Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles
281 Documents
Evaluasi Perawatan Fasilitas Sisi Udara (Air Side) Di Bandara Juanda Surabaya
Yati Nurhayati
Warta Ardhia Vol. 37 No. 2 (2011)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v37i2.106.186-200
Evaluation of air side facility (runway sweeper) maintenance at Juanda airport in Surabaya is to know whether the air side facility (runway sweeper) maintenance system at Juanda airport in Surabaya meets the maintenance standard which is set by the Directorate General of Civil Aviation and still qualify to be operated. Assessment method used is descriptive qualitative method; detailed explanation based on the compilation of primary data and secondary data which have been processed. The results show that runway sweeper equipment maintenance done by technician at Juanda airport in Surabaya is still less than the maximum level according to the procedures established by the Directorate General of Civil Aviation about equipment maintenance.
Pelaksanaan Pengawasan Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara SM. Badaruddin II Palembang
Lita Yarlina;
Evy Lindasari
Warta Ardhia Vol. 39 No. 1 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i1.111.73-98
Safety is a major factor every flight. National aviation safety oversight is one of the functions that are the responsibility of coaching the Derectorate General of Civil Aviation to encure compliance with the standards, procedures and regulations, in order to see the fulfillment of the terms and condition in general aviation safety standards and safe operation of airports in particular that carried out by the organizers airports and other stakeholders. The method of analisys used to determine the operational supervision airport is gap analysis between the observation and collection of primary data from airport managers with operational safety performance indicator airport contained in KM, 24 2009 on Civil Aviation Safety Regulation Part 139 on the airport (aerodrome) issued by the Directorate General of Civil Aviation. The analysis showed that the safety oversight of the airport operation in airport Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang in the surveillance system consists of four systems which are airport management system, air side system control, the airport environment systems, inspection systems and reporting systems and safety management system has been appropriate and meets CASR 139.Pengawasan keselamatan penerbangan nasional merupakan salah satu fungsi pembinaan yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan kesesuaian standar, prosedur dan peraturan terkait, guna melihat pemenuhan peraturan dan ketentuan standar dan keselamatan penerbangan pada umumnya dan keselamatan operasi bandar udara pada khususnya yang dilaksanakan oleh penyelenggara bandar udara dan pemangku kepentingan lainnya. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan operasional bandar udara adalah metode analisis kesenjangan (gap analysis)antara hasil observasi dan pengumpulan data primer dari pengelola bandar udara dengan performance indicator keselamatan operasional bandar udara yang terdapat dalam KM. 24 Tahun 2001 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation Part 139) tentang Bandar Udara (Aerodrome). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengawasan keselamatan operasi Bandar udara di Bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dalam sistem pengawasan terdiri dari 4 sistem yaitu sistem manajemen bandar udara, sistem control sisi udara, sistem lingkungan bandar udara, sistem pemeriksaan dan sistem pelaporan dan sistem Manajemen keselamatan sudah sesuai dan sudah memenuhi referensi CASR 139.
Kinerja Pelayanan Angkasa Pura Logistik di Bandar Udara Inernasional Sultan Hasanuddin-Makassar
M. N. Nurrasmajid
Warta Ardhia Vol. 39 No. 1 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i1.110.56-72
Service is a performance appearance, intangible and quickly disappear, more can be felt rather than owned, and customers can participate more actively in the process consume services. Performance of services on the airport-Makassar Sultan Hasanuddin can be measured by several indicators to determine the satisfaction perceived by the customer. To find such satisfaction in using the approach by analyzing use of Importance Analysis (IPA), the analysis of interest (Importance Analysis) and satisfaction analysis (Performance Analysis), each using 5 Likert scale. Based on the analysis of the obtained values of customer satisfaction (Customer Satisfaction Index) of 85, 67% which means the performance of the service is very good (very good)Pelayanan merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan daripada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Kinerja pelayanan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin-Makassar dapat diukur dengan beberapa indikator untuk mengetahui kepuasan yang dirasakan oleh para pelanggan. Untuk mengetahui kepuasan tersebut di gunakan pendekatan melalui analisis menggunakan Importance Analysis (IPA), analisis kepentingan (Importance Analysis) dan analisis kepuasan (Performance Analysis), masing-masing menggunakan 5 skala likert. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh nilai kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index) sebesar 85, 67% yang berarti kinerja pelayanannya sangat baik (very good).
