cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285138795378
Journal Mail Official
Jurnal.islamic.edu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samudera II No. 36 Rt. 45 Beruntung Jaya Banjarmasin.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Education
Published by CV. Maryam Sejahtera
ISSN : 2962679X     EISSN : 29627249     DOI : https://doi.org/10.68352/education
Core Subject :
Islamic Education P ISSN 2962 679X E ISSN 2962 7249 welcomes submissions of articles that provide insight into current and major issues related to education. This journal provides a place for researchers to discuss pursue and promote knowledge in emerging and developing fields of education science studies. Articles can be written in English or Indonesian. This journal publishing frequency is quarterly or four times a year with issue period in March June September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
Menggabungkan Nilai-Nilai Keagamaan Dalam Manajemen Keuangan Ananda Kurnia Rizqullah Diananto; Putri Yasmien; Jihan Kamila
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.851

Abstract

This article discusses the integration of religious values in the context of financial management. Through in-depth analysis, the author explores how the application of religious principles can influence financial decision-making and management strategies. This research depicts the complex relationship between religious and financial aspects in the business context, with a focus on its impact on business ethics and corporate social responsibility.
Mamfaat Khutbah Jumat Untuk Kesehatan Mental Raditya Ghaitsa A. G; Muhammad Andrian Agusetiawan
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.852

Abstract

The Friday sermon is an important moment in conveying important messages to the congregation, including the importance of guiding and maintaining mental health. Friday's sermon on managing and maintaining children's mental health reminds us of the important role of parents in their education. Kindness is what will make parents and children happy in the future. Etymologically (literally), sermon means: speech, advice, message (taushiyah). Meanwhile, according to Islamic terminology (syara' terms); A sermon (Friday) is a speech delivered by a preacher in front of the congregation before the Friday prayer is carried out with certain conditions and pillars, either in the form of tadzkiroh (warning, awareness), mau'idzoh (learning) or taushiyah (advice). Sermons are normative speeches, because apart from being part of Friday prayers, they also require more thorough preparation, mastery of materials and methodology that can attract attention. Apart from Friday sermons, there are also sermons which are held after prayer, namely: sermons on 'Eid al-Fitr, Eid al-Adha, Eclipse prayer sermon (Kusuf and Khusuf). Meanwhile, the wedding sermon is held before the wedding ceremony. In this research, what will be studied specifically is Friday sermons.
KAJIAN LITERATURE: PENGARUH HARI BESAR ISLAM TERHADAP EKONOMI SYARIAH Muhammad Bayu Nugroho; Muhammad Irfani; Ribhan Aliyani
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.853

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana hari besar Islam dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi seperti inflasi dan pasar saham. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian library. Data yang diperoleh kemudian dianalisis serta ditelaah secara mendalam atas referensi yang dipakai, sebagaimana halnya dalam studi kepustakaan atau library research. Penelitian ini, menjelaskan bahwa tingkat konsumsi masyarakat yang mengalami kenaikan saat bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri mengakibatkan naiknya penawaran dari segi komoditas makanan, sandang, pangan dan sebagainya. Kenaikan penawaran ini jika tidak diimbangi dengan permintaan yang cukup maka akan menyebabkan naiknya harga pada barang dan jasa. Libur pada hari raya Idul Fitri juga menyebabkan penutupan pasar modal selama kurang lebih satu minggu. Hal ini dapat menyebabkan perubahan efek pada minggu sebelum hari raya dengan minggu sesudah hari raya.
Perspektif Hukum Waris Dalam Ekonomi Syariah Nur Nisfa Fauza; Rini Novianti; Salsabila Nairah
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hukum waris menurut pandangan Islam atau ekonomi syariah. Hukum waris merujuk pada konsep dasar dan prinsip-prinsip yang mengatur transfer atau pindahnya harta benda, hak, dan kewajiban dari pewaris kepada ahli warisnya setelah kematian pewaris. Hukum waris merupakan bagian integral dari sistem hukum yang mengatur hubungan antara individu, harta benda, dan negara dalam konteks warisan. Pengelolaan harta waris membuat masyarakat menggerakkan harta waris dengan mengelolanya secara produktif, sehingga adanya peningkatan nilai ekonomi yang bersifat berkelanjutan. Diantara nilai ekonomi yang dimaksud terlihat dari adanya keberlanjutan nilai-nilai luhur tentang berbagi seperti berinfaq, bershadaqah, dan berwakaf, sebagaimana nilai sosial yang terkandung dari harta waris. Nilai ekonomi tersebut menjadi wujud aktualisasi fungsi kewarisan sebagai salah satu instrumen dalam mewujudkan keseimbangan ekonomi dan distribusi harta secara merata serta mencegah akumulasi harta pada anggota keluarga tertentu. Peningkatan nilai ekonomi ini dapat pula menjadi media perpindahan kepemilikan melalui kewarisan dengan distribusi harta secara adil melalui syara’ (hukum Islam), sehingga dapat meminimalisir konflik antar individu, mereduksi kesenjangan, dan memotivasi individu muslim untuk aktif mencari rezeki (bekerja) dengan tidak meninggalkan keturunan yang miskin
Pengaruh Ruku’ Terhadap Kesehatan Aninditya Prahesti; Aghnia Helfani Faza; Zahra Nadya Salsabila
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.855

