Warta Ardhia: Jurnal Transportasi
Jurnal Warta Ardhia adalah jurnal yang mewadahi publikasi ilmiah peer-reviewed serta sumber informasi yang kredibel dari hasil penelitian, ide, dan gagasan dengan cakupan nasional dan global. Publikasi tersebut ditujukan untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan serta memperkuat kemampuan stakeholder terkait dalam mengenali dan memecahkan berbagai persoalan di sektor transportasi. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, yang sebelumnya diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara dengan Nomor Akreditasi 72/E/KPT/2024. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang transportasi udara, yang mencakup kebijakan, sarana, prasarana, rute, tarif, evaluasi kebijakan, serta perkembangan teknologi. Seluruh artikel ditelaah oleh minimal dua orang reviewer. Warta Ardhia diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles
281 Documents
Pelayanan Bagasi di Bandar Udara Syamsudin Noor - Banjarmasin
Rosidin Syamsudin
Warta Ardhia Vol. 34 No. 1 (2008)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v34i1.52.19-36
Bandar udara sebagai transportasi udara pintu gerbang kegiatan perekonomian nasional dan internasional, serta tempat alih moda transportasi. Dalam kegiatan operasinya terjadi berbagai interaksi antar komponen utama yaitu penyelenggara bandara, operator penerbangan, dan pengguna jasa. Interaksi ketiga komponen tersebut menjadikan berbagai sub sistem bandara yang mempunyai karakeristik dan peran masing-masing dalam membentuk sistem bandara. Penyelenggaraan bandara menyediakan fasilitas untuk pelayanan pesawat udara (aircraft), penumpang (passenger) dan barang (cargo). Salah satu kegiatan pelayanan yang ada di bandar udara adalah penanganan barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang. Ada dua macam barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang angkutan udara, yaitu bagasi tercatat (checked baggage) adalah barang bawaan penumpang yang diserahkan oleh penumpang pada waktu check-in kepada operator pesawat udara untuk diangkut dengan pesawat udara yang sama, dan bagasi tidak tercatat (unchecked baggage) dalah barang bawaan yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara berada dalam pengawasan dan tangung jawab penumpang sendiri.
Faktor Penyebab Kecelakaan Penerbangan di Indonesia Tahun 2000-2006
Welly Pakan
Warta Ardhia Vol. 34 No. 1 (2008)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v34i1.51.1-18
Dalam dunia penerbangan dikenal 2 macam pengertian kecelakaan pesawat udara yaitu (accident) adalah suatu peristiwa yang terjadi di luar dugaan munusia yang berhubungan dengan pengoperasian pesawat udara yang berlangsung sejak penumpang naik pesawat (boarding) dengan maksud melakukan penerbangan sampai waktu semua penumpang turun dari pesawat udara (debarkasi): Jenis kecelakaan ini korban manusia sedangkan kecelakaan (incident) dalah kecelakaan yang berhubungan dengan operasi pesawat dan tidak menimbulkan korban.Pada umumnya suatu kecelakaan transportasi terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, Oleh Very Management Manual (SMM) yang diterbitkan oleh International Civil Aviation Organication (ICAO) membagi fakor penyebab pesawai udara dalam 4 (empat) kelompok yaitu :1. Faktor software yaitu kebijakan, prosedur dan lain-lain 2. Faktor hardware yaitu prasarana, sarana 3. Faktor environment yaitu lingkungan dan cuaca 4. Faktor liveware yaitu manusia.Transportasi udara terselenggara apabila ada antar faktor manusia dengan faktor lainnya demikian pula dengan pesawat udara terjadi karena adanya interaksi antar faktor manusia dan faktor penyebab kecelakaan lainnya, dengan demikian maka faktor manusia (human faktor) merupakan faktor yang dominan penyebab kecelakam pesawat udara.
Evaluasi Pelayanan Peralatan Keselamatan Penerbangan, Bandar Udara Achmad Yani- Semarang
Rosidin Syamsudin
Warta Ardhia Vol. 33 No. 1 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i1.43.114-132
Keberadaan bandar udara menjadi sangat penting mengingat bandar udara yang memberikan pelayanan lalu lintas udara (air traffic services) dalam memandu pesawat udara untuk tinggal landas (take-off), terbang melintas (en-route), atau mendarat (landing) di kawasan bandar udara atau ruang udara yang dilayaninya. Pelayanan pemanduan lalu lintas udara yang diberikan tersebut dalam bentuk informasi penerbangan untuk mempelancar keteraturan lalu lintas udara di kawasan bandar udara atau ruang udara yang dilayaninya agar penerbangan berjalan aman dan selamat, serta tidak terjadi tabrakan antar pesawat udara, atau antara peeawat udara dengan halangan (obstacle) yang ada.
