cover
Contact Name
Maria Floriana Ping
Contact Email
pingmariafloriana@gmail.com
Phone
+6281212922171
Journal Mail Official
lppm.stikesdirgahayu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasundan No. 21 Telp (0541) 748335, Fax. (0541)748335
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan
ISSN : 29617243     EISSN : 29617243     DOI : https://doi.org/10.52841/cefjk.v2i1
Core Subject : Health, Science,
Caritas Et Fraternitas: Jurnal Kesehatan publishes scholarly works addressing current issues and developments in health sciences and related disciplines. The journal welcomes original research, review articles, and other scholarly contributions in areas including: Nursing and nursing care Pharmacy Public health and community health Midwifery and maternal-child health Nutrition and dietetics Medicine and clinical health Health promotion and disease prevention Family and community health Health education and health services Occupational and environmental health Health policy and management Other interdisciplinary topics relevant to health sciences The journal particularly welcomes research that provides meaningful scientific, practical, or policy contributions to improving health outcomes and health services.
Articles 37 Documents
PENGETAHUAN TENTANG STUNTING DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKROMAN SAMARINDA Rufina Hurai
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juli
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i1.360

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem due to a lack of nutritional intake over a long period of time resulting in growth disorders in children where the child's height is less than the age standard. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about stunting. Methods: This study used a descriptive observational design. The total number of samples in this study was 30 respondents. The results of this study were 30 maternal respondents who had toddlers, the majority of respondents aged 26-35 years as many as 21 people (70%), the majority of respondents' education was high school as many as 21 people (70%), the majority of respondents' work was not working as many as 22 people (73.33%). respondents' knowledge about stunting in toddlers at Posyandu Makroman Health Center Working Area is good as many as 18 people (60%). Conclusion: the majority of knowledge possessed by respondents is good. Suggestion: The results of this study are expected to provide information about mothers' knowledge about stunting at the Posyandu of the Makroman Health Center Working Area and can improve programs, counseling, and routine checks on toddlers in handling stunting.
The Relationship Between Husband's Support With Pregnant Women's Compliance In Pregnancy Checks In The Palaran Area Samarinda Endang Wiwiek Purnamawaty; Sri Utami
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juli
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i1.361

Abstract

Antenatal care is a checkup for optimizing the mental and physical health of an expectant mother, to the extent of childbirth, kala nifas, breast-feeding preparations and a reasonable return to reproductive health. The husband may play a part in supporting the mother with a prenatal visit.The purpose of this study is to know the description of a husband's support in wife obedience to an alliance of pregnancies in palaran samarinda. Research methods used are observational analytics using a sectional study design. Studies show there is a supportive husband in wife obedience performed a prenatal marriage in the area of samarinda with p value (0.006) < α (0,05),There's a relationship between a mother's age and obedience that conducts a pregnancy with p value results (0,042) < α (0,05),The level of education is there's no link between a mother's education and obedience to performing a pregnancy with p value results (0,425) > α (0,05),There's no correlation between your parity factors to obedience that you conduct a pregnancy with p value (0,029) < α (0,05),There is no correlation between a mother's work factor in obedience to compliance makes an alliance with p value (0,547) > α (0,05).
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Pasundan Samarinda Friska Nopita Sari; Yani; Yovita Erin Sastrini
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juli
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i1.362

Abstract

Hipertensi menjadi dilema kesehatan seluruh belahan dunia setiap tahunnya dan penyebab kematian nomor satu di dunia dan sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang hipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Pasundan kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah penderita hipertensi. Desain penelitian berjenis kuantitatif, dan rancangan penelitian deskriptif observasional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali. Populasi penelitian adalah 127 penderita hipertensi dengan sampel 55 responden penderita hipertensi. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling adalah pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran lembar kuesioner. Hasil penelitian dari pengolahan data didapatkan distribusi usia terbanyak adalah 56-65 tahun sebanyak 15 responden (27,3%), distribusi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 31 responden (56,4%) , distribusi pendidikan terbanyak adalah SMA 17 responden (30,9%), distribusi pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja 30 responden (54,5%), distribusi tingkat pengetahuan terbanyak adalah tingkat pengetahuan baik 37 responden (67,3%) dan distribusi tingkat hipertensi terbanyak adalah 37 responden (67,3%). Kesimpulan untuk tenaga kesehatan untuk lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi atau penyuluhan tentang penyakit hipertensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi.
GAMBARAN KEJADIAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI PUSKESMAS PASUNDAN SAMARINDA Hendrika Lema Belen; Gracia Herni Pertiwi; Fransiska Keron Ola
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juli
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i1.365

Abstract

Prevalensi kecemasan pada lansia di dunia berkisar antara 15 – 52.3%. Kecemasan bisa dialami oleh seluruh kalangan usia, namun pada realita lansia lebih rentan mengalami kecemasan. Kecemasan dipicu oleh penurunan fungsi baik secara biologis maupun psikologis. Prevalensi kecemasan di Indonesia pada lansia mulai dari 3.2% menjadi 14.2% dan semakin meningkat 3.5% pertahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia di Puskesmas Pasundan Samarinda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 38 responden. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa lansia yang memiliki tingkat kecemasan sedang sebanyak 23 orang (60.53%), lansia memiliki tingkat kecemasan ringan 9 orang lansia (23.68%) dan lansia yang memiliki tingkat kecemasan berat 3 orang lansia (7.89%) dan lansia yang tidak mengalami kecemasan 3 orang (7,89%). Lansia yang mengalami kecemasan sedang dikarenakan lansia merasa tidak menjadi bagian dari teman-teman yang ada disekitarnya. Secara emosional lansia merasa tidak ada hubungan yang memuaskan karena keluarga yang sibuk dan bekerja, sehingga lansia merasa jauh dan tersisihkan oleh keluarga dan lingkungan sosialnya. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan keluarga memberikan dukungan dan meluangkan waktu bersama lansia agar secara emosional mereka merasakan kehangatan dan diterima oleh orang-orang disekitarnya, bagi tenaga kesehatan agar dapat memberikan bimbingan konseling bagi keluarga dan lansia mengenai pentingnya perhatian dan dukungan keluarga dalam menurunkan kecemasan yang dirasakan oleh lansia.
Gambaran Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Pada Siswa/i Kelas X Di Kota Samarinda Katarina Alexandria Kewa Sabon; Maria Floriana Ping; Made Ermayani
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juli
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i1.369

Abstract

Pengetahuan HIV/AIDS mengarahkan sikap reaksi remaja untuk dapat menjauhi atau menghindari pada perilaku yang mengarah pada seks bebas yang dapat membawa masalah Kesehatan. Dalam hal ini, pengetahuan merupakan bidang yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan HIV/AIDS pada siswa/I di SMKN 12 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif observasional menggunakan instrument berupa Kuesioner untuk mengetahui pengetahuan mengenai HIV/AIDS yang digunakan untuk pengukuran skala HIV/AIDS yang digunakan sebagai alat ukur Kesehatan siswa dengan jumlah Populasi yaitu siswa/I kelas X dengan dua jurusan Akuntansi dan Teknik komputer jaringan sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Berdasarkan Hasil Analisa data yang dilakukan dengan uji univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden yang memiliki pengetahuan cukup mengenai HIV/AIDS sebanyak usia 16 tahun sebanyak 33 responden (58,93%), distribusi jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan 33 responden (58,93%), distribusi Jurusan sebanyak 28 responden (50,00%), distribusi pengetahuan cukup HIV/AIDS sebanyak 25 responden (44,64%). Kesimpulan maka diharapkan siswa/I menggali lebih dalam informasi mengenai HIV/AIDS baik itu cara penularan, perilaku beresiko, kelompok resiko, serta cara pencegahan dan pengobatan penyakit HIV/AIDS
Hubungan Kontrol Diri dengan Kecanduan Game Online Pada Anak usia Sekolah Arief Budiman
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): December
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i2.405

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi internet menjadi kegemaran tersendiri bagi pelajar dalam mencari informasi terbaru, selain dimanfaatkan untuk bidang akademis, juga dimanfaatkan oleh sebagian pelajar untuk bermain game online. Di indonesia kecanduan game online marak terjadi pada anak sekolah karena kurangnya mengontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan game online pada siswa SDN 005 sungai kunjang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi, sampel penelitian sebanyak 93 responden, data didapat dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji univariat didapatkan sebagian besar responden memiliki kontrol diri yang kurang baik sebesar 57 responden (61,2%) dan sebesar 58 responden (62,3%) kecanduan game online. Uji bivariate dengan menggunakan Uji Fisher Exact didapatkan nilai ρ-value = 0,031 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan kecanduan game online. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kontrol diri pada anak sehingga membuat kecanduan game online yaitu secara psikologis perilaku impulsif pada anak masih tergolong tinggi, lingkungan yang kurang mendukung atau pengawasan orang tua yang kurang serta tekanan dari teman sebaya (Marzbani dkk, 2017). Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan referensi dan menambah bahan literasi bagi peneliti berikutnya bagi institusi pendadikan dan masyarakat secara umum.
The Description Of Psychological Conditions Facing Basic Nursing Clinical Practice Of Level II Semester III Students Of STIKES Dirgahayu Samarinda Samariah Yani Yani; Bernarda Teting
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): December
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i2.410

Abstract

Basic Nursing Clinical Practice (PKK) in a health service setting must be carried out by students to obtain learning outcomes related to meeting patients' basic needs. PKK's experience of going to the clinic/field for the first time, problems always arise including just meeting patients and their families, students' knowledge is still minimal, the environment is new, meeting hospital staff and having a big responsibility because they directly provide nursing care to patients, so This is not an easy thing and concerns/stress, anxiety and depression arise in students which results in students being able to withdraw during practice, or their assignments cannot be completed. The aim of the research is to understand the description of the psychological conditions faced by basic nursing clinical practice for level II students in the third semester of Stikes Dirgahayu Samarinda. Descriptive quantitative research method using cluster random sampling technique, data collection using the DASS 42 questionnaire, 4-choice Likert scale with 42 question items. Research results: Descriptive analysis of students' psychological conditions based on DASS 42 questionnaire data, gave the following results. The level of student depression is in the severe category. Based on the average score in the severe category, the percentage in the severe category is almost 30 percent, and the percentage in the very severe category is more than 20 percent. The student's anxiety level is in the very severe category. based on the average score which is classified as very severe, and the percentage in the very severe category is 76.50 percent. Student stress levels are classified as severe-very severe transition category. based on an average score between the intervals of the severe and very severe categories, and the total percentage in the severe-very severe category is not less than 70 percent.
THE RELATIONSHIP OF MOTHER'S KNOWLEDGE AND ATTITUDE TOWARDS THE COMPLETENESS OF BASIC IMMUNIZATION IN BABIES 0-12 MONTHS IN THE LOQ BAHU SUNGAI KUNJANG SAMARINDA DISTRICT Endang Wiwiek Purnamawaty
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): December
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i2.411

Abstract

Immunization is a deliberate preventive effort that protects infants or toddlers from diseases of infection. Basic immunization provides initial immunization to reach immunity above the threshold of protection. Immunization programs are part of health services conducted by governments to reduce infant pain, disability and death. Part of a parent's participation in a health program is influenced by various factors, including knowledge and attitude in the health program itself. This research is aimed at knowing the mother's knowledge and attitude toward the complete immunization of the region of the shoulder loq of the Kunjang Samarinda river region. The purpose of this study is to know the relation of knowledge and motherhood to the efficacy of basic immunization in infants 0-12 months in the area sub distric Loq Bahu Sungai Kunjang Samarinda. Research methods used are observational analytics using a sectional study design. Research indicates there isa correlation between the knowledge of basic immunization in infants 0-12 months in the area sub distric Loq Bahu Sungai Kunjang Samarinda with p value (0.004) < α (0.05),There is a connection between the mother's attitude toward complete base immunization in baby 0-12 months with p value (0.020) < α (0.05),There is no correlation between the maternal age factor in providing basic immunization of infants at 0-12 months with p value (0.493) > α(0.05),The level of education is no relation between the mother's education to the efficacy of basic immunization in infants 0-12 months with p value (1,000) > α (0.05).There is no link between mother's work and the allowance of basic immunization of 0-12 months at baby with p value (0.570) > α (0.05).
ANALISIS AKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA SURVIVOR KANKER DI KOMUNITAS SUPPORT KANKER ETAM SAMARINDA Rufina Hurai; Imelda Feneranda Seravia Tambi; Elfina Natalia; Maria Floriana Ping
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): December
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i2.415

Abstract

Kanker adalah penyakit kronis yang mempengaruhi dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi kehidupan individu, yang menyebabkan depresi dan menurunnya kesehatan sehingga menghambat berbagai aktivitas. Hingga saat ini, ilmu kedokteran belum menemukan cara untuk mencegah timbulnya kanker tetapi deteksi dini dapat membantu penanganan yang lebih cepat serta tepat. Sedangkan, di Indonesia hampir 50% penderita kanker melakukan pemeriksaan awal dalam kondisi telah stadium lanjut, sehingga sulit mencapai pengobatan yang optimal. Pengobatan yang berlangsung lama memiliki efek kesakitan tinggi, membawa dalam kondisi lemah bahkan depresi, menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup (Galgut, 2010). Tujuan penelitian ini diketahuinya data empiris terkait faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada Survivor Kanker Di Komunitas Support Kanker Etam Samarinda. Metode penelitian ini desain cross sectional. Menggunakan adalah total sampling, dengan subjek penelitian 31 orang. Variabel dependen adalah kualitas hidup Survivor Kanker Di Komunitas Support Kanker Etam Samarinda, sedangkan variabel independen adalah jenis kelamin, usia dan diagnosis medis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis di dapatkan hasil variabel diagnosis medis mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup dengan nilai p< 0,05. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melihat pengaruh psikologis, lingkungan fisik dan lingkungan sosial terhadap kualitas hidup
Pelaksanaan Pengembangan Jenajng Karir Perawat Rumah Sakit Vinsensia Tetty; Norsanah
Caritas Et Fraternitas : Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): December
Publisher : STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/cefjk.v2i2.419

Abstract

Keberhasilan pelayan kesehatan tergantung dari pelayanan kesehatan perawat dalam memberikan pelayanan yang yang berkualitas bagi pasien atau penderita. Upaya peningkatan kualitas perawat dan pelayanan keperawatan dapat dilakukan melalui penerapan sistem jenjang karir. Sistem jenjang karir mampu mengembangkan standar dan praktik keperawatan, mendorong praktik perawat berbasis bukti, berpikir kritis, mengembangkan pengetahuan, dan menghasilkan praktik berkualitas. Penerapan sistem jenjang karir perawat telah terbukti mampu meningkatkan pengembangan profesional, meningkatkan kinerja, meningkatkan kepuasan kerja, menumbuhkan budaya kerja, dan pengakuan. Manfaat didapat rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, rekruitmen dan retensi perawat, menghemat biaya dan menurunkan angka turnover. mengetahui persepsi perawat tentang pelaksanaan pengembangan jenjang karir perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey yang dilakukan secara online. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner yang dibuat dalam Format google dokumen diberikan kepada perawat secara online melalui grup WhatsApp. Data yang telah terkumpul akan dianalisis menggunakan analisis univariat dengan tujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan presentasi variabel. Persepsi pelaksanaan berdasarkan pendaftaran dalam pengembangan jenjang karir perawat sebagian besar adalah baik yaitu sebanyak 97,9 %. Persepsi pelaksanaan pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan kompetensi sebagian besar adalah baik yaitu sebanyak 95,3 % dan cukup sebesar 4,7 %. Pelaksanaan dalam pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan rekomendasi sebagian besar adalah baik sebanyak 98,4 % dan cukup sebesar 1,6 %. Persepsi pelaksanaan dalam pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan jenjang karir baru sebagian besar adalah baik yaitu sebesar 94,6 % responden dan cukup sebesar 5,4 %.

Page 2 of 4 | Total Record : 37