cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Evaluasi Usulan Pembangunan Terminal Baru Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan Zulaichah Zulaichah
Warta Ardhia Vol. 41 No. 4 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i4.156.201-218

Abstract

Belitung is one of the districts in the province of Bangka Belitung islands. This district has the advantage in the field of processing industry and tourism. The Regent of Bangka Belitung District proposes the construction of a new terminal in H.AS. Hanandjoeddin Airport to improve passenger service. The assessment aims to determine whether the construction of the new terminal is already required at the H.AS Hanandjoeddin airport. The method used in the study was descriptive analysis. Based on study results, the construction of the new terminal should be carried out with the consideration that the current capacity of the passenger terminal is not able to accommodate the number of passengers during rush hour (IAP4 landside = 4.39). Beside that, there is land availability for the new terminal area. Furthermore, Belitung has a high tourism potential. It requires reliable air transportation to accelerate the pace of economic growth and development of the tourism sector. Keywords: Hananjoeddin, passenger terminal, capacity. Kabupaten Belitung adalah salah satu kabupaten di provinsi Bangka Belitung. Kabupaten ini memiliki keunggulan di bidang industri pengolahan dan pariwisata. Bupati Kabupaten Belitung mengusulkan pembangunan terminal baru untuk meningkatkan pelayanan penumpang. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui apakah pembangunan terminal baru sudah diperlukan di Bandara H.AS. hanandjoeddin. Metode yang digunakan dalam pengkajian adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian, pembangunan terminal baru perlu dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kapasitas terminal penumpang saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang pada jam sibuk (IAP4 sisi darat = 4,39) dan lahan untuk area terminal baru sudah tersedia. Selanjutnya Kabupaten Belitung memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Hal tersebut memerlukan sarana transportasi udara yang handal untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sektor pariwisata. Kata kunci: Hananjoeddin, terminal penumpang, kapasitas.
Strategi Pengembangan Pelayanan Publik di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng Dina Yuliana
Warta Ardhia Vol. 41 No. 4 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i4.155.181-200

Abstract

The Ministry of Transportation has instructed to Airport Management to improve public service. The instructions contained in the Circular of the Ministry of Transportasion No. HK.209/I/16PHB.2014 dated December 31, 2014 about Improvement of Public Service at the Airport in Indonesia. This research is aimed to evaluate development strategy of Soekarno Hattta Airport in improving public services based on a combination of internal and external factors. The method used SWOT analysis which is then formulated in the Cartesian diagram, External Internal matrix and SWOT matrix. Result of the analysis shows that the Cartesian Diagram of Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng currently resides in quadrant I that means the Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng on the competitive position of a very strong market in the business of airport with high competitiveness. There are four alternative strategies (SO, WO, ST, WT) which can be applied in the development of public services at Soekarno Hatta International Airport Cengkareng. Keywords: public services, airport, SWOT, alternative strategies. Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan kepada pengelola bandara untuk meningkatkan pelayanan kepada publik. Instruksi tersebut termuat dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. HK.209/I/16PHB.2014, tertanggal 31 Desember 2014, tentang Peningkatan Pelayanan Publik di Bandar Udara Seluruh Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan Bandara Soekarno Hattta Cengkareng dalam peningkatan pelayanan publik di bandara berdasarkan kombinasi dari faktor internal dan faktor eksternal bandar udara. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang kemudian dirumuskan pada Diagram Cartesius, Matrik Internal Eksternal dan Matrik Swot. Hasil analisis pada Diagram Cartesius menunjukkan bahwa posisi Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng terletak pada kuadran I berarti Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng pada posisi kompetitif pasar yang sangat kuat dalam bisnis kebandarudaraan dan berdaya saing tinggi. Terdapat empat alternatif strategi (SO, WO, ST, WT) yang dapat diterapkan dalam pengembangan pelayanan publik di Bandara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng. Kata kunci: pelayanan publik, bandar udara, SWOT, strategi alternatif
Konsep Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia Transportasi Udara Nasional dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Endang Puji Lestari
Warta Ardhia Vol. 41 No. 4 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i4.154.171-180

Abstract

Legal policy in developing and providing air transportation’s human resources is the sub system of national transportation policy. There are two problems in this research, first, how is the regulation of Indonesia’s legal policy in air transportation’s human resources development? Second, how is the concept of legal policy of Indonesia’s air transportation human resources development? Regulation scope in providing and developing of air transportation human resources development consists of manpower planning, education and training, working opportunity and surveillance, monitoring as well as evaluation. Legal policy of regulation in providing and developing human resources that is conducted through delegated legislation requires sustainable policy such as the enactment of three Minister Regulations, namely the Minister of Transportation Regulation on The Development and Providing of Air Transportation Human Resources, the Minister of Transportation Regulation on The Implementation of Air Transportation Education and Training, and the Minister of Transportation Regulation on certificate of competency and license as well as arrangement of training program. The writer suggests the Ministry of Transportation to ratify immediately the three of the Minister of Transportation Regulations that have a basic delegated legislation as an answer to face ASEAN open sky policy. Keywords: legal policy, human resources, delegated legislation. Politik hukum pengembangan dan penyediaan SDM penerbangan merupakan sub-sistem dari kebijakan transpotasi nasional. Terdapat dua permasalahan dalam tulisan ini, pertama, bagaimana kebijakan politik hukum nasional Indonesia dalam pengembangan SDM transportasi udara nasional? kedua, bagaimana konsep kebijakan hukum pengembangan SDM transportasi udara nasional? Ruang lingkup pengaturan penyediaan dan pengembangan SDM penerbangan meliputi perencanaan sumber daya manusia (manpower planning), pendidikan dan pelatihan, perluasan kesempatan kerja, serta pengawasan, pemantauan, dan evaluasi. Politik legislasi pengaturan pengembangan dan penyediaan SDM yang dilakukan melalui delegated legislation di atas memerlukan kebijakan lanjutan berupa diundangkannya tiga peraturan menteri yaitu peraturan menteri perhubungan tentang penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang penerbangan, peraturan menteri perhubungan tentang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan, dan peraturan menteri perhubungan tentang sertifikat kompetensi dan lisensi serta penyusunan program pelatihan. Penulis menyarankan kepada Kementerian Perhubungan RI untuk segera mengundangkan ketiga peraturan menteri perhubungan yang telah memiliki dasar delegated legislation sebagai jawaban untuk menghadapi ASEAN open sky policy. Kata kunci: politik hukum, sumber daya manusia, delegated legislation.
Pelayanan Kargo Udara di Bandar Udara Soekarno-Hatta Ircham Ircham
Warta Ardhia Vol. 40 No. 2 (2014)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v40i2.227.133-146

Abstract

Increasing the volume of air cargo in Indonesia showed increasing national economic growth. airport is the first system for cargo movement. Therefore, airport has to provide adequate facility of cargo terminal. The second system is a flight network system. Flight network needs to be optimized to approach the concept of hubs and spokes for cargo airports. This study uses a GAP analysis. Result shows, there is the biggest gap for parking areas in the cargo area attribute. This indicates that the main priority of the increase in air cargo transportation services according to the respondents regulated agent is the indicator of the parking facility in the cargo area. Peningkatan volume kargo udara di Indonesia tahunan menunjukkan adanya geliat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Indonesia memiliki konsep perekonomian berupa MP3EI. kebandarudaraan adalah sistem yang pertama menjadi titik simpul pergerakan kargo. Tindakan yang harus dilakukan pada bandar udara adalah menyiapkan fasilitas terminal kargo udara yang memadai. Sistem kedua adalah sistem jaringan penerbangan. Jaringan penerbangan perlu dioptimalkan dengan pendekatan konsep hub dan spoke bandar udara kargo. Metodologi dilakukan dengan melakukan analisis GAP. Berdasarkan data nilai gap, dapat dilihat bahwa gap terbesar terdapat pada atribut ketersediaan area parkir yang memadai di area gedung kargo (No. atribut 5) dengan nilai gap sebesar 1,50. Hal ini menandakan bahwa prioritas utama peningkatan pelayanan angkutan kargo udara menurut responden regulated agent adalah pada indikator fasilitas parkir di area kargo. Dengan nilai gap sebesar 1,50; 1,35 dan 1,34 (nilai gap ≥ 1,00), maka ketiga atribut ini masuk Kategori 5 (pelayanan buruk).
Alternatif Pengembangan Rencana Induk Bandr Udara Cut Nyak Dien Aceh Susilo Susilo
Warta Ardhia Vol. 40 No. 2 (2014)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v40i2.226.121-132

Abstract

Cut Nyak Dien Airport in Nagan Raya district as general airport do not have a Master Plan in accordance with the provisions in the Act No. 1 of 2009 on Aviation and Transportation Minister Decree No. 48 Year 2002 on the Implementation of Public Airport The purpose of this study is to provide the technical information necessary for the construction/development of Cut Nyak Dien Airport in Nagan Raya District arranged in an Airport Master Plan. This study resulted in the master plan concept consisting of stages of the development plan, airport facilities requirement, which consist of basic facilities requirement, air navigation facilities requirement, and supporting facilities requirement. It also resulted in the concept of the airport master plan layouts. Bandara Cut Nyak Dien di Kabupaten Nagan Raya sebagai bandar udara umum belum mempunyai Rencana Induk sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam Undang-Undang No.l Tahun 2009 Tentang Penerbangan dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi teknis yang diperlukan bagi pembangunan/pengembangan Bandara Cut Nyak Dien di Kabupaten Nagan Raya yang disusun dalam suatu Rencana Induk Bandar Udara. Penelitian ini menghasilkan konsep rencana induk yang terdiri dari rencana tahapan pengembangan, kebutuhan fasilitas bandar udara, yang terdiri dari kebutuhan fasilitas pokok, kebutuhan fasilitas navigasi penerbangan, dan kebutuhan fasilitas penunjang. Selain itu juga menghasilkan konsep layout rencana induk Bandar Udara Cut Nyak Dien.
Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan Nasional Harry Muhammad
Warta Ardhia Vol. 40 No. 2 (2014)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v40i2.225.99-120

Abstract

Development of Indonesian aerospace industry into the determination of urgency Empowerment Government Regulation of Industry and Technology Development. In this research, an analysis of the potential economic value and mapping of potential national (local industry) in order to meet airport facilities and air navigation. Mapping the potential of the local indust0' is important to know the strentgh and weakness of local industry. From these information it is expected that the government can formulate a roadmap and action plan that can protect local industry. when the products have been used. In addition, how can stimulate the local industry to participate and meet the needs of facilities that still have to be imported from abroad. Pengembangan industri kedirgantaraan Indonesia menjadi urgensi penetapan Peraturan Pemerintah tentang Pemberdayaan Industri dan Pengembangan Teknologi Penerbangan. Untuk menjawab tantangan dalam pengembangan industri dirgantara nasional tersebut, diperlukan dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah. Dalam penelitian ini dilakukan analisa mengenai potensi nilai ekonomi (skala ke-ekonomian) dan pemetaan potensi nasional (industri lokal) dalam rangka pemenuhan fasilitas bandar udara dan navigasi penerbangan. Pemetaan potensi industri lokal penting untuk diketahui agar pemerintah dapat mengetahui gambaran fasilitas apa saja yang bisa disuplai dari dalam negeri dan fasilitas apa saja yang masih bergantung pada pihak luar negeri. Dari gambaran ini diharapkan pemerintah dapat menyusun roadmap dan rencana aksi yang dapat melindungi pengusaha lokal bila produk yang dihasilkan telah dapat digunakan. Selain itu juga bagaimana caranya dapat merangsang pihak industri lokal dapat turut serta memenuhi kebutuhan fasilitas yang selama ini masih harus didatangkan dari luar negeri.
Kebutuhan Pengembangan dan Keterampilan Khusus Personil dalam Bidang Penerbangan Indonesia Yaddy Supriyadi; Rusdi Abdullah
Warta Ardhia Vol. 40 No. 2 (2014)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v40i2.224.85-98

Abstract

Mitigation action towards aviation occurrence in Indonesia, according to number of aviation accident of the National Transport Safety Commitee, have not been showing a significant results. It can be caused by two things. First, the continuous development of aviation knowledge and technology. Second, the gaps between knowledge and skills that acquired during training phases and those required in the working environment This research is aimed to identify these gaps. The lack of understanding of Air Traffic Controllers on the concept of separation and how to implement it, minimum English speaking skills, and no training on RNA V and RNP are findings related to training solution. Whilst the malfunction of communication and monitoring devices, and no callibration to those devices are findings related to non-training solution. Pemecahan permasalahan kecelakaan penerbangan di Indonesia, berdasarkan data jumlah kecelakaan pesawat dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, dapat dikatakan belum optimal. Masalah tersebut dapat dilihat dari dua hal, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan maupun kesenjangan yang terjadi antara kebutuhan pengetahuan dan keterampilan personil di lapangan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan pada masa pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kesenjangan tersebut. Kurangnya pemahaman personil Pemandu Lalu Lintas Udara terhadap konsep pemberian separation dan implementasinya, kurangnya keterampilan bahasa Inggris dan belum terprogramnya program pelatihan RNAV dan RNP merupakan temuan yang bersifat pelatihan. Sementara tidak optimalnya fungsi peralatan komunikasi dan monitoring bahkan tidak dapat dioperasikannya peralatan monitoring serta tidak adanya program kalibrasi terhadap peralatan tersebut merupakan hasil temuan yang bersifat non-pelatihan dari penelitian ini.
Kajian Perbaikan Apron Bandar Udara Ahmad Yani Semarang Ali Murtadho; Welly Pakan
Warta Ardhia Vol. 40 No. 2 (2014)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v40i2.223.71-84

Abstract

Increasing the number of air traffic flow at airports must be accompanied by an increase in the capability and capacity of the air side facilities and land side of airport. Collapse accident of apron number 6 on January 8, 2014 at Ahmad Yani airport indicate a need for maintenance, repair and improvement of the facilities and continous oversight. So that, it need to increase capability of runway and apron to support increasing number of aircraft. The purpose of this research was to determine the strength of the airport apron Ahmad Yani Semarang before and after reconstruction by the airport management. PCN value obtained from the calculation before breakage is need to be increased from 27 F/D/X/T to 34 F / C / X / T or need to overlay for 8 cm thick. Adding a concrete slab and the addition of asphalt over concrete with a total thickness of 40 cm is already eligible. Peningkatan jumlah arus lalu lintas penerbangan di bandar udara harus diiringi dengan peningkatan kemampuan dan kapasitas fasilitas Sisi udara dan Sisi darat. Kejadian amblesnya apron nomor 6 pada tanggal 8 Januari 2014 di bandar udara Ahmad Yani menunjukkan bahwa perlu dilakukan perawatan, perbaikan dan peningkatan pengawasan serta kemampuan fasilitas Sisi udara secara terus menerus dan berkesinambungan seiring dengan peningkatan arus lalu lintas yang berkembang dengan pesat. Peningkatan kemampuan landas pacu dan apron dalam mendukung beban pesawat yang terus berkembang perlu terus dilakukan. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui kekuatan apron bandar udara Ahmad Yani Semarang sebelum dan setelah dilakukan oleh pihak manajemen bandara. Dari perhitungan didapatkan nilai PCN perekerasan flexible sebelum terjadi kerusakan adalah perlu ditingkatkan dari 27 F/D/X/T menjadi 34 F/C/X/T atau dioverlay setebal 8 cm. Hasil perbaikan dengan menggunakan plat beton dan penambahan aspal diatas beton dengan tebal total 40 cm sudah memenuhi syarat karena melebihi dari tebal hasil perhitungan yaitu 35,56 cm.
Program Peningkatan Keamanan Di Bandara Kualanamu Medan Apabila Beroperasi Ismail Nadjamuddin
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v38i1.215.97-105

Abstract

Kualanamu Medan Airport Construction is an alternative to overcome the operational limitations and the land that was experienced Polonia Airport. Airport security enhancement program Kualanamu Medan when operating include airport security aspects of the provision of facilities consisting of: X-Ray facility 12 units, Walk Throught Metal Detector (WTMD) 14 units, Hand Held Metal Detector (HHMD) 24 units, Closed Circuit Television (CCTV , Explosive Detection System 2 units, 2 units Liquit Scan Detecto,, Detector Nubikara 2 units (Nuclear, Biological, Chemical, Radio Active), Body Scane 1 unit, Body Inspector, Airport For Perimeter Surveillance, Security Inspection Car and Motorcycle 4. The security officer in Medan Airport Kualanamu totaling 204 personnel consisting of 124 personnel from the PT. Angkasa PuraII, 40 BKO-military personnel who assisted and 40 staff personnel outsoursing. The system and airport security procedures will refer to the Regulation of the Minister of Transportation No. 9 of 2010 about the National Aviation Security Programme and ICAO in Annex17 on Security and Document-8973 on the Security Manual for Safeguarding Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference, that the safety and security systems at airports should be the maximum, using equipment and adequate procedures that ensure safety and smooth flight. Pembangunan Bandara Kualanamu Medan merupakan alternatif untuk mengatasi keterbatasan operasional dan tanah yang dialami Bandara Polonia. Program peningkatan keamanan bandara Kualanamu Medan saat dioperasikan meliputi aspek keamanan bandara, penyediaan fasilitas yang terdiri dari: 12unit fasilitas X-Ray, 14 unit Walking Through Mental Detector (WTMD), 24 unit Hand Held Metal Detector (HHMD), 2 unit Closed Circuit Television (CCTV)dan sistem Deteksi peledak, 2 unit Liquit Pindai Detecto, 2 unit Detector Nubikara (Nuklir, Biologi, Kimia, Radio Aktif), Badan Scane 1 unit, Bandara Untuk Surveillance Perimeter, 4 Mobil Keamanan Inspeksi dan Sepeda Motor petugas keamanan di Medan Bandara Kualanamu sebesar 204 personel yang terdiri dari 124 personil dari PT Angkasa Pura II, 40 BKO-personil militer yang dibantu dan 40 personil staf outsoursing. Sistem dan prosedur keamanan bandara akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 tahun 2010 tentang National Aviation Security Program dan ICAO dalam Annex-17 tentang Keamanan dan manual dokumen-8973 tentang Keamanan Penerbangan Sipil upaya pelanggaran hukum, bahwa keamanan dan sistem keamanan di bandara harus maksimal , menggunakan peralatan dan prosedur yang memadai yang menjamin keamanan dan kelancaran penerbangan.
Evaluasi Fasilitas Peralatan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara Haluleo Kendari Ari Susetyadi
Warta Ardhia Vol. 38 No. 1 (2012)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v38i1.180.74-96

Abstract

The airport is an airport pioneering awned by the province of Southeast Sulawesi. The airport was formely named Walter Mongmsidi Airport the condition of that airport still very minimal in term of facilities aid equipment and fire aviation accident (PKP-PK) while the task of airport services every day needs. In the law No. 1 of 2009 on aviation in paragraph 1 has stated that any business entity or unit of an airport operator is obliged to provide airport facilities that meet safety and aviation security and airport services in accordance with established service standards. Flight accident relief unit and fire Department (PKP-PK) is one of the units contained in the organizational structure of airport that are part of the field of ground operations, which have the task to rescue and firefighting aviation accident or fire during take off or landing. Condition of equipment facilities in the PKP-PK Haluleo the airport is currently still requires some facilities, as well as officer are still limited and in part have not been following the training. Bandara Haluoleo adalah bandara perintis yang dimiliki oleh provinsi Sulawesi Tenggara. Bandara ini sebelunmya bemama Bandara Wolter Monginsidi, kondisi bandara tersebut masih sangat minim dalam hal bantuan fasilitas peralatan pertolongan kecelakaan pesawat dan pemadam kebakaran (PKP-PK), sementara tugas pelayanan bandara setiap hari membutuhkan fasilitas yang lengkap Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) merupakan salah satu unit yang terkandung dalam struktur organisasi bandara yang merupakan bagian dari bidang operasi darat, yang memiliki tugas untuk kecelakaan penerbangan, pemadam kebakaran, penyelamatan dan tanggap darurat saat take-off atau landing. Kondisi fasilitas peralatan di PKP-PK Bandara Haluoleo saat ini masih membutuhkan bebexapa fasilitas, serta petugas masih terbatas dan sebagian belum mengikuti pelatihan.