Evaluasi Operasional Embakasi Haji di Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang
Idjon Sudjono
Warta Ardhia Vol. 33 No. 1 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i1.42.100-113
Berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Perhubungan Nomor 383 Tahun 2004/KM 67 Tahun 2004 tanggal 18 Agustus 2004 tentang Persyaratan Mendirikan Embarkasi dan Debarkasi Haji telah ditetapkan 6 persyaratan dan salah satu persyaratan yaitu jumlah Jemaah Haji yang akan diberangkatkan sekurang-kurangnya 7000 orang. Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah ditetapkan sebagai bandara embarkasi haji pada tahun 2006. PT. Angkasa Pura II sebagai BUMN pengelola bandara tersebut telah mengeluarkan investasi untuk medukung kelancaran penyelenggaraan angkutan haji, seperti pengadaan 2 unit Cargo X-ray, 3 unit Walk Through, 3 unit Metal Detector, dll. Kajian kelayakan finansial Embarkasi Haji BIM Padang akan dapat mengevaluasi kelayakan investasi aset PT. Angkasa Pura II pada bandara tersebut.
Pengkajian Ganti Rugi Bagi Penumpang Angkutan Udara Atas Terjadinya Keterlambatan Keberangkatan Pesawat
Yuke Sri Rizki
Warta Ardhia Vol. 33 No. 1 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i1.41.78-99
Pengguna jasa angkutan udara di Indonesia setiap tahun terus meningkat dimana pada tahun 2006 telah mencapai 34 juta orang. Kondisi pelayanan yang kurang optimal menimbulkan banyak permasalahan terutama masalah penundaan penerbangan (keterlambatan keberangkatan).Dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang No. 15 tahun 1992 Tentang Penerbangan dan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2000 Tentang Angkutan Udara menyatakan mengenai ganti rugi yang diberikan pada pengguna jasa atas kerugian karena menggunakan (dalam hal ini angkutan udara yang mengalami keterlambatan jasa penerbangan).Dasar hukum diatas belum memiliki aturan pelaksanaannya (Kep Men) sehingga belum dapat dilaksanakan di lapangan, namun setiap airline telah memiliki aturan sendiri mengenai pemberian ganti rugi atas keterlambatan keberangkatan meskipun belum dilaksanakan secara konsisten. Dari pelaksanaan saran-saran yang diajukan, diharapkan pemberian ganti rugi/kompensasi dapat dilaksanakan dengan konsisten sesuai ketentuan pihak airline dalam upaya peningkatan pelayanan dan kepuasan pengguna jasa.
Kajian Peningkatan Pelayanan Bagasi Penumpang Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II - Palembang
Juanda Siahaan
Warta Ardhia Vol. 33 No. 1 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i1.40.50-77
Sejak pemerintah melakukan deregulasi kebijakan di bidang angkutan udara jumlah perusahaan penerbangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada saat angkutan udara mengalami peningkatan pelayanan bagasi penumpang pada proses loading dan unloading secara aktual sering terjadinya penyimpangan bagagi hilang, nyasar, rusak dan tidak terbawa serta komplain bagasi. Untuk permasalahan tersebut di atas, maka dilakukan pendekatan metode analisis diskriptif kualitatif. Oleh karena itu, guna menjaga kinerja perusahaan penerbangan agar tidak terjadinya penyimpangan pada proses loading dan unloading dilakukan langkah-langkah mengatasinya melalui : pada saat check in bagasi petugas menegaskan kepada penumpang untuk mengunci bagasi dan tidak menempatkan barang berharga di dalam bagasi, pada area make up bagasi menempatkan petugas yang terdidik/terlatih dan profesional dalam menyortir barang bagasi, waktu pelaksanaan tugas pemindahan bagasi dari area make up ke ship side/pesawat diusahakan dilakukan sesingkat mungkin sesuai waktu yang telah ditetapkan, baggage break down area bagasi menempatkan petugas professional dan pengawas supervise yang berwenang serta penyelesaian kehilangan dan pengembalian (lost and found) dapat diberikan hak kompensasi ganti rugi sesuai peraturan yang berlaku.
Kajian Pelayanan Radar Untuk Meningkatkan Control Lalu Lintas Udara Mendukung Keselamatan Penerbangan
Endang Dwi Agustini
Warta Ardhia Vol. 33 No. 1 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i1.39.31-49
Bandara Internasional Minangkabau yang jauh berbeda dari Bandara Tabing terutama dari segi fasilitas teknologi terhadap peningkatan dalam pengoperasian lalu lintas udara yaitu, terpasangnya alat bantu pendaratan yang modern (Instrument Landing System/ ILS) posisi bandar udara menjadi sangat penting dalam mewujudkan keselamatan penerbangan mengingat bandar udara yang memberikan pemanduan pesawat udara untuk tinggal landas, terbang dan mendarat. Untuk menghasilkan kinerja yang optimal harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan misi PT Angkasa Pura II sebagai pengelola BIM selalu mengutamakan keselamatan penerbangan, keamanan serta kepuasan pengguna jasa.BIM telah memiliki Sertifikat Operasi Bandara (SOB) sejak bandar udara tersebut sebelum dioperasikan dan merupakan bandar udara satu-satunya yang ber SOB sebelum dioperasikan.Pada kondisi saat ini berdasarkan data statistik jumlah penumpang dan pergerakan pesawat sangat meningkat, sedangkan fasilitas alat bantu control/radar belum terpasang, oleh sebab itu bandar udara tersebut masih menggunakan cara-cara konvensional (non radar). Untuk menjamin keselamatan penerbangan dari sisi udara fasilitas yang digunakan sudah sesuai standar mengacu pada peraturan ICAO. Sedangkan untuk mengatasi permasalahan radar di Bandara Internasional Minangkabau, maka dinas pelayanan operasi lalu lintas udara telah mengusulkan untuk pemasangan radar sebagai alat bantu control lalu lintas udara untuk mendukung keselamatan penerbangan, namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
Manfaat Limbah Domestik di Bandara Soekarno-Hatta
Siti Masrifah
Warta Ardhia Vol. 33 No. 2 (2007)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v33i2.50.235-246
Pada saat ini pertumbuhan angkutan udara sangat pesat sehingga membutuhkan sarana/prasarana yang memadai dan dapat mengikuti perkembangan yang ada, salah satunya adalah memfasilitasi berbagai perkembangan kegiatan. Adapun keberadaan suatu bandar udara dapat memberikan keuntungan terhadap daerahnya, namun juga keberadaannya dapat menimbulkan suatu dampak sampingan diantaranya limbah domestik bandar udara (limbah padat dan cair).Dan yang dimaksud limbah domestik adalah limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan/diperoleh dari kegiatan pengoperasian bandar udara, juga keberadaan perkantoran, gedung-gedung di sekitar wilayah bandar udara.Dalam kajian ini khususnya Bandara Soekarno Hatta pada pengolahan dan hasil limbah domestik yang melalui pemprosesan sampai mengalir ke masyarakat sekitar bandar udara dan juga melihat lingkungan hidup di wilayah sekitar bandar udara dari segi positif dari pada limbah domestik tersebut yang dapat dimanfaatkan kegunaannya dalam lingkungan hidup di bandar udara dan masyarakat wilayah sekitarnya.
Prediction of Aerodynamic Characteristics for Commercial Aircraft based on Open-Source Cruise Flight Data
Toto Indriyanto;
Hafizhuddin Hafizhuddin
Warta Ardhia Vol. 50 No. 2 (2024)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v50i2.561.85-94
Airplane characteristics are interesting to analyze. The characteristics are shown as aerodynamic, structural and propulsion performance which further shows how economical the aircraft is compared to other aircraft. With the development of automatic dependent surveillance - broadcast (ADS-B), open source commercial aircraft flight data can be obtained easily. This study is performed to develop algorithm that can be used to predict aircraft aerodynamic coefficients. The algorithm is a collection of equations developed and simplified in previous studies. It is then used to estimate mass, lift, drag, and thrust forces, lift and drag coefficients, as well as fuel flow of an aircraft throughout the flight based on open source flight data, such as Flightradar24. The resulting lift and drag coefficients from the application of this algorithm are reasonably close within 9 – 14% compared to available references. Flightradar24 data is actually quite accurate for further flight performance analysis.
Pengukuran Beban Kerja Mental Instruktur Pilot dan Pilot Dengan Metode NASA-TLX
Adi Yudha Sabil Pradana;
Riani Nurdin;
Bagus Wahyu Utomo
Warta Ardhia Vol. 50 No. 2 (2024)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/wa.v50i2.538.71-84
Dalam menciptakan seorang pilot yang berkompeten, tentu membutuhkan instruktur pilot selama pelatihannya. Pada dasarnya selama pelatihan baik itu instruktur pilot dan pilot lebih banyak melakukan aktivitas mental daripada aktivitas fisik. Dikarenakan kegiatan latihan terbang ini membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi perlu dilakukan pengukuran beban kerja mental instruktur pilot dan pilot di Skadron Pendidikan Pilot Angkatan Udara. Metode pengukuran subyektif yang digunakan adalah Metode NASA-TLX yang telah disesuaikan menjadi beberapa indikator, yang terdiri dari Tuntutan Mental, Tuntutan Fisik, Tuntutan Waktu, Usaha, Kinerja, dan Frustasi. Hasil dari pengukuran beban kerja mental diperoleh skor NASA-TLX untuk Instruktur Pilot sebesar 86,42 dan untuk Pilot sebesar 80,42. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa beban kerja yang dirasakan instruktur pilot dan pilot tergolong beban kerja yang sangat tinggi karena nilai rata-rata WWL yang diperoleh berada pada rentang nilai 80-100. Besarnya skor WWL sebagai Instruktur Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas kinerja dan sebagai Pilot didominasi oleh kegiatan yang menuntut aktivitas usaha. Dari hasil perbandingan rata-rata skor WWL dan NASA TLX tidak terdapat perbedaan skor yang terlalu signifikan antara Instruktur Pilot dan Pilot, sehingga diantara peran Instruktur Pilot dan Pilot sama-sama harus memiliki tingkat mental dan tanggungjawab yang tinggi.