cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekologikesehatan@gmail.com
Editorial Address
Badan LItbangkes, Jalan Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekologi Kesehatan
ISSN : 14124025     EISSN : 23548754     DOI : https://doi.org/10.22435/jek
Core Subject : Health,
The scope of this journal covers the ecological health that emphasizes mutual interaction between human and enviromental aspects such as in physical chemical biological and sociocultural that affect peoples healts status
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
STUDI EFIKASI DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN KELAMBU BERINSEKTISIDA DI DESA SUNGAI NYAMUK, PULAU SEBATIK, KALIMANTAN UTARA jek managerxot; Sugiarto Sugiarto; Upik Kesumawati Hadi; Susi Soviana; Lukman Hakim
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 16 No 2 (2017): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2017
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.16.2.362.104-111

Abstract

Dalam upaya melakukan eliminasi malaria, pemerintah berusaha mengendalikan vektor penyakit tersebutmelalui pembagian kelambu berinsektisida. Dalam proses penggunaannya, pengguna kelambu jenis iniperlu melakukan pemeliharaan untuk menjamin efektifitasnya. Penelitian ini dilakukan dengan maksuduntuk menganalisis efektifitas kelambu berinsektisida terhadap nyamuk Anopheles sp. dan mengetahuipengetahuan, sikap, perilaku masyarakat terhadap penggunaan dan pemeliharaan kelambu tersebut.Penelitian dilakukan di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utaradengan desain cross sectional. Data efektivitas kelambu diperoleh dengan cara melakukan Bioassay ConeTest (uji efikasi) terhadap kelambu berinsektisida dan yang tidak berinsektisida di rumah tangga yang telahmenggunakan kelambu lebih dari 6 bulan. Data PSP masyarakat diperoleh dengan cara wawancaraterhadap responden terpilih dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan secaraunivariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelambu berinsektisida yang paling efektifadalah kelambu telah digunakan selama 6 bulan. Kelambu yang telah digunakan 12-24 bulan sudah mulaitidak efektif. Seluruh responden (100%) setuju dengan pembagian kelambu berinsektisida, tetapi hanya87% yang menyatakan bersedia menggunakannya. Seluruh responden (100%) melakukan pemasangan kelambu dengan benar, dan belum pernah mencuci kelambu yang dibagikan. Dapat disimpulkan bahwakelambu berinsektisida yang telah digunakan lebih dari 12 bulan sudah mulai tidak efektif dalammengendalikan vektor nyamuk Anopheles sp. Hampir seluruh responden tidak merawat/melakukanpencucian kelambu berinsektisida yang dibagikan. Dalam rangka eliminasi malaria di Desa SungaiNyamuk perlu adanya peningkatan partisipasi aktif masyarakat (perawatan kelambu) dalam upayapengendalian vektor (Anopheles sp.).
METODE ALTERNATIF HITUNG IPKM YANG MEMILIKI KORELASI LEBIH TINGGI DENGAN IPM jek managerxot; Roy Nusa; Nunik Kusumawardani
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 16 No 2 (2017): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2017
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.16.2.363.112-120

