Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles
281 Documents
Kinerja Peralatan Keamanan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta
Lolo Kustoro
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i1.178.56-73
Oversight of security at an nirport for passengers, goods and vehicles should begin from the public men that everyone was free to go out without having to show identification cards (Pas airport), it is necessary to further the creation of safe situation for each passenger as well as anyone who activities in the airport region.Pengawasan keamanan di suatu bandar udara terhadap penumpang, barang dan kendaraan sebaiknya dimulai sejak dari area publik yang setiap orang masih bebas keluar masuk tanpa harus menunjukkan kartu pengenal (Pas bandar udara), hal ini diperlukan untuk lebih terciptanya situasi aman bagi setiap penumpang maupun siapapun yang melakukan kegiatan di wilayah bandar udara.
Sistem Pengemanan Pengangkutan Kargo Udara di Bandar Udara Sepinggan - Balikpapan
Dina Yuliana
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i1.177.44-55
Research of air cargo transportation security in Sepinggan Airport - Balikpapan aims to analyse and evaluate the secunty of air cargo transport. Samples of research are PT. Darma Bandar Mandala, PT. Birotika S, and PT. Suryagita Nusaraya. The results showed that combined matrix IFAS and EFAS implementation of air cargo security is obtained SO = 3,585 > WT=1,329.Penelitian keamanan kargo udara di Bandara Sepinggan Balikpapan bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi keamanan transportasi kargo udara. Sampel penelitian adalah PT. Danna Bandar Mandala, PT. Birotika S, dan PT. Stuyagita Nusaraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFAS matriks gabungan dan EFAS pelaksanaan keamanan kargo udara dipero1eh SO=3.58 > WT=1.329.
Beban Ijin Total Pesawat (Pta) Dari Nilai PCN (Pavement Classification Number) di Bandara Kualanamu Medan
Ataline Muliasari
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i1.176.29-43
Construction of an airport including Medan International Airport Kualnnamu need to pay attention to the requirements of the runway pavement. A PCN (Pavement Clansificatton Number) published the AIP (Aerodrome Information Publication). Published PCN value is certainly a reference for the Pilot to land in accordance witli permit total load (PTA) aircraft. Related to the above, it is necessary Permit Review Expense Total Aircraft (PTA) aircraft. Related to the above, it is necessary Permit Review Expense Total Aircraft (PTA) From the value of PCN (Pavement Classification Number) In Kualanamu Medan International Airport.From the survey results revealed that the runway Kualanamu Medan International Airport with a load of total permits aircraft (PTA) 1,217,406 lbs or 608,703 kilograms can accommodate Super Jumbo aircraft A-380 which has a Maximum Take Off Weight (MTOW) IS smaller than the total value of the load pemits aircraft (PTA) is 548.000kg (1,208,000 1b). Pembangunan bandara termasuk Bandara Internasional Kualanamu Medan perlu memperhatikan persyaratan perkerasan landasan pacu. Sebuah PCN (Pavement Nomor Klasifikasi) diterbitkan dalam AIP (Aerodrome Information Publication). Nilai PCN diterbitkan sebagai acuan bagi pilot untuk mendarat sesuai dengan beban ijin total pesawat(PTA).Dari hasil penelitian diketahui bahwa landasan pacu Bandara Internasional Kualanamu Medan dengan beban pesawat izin total (PTA) 1.217.406 lbs atau 608.703 kg dapat menampung pesawat Jumbo Super A-380 yang memiliki maksimum yang Take Off Weight (MTOW) lebih kecil dari total nilai pesawat beban ijin(PTA) adalah 548.OOOkg (1.208.OOO lbs).
Pelimpahan Kewenangan Perizinan Bidang Penerbangan ke Otoritas Bandar Udara Ngurah Rai - Bali
Muhammad Yusuf
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i1.175.17-28
Airport authonrity is the technical unit under The Munistry of Transportation. Airport authority is managing govermental activities in airport, especially about the control of aviation activities. The existence of Airport Authority is expected to have the delegation of authority aviation's licensing from Directorate Generale of Civil Aviation to Airport Authority,so that licensing procedures can be more effective and efficient. Directorate Generale of Civil Aviantion issued 108 licensing about aviation. Airport Authority of Region IV as one of the Airport Authority of class I in Indonesia. Normative analysis and comparative analysis is used to analyze licensing which can be delegated to Airport Authority of Region IV. Generally, Airport Authority of Region IV is capable to received delegations of the authority issuing licenses from the Directorate General of Civil Aviation. Based on the qualification of human resources which is owned Airport Authority of Region IV. Otoritas bandara adalah unit teknis di bawah Departemen Perhubungann. Otoritas bandar udara mengelola kegiatan pemerintahan di bandara, terutama tentang kegiatan pengendalian penerbangan. Keberadaan Otoritas Bandara diharapkan memiliki pendelegasian perizinan otoritas penerbangan itu dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara ke Otoritas Bandara, sehingga prosedur perizinan dapat lebih efektif dan efisien. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan 108 lisensi tentang penerbangan. Otoritas Bandara Wilayah IV sebagai salah satu dari Otoritas Bandara kelas I di Indonesia. Metode penelitian menggunakan analisis normatif dan komparatif digunakan untuk menganalisis lisensi yang dapat didelegasikan kepada Otoritas Bandara Wilayah IV. Secara umum Otoritas Bandara Wilayah IV mampu untuk menerima pendelegasian kewenangan perizinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Berdasarkan kualifikasi sumber daya manusia yang dimiliki Otoritas Bandara Wilayah IV, ada 29 penerbangan lisensi yang dapat didelegasikan kepada Otoritas Bandara VVi1ayah IV.
