cover
Contact Name
Herry Kiswanto
Contact Email
jurnal@sttkhatulistiwa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@sttkhatulistiwa.ac.id
Editorial Address
Jalan Sintang - Pontianak KM. 16, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 78655
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi
ISSN : -     EISSN : 29875676     DOI : -
Core Subject :
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi adalah jurnal ilmiah yang memusatkan perhatian pada pengkajian dalam bidang Pendidikan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal ini menerima artikel dari dosen, guru agama, mahasiswa, dan peneliti yang berupa hasil penelitian, kajian teoritis, maupun hasil pengabdian masyarakat yang relevan. Ruang lingkup (scope) artikel yang dapat dimuat meliputi: Pendidikan Kristen – pendidikan agama Kristen pada berbagai jenjang (anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia) Teologi Praktika – mencakup Pastoral Konseling, Pertumbuhan Gereja, Kepemimpinan Kristen, serta Misi dan Penginjilan Kontekstual Teologi Biblika – eksposisi dan kajian Perjanjian Lama & Perjanjian Baru Teologi Sistematika Teologi Historika – sejarah gereja dan perkembangan pemikiran Kristen Setiap artikel yang diajukan harus orisinal, belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses review di jurnal/media lain, serta ditulis sesuai dengan template dan pedoman penulisan yang telah ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Dampak Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak - Studi Kasus TerhadapAnak Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Betania SP IISungai Maboh Kecamatan Belitang HERRY KISWANTO; Amiliati Kiki
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Betania Sungai Maboh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menggambarkan dampak kekerasan orang tua terhadap fisik dan psikologis anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada informan utama, yang berinisial DK, yang telah mengalami kekerasan orang tua yang dilakukan oleh ibunya. Selain informan utama, dua informan tambahan dan beberapa kontributor lainnya dilibatkan untuk meningkatkan kedalaman dan keandalan informasi yang dikumpulkan untuk studi kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak fisik dan psikologis dari kekerasan yang dilakukan oleh ibu DK terhadap DK. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh ibu DK berdampak signifikan pada kesehatan fisik DK, yang terlihat dari luka-luka yang tampak seperti memar, bengkak di berbagai anggota badan, goresan akibat kekerasan fisik, dan luka di bagian rusuknya. Lebih jauh, DK juga menunjukkan dampak secara psikologis, yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengisolasi diri di rumah karena takut pada ibunya. Ia mengalami kecemasan dan kekhawatiran untuk terlibat dalam kegiatan, karena ia takut akan teguran atas kesalahan yang diperbuatnya. Tidak hanya itu, perilaku DK mulai mencerminkan sikap yang lebih agresif; yakni selama berinteraksi dengan teman sebaya, ia sering menunjukkan kemarahan dan tidak mau mengalah dalam konflik.
Makna Teologis Frasa ‘Roh TUHAN Telah Mundur dari pada Saul’ (1 Samuel 16:14): Suatu Kajian Eksegetis dan Implikasinya bagi Kepemimpinan Kristen Masa Kini YULIONO EVENDI; Agustina Ace Wagena
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa “Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul” (1 Samuel 16:14) mencerminkan realitas teologis yang mendalam tentang keterkaitan antara ketaatan manusia dan keberlanjutan kehadiran Allah dalam kehidupan seorang pemimpin rohani. Penelitian ini berupaya mengungkap makna teologis dari frasa tersebut melalui kajian eksegetis terhadap teks Ibrani dan konteks naratif Kitab 1 Samuel. Pendekatan yang digunakan ialah analisis eksegetis-hermeneutis dengan mempertimbangkan dimensi historis, linguistik, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepergian Roh TUHAN dari Saul bukan sekadar pengalaman spiritual pribadi yang tragis, tetapi juga menandakan penarikan mandat ilahi atas kepemimpinan yang tidak lagi berjalan dalam ketaatan. Secara teologis, peristiwa ini menegaskan bahwa karya Roh Allah bersifat dinamis dan berhubungan erat dengan kesetiaan, kerendahan hati, serta keterbukaan untuk dipimpin oleh Tuhan. Temuan ini memberi pelajaran penting bagi kepemimpinan Kristen masa kini, yaitu bahwa keberhasilan pelayanan bergantung pada integritas rohani dan ketaatan kepada kehendak Allah.
