cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN PELATIHAN PENGGUNAAN DIGITAL LEARNING PLATFORM Nadya Fadillah Fidhyallah; Aditya Pratama; Susan Febriantina
EDUTECH Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i1.31585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pelatihan penerapan Digital Learning Platform dalam pembelajaran bagi mahasiswa di bidang pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada mahasiswa di bidang pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang akan mengikuti kegiatan program keterampilan mahasiswa (PKM) di sekolah. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang dimodifikasi dan diintegrasikan dengan penelitian RD level 1. Produk yang dihasilkan diuji menggunakan uji internal melalui proses uji ahli, yaitu ahli desain pelatihan, ahli materi, dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model desain pelatihan keterampilan yang dikembangkan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 92,37% dari ahli yang menunjukkan bahwa model desain pelatihan teruji valid dan siap diimplementasikan pada tahap selanjutnya. Produk dari penelitian ini adalah paket pelatihan yang terdiri dari kurikulum pelatihan dan handout pelatihan. Pelatihan ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dalam praktek ketrampilan mengajar. Materi yang disajikan dalam pelatihan ini adalah tutorial penggunaan platform pembelajaran digital yang terdiri dari Zoom.us, Mentimeter, Seesaw, Kahoot, dan Quizizz. Di sisi lain, diharapkan setelah mengikuti pelatihan para peserta pelatihan memiliki keterampilan dalam menggunakan platform pembelajaran digital sehingga pada saat peserta mengelola pembelajaran, mereka memiliki banyak alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan.
INOVASI KURIKULUM DALAM ASPEK TUJUAN DAN MATERI KURIKULUM PAUD Indah Maysela Azzahra; Triyana Triyana; Sukiman Sukiman
EDUTECH Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i1.41672

Abstract

Perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia merupakan salah satu bentuk Inovasi untuk merencanakan pembelajaran dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan lulusan siswa yang lebih maju dan optimal. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan membandingkan tujuan dan materi kurikulum PAUD Tahun 1994-2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari sebanyak-banyaknya informasi terkait inovasi kurikulum dalam aspek tujuan dan manfaat kurikulum dan kurikulum PAUD mulai dari kurikulum tahun 1994 sampai dengan tahun 2013. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif Miles dan Huberman. Tahapan analisis data terdiri dari data collection, data reduction, data disply, dan data verification. Hasil penelitian yaitu adanya perbaikan dan pembenahan dalam kurikulum dari setiap kurikulum-kurikulum yang ada sebelumnya apabila ditinjau dari aspek tujuan dan materi kurikulum. Kurikulum yang sangat jelas telihat mengalami inovasi yaitu pada kurikulum tahun 2004. Melakukan pembandingan tujuan dan materi kurikulum PAUD, diharapkan dapat berguna bagi lembaga PAUD untuk melakukan inovasi kurikulum lembaga PAUD sendiri
Parents’ Roles in Using Technological Devices at the Elementary School Anindita Fachrunnisa
EDUTECH Vol 21, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i3.43076

Abstract

The purpose of the study is to find out how the role of parents in the use of information and communication technology in online learning situations is carried out by their children who are at the elementary level. Due to the current pandemic conditions, elementary school students are learning at home online. With the assistance of parents, elementary school students must still be given directions in online learning using electronic communication tools. This study adopts a qualitative methodology with five participants who will be given a questionnaire by the researcher. The answers to each of these will then be analyzed as a result of this study. The results of this study reveal that the role of parents is very important in guiding, assisting, and supervising children in the use of electronic communication tools.
Pengembangan Video Tutorial Pola Lengan Menggunakan RP-DGS CAD Pattern Making Belyarosa Dwi Putri; Ernawati Ernawati
EDUTECH Vol 21, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i3.50545

Abstract

Pada pembelajaran CAD Pattern Making mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami langkah kerja pembuatan pola lengan yang ada pada jobsheet, dan video pembelajaran mengenai pembuatan pola lengan yang valid dan praktis masih terbatas menjadi alasan yang melatar belakangi penulis untuk melakukan penelitian. Maka dari itu diperlukannya video tutorial untuk mempermudah pemahaman mahasiswa terkait materi yang diberikan dan memperlihatkan langkah-langkah proses pembuatan pola lengan berdasarkan teknik pemasangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan video tutorial pembuatan pola lengan berdasarkan teknik pemasangannya menggunakan RP-DGS pada mata kuliah CAD Pattern Making Mahasiswa Tata Busana Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang yang bersifat valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (RD) dengan menerapkan model pengembangan menurut Alessi Trollip (2001). Hasil uji validasi media memiliki presentase nilai 92% dengan kategori sangat valid, lalu hasil uji validasi materi memiliki presentase nilai 92% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan uji coba skala kecil diperoleh nilai dengan presentase 94,1% yang dikategorikan sangat praktis, lalu praktikalitas uji coba skala besar diperoleh nilai dengan presentase 90,96% yang dikategorikan sangat praktis. Begitu juga hasil uji praktikalitas dosen yang diperoleh nilai dengan presentase 95%, dikategorikan sangat praktis. Berdasarkan data hasil penelitian, disimpulkan bahwa video tutorial pembuatan pola lengan menggunakan RP-DGS pada mata kuliah CAD Pattern Making sangat valid dan sangat praktis sehingga dapat digunakan dalam proses perkuliahan CAD Pattern Making.
Mobile Virtual Laboratorium untuk Pembelajaran Siswa SMA Syahrul Muhammad Bachtiar
EDUTECH Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i2.42574

Abstract

Keberadaan laboratorium di sekolah berbeda-beda masih banyak sekolah yang memiliki laboratorium yang tidak memadai, bahkan antara jumlah siswa dan laboratorium di sekolah belum proporsional. Pengembangan mobile virtual laboratorium ini dapat mengatasi permasalahan yang ada di berbagai sekolah, dengan tujuan untuk mengatasi keterbatasan laboratorium nyata. Karena dari beberapa jurnal menyebutkan bahwa mobile laboratorium virtual ini sangat efektif untuk dikembangkan dengan melihat perkembangan teknologi yang semakin maju. Penerapan mobile virtual laboratorium dapat mengurangi keterbatasan ruang dan waktu dalam melaksanakan suatu penelitian, serta dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran dan memberikan pengalaman baru untuk peserta didiknya.
HYBRID LEARNING: STRATEGI PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN PASCA PENERAPAN KEBIJAKAN PTMT DI MASA PANDEMI COVID-19 Vonny Vonny; Fariha Shiyama; Supriyatin Supriyatin
EDUTECH Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i1.42543

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi covid-19 menuntut terjadinya penyesuaian dan perubahan kebijakan yang sangat drastis. Kebijakan awal penyelenggaraan pendidikan di sekolah, berupa pembelajaran jarak jauh, yang menuntut pengadopsian pembelajaran berbasis online yang sudah lama dikenal dengan online learning. Namun demikian, tidak semua sekolah memiliki kesiapan cukup untuk menyelenggarakan online learning, sehingga banyak kekurangan terjadi dalam pelaksanaannya.  Setelah kasus covid-19 berkurang, melalui berbagai evaluasi, kebijakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) diberlakukan. Kebijakan PTMT diterapkan oleh setiap satuan pendidikan dengan pendekatan yang bervariasi. Penelitian ini memberikan gambaran deskriptif mengenai penyelenggaraan pembelajaran di beberapa sekolah pasca diterapkannya kebijakan PTMT, serta pendapat guru mengenai pelaksanaan penyelenggaraan kebijakan tersebut di sekolah masing-masing. Data diambil melalui survey yang disebarkan secara acak, dan didapatkan 82 responden dari berbagai sekolah. Validasi butir pertanyaan dihitung dengan menggunakan rumus alpha cronbach pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kebijakan PTMT diberlakukan, 49% satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran  hybrid learning, 38% menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di kelas dengan dua gelombang, 10% menyelenggarakan pembelajaran online untuk siswa yang belajar di rumah,  dan tatap muka di kelas pada waktu yang berbeda, sedangkan 4% melakukan kebijakan yang bervariasi lainnya. Dari sudut pandang guru, kebijakan PTMT dinilai memberikan keuntungan pada beberapa aspek. Secara khusus, pada pembelajaran hybrid learning, guru dituntut untuk mampu membagi atensi terhadap siswa yang belajar di rumah dan di sekolah, serta persiapan yang lebih untuk mendesain pembelajaran.
KOMPETENSI PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI JAWA BARAT Mario Emilzoli
EDUTECH Vol 21, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i3.52094

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi atas semakin meningkatnya kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam jaringan sebagai upaya untuk senantiasa memfasilitasi siswa yang tidak dapat belajar secara langsung di sekolah selama masa Pandemi COVID-19. Peningkatan aktivitas pembelajaran dalam jaringan tersebut nyatanya memberikan masalah baru baik bagi guru, siswa maupun orang tua. Khusus guru, cukup banyak permasalahan yang ditemui, salah satu yang paling mendasar yaitu kurangnya pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun desain pembelajaran dalam jaringan dimana terdapat berbagai perbedaan terutama dalam hal pemanfaatan beberapa teknologi informasi dan komunikasi yang selama ini tidak terlalu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kompetensi guru MI di Jawa Barat terkait dengan pembelajaran dalam jaringan. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang guru yang berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengukuran (Rating scale). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi guru MI secara umum berada pada kriteria Rendah (67%) dengan rincian tingkat pemahaman konsep pembelajaran dalam jaringan berada pada kriteria Sangat Rendah (32%), tingkat kompetensi perencanaan pembelajaran berada pada kategori Sangat Tinggi (98%), tingkat kompetensi pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan berada pada kategori Rendah (69%) dan tingkak kompetensi penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran berada pada kategori Rendah (68%). Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru MI dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam jaringan masih rendah khususnya pada aspek pemahaman mengenai konsep pembelajaran dalam jaringan.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FORMATIF EVALUATION MODEL (FEM) SEBAGAI MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) Sri Winarno; Asih Rohmani; Denny Senata; Pulung Nurtantio Andono
EDUTECH Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i2.45568

Abstract

Kondisi pandemi Covid19 ini memaksa para pemangku kebijakan khususnya dibidang pendidikan harus saling terkait dan berpadu untuk dapat memberikan solusi yang tepat agar supaya pendidikan tetap berjalan dengan baik. Pendidikan merupakan sektor yang terdampak cukup besar dimana Proses Belajar Mengajar (PBM) yang sebelumnya menggunakan model tatap muka langsung dihentikan. Perguruan tinggi dituntut lebih cepat dan tepat dalam memilih model pembelajaran dan melakukan evaluasi dalam pelaksanaannya sehingga PBM berjalan dengan baik. Namun demikian, capaian pembelajaran mata kuliah harus tetap diperhatikan dan dijaga supaya capaian pembelajaran lulusan tidak mengalami perubahan. Inovasi model pembelajaran yang melibatkan dosen dan mahasiswa harus dilakukan supaya pembelajaran lebih efektif, efisien dan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini. Model evaluasi pembelajaran menjadi penting dalam mengukur capaian pembelajaran saat ini. Formatif Evaluation Model (FEM) dipilih sebagai model evaluasi pembelajaran alternatif untuk meningkatkan ketercapaian capaian pembelajaran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini melakukan pengukuran sejauh mana persepsi mahasiswa terhadap FEM sebagai model evaluasi pembelajaran. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menyatakan setuju dan sangat setuju jika FEM digunakan sebagai model evaluasi pembelajaran.Kata Kunci: FEM, PBM, Evaluasi Pembelajaran
Development of Mechanical Puzzles as Learning Media for Operation Counting Addition for Hearing Impaired Children
EDUTECH Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i1.45837

Abstract

: Learning mathematics requires media as a bridge in mastering mathematical concepts because it is not easy to understand and abstract so that interactive learning media are needed to make children not only learn theoretically but also learn practically, including for children with hearing impairments. Children with hearing impairments have problems in acquiring vocabulary and have difficulty processing information, one of which is in learning addition arithmetic operations so that concrete media that involves physical activity to make it easier for students to learn mathematics is needed . Based on that, the researcher aims is to conduct research on the development of mechanical puzzle media as a learning medium for addition operations in the form of concrete objects for students with hearing impairments. The research model used in this study is the development of learning tools with a 4-D development model consisting of 4 main stages, namely Define , Design , Develop and Disseminate with the test subject of 5 students.with hearing impairment class 1 in SLB Karnnamanohara. Data collection techniques used are interview and questionnaire techniques with data collection stages in the form of interviews with teachers and expert validation. The media expert validation assessment showed that the media expert validation percentage was 87.5% (very feasible) and material expert was 79% (very feasible). These results indicate that in the mechanical puzzle overall very feasible to use with some suggestions for further improvement on the indicators of mathematical concepts and graphic design.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran REACT terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 6 SD Negeri 10 Sungai Sapih Kuranji Kintan Fitriani; Ulfia Rahmi
EDUTECH Vol 21, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v21i3.51982

Abstract

The research is based on the problem that the researcher found in grade 6 of SDN 10 Sungai Sapih Padang where student learning outcomes are very low in PKN subjects in the material of socio-cultural and economic diversity due to various factors. The researcher decided to implement the REACT learning model in order to improve the learning outcomes of students in the 6th grade.This study is a quasi-experimental study with class 6B as the experimental class and class 6C as the control class. The procedure is preparation, research and assessment. The technique of collecting data in this research is a test in the form of objective questions, as well as documentation with the instrument, namely test items. The tests used are normality, homogeneity and independent.Based on the analysis, it was found that there were differences in learning outcomes between classes taught with the REACT and conventional models in PKN subjects on socio-cultural and economic diversity. with the difference in the final score, namely in the experimental class the average value is 82, the highest score is 100 and the lowest is 50, while the control class has an average value of 7, the highest score is 90 and the lowest is 55. So it can be seen if there is a significant difference which can also be seen from the test results. the hypothesis obtained 0.05 (Sig. 0.000 0.05) means that Ha is accepted. The conclusion is that there are differences in the learning outcomes of students who study with the REACT learning model and students who study conventionally on PKN subjects in the socio-cultural and economic diversity of SDN 10 Sungai Sapih Kuranji.