Abstract

Ruku' is a movement that maintains the attachment of the tailbone to the spine and maintains joint health by increasing joint strength by praying five times a day which makes the joints exercise. The purpose of this study is to determine the relationship between the ruku' movement in prayer and health. The focus of this research includes how prayer movements, especially ruku', can affect health. The research method used in the systematic review research with a literature search on the Google Scholar database. The results of the study present consistent findings regarding the effect of ruku’ on joint health in the form of increased flexibility, relaxation of joint muscles which can cause the body to feel more comfortable and not stiff, and minimize and prevent joint pain because it is always trained or stretched during prayer.
PANDANGAN MAHASISWA MENGENAI TRADING DALAM PERSPEKTIF HUKUM AGAMA ISLAM M. Azka Hanafi; Rifky Nugraha; Muhammad Erlan Ramadhan
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif atau sudut pandang hukum Islam terhadap trading saham. Dewasa kini, teknologi telah berkembang secara pesat berkesinambungan. Hal ini membuat bidang ekonomi juga ikut terpengaruh terhadap perkembangan teknologi ini, khususnya terhadap kegiatan jual beli saham. Seperti yang dapat kita ketahui, saham dapat didapatkan dengan cara membeli sertifikat saham yang berbentuk lembaran kertas kepemilikan saham itu sendiri. Hal ini tidaklah efisien karena saham dalam bentuk fisik sertifikat ini sangat mudah untuk hilang dan rusak seiring berjalannya waktu. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi saham kini tidak harus dibeli dan dijual dalam bentuk lembaran-lembaran serifikat saham, karena saham saat ini dapat dibeli secara umum maupun khusus secara digital tanpa adanya bentuk fisik dari lembar saham itu sendiri, hal ini sering disebut dengan istilah dematerialized stock atau saham tanpa sertifikat sehingga lebih memudahkan investor dalam melakukan jual beli saham. Dengan adanya kemudahan-kemudahan ini, membuat banyak sekali pertanyaan mengenai trading itu sendiri dalam perspektif hukum Islam, karena seperti yang kita tahu bahwa untuk mendapatkan keuntungan dari saham itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek atau lebih kita sering dengar dengan istilah trading. Pandangan hukum Islam terhadap trading saham mencerminkan upaya untuk menyelaraskan prinsip-prinsip ekonomi modern dengan nilai-nilai syariah yang mengedepankan keadilan dan keberlanjutan. Salah satu aspek kunci dalam evaluasi transaksi saham menyangkut konsep gharar, yaitu ketidakpastian atau spekulasi yang berlebihan. Hukum Islam menekankan perlunya menghindari gharar agar transaksi ekonomi mencerminkan keadilan dan tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu, praktik spekulatif yang berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas dalam trading saham dapat bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah
Menganalisis Unsur Arisan yang Dianggap Unsur Perjudian Dimas Ferry Yuliant; Djulfikar Ali Akbar
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.859

Abstract

Berangkat dari suatu kegiatan arisan yang sering dilakukan banyak dari kita namun masih menimbulkan keraguan karena dianggap mengandung unsur judi. Artikel ini dibuat untuk mengetahui bagaimana sebenarnya ekonomi islam memandang sistem arisan. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian tinjauan literatur. Artikel ini diharapkan dapat membantu pembaca terutama umat islam untuk mengerti sistem arisan dan tidak terjadi salah paham mengenai hal tersebut. Data yang diperoleh dari berbagai macam sumber dianalisis dan kemudian disusun menjadi artikel berikut. Dengan artikel ini harapannya lebih banyak orang yang mengerti tentang sistem arisan.
ZAKAT SEBAGAI PENGENTASAN KEMISKINAN DALAM ISLAM Abdul Hadi Hadrian; Filsa Putra Wijaya
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.862

Abstract

The role of zakat in overcoming poverty is very significant, Zakat is an obligation for Muslims, in accordance with the Qur'anic command, to help each other. In this context, zakat has important moral, educational, social and economic dimensions. From a moral point of view, zakat aims to reduce greed and avarice, especially among the rich, and help cleanse their hearts and souls. In addition, zakat plays a role in education, teaching the importance of giving, giving and sharing wealth as a form of love for fellow human beings. In the social aspect, zakat and sadaqah help the poor to be more involved in community life, so that they feel included and valued, rather than marginalized. This promotes strong social solidarity. From an economic perspective, zakat helps prevent the accumulation of wealth in the hands of a small number of wealthy people, and obliges them to redistribute their wealth to needy groups in society, so it is also a potential source of funds to reduce poverty. In addition, zakat can be used as working capital by the poor to create jobs, helping them to earn income and fulfill their daily needs. Sadaqah and zakat are also considered part of spiritual obligations, which help people who are able to act in accordance with their religious teachings and help them feel connected to Allah.
Masa Depan Ekonomi Islam Dalam Arus Trend Ekonomi Era Global Ananda Ramadina Hidayanti; Fenny Adzwa Lestari; Vivi Devarianti Pratiwi Ahmad
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.870

Abstract

Artikel ini membahas tentang masa depan ekonomi Islam dalam arus trend ekonomi era global. Ekonomi Islam telah menjadi faktor penting dalam ekonomi global dengan prinsip-prinsip yang didukung oleh ajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tendensi masa depan ekonomi Islam dalam konteks arus trend ekonomi global. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal akademik, laporan lembaga keuangan, dan publikasi terkait ekonomi Islam digunakan sebagai data yang dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran tentang ekonomi Islam di kalangan masyarakat global. Terdapat juga pertumbuhan signifikan pada lembaga keuangan syariah seperti bank syariah, perusahaan asuransi syariah, dan dana investasi syariah. Industri berbasis syariah menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan, sementara teknologi juga berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi Islam. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa masa depan ekonomi Islam dalam arus trend ekonomi era global menjanjikan. Untuk memaksimalkan potensi ini, edukasi yang lebih intensif tentang ekonomi Islam perlu dilakukan, dukungan kepada lembaga keuangan syariah yang inovatif diperlukan, kebijakan dan insentif yang relevan perlu diberikan untuk mendukung industri berbasis syariah, dan teknologi harus dimanfaatkan secara efektif dalam layanan keuangan berbasis syariah.
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH Kiptiah; Martina
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.871

Abstract

The history of Islamic education is actually very closely related to Islamic history. The periodization of Islamic education is always in the period of Islamic history. Islamic education during the time of the Prophet Muhammad SAW was a period of construction Islamic education introduces Islamic education into everyday life days according to the teachings of the Koran. education during the Umayyad era developing in terms of education, even though the system is still the same During the time of the Prophet and Khulafaur Rasyidin.