Kajian Keamanan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II-Palembang
Rosidin Syamsudin
Warta Ardhia Vol. 37 No. 4 (2011)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v37i4.214.358-382
An airport security from unlawful recruitment must start from the(acceptance) airport security personnel with the support of airport security equipment, as well as its security systems and procedures. Supervision of an airport security needs to be done since the area is not a public area where everyone is free to exit and enter without having to show identity card (Airport PAS), as well as passenger ticket. Furthermore, more stringent security controls imposed on the land side area airports (land side) up into the air side.
Evaluasi Sistem darinase Bandar Udara Internasional Kualanamu – Medan
Ali Murtadho
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i1.174.1-16
Adequate drainage system for disposal of water on the surface and subsurface is important for the safety of aircraft and pavement age. In the context of penerbanga safety, evaluation of the effectiveness of the implementation of the drainage system in Kualanamu-Medan airport, is important. Extensive evaluation was conducted by comparing the dimensions of the channel with the channel dimensions calculated using n formula field with a rational method of flood discharge. Calculation results show that the dimensions of the main drainage channel Kualanamu airport lines 1, 2, 3, 4 5 and the South line has been quallfied as having a greater dimension of the calculation. The results confirms that the drainage system Kualanamu-Medan airport able to accommodate the rain water runoff as well. Sistem drainase yang memadai untuk pembuangan air pada permukaan dan dibawah permukaan adalah penting bagi keselamatan pesawat dan umur perkerasan. Dalam konteks keselamatan penerbangan, evaluasi efektifitas penerapan system drainase di Bandar udara Kualanamu- Medan, adalah penting. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan luas dimensi saluran hasil perhitungan dengan dimensi saluran dilapangan menggunakan rumus debit banjir metode rasional serta menurut kaidah-kaidah teknis dalam perencanaan saluran. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dimensi saluran drainase utama bandara Kualanamu jalur 1, 2, 3, 4, 5 dan jalur Selatan telah memenuhi syarat karena mempunyai dimensi yang lebih besar dari hasil perhitungan. Hal tersebut menegaskan bahwa system drainase Bandar udara Kualanamu-Medan mampu untuk menampung limpasan air hujan dengan baik.
Pengawasan Kesehatan Bagi Pilot Di Indonesia
Susanti Susanti
Warta Ardhia Vol. 38 No. 2 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i2.194.191-203
Pilots in aviation an important role in the safety of passengers while in flight. A case of drug use by a pilot is considerably shocking the aviation world. Drug use by pilots certainly something that can not be tolerated, because pilots are responsibility for the safety of passengers. In an effort to realize comprehensive aviation safety, it required an assessment of health surveillance forms that has been the basis for pilothealth surveillance forms that has been the basis for pilot health appraisal. Analysis were conducted using descriptive method and results show the unavailability of an effective form of health surveillance for pilots due to solely relying on the government’s role as a regulator to secure all aviation safety. It is expected that all parties including the government, privates, society and every flight practitioner will give their support.Pilot dalam dunia penerbangan memegang peranan penting dalam keselamatan para penumpang selama berada dalam pesawat. Terjadinya peristiwa penggunaan salah satu narkoba oleh pilot sangat mengejutkan dunia penerbangan. Penggunaan narkoba oleh pilot tentu bukanlah hal yang dapat ditoleransi, karena tanggung jawab pilot atas keselamatan ratusan penumpang. Dalam upaya mewujudkan keselamatan penerbangan yang menyeluruh, diperlukan pengkajian terhadap pengawasan bentuk kesehatan yang selama ini menjadi dasar bagi penilaian kesehatan pilot. Analisis dilakukan secara deskriptif dan hasil analisis menunjukkan bahwa belum tersedianya bentuk pengawasan kesehatan yang efektif bagi pilot jika hanya mengandalkan peran pemerintah sebagai regulator untuk menjamin seluruh keselamatan penerbangan, diharapkan dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah, swasta, masyarakat serta para pelaku penerbangan itu sendiri.
