cover
Contact Name
Yunita Djamalu
Contact Email
naurainezia23@gmail.com
Phone
+6281241901387
Journal Mail Official
naurainezia23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sam Ratulangi, Kel. Limba U1, Kec. Kota Selatan Kota Gorontalo
Location
Kab. bone bolango,
Gorontalo
INDONESIA
Journal of Architecture and Urbanism
ISSN : 30313007     EISSN : 30317266     DOI : 10.62299
Core Subject :
Journal of Architecture and Urbanism accepts research articles in science and technology. This journal is a forum for expressing new ideas and a forum for scientific presentations to understand better the problems and concerns of science and technology in the field of architecture, including writings about individual architects, theoretical texts, design theory, architectural culture (vernacular), sustainability, technology, everyday buildings, pedagogy, visual culture, artistic practice, urbanism, urban design, and city planning.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
REVITALISASI PASAR BONGO NOL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN DI KABUPATEN BOALEMO Hamzah F Rachman; Abd. Rasyid Salim; Aldi Ulyas
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 2 No. 2 (2024): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v2i2.16

Abstract

Upaya revitalisasi pasar di Desa Bongo Nol bertujuan untuk menghidupkan kembali pasar tradisional yang sebelumnya kurang optimal dari segi kondisi fisik bangunan dan manajemen pengelolaan. Revitalisasi ini melibatkan perbaikan fisik berupa renovasi bangunan. Permasalahan utama yang muncul adalah bagaimana revitalisasi pasar Bongo Nol dapat memengaruhi masyarakat di Kabupaten Boalemo. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pasar yang berkelanjutan, fungsional, dan bermanfaat bagi masyarakat, serta memahami dampak dari revitalisasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mendalam tentang pasar Bongo Nol di Kabupaten Boalemo. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menciptakan ruang yang tertata sesuai zonasi, sehingga setiap area bangunan dapat berfungsi dengan baik dan menciptakan suasana pasar yang nyaman. Dengan demikian, revitalisasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Paguyaman dan sekitarnya secara optimal.
REDESAIN OBJEK WISATA TIARA PARK KOTA GORONTALO DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS Marwan Bakari Suleman; Anisa Lamadupa; M. Fauzhan Algiffari
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 2 No. 2 (2024): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v2i2.17

Abstract

Penelitian ini membahas redesain objek wisata tiara park yang dulunya sangat terkenal, namun tempatnya yang sudah tidak terawat, rusak, dan jarang dibersihkan sehingga menyebabkan beberapa wahana dan bangunan sudah tidak layak pakai, Oleh karena itu tujuan redesain ini merupakan langkah meningkatkan kembali saya tarik dan kualitas pada tempat yang sudah tidak bisa digunakan sehinggah meningkatkan daya tarik dan kualitas pada pengunjung di destinasi tersebut. Jenis metode penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dengan mengumpulkan data bersifat deskriptif melalui teknik seperti wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini merupakan wadah atau tempat rekreasi bagi masyarakat atau pengunjung untuk kebutuhan rekreasi menjadi tempat hiburan yang nyaman dengan penambahan pola sirkulasi dalam site dan luar site secara teratur dan evisien dalam catatanĀ  tidak merubah bentuk fisik yang ada dalam site. Penataan vegetasi dan penataan pencahayaan pada site, menata kembali beberapa fasilitas. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dapat di ambil kesimpulan bahwa Redesain objek wisata tiara park dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang agar destinasi wisata ini dapat berkelanjutan.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA EMBUNG DUMATI DI KABUPATEN GORONTALO DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS Marwan Bakari Suleman; Elsa S Kadir; M. Fauzhan Algiffari
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 2 No. 2 (2024): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung Dumati di Kabupaten Gorontalo memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ekowisata. Namun, pengelolaan kawasan ini masih belum optimal, sehingga diperlukan perancangan yang dapat meningkatkan daya tarik dan fungsionalitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan wisata Embung Dumati dengan menerapkan konsep arsitektur tropis yang sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan desain berbasis analisis tapak, kebutuhan pengguna, serta prinsip arsitektur tropis seperti ventilasi silang, penggunaan material lokal, dan perlindungan terhadap radiasi matahari. Data dikumpulkan melalui studi literatur, survei lapangan, serta wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan arsitektur tropis dapat meningkatkan kenyamanan termal, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan dalam kawasan wisata. Selain itu, desain yang responsif terhadap iklim dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa konsep arsitektur tropis merupakan pendekatan yang tepat dalam perancangan kawasan wisata Embung Dumati, baik dari segi estetika, fungsionalitas, maupun keberlanjutan lingkungan.
REVITALISASI WISATA PANTAI BOLIHUTUO KECAMATAN BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO Ana Anggriani Darise; Beby Sintia Dewi Banteng; Frans Mitran Ajami
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v3i1.19

Abstract

Pantai Bolihutuo merupakan destinasi unggulan di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, yang memiliki potensi alam dan pesisir yang memikat. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir kawasan ini mengalami penurunan kualitas akibat kerusakan infrastruktur dan keterbatasan fasilitas pendukung wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi sarana dan prasarana kawasan wisata serta menganalisis kondisi eksisting kawasan Pantai Bolihutuo guna mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi partisipan dan non-partisipan, wawancara dengan masyarakat dan instansi terkait, serta analisis tapak, ruang, struktur, dan utilitas. Hasil studi menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan dan penambahan fasilitas seperti mushola, toilet dan kamar ganti, cottage, gazebo, gedung pengelola, serta jalur evakuasi dan aksesibilitas. Desain kawasan dirancang berdasarkan prinsip zonasi ruang publik dan semi-publik, sirkulasi yang efisien, serta pendekatan ramah lingkungan melalui pemanfaatan vegetasi eksisting. Revitalisasi kawasan wisata ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat peran ekonomi lokal, serta menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.
PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DENGAN KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KABUPATEN GORONTALO UTARA Siti Fatima; M Fauzhan Algiffari; Frans Mitran Ajami
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v3i1.20

Abstract

Kabupaten Gorontalo Utara di Provinsi Gorontalo, Indonesia, memiliki warisan budaya yang kaya dan mencerminkan identitas, tradisi, serta nilai-nilai masyarakat lokal. Perancangan Terminal Tipe B di wilayah ini bertujuan tidak hanya menyediakan fasilitas transportasi yang fungsional, tetapi juga menghadirkan representasi identitas lokal melalui pendekatan arsitektur neo-vernakular. Konsep ini menggabungkan elemen-elemen arsitektur tradisional Gorontalo dengan kebutuhan fungsional dan teknologi modern. Desain dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi ruang, dan kenyamanan pengguna. Analisis budaya lokal, kondisi iklim, serta kebutuhan masyarakat dilakukan secara mendalam guna menghasilkan rancangan yang kontekstual dan relevan. Elemen-elemen seperti bentuk atap, pola dekoratif, serta penggunaan material lokal diadaptasi dengan pendekatan kontemporer untuk menciptakan identitas visual yang kuat sekaligus memenuhi standar teknis dan operasional Terminal Tipe B. Hasil perancangan ini diharapkan menjadi landmark baru yang memperkuat karakter daerah serta berkontribusi pada pengembangan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Utara.
REDESAIN OBYEK WISATA PEMANDIAN POTANGA DI KOTA GORONTALO Elsonjaka Biya; M Fauzhan Algiffari; Hamzah F Rachman
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek wisata memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu objek wisata yang mengalami penurunan fungsi adalah Pemandian Potanga di Kota Gorontalo. Kawasan yang dahulu menjadi destinasi favorit ini kini terbengkalai dan tidak lagi beroperasi optimal akibat kurangnya pengelolaan dan rusaknya infrastruktur pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang (redesain) kawasan wisata Pemandian Potanga dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu perbaikan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan daya tarik kawasan (interest point). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penataan kembali jalur akses, penyediaan fasilitas umum, serta pengembangan area rekreasi dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperkuat daya tarik kawasan. Redesain ini tidak hanya memulihkan fungsi wisata Pemandian Potanga, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat identitas wisata Kota Gorontalo. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan kawasan wisata berkelanjutan di daerah lain yang memiliki potensi serupa.
REVITALISASI PERMUKIMAN KUMUH DI DUSUN BARAT DESA SIPAYO DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE Faisal Ningo; Frans Mitran Ajami; M Fauzhan Algiffari
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 2 No. 2 (2024): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v2i2.22

Abstract

Permukiman kumuh merupakan persoalan kompleks yang umum dijumpai di wilayah perkotaan negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh rendahnya kualitas hunian, keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar, dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini berfokus pada upaya revitalisasi kawasan permukiman kumuh di Dusun Barat, Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, melalui pendekatan arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan terhadap aspek tapak, ruang, struktur, dan utilitas kawasan untuk merumuskan strategi penataan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan mampu menghadirkan solusi holistik yang tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat. Desain revitalisasi dirancang dengan mempertimbangkan integrasi fungsi-fungsi komunal, ruang terbuka hijau, dan sirkulasi yang efisien, serta penggunaan material yang ramah lingkungan. Pendekatan ini mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 11), khususnya dalam menciptakan permukiman yang layak huni, inklusif, dan berketahanan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan serupa di daerah lain.
PERANCANGAN GEDUNG PUSAT KEBUDAYAAN DI KOTA GORONTALO DENGAN KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Hais R Kadir; Beby Sintia Dewi Banteng; Apriyanto A. Pahrun
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo merupakan kota adat ke-19 di Indonesia yang kaya akan tradisi dan warisan budaya, mulai dari seni pertunjukan, musik, rumah adat, hingga nilai-nilai adat yang berlandaskan ajaran Islam. Namun, modernisasi dan globalisasi telah menggeser perhatian generasi muda dari budaya lokal, diperparah oleh kurangnya sarana edukatif yang memadai untuk mengenal dan melestarikan kebudayaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Pusat Kebudayaan di Kota Gorontalo yang dapat mewadahi berbagai aktivitas budaya secara fungsional dan menarik, sekaligus mengangkat identitas arsitektur lokal melalui pendekatan neo-vernakular. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terbuka, serta kajian pustaka dan media. Proses analisis dilakukan terhadap berbagai aspek perancangan, seperti kondisi tapak, klimatologi, sirkulasi, zoning, kebutuhan ruang, pemilihan material, dan struktur bangunan. Konsep arsitektur neo-vernakular diimplementasikan melalui integrasi bentuk, ornamen, dan simbol budaya Gorontalo ke dalam perancangan gedung yang modern dan adaptif. Hasil rancangan diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kebudayaan yang representatif dan edukatif, tetapi juga mampu memperkuat identitas lokal serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) C DI PROVINSI GORONTALO Ersa Aprilia Kinanti; Lydia Surijani Tatura; Heryati
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jau.v3i1.24

Abstract

Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945, yang berarti pendidikan adalah hak yang dilindungi oleh konstitusi dan mutlak didapatkan oleh semua orang, tak terkecuali mereka yang memiliki keterbatasan baik secara fisik atau mental. Sekolah Luar Biasa atau SLB bertujuan memberikan layanan pendidikan yang sesuai kebutuhan dan potensi peserta didik, sehingga dapat mengembangkan diri secara optimal, mandiri serta dapat menggali juga mengembangkan potensi kecerdasan dan bakatnya. Dari klasifikasi SLB yang ada di Provinsi Gorontalo, teridentifikasi paling banyak anak penyandang Tunagrahita (SLB C). Tunagrahita adalah kondisi dimana seorang individu dengan kelemahan intelektual dibawah rata-rata sehingga mengalami berbagai hambatan, akibat dari adanya gangguan perkembangan saraf pusat (otak), ditandai dengan kemampuan mental jauh dibawah rata-rata, tidak mampu memusatkan pikiran, emosi tidak stabil, suka menyendiri dan pendiam, dan peka terhadap cahaya. Untuk itu dibutuhkan layanan pendidikan sistematis, yang dapat menangani permasalahan anak Tunagrahita yakni dengan membangun SLB C di Provinsi Gorontalo dengan sarana dan prasarana yang telah memenuhi standar. Metode yang digunakan dalam perancangan SLB C adalah pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan pihak yang berkaitan, dan metode studi literatur yaitu referensi buku dan jurnal. SLB C diharapkan dapat menjadi upaya terbaik untuk mengatasi gangguan saraf pusat pada perkembangan anak yang kian meningkat di Provinsi Gorontalo. Desain ini menerapkan konsep Arsitektur Biofilik yang dapat menciptakan hubungan positif manusia dengan alam, dapat merangsang otak, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pemecahan masalah dan pemikiran kreatif, hingga meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
PERANCANGAN RESORT DI WISATA PESISIR LALAPE DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS DI KECAMATAN POPAYATO Yanti Zakaria; Beby Sintia Dewi Banteng; Frans Mitran Ajami
Journal of Architecture and Urbanism Vol. 3 No. 1 (2025): JAU: Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Program Studi Arsitektur - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata alam yang besar namun belum tergarap secara optimal. Salah satu destinasi unggulannya adalah Pantai Lalape di Kabupaten Pohuwato, yang memiliki keindahan alam pesisir dan kekayaan budaya lokal. Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama minimnya fasilitas akomodasi dan pendukung wisata lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang resort di kawasan wisata Pantai Lalape sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung oleh analisis tapak, ruang, vegetasi, dan struktur. Desain resort mengusung konsep Arsitektur Tropis, yang menekankan pada keselarasan dengan lingkungan, efisiensi energi, dan penggunaan material lokal. Resort dirancang dengan zonasi ruang yang terstruktur, fasilitas publik yang lengkap, serta integrasi vegetasi tropis untuk menciptakan suasana sejuk dan alami. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kehadiran resort yang terintegrasi secara ekologis dan sosial dapat memperkuat daya saing pariwisata daerah serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui penyediaan lapangan kerja dan peluang usaha. Dengan demikian, perancangan ini menjadi model pengembangan kawasan wisata berbasis keberlanjutan yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Page 2 of 3 | Total Record : 24