cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285138795378
Journal Mail Official
Jurnal.islamic.edu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Education
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : 2962679X     EISSN : 29627249     DOI : https://doi.org/10.68352/education
Core Subject :
Islamic Education P ISSN 2962 679X E ISSN 2962 7249 welcomes submissions of articles that provide insight into current and major issues related to education. This journal provides a place for researchers to discuss pursue and promote knowledge in emerging and developing fields of education science studies. Articles can be written in English or Indonesian. This journal publishing frequency is quarterly or four times a year with issue period in March June September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
HUKUM PERLOMBAAN DENGAN MEMUNGUT BIAYA DALAM PANDANGAN ISLAM Muhammad Ilyas; Nor Aulia; M. Adit Al Fayat; Ahmad Komarudin Ali
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.147

Abstract

Menurut agama Islam, hukum perlombaan dengan memungut biaya pendaftaran untuk hadiah adalah haram. Namun, perlombaan yang menggunakan uang pendaftaran bukan untuk hadiah tidak termasuk judi dan tidak haram. Dalam literatur kitab fikih, semua bentuk perlombaan dan pertandingan hukumnya boleh dalam Islam, selama tidak ada unsur taruhan dan perjudian. Hadits Nabi shallallahu'alaihi wasallam menyatakan bahwa tidak boleh ada lomba, kecuali lomba memanah, berkuda, atau menunggang unta. Oleh karena itu, sebelum mengikuti lomba berbayar, perlu memperhatikan kondisi dan unsur-unsur yang ada agar tidak melanggar hukum Islam.
MAZHAB FIQIH DI INDONESIA: PERBEDAAN PENDAPAT KONSTRUKSI HUKUM ISLAM Noor Halimah; Yuli Lailiyah Mahmudah
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.148

Abstract

Dalam artikel ilmiah ini, kami melakukan perbandingan antara empat madzhab besar dalam Islam, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali. Kami mengumpulkan dan menganalisis pandangan dan metode masing-masing madzhab dalam berbagai aspek hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan jinayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan antara masing-masing madzhab, namun semuanya didasarkan pada sumber hukum yang sama, yaitu Al-Quran dan hadis. Selain itu, kami menemukan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam detail hukum, semua madzhab memiliki tujuan yang sama dalam menerapkan hukum Islam, yaitu untuk memperbaiki kehidupan manusia dan menjadikan mereka lebih dekat kepada Allah. Penelitian ini dapat membantu dalam memperkuat pemahaman kita tentang keragaman pandangan dalam Islam dan mempromosikan toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tersebut. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan dan persamaan antara empat madzhab besar dalam Islam.
Kaitan Olahraga Berkuda Dengan Agama Islam Muhammad Rizqi Saputra; Taufiqurrahman; Muhammad Haikal; M. Tamir Restu
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.149

Abstract

Olahraga berkuda dapat dikaitkan dengan agama Islam melalui prinsip-prinsip dasar dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mental, serta mempergunakan nikmat Allah SWT dengan baik. Dalam Islam, menjaga kesehatan tubuh dianggap sebagai bagian dari ibadah dan juga sebagai upaya untuk memperkuat fisik dan mental guna menjalankan aktivitas lainnya dengan lebih baik dan maksimal serta membantu menumbuhkan disiplin, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap makhluk hidup lain. Sebagai hewan yang dianggap mulia dalam Islam, kuda dianggap sebagai makhluk yang perlu dirawat dan diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu, olahraga berkuda dapat menjadi sarana untuk belajar memperhatikan dan merawat makhluk hidup lain, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian. Islam menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup, termasuk dalam hal makan, minum, dan berolahraga. Olahraga berkuda menjadi salah satu pilihan olahraga yang membantu menjaga keseimbangan bagian dari praktik keagamaan dalam Islam melalui penekanan pada pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mental, serta mempergunakan nikmat Allah SWT dengan baik, yang merupakan prinsip-prinsip dasar dalam ajaran Islam.
PANDANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI DALAM PENGGUNAAN PAKAIAN SEPAK BOLA YANG MEMPERLIHATKAN AURAT Aldi Rangga Saputra; Muhammad Ihsan Fadil; Rita Handayani
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.150

