cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
ENGLISH LITERACY ERRORS OF CHILDREN WITH VISUAL IMPAIRMENTS Rochyadi, Endang; Hanafi, Moh; Fatimatuzzahra, Ana
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.25666

Abstract

English literacy is inseparable from the four interrelated aspects of skills which are listening, speaking, reading, and writing aspects. Among the four English literacy skills, writing is considered the most difficult skill, so we need a special technique to practice these skills. For children with visual impairments, writing English vocabulary becomes a challenge especially during the learning process, limitations in seeing make the children often experience writing errors especially in writing structure because children only write English vocabulary based on what is heard, especially from those speakers who are not native speakers. The purpose of this study is to explain the analysis of English literacy errors of children with visual impairments aiming to improve English vocabulary writing literacy skills. The study uses qualitative methods with descriptive methods. Data collection techniques were carried out using observation, interview, and documentation (data triangulation) techniques. The results showed that writing literacy errors that often arise are replacing, omitting and adding letters to English vocabulary based on the results of sound listening skills and the ability to remember vocabulary that the children already knew.Literasi bahasa Inggris tidak terlepas dari empat aspek keterampilan yang saling terkait yaitu aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Di antara keempat keterampilan literasi bahasa Inggris, menulis dianggap sebagai keterampilan yang paling sulit, sehingga diperlukan teknik khusus untuk melatih keterampilan tersebut. Bagi anak tunanetra, menulis kosa kata bahasa Inggris menjadi tantangan terutama selama proses pembelajaran, keterbatasan dalam melihat membuat anak sering mengalami kesalahan penulisan terutama dalam struktur penulisan karena anak hanya menulis kosakata bahasa Inggris berdasarkan apa yang didengar, terutama dari penutur yang bukan penutur asli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis kesalahan literasi bahasa Inggris anak tunanetra yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi menulis kosakata bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi (triangulasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan literasi menulis yang sering muncul adalah mengganti, menghilangkan dan menambahkan huruf pada kosakata bahasa Inggris berdasarkan hasil keterampilan mendengar suara dan kemampuan mengingat kosakata yang sudah diketahui anak.
PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM GENERIC PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN KOLEKTIF SISWA TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN Kurniawan, Deni; Dewi, Laksmi
EDUTECH Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i1.30095

Abstract

The aims of implementation of Environment Education is to developing cognitive, affective, and motoric skills concern to environment health and life. Hopefully, student have self belonging to suround natural environment. Now, natural damage has been the global issue that has to looked for its solution. Student as the young generation need to be given the knowledge, attitude, and skills to manage and to concerv environment healt. The aims at research are: 1) developing of curriculum design to encrease student’s collective respect to natural environment. 2) finding the data about evaluation of curriculum design that be developed. Research methode use Design and Development (DD) with ADDIE model.Tujuan pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah untuk mengembangkan keterampilan kognitif, afektif, dan motorik yang peduli terhadap kesehatan dan kehidupan lingkungan. Diharapkan siswa memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan alam sekitar. Kini, kerusakan alam telah menjadi isu global yang harus dicari solusinya. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu diberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengelola dan melestarikan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian adalah: 1) mengembangkan desain kurikulum untuk meningkatkan rasa hormat kolektif siswa terhadap lingkungan alam. 2) mencari data tentang evaluasi desain kurikulum yang dikembangkan. Metode penelitian menggunakan Design and Development (DD) dengan model ADDIE.
DESAIN KURIKULUM PELATIHAN KOMPETENSI TEKNIS GENERIK JABATAN PELAKSANA DENGAN PENDEKATAN BLENDED LEARNING DI PUSDIKLAT KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA Kurniawati, Weni; Hernawan, Asep Herry
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28128

Abstract

This research was conducted in an effort to increase the generic technical competence of executive positions with a blended learning approach at the BKKBN. The research method used in this research is Design and Development (DD) which was developed by Richey Klein through three stages, namely: needs analysis, design and development and evaluation. The research data were obtained through documentation studies, interviews, literature studies and expert assessments. The results of the research are in the form of product training curriculum designs and e-learning learning designs. The results of this study obtained the following information: First, there is a need for training based on the results of a task analysis to fill the generic technical competency gap that occurs in implementing positions at BKKBN. Second, the design of this training curriculum is based on curriculum components, namely the determination of objectives is described through competency standards, basic competencies and competency indicators. Determination of the material refers to the competency indicators that must be achieved by the participants. Learning strategies are applied through blended learning or a combination of e-learning and face-to-face learning. Evaluation to measure the achievement of learning outcomes of trainees through academic evaluation, evaluation of attitudes and behavior and evaluation of performance. Third, the expert assessment on the design of the training curriculum was carried out by curriculum experts and design experts with the results of the assessment being suitable for use in training after being revised according to suggestions. While the results of the feasibility test conducted by the user, namely the KKB Education and Training Center concluded that this curriculum design could be used as a reference in training.Penelitian ini dilakukan dalam rangka upaya peningkatan kompetensi teknis generik jabatan pelaksana dengan pendekatan blended learning di BKKBN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain dan Pengembangan (DD) yang dikembangkan Richey Klein melalui tiga tahapan, yaitu: analisis kebutuhan, desain dan pengembangan serta evaluasi. Data penelitian ini diperoleh melalui studi dokumentasi, wawancara, studi literatur serta penilaian ahli. Hasil penelitian berupa produk desain kurikulum pelatihan dan desain pembelajaran e-learning. Hasil dari penelitian ini diperoleh informasi sebagai berikut: Pertama, adanya kebutuhan pelatihan berdasarkan hasil task analysis untuk mengisi gap kompetensi teknis generik yang terjadi pada jabatan pelaksana di BKKBN. Kedua, desain kurikulum pelatihan ini disusun berdasarkan komponen kurikulum yaitu penentuan tujuan dijabarkan melalui standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator kompetensi. Penentuan materi mengacu pada indikator kompetensi yang harus dicapai oleh peserta. Strategi pembelajaran yang diterapkan melalui blended learning atau perpaduan pembelajaran e-learning dan tatap muka. Evaluasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta pelatihan melalui evaluasi akademik, evaluasi sikap dan perilaku serta evaluasi unjuk kinerja. Ketiga, penilaian ahli pada desain kurikulum pelatihan ini dilakukan oleh ahli kurikulum dan ahli desain dengan hasil penilaian layak untuk digunakan dalam pelatihan setelah direvisi sesuai dengan saran. Sedangkan hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh user yaitu Pusdiklat KKB menyimpulkan bahwa desain kurikulum ini bisa digunakan sebagai acuan dalam pelatihan.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN KATOLIK Damayanthi, Adriana
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.26978

Abstract

The COVID-19 pandemic that occurred in Indonesia has made the Government take the policy of implementing online learning from home to replace conventional learning that has been carried out face-to-face. This online learning policy certainly has an impact on the effectiveness of learning if it has not been followed by the readiness of schools, educators, and students to carry out online learning. This study aims to see how far the effectiveness of online learning is seen from the perceptions of students at the Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya Pastoral High School, most of whom come from families with poor economic conditions and live far from the provincial capital. This study uses a quantitative descriptive method. The technique of collecting data is an online survey method using a questionnaire instrument via google form. The results of the study indicate that online learning that is carried out is sufficient to replace face-to-face learning, but when viewed from the effectiveness, online learning has not been able to achieve learning objectives. The unpreparedness of students and lecturers, both in terms of the ability to use technology and the availability of adequate learning facilities, poor internet network connections at home, costs, and the inability of students and lecturers to adapt to new learning methods to be able to provide virtual conducive classroom conditions. factors that make online learning has not been effectively implemented. This is the reason they prefer face-to-face learning to be applied again when the covid-19 pandemic ends Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia telah membuat Pemerintah mengambil kebijakan menerapkan pembelajaran secara daring dari rumah untuk menggantikan pembelajaran konvensional yang selama ini dilakukan secara tatap muka. Kebijakan pembelajaran daring ini tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran apabila belum diikuti oleh kesiapan sekolah, pendidik, dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana efektivitas pembelajaran daring dilihat dari persepsi mahasiswa pada Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Palangkaraya, yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu dan tinggal jauh dari ibukota Provinsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode survei secara online menggunakan instrumen kuisioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang dilaksanakan memang cukup dapat menggantikan pembelajaran tatap muka, namun apabila dilihat dari efektivitas, pembelajaran daring belum mampu membuat tujuan pembelajaran tercapai. Ketidaksiapan mahasiswa dan dosen baik dari sisi kemampuan menggunakan teknologi maupun ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai, koneksi jaringan internet yang buruk di tempat tinggal, biaya, dan belum mampunya mahasiswa serta dosen beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru untuk dapat meghadirkan kondisi kelas yang kondusif secara virtual menjadi faktor yang membuat pembelajaran daring belum efektif dilaksanakan. Hal inilah yang menjadi alasan mereka untuk lebih memilih pembelajaran tatap muka kembali diterapkan apabila pandemi covid-19 berakhir
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Sastramiharja, Ucu Sumardi; Nathanael, Lukas; Permata Sari, Reinada Witri; Kusriani, Fhida
EDUTECH Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i1.30997

Abstract

This study was conducted to find out the effect of the use of video media on students' learning motivation. The method used in this study is through a literature study which collects several previous studies to describe the concept of learning media, the concept of video media, the concept of learning motivation, and the influence of media use. video on student learning motivation which includes the theory underlying the use of video media, the use of video media as an effort to increase students 'learning motivation and research results that discuss the effect of using video media on students' learning motivation. Learning through video media can make learning be attractive and increase the motivation and learning outcomes of students. Most research states that the use of video media has a significant influence on the learning motivation of students, especially in adjusting the learning styles of different students. Based on the results of this literature study, it can be concluded that there is an effect of the use of video media on students' learning motivation. Studi ini dilakukan untuk mencari tahu pengaruh dari penggunaan media video terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah melalui studi literatur yang mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk mendeskripsikan konsep media pembelajaran, konsep media video, konsep motivasi belajar, serta pengaruh penggunaan media video terhadap motivasi belajar peserta didik yang mencakup teori yang mendasari penggunaan media video, penggunaan media video sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta hasil-hasil penelitian yang membahas pengaruh penggunaan media video terhadap motivasi belajar peserta didik.. Pembelajaran melalui media video dapat membuat pembelajaran menjadi menarik dan meningkatkan motivasi serta hasil belajar peserta didik. Penelitian paling banyak menyebutkan bahwa penggunaan media video memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik, khususnya dalam menyesuaikan gaya belajar peserta didik yang berbeda-beda. Berdasar hasil studi literatur ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap motivasi belajar peserta didik.
APLIKASI PERFECT EAR SEBAGAI MEDIA INOVATIF BELAJAR TEORI MUSIK Cahya, Syaify Dwi; Handayaningrum, Warih
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v19i2.30396

Abstract

In the 4.0 era, human connectedness to the outside world through the internet affects all aspects of human life, especially in the aspect of intelligence. This aspect is certainly very important in everyday life in adjusting to the environment, responding to moods, solving problems and thinking rationally. The existence of internet connectivity and some of the ease of access offered encourage each individual to have one of the advanced technologies, namely smartphones. Openness in today's society is faced with a shift in new culture that has an impact on knowledge, especially music knowledge. Many people are adept at playing music but do not understand music theory. Even in some music institutions basic music theory is not accepted by students, lead to the lack of knowledge and understanding of such theory. The Perfect Ear application is an android application teaching music education, which has a variety of functions to improve one's musicality and it is fun to use at any time. Observation method was employed to describe how the use of Perfect Ear can help students learn music theory. Lead to the lack of knowledge and understanding of such theory. The Perfect Ear application is an android application teaching music education, which has a variety of functions to improve one's musicality and it is fun to use at any time. Observation method was employed to describe how the use of Perfect Ear can help students learn music theory. The results of this study indicate that Perfect Ear is: (1) an educational application based on games, (2) becoming a new medium to learn more about music theory. Di era 4.0, keterhubungan manusia dengan dunia luar melalui internet mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, terutama pada aspek kecerdasan. Aspek ini tentunya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, menanggapi suasana hati, memecahkan masalah dan berpikir secara rasional. Adanya konektivitas internet dan beberapa kemudahan akses yang ditawarkan mendorong setiap individu untuk memiliki salah satu teknologi canggih yaitu smartphone. Keterbukaan masyarakat saat ini dihadapkan pada pergeseran budaya baru yang berdampak pada pengetahuan, khususnya pengetahuan musik. Banyak orang yang mahir bermain musik tetapi tidak memahami teori musik. Bahkan di beberapa lembaga musik teori dasar musik tidak diterima oleh mahasiswa, menyebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang teori tersebut. Aplikasi Telinga Sempurna adalah aplikasi android pengajaran pendidikan musik, yang memiliki berbagai fungsi untuk meningkatkan musikalitas seseorang dan menyenangkan untuk digunakan setiap saat. Metode observasi digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggunaan Perfect Ear dapat membantu siswa mempelajari teori musik. Menyebabkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang teori tersebut. Aplikasi Telinga Sempurna adalah aplikasi android pengajaran pendidikan musik, yang memiliki berbagai fungsi untuk meningkatkan musikalitas seseorang dan menyenangkan untuk digunakan setiap saat. Metode observasi digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggunaan Perfect Ear dapat membantu siswa mempelajari teori musik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perfect Ear adalah: (1) aplikasi edukasi berbasis game, (2) menjadi media baru untuk mempelajari teori musik lebih jauh.
EFEKTIVITAS MODEL CALLA PADA PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Binawati, Ariesa Restianti
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.27817

Abstract

Pronunciations of Chinese that are different from Indonesian pronunciation make beginner learners feel difficult and the need for companions in learning Mandarin. Spelling mistakes make meaning mistakes in Chinese. This requires a language learning model. The CALLA model is a language learning model for the development of foreign language skills according to native speakers. So the CALLA model is used for learning Chinese in order to practice self-directed learning and Mandarin phonetics. This study aims to determine the effectiveness of the CALLA model in Chinese learning in class X SMA. The research method used was a quasi-experimental study in class X SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo with data collection in the form of a response questionnaire to assess learning independence and a performance assessment rubric to assess Mandarin phonetics and then analyzed by using the independent sample t-test. The results of the t test show that the probability value is 0.00 0.05 in the phonetic aspect and 0.014 0.05 on the self-directed learning aspect, which shows that the CALLA model is significantly effective in learning Mandarin for class X. The CALLA model is effectively used in Chinese learning. class X SMA on phonetic aspects and self-directed learning.Pengucapan bahasa Mandarin yang berbeda dengan pengucapan bahasa Indonesia membuat pembelajar pemula merasa kesulitan dan membutuhkan pendamping dalam belajar bahasa Mandarin. Kesalahan ejaan membuat kesalahan makna dalam bahasa Cina. Untuk itu diperlukan model pembelajaran bahasa. Model CALLA merupakan model pembelajaran bahasa untuk pengembangan kemampuan bahasa asing menurut penutur asli. Jadi model CALLA digunakan untuk pembelajaran bahasa Mandarin guna melatih self-directed learning dan fonetik bahasa Mandarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model CALLA dalam pembelajaran bahasa Mandarin di kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu pada siswa kelas X SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo dengan pengumpulan data berupa angket respon untuk menilai kemandirian belajar dan rubrik penilaian kinerja untuk menilai fonetik bahasa Mandarin kemudian dianalisis dengan menggunakan independent sample t -tes. Hasil uji t menunjukkan nilai probabilitas 0,00 0,05 pada aspek fonetik dan 0,014 0,05 pada aspek self-directed learning, yang menunjukkan bahwa model CALLA efektif secara signifikan dalam pembelajaran bahasa Mandarin untuk kelas X. Model CALLA efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Cina. kelas X SMA pada aspek fonetis dan self-directed learning.
E-LEARNING PEDAGOGICAL CHALLENGES OF EFL TEACHERS DURING COVID-19 PANDEMIC Putri, Wulandari
EDUTECH Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i1.30993

Abstract

The COVID-19 outbreak enforced teachers to shift a face to face learning into virtual learning, widely known as E-Learning, hastily. The problems and challenges might arise due to the quick shift of learning format. Therefore, this study was aimed at investigating the challenges faced by primary and secondary EFL teachers in conducting online English learning during this pandemic. The qualitative method was used by involving three teachers representing each level of education, including primary level and secondary level. The teachers were chosen purposively by considering various criteria. An open-ended questionnaire was distributed through a Google form. The data were then analyzed inductively. Findings show that productive skills, including speaking and writing skills, become the most challenging skills to teach. Moreover, giving feedback and teaching difficult materials in the basic competence also become the challenges in conducting e-learning for EFL teachers. Therefore, a training specifically provides an effective strategy and approach in online environment is required.Wabah COVID-19 memaksa para guru untuk mengubah pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran virtual, yang dikenal sebagai E-Learning, dengan tergesa-gesa. Masalah dan tantangan mungkin muncul karena pergeseran format pembelajaran yang cepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tantangan yang dihadapi oleh guru EFL sekolah dasar dan menengah dalam melakukan pembelajaran bahasa Inggris daring selama pandemi ini. Metode kualitatif digunakan dengan melibatkan tiga orang guru yang mewakili setiap jenjang pendidikan, yaitu jenjang SD, SMP, dan SMK. Para guru dipilih dengan melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan berbagai kriteria. Kuesioner terbuka dibagikan melalui formulir Google. Data tersebut kemudian dianalisis secara induktif. Temuan menunjukkan bahwa keterampilan produktif, termasuk keterampilan berbicara dan menulis, menjadi keterampilan yang paling menantang untuk diajarkan. Selain itu, memberikan umpan balik dan materi yang sulit dalam kompetensi dasar juga menjadi tantangan dalam melakukan e-learning bagi guru EFL. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang secara khusus memberikan strategi dan pendekatan yang efektif dalam lingkungan online.
EGRA PADA MULTIPLAYER ONLINE GAME SEBAGAI PENETRATOR KOMPETENSI GRAMMAR DI MALANGAN REMAJA Tania, Ervita Carolina
EDUTECH Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i1.30313

