cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekologikesehatan@gmail.com
Editorial Address
Badan LItbangkes, Jalan Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekologi Kesehatan
ISSN : 14124025     EISSN : 23548754     DOI : https://doi.org/10.22435/jek
Core Subject : Health,
The scope of this journal covers the ecological health that emphasizes mutual interaction between human and enviromental aspects such as in physical chemical biological and sociocultural that affect peoples healts status
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENGETAHUAN FILARIASIS DAN PENGGUNAAN OBAT GOSOK PENGUSIR NYAMUK DI WILAYAH ENDEMIS FILARIASIS Mutiara Widawati; Muhammad Umar Riandi; Yuneu Yuliasih
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.697 KB) | DOI: 10.22435/jek.18.2.2077.80-87

Abstract

ABSTRACT The uses of repellent are an effort to prevent mosquito bites in the community. Therefore, a study was conducted to find out the difference in the level of knowledge with the use of repellent/liniment on people in areas that received the Filariasis Mass Prevention Drug Program. This research is the result of secondary data analysis from multicenter research "Filariasis elimination evaluation study" in 2017 conducted in Subang district, West Java Province. Total respondents surveyed were 555 people. The respondents were the people who received mass drug administration. The data collected respondent’s knowledge about the cause and transmitter of filariasis diseases and the repellent use activity of respondents. This study used chi-square analysis to see the relationship between knowledge and the use of repellent in respondents. The results showed that a total of 307 (55.3%) respondents stated they were using liniment / repellent drugs; and 248 (44.7%) respondents did not use repellent. There is a difference in the level of knowledge of respondents with filariasis (p <0.05) between respondents who use repellent and those who do not. This study concludes that the higher respondents' knowledge, the greater their tendency to use repellent. Knowledge about the spread and causes of filariasis was related to the use of repellent in the community. Keywords: Repellent; knowledge; filariasis; mosquitoes ABSTRAK Penggunaan Repelen adalah suatu usaha untuk mencegah gigitan nyamuk di masyarakat. Sehingga dilakukan studi yang bertujuan untuk mencari perbedaan tingkat pengetahuan antara masyarakat yang memakai dan tidak memakai repelen/obat gosok di daerah yang menerima program eliminasi filariasis. Artikel ini merupakan analisis data sekