cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
jurnalkemenhub@gmail.com
Phone
+6281213236151
Journal Mail Official
jurnalkemenhub@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta 10110
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : https://doi.org/10.25104/wa
Core Subject : Engineering,
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 281 Documents
Harapan dan Kepentingan Pengguna Jasa Angkutan Udara Terhadap Pelayanan di Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin–Tanjung Pandan Belitung Arman Mardoko
Warta Ardhia Vol. 41 No. 2 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i2.146.69-80

Abstract

Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin – Tanjung Pandan sebagai pintu gerbang kedatangan wisatawan di Kepulauan Belitung diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa angkutan udara. Tujuan pengkajian adalah menganalisis harapan dan kepentinganyang dirasakan oleh pengguna jasa angkutan udara (penumpang) terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh pihak penyelenggara Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin – Tanjung Pandan Belitung. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah pengguna jasa angkutan udara (penumpang). Hasil dari analisis yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah pelayanan kebersihan fasilitas umumseperti toilet, kios, mushola dan lain-lain, penataan terminal penumpang khususnya untuk antrian dan sirkulasi bagi penyandang cacat, fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, tersedianya layanan sarana transportasi umum, dan kemampuan petugas untuk cepat tanggap menyelesaikan keluhan/masalah. Kendala dan permasalahan yang terjadi adalah terbatasnya dana pemeliharaan yang tersedia, terbatasnya SDM untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.[Air Transport Passenger Expectations and Interest of Airport Services in H.A.S Hanandjoeddin Airport – Tanjung Pandan] H. AS. Hanandjoeddin Airport of TanjungPandan, as the tourism gateway in Belitung Islands, is expected to provide its best service performance to the air transport user.The purpose of this study is to analyze the expectation and the importance of service that is provided by H. AS. Hanandjoeddin Airport that perceived by the user. Furthermore, quantitative and qualitative analysis was applied and air transport passengers are subjected as the respondent. The results indicate certain attributes that should be the main priority in improving the airport service, namely public facilities; toilet, kiosk, praying room, etc., queue arrangement for handicap, supporting facilities for carrying luggage, public transport for accessing the airport, and officer competence in solving the problems related to the passenger service. However, the limitation of maintenance budget and human resource has become the hindrance for service improvemnt.
Analisis Kualitas Pelayanan Terminal Kargo Bandara Dengan Jaringan Probabilistik Fadrinsyah Anwar
Warta Ardhia Vol. 41 No. 2 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i2.145.59-68

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan di bandara dapat memberikan banyak masukan penting bagi manajemen bandara terutama dalam menentukan strategi pengelolaan bandara yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kausal faktor-faktor yang diasumsikan dapat mempengaruhi proses pelayanan di terminal kargo. Model hubungan kausal dibangun berdasarkan persepsi kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja fasilitas, kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), dan kinerja pelayanan di terminal kargo bandara. Pengembangan model hubungan kausal menggunakan metode jaringan probabilistik. Hasil analisis pada kasus terminal kargo Bandara Juanda - Surabaya menunjukkan bahwa peningkatan kinerja fasilitas dan kinerja SDM dapat meningkatkan kinerja pelayanan di terminal kargo. Adapun faktor-faktor penting yang mempengaruhi peningkatan kinerja PELAYANAN adalah fasilitas penyimpanan barang, kelengkapan atau ketersediaan peralatan penanganan barang di apron, dan keterampilan kerja dan pengetahuan petugas terminal kargo. [Quality Analysis of Cargo Terminal Services Using Probabilistic Networks] Service quality measurement at the airport can give a lot of essential input for the airport management, especially in determining the appropriate airport management strategy. This study aims to assess the causal relationship of several factors that are assumed may affect the service process at the cargo terminal. The causal relationship model is built on the perception of the service user satisfaction on the performance of the facilities, the performance of Human Resources (HR), and the performance of services at the airport cargo terminal. Thedevelopment of causal relationship model using probabilistic networks. The analysis results on the case of cargo terminal of Juanda Airport in Surabaya show that the performance improvement of facilities and HR can improve the performance of services in the cargo terminal. Furthermore, the important factors that affect the performance improvement of SERVICES arethe storage facilities, the availability of handling equipment in apron, and the skill and knowledge of the officer in the cargo terminal.
Metoda Short Takeoff Landing (Studi Kasus Prestasi Terbang Takeoff-Landing Pesawat Udara Turbo Prop CN235) Sayuti Syamsuar
Warta Ardhia Vol. 41 No. 2 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i2.144.49-58

Abstract

Pesawat dengan kategori Short Take-Off Landing pada umumnya adalah pesawat ringan yang mempunyai berat take-off antara 20.000 lb (9.072 kg) hingga 50.000 lb (22.680 kg) dengan kemampuan melewat irintangan setinggi 50 ft (15 m) untuk jarak take-off dan landing sejauh 1.500 ft (450 m). Pengembangan pesawat dengan kategori tersebut perlu memperhatikan tiga persyaratan umum yaitu kemampuan aerodinamika yang tinggi, tenaga mesin yang besar, dan teknik pilot yang baik yang disertai dengan kekuatan struktur yang mampu menahan beban berat. Pada studi kasus ini, penulis menggunakan data prestasi terbang Short Field Landing pesawat CN235-100 (serial N-16) dengan menggunakan flap 230 pada saat pengujian performance trade-off di PT Dirgantara Indonesia pada tahun 1996. Pengujian tersebut juga termasuk uji rejected take-off atau accelerate stop distance dengan menggunakan flap 100 pada tenaga penuh dimana kemudian salah satu mesin dimatikan untuk mencapai kondisi kritis dan pilot mengurangi daya propulsi mesin lainnya untuk dapat berhenti di ujung landasan. Beberapa rekomendasi pilot diberikan pada bagian kesimpulan. [The Short Takeoff Landing Method (CN235 Turbo Prop Field Performance Test Case Study)] The aircraft category of Short Take-Off Landing, in general, including lightweight aircrafts with take-off weight between 20.000 lb (9.072 kg) and 50.000 lb (22.680 kg) and capable in exceeding 50 ft (15 m) obstacle height with only 1.500 ft (450 m) of take-off and landing distance. Thera are, at least, three general requirements that have to be considered in order to develop this category of aircraft; high aerodynamic performance, powerful engine, qualified skill of pilot, and also the strength of aircraft structure that can sustain heavy load.As for the study case, the author used the flight performance data of CN235-100 (serial N-16) Short Field Landing with 230 flap that was tested in Indonesian Aerospace Industry in 1996 for its trade-off performance. There was also rejected take-off or accelerate stop distance test with 100 flap and full throttle where one of the engine, then suddenly, shut down in order to achieve critical condition and later the power of the another engine being reduced by the pilot so that the aircraft can stop at the end of the runway. Several pilot recommendations are given in the conclusion chapter.
Evaluasi Usulan Pembangunan Bandar Udara Wirasaba di Purbalingga Jawa Tengah Susanti Susanti
Warta Ardhia Vol. 41 No. 3 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i3.153.163-170

Abstract

Wirasaba Airport is a military airport operated under responsibily of the Indonesian Air Force. This airport located in Purbalingga, Central Java. In order to increase economic potential and tourisme in this area, local government of Purbalingga proposed the change function of Wirasaba Airport becoming Civil Enclave Airport. Civil Enclave Airport is a military airport which also provide civil aviation services. This study used a qualitative descriptive analysis method. The results shows that development of Wirasaba Airport is not a priority based on several considerations. First consideration is the fact that Wirasaba Airport is not included in Minister of Transportation Decree No. Km 69 year of 2013 about the Airport Master Plan. Beside that, land vailability in this area is also complicated. Surrounding area in wirasaba Airport is belong to Indonesian Air Force. Furthermore, this airport does not meet criteria of airport coverage services. The national requirement state that airport coverage service in Java Island is 200 km away to cover 100 km for each nearest airport. The nearest aiport from Wirasaba Airport are Ahmad Yani Airport in Semarang and Tunggu Wulung Airport in Cilacap. The distance between Wirasaba Airport to those closest airport less than 200 km and passenger demand in Central Java Area has not show the over capacity trend. Keywords: airport development, wirasaba, evaluation, central java. Bandar Udara Wirasaba adalah Bandar Udara militer milik TNI-AU yang berlokasi di Purbalingga Jawa Tengah. Pada tahun 2015 terdapat usulan dari Pemerintah Daerah untuk menjadikan Bandara Wirasaba sebagai Bandara enclave sipil, atau bandara militer yang dapat digunakan sebagai bandara sipil, hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi serta pariwisata di daerah tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi adalah Bandara Wirasaba belum dapat menjadi prioritas untuk pembangunan bandar udara Nasional dengan pertimbangan diantaranya adalah tidak termasuk dalam Rencana Induk Bandar Udara yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan, masalah kepastian lahan dengan TNI-AU yang membutuhkan kejelasan, tidak termasuk kriteria dalam cakupan pelayanan bandara dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional, yang mengisyaratkan jarak antar dua bandara dalam Pulau Jawa dan Sumatera adalah 200 km dengan cakupan pelayanan masing-masing 100 km. Sedangkan bandara terdekat yaitu Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Tunggul Wulung di Cilacap kurang dari 200 km, dan permintaan jasa angkutan udara di wilayah Jawa Tengah belum menunjukkan trend over capacity. Kata kunci: Pembangunan bandar udara, wirasaba, evaluasi, Jawa Tengah.
Analisis Potensi Pengembangan Aerotropolis di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan Minda Mora; Ali Murtadho
Warta Ardhia Vol. 41 No. 3 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i3.152.147-162

Abstract

Kualanamu International Airport is one of the airports in Indonesia, which has the potential to be developed into Aerotropolis Airport. This study aims to analyze the potential development of aerotropolis in Kualanamu International Airport Medan. Potential analysis is done with 2 (two) approaches, namely the ratio of non-aeronautical revenues and the average consumption of passengers. Analysis of the potential development of aerotropolis in Kualanamu Medan Airport shows the ratio of nonaeronautical revenue contribution to total revenue the airport from 2010 to 2014 lagged up to 42.86% of the proportion of revenue Amsterdam Airport Schiphol. At the viability projections in 2019, the International Airport Kualanamu was 16.63% below the Amsterdam Airport Schiphol. Based on these results, the proportion of the contribution of non-aeronautical revenues in Kualanamu Medan from 2010 s.d 2014 adrift far enough away from Amsterdam Airport Schiphol. But the 2019 projection, quite approaching Amsterdam Airport Schiphol. The same condition also occurs for patterns of consumption Kualanamu airport passengers are left pretty much when compared with the consumption patterns of passengers at Amsterdam Airport Schiphol the surrounding region has grown into aerotropolis. That is, the consumption patterns of passengers still have to be improved. Keywords: airport, aerotropolis, kualanamu. Bandara Internasional Kualanamu merupakan salah satu bandar udara di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Bandar Udara Aerotropolis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi pengembangan aerotropolis di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan. Analisis potensial dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan, yaitu rasio pendapatan non-aeronautika dan rata-rata konsumsi penumpang. Analisis potensi pengembangan aerotropolis di Bandar Udara Kualanamu Medan menunjukkan rasio kontribusipemasukan non-aeronautikal terhadap total pemasukan bandara dari tahun 2010 sampai dengan 2014 tertinggal sampai 42.86% dari proporsi pemasukan Amsterdam Airport Schiphol. Pada proyeksi viability tahun 2019, Bandara Internasional Kualanamu berada 16.63% di bawah Amsterdam Airport Schiphol. Berdasarkan hasil tersebut, proporsi kontribusi pemasukan non-aeronautikal Bandara Kualanamu Medan dari tahun 2010 s.d 2014 terpaut cukup jauh dari Amsterdam Airport Schiphol. Namun pada proyeksi 2019, cukup mendekati Amsterdam Airport Schiphol. Kondisi yang sama juga terjadi untuk pola konsumsi penumpang bandara Kualanamu yang tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan pola konsumsi penumpang di Amsterdam Airport Schiphol yang kawasan sekitarnya telah tumbuh menjadi aerotropolis. Artinya, pola konsumsi penumpang masih harus ditingkatkan. Kata kunci: bandar udara, aerotropolis, Kualanamu.
Karakteristik Aerodinamika Flying Boat pada Ketinggian Ground Effect (Studi Kasus Model Remote Control Flying Boat Pada Ketinggian 0,2 m dan 1 m) Sayuti Syamsuar
Warta Ardhia Vol. 41 No. 3 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i3.151.139-146

Abstract

The paper presents an analysis of the flight performance and stability and control of a Flying Boat remote control model on the ground effect altitude. It begins with a three dimensional measurement of a Flying Boat remote control model by using a laser tracking photo camera and a drawing software. The 3 D model was drawn by solid drawing on the CATIA software. The 3 D model was analyzed by using computational fluid dynamics CFx AnSys due to the rectangular wing with dihedral configuration with NACA 23012 airfoil. The maximum takeoff weight is around 25.0 kg powered with a single engine propeller, 5.5 HP. The surface effect phenomena of the Flying Boat remote control model was simulated by using CFx omputational Fluid Dynamics software, AnSys with the airspeed, V = 35.0 knots and shows a good results at the altitude of 20.0 cm. The longitudinal static stability analysis provides a good result at 1.0 meter altitude. Simulations were performed to the PUNA “Alap alap” flight performance test during cruise at 7800 feet as data verification. The adaptive ground effect control system is solved by transfer function equation matrix. Keywords: Flying Boat, remote control model, ground effect altitude. Makalah ini berisikan analisis prestasi terbang dan kestabilan dari pesawat remote control model jenis Flying Boat pada ketinggian terbang ground effect. Pada awalnya, dilakukan pemotretan 3 D terhadap pesawat model Flying Boat menggunakan kamera laser beserta piranti lunak pendukung dan kemudian menggunakan solid drawing pada program CATIA. Model 3D dianalisis dengan menggunakan piranti lunak CFx AnSys untuk keseluruhan badan dan sayap dengan airfoil jenis NACA 23012. Karakteristik dinamik dari pesawat model dengan MTOW = 25.0 kg dengan power 5.5 HP terlihat dengan baik pada ketinggian terbang 20.0 cm dengan kecepatan, V = 35.0 knots. Sedangkan, analisis kestabilan statik matra longitudinal terlihat dengan respons waktu (t) yang baik pada ketinggian terbang 1.0 meter. Simulasi terbang menampilkan uji prestasi terbang pesawat nir awak PUNA “Alap alap” saat cruise pada ketinggian 7800 feet sebagai data verifikasi. Model matematika sistem Kendali Terbang Adaptif Ground Effect dianalisis dengan matriks persamaan fungsi transfer. Kata kunci: Flying Boat, remote control model, ketinggian terbang ground effect.
Pengkajian Angkutan Udara Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Lita Yarlina; Evy Lindasari
Warta Ardhia Vol. 41 No. 3 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i3.150.125-138

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu terletak di Provinsi Kalimantan Barat, Waktu tempuh ke Pontianak kurang lebih empat puluh lima menit penerbangan menggunakan Pesawat Udara jenis ATR 42 Seri 300/F27 atau kurang lebih 16 jam dengan kendaraan darat. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah perbatasan dengan wilayah Malaysia. Maksud penelitian ini untuk mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana angkutan udara di daerah Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Tujuannya adalah memberikan rekomendasi untuk pengembangan pelayanan angkutan udara di daerah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT agar dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman di daerah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Dari hasil perhitungan pembobotan dan rating bahwa Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai kekuatan lebih besar dibanding kelemahan, serta peluang lebih besar dari pada ancaman, maka strategi yang tepat adalah strategi SO (agresif) terletak di kuadran (2,48 : 3,02) ini merupakan situasi banyaknya peluang yang sangat besar di kabupaten ini serta mempunyai kekuatan di kabupaten ini yaitu meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan pariwisata.[Border Air Transport Assessment in Kapuas Hulu District West Kalimantan] Kapuas Hulu district located in the West Kalimantan province. It takes about forty five minutes flight to capitalcity Pontianak using ATR 42 series 300 and F27 or approximately 16 hours by land transportation. This district is one of the border area with Malaysia region. This study aim to evaluate the air transport infrastructure in the Kapuas Hulu District West Kalimantan. The goal is to provide recommendations for the development of air transport services in the border area of Kapuas Hulu District West Kalimantan. This research used SWOT analysis in order to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats in the border area Kapuas Hulu West Kalimantan. From the calculation of the weighting and the rating, the Kapuas Hulu has more strength than weakness, as well as a greater opportunity than a threat, the right strategy is SO strategy (aggressive) is located in quadrant (2.48:3.02). There are many opportunities in this district. Furthermore it also has strength in natural resources and tourism.
Demand Forecasting Model dengan Pendekatan Sistem Dinamis untuk Mendukung Analisa Finansial dalam Pengembangan Infrastruktur Bandar Udara di Indonesia Eny Yuliawati
Warta Ardhia Vol. 41 No. 3 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i3.149.111-124

Abstract

Pertumbuhan penumpang angkutan udara mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perekonomian di suatu negara. Revenue passenger kilometers (RPK) wilayah Asia Tenggara dalam kurun waktu 10 Tahun (2000-2010) adalah sebesar 6,6 % per tahun. Pertumbuhan penumpang angkutan udara yang sangat pesat tersebut harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur transportasi udara, Namun saat ini alokasi anggaran pemerintah di bidang infrastruktur transportasi sangat terbatas.untuk itu diperlukan berbagai instrumen kebijakan apabila ingin melibatkan peran swasta. Salah satu upaya untuk mendukung keterlibatan peran swasta dapat dikembangkan model “demand forecasting” menggunakan pendekatan sistem dinamis guna mendukung analisa finansial dalam pengembangan infrastruktur bandar udara. Dengan model demand forecasting penumpang angkutan udara yang komprehensif tersebut diharapkan dapat membantu dalam menganalisa pengambilan sebuah keputusan dalam pengembangan bandar udara yang melibatkan peran serta investasi swasta. [Demand Forecasting Model with Dynamic Systems Approach to Support Financial Analysis in the Airport Infrastructure Development in Indonesia] The growth of air passengers has increased in line with the population and economic growth of the country. Revenue passenger kilometers (RPK) around in the world during ten years (2000-2010) grew on average of 4.7 % per year, and in the Southeast Asian region. RPK growth in the same period was 6.6% per year. The growth of passenger air transport is very rapid course must be balanced with the provision of air transport infrastructure, while the government budget in transport infrastructure sector has a constraint. Development of airports in Indonesia is still a burden for the reason it, needed the government's policy instruments if want to involve the role of private sector in the airport development. The one of policy istruments is define a model demand forecasting using a dynamic systems approach to support financial analysis in the development of airport infrastructure. Air traffic analysis is an important thing because concerning with the capacity utilization and it helps make decisions regarding the development of infratructure facilities. The robust model of demand forecasting could support to analyze a decision making on an airport development that involves the participation of private investment.
Analisis Kesehatan Kerja Personel di Lingkungan Bandar Udara Tjilik Riwut - Palangkaraya Yuke Sri Rizki; Jenni Sartika Dimanik
Warta Ardhia Vol. 41 No. 4 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i4.158.233-245

Abstract

Air transportation demand is continously increase. Therefore airports as air transport infrastructure has a significant function in providing the facilities and human resources for the operation of air transport services. This research concern to analyse the personnel occupation health for human resources and personnel involved in the airport operation. This assessment uses a qualitative approach, which at the end of the analysis produces conclusions and recommendations addressed to the personne / officers and airport organizer related to the development of occupational health personnel, especially the activity at the air side of the airport. From the results of data collection and direct observations the peronnel health conditions in the area airside and equipment / protective equipment are pretty well. From the analysis of the factor analysis, there are four (4) factors from (10) existing indicators to explain 66.203% of the total variance. This presentage is quite high because it is able to explain more than 50% of the variance of the ten (10) existing indicators. Keywords: airport, personnel health, factor analysis. Transportasi udara pada saat ini semakin banyak diminati masyarakat. Oleh karena itu bandar udara sebagai prasarana penerbangan memiliki fungsi yang sangat penting dalam menyediakan fasilitas dan SDM untuk pengoperasian angkutan udara. Banyaknya SDM dan petugas yang terlibat pekerjaan di lingkungan bandara menjadikan masalah kesehatan kerja di lingkungan bandara sangat perlu diperhatikan. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan kerja personel yang bekerja di bandar udara. Pengkajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana pada akhir analisis menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang ditujukan kepada personel/ petugas dan penyelenggara bandar udara terkait peningkatan kesehatan kerja personel yang khususnya beraktifitas di sisi udara bandar udara. Dari hasil pengumpulan data dan pengamatan langsung yang dilakukan dapat diketahui secara garis besar kondisi kesehatan personel di area airside dan perlengkapan/peralatan pelindung bagi personel cukup baik. Dari hasil analisis dengan analisa faktor terbentuk 4 (empat) faktor dari 10 (sepuluh) indikator yang ada dan mampu menjelaskan 66,203% dari total varian. Angka ini cukup besar karena mampu menjelaskan lebih dari 50% varian dari 10 (sepuluh) indikator yang ada. Kata kunci: bandar udara, kesehatan personil, analisis faktor.
Pelayanan Penumpang Angkutan Udara di Terminal 2 Domestik Bandar Udara Juanda Surabaya Siti Masrifah
Warta Ardhia Vol. 41 No. 4 (2015)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v41i4.157.219-232

Abstract

Indonesia Air Transportation is currently experiencing significant growth in passenger demand. Air transport passenger in 2014 reached 72.6 million people, up 5.6% from the year 2013. Juanda Airport is an airport which is managed by PT. Angkasa Pura I (Persero). Air transport passenger data in Juanda Airport shows the number of passengers in the year 2013 is 1,822,373 passengers and 2014 is 1.740.420 passengers. This research is aimed to determine the service of air passengers in the terminal 2 Juanda Airport in Surabaya. Results shows the index of satisfaction of passenger reached 84%. It this means that the Juanda Airport Management has provide satisfy services to the passengers. Passengers opinion to the airport performance are priorities for improved services is the number and toilet cleanliness, service check-in to departure and amenities, as well as the coolness of the reception area. While expectations are priorities for enhanced passenger services among other things, is the friendly service personnel, vehicle parking, and the number and toilet cleanliness, and service check-in to departure. Keywords: Services, passenger, terminal, domestic, Juanda Airport. Kondisi penerbangan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam arti peningkatan penumpang angkutan udara di mana tahun 2014 mencapai 72,6 juta orang atau naik 5,6 % dari tahun 2013 sebanyak 68,5 juta orang. Bandara Juanda Surabaya merupakan bandar udara yang dikelola PT. Angkasa Pura I (Persero), menunjukkan data penumpang pada Tahun 2013 sebesar 1.822.373 penumpang dan Tahun 2014 sebesar 1.740.420 penumpang. Maksud pengkajian adalah untuk mengetahui pelayanan penumpang angkutan udara di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya. Hasil analisis diperoleh nilai indek kepuasan (satisfaction index) sebesar 84 %, hal ini berarti penyelenggara bandar udara Juanda memberikan pelayanan kepada penumpang sangat memuaskan. Opini penumpang untuk kinerja bandara yang diprioritaskan untuk ditingkatkan layanannya adalah jumlah dan kebersihan toilet, pelayanan check in keberangkatan dan fasilitasnya, serta kesejukan ruang tunggu. Sedangkan harapan penumpang yang diprioritaskan untuk ditingkatkan layanannya diantaranya, adalah pelayanan petugas yang ramah, tempat parkir kendaraan, dan jumlah dan kebersihan toilet, serta pelayanan check in keberangkatan. Kata kunci: pelayanan, penumpang, terminal 2, domestik, bandar udara juanda.