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator multi dimensi penting untuk menilaikesejahteraan masyarakat secara lebih komprehensif (kesehatan, pendidikan dan standar hidup yang layak).Secara khusus untuk bidang kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, KementerianKesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)tahun 2008 dan tahun 2014 yang meliputi 30 indikator kesehatan terpilih. Penelitian ini dilakukan dengantujuan untuk mendapatkan metode alternatif (metode geometrik) dalam menghitung IPKM berdasarkanlaporan IPKM tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Badan Litbang Kesehatan dan data IPM tahun 2013 yangdikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan nilaikorelasi dan koefisien determinasi antara nilai IPKM tahun 2014 yang dihitung dengan rata-rata aritmatikdan yang dihitung dengan rata-rata geometrik terhadap nilai IPM tahun 2013. Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan hasil IPKM antara perhitungan rata-rata geometrik dan perhitungan ratarata aritmatik. Perhitungan rata-rata geometrik menunjukkan korelasi yang lebih tinggi antara nilai IPKMdan IPM dibandingkan dengan perhitungan rata-rata aritmatik. Selain itu perhitungan rata-rata geometrikdalam formulasi IPKM memiliki karakteristik yang stabil terhadap nilai ekstrim pada komponenindikatornya. Hasil perhitungan dengan rata-rata geometrik berimplikasi untuk memperoleh IPKM yangtinggi harus mempertimbangkan semua indikator yang dibangun dengan cara yang lebih setara.
KEJADIAN GASTROENTERITIS DAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA SISWA SD DI KELURAHAN BEJI TIMUR, KOTA DEPOK Halimatussa’diah Halimatussa’diah; Zahra Zahra; Athena Anwar
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 2 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.2 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.208 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.2.377.96-104

Abstract

ABSTRACT Gastroenteritis is an inflammation of the mucous membranes of the digestive tract which is characterized by diarrhea or vomiting. One of the causes is the consumption of unhygienic food. This study aims to determine the incidence of gastroenteritis in elementary students in Beji Timur Village, Depok City and its determinant factors. The study design was cross-sectional. The data collected included the incidence of gastroenteritis obtained by interviewing 120 students from two elementary schools, the content of Salmonella sp. bacteria in 46 types of school snacks (PJAS), students' hygienic behavior and PJAS handlers / sellers. The results showed that 11.5% of students experienced gastroenteritis and 4% of PJAS contained Salmonella sp.. Bivariate analysis of several risk factor variables showed contamination of Salmonella sp bacteria in snack foods had the highest risk of gastroenteritis in elementary students (OR 7.86 ; 95% CI: 2.07–29.86). It is recommended to improve supervision of PJAS and its handlers / sellers, and improve the public health promotion efforts, especially the habit of washing hands using soap and running water before consuming food or after defecation. Keywords : Gastroenteritis, elementary students,kids school snack ABSTRAK Gastroenteritis adalah radang selaput lendir saluran pencernaan yang ditandai dengan diare atau muntah. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi pangan yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian gastroenteritis pada siswa sekolah dasar (SD) di Kelurahan Beji Timur, Kota Depok dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Disain penelitian adalah cross-sectional. Data yang dikumpulkan meliputi kejadian gastroenteritis yang diperoleh dengan wawancara terhadap 120 siswa dari dua SD, kandungan bakteri Salmonella sp dalam 46 jenis pangan jajanan anak sekolah (PJAS), perilaku higienis siswa maupun penjamah/penjual PJAS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11,5% siswa yang mengalami kejadian gastroenteritis, dan 4% PJAS mengandung Salmonella sp. Analisis bivariat terhadap beberapa variabel faktor risiko menunjukkan kontaminasi bakteri Salmonella sp dalam makanan jajanan memiliki risiko terhadap kejadian gastroenteritis pada siswa SD (OR 7,86 ; 95% CI: 2,07–29,86). Disarankan untuk meningkatkan pengawasan terhadap PJAS maupun penjamah/ penjualnya, dan meningkatkan upaya promosi kesehatan siswa khususnya kebiasaan cuci tangan memakai sabun dan air mengalir sebelum mengkonsumsi makanan maupun sesudah BAB. Kata kunci : Gastroenteritis, siswa SD, pangan jajanan anak sekolah
Front Matter Vol 17 No. 2 September 2018
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 2 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.2 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.605 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.2.610.%p

Abstract

Front Matter Vol 17 No. 2 September 2018
Back Matter Vol 17 No. 2 September 2018
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 2 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.2 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.318 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.2.611.%p

Abstract

Back Matter Vol 17 No. 2 September 2018
PENERAPAN ANALISIS KOMPONEN PRINSIPAL DALAM MEMBENTUK INDEKS PENGETAHUAN TENTANG FILARIASIS Anton Suryatma; Tities Puspita
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.301 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.3.613.146-154