Abstract

When adolescent play online multiplayer game, they are exposed by new English words or terms fromthe game.Whetherthey realize it or not, the words or terms are storedin their memory. However, most of them are unable to construct the meaningful sentences that areconsideredgrammaticaly correct. The aim of this study is to analyze the application of Exposure, Generalization, Reinforcement, and Application (EGRA) toward adolescents’ grammar competence by exploiting online multiplayer game. This is a quantitative reasearch. The data were collected through interview and paper test, in form of pre-test and post-test. Data analisys were procecessed statistically and validated in paired t test, while the reliability was measured by correlation analysis. The finding of this study showed that there is a possitive response toward samples’ grammar competence after they were treated with EGRA by exploiting online multiplayer game.The finding is expected to contribute to further study in the field of English language learning that utilize technology for fun learning. Dalam upaya penetrasi komoetensi grammar di kalangan remaja, penelitian ini mengkaji kecenderungan di kalangan remaja yang gemar menghabiskan waktu luang untuk bermain game online berbasis multiplayer. Game tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar,dan tentu saja oara oemain terpapar dengan begitu banyak istilah bahasa Inggris. Sadar atau tidak, istilah-istilah tersebut terekam dalam memori mereka namun belum terintegrasikan dalam kalimat utuh mengikuti aturan grammar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis oenerapan teknik EGRA terhadap kemampuan grammar remaja dengan memanfaatkan game online berbasis multiplayer. Penelitian ini menggunakan metode kiantitatif. Lokasi penelitian diadakan di kota Tomohon Selatan, dengan sampel remaja dalam batasan usia 15-18 tahun di kelurahan Lansot,sebanyak 10 orang. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data. Pre-test dan post-test dilakukan untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah oerlakuan. Uji paired t test dilakukan untuk validasi ,dan uji analisis korelasi dilakukan untuk uji reliabilitas. Temuan dari oenelitian ini aalah terdapat respon positif pada perolehan nilai sampel setelah oerlakuan dengan teknik EGRA. Hasil dari oenelitian ini diharapkan dapat memberi lkan kontribusi bagi kelanjutan oenelitian oendidikan bahasa Inggris yang menyenangkan,dengan memanfaatkan teknologi.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SEESAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR Hindasah, Ida; Maskur, Maskur; Risnandah, Yuan; Halimah, Euis Teti
EDUTECH Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i3.28703

Abstract

Based on the results of observations at SDN 1 Karangmulya, especially during the Covid 19 pandemic, there were many difficulties in providing assessments during the distance learning process. So that the author and teacher at SDN 1 Karangmulya is looking for innovations to find out the active learning of students by utilizing information technology-based portfolio applications, namely the seesaw application. Seesaw is a learning platform that allows every student to have a learning journal in a virtual classroom. Seesaw is here and brings a change in the way teachers think about designing online authentic assessments. Through this application the teacher can provide information to parents about what students are doing in their class and can control children's behavior in an integrated manner with the teacher.The results of this study indicate that the portfolio assessment by utilizing the seesaw application shows good results. This is evidenced by the percentage of active student learning above the KKM. Berdasarkan hasil observasi di SDN 1 Karangmulya terutama dimasa pandemi covid 19 banyak kesulitan dalam memberikan penilaian selama proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga penulis sekaligus  pengajar di SDN 1 Karangmulya mencari inovasi untuk megetahui keaktifan belajar peserta didik dengan memanfaatkan aplikasi portofolio berbasis teknologi informasi yaitu aplikasi seesaw. Seesaw merupakan sebuah platform pembelajaran yang memungkinkan setiap siswa untuk memiliki jurnal pembelajaran  di kelas  maya. Seesaw hadir dan membawa perubahan cara berfikir guru tentang merancang penilaian otentik secara online. Melalui aplikasi ini guru dapat memberikan informasi kepada orang tua  tentang apa yang dilakukan siswa di kelas mereka serta dapat mengontrol perilaku anak-anak secara terpadu bersama guru.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilain portofolio dengan memanfaatkan aplikasi seesaw  menunjukan adanya hasil yang baik. Hal ini dibuktikan dengan persentase keaktifan belajar peserta didik di atas KKM.