Pengaruh Divert Landing Pesawat A-380 Terhadap Beban Ijin Total Pesawat (Pta) Dari Nilai PCN (Pavement Classification Number) Di Bandar Udara Soekarno Hatta
Ataline Muliasari
Warta Ardhia Vol. 38 No. 2 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i2.193.180-190
On May 4, 2012 at 15:38 pm for the first time at Soekarno Hatta A-380 aircraft registration 9V SKC did divert landing. The plane landed and directed to a remote area near the hangar owned by the airline Batavia Air for parking facilities stand at the airport has not been able to receive this aircraft. Associated with the proficiency level above, necessary to divert a study of the influence of A-380 aircraft landing on the aircraft total load permits (pta) of the PCN (Pavement Classification Number) at Soekarno Hatta airport.From the analysis shows that total aircraft load permits (PTA) which can be landed on the runway Soekarno Hatta International Airport is 1,468,866 lbs or 666 757 kg. Meanwhile, the Super Jumbo aircraft A-380 which has done divert landing at this airport by aircraft-info.net has a technical specification with an empty weight gross weight 275.000kg / 606.000lb), and the Maximum Take Off Weight (MTOW) 548.000kg (1,208,000 lb). Pada tanggal 4 Mei 2012 pukul 15.38 WIB untuk pertama kalinya di Bandar Udara Soekarno Hatta pesawat A-380 registrasi 9V SKC melakukan divert landing. Pesawat tersebut mendarat dan diarahkan ke remote area, dekat hanggar milik maskapai Batavia Air karena fasilitas parking stand pada bandar udara ini belum mampu menerima pesawat ini. Terkait dengan hal tesebut diatas, perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh divert landing pesawat A-380 terhadap beban ijin total pesawat (pta) dari nilai PCN (Pavement Classification Number) di Bandar udara Soekarno Hatta.Dari hasil analisis terlihat bahwa beban ijin total pesawat (Pta) yang dapat mendarat di runway Bandar udara Internasional Soekarno Hatta adalah 1.468.866 lbs atau 666.757 kg. Sementara itu, pesawat Super Jumbo A-380 yang telah melakukan divert landing di bandar udara ini menurut aircraft-info.net mempunyai spesifikasi teknis dengan gross weight beban kosong 275.000kg / 606.000lb).
Kebutuhan Approach Light System pada Kedua Ambang Landasan Bandara Sultan Hasanuddin-Makassar untuk Meningkatkan Kapasitas Pergerakan Pesawat Udara
Endang Dwi Agustini
Warta Ardhia Vol. 38 No. 2 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i2.192.168-179
In developing Sultan Hasanuddin Airport Makassar, one of the efforts is by installing Approach Light System, a navigation tool installed at both runway edges used to improve flight security and safety. By installing Approach Light System at both runway edges, it can guarantee safety flight in order to develop air traffic system in the movement area that is safe, fast and smooth.The objective of Approach Light System is to provide clear guides to pilots when performing landing on the runways. The tool is also useful for making accurate landing of the aircraft.By using descriptive qualitative technical approach method in the analysis of this study, it can be concluded that by completely installing the Approach Light System at both runway edges in Sultan Hasanuddin Airport, it has met the regulation number SKEP/114/VI/2002 on the Airport Installation System Standard Blueprint (Airfield Lighting System) issued by the General Directorate of Air Transport so that safe and secure flight can be conducted optimally and aircraft movement can be increased as well.Approach Light System merupakan peralatan navigasi pada kedua ambang landasan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Tujuan dan manfaat dari Approach Light system adalah untuk memberikan tuntutan kepada pilot/penerbang saat melakukan pendaratan menuju landasan dan manfaatnya untuk ketepatan pendaratan pesawat udara.Melalui metode pendekatan teknis deskriptif kualitatif dalam melakukan analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan terpenuhinya kebutuhan Approach Light system pada kedua ambang landasan bandara Sultan Hasanudin Makassar, maka sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu SKEP/114/VI/2002 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tentang Standar Gambar Instalasi Sistem Bandar Udara (Airfield Lighting System) sehingga dapat terselenggara keamanan dan keselamatan penerbangan secara optimal dan dapat meningkatkan pergerakan pesawat udara.
Analisis Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Fasilitas Wifi di Bandara Soekarno Hatta
Harry Yanto Lumban Batu
Warta Ardhia Vol. 38 No. 2 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v38i2.191.153-167
In accordance to Aviation Law Number 1 of 2009, airport facilities are provided to give proper airport services in terms of security, comfort, and regularity. Since airport facilities are strongly relevant in determining excellent services in flight performance, airport administrators have currently provided free wifi connection for passangers in the airports to make them comfortable. It is done so under the fact that internet has been a necessary need to find the updated information and technology.Berdasarkan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Fasilitas bandar udara merupakan sarana yang memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan yang menyediakan fasilitas yang memadai (aman, nyaman dan lancar/teratur). Karena fasilitas bandar udara merupakan unsur yang sangat terkait dalam menentukan pelayanan jasa yang prima dalam penyelenggaraan penerbangan maka fasilitas dibandara saat ini telah didukung fasilitas WIFI/internet gratis yang disediakan oleh pihak pengelola bandara untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang ada dibandara.. Karena akses internet menjadi suatu kebutuhan bagi orang dalam mengetahui perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih.