Articles
326 Documents
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN FIQIH IMAM AHMAD BIN HANBAL : KONSTRUKSI METODE IJTIHAD
Adriyani;
M. Ihya Ayudiya;
Nabil Mahasin
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.171
Imam Hambali adalah Imam Abu Abdullah Ahmad bin Hambal bin Bilal Addahili As- Sayibani Al Maruzzi. Ia lahir di Bagdad pada tahun 164/780 M. Pada usia 16 tahun barulah Imam Hambali pergi keluar kota untuk menuntut ilmu yaitu ke kota Kufah, Bashrah , Syam, Yaman, Mekah dan Madinah. Dalam Islam sumber hukum utama ialah al-Quran dan Hadis yang menjadi hujjah bagi para Imam mazhab dalam penentuan hukum tanpa perbedaan. Imam Ahmad bin Hanbal, biasa dikenal sebagai orang yang ahli di bidang hadits dan juga bidang ilmu fiqh. Dalam fiqih Imam Ahmad sangat berhati-hati dalam menerima pendapat, pemikiran orang. Adapun yang penulis bahas didalam jurnal ini ialah sejarah singkat tentang berupa perjalanan hidup beliau, serta bagaimana pemikiran-pemikiran beliau dalam menetapkan istinbath hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library. Data yang diperoleh kemudian dianalisis serta ditelaah secara mendalam atas referensi yang dipakai, sebagaimana halnya dalam studi kepustakaan atau library research.
PERBANDINGAN METODE MEMAHAMI PERBEDAAN DIANTARA ULAMA MAZHAB FIQIH
Agung Wahyu Kurniawan;
Muhammad Awaludin;
Muhammad Farid Husein
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.172
Studi perbandingan madzhab dalam Islam telah memberikan gambaran tentang perbedaan antara pandangan teologis, hukum Islam, dan praktik keagamaan di antara madzhab- madzhab. Perbedaan ini berkaitan dengan perbedaan dalam keyakinan dan penafsiran Al- Quran, metodologi membuat fatwa dan pemahaman hukum Islam, serta pelaksanaan shalat, zakat, dan puasa. Dalam konteks Islam modern, perbedaan madzhab dapat menjadi tantangan dalam mempertahankan keberagaman dan toleransi di kalangan umat Muslim. Namun, perbedaan madzhab juga dapat menjadi sumber kekayaan intelektual dalam memahami Islam secara lebih inklusif dan holistik. Studi ini memberikan pemahaman tentang keunikan dan kekhasan masing-masing madzhab dalam memahami hukum dan praktik keagamaan Islam, serta pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi di kalangan umat Muslim.
PROFESIONAL SENI DAN AGAMA
Nur Salsabila;
Irawati;
Rajibah;
Ade Rahayu
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.173
Education is a process that is closely related to religion and culture. Because education, religion and culture are things that are directly related to people's lives, so they will affect the character and habits that are carried out. The purpose of this study is to improve the teaching of Islam which contains ethical values in the world of education. The research method used is descriptive qualitative which describes efforts to improve Islamic religious learning that contains aesthetic values. In an effort to improve Islamic religious learning that contains aesthetic values, there are several process steps. The first step that must be taken is to provide competent or knowledgeable educators related to education, religion and culture, so that they can direct students well. Furthermore, it instills in students that education, religion and culture are very important to reach. The last step is to carry out a process of regular guidance and evaluation of students in order to form good character and produce habits that have good artistic values based on the Islamic religion. With an understanding of education, religion and culture, it is expected to be able to improve the teaching of Islamic religious education that is appropriate for the educational environment.
PANDANGAN SYARIAT ISLAM TERHADAP CARA BERPAKAIAN WANITA YANG KETAT PADA SAAT BEROLAHRAGA
Akhmad Julianoor;
Hendrianor;
Muhammad Fajar Assidiq
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.174
Fenomena yang melanda masyarakat Indonesia khususnya para pelajar muslimah adalah budaya berpakaian yang menyimpang dari tuntunan syariat Islam, meski masih ada wanita muslimah yang menunjukkan cara berpakaian yang sesuai syariat, tapi jumlahnya relatif sedikit dibandingkan yang belum sesuai. Fenomena berhijab pun saat ini masih belum sesuai dengan syarat pakaian wanita muslimah dimana tidak sedikit dari model pakaian yang dikenakan wanita berhijab tapi masih memperlhatkan bentu tubuh, berbahan transparan dan sebagainya. Tentu saja ini adalah permasalahan yang harus dibenahi oleh para orang tua, pendidik dan penanggung jawab pendidikan, karna jika dibiarkan hal ini akan menjadi budaya yang terus menerus akan berkembang dan akhirnya menjadi sebuah hukum yang dianggap benar oleh generasi mendatang. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menumbuhkan kesadaran di kalangan wanita muslimah tentang kewajiban menutup aurat dengan memberikan pemahaman yang cukup mengenai aurat, kewajiban menutupnya dan adab berpakaian dalam Islam. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang mensintesa teori-teori dan konsep dari para ulama fiqih tentang aurat adab berpakaian dalam Islam yang kemudian menghasilkan konsep tentang bagaimana cara menumbuhkan kesadaran menutup aurat yang bisa diinternalisasikan dalam bentuk perilaku berpakaian pada wanita muslimah khususnya para pelajar.
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEREMPUAN YANG MELAKUKAN GERAKAN SENAM AEROBIK
Nurul Hidayah;
Ahmad Rifani;
Muhammd Naufal
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.175
Instruktur Senam adalah suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial manusia. Bekerja juga dapat diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan penghasilan. Atau sebagai proses penghasil pendapatan dimana pendapatan atau pendapatan tenaga kerja ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk hidup sejahtera. Demikian dapat diungkapkan dalam Islam, ada beberapa tujuan kerja atau bekerja, yang antara lain adalah: a). Manfaat ibadah adalah untuk mencapai mardlatillah, Islam, sebagai agama kebenaran yang jelas, memberikan petunjuk ke jalan yang benar yang akan membawa manusia untuk mencapai kebahagiaan sejati baik di dunia maupun di akhirat b). Memenuhi Kebutuhan Hidup, Manusia adalah makhluk yang unik, menggabungkan dua unsur dalam satu pribadi, yaitu fisik dan psikis.. c). Memenuhi Kebutuhan Keluarga, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain untuk mencintai dan dicintai, saling membantu dan lain-lain.
PERSPEKTIF ISLAM DALAM DUNIA SENI
Arminah;
Cita Bunga Lestari;
Haura Ashfia;
Naila Kinanti Nur'elni Afanin;
Nor Maulida
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.176
Islam melalui sumber utamanya Al-Qur'an sangat menghargai seni. Al-qur'an menuntun manusia mengenal Allah mengajak untuk memandang keseluruhan jagad raya yang diciptakan-Nya dengan serasi dan indah. Menikmati keindahan jagad raya ini, kita bisa membuktikan bahwa Allah sangat mencintai keindahan, menciptakan alam raya ini dengan indah tanpa kurang apapun. Ini lah bukti kebesaran Allah yang patut kita rasakan dan kita nikmati. Seni yang islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan fitrah. Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang alam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan. Keindahan adalah salah satu sebab tumbuh dan kokohnya keimanan, sehingga keindahan itu menjadi sarana mencapai kebahagiaan dalam kehidupan.
Penggunaan Hijab Bagi Atlet Muslim Dalam Event Internasional
Muhammad Mahbub;
Muhammad Fadhlianor;
Muhammaad Ferdi Aditama
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.177
Sports hijab is a type of hijab that is specifically designed for use by Muslimah athletes in various types of sports. Sports hijab is designed to be comfortable and safe to use during physical activity, while still maintaining honour and modesty for hijab users. Sports hijab is available in various designs and materials that are suitable for various types of sports, such as running, swimming, tennis, and so on. Sports hijab also promotes gender equality in the world of sports and provides opportunities for Muslimah athletes to participate in sports without having to sacrifice their religious beliefs. The use of sports hijab has also been regulated in the rules of international sports organisations, so Muslimah athletes who wear sports hijab can participate in international events without any obstacles. The use of sports hijab has become a global trend that is increasingly widespread and recognised, and has become a symbol of the struggle for equality and freedom of sport for Muslimah athletes
Dinamika Eksistensi Mazhab Zhahiri : Sejarah Perkembangan dan Penyebaran dalam Dunia Islam
Fatimah Azzahra;
Lu’lu’a Laili Zakia;
Risfia Rafi’ah
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.178
Artikel ini membahas tentang biografi dan pemikiran dari Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm bin Ghalib bin Shalih bin Khalaf bin Ma’dan bin Sufyan bin Yazid atau yang biasa dikenal dengan Ibnu Hazm, sebagai ulama Mazhab Zhahiri ia dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki reputasi dibidang fikih. Tulisan ini adalah kajian kepustakaan sebagai sumber data dan melakukan analisis historis terhadap pribadi pemikiran Ibn Hazm. Menurut Ibn Hazm bahwa yang dijadikan dalil hanya al-Qur’an, Sunnah Rasulullah saw. dan ijma. Ibn Hazm menolak adanya qiyas, istihsan, ra’y, taqlid dan lain-lain. Dalam pemikiran Ibn Hazm dalam bidang aqidah dan Furu‘, berdasarkan pada dua prinsi, yang akan dibahas pada artikel ini.
KONSEP MODERASI BERAGAMA DAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA SESUAI AJARAN ISLAM
Muhammad Bintang Al Giffary;
Muhammad Rayhan Maulana;
Muhammad Aries Rahman;
Farras Daffa Fadhilla;
Nadi
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.179
Bangsa Indonesia adalah masyarakat multikultural dengan pluralisme. Keberagaman meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dll. Dalam masyarakat multikultural seperti itu sering timbul ketegangan dan konflik antar kelompok budaya yang mempengaruhi keharmonisan hidup. Presentasi ini bertujuan untuk merefleksikan keragaman budaya masyarakat Indonesia, moderasi beragama dan peran ustadz dalam mewujudkan perdamaian di kalangan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kehidupan multikultural memerlukan pemahaman dan kesadaran multikultural yang menghargai perbedaan, kemajemukan dan mau berinteraksi secara adil dengan siapapun. Diperlukan sikap keberagamaan yang moderat seperti pengakuan terhadap keberadaan partai politik lain, sikap toleran, menghargai perbedaan pendapat dan pemaksaan kehendak tanpa kekerasan. Peran pemerintah, tokoh masyarakat dan ustadz diperlukan untuk komunikasi dan pengembangan moderasi beragama di masyarakat untuk kerukunan dan perdamaian.
SENI LUKIS TUBUH MENURUT ISLAM
Maila Bilqies;
Maulina;
Mila Ardila;
Octaviani Ramadhana;
Ratnasih
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.68352/education.v1i2.180
Tato termasuk dalam kesenian berupa seni lukis lebih tepatnya adalah seni lukis tubuh. Tato adalah salah satu seni menghias tubuh dengan membuat gambar pada kulit dengan menggunakan tinta dan jarum khusus yang permanen pada kulit. Tato sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan terus berkembang menjadi bagian dari budaya dan seni. Saat ini, tato telah menjadi populer di seluruh dunia dan Sebagian orang menganggap tato yang ada ditubuhnya itu merupakan lambing kebebasan berekspresi. Namun, meskipun tato telah menjadi populer, terdapat berbagai kontroversi yang terkait dengan praktik tato. Beberapa orang percaya bahwa tato dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah atau budaya, sementara yang lain melihat tato sebagai tindakan yang tidak etis dan tidak profesional.Selain itu, terdapat juga risiko kesehatan yang terkait dengan tato, seperti infeksi dan alergi. Dalam Islam, tato dianggap sebagai tindakan yang tidak dianjurkan dan diharamkan oleh beberapa ulama. Tato dianggap merusak tubuh yang telah diciptakan oleh Allah dan dianggap sebagai bentuk modifikasi tubuh yang tidak pantas. Dalam abstrak ini, akan dibahas pandangan Islam tentang tato, hukum tato dalam Islam, serta perspektif ulama-ulama mengenai tato sebagai bentuk modifikasi tubuh. Selain itu, juga akan membahas faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan bagi umat Muslim yang ingin membuat tato.