Allemania Jurnal Bahasa dan Sastra Jerman
FOCUS This journal focuses on the publication of articles related to the following topics: innovative methodologies in German language teaching, curriculum development, applied linguistic research, psycholinguistics, language acquisition, evaluation and assessment, the use of technology in education, professional development for educators, and the analysis of German culture and literature. SCOPE Allemania specializes in topics related to German language education and aims to communicate original research and current issues in the field. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Specifically, the journal will deal with topics including, but not limited to: innovative methodologies in German language teaching, curriculum development, applied linguistic research, psycholinguistics, language acquisition, evaluation and assessment, the use of technology in education, professional development for educators, and the analysis of German culture and literature.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013"
:
9 Documents
clear
Interkuturelle Erziehung am Beispiel PASCH
Iwa Sobara
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PASCH stands for the „Schulen: Partner der Zukunft“ (Schools: Partnersfor the Future) initiative. This project aims to promote German as a foreignlanguage in education, to improve relationship especially for the youngergeneration to Germany and of course to improve the knowledge of the targetlanguage country. Through the language course in Germany, the studentsfrom different countries with different backgrounds, different languagesand culture can learn from each others about everything. Thus they allowthem to have the opportunity to expand their intercultural competence aswell as their knowledge of German. The PASCH project by the GoetheInstitute allows students to acquire intercultural competence.
ANALISIS MUATAN LANDESKUNDE DALAM BUKU AJAR BAHASA JERMAN STUDIO D A1
Irma Permatawati
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu persoalan yang ditemukan dalam pembelajaran bahasa Jermanadalah rendahnya pengetahuan mahasiswa mengenai Landeskunde negaraJerman yang di antaranya meliputi pengetahuan tentang sejarah, politik,geografi dan kebudayaan. Kurangnya waktu yang tersedia untuk membahasLandeskunde di dalam perkuliahan dan luasnya cakupan Landeskundediduga dapat memengaruhi tingkat pengetahuan Landeskunde mahasiswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu berupa penelitiananalitis terhadap dokumen. Dokumen yang diteliti adalah buku ajar bahasaJerman Studio d A1 Kurs- und Übungsbuch.Tujuan dari penelitian iniadalah menganalisis muatan Landeskundedalam buku ajar dan menyusunbahan pengayaan Landeskunde berdasarkan hasil analisis.Dari hasil analisisditemukan sebanyak 44 judul bahasan yang bermuatan Landeskundeyang terbagi ke dalam tiga aspek, yaitu Weltwissen (13), soziokulturellesWissen (29) dan Interkulturelles Bewusstsein (2). Muatan Landeskundeini juga dikelompokkan berdasarkan aspek keterampilan berbahasa, yaituHörverstehen (6), mündlicher Ausdruck (3), Leseverstehen (31) danschriftlicher Ausdruck (4). Sebanyak 88 bahan pengayaan Landeskundeyang sesuai dengan hasil analisis ditemukan dari buku (14), kamus (20) daninternet (54). Berdasarkan penelitian disarankan agar dalam pengajarannyaLandeskunde diintegrasikan ke dalam pengajaran keterampilan berbahasa,salah satunya dengan memanfaatkan pembelajaran onlinedisertai pemilihanbahan yang disesuaikan dengan tingkat penguasaan bahasa pembelajar.
Zur (Un-)Übersetzbarkeit religiöser Texte
Huszka Balázs;
Alexander Stark
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Im folgenden Beitrag zur translatologischen Praxis wird der Versuch unternommen, zu zeigen, inwiefern die Übertragung der semantischen Dimensionen religiöser Termini und sprachspezifischer Phänomene der Grammatik aus der einen Sprache in eine andere Sprache (un-)möglich sind. Nach einer kurzen Erläuterung von Kultur und Religion werden mögliche Überstzungsschwierigkeiten (wie z.B. Bedeutungsverengung) am Beispiel von Agápē (ἀγάπη) und Philía (φιλíα) in der Bibel und von Kāfir (كافر), Fāsiq (فاس ق), Fāğir (فاجر) und der Sawfa- Partikel im Koran u.a. dargestellt. Freilich ist es dabei nicht unser Ziel, Lösungsvorschläge allgemeiner Gültigkeit zu geben (das ist ja auch nicht möglich); es wird vielmehr angestrebt, die Problematik aus der Sicht des „Bedeutungstransfers“ anzuschneiden.
EFEKTIVITAS APLIKASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DALAM PEMBELAJARAN GRAMMATIK BAHASA JERMAN
Pepen Permana
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Belum optimalnya pemanfaatan internet dalam pembelajaran Grammatik (tatabahasa Bahasa Jerman), rendahnya motivasi dan prestasi dalam pembelajaran Grammatik, dan kurang inovatifnya pembelajaran grammatik melatarbelakangidiselenggarakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran Online dengan penerapan aplikasi Learning Management System (LMS) dapat efektif dalam meningkatkan penguasaan grammatik mahasiswa. LMS adalah salah satu cara dalam mengembangkan pembelajaran Online atau e-learning, yang merupakan sebuah aplikasi pengelolaan pembelajaran berbasis web yang memfasilitasi pembelajar untuk belajar sebagaimana mestinya dalam sebuah kelas virtual, kelas dalam dunia maya. LMSyang digunakan dalam penelitian ini adalah LMS berbasis Moodle yang telah tersedia di alamat http://jerman.upi.edu/vkz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group. Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan pembelajaran dengan penerapan LMS, sementara pada kelompok kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvensional dalam kelas. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dariserangkaian prates dan pascates, dan kemudian dianalisis dengan uji perbandingan rata-rata (uji t) dan uji perbedaan skor gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan grammatik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ternyata tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Namun demikian, terbukti bahwa pembelajaran dengan aplikasi LMS efektif dalam meningkatkan kemampuan grammatik mahasiswa.
Der Dativ ist dem Genitiv sein Tod. Wie bringt man Grammatik am besten bei?
Dani Hendra
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemahaman tentang materi tata bahasa atau Grammatik sertapenyampaiannya masih dianggap sebagai sesuatu hal yang menegangkandan kaku di dalam kelas bahasa, khususnya bahasa Jerman. Keadaan inimenimbulkan rasa bosan pada pembelajar, yang mengakibatkan situasipembelajaran tidak menyenangkan lagi sehingga timbul sebuah opini,bahwa pembelajaran Grammatik dalah sebuah beban dalam pembelajaranbahasa Jerman. Dalam artikel ini, penulis mencoba menyanggah haltersebut dengan memperkenalkan salah satu buku dari Bastian Sick sertacontoh pengajarannya.
ANALISIS SEMIOTIKA GAMBAR DALAM BUKU AJAR STUDIO D A1
Setiawan Setiawan
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menjelaskan upaya mengungkap nilai yang dijunjung olehpenyusun buku ajar Studio D A1 yang digunakan di berbagai tempat didunia. Kajian diarahkan kepada penelaahan kearifan bangsa Jermanyang dikemukakan ke berbagai negar dunia melalui pembelajaran bahasaJerman sebagai bahasa asing. Pada bagian akhir disajikan penjelasanmengenai nilai-nilai yang diungkap berdasarkan analisis semiotika dandipadankan dengan hasil sebuah survey di Jerman.
INTERKULTURELLE KOMPETENZ DURCH DEUTSCHUNTERRICHT
Surya Masniari Hutagalung
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In der Kommunikation ist es sehr wichtig ausser der Sprachkompetenz auchinterkulturelle Kompetenz gehabt werden. Es muss beim Deutschunterrichtangewendet werden. Die Deutschlernende sollen die deutsche Kulturverstehen und sogar sensibilisieren, so dass, wenn sie eine Kommunikationmit Deutschen machen, dann werden sie nicht zu Missverständniskommen. In diesem Referat wird erklärt, wie interkulturelles Lernen beimDeutschunterricht durchgeführt wird.
(Book Report) Mittelpunkt: Deutsch als Fremdsprache für Fortgeschrittene
Putrasulung Baginda
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Buku sumber pembelajaran bahasa Jerman yang digunakan dalam pembelajaranbahasa Jerman sebagai bahasa asing (Deutsch als Fremdsprache) cukup beragam dalam aspek varian, pendekatan yang digunakan maupun layoutnya. Dengan kata lain, setiap pembelajar maupun lembaga pembelajaran bahasa Jerman tampaknya tidak akan mempunyai kesulitan dalam menemukan buku sumber ajar yang sesuai bagi setiap jenjang pembelajaran. Buku ajar yang umum digunakan di Indonesia adalah terbitan penebit katalis Jakarta. Namun demikian, masih ada alternatif lain bagi pembelajar bahasa Jerman, yaitu buku terbitan Klett atau lengkapnya Ernst Klett Sprachen GmbH. Salah satu buku terbitan Klett adalah Mittelpunkt yang juga digunakan oleh Goethe-Intitut Mannheim-Heidelberg. Tulisan ini akan membahas buku Mittelpunkt B2.2 yang merupakan rangkaian buku ajar Mittelpunkt bagi tahap menengah (Deutsch als Fremdsprache als Fortgeschrittene).
REPRODUKSI PESAN DALAM PENERJEMAHAN (Sebuah Kajian Konseptual-Teoretik)
Amir Amir
Allemania Vol 3, No 1 (2013): Allemania - Juni 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Istilah reproduksi berasal dari kata bahasa Inggris to reproduce yangsecara denotatif berarti ‚mengungkapkan atau menghasilkan kembali’,sedangkan salah satu arti dari kata ‚pesan’ adalah ‚perintah, nasihat,permintaan, amanat yang harus dilakukan atau disampaikan kepadaorang’1. Kaitannya dengan TBSu dalam proses penerjemahan ke dalamTBSa, maka kata tersebut bermakna gagasan atau ide yang terkandungdalam TBSu. Gagasan itu disampaikan dalam bahasa sasaran. Oleh karenaitu, reproduksi pesan meliputi (1) memahami TBSu; dan (2) mengungkapkembali pesan yang terkandung dalam bahasa sumber ke dalam bahasasasaran.