Urgensi Penelitian dalam Oikonomia Pelayanan Gereja: Analisis atas Kemajuan Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Sintang, Kalimantan Barat YULIONO EVENDI; Priskila Devi; Kristian Welly
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah urgensi penelitian dalam oikonomia pelayanan gereja, dengan fokus pada Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) daerah Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian diposisikan sebagai instrumen teologis sekaligus strategis yang berperan dalam memperkuat tata kelola pelayanan gereja. Melalui pendekatan analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti bagaimana riset dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pelayanan, baik dalam aspek teologis, pastoral, maupun organisatoris. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademis, tetapi juga sebagai landasan praktis untuk merumuskan strategi pelayanan yang relevan dengan konteks lokal. Dengan demikian, penelitian menjadi bagian integral dari oikonomia gereja yang mendukung kemajuan pelayanan GKII Sintang dalam menghadapi tantangan zaman.
Kontekstualisasi Khotbah dalam Gereja melalui Penggunaan Bahasa Daerah: Studi Kasus pada GKII Listra Kebarau Kayan Hulu di Masyarakat Dayak Kebahan YULIONO EVENDI
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi kontekstualisasi khotbah melalui penggunaan bahasa daerah dalam pelayanan gereja, khususnya di GKII Listra Kebarau Kayan Hulu pada masyarakat Dayak Kebahan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan jemaat untuk menerima firman Tuhan secara lebih dekat dengan budaya dan bahasa yang mereka pahami. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah dalam khotbah meningkatkan pemahaman jemaat, memperkuat identitas budaya, serta memperdalam keterlibatan spiritual. Kontekstualisasi khotbah melalui bahasa lokal juga terbukti menjadi sarana efektif untuk menjembatani teologi dengan kehidupan sehari-hari jemaat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa daerah dalam khotbah memiliki urgensi teologis dan praktis dalam oikonomia pelayanan gereja, serta mendukung peran gereja sebagai agen transformasi di tengah masyarakat Dayak Kebahan.
Peran Orang Tua sebagai Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga: Studi Kasus di GKII Bukit Sion Empaci Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang YULIONO EVENDI
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua sebagai guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga di GKII Bukit Sion Empaci Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang. Keluarga dipandang sebagai pusat utama pendidikan iman, di mana orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Kristiani sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan aktif dalam mengajarkan doa, membaca Alkitab, serta membimbing anak dalam kehidupan iman sehari-hari. Peran ini tidak hanya membentuk karakter rohani anak, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dalam iman. Namun, penelitian juga menemukan adanya tantangan, seperti keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh budaya modern yang dapat mengurangi intensitas pendidikan iman di rumah. Pembahasan menegaskan bahwa peran orang tua sebagai guru PAK dalam keluarga merupakan bagian integral dari misi gereja untuk membangun jemaat yang berakar pada firman Tuhan. Dengan demikian, keluarga Kristen di GKII Bukit Sion Empaci menjadi wadah utama pembentukan iman anak, sekaligus memperkuat keberlanjutan pendidikan agama Kristen di tengah masyarakat.
Etika Kristen Sebagai Pembinaan Karakter Terhadap Pertumbuhan Rohani Siswa di SMPN 12 Sepauk FRANSISKUS -
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika Kristen adalah berisikan pengajaran tentang iman kepada Tuhan yang telah menyatakan diri di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pengajaran etika Kristen merupakan tanggapan akan kasih  Allah yang menyelamatkan manusia. Kehidupan etis merupakan cara hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Etika Kristen mempelajari situasi yang seharusnya dengan mengingat situasi yang sebenarnya, dengan demikian, Etika Kristen Perlu memperhatikan Fakta-Fakta empiris yang disediakan oleh ilmu – ilmu sosial lainnya. Etika Kristen termasuk Kelompok ilmu normative yang menguraikan masalah-masalah seputar apa yang baik. Dalam konteks iman Kristen ukuran apa yang baik adalah segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.   Pendidikan Karakter adalah didasari bahwa dewasa ini krisis identitas, baik secara pribadi maupun bangsa terjadi hampir disetiap wilayah Indonesia, untuk ikut serta berkontribusi dalam memecahkan persoalan bangsa maka pendidikan karakter berkomitmen menunjukkan fungsi dan perannya dalam mengelola pendidikannya dengan lebih menekankan pendidikan karakter  yang diharapkan mampu membentuk individu yang berkepribadian dan berkebangsaan, yaitu individu yang bermoral yang taat pada ibadahnya dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan. Jadi karakter adalah sebuah kekuatan yang tidak terlihat pada hal yang tidak kelihatan dan karakter yang baik akan membawa kualitas yang baik pula. Kata Kunci: Etika Kristen, Pembinaan Karakter, Pertumbuhan Rohani

Page 3 of 3 | Total Record : 26