan penilaian akhir kegiatan. Data kuantitatif dianalisis dengan rerata dan persentase, dan dikom­parasikan dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa.
Model Pembelajaran Neurolinguistic Progamming Berorientasi Karakter bagi Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa SMP Wikanengsih Wikanengsih
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p177-186

Abstract

Character-oriented Learning Model of Neurolinguistic-Programming to Improve Writing Ability. This mixed-method study aims to determine the effectiveness of character-oriented learning model of neurolinguistic programming (NLP) in improving students' writing ability. Employing a sequential exploratory strategy, this study began the first phase, which was qualitative in nature, to generate the hypo­thetical learning model. The second phase, which was quantitative, was a pilot application of the hypo­thetical model. The test results show that the learning model can improve the writing ability of the students in the experimental group. In addition, based on observation, the students’ characters improve in the areas of communicativeness, tolerance, responsibility, and creativity. Model Pembelajaran Neurolinguistic Programming Berorientasi Karakter untuk Mening­katkan Kemampuan Menulis Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pem­belajaran neurolinguistik programming berorientasi karakter (MPNLPBK) terhadap kemampuan menulis siswa. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kombinasi (mixed method) jenis sequential exploratory strategy. Hasil penelitian tahap pertama (penelitian kualitatif) menghasilkan model pembelajaran hipotetik. Penelitian tahap kedua merupakan uji coba penerapan model hipotetik (penelitian kuantitatif). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis dengan menggunakan MPNLPBK dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelompok eksperimen. Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan terhadap aspek karakter komunikatif, toleran, tanggungjawab dan kreatif siswa, terdapat perkembangan pada diri siswa untuk setiap aspek tersebut.
Perangkat Pengembangan Diri untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dan Pengembangan Kepribadian Siswa SMA Wenny Hulukati
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p136-141

Abstract

Self-Development Aid to Improve Teachers’ Competences and Students’ Personality Development. This study was designed to develop a self-development aid to enhance teachers’ competence and to develop personality tendencies of senior high school students. A preliminary study was carried out to measure teachers’ competence in implementing guidance-and-counseling services to students and students’ personality tendencies. The next step was to design self-development aid and to examine the effectiveness of the product. This study has yielded a product consisting of teacher guidance, student guidance, and as­sessment guidance which were found to be effective in improving teachers’ competence in performing guidance and counseling services and in developing the personality tendencies of senior high school students. The products can be used directly by teachers in implementing guidance and counseling services in order to develop the personality of high school students. Perangkat Pengembangan Diri untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dan Pengembangan Kepribadian Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pengembangan diri untuk meningkatkan kompetensi guru dan pengembangan kepribadian siswa SMA. Kegiatan penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan yang berkaitan dengan kompentensi guru pembimbing dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dan kecenderungan kepribadian siswa SMA. Langkah berikutnya adalah mendesain dan mengembangkan draf, dan diakhiri dengan kegiatan uji keefektifan produk. Dari kegiatan penelitian pengembangan ini telah dihasilkan produk pengembangan yang valid dan handal yang meliputi panduan guru, panduan siswa, dan panduan penilaian. Berdasarkan hasil uji keefektifan terhadap produk pengembangan diperoleh informasi bahwa perangkat panduan pengembangan diri efektif diguna­kan untuk meningkatkan kompetensi guru pembimbing dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dan pengembangan kepribadian siswa SMA.
Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Kemampuan Awal, dan Hasil Belajar Siswa SMK Vebriyanti Dwi Anggraini; Amat Mukhadis; Muladi Muladi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p187-195

Abstract

Problem Based Learning, Learning Motivation, Prior Ability, and Learning Outcomes of SMK Students. The present study examines the influence of Problem Based Learning (PBL), learning motivation, and the prior ability of vocational school students. The study employed nonequivalent control group quasi exsperimental design. 75 eleventh graders in the academic year of 2012/2013 were randomly assigned into the experiment and control groups. A test was administered to assess the prior ability (entry behavior) and learning outcomes, and self-inventory was used to elicit the students’ learning motivation. The three-way analysis of variance shows that there was a significant difference between the students taught using the problem-based learning and those taught using the conventional method, between those with high learning motivation and those with low motivation, and between those with higher prior ability and those with low ability. Additionally, there was significant interaction among teaching-learning models, learning motivation, and prior ability.
Problem Pendidikan Video Games dalam Perspektif Teori Simulacra Jean Baudrillard Siti Murtiningsih; Joko Siswanto; M. Mukhtasar Syamsudin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i12013p78-86

Abstract

Education Problems of Video Games in the Perspective of Jean Baudrillard’s Theory of Simulacra. In the era of digital age, we are witnessing how video games penetrate children’s daily life and it is believed to have some impacts on their cognitive and affective processes. Referring to hermeneutical approach, the present library research seeks to answer the question whether video games create a real identity or simply forge false consciousness in children. In the first step, the data were collected from bibliographi­cal sources that related to data. In the second step, the data were analyzed to examine the pedagogical-philosophical properties of the video games. The results indicate that video games change the way children view the world. Video games present the world as hiper-reality. Bu putting aside the negative values and maximizing the positive ones, the understanding of hiper-reality allows for the inculcation of children. Problem Pendidikan Video Games dalam Perspectif Teori Simulacra Jean Baudrillard. Permainan video games diyakini berdampak positif sekaligus negatif pada proses kognitif dan afektif anak.-anak. Terutama, video games berpengaruh pada proses internalisasi nilai-nilai dan pembentukan identitas mereka. Teknologi virtual yang disajikan oleh video games, seperti didekati oleh teori simulacra Jean Baudrillard, menyuguhkan jebakan akan realitas palsu. Melalui riset pustaka dengan metode "filsafat her­meneutis", dianalisis data untuk membangun refleksi filsafat pendidikan atas permainan video games itu. Hasil penelitian ini menyatakan video games menyuguhkan sebuah hiper-realitas dari simulasi realitas, atau simulacra dalam teori Jean Baudrillard. Simulacra adalah dunia yang terbentuk dari salinan realitas, yang menjadi acuan melebihi realitas asli. Disimpulkan bahwa video games menjadi semacam “ruang konseptual”, yang dibentuk oleh simulacra. Dengan mengenali hakikat hiper-realitas, video games dapat menjadi alat transfer pengetahuan dan pengalaman bagi anak-anak secara positif, dengan mengeliminasi dampaknya yang negatif.
Pola Penjaminan Mutu pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Berbasis Nilai-Nilai Sekolah Asep Sunandar; Sunarni Sunarni; Desi Eri Kusumaningrum
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p230-235

Abstract

Quality Assurance in Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Pre-international Schools) Based on School Values. The present research project is aimed at describing the process of quality manage­ment in Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Pre-international Schools) in Malang and Bandung. The study is also set to explore school values attributable to educational quality assurance. While the process of quality management is explored using Failure Mode and Effects Analysis, the school values are identified and calculated using factorial analysis. The results show that, on average, students and teachers tend to categorize the quality into “kemungkinan gagal sedikit” (slightly potentially failed) and “kemungkinan gagal dalam jumlah yang langka” (unlikely failed). The study also found 10 school values relevant to educational quality assurance. Pola Penjaminan Mutu pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Berbasis Nilai-Nilai Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi proses manajemen mutu di SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Malang dan Bandung, dan menggali nilai-nilai sekolah yang berpengaruh terhadap penjaminan mutu pendidikan. Deskripsi proses penjaminan mutu yang dilaksanakan di sekolah digali dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) dengan teknik analisis statistik deskriptif, sedangkan penggalian nilai-nilai sekolah dilakukan dengan teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden siswa dan guru mempersepsi kondisi proses pendidikan pada kategori “kemungkinan gagal sedikit” dan “kemungkinan gagal dalam jumlah yang langka”. Penelitian ini juga menemukan 10 nilai-nilai sekolah yang relevan dengan penjaminan mutu pendidikan.
Pengembangan Kemampuan Motorik Anak Usia Prasekolah melalui Aktivitas Bermain Model Skill Play Wahyuningsri Wahyuningsri; Erlina Suci Astuti; Rossyana Rossyana
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p236-243

Abstract

Developing the Motor Skills of Preschool Children through Activities of Skill Play. Pre­school age children need mentoring people in the surrounding environment to help develop psychosocial and motor skills. This article describes attempts to develop the motor skills of preschool age children by using a model of Skill Play. The study was conducted using pre-experimental one group pretest-posttest design. 40 subjects were drawn purposively from four kindergartens in Lowokwaru, Malang, East Java. The changes in motor skills were observed using Pre-Screening Developmental Questionnaire. The results demonstrate that there are differences in motor skills before and after the treatment using Skill Play. Pengembangan Kemampuan Motorik Anak Usia Prasekolah melalui Aktivitas bermain Model Skill Play. Anak usia prasekolah membutuhkan pendampingan orang-orang di lingkungan seki­tarnya untuk membantu mengembangkan kemampuan psikososial dan motorik. Skill play adalah model aktivitas bermain yang bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik. Artikel ini memaparkan pengembangan kemampuan motorik dengan memergunakan aktivitas bermain model skill play sebagai bentuk perlakuan. Penelitian dilakukan dengan desain praeksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 40 anak usia prasekolah yang diambil secara purposif dari 4 Taman Kanak-Kanak di Ke­camatan Lowokwaru Malang. Perubahan kemampuan motorik diamati dengan memergunakan instrumen kuesioner Pra-Skrining Perkembangan. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat perbedaan kemam­puan motorik antara sebelum dan sesudah perlakuan.
Karakterisasi Kesalahan Berpikir Siswa dalam Mengonstruksi Konsep Matematika Subanji Subanji; Toto Nusantara
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p208-217

Abstract

Faulty Thinking of Students in Constructing Mathematical Concepts. This study was aimed at identifying how Junior School students construct mathematical concepts. The subjects were 391 nine graders. The instrument was developed in line with the curriculum for junior high schools concerning numbers, algebra, and geometry. There were two instruments: primary and additional (probing). The primary instrument consisted of mathematical questions the answers to which had to be justified with reasons. The additional instrument, having the function to probe, was used to more comprehensively explore the students’ reasons underlying their answers to the questions in the main instrument. The results show that the students’ construction of mathematical concepts included faulty pseudo-right thinking, pseudo-wrong thinking, analogical thinking, and logical thinking. Karakterisasi Kesalahan Berpikir Siswa dalam Mengonstruksi Konsep Matematika. Penelitian mixed method ini dilakukan terhadap 391 siswa kelas IX SMP dan bertujuan untuk mengkarak­terisasi kesalahan berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep tentang operasi bilangan bulat dan pecahan, bentuk aljabar, geometri, akar dan pangkat dua, dan fungsi. Subjek adalah 391 siswa SMP kelas IX dari 4 Kabupaten/Kota. Pengembangan instrument didasarkan pada kurikulum yang berlaku di SMP pada bidang bilangan, aljabar, dan geometri. Digunakan instrumen utama dan instrumen pelacak. Instrumen utama berupa beberapa pernyataan matematika yang harus dijustifikasi benar-salahnya oleh siswa beserta alasannya. Instrumen pelacak digunakan untuk memperkuat alasan siswa dalam menjawab soal utama, yang berisi pernyataan dan alasan, dan siswa diminta menjustifikasi benar-salahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kesalahan berpikir siswa dalam mengonstruksi konsep matematika mencakup kesalahan berpikir pseudo-benar dan pseudo-salah, berpikir analogi, menempatkan konsep, dan dalam berpikir logis.
Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Kategori Informasi Abdul Rahman
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v19i22013p244-251

Abstract

Mathematics Problem Posing, Cognitive Styles, and Information Category. This study aims to examine students’ competence in posing mathematical problems using information provided based on their cognitive styles. The information presented to the students was in the forms of charts, verbal language, mathematics language, and pictures. Using qualitative-exploratory research design, this study involved eight junior high school students. The results show that learners of field-independent cognitive tendencies were able to pose mathematical problems of high quality with new information data. In contrast, those of field-dependent cognitive tendencies were able to pose mathematical problems of moderate quality without new data information. Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Kategori Informasi. Penelitian ini bertujuan mengungkap kemampuan siswa dalam mengajukan masalah matematika dengan informasi yang diberikan berdasarkan gaya kognitifnya. Informasi yang disampaikan berupa grafik, kalimat verbal, kalimat matematika, dan gambar. Penelitian dilakukan secara kualitatif eksploratif pada delapan siswa Sekolah Menengah Pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki gaya kognitif field independent mampu mengajukan masalah matematika yang dapat diselesaikan dan memuat data baru, dengan kategori masalah matematika berkualitas tinggi. Siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent mampu mengajukan masalah matematika yang dapat diselesaikan namun tidak memuat data baru, dengan kategori masalah matematika berkualitas sedang.

Filter by Year

1994 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2026) Vol. 32 No. 1 (2026) Vol. 31 No. 2 (2025) Vol. 31 No. 1 (2025) Vol. 30 No. 2 (2024) Vol. 30 No. 1 (2024) Vol. 29 No. 2 (2023) Vol. 29 No. 1 (2023) Vol. 28 No. 2 (2022) Vol. 28 No. 1 (2022) Vol. 27 No. 2 (2021) Vol. 27 No. 1 (2021) Vol. 26 No. 2 (2020) Vol. 26 No. 1 (2020) Vol. 25 No. 2 (2019) Vol. 25 No. 1 (2019) Vol. 24 No. 2 (2018) Vol. 24 No. 1 (2018) Vol. 23 No. 2 (2017) Vol. 23 No. 1 (2017) Vol. 22 No. 2 (2016) Vol. 22 No. 1 (2016) Vol. 21 No. 2 (2015) Vol. 21 No. 1 (2015) Vol. 20 No. 2 (2014) Vol. 20 No. 1 (2014) Vol. 19 No. 2 (2013) Vol. 19 No. 1 (2013) Vol. 18 No. 2 (2012) Vol. 18 No. 1 (2012) Vol. 17 No. 6 (2011) Vol. 17 No. 5 (2011) Vol. 17 No. 4 (2011) Vol. 17 No. 3 (2010) Vol. 17 No. 2 (2010) Vol. 17 No. 1 (2010) Vol. 16 No. 3 (2009) Vol. 16 No. 2 (2009) Vol. 16 No. 1 (2009) Vol. 15 No. 3 (2008) Vol. 15 No. 2 (2008) Vol. 15 No. 1 (2008) Vol. 14 No. 3 (2007) Vol. 14 No. 2 (2007) Vol. 14 No. 1 (2007) Vol. 13 No. 3 (2006) Vol. 13 No. 2 (2006) Vol. 13 No. 1 (2006) Vol. 12 No. 3 (2005) Vol. 12 No. 2 (2005) Vol. 12 No. 1 (2005) Vol. 11 No. 3 (2004) Vol. 11 No. 2 (2004) Vol. 11 No. 1 (2004) Vol. 10 No. 3 (2003) Vol. 10 No. 2 (2003) Vol. 10 No. 1 (2003) Vol. 9 No. 4 (2002) Vol. 9 No. 3 (2002) Vol. 9 No. 2 (2002) Vol. 9 No. 1 (2002) Vol. 8 No. 4 (2001) Vol. 8 No. 3 (2001) Vol. 8 No. 2 (2001) Vol. 8 No. 1 (2001) Vol. 7 No. 4 (2000) Vol. 7 No. 3 (2000) Vol. 7 No. 2 (2000) Vol. 7 No. 1 (2000) Vol. 7 (2000): Special Issue Vol. 6 No. 4 (1999) Vol. 6 No. 3 (1999) Vol. 6 No. 2 (1999) Vol. 6 No. 1 (1999) Vol. 6 (1999): Special Issue Vol. 5 No. 4 (1998) Vol. 5 No. 3 (1998) Vol. 5 No. 2 (1998) Vol. 5 No. 1 (1998) Vol. 5 (1998): Special Issue Vol. 4 No. 4 (1997) Vol. 4 No. 3 (1997) Vol. 4 No. 2 (1997) Vol. 4 No. 1 (1997) Vol. 4 (1997): Special Issue Vol. 3 No. 4 (1996) Vol. 3 No. 3 (1996) Vol. 3 No. 2 (1996) Vol. 3 No. 1 (1996) Vol. 2 No. 4 (1995) Vol. 2 No. 3 (1995) Vol. 2 No. 2 (1995) Vol. 2 No. 1 (1995) Vol. 1 No. 2 (1994) Vol. 1 No. 1 (1994) More Issue