cover
Contact Name
Muhamad Baiul Hak
Contact Email
elastisitas@unram.ac.id
Phone
+6287863332633
Journal Mail Official
elastisitas@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26556944     DOI : https://doi.org/10.29303
Core Subject :
Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan adalah Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, setiap bulan Maret dan September. Jurnal Elastisitas mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang ekonomi pembangunan yang meliputi Perencanaan Pembangunan; Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Ekonomi Sumber Daya Manusia; Ekonomi Pengembangan Wilayah; Ekonomi Pariwisata; Ekonomi Islam; Ekonomi Moneter; Keuangan Daerah; Ekonomi Kelembagaan; Ekonomi Regional, & Ekonomi Spasial (Spatial Economics).
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
DETERMINAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA: MODEL EFEK TETAP DENGAN PENDEKATAN SEKTORAL Sotya Fevriera; Theofillus Nicholas Edison
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.03

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Indonesia dengan pendekatan sektoral. Data utama riset ini adalah PDB ADHK tahun 2010, realisasi PMDN, realisasi PMA, PMTB, rata-rata upah sebulan pada bulan Agustus dan jumlah angkatan kerja yang bekerja selama seminggu yang lalu. Data yang digunakan merupakan data panel menurut 9 sektor ekonomi untuk periode tahun 2011-2022. Selain itu riset ini juga menggunakan PDRB ADHB dan nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi nilai dolar Amerika menjadi rupiah dan untuk menghitung rata-rata upah riil sebulan. Hampir semua data diambil dari BPS, kecuali nilai tukar yang diambil dari World Development Indicator, World Bank. Riset ini menggunakan Model Efek Tetap yang diestimasi dengan standar kesalahan Driscoll-Kraay untuk mengatasi masalah ketergantungan antar sektor ekonomi dan agar model tahan terhadap masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi. Riset ini menemukan PDB dan PMA berpengaruh signifikan positif, dan upah riil berpengaruh signifikan negatif, tetapi PMDN dan PMTB tidak berpengaruh signifikan terharap penyerapan tenaga kerja.
ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI NTB TAHUN 2020-2024 Zuriatun Taibah; Himawan Sutanto; Irwan Suriadi
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah minimum provinsi, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2020-2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, skripsi dan dokumen – dokumen instansi yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB. Data diolah menggunakan aplikasi Eviews versi 12 dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel independen yaitu upah minimum provinsi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara simultan variabel upah minimum provinsi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH DI KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2019-2023 Mariani Sendrina Leoniva Nala; Siti Fatimah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Lombok Barat selama periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Pengukuran efektivitas dilakukan dengan membandingkan realisasi pendapatan terhadap target anggaran, sedangkan efisiensi diukur dengan membandingkan realisasi belanja terhadap anggaran belanja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pendapatan tahun 2019-2022 berturut-turut sebesar 97,12%, 91,86%, dan 98,01% (kategori cukup efektif), sedangkan tahun 2023 sebesar 89,13% (kategori kurang efektif). Tingkat efisiensi belanja tahun 2019 dan 2021 sebesar 97,50% dan 97,20% (kategori kurang efisien), tahun 2020 dan 2023 sebesar 89,595 dan 89,34% (kategori cukup efisien), serta tahun 2022 sebesar 100,69% (kategori tidak efisien). Kinerja pendapatan daerah tergolong cukup efektif, namun efisiensi belanja masih berfluktuasi sehingga diperlukan peningkatan pengendalian dan perencanaan anggaran.
EFEKTIVITAS DANA ALOKASI KHUSUS FISIK DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERIODE 2022-2024 Shibghotullah Syubbanur Robbani; Taufik Chaidir
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.06

Abstract

Ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat sangat tinggi, kurang lebih sekitar 70% dari total pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu diantara dana transfer adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang ditujukan untuk membangun infrastruktur fisik yang manfaatnya dapat dirasakan selama lebih dari satu tahun sehingga perlu dinilai efektivitasnya. Penelitian ini diarahkan pada tren alokasi, penyaluran, realisasi, serta capaian output yang dibiayai oleh DAK Fisik, dengan menekankan faktor pendukung dan penghambat utama pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yang diperkuat dengan analisis kualitatif, menggunakan data sekunder dari serta laporan monitoring dan evaluasi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun rata-rata persentase perencanaan dan kontrak berada di atas 95% dengan tren perbaikan persentase setiap tahun, efektivitas pada beberapa bidang seperti kesehatan, perumahan, dan pariwisata masih menghadapi kendala, khususnya terkait penyediaan dana pendamping dan keterlambatan regulasi teknis. Pola penyaluran DAK Fisik juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan, sehingga mayoritas realisasi baru signifikan pada triwulan III dan IV. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan yang lebih matang, peningkatan kapasitas SDM, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan tercapainya output secara optimal. Kami merekomendasikan penyederhanaan regulasi, penguatan monitoring, serta dukungan pendanaan daerah agar DAK Fisik dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur NTB.
FINANCIAL SECTOR INTEGRATION AND CREDIT RISK IN DRIVING SECTORAL ECONOMIC PERFORMANCE: EVIDENCE FROM THE DUAL BANKING SYSTEM IN NORTH SUMATRA Nuzulia Nuzulia; Hotsawadi Hotsawadi; Roisatun Kasanah
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.07

Abstract

This study examines the role of financial sector integration through conventional and Islamic banking in driving sectoral economic performance in North Sumatra Province. It analyzes the impact of credit expansion and financing risk, proxied by Non-Performing Loans (NPL) and Non-Performing Financing (NPF), on sectoral output within a dual banking system framework. This study employs panel data covering 21 economic sectors in North Sumatra and applies both static panel estimation methods (Fixed Effects Model and Random Effects Model) and dynamic panel approaches (System-GMM and First-Difference-GMM) to address heterogeneity and potential endogeneity issues. The results indicate that credit expansion has a positive and significant effect on sectoral output, suggesting that financial integration enhances regional productive capacity. In contrast, higher levels of NPL/NPF negatively affect sectoral performance, reflecting weakened intermediation due to deteriorating asset quality. Robustness tests confirm the consistency and validity of the estimation results across different model specifications. These findings highlight the importance of maintaining a balance between credit growth and prudent risk management to support sustainable regional economic development.
PENGARUH BELANJA PEGAWAI, BELANJA BARANG DAN JASA, DAN BELANJA MODAL TERHADAP PDRB DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI BALI TAHUN 2020-2024 I Gusti Ayu Vania Syesa Maheswari; Endang Astuti; Eka Agustiani
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2026): Elastisitas, September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i2.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal, belanja pegawai, dan belanja barang dan jasa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten dan kota di Provinsi Bali pada periode 2020–2024. Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali menjadi latar belakang penelitian ini; pada tahun anggaran 2024, belanja modal hanya mencakup 10,89% dari total belanja, sementara belanja operasional tetap mendominasi dengan porsi 64,56%. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan rutin dan layanan operasional menyerap sebagian besar anggaran daerah, sehingga menyisakan dana yang relatif sedikit untuk pengembangan aset tetap dan infrastruktur produktif. Mengingat belanja modal berpotensi meningkatkan kapasitas produksi, konektivitas, investasi, dan aktivitas ekonomi daerah dari waktu ke waktu, alokasi ini menjadi krusial bagi pemulihan ekonomi Bali pasca-COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan memanfaatkan data panel dari sembilan kabupaten dan kota selama periode lima tahun. Model Fixed Effect (FEM) digunakan untuk estimasi setelah melalui uji Chow dan uji Hausman. Variabel penelitian disajikan dalam satuan miliar rupiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja modal serta belanja barang dan jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan belanja pegawai berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Secara keseluruhan, ketiga komponen belanja tersebut memberikan dampak yang substansial terhadap PDRB. Temuan ini mengimplikasikan bahwa untuk mendorong pemulihan dan penguatan aktivitas ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali, komposisi dan efektivitas belanja daerah perlu mendapat perhatian serius.
AKSELERASI PEMBANGUNAN MANUSIA DI ERA DIGITAL: PERAN INDEKS LITERASI DIGITAL SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH PDRB PER KAPITA DI INDONESIA (2022-2025) M. Nanda Setyawan; Ahmad Mifdhol Muthohar
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2026): Elastisitas, September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i2.01

Abstract

This study aims to investigate the structural transmission between economic growth and human capabilities, and to calibrate the role of digital literacy as a moderating variable. Using an explanatory quantitative approach with a panel data structure covering 38 provinces in Indonesia from 2022 to 2025, this study implements Moderated Regression Analysis (MRA) with a Random Effect Model (REM) specification. The econometric estimation results affirm that the accumulation of per capita Gross Regional Domestic Product (GRDP) has a positive and significant impact on the escalation of the Human Development Index (HDI), validating the applicability of the trickle-down effect at the regional level. The most crucial finding confirms that the Digital Literacy Index empirically moderates and amplifies the effect of per capita GRDP on HDI through a quasi-moderator effect. This phenomenon proves that absolute economic growth without an adequate digital inclusion ecosystem risks distorting the equitable distribution of development and creating immiserizing growth. In conclusion, technological adoption and the equitable distribution of digital literacy are necessary conditions to convert macroeconomic growth into holistic and inclusive welfare and human development.
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INFLASI, DAN SUKU BUNGA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Dwi Putri Ariska Br Nababan; Martin Luter Purba; Lastri Lastri
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2026): Elastisitas, September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v8i2.04

Abstract

Tujuan dari penelitian tersebut yakni mengetahui bagaimana Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Inflasi, dan Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Model yang digunakan dalam menghitung yakni regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 25. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 1995 hingga 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Studi ini memperlihatkan bahwa Pengeluaran Pemerintah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Selanjutnya, Suku Bunga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,688 pada persamaan satu yang berarti bahwa variabel – variabel independen mampu menjelaskan keberagaman variabel dependen sebesar 68,8%. Nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,410 pada persamaan dua yang berarti bahwa variabel independen mampu menjelaskan keberagaman variabel dependen sebesar 41,0%.
ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN KARET, HARGA DOMESTIK KARET, DAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP PRODUKSI PERKEBUNAN KARET PROVINSI SUMATERA UTARA Mariska Simanjorang; Jusmer Sihotang; Lastri Lastri
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2026): Elastisitas, September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v8i2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh luas lahan karet, harga domestik karet, dan upah minimum provinsi terhadap produksi Perkebunan karet Provinsi Sumatera Utara. Model yang digunakan dalam menghitung yakni regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 25. Pengumpulan data dimulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2024. Hasil analisis data menunjukkan luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi perkebunan karet Provinsi Sumatera Utara 2000-2024, harga domestik berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi perkebunan karet Provinsi Sumatera Utara 2000-2024, dan upah minimum provinsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi perkebunan karet Provinsi Sumatera Utara 2000-2024. Berdasarkan Uji F, secara bersama-sama luas lahan, harga domestik, dan upah minimum provinsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi perkebunan karet Provinsi Sumatera Utara 2000-2024.Kemudian berdasarkan Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,790 berarti 79,0% keragaman produksi karet Provinsi Sumatera Utara 2000-2024 dapat dijelaskan oleh variabel luas lahan, harga domestik, dan upah minimum provinsi dan sisanya 21,0% dapat dijelaskan variabel lain di luar model yang belum diteliti.
ANALISIS DINAMIKA PENDAPATAN PER KAPITA, ANGGARAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA Britania Mei Karina Nahampun; Elvis F. Purba; Lastri Lastri
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2026): Elastisitas, September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e-jep.v8i2.03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Perkapita, Anggaran Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda dengan menggunakan program IBM STATISTIC SPSS 25. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Statistik Indonesia (BPS). Hasil uji t menunjukkan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia, anggaran pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia, anggaran kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia tahun 2000-2024. Berdasarkan uji F pendapatan per kapita, anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan agar pendapatan per kapita serta anggaran pendidikan dan kesehatan harus dikelola dan dimanfaatkan secara efektif guna meningkatkan indeks pembangunan manusia di Indonesia. Selain itu, pemerintah perlu terus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan guna pembangunan manusia di Indonesia meningkat serta kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.