cover
Contact Name
Herry Kiswanto
Contact Email
jurnal@sttkhatulistiwa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@sttkhatulistiwa.ac.id
Editorial Address
Jalan Sintang - Pontianak KM. 16, Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 78655
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi
ISSN : -     EISSN : 29875676     DOI : -
Core Subject :
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi adalah jurnal ilmiah yang memusatkan perhatian pada pengkajian dalam bidang Pendidikan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal ini menerima artikel dari dosen, guru agama, mahasiswa, dan peneliti yang berupa hasil penelitian, kajian teoritis, maupun hasil pengabdian masyarakat yang relevan. Ruang lingkup (scope) artikel yang dapat dimuat meliputi: Pendidikan Kristen – pendidikan agama Kristen pada berbagai jenjang (anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia) Teologi Praktika – mencakup Pastoral Konseling, Pertumbuhan Gereja, Kepemimpinan Kristen, serta Misi dan Penginjilan Kontekstual Teologi Biblika – eksposisi dan kajian Perjanjian Lama & Perjanjian Baru Teologi Sistematika Teologi Historika – sejarah gereja dan perkembangan pemikiran Kristen Setiap artikel yang diajukan harus orisinal, belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses review di jurnal/media lain, serta ditulis sesuai dengan template dan pedoman penulisan yang telah ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Pemikiran Martin Luther tentang Pembenaran oleh Iman dan Relevansinya di Era Gereja Masa Kini Rina Sanria Deke; Riedel Christian Gosal
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman jemaat masa kini terhadap doktrin pembenaran oleh iman dalam terang ajaran Martin Luther, serta menawarkan pendekatan baru yang relevan di era Gereja Masa kini. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota jemaat dari berbagai generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian jemaat telah menangkap esensi anugerah Allah dalam Kristus, pemahaman teologis tentang pembenaran masih terbatas dan cenderung praktis. Ketegangan antara iman dan perbuatan masih muncul, terutama dalam konteks spiritualitas performatif masa kini. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan naratif, eksistensial, dan digital dalam pengajaran doktrin iman untuk menjembatani kesenjangan pemahaman lintas generasi serta memperdalam penghayatan akan kasih karunia Allah yang membebaskan.
Kajian Hermeneutik Imamat 18:1-30 Sebagai Sumbangsih Nilai-nilai Hidup Kekristenan Dalam Rumah Tangga Prayzie Mailuhuw; Helen Gratia Masambe
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas Imamat 18:1-30 dalam upaya menjawab berbagai persoalan moral yang berkembang dalam kehidupan rumah tangga umat Kristen, khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap prinsip kekudusan dan kesetiaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menelusuri relevansi nilai-nilai kekudusan dalam teks tersebut sebagai dasar etis-teologis bagi pembinaan relasi keluarga Kristen masa kini. Dengan menerapkan pendekatan hermeneutika historis dan kontekstual serta metode penelitian kualitatif, studi ini diperkuat melalui observasi langsung terhadap jemaat GMIM Kanaan Winenet. Temuan menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap nilai-nilai kekudusan, seperti perzinahan dan ketidaksetiaan, masih marak terjadi, mencerminkan lemahnya pemahaman umat terhadap ajaran Alkitab. Ajaran dalam Imamat 18 terbukti tetap relevan dan mendesak untuk diimplementasikan secara konkret dalam kehidupan keluarga Kristen demi membentuk rumah tangga yang bermoral, setia kepada Allah, dan menjadi kesaksian hidup di tengah masyarakat. Kajian artikel ini sekaligus merekomendasikan agar gereja menghidupkan kembali nilai-nilai firman sebagai landasan utama dalam pembinaan pastoral yang menekankan pentingnya integritas moral. jemaat.
Mewujudkan Gereja Yang Inklusif Melalui Perspektif Hospitalitas Menurut Michele Hershberger Fene Makal; Rivay Bobby Palempung
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contemporary church faces various realities that demand greater inclusivity in its identity and practice. In response, the concept of hospitality emerges as a relevant theological approach to shape a welcoming and inclusive church. This study employs a qualitative method using literature review and contextual theology to examine how churches can embody the values of hospitality in their ministry amidst challenges, resistance, and diversity. The findings indicate that the theology of hospitality plays a vital role in creating spaces of encounter that are open to all, including strangers. A church that practices hospitality no longer perceives difference as a threat but as a meaningful opportunity for faith development and witness. Michele Hershberger’s perspective on hospitality offers valuable insights for guiding today’s church toward radical acceptance and inclusivity, emphasizing the transformative role of welcoming the other in shaping a more faithful and relevant ecclesial identity.