Abstract

ABSTRACT Knowledge about filariasis is one of many importance dimensions of succsessing filariasis elimination in Indonesia. This study aims at forming knowledge index about filariasis using principal component analysis. Principal component analysis methods have been used to reduce the researcher subjectivity in making knowledge composit. Data was from multicentre research on filaria 2017 by Indonesian National Institute of Health Research and Development. It was a cross sectional study conducted in 23 districts with 13,266 respondents. Ten questions about the causes and impacts of filariasis were asked with a structured questionnaire. Tetrachoric correlation and principal component analysis were used in data analysis. The knowledge index could explain 45.18% (rho=0.4518) of knowledge variations from the ten questions. This index can potentially be used as an output or a predictor variable in advance analysis. Future studies should take into account all levels and depths of knowledge when forming a knowledge composit. Keywords: knowledge, filaria, filariasis, principal component analysis ABSTRAK Pengetahuan tentang filariasis merupakan salah satu dimensi penting dalam keberhasilan eliminasi filariasis di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk membentuk indeks pengetahuan tentang filariasis menggunakan metode analisis komponen prinsipal. Metode analisis komponen prinsipal digunakan untuk mengurangi subjektifitas peneliti dalam membentuk komposit pengetahuan. Data yang digunakan berasal dari penelitian multisenter filariasis 2017 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Penelitian tersebut merupakan penelitian potong lintang di 23 Kabupaten dengan 13.266 responden. Terdapat sepuluh pertanyaan yang ditanyakan melalui kuesioner terstruktur mengenai penyebab dan akibat dari filariasis. Data dianalisis dengan korelasi tetrakorik dan analisis komponen prinsipal. Indeks pengetahuan filariasis yang terbentuk dapat menjelaskan 45,18% (rho=0,4518) variasi pengetahuan dari 10 pertanyaan. Indeks ini dapat digunakan dalam analisis lanjutan sebagai variabel output atau prediktor. Disarankan untuk mempertimbangkan tingkatan dan kedalaman pengetahuan apabila hendak membentuk komposit pengetahuan filariasis. Kata kunci: pengetahuan, filaria, filariasis, analisis komponen prinsipal
PERILAKU PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI : STUDI PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU (PSP) DAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA WANITA PASCA MENOPAUSE DI KOTA BOGOR Woro Riyadina; Evi Martha; Athena Anwar
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.364 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.3.666.182-196

Abstract

ABSTRACT Half of the women (48%) had hypertension at the age of menopause and the majority of hypertension was uncontrolled. For hipertensive patients, behavioral factors (knowledge, attitude and practice) and environment related to the prevention and control of blood pressure. This study explored further from the research data " The Dynamics of Change in Body Mass Index and Blood Pressure in Postmenopausal Women in Bogor on 2011-2014, focus on knowledge, attitude and practice of preventing and controlling hypertension in Bogor City. Data collection was carried out with indepth interviews on key informants responsible for health program and Focus Group Discussion (FGD) for 4 groups of hypertensive and normotensive informants, respectively. The qualitiative data analyzed using theme analysis, triangulation was carried out for data validation. Analysis of drinking water quality data was done by independent t test. The majority of postmenopausal women were 55 years old and senior high school education. Most of them already have good knowledge and attitudes in the prevention and control of blood pressure, but are still lacking in practice. Aluminum and lead (Pb) contamination in drinking water has exceeded the standard value and has the potential to increase blood pressure. For hypertensive patient, health workers should have a strategy to increase the motivation to practice the prevention and control of blood pressure with various counseling methods that are more innovative and applicative to specific local potential and routine monitoring of drinking water sources to maintain good drinking water quality. Keywords: Hypertension, menopause, behavioral factors, control of blood pressure ABSTRAK Separuh wanita (48%) mengalami hipertensi saat memasuki usia menopause dan mayoritas hipertensi tidak terkontrol. Bagi penderita hipertensi, faktor perilaku dan lingkungan berhubungan dengan pencegahan dan pengontrolan tekanan darah. Penelitian ini adalah eskplorasi lebih lanjut dari data penelitian “Dinamika Perubahan Indeks Massa Tubuh dan Tekanan Darah pada Wanita Pasca Menopause di Kota Bogor, tahun 2011-2014 tentang Pengetahuan Sikap dan Perilaku (PSP) dan lingkungan wanita pasca menopause dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi. Pengumpulan data PSP dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci penanggung jawab program kesehatan, dan Diskusi Kelompok Terpadu (DKT) pada 4 kelompok informan hipertensi dan 4 kelompok normotensi. Pengumpulan data lingkungan fisik dilakukan dengan observasi dan mengukur kualitas air dengan pemeriksaan parameter kimiawi air minum. Analisis data kualitatif menggunakan analisis tematik, sedangkan analisis data kualitas air minum dengan uji beda mean (independent t test). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas wanita pasca menopause yang normotensi dan hipertensi berumur 55 tahun dan pendidikan SMA, sebagian besar sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam pencegahan dan pengontrolan tekanan darah, tetapi masih kurang dalam prakteknya. Cemaran aluminium dan timbal (Pb) dalam air minum sudah melebihi nilai baku mutu dan berpotensi meningkatkan tekanan darah. Disarankan bagi petugas kesehatan sebaiknya mempunyai strategi peningkatan motivasi praktek pencegahan dan pengontrolan tekanan darah dengan berbagai metode konseling yang lebih inovatif dan aplikatif berbasis potensi lokal spesifik dan monitoring rutin sumber air minum untuk menjaga kualitas air minum tetap baik. Kata kunci: Hipertensi, menopause, faktor perilaku, pengontrolan tekanan darah
STATUS KERENTANAN Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA GOLONGAN ORGANOFOSFAT DAN PIRETROID DI INDONESIA Jusniar Ariati; Dian Perwitasari; Rina Marina; Shinta Shinta; Doni Lasut; Roy Nusa; anwar musadad
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.584 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.3.847.135-145

Abstract

ABSTRACT The long-term use of insecticides causes resistance to targeted insects, so that a study of its resistance in Indonesia is needed. A cross-sectional study was conducted to determine the resistance status of Aedes aegypti to organophosphates and pyrethroids in 102 districts in 2015 with reference to WHO standard bioassay test. Sampling and testing of Ae. Aegypti larvae from 100 houses were carried out from three area of each health center. Test results on 0.8% malathion revealed that 84% districts were resistant, 13% districts were tolerant, and 3% districts were vulnerable. The test results for temephos of 0.02% also found that 49% districts were resistant, 29% districts were tolerant and 22% districts were vulnerable. While for 0.05% cypermethrin insecticide test; 98% were resistant, and 1% was tolerant. The test on 0.025% alpha cypermethrin found that 40% were resistant, 51% were tolerant and 9% were vulnerable. Test on 0.025% deltamethrin found that 65% were resistant, 22% districts were tolerant and 14% districts were vulnerable. With the high resistance to organophosphate and pyrethroid groups, it is recommended to rearrange the application of insecticide types in each region cyclically. Keywords: Insecticides, resistance, organophosphates, pyrethroid, Aedes aegypti ABSTRAK Penggunaan insektisida dalam jangka waktu lama menyebabkan resistensi terhadap serangga sasaran, sehingga diperlukan uji status kerentanan Ae.aegypti di Indonesia. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel uji (jentik Ae. aegypti) dilakukan di 102 Kabupaten/kota di Indonesia pada 100 rumah di setiap tiga wilayah kerja puskesmas. Metode uji kerentanan menggunakan bioassay test standar WHO. Hasil uji terhadap malathion 0,8% mendapatkan 86 (84%) kabupaten telah resisten, 13 kabupaten (13%) toleran dan 3 (3%) kabupaten rentan. Hasil uji terhadap temephos 0,02% menunjukkan 50 (49%) kabupaten resisten, 30 (29%) kabupaten toleran dan 22 (22%) kabupaten rentan. Hasil uji insektisida sipermetrin 0,05%, sebanyak 100 (98%) kabupaten resisten, dan 1 (1%) kabupaten toleran. Hasil uji terhadap alfa sipermetrin 0,025%, sebanyak 18 kabupaten (40%) resisten, 23 (51%) kabupaten toleran dan 4 (9%) kabupaten berstatus rentan. Hasil uji terhadap deltametrin 0,025% sebanyak 66 (65%) kabupaten resisten, 22 (22%) kabupaten toleran dan 14 (14%) kabupaten rentan. Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi resistensi terhadap insektisida golongan organofosfat dan piretroid. Disarankan untuk mengganti kedua jenis insektisida tersebut di setiap wilayah yang teridentifikasi resitensi tinggi. Kata kunci: Insektisida, resitensi, organofosfat, piretroid, aedes aegypti
GAMBARAN PELAKSANAAN JARINGAN SOSIAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN DI DESA KARANG BAJO, KABUPATEN LOMBOK UTARA Novianti Novianti; Anissa Rizkianti
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.755 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.3.882.165-181