Abstract

Clothing is one of the important aspects in sports, especially in soccer games. In playing soccer we certainly need free and agile movements so that the game becomes more efficient. For more efficient movement it is necessary to use comfortable clothing. But as Muslims we must pay attention to the limits of the aurat which if seen by people who are not mahrams then as a Muslim we will get a sin. The writing of this article aims to determine the views of Physical Education students in the use of clothing in soccer games. Quantitative approach is the method used. Data collection was carried out by submitting a questionnaire survey. Data were analyzed with three techniques, namely reducing, displaying and drawing conclusions. Meanwhile, to test the validity of the data, source triangulation and technique triangulation techniques were used. Players who wear soccer clothes should cover their aurat so as not to get sin and the results obtained remain halal and not become haram. Many ways can be done so that the aurat is covered and the movement remains efficient in playing soccer such as the use of cuffs on parts of the body that may be exposed to the aurat when playing soccer.
PEMIKIRAN MAZHAB MALIKIYAH: SEJARAH, PEMIKIRAN DAN PERKEMBANGAN MAZHAB Fatimatuzzahra; Nabel Salma Nazela; Nor Aliya Rahmi
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.151

Abstract

Pepatah yang mungkin hampir setiap orang Indonesia mengetahuinya, "Tak kenal maka tak cinta". Itulah peribahasa yang mungkin menggambarkan apa saja yang akan dijelaskan pada artikel ini. Artikel ini berusaha mengenal salah satu huru hebat yang pernah ada berjasa dalam perkembangan islam. Dia adalah Imam Malik bin Anas yang merupakan ulama besar dalam ilmu hadits. Artikel ini akan menjelaskan tentang metode istinbath untuk mendapatkan hukum islam oleh Imam Malik, seperti yang kita ketahui beliau adalah salah seorang mujtahid mutlaq.Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka terhadap berbagai literatur yang membahas tentang pemikiran mazhab maliki serta metode istinbath mazhab. Dalam hal ini peneliti akan mencari referensi dari buku, jurnal, makalah, atau artikel yang relevan dengan topik penelitian. Kemudian peneliti akan mempelajari dan menganalisis informasi yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pemikiran mazhab maliki serta metode istinbath mazhab.Tiga hal yang membantu perkembangan mazhab Maliki yakni yang pertama, pemikiran Imam Malik yang terkodifikasi dengan baik. Imam Malik menulis kitab yang memuat pandangan-pandangan fikihnya. Salah satunya adalah kitab Al-Muwaththa’. Kitab ini berisi hadis-hadis Nabi Muhammad saw. dan fatwa para sahabatnya yang menjadi dasar fatwa Imam Malik. Dalam merumuskan hukum fikih, Imam Malik merujuk kepada Alquran, hadis Nabi, ijma, qiyas, praktik penduduk Madinah, mashlahah mursalah (maslahat), ‘urf (tradisi), dan saddu dzari’ah (upaya pencegahan).
DINAMIKA IKHTILAF DI ANTARA ULAMA MAZHAB FIQIH Muhammad Basri; Pahru Hidayat; Sukma Adi Putra
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.152

Abstract

Ikhtilaf bermakna perbedaan antara dua pihak yang berselisih untuk menampakkan kebenaran dan memadamkan kebatilan. Perbedaan pendapat bersifat alamiah dan ilmiah, alamiah karena secara fitri cara pandang manusia itu tidak selalu sama. Ilmiah, karena teks-teks syari’ah (al-Quran dan al-sunnah) memberikan ruang-gerak bagi kemungkinan untuk berbeda pendapat. Perbedaan bisa menjadi hal yang negative dan positif, oleh karena itu kita harus pandai dalam menyikapi. penyebab terjadinya ikhtilaf dikalangan imam mujtahid secara garis besar meliputi; Pertama: perbedaan dalam sumber hukum (mashdar al-ahkam);Kedua: perbedaan dalam cara memahami nash dan;Ketiga: perbedaan dalam sebagian kaidah kebahasaan untuk memahami nash. Dari berbagai keterangan dan sejarah perkembangan hukum Islam menunjukkan bahwa, perbedaan pendapat semenjak masa Nabi Muhamamad, masa sahabat, tabi’in sampai ke masa Imam mazhab terus berlangsung, tetap dalam suasana yang harmonis, saling menghargai, saling memuji dan toleransi.
IJTIHAD SEBAGAI USAHA KONSTRUKSI HUKUM ISLAM Abdur Rafik; Afif Syeikhul Akbar; Muhammad Nur Samadi; Muhammad Putra Perdana; Kevin Septia Wardana; Surya Al-Ahmed Hidayat
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.153

Abstract

Ijtihad adalah istilah dalam hukum islam yang mengacu pada proses pemikiran dan penafsiran yang dilakukan oleh seorang ahli hukum islam (mujtahid) untuk menentukan solusi hukum dalam masalah yang belum terdapat jawaban yang jelas dalam sumber-sumber hukum islam seperti Al-Quran, hadist, dan fatwa para ulama. Proses ijtihad melibatkan pemahaman mendalam terhadap sumber-sumber hukum islam, serta kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip hukum islam secara kreatif dalam konteks sosial dan historis yang berbeda-beda. Ijtihad memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan hukum islam, karena memungkinkan hukum islam untuk berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Namun, proses ijtihad juga memiliki tantangan dan risiko, karena dapat terjadi perbedaan pendapat antara mujtahid yang berbeda, serta kemungkinan kesalahan dalam penafsiran sumber-sumber hukum islam. Oleh karena itu, penting bagi mujtahid untuk melakukan ijtihad dengan hati-hati dan dengan mempertimbangkan pandangan dan argument dari para ahli hukum islam yang lain.
TITIK TEMU DARI SEBUAH PERBEDAAN: ANALISIS PERBEDAAN MAZHAB-MAZHAB FIQH Firda Noor Safitri; Isma Fury Rachmawati; Nurul Azizah
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.154

Abstract

The definition of mazhab, according to terms, includes two things: (1) Mazhab is the way of thinking or method adopted by an Imam Mujtahid in determining the law of an event based on the Qur'an and Hadith; (2) Mazhab is a fatwa or opinion of an Imam Mujtahid regarding the law of an event taken from the Qur'an and Hadith. This study uses the library research method, namely, collecting data from various sources and analyzing the data. Among the Sunnis, there are several well-known schools of thought, namely Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hambali. There are two schools of fiqh among the Shiites, namely Zaidiyah and Ja'fariah. But what is still developing now are the Ja'fariah and Syi'ah Imamiyah schools. The schools that have disappeared are about five, including the Auza'i School, the Ats-Tsauri School, the al-Laits School, the Zhahiri School, and the Thabari School.
ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI (IPTEKS) DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Rifky; Sibli; Arya Dwi Putra; Muhammad Ervani; Arsyad; Muhammad Indra Wijaya Kusuma
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.155

Abstract

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) adalah bidang ilmu yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam perspektif Islam, IPTEKS dapat dianggap sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang memungkinkan manusia untuk menguasai alam dan mencapai kemajuan di berbagai bidang.Dalam Islam, ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting. Islam memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu sejak kecil hingga dewasa, sehingga dapat dijadikan sebagai bekal hidup di dunia maupun di akhirat. Dalam hal ini, IPTEKS dapat dianggap sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang harus dipelajari dan dikembangkan oleh umat Islam. IPTEKS tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, IPTEKS harus digunakan untuk mengembangkan kehidupan manusia secara harmonis dengan agama dan nilai-nilai moral. IPTEKS juga harus dipergunakan untuk mengembangkan kebaikan dan memperbaiki kualitas hidup manusia secara umum.Namun, dalam menggunakan IPTEKS, umat Islam harus berhati-hati dan memperhatikan batasan-batasan yang ditetapkan dalam agama. IPTEKS tidak boleh digunakan untuk merugikan orang lain atau merusak lingkungan. IPTEKS juga tidak boleh digunakan untuk menggantikan posisi Tuhan dalam mengatur alam semesta. IPTEKS dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan diri dan memajukan kehidupan manusia. IPTEKS dapat membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memajukan kebudayaan dan seni. Oleh karena itu, IPTEKS harus dikelola dengan bijak dan diarahkan ke arah yang positif, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia secara umum dan umat Islam secara khusus.
PENINGKATAN MUTU BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PRAKTIK PROFESIONALITAS GURU Muhammad Hifziannor
Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i1.156

Abstract

One of the efforts to improve the quality of education, especially the quality of student learning is the application of teacher professionalism because professional teachers will certainly produce outstanding students. This research was conducted to identify and describe the practice of teacher professionalism and the implementation of teacher professionalism in improving the quality of student learning. The subjects of this study were four senior teachers who had been certified. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data processing in this study was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion/verification. Then, to measure the validity of the data using technique and source triangulation. The results of the study stated that: 1) Teacher professionalism practices in the learning process to improve the learning quality of students at MAN 4 Banjar, namely making lesson plans, making and utilizing learning materials and media, using and selecting learning approaches, methods, and techniques in accordance with the curriculum used, providing motivation, managing to learn, making and carrying out learning evaluations, providing remedial learning, and providing guidance on problems or student difficulties in learning. 2) The implementation of the teacher's professional practice as a whole can be said to be conducive and effective, because everything is almost in line with the theory and the learning process that is carried out looks good and orderly.

Page 2 of 33 | Total Record : 326