cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285138795378
Journal Mail Official
Jurnal.islamic.edu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Education
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : 2962679X     EISSN : 29627249     DOI : https://doi.org/10.68352/education
Core Subject :
Islamic Education P ISSN 2962 679X E ISSN 2962 7249 welcomes submissions of articles that provide insight into current and major issues related to education. This journal provides a place for researchers to discuss pursue and promote knowledge in emerging and developing fields of education science studies. Articles can be written in English or Indonesian. This journal publishing frequency is quarterly or four times a year with issue period in March June September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
Perempuan Sebagai Pendidik Utama dalam Keluarga: Kajian Literatur Tentang Perannya dalam Pembentukan Karakter Generasi Firdatul Nor Alvina; Irma Maulida
Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2026): April - Juni: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i2.1417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga serta kontribusinya dalam kehidupan masyarakat. Perempuan memiliki posisi strategis dalam proses transmisi nilai, norma, dan budaya yang menoleh karena itu fondasi keberlangsungan peradaban. Dalam perspektif sosiologi pendidikan dan keislaman, perempuan tidak hanya dipandang sebagai individu biologis, tetapi sebagai aktor sosial yang berperan penting dalam pembentukan karakter generasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustidakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan, khususnya ibu, berperan sebagai pendidik pertama (madrasatul ula) yang menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial sejak usia dini. Pendidikan dalam keluarga menoleh karena itu fondasi utama sebelum anak memasuki pendidikan formal. Proses pembentukan karakter anak berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, pola asuh, serta interaksi emosional yang intens antara ibu dan anak. Selain itu, perempuan juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial melalui partisipasi aktif di ruang publik. Di era digital, perempuan dituntut memiliki literasi teknologi agar mampu membimbing anak dalam menghadapi tantangan modern secara bijak dan bertanggung jawab.
Urgensi Pemahaman Kewajiban Anak Setelah Balig dalam Perspektif Pendidikan Islam Hapsah; Norlaila Hidayati
Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2026): April - Juni: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i2.1482

Abstract

Masa balig merupakan fase penting dalam kehidupan seorang Muslim karena pada tahap ini seseorang mengalami perubahan status hukum dari anak-anak menjadi mukalaf yang dibebani kewajiban syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pemahaman kewajiban anak setelah balig dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengkajian berbagai literatur fikih dan pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balig ditandai dengan ihtilam, haid, atau mencapai usia 15 tahun qamariyah. Setelah balig, anak berkewajiban melaksanakan ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji (bagi yang mampu), serta menjaga aurat, mengatur pergaulan dengan lawan jenis, dan memikul tanggung jawab moral serta akhlak. Namun, realitas menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kematangan fisik dan kesadaran spiritual remaja. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kewajiban melalui pembinaan bertahap sejak sebelum balig, baik dalam keluarga maupun lembaga pendidikan.
Analisis Teoretis Kurva Lupa dan Spaced Repetition dalam Retensi Memori Irawati; Mahmudah
Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2026): April - Juni: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i2.1488

Abstract

Retensi memori merupakan aspek fundamental dalam proses pembelajaran karena keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh pemahaman, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan informasi dalam jangka panjang. Fenomena kurva lupa menunjukkan bahwa sebagian besar informasi mengalami penurunan secara signifikan dalam periode awal setelah pembelajaran. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi retensi yang selaras dengan karakteristik kerja memori. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretis konsep kurva lupa dan spaced repetition sebagai strategi penguatan retensi jangka panjang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data diperoleh dari literatur psikologi kognitif dan karya klasik yang relevan, termasuk penelitian eksperimental tentang pelupaan dan distribusi pengulangan. Analisis dilakukan dengan menelaah kontribusi eksperimen Hermann Ebbinghaus, pola penurunan memori, perbedaan antara spaced repetition dan massed practice, serta prinsip penguatan jejak memori melalui aktivasi ulang dan konsolidasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengulangan yang didistribusikan dalam interval waktu tertentu mampu memperlambat laju pelupaan dan memperkuat stabilitas memori jangka panjang.
Epistemologi Tafsir Ilmi: Analisis Sumber, Metode, dan Validitas Penafsiran Saintifik Al-Qur’an Saparudin Arianur; Muhammad Amin Badali; Intan Anggrini; Taufik Warman Mahfudz
Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2026): April - Juni: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i2.1497

Abstract

Artikel ini mengkaji fondasi epistemologis Tafsir Ilmi dengan fokus pada sumber, kerangka metodologis, dan kriteria validitasnya. Tafsir Ilmi merupakan tradisi penafsiran yang berupaya menjalin dialog antara teks Al-Qur’an dan temuan-temuan sains modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menelusuri perkembangan historis genre tersebut sejak era Abbasiyah hingga periode kontemporer, landasan epistemologisnya yang berakar pada integrasi sumber naqliyah dan ʿaqliyah, serta tiga prinsip metodologis yang mengatur penerapannya, yaitu talwiq (penyesuaian), istinbath (derivasi), dan tawfiq (harmonisasi). Artikel ini selanjutnya mengevaluasi empat kriteria validitas penafsiran saintifik: ketepatan linguistik, konsistensi dengan prinsip aqidah Islam, verifikabilitas ilmiah, dan koherensi kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa Tafsir Ilmi menempati posisi yang sah namun terbatas dalam tradisi keilmuan Islam, sepanjang mematuhi pengamanan metodologis yang ketat guna mencegah pemaksaan teori sains kontemporer ke dalam teks Al-Qur’an. Artikel diakhiri dengan usulan kerangka epistemologis integratif yang dibangun di atas empat pilar: primasi teks, hierarki epistemologis, kompetensi interdisipliner, dan kesadaran hermeneutis.
Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum pada Era Digital Suardi Suardi; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Islamic Education Vol. 5 No. 3 (2026): Juli - September: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i3.1520

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual mahasiswa di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Namun, implementasi pembelajaran PAI di PTU masih menghadapi berbagai problematika yang berdampak pada efektivitas pencapaian tujuan pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis berbagai problema pembelajaran Pendidikan Islam di PTU meliputi aspek kurikulum, metode pembelajaran, kompetensi dosen, motivasi mahasiswa, alokasi waktu, serta pengaruh perkembangan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, hasil penelitian, dan regulasi terkait pembelajaran PAI di perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di PTU masih cenderung bersifat teoritis, minim integrasi dengan disiplin ilmu mahasiswa, kurang inovatif dalam metode pembelajaran, serta menghadapi tantangan rendahnya minat belajar mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, integratif, dan berbasis penguatan karakter agar mampu menjawab kebutuhan mahasiswa di era digital.
Peserta Didik Sebagai Subjek Humanis dalam Pembelajaran Aswaja Hamidah; Kadir Muhammad; Aniroh
Islamic Education Vol. 5 No. 3 (2026): Juli - September: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i3.1534

Abstract

Pembelajaran Aswaja masih sering berorientasi pada guru sehingga keberagaman dan potensi peserta didik belum sepenuhnya mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peserta didik sebagai subjek humanis dalam pembelajaran Aswaja melalui kajian karakteristik, perspektif psikologis, sosial, dan kultural, serta prinsip memanusiakan peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pengumpulan data melalui dokumentasi berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki latar belakang, kemampuan, dan karakter yang beragam sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang inklusif, dialogis, dan menghargai perbedaan. Penerapan nilai-nilai Aswaja seperti tasamuh, tawazun, tawassuth, dan ta’adul mampu menciptakan lingkungan belajar yang toleran, adil, dan humanis. Temuan ini berdampak pada peningkatan partisipasi, rasa percaya diri, serta sikap moderat peserta didik. Disimpulkan bahwa pendekatan humanis dalam pembelajaran Aswaja penting untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dan membentuk karakter yang menghargai keberagaman.