Strategi Misi Dalam Mengupayakan Keadilan Bagi Asisten Rumah Tangga Melalui Perspektif Teologi Pembebasan Injilia Juliana Suawa; Ramli Sarimbangun
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi misi gereja dalam memperjuangkan keadilan bagi asisten rumah tangga (ART) melalui perspektif teologi pembebasan. Latar belakang penelitian ini muncul dari realitas sosial bahwa banyak ART menghadapi ketidakadilan, seperti upah rendah, jam kerja panjang, perlakuan diskriminatif, dan minimnya perlindungan hukum, yang mencerminkan adanya dosa struktural yang menindas martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Dengan demikian, gereja dipandang perlu menghadirkan misi secara kontekstual sebagai wujud kasih dan keadilan Allah di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan studi kepustakaan. Observasi diarahkan pada kondisi sosial kehidupan ART, sedangkan studi kepustakaan menelaah literatur terkait teologi pembebasan, etika sosial, dan misi gereja. Mengacu pada pemikiran Gustavo Gutierrez, teologi harus dimulai dari pengalaman nyata hidup dalam ketidakadilan. Analisis ini mengeksplorasi konsep teologi pembebasan yang relevan untuk advokasi hak dan martabat ART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi pembebasan memberikan dasar teologis bagi gereja untuk berperan aktif sebagai agen perubahan sosial melalui pelayanan kasih, pendidikan, dan advokasi. Strategi misi gereja harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menggabungkan pewartaan Injil dengan upaya pembebasan dari struktur ketidakadilan, sehingga gereja menjadi tanda kasih Allah yang menegakkan keadilan dan memulihkan kehidupan manusia.
Kritik Berbasis Etis Teologis Terhadap Fenomena Kohabitasi yang Terjadi di Kalangan Gereja Nataline Pongoh; Rivay Palempung
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kohabitasi di Jemaat GMIM Karmel Pinokalan wilayah Bitung Lima, yaitu pasangan yang sudah tinggal satu rumah tetapi belum memiliki ikatan yang sah atau belum menikah secara resmi. Maka dari itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pandangan Gereja mengenai para pelaku kohabitasi, juga untuk mengetahui apa yang menjadi faktor-faktor atau penyebab mereka melakukan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Manfaat dari penelitian ini yaitu membantu dan menolong para pelaku kohabitasi agar segera melakukan pernikahan yang kudus sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Penelitian ini dilakukan secara langsung di Jemaat GMIM Karmel Pinokalan wilayah Bitung Lima dengan melibatkan partisipasi aktif dari para pelayan khusus dan warga jemaat. Kohabitasi merupakan hal yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan Allah kehendaki, di mana hakekatnya laki-laki dan perempuan hidup dalam ikatan pernikahan yang saling mencintai, saling mengasihi, serta memiliki keturunan sesuai dengan Firman Tuhan seperti dalam kitab Kejadian 1:28, yaitu untuk beranak cucu dan memenuhi bumi.
MENANAMKAN NILAI-NILAI MISI DALAM PEMANFAATAN ALAT MUSIK KOLINTANG MELALUI PERSPEKTIF MUSIK GEREJA Lidya Wilar; Hendry Corneles Mamengko Runtuwene
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the use of Kolintang music from the perspective of church music as a means of mission and inculturation of the Christian faith. According to Erik Routley, church music is understood as sung theology, meaning theology sung, so that music functions not only as a complement to the liturgy but also as a living proclamation of faith. Kolintang, as a Minahasan cultural heritage, is imbued with the values of togetherness, mutual cooperation, equality, and social harmony, which align with Christian teachings regarding the communion of the body of Christ. Using a qualitative approach and literature review, this study identifies the mission values embodied in Kolintang, analyzes its actual use in churches, and provides practical recommendations. The results indicate that Kolintang can function as a liturgical, educational, and missionary medium, as well as a means of preserving local culture. Thus, the use of Kolintang presents an authentic form of inculturation, connecting the Gospel with local culture, and strengthening the faith and identity of the Minahasan Christian congregation.
Analisis Konsep Penerimaan Orang Asing Dalam Nilai Budaya Matuari Dan Hospitalitas Pastoral menurut Christine D. Pohl Micheline Maria Runtukahu; Michael Lendo
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper attempts to examine the relationship between Matuari cultural values ​​in Minahasan society and Christine D. Pohl's concept of pastoral hospitality, particularly in the attitude of welcoming strangers. The Matuari tradition emphasizes the spirit of living together, solidarity, and openness, which have long been the foundation of Minahasan social interaction. This principle is seen as aligned with Pohl's idea that hospitality is not merely an act of providing shelter or protection, but rather creating a relational space that allows strangers to be accepted unconditionally, with respect for their dignity and diversity. The research was conducted through a qualitative approach with analytical methods, combining literature studies and in-depth interviews to gain a comprehensive understanding of the practice and meaning of hospitality. The results show significant intersections between Matuari local wisdom and pastoral reflection, and emphasize the importance of building a more inclusive, humanistic, and transformative church service space in strengthening social cohesion in a multicultural society.  
Peran Media Sosial YouTube sebagai Sumber Pembelajaranuntuk Pendidikan Inklusif HERRY KISWANTO
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YouTube has become one of the most widely used social media platforms in the world, with over 2 billion monthly active users. In the context of education, YouTube offers a wide range of content that is freely accessible, making it a valuable resource for inclusive learning. Inclusive education aims to provide equal learning opportunities for all students, regardless of their background or ability. In this paper, we will discuss how YouTube can be used as a tool in inclusive education, as well as the challenges and benefits associated with it. One of the main advantages of using YouTube in inclusive education is its ability to provide diverse and engaging learning materials. Learning videos can improve students' understanding when compared to traditional teaching methods. With a variety of content formats, including video tutorials, animations, and presentations, YouTube allows teachers to present materials in a way that is more engaging and easier to understand for students with various learning needs.  In addition, YouTube also provides opportunities for students to learn independently and at their own pace. This is especially important in inclusive education, where students with special needs may require more time to grasp a concept. Through YouTube, students can repeat videos they find difficult until they fully understand them, without feeling pressured by the pace of a traditional classroom. Thus, YouTube has great potential as a learning resource for inclusive education, but it needs to be balanced with a careful and planned approach. By harnessing the power of video as a teaching tool, teachers can create more inclusive and effective learning experiences. Moving forward, it is important to continue exploring and evaluating the use of YouTube in educational contexts in order to maximise its benefits for all students.
Menemukan Kasih Ilahi : Pemahaman Mendalam tentang Peran Anugerah dalam Kehidupan Kristen Sehari-Hari Ridwan Tonny Hasiholan Pane Pane
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep kasih ilahi dan peran anugerah dalam kehidupan sehari-hari umat Kristen. Dalam konteks iman Kristen, kasih ilahi dipahami sebagai manifestasi cinta Tuhan yang tidak bersyarat dan abadi, yang memberikan harapan dan kekuatan kepada individu dalam menghadapi tantangan hidup. Melalui pendekatan teologis dan praktis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana anugerah Tuhan berfungsi sebagai pendorong utama dalam transformasi spiritual dan moral seseorang. Dengan mengkaji berbagai teks Alkitab dan pengalaman hidup nyata, penulis menunjukkan bahwa anugerah bukan hanya sekadar konsep teologis, tetapi juga merupakan kekuatan yang mengubah kehidupan. Anugerah memungkinkan umat Kristen untuk mengatasi rasa bersalah, menemukan pengampunan, dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan serta sesama.                                                                                            Artikel ini juga menyoroti pentingnya penerimaan anugerah dalam membentuk sikap syukur dan pelayanan kepada orang lain.Melalui pemahaman yang mendalam tentang kasih ilahi dan anugerah, diharapkan pembaca dapat menemukan inspirasi untuk hidup lebih bermakna dan berfokus pada nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, artikel ini menjadi panduan bagi umat Kristen dalam menjalani perjalanan iman mereka.                                                                                                        Hasil dari penelitian ini Pemahaman tentang anugerah adalah pengalaman spiritual yang berakar pada doktrin pengampunan dosa dan transformasi oleh Roh Kudus. Temuan penelitian menegaskan bahwa anugerah memberikan harapan, kedamaian, dan arah hidup bagi individu yang menjadikannya inti dari kehidupan sehari-hari, anugerah secara psikologis memberikan kedamaian batin, mengurangi rasa bersalah, dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Secara sosial, anugerah memungkinkan terjadinya pemulihan hubungan melalui pengampunan dan penerimaan, yang memperkuat kohesi sosial dalam komunitas Kristen dan konsep anugerah sering bertentangan dengan budaya yang lebih menekankan keadilan, oleh karena itu diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi dan bermanfaat bagi siapapun yang membaca
PERAN PEMIMPIN GEREJA SEBAGAI GEMBALA MENGHADAPI DEGRADASI MORAL REMAJA DI DALAM KEHIDUPAN BERJEMAAT DI ERA SEKARANG. Ridwan Tonny Hasiholan Pane Pane
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi moral remaja menjadi salah satu tantangan besar dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di dalam konteks kehidupan berjemaat. Peran pemimpin gereja sebagai gembala memiliki urgensi yang tinggi dalam menghadapi fenomena ini. Artikel ini membahas bagaimana pemimpin gereja dapat menjalankan fungsi gembala dengan pendekatan pastoral yang relevan di era modern.  Dengan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis strategi yang digunakan pemimpin gereja dalam membimbing remaja, termasuk penguatan nilai-nilai moral melalui pengajaran Alkitab, pendampingan personal, serta pembentukan komunitas yang mendukung perkembangan spiritual.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin gereja memiliki peran signifikan sebagai teladan, pembimbing, dan motivator dalam menghadapi krisis moral remaja. Selain itu, adaptasi terhadap perubahan zaman, seperti pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan, menjadi faktor penting untuk menjangkau dan memengaruhi remaja secara positif. Artikel ini menegaskan bahwa peran aktif pemimpin gereja sangat diperlukan untuk membangun karakter remaja yang kuat dan menjaga integritas moral dalam kehidupan berjemaat. Harapannya artikel ini dapat memberi manfaat bagi siapapun yang membacanya.

Page 2 of 3 | Total Record : 26