cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
EVALUASI PENERAPAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR KELAS X DI SMK CENDIKA BANGSA MALANG DENGAN METODE CIPP Amalia, Novita Rizki
EDUTECH Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i2.18836

Abstract

Based on observations that have been made at SMK Cendika Bangsa Malang, it is known that during the learning process, teachers do not use lesson plans. According to the results of interviews, teachers consider that lesson plans are only a formality, this is feared to affect student learning outcomes because the learning process is less effective. Based on these problems, a research was conducted that aims to determine the application of lesson plans in learning activities for basic programming subjects for class X at SMK Cendika Bangsa Malang with the CIPP method. The data was collected by interview, observation, document study, and documentation methods. Informants in this evaluation activity are Deputy Head of Curriculum, Teachers, School Supervisors, and Students, other data sources are documents such as Basic Programming Plans, Syllabus, Annual Programs, Semester Programs, and Minister of Education and Culture Regulation no. 22 of 2016 concerning Standards for Primary and Secondary Education Processes. From the results of the research that has been done, it can be concluded that at the context stage, the preparation of learning documents by the teacher still needs to be improved. At the input stage, the teacher still needs to review the syllabus. At the process stage, the teacher has implemented some of the steps from the lesson plan, so that the learning activities are appropriate but still need to be improved, at the product stage students have scored above the KKM.Berdasarkan observasi yang pernah dilakukan di SMK Cendika Bangsa Malang, diketahui bahwa saat proses pembelajaran, guru tidak menggunakan RPP. Menurut hasil wawancara, guru menganggap bahwa RPP hanya sebagai formalitas saja, hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil belajar siswa karena proses pembelajaran yang kurang efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penerapan RPP dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran pemrograman dasar kelas X di SMK Cendika Bangsa Malang dengan Metode CIPP. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, studi dokumen, dan dokumentasi. Informan pada kegiatan evaluasi ini adalah Wakil Kepala Kurikulum, Guru, Pengawas Sekolah, dan Siswa, sumber data lain adalah dokumen seperti RPP Pemrograman Dasar, Silabus, Program Tahunan, Program Semester, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 Tahun 2016 mengenai Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pada tahap context, penyusunan dokumen pembelajaran oleh guru masih perlu diperbaiki lagi. Pada tahap input, guru masih perlu mengkaji ulang silabus. Pada tahap process, guru sudah menerapkan sebagian langkah dari RPP, sehingga dalam kegiatan pembelajaran sudah sesuai namun masih perlu ditingkatkan, pada tahap product siswa telah mendapat nilai diatas KKM.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERACTIF BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Septiana, Dian Ayu Victoria
EDUTECH Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i2.21413

Abstract

Biology learning is learning that can be done through objects, natural objects, and processes in discovering biological concepts. In presenting Biology subjects, the selection of the right media is needed so that all messages can be received for students. This type of research is a type of development research. Research suggestions are used in research on developing learning models or RD (Research and Development). Android interactive media development adapts the ADDIE model. Research instruments with tests and questionnaires. The results showed an increase in experimental class student learning outcomes from 74.4 to 87.2 while the control class did not experience a significant increase from 73.3 to 76.3, it can be concluded that this Android-based interactive learning model is good and feasible to be used as a new learning model in schools.Pembelajaran biologi adalah pembelajaran yang dapat dilakukan melalui objek, objek alami, dan proses dalam menemukan konsep biologis. Dalam menyampaikan mata pelajaran Biologi, pemilihan media yang tepat diperlukan agar semua pesan dapat diterima untuk siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan. Saran penelitian digunakan dalam penelitian tentang pengembangan model pembelajaran atau RD (Penelitian dan Pengembangan). Pengembangan media interaktif android mengadaptasi model ADDIE. Instrumen penelitian dengan kuesioner dan tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen dari 74.4 menjadi 87.2 sedangkan kelas kontrol tidak mengalami peningkatan signifikan yaitu dari 73.3 menjadi 76.3, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif berbasis Android ini baik dan layak untuk digunakan sebagai model pembelajaran baru di sekolah.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN FISIKA SMA PADA SITUASI PANDEMIC COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP Nuraeni, Yeti; Nurazizah, Erika
EDUTECH Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i2.28219

Abstract

In dealing with the COVID-19 pandemic situation, the learning and assessment process is required without meeting face to face. So optimizing the use of ICT must be done. One of them is in the learning process and physics assessment using the Whatsapp (WA) online application. A total of 30 respondents who are students of SMA IT ANNISA Kadungora, conducted research and data collection using questionnaires, observations and interviews. Respondents filled in data through WA chats and links sent to WA group chats. The results show that 40% feel very helpful, 53% are helped and 7% are quite helped in the communication of learning facilities. Then 7% felt very helpful, 86% helped and 7% was quite helped in the delivery of learning materials. The data received by utilizing this WA does not reduce the value obtained compared to face-to-face. It is even able to increase learning motivation through interaction, improving the quality of communication and discussion between learning actors. Optimizing the use of ICT by using WA greatly facilitates the learning and assessment process. In addition, the respondents were very enthusiastic and suggested that they apply it to other lessons. This study also shows the need for further research on the effect of using WA on student achievement.Dalam menghadapi situasi pandemic covid-19, proses pembelajaran dan penilaian diwajibkan tanpa bertatap muka secara langsung. Sehingga optimalisasi pemanfaatan TIK harus dilakukan. Salah satunya pada proses pembelajaran dan penilaian fisika dengan menggunakan aplikasi online Whatsapp (WA). Sebanyak 30 responden yang merupakan siswa siswi SMA IT ANNISA Kadungora, dilakukan penelitian dan pengumpulan data dengan menggunakan angket, observasi dan wawancara. Responden mengisi data melalui chating WA dan tautan yang dikirimkan pada chating grup WA. Hasilnya menunjukkan 40% merasa sangat terbantu, 53% terbantu dan 7% cukup terbantu dalam komunikasi sarana pembelajaran. Kemudian 7% merasa sangat terbantu, 86 % terbantu dan 7% cukup terbantu dalam penyampaian bahan pembelajaran. Data yang diterima dengan memanfaatkan WA ini tidak mengurangi nilai yang didapatkan dibandingkan dengan tatap muka langsung. Bahkan mampu meningkatkan motivasi belajar dengan adanya interaksi, peningkatan kualitas komunikasi dan diskusi antar pelaku pembelajaran. Dalam optimalisasi pemanfaatan TIK dengan menggunakan WA ini sangat memudahkan proses pembelajaran dan penilaian. Selain itu responden sangat antusias dan menyarankan agar mengaplikasikannya pada pembelajaran lain. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS XI DI SMA NEGERI 10 GARUT Mulyana, Ecep Andang; arief, hikmat -; nurjanah, enung -; risnandah, yuan -
EDUTECH Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i2.30140

Abstract

This research was conducted to develop Edmodo-based e-learning learning media. The aims of this research are to design Edmodo-based e-learning learning, describe the quality of Edmodo-based e-learning development results, and describe the effectiveness of using Edmodo-based e-learning on student learning outcomes in ARTS CULTURE subjects for high school students. The type of research used is development research, using the ADDIE development model. This study involved students of class XI SMA Negeri 10 Garut. Data on the validity of the media expert test, content expert, design expert, individual test, small group test and field test were obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by qualitative descriptive, quantitative descriptive analysis and statistical analysis of inferential Arts and Culture. The results of the content expert's evaluation of 90% are in very good qualifications. The results of the media expert's evaluation of 92% are in very good qualifications. The results of the design expert's evaluation of 92% are in very good qualifications. Individual test results of 93% are in very good qualification. The small group test results of 92.7% are in good qualification. The results of the field test of 90.44% are in good qualification. Calculation of learning outcomes with SPSS results t count of 22.87. The value of the t table with a significance level of 5% is 1.992. So the value of t count is greater than ART CULTURE. There is a price of t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference in student learning outcomes between before and after using Edmodo-based e-learning. The average value after using the media (89.03) was higher than before using the media (58.26).Penelitian ini dilakukan untuk pengembangkan media pembelajaran e-learning berbasis Edmodo. Tujuan dalam penelitian ini,  yaitu merancang pembelajaran e-learning berbasis Edmodo, mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan e-learning berbasis Edmodo, dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan e-learning berbasis Edmodo terhadap  hasil  belajar  siswa  pada  mata  pelajaran  SENI BUDAYA  untuk siswa  SMA.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan  ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI SMA Negeri 10 Garut. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan,  uji  kelompok  kecil  dan  uji  lapangan  diperoleh  dengan  menggunakan angket. Data  yang  diperoleh tersebut  dianalisis secara  deskriptif kualitatif,  analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statisSeni Budaya inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat  baik.  Hasil  uji  perorangan sebesar  93%  berada  pada  kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,7% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,44% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar dengan SPSS hasil t hitung sebesar 22,87. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 1,992. Jadi harga t hitung lebih besar dari SENI BUDAYAda harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar SENI BUDAYA siswa antara  sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis Edmodo. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,03) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58,26).
PENGGUNAAN MODEL LEARNING CYCLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 KALIJATI muljati, Sri
EDUTECH Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i2.17740

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in chemistry subjects by using the learning cycle learning model. Given that student learning outcomes in chemistry subjects show unsatisfactory results, so there is a need for improvement efforts through improvements in the teaching and learning process because the authors believe that a good process will give good results as well. The learning cycle consists of five stages, namely Engagement, Exploration, Explaination, Elaboration, and Evaluation). However, the emphasis in this study is on strengthening the explanation (concept reinforcement) by using a concept map. The average student is very weak in understanding concepts so that it is difficult to understand generalization material. And in the study of student learning outcomes experienced progressive changes so that the use of the learning cycle learning model is highly recommended.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle. Mengingat hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia menunjukan hasil yang kurang memuaskan sehingga perlu adanya upaya perbaikan melalui pembenahan pada proses belajar mengajar karena penulis menyakini bahwa proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula. Dalam learning cycle terdiri dari lima tahapan, yaitu Engagement, Exploration, Explaination, Elaboration, dan Evaluation). Namun, yang ditekankan pada penelitian ini adalah pada penguatan explaination (penguatan konsep) dengan menggunakan peta konsep. Rata-rata peserta didik sangat lemah terhadap pemahaman konsep sehingga kesulitan dalam memahami materi yang bersifat generalisasi. Dan pada penelitian hasil belajar siswa mengalami perubahan yang progresif sehingga penggunaan model pembelajaran learning cycle sangat disarankan.
EVALUATION TOWARDS LEARNING PROCESS FOR DIGITAL LEARNING DEVELOPMENT IN CURRICULUM AND INSTRUCTION COURSES Dewi, Laksmi
EDUTECH Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i3.40570

Abstract

An effective learning process is conducted through planning, management, implementation, monitoring, and evaluation to result in feedback. Reflection as a form of evaluation is carried out to provide input in improving the further learning process. This study aims to evaluate learning, especially on the components of the objectives, material, process, learning evaluation, faced obstacles during the learning process, and expectations for the next lecture, one of Educational Basic Learning Course (EBLC) called Curriculum and Instruction course. This process is done as the basis for the development of digital learning in online learning in the future. Data were obtained by distributing questionnaires to 24 lecturers teaching in the curriculum and learning courses. It is a group of compulsory courses that all students are necessary to be included in their study at one of the state universities whose core business is in education. Based on the research data, it is found that 1) the learning achievement has been compiled according to the educational competencies listed in the Semester Lecture Design (RPS) used by all lecturers in carrying out the learning process. 2)  the learning material has been systematically set as stated in the RPS to facilitate the organization of material in learning, 3) the learning implementation by lecturers uses various learning methods focusing on student-centered learning, 4). The evaluation performance is done using Computer Based Test (CBT) with developed questions regarding specified learning outcomes, 5) the obstacles faced by administrators of Curriculum and Instruction course are the number of continuously growing classes and lacking the number of lecturers for each semester. Moreover, it is also essential to improve students' learning motivation to achieve maximum learning outcomes. It is expected that learning innovations can assist them in improving the quality of learning by developing digital learning media and supporting blended learning between face-to-face and online learning using the Learning Management System (LMS)
PENGEMBANGAN MODUL CETAK 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) BAGI KADER BINA KELUARGA BALITA (BKB) DI BKKBN Nurhayati, Yayat
EDUTECH Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i3.15541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkansebuah produk berupa paket modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di BKKBN. Paket modul dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan kader BKB tentang program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Adapun latar belakang dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah untuk mengatasi tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R D). Menggunakan model pengembangan Rowntree, yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) tahap persiapan penulisan, 3) tahap penulisan dan penyuntingan. Produk yang dihasilkan terdiri dari empat buah modul dan satu buku petunjuk penggunaan bagi instrukstur/widyaiswara. Untuk melihat kelayakan modul, peneliti melakukan validasi/telaah ahli, ujicoba face to face, dan ujicoba lapangan/field trials. Hasil validasi dari ahli materi, ahli desain instruksional, dan ahli bahasa menyatakan bahwa modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dinilai sangat baik. Hasil ujicoba face to face dan field trials terhadap modul 1000 Hari Pertama Kehidupan, menunjukkan bahwa modul layak digunakan. Hasil uji-t menunjukkan terdapat terdapat perbedaan yang signifikan sehingga modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkansebuah produk berupa paket modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di BKKBN. Paket modul dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan kader BKB tentang program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Adapun latar belakang dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah untuk mengatasi tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R D). Menggunakan model pengembangan Rowntree, yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) tahap persiapan penulisan, 3) tahap penulisan dan penyuntingan. Produk yang dihasilkan terdiri dari empat buah modul dan satu buku petunjuk penggunaan bagi instrukstur/widyaiswara. Untuk melihat kelayakan modul, peneliti melakukan validasi/telaah ahli, ujicoba face to face, dan ujicoba lapangan/field trials. Hasil validasi dari ahli materi, ahli desain instruksional, dan ahli bahasa menyatakan bahwa modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dinilai sangat baik. Hasil ujicoba face to face dan field trials terhadap modul 1000 Hari Pertama Kehidupan, menunjukkan bahwa modul layak digunakan. Hasil uji-t menunjukkan terdapat terdapat perbedaan yang signifikan sehingga modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan.
INOVASI LAYANAN MUSEUM DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID 19 Silvana (ID Scopus : 57216159935), Hana
EDUTECH Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i3.40569

Abstract

The order of social life began to change since the Covid-19 pandemic, the government implemented a social restriction policy to suppress the spread of The Covid-19 disease. The policy has an impact on closing various places that allow crowds such as museums. Museum that should be able to provide information and education services which are the function of museums are unable to provide services optimally. To overcome this, several museums then implement service innovations so that the function of the museum can still be carried out. This research was conducted to discuss the condition of the museum and the innovation of museum services that were implemented during the Covid-19 pandemic. The research method uses descriptive qualitative with literature review techniques that refers to articles, survey results of institutions, museum websites, and museum social media. The results of the study show that the pandemic has had a significant impact on museums in the world and in Indonesia, some museums are threatened with permanent closure but some have succeeded in implementing service innovations. Service innovations that are implemented utilize digital technology so that it is easier for managers to provide services and the public will find it easier to access museums. Museum service innovations that have been implemented in Indonesia include: museum applications, webinars, virtual reality, virtual tours, augmented reality, podcasts, video mapping, museum social media, museum websites. The innovation of museum services makes the museum still able to serve the information and education needs of the wider community. The public can easily access the museum anytime and anywhere, but stll can support the goverment to implementation social distancing. Tatanan kehidupan sosial mulai berubah semenjak terjadinya pandemi Covid-19, kebijakan pembatasan sosial diterapkan pemerintah untuk menekan angka persebaran penyakit Covid-19. Kebijakan tersebut berdampak pada penutupan berbagai tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan seperti museum. Museum yang seharusnya dapat melakukan pelayanan informasi dan edukasi yang merupakan fungsi museum menjadi tidak dapat melakukan pelayanan dengan optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa  museum kemudian menerapkan inovasi layanan sehingga fungsi museum tetap dapat dilaksanakan. Penelitian ini  dilakukan untuk membahas mengenai kondisi museum serta inovasi layanan museum yang diterapkan saat pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur yang mengacu pada artikel, hasil survei lembaga, website museum, serta media sosial museum. Hasil penelitian menunjukkan pandemi berdampak signifikan terhadap museum di dunia dan di Indonesia, sebagian museum terancam tutup permanen namun sebagian lagi berhasil menerapkan inovasi layanan. Inovasi layanan yang diterapkan memanfaatkan teknologi digital sehingga pengelola lebih mudah melakukan pelayanan dan masyarakat semakin mudah mengakses museum. Inovasi layanan museum yang telah diterapkan di Indonesia berupa : aplikasi museum, webinar, virtual reality, virtual tour, augmented reality, podcast, video mapping, media sosial museum, website museum. Inovasi layanan museum menjadikan museum tetap dapat melayani kebutuhan informasi dan edukasi bagi masyarakat luas. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses museum kapanpun dan dimanapun, namun tetap dapat mendukung upaya pemerintah dengan menerapkan pembatasan kegiatan sosial diluar rumah.
EDUCATIONAL TECHNOLOGY UNDERGRADUATE DEGREE TRACER STUDY TOWARDS SKILLS AND JOBS PERSPECTIVE Setiawan, Budi -; Fathoni, Toto -; Sukirman, Dadang -
EDUTECH Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i3.39217

Abstract

One indicator of a good education system is the existence of a system that is used to measure the output of education itself. Determination of measurements to determine the quality of graduates or alumni include the achievement of graduate competencies, the problems faced can be solved, the career achievements of graduates, as well as things that are either in alignment or not in harmony with the quality of alumni with the quality expected by the university. A good and intact education system has a loop-shaped educational system flow. The education system is the responsibility of universities to students, not ending when students have graduated from college, but also related to the career sustainability of graduates or alumni who are more ready to enter the community. College tracer study is one way to find out the role of alumni in society. Based on the characteristics of alumni or graduates of the Education Technology Study Program, the number of graduate data is 90 people and those who enter fill out questionnaires. Alumni or graduates who filled out the questionnaire were 90 people consisting of (70%) women and (30%) men. Alumni or graduates of the Education Technology Study Program have a study graduation time of 90%, meaning no more than 8 semesters, while 10% do not graduate on time, meaning more than 8 semesters. Alumni or graduates of the Education Technology Study Program overall average GPA of the highest respondents are respondents who have a GPA above 3.5. Alumni or graduates of the Education Technology Study Program show that the highest average employment status is respondents who work. Alumni or graduates of the Education Technology Study Program with the criteria for institutions/institutions/companies that graduates work show the highest average graduates work in private institutions/institutions/companies.
METODE PENCEGAHAN KEKAMBUHAN LUARAN REHABILITASI BERBASIS KEAGAMAAN DI MADRASAH TSANAWIYAH SERBA BAKTI SURYALAYA S, Nurhamzah C; Susilana, Rudi; Rusman, Rusman
EDUTECH Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i3.34964

Abstract

Problematika penyalahgunaan NAPZA merambah ke seluruh lapisan masyarakat Internasional termasuk Indonesia sampai tingkat yang menghawatirkan. Laporan BNN menyebutkan, 70 % pengguna narkoba adalah pelajar. Pemerintah dan swasta bahu membahu melakukan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA termasuk mencegah kekambuhan.  Tujuan artikel untuk memproleh data tentang metode pencegahan kekambuhan penyalahgunaan NAPZA  di MTs Serta Bakti Suryalaya.  Desain penelitian adalah deskripsi kualitatif dengan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala, guru, tenaga pendidik dan kajian teoritik dari jurnal atau artikel dan bahan bacaan lainnya yang mendukung sebagai teknik pengumpulan datanya. Teknik analisis data dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan sampai selesai di lapangan dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: data collection, data reduction, data display, dan conclusion (drawing/verivying) dan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi Creswell.  Hasil penelitian menunjukan metode pencegahan kekambuhan yang dilakukan di MTs Serba Bakti Suryalaya dengan menggunakan metode terapi, yakni 1) metode terapi kognitif perilaku (Cognitive Behavior Therapy) dengan mengoptimalkan peran guru BP;  2) terapi religi / spiritual dengan menjalankan kegiatan keagamaan khususnya amaliah TQN,  dan 3) terapi air (hydro therapy) yakni terapi mandi taubat. Disarankan untuk peneliti berikut dapat meneliti yang berhubungan dengan dampak dari metode-metode tersebut terhadap penyembuhan pecandu NAPZA.