Strategi PT. Citilink Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Maskapai Penerbangan Di Indonesia
Dina Yuliana
Warta Ardhia Vol. 39 No. 1 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i1.109.42-55
PT Citilink is a low cost carrier that is currently increasing its market share.The purpose of this study was to analyze the internal and external factors and strategy of PT.Citilink in improving the competitivenes airlines in Indonesia. This research using SWOT analysis method. The results showed that the internal factors are 14 elements consisting of 7 (seven) elements of strength and 7 (seven) elements of weakness. External factors are 13 elements consisting of 9 (nine) elements of opportunities and 4 (four) elements of threats. SWOT analysis shows the total strength score is 1.49, the total weaknes score is 0.71, the total opportunities score is 2.63 and the total threats score is 0.56. Currently, the position of the PT. Citilink is in a state that is growing so that the most appropriate strategy is a strategy of pricing and promoting.PT. Citilink merupakan salah satu perusahaan berbiaya murah yang saat ini sedang meningkatkan pangsa pasarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dan strategi yang dapat dilakukan PT.Citilink dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia. Metode penelitian menggunakan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor internal (dalam kendali manajemen) sebanyak 14 elemen terdiri dari elemen kekuatan sebanyak 7 (tujuh) dan elemen kelemahan sebanyak 7 (tujuh) . Faktor eksternal (diluar manajemen)sebanyak 13 elemen terdiri dari elemen peluang sebanyak 9 (sembilan) dan elemen ancaman sebanyak 4 (empat). Hasil analisis SWOT menunjukkan skor total kekuatan adalah 1,49, skor total kelemahan adalah 0,71, skor total peluang adalah 2,63 dan skor total ancaman adalah 0,56. Saat ini, posisi PT. Citilink berada dalam keadaan yang sedang tumbuh sehingga strategi yang paling tepat adalah strategi pricing dan promoting.
Perhitungan Emisi Gas Buang Harian Mesin Pesawat Udara di Bandar Udara Husein Sastranegara-Bandung
Minda Mora
Warta Ardhia Vol. 39 No. 1 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i1.108.24-41
Air transport contributes significantly to air pollution. Based on the reports of the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), by 1992 the air transport accounted for 3.5% of the total anthropogenic radiative forcing of the atmosphere. It is expected to rise to 12.2%, in 2050. Furthermore, the airport is one area that has been the concentration of aircraft engine emissions. In this research, aircraft engines emission is calculated using actual data flights in airports (hybrid approach). This study aims to determine the amount of Carbon Monoxide (CO) and nitrogen oxides (NOx) generated daily from aircraft engine and then compared with the levels of CO and NOx are allowed. The result shows that the levels of CO and NOx generated daily from aircraft engines in Husein Sastranegara Airport- Bandung is still within normal limits. Transportasi udara memberikan kontribusi yang signifikan terhadap polusi udara. Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pada tahun 1992 transportasi udara menyumbang 3,5% dari total anthropogenic radiative forcing di atmosfer. Hal ini diperkirakan akan meningkat menjadi sebesar 12,2%, pada tahun 2050. Selanjutnya, bandar udara merupakan salah satu area yang menjadi tempat terkonsentrasinya emisi gas buang pesawat udara. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan emisi gas buang mesin pesawat udara dengan menggunakan data aktual penerbangan di bandar udara (pendekatan hibrid). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (NOx) harian yang dihasilkan dari mesin pesawat udara yang kemudian dibandingkan dengan kadar CO dan NOx yang diperbolehkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kadar CO dan NOx harian yang dihasilkan dari mesin pesawat udara di Bandar Udara Husein Sastranegara-Bandung masih dalam batas normal.
Pengembangan Model Manajemen Untuk Optimasi Pendapatan Penjualan pada Penerbangan Multi-Leg dengan Mempertimbangkan Jarak Tempuh dan Biaya Operasional
Budiarto Subroto;
Nelson Pardede
Warta Ardhia Vol. 39 No. 1 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i1.107.1-24
This study is aimed at applying yield management to optimize the airlines selling income by determining or allocating the number of passengers in multi-leg flight in which each leg has two fares classes. Basically, yield management is one of allocating and controlling passenger’s seats methods to optimize the airlines income. Normally, the existing yield management model will only consider the fare, demands and capacity variables. Other variables such as operational and distance will not be covered. When those variables are covered, they are considered as constant variables that will not affect the income optimization. The development of yield management model in this study is applying the linear program model approach, in order to obtain an optimum solution in the multi-leg flight. The approach will produce a decision variable; i.e. the number of passengers that will be allocated in each leg for business and economy fares; and objective function; i.e. maximum income and multi-leg flight route being served. The result of the study is a smaller solution, both for the decision variable and objective function. However, the solution is more valid because it considers more aspects, which are ideally more suitable to the actual condition of the flight operational.Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan model yield management untuk mengoptimasikan pendapatan penjualan perusahaan penerbangan dengan cara pengalokasian jumlah penumpang pada penerbangan multileg dimana masing-masing leg mempunyai dua jenis kelas tarif. Pada dasarnya, yield management adalah metode pengalokasian dan pengendalian kursi penumpang untuk mengoptimasikan pendapatan perusahaan penerbangan.. Pengembangan model yield management dalam studi ini menggunakan pendekatan model programa linier, untuk mendapatkan solusi optimum dalam penerbangan multileg. Pendekatan ini akan menghasilkan suatu variabel keputusan yaitu jumlah penumpang yang akan dialokasikan pada setiap leg untuk harga tiket bisnis dan ekonomi; dan fungsi tujuannya adalah memaksimumkan pendapatan dan rute penerbangan multileg yang dilayani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi yang lebih kecil, baik untuk variabel keputusan maupun untuk fungsi tujuan. Meskipun demikian, solusi ini lebih valid karena mempertimbangkan banyak aspek, dimana idealnya lebih sesuai dengan kondisi aktual dari operasi penerbangan.
Analisa Kesesuaian Dan Kesenjangan Antara yang Diinginkan dengan yang Diterima oleh Penumpang Terhadap Pelayanan di Bandar Udara Juanda Surabaya
Arman Mardoko
Warta Ardhia Vol. 39 No. 2 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i2.116.168-181
Juanda International Airport Surabaya as a gateway to East Java Province has increasing number of passenger every year. With the increasing number of passenger and flight number, resulted in many claims and complaints from passengers with the services provided by the airport authority. The aim of his research is to determine the level of conformity and the gap between desired and accepted by passengers to airports services that have been performed by the airport authority. The analytical method used is GAP analysis. The analysis showed, attributes that need improvement of the management are airport facilities and equipment for carring passengers luggage, the ease of getting information about the arrangements/ flight departure schedule, number of baggage claim officers (Porter or PT . Angkasa Pura).Bandar udara Internasional Juanda Surabaya sebagai pintu gerbang provinsi Jawa Timur setiap hari semakin ramai dengan kegiatan penerbangan. Dengan semakin bertambah ramai dan sibuk kegiatan penerbangan di bandar udara Juanda Surabaya mengakibatkan banyaknya tuntutan dan keluhan dari para penumpang terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola bandar udara, terutama yang diinginkan dan yang diterima. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai persepsi penumpang terhadap pelayanan yang diinginkan dan yang diterima di Bandar udara Internasional Juanda Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesesuaian dan kesenjangan antara yang diinginkan dan diterima oleh penumpang terhadap pelayanan di bandar udara yang telah dilakukan oleh pengelola bandar udara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis GAP. Hasil analisis menunjukkan, atribut - atribut yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan paling utama dari pengelola bandar udara adalah fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, kemudahan mendapatkan informasi mengenai pengaturan/kepastian jadwal keberangkatan pesawat, kemudahan dan cepatnya proses pengambilan barang di Baggage Claim dan Petugas bandar udara yang cepat saat dibutuhkan (Portir atau PT. Angkasa Pura).
Peran Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah/Low Cost Carrier (LCC) di Bandara Adisutjipto-Yogyakarta Untuk Mendukung Peningkatan Jumlah Wisatawan Domestik
Yuke Sri Rizki
Warta Ardhia Vol. 39 No. 2 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i2.115.146-167
Indonesia has many and varied tourism destinations. Tourism sector is one of the five sectors which has the largest foreign exchange. One of transportation mode supporting the growth of tourism is air transportation mode. One service provided by air transportation is the low cost airlines or the Low Cost Carrier (LCC). The aim of this study is to determine the role of LCC in Adisutjipto Airport Yogyakarta in increasing number of domestic tourist. This study using descriptive analysis and qualitative analysis. The results showed, PT. Lion Air was a LCC which bring the highest number of domestic travelers to Yogyakarta, followed by PT. Indonesia Air Asia and PT. City Link.Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki destinasi Pariwisata yang sangat banyak dan beragam dimana sektor pariwisata merupakan salah satu dari lima sektor yang menyumbang devisa terbesar. Salah satu moda yang menunjang pertumbuhan pariwisata adalah moda transportasi udara dimana salah satu pelayanannya adalah penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran LCC di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta dalam peningkatan jumlah wisatawan domestik dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis kebijakan untuk mengetahui implementasinya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan, PT. Lion Air menduduki peringkat paling tinggi dalam membawa wisatawan domestik untuk tujuan Yogyakarta, diikuti oleh PT. Indonesia Air Asia dan PT. City Link.
