cover
Contact Name
Muhamad Baiul Hak
Contact Email
elastisitas@unram.ac.id
Phone
+6287863332633
Journal Mail Official
elastisitas@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26556944     DOI : https://doi.org/10.29303
Core Subject :
Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan adalah Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, setiap bulan Maret dan September. Jurnal Elastisitas mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang ekonomi pembangunan yang meliputi Perencanaan Pembangunan; Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Ekonomi Sumber Daya Manusia; Ekonomi Pengembangan Wilayah; Ekonomi Pariwisata; Ekonomi Islam; Ekonomi Moneter; Keuangan Daerah; Ekonomi Kelembagaan; Ekonomi Regional, & Ekonomi Spasial (Spatial Economics).
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
ANALISIS BIPLOT PADA BERBAGAI FAKTOR KEMISKINAN DI INDONESIA BERDASARKAN PROVINSI Ezha Easyfa Wieldyanisa; Ferissa Maulida Ismi; Refa Berliana Putri; Shabrina Nareswari Dwitya; Elly Pusporani; Dita Amelia
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.09

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara provinsi di Indonesia dan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menggunakan analisis biplot. Data sekunder tahun 2024 dari BPS digunakan dengan delapan variabel utama, meliputi usia harapan hidup, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, angka melek huruf, rumah tangga dengan sanitasi layak, akses air layak, akses listrik, angka partisipasi sekolah, dan rata-rata lama sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 81,772% keragaman data dapat dijelaskan oleh dua komponen utama dalam grafik biplot. Provinsi-provinsi dikelompokkan ke dalam empat kuadran berdasarkan kesamaan karakteristik kemiskinan. Faktor dengan keragaman tertinggi adalah rumah tangga dengan sanitasi layak, sedangkan faktor dengan keragaman terendah adalah PDRB per kapitaKorelasi antar variabel menunjukkan bahwa angka melek huruf dan akses listrik memiliki hubungan paling kuat, yang berarti semakin tinggi tingkat melek huruf suatu daerah, semakin besar pula kemungkinan masyarakatnya memiliki akses terhadap listrik. Sebaliknya, hubungan terlemah terdapat antara PDRB dan akses listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa memahami kemiskinan memerlukan pendekatan terhadap berbagai faktor yang saling berkaitan serta perlunya kebijakan pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing.
ANALYSIS OF LABOUR-INTENSIVE MICROENTREPRISES USING THE COBB-DOUGLAS PRODUCTION FUNCTION: INSIGHTS FROM MICROENTREPRISES IN WEST NUSA TENGGARA: Budiman; M Jumaedi; Dhanny Safitri; Isra Dewi Kuntary Ibrahim
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 1 (2025): Elastisitas, Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v7i1.06

Abstract

Microenterprises in Indonesia play a significant role in regional employment creation and economic development. However, many run under their productive potential due to constraints in technology provision, labor management, and scaling strategies. This study assesses four labor-intensive microenterprises in West Nusa Tenggara (NTB) using a qualitative case study approach, supported by Cobb-Douglas production function modelling. Through in-depth field analysis of UD Batako Sejahtera, UD Muslim Kerupuk Kulit, UD Berkah Beton, and Artshop Kodong Sasak, we examine the relationship between labor, capital, and output, recognize forms of return to scale, and propose tailored strategies to enhance productivity. Findings revealed that most enterprises initially experience increasing returns to scale, yet they face inefficiencies beyond the origins of optimal input. Modest investments in relevant technology, structured work systems, and incentive programs can significantly increase output and sustainability.
ANALISIS DAMPAK INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bayu Nurhadi; Siti Mukaromah Fikriyah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak langsung dan tidak langsung dari industri pariwisata terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Yogyakarta. Secara khusus, variabel yang diteliti meliputi jumlah wisatawan domestik, jumlah wisatawan mancanegara, dan jumlah hotel, dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel kabupaten/kota dari tahun 2019–2023, analisis dilakukan melalui model analisis jalur dengan metode Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, dan hotel tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi secara langsung. Namun, secara langsung terhadap kemiskinan, jumlah wisatawan domestik berpengaruh positif signifikan, sedangkan jumlah wisatawan mancanegara dan jumlah hotel berpengaruh negatif signifikan. Pertumbuhan ekonomi juga ditemukan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, tidak ditemukan pengaruh tidak langsung dari ketiga variabel independen terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menyoroti pentingnya distribusi manfaat pariwisata secara lebih inklusif untuk mengurangi kemiskinan, serta perlunya kebijakan yang memperkuat sektor pariwisata yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
COMPARATIVE FORECASTING EARLY WARNING SYSTEM DEVIASI ANGGARAN PEMERINTAH BERBASIS MACHINE LEARNING: STUDI EMPIRIS IKPA KANWIL DJPB PROVINSI NTB SEBAGAI BUN Dinda Pusparahmi Sholawatunnisa; Heru Supriyanto
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.04

Abstract

Transformasi digital treasury dalam pengelolaan keuangan negara memerlukan pendekatan berbasis data untuk meningkatkan akuntabilitas APBN. Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) menjadi instrumen utama dalam mengukur kinerja anggaran pada satuan kerja. Namun, dari delapan indikator penyusun IKPA, selama tiga tahun terakhir, komponen deviasi halaman III DIPA menunjukkan nilai terendah, mengindikasikan adanya tantangan dalam akurasi perencanaan dan eksekusi anggaran. Penelitian ini membandingkan tiga model prediktif berbasis artificial intelligence untuk meramalkan nilai indikator deviasi halaman III DIPA: SARIMA (Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average) yang handal dalam menangkap pola musiman, XGBoost (Extreme Gradient Boosting) yang unggul dalam optimasi gradien, dan Random Forest yang kuat dalam menangani kompleksitas data. Dataset mencakup observasi bulanan nilai indikator deviasi halaman III DIPA dari Januari 2022 sampai dengan September 2024, memberikan dasar yang komprehensif untuk analisis time series. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan preprocessing data, pemilihan fitur, dan validasi silang untuk memastikan robustness model. Evaluasi performa menggunakan metrik MAE, RMSE, dan MAPE. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Model SARIMA memberikan akurasi prediksi tertinggi dengan error rate terendah. Kontribusi penelitian ini signifikan dalam dua aspek: pengembangan early warning system untuk deviasi anggaran dan penyediaan tools pendukung keputusan berbasis AI untuk perencanaan anggaran yang lebih akurat. Implementasi model ini diharapkan dapat membantu satuan kerja meningkatkan nilai IKPA mereka secara keseluruhan.
PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING (PMA), JUMLAH UANG ELEKTRONIK DAN NET EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2010-2022 Rolince Manullang; Martin Luter Purba; Tongam Sihol Nababan
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penanaman modal asing, penggunaan uang elektronik, dan net ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2010–2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman modal asing dan uang elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, net ekspor berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Nilai R² sebesar 0,92 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi sebesar 92%. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah perlu memperkuat strategi penarikan investasi asing, memperluas sistem pembayaran digital yang inklusif, serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan perdagangan luar negeri dengan mendorong diversifikasi ekspor dan pengurangan ketergantungan impor.
FAKTOR PENDORONG MINAT TENAGA KERJA ASAL LOMBOK TIMUR MENJADI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) Umi Hestia Sari; Himawan Sutanto; Muhammad Dzul Fadlli
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat tenaga kerja asal Kabupaten Lombok Timur untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Permasalahan ketenagakerjaan, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja dan pengangguran, mendorong sebagian masyarakat memilih bekerja di luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Sampel penelitian sebanyak 100 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling pada tiga kecamatan dengan jumlah PMI terbanyak, yaitu Masbagik, Sikur, dan Pringgabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan bantuan perangkat lunak EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan berpengaruh negatif serta signifikan terhadap minat menjadi PMI. Sementara itu, status pernikahan, jumlah tanggungan, utang, dan kepemilikan rumah berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan, semakin rendah kecenderungan seseorang untuk bekerja sebagai PMI, sedangkan faktor keluarga dan ekonomi lainnya tidak terbukti signifikan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penyediaan lapangan kerja yang memadai di daerah asal sebagai upaya menekan tingginya angka migrasi tenaga kerja ke luar negeri.
PENGARUH DANA DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA PARIS KECAMATAN MOOTILANGO KABUPATEN GORONTALO Noviyanti Dawali; Syarwani Canon; Fitri Hadi Yulia Akib
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.07

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Dana Desa terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Paris, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 280 responden dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan software AMOS  26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Dana desa mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan diukur melalui keterlibatan masyarakat dan pengembangan kapasitas. Namun demikian,  Dana desa tidak mempunyai pengaruh langsung yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketidaksignifikan ini disebabkan oleh minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan serta fokus yang lebih pada pembangunan fisik dari pada aspek yang dapat meningkatkan pendapatan, seperti pelatihan keterampilan dan penguatan ekonomi rumah tangga. Pemberdayaan masyarakat terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan. Pemberdayaan masyarakat terbukti sebagai kunci dalam meningkatkan kesejahteraan, dengan menekankan pentingnya partisipasi aktif dan penguatan kapasitas. Dana desa memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat melalui variabel mediasi pemberdayaan masyarakat. Fenomena ini menunjukan   bahwa dana desa tidak akan memberikan manfaat kesejahteraan secara otomatis apabila hanya digunakan untuk pembangunan fisik atau kegiatan administratif semata.
LITERASI EKONOMI DAN PERILAKU KEUANGAN SISWA: DAMPAK EDUKASI PENGELOLAAN UANG SAKU MELALUI SKALA PRIORITAS DAN PENCATATAN KEUANGAN Fitra Ria Silvada; Risa Lailatul; Nia Rifvany; Adinda Nadya Firmannsyah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2025): Elastisitas, September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v7i2.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak edukasi pengelolaan uang saku terhadap perilaku keuangan siswa sekolah menengah dengan fokus pada penerapan skala prioritas dan pencatatan keuangan sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang dilakukan melalui observasi dan wawancara pada sejumlah siswa yang mendapatkan edukasi terkait pengelolaan uang saku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan uang saku berpengaruh positif terhadap perubahan perilaku keuangan siswa. Siswa mulai mampu membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan sekunder, serta menunjukkan pola pengeluaran yang lebih terarah. Kebiasaan mencatat arus keuangan sederhana juga mulai berkembang, meskipun konsistensi masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Selain itu, ditemukan adanya kecenderungan siswa untuk menabung meskipun dalam jumlah kecil, yang mengindikasikan munculnya orientasi perencanaan keuangan jangka pendek. Namun demikian, penelitian juga mengungkap bahwa faktor eksternal, seperti pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial, masih berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan sejak dini berperan penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat, tetapi keberhasilannya membutuhkan dukungan dari sekolah dan keluarga agar dapat diterapkan secara konsisten.
PENGARUH KAPASITAS FISKAL TERHADAP KINERJA PEMBANGUNAN MANUSIA DI PULAU JAWA TAHUN 2015-2024 Putri Delia Mafiroh; Risqi Noor Hidayati Putri
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.01

Abstract

Pembangunan manusia tetap menjadi tujuan utama kebijakan pembangunan regional di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, di mana ketidakmerataan kapasitas fiskal antar provinsi dapat memengaruhi variasi hasil pembangunan manusia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Modal, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di enam provinsi di Pulau Jawa selama periode 2015–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel melalui Model Efek Tetap (FEM), penelitian ini menyelidiki bagaimana kapasitas fiskal regional mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia. Temuan menunjukkan bahwa PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap HDI, menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian fiskal secara langsung berkontribusi pada kinerja pembangunan manusia yang lebih baik. Sebaliknya, Belanja Modal memiliki dampak negatif dan signifikan, menyiratkan bahwa pengalokasian anggaran yang tidak tepat atau sifat jangka panjang dampaknya mungkin tidak sejalan dengan peningkatan HDI jangka pendek. Sementara itu, DAK menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Secara keseluruhan, ketiga variabel independen tersebut secara statistik signifikan. Hasil ini menegaskan pentingnya mengoptimalkan kapasitas fiskal regional untuk mempercepat kemajuan pembangunan manusia di Jawa.
ASSESSING INCLUSIVE GROWTH AND INCLUSIVE GREEN GROWTH ACROSS DISTRICTS AND CITIES IN SOUTH KALIMANTAN PROVINCE Khubbi Abdillah; M Rusmin Nuryadin
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.02

Abstract

This study aims to analyse the achievement of inclusive growth, inclusive green growth, and balanced inclusive green growth in 11 districts and 2 cities in South Kalimantan province in 2024. Based on the inclusive growth index analysis that has been carried out, it shows that 9 regions are classified as satisfactory; the remaining 4 districts are classified as unsatisfactory because the IGI score is below 4 points. Seen from the IGGI analysis, it shows that the average existing region has a low and very low score, which indicates that growth is not yet inclusive from the social, economic, and environmental dimensions. However, the BIGGI calculation shows an increase in scores, although not optimal. Quadrant 1 includes only 4 regions in the quadrant analysis. This means that 9 regions experience inequality in inclusive green growth. The results of the analysis can be used as a reference for local governments in improving the quality of economic growth by paying attention to improvements in macroeconomic indicators and improving the quality of human development.