Abstract

ABSTRACT The reduction of maternal mortality remains the main focus of health development target of achievement in many parts of the world as the highest contribution of deaths occurred in developing countries. Social network system developed within community has obstacles in achieving target of maternal mortality reduction. In general, this study used quantitative and qualitative approach. Sampling for each respondent and informant was done using purposive sampling method. Quantitative data collection was undertaken among 90 postpartum women, and 25 qualitative informants. Quantitative results show attitude and behavior of women: most women chose delivery at health facility (96.7%) with assistance by health professionals (100%). Almost all respondents received ANC (95.6%), mostly reported of having socialization and information on safe delivery, obtained by health workers, village health volunteers, head of village and traditional birth attendant (TBA). Most respondent chose to not have childbirth with assistance by TBA. Result of in-depth interview among community members involved in P4K acknowledged that strategy to overcome obstacles in social network is to include TBA in the social network of P4K, train and provide knowledge on emergency action that is hygienic and safe, as well as report promptly if encounter difficulties in helping childbirth and using Tabulin to overcome the economic problems of the family. The social network works by exploiting the potential that exists in the community agreed upon and built on initiation within the community itself and proven to be able to overcome various obstacles to prevent and handle the emergency of pregnancy and childbirth. Keywords: Social Network P4K, Maternal Mortality, Community Development ABSTRAK Penurunan angka kematian ibu (AKI) masih menjadi fokus utama target pencapaian pembangunan kesehatan di berbagai belahan dunia dengan penyumbang kematian tertinggi adalah negara-negara berkembang. Sistem jaringan sosial yang telah terbentuk pada kelompok masyarakat memiliki hambatan dalam mencapai target penurunan AKI. Secara garis besar penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Penarikan sampel untuk setiap responden dan informan dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan terhadap 90 ibu-ibu pasca melahirkan dan informan kualitatif berjumlah 25 orang. Hasil kuantitatif menunjukkan sikap dan perilaku ibu: sebagian besar memilih persalinan di fasilitas kesehatan (96,7%) dengan penolong persalinan dengan tenaga kesehatan (100%). Hampir seluruh responden ibu melakukan ANC (95,6%), sebagian besar responden mengaku sudah pernah mendapat sosialisasi dan informasi mengenai persalinan yang aman, dimana informasi didapat dari tenaga kesehatan, kader desa, kepala desa dan juga dari dukun beranak. Sebagian besar responden memilih tidak melahirkan dengan pertolongan dukun (65,6%). Hasil wawancara mendalam terhadap anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan P4K menyatakan bahwa strategi untuk mengatasi hambatan bekerjanya jaringan sosial adalah mengikutsertakan dukun beranak untuk terlibat dalam jaringan sosial kegiatan P4K serta melatih dan memberikan pengetahuan terkait tindakan darurat yang steril dan aman serta harus segera melapor jika menemui kesulitan dalam menolong persalinan serta mengembangkan tabulin (tabungan persalinan) untuk mengatasi persoalan ekonomi keluarga ibu yang akan melahirkan. Jaringan sosial bekerja dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat yang disepakati serta dibangun atas inisiasi dari dalam masyarakat itu sendiri dan terbukti mampu mengatasi berbagai hambatan dalam upaya pencegahan dan penanganan kegawatdaruratan kehamilan dan persalinan. Kata kunci: Permukiman, status ekonomi, mental emosional
OPEN BURNING OF HOUSEHOLD SOLID WASTE AND CHILD RESPIRATORY HEALTH: EVIDENCE FROM INDONESIA Sri Irianti; Puguh Prasetyoputra
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.705 KB) | DOI: 10.22435/jek.17.3.996.123-134

Abstract

ABSTRAK Pembakaran sampah rumah tangga yang tidak terkendali menciptakan banyak polutan berbahaya. Menurut Riskesdas 2013, satu dari dua rumah tangga Indonesia dilaporkan membakar sampah mereka di tempat terbuka. Oleh karena itu, analisis ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pembakaran terbuka limbah padat rumah tangga dan pengalaman ISPA pada anak-anak di Indonesia dari sumber data yang sama. Kami memasang model regresi logistik sederhana dan multivariabel untuk menguji hubungan antara paparan pembakaran terbuka limbah padat rumah tangga dan pengalaman ISPA pada anak di bawah 5 tahun dari data Riskesdas 2013. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pembakaran terbuka limbah rumah tangga dan pengalaman ISPA pada anak-anak Indonesia. Secara khusus, kami menemukan proporsi yang lebih tinggi dari pembakaran terbuka di area ini terkait dengan risiko ISPA yang lebih tinggi. Hubungan ini tetap signifikan secara statistik setelah variabel penjelas lainnya dimasukkan. Namun, kami tidak menemukan hubungan yang signifikan antara pembakaran terbuka di tingkat rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa anak-anak juga dapat terkena polusi udara luar ruangan selain dari polusi udara dalam ruangan yang berasal dari penggunaan bahan bakar memasak yang tidak aman. Dengan temuan ini, kami merekomendasikan semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk mengatasi praktik umum pembakaran sampah secara terbuka. Kata kunci: Riskesdas 2013, pembakaran sampah terbuka, pencemaran udara, ISPA ABSTRACT Uncontrolled burning of household solid waste creates many harmful pollutants. The Basic Health Research (Riskesdas) 2013 found that one in two Indonesian households burned their solid waste in the open. Therefore, the study is aimed at examining the relationship between open burning of household solid waste and experience of ARI among under-5 children in Indonesia using the same source of data.We fitted simple and multivariable logistic regression models to the 2013 Riskesdas to examine the association between exposure to open burning of household solid waste and ARI experience among U-5 children.The results showed a significant association between open burning of household waste and ARI experience among Indonesian children. Specifically, we found a higher proportion of open burning in the area is associated with a higher risk of ARI. This relationship remains statistically significant after the other covariates were included. We did not observe, however, a significant association between open burning at the household level.These findings imply that children may also be exposed to outdoor air pollution besides from indoor air pollution emanating from the use of unsafe cooking fuel. Given these findings, we urge all stakeholders including the community to tackle the prevalent practice of open burning. Keywords: Riskesdas 2013, household solid waste, open burning, air pollution, ARI

Page 3 of 11 | Total Record : 102