Hubungan Budaya Pengamanan dan Kinerja Bandar Udara dengan Kepuasan Penumpang Angkutan Udara di Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta
Siti Masrifah
Warta Ardhia Vol. 39 No. 2 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i2.114.128-145
This study examined the association of security culture (X1) and the performance of airport services (X2) with air transport passenger satisfaction (Y), either individually or jointly.This study with a sample of 100 respondents passenger air transport, the distribution of questionnaires to terminal 2F domestic at Soekarno Hatta International Airport Cengkareng.Calculation results show a positive and significant relationship shown in securing cultural relations (X1) to the satisfaction of passenger air transport (Y). Airport service performance (X2) to the satisfaction of passenger air transport (Y). The relation security culture and performance of airport service to the satisfaction of the air transport of passengers together.The final results of this study have a strong positive relationship between security culture in air transport passenger satisfaction. Strong positive relationship between performance of airport services in air transport passenger satisfaction. And a strong positive relationship between culture security and performance of airport services to the satisfaction of the air transport of passengers together.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan budaya pengamanan (X1) dan kinerja pelayanan bandar udara (X2) dengan kepuasan penumpang angkutan udara (Y), baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Penelitian ini dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden penumpang angkutan udara, dengan melakukan sebaran kuesioner di terminal 2F domestik Bandar Udara International Soekarno Hatta Cengkareng. Hasil perhitungan menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan pada budaya pengamanan (X1) dengan kepuasan penumpang angkutan, hubungan positif dan signifikan antara kinerja pelayanan bandar udara (X2) dengan kepuasan penumpang angkutan udara (Y), serta menghasilkan hubungan positif dan signifikan antara budaya pengamanan (X1) dan kinerja pelayanan Bandar udara (X2) dengan kepuasan penumpang angkutan udara (Y) secara bersama-sama. Hasil akhir penelitian ini mempunyai hubungan positif dan kuat antara budaya pengamanan dengan kepuasan penumpang angkutan udara. Hubungan positif dan kuat antara kinerja pelayanan Bandar udara dengan kepuasan penumpang angkutan udara. Hubungan positif dan kuat antara budaya pengamanan dan kinerja pelayanan Bandar udara dengan kepuasan penumpang angkutan udara secara bersama-sama. Implikasi bagi penyelenggara bandar udara dalam tercapainya kepuasan penumpang angkutan udara dengan memberikan rasa aman, lancar, tertib, dan selamat dalam suatu penerbangan, serta jasa pelayanan bandar udara dengan kebersihan terminal dan ketersediaan fasilitas yang cukup dan baik.
Pangsa Pasar (Market Share) Logistik /Kargo oleh Perusahaan Jasa Angkutan Udara yang Beroperasi di Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan
Lita Yarlina
Warta Ardhia Vol. 39 No. 2 (2013)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v39i2.113.113-127
Growth of air freight logistics/ cargo in Indonesia, especially in East Kalimantan is very high in the 5 (five) years so that the need for air freight logistics services company is also very high. At this time, cargo/ logistics from and to the outside Balikpapan are served by air cargo transportation service/ logistics services company and scheduled commercial air transport. The purpose of this study is to look at the market share of air freight logistics / cargo in Sepinggan Balikpapan International Airport. 87.08% to 95.15% market share is still dominated by scheduled commercial air transport services, namely Garuda Indonesia, Lion Air and Sriwijaya. While freight logistics services company/cargo has only 59.09% to 72.62% market share which are Tri MG Airline namely, Megantara Water, Water Mark and Garuda Indonesia.Pertumbuhan angkutan udara logistik/kargo di Indonesia khususnya wilayah Kalimantan Timur dalam 5 (lima) tahun belakangan ini sangat tinggi sehingga kebutuhan akan perusahaan jasa angkutan udara logistik juga sangat tinggi. Pada saat ini, kargo/logistik yang diangkut dari dan ke luar Balikpapan dilayani oleh perusahaan jasa angkutan udara kargo/logistik dan perusahaan jasa angkutan udara komersial berjadwal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pangsa pasar angkutan udara logistik/kargo di Bandar Udara Internasional Sepinggan Balikpapan. Pangsa pasar 87,08% sampai 95,15% masih didominasi oleh perusahaan jasa angkutan udara komersial berjadwal yaitu PT. Garuda Indonesia, PT. Mentari Lion Air dan PT. Sriwijaya Air. Sedangkan perusahaan jasa angkutan logistik/kargo memiliki pangsa pasar 59,09% sampai dengan 72,62% yaitu Tri MG Airline, Megantara Air, Air Mark dan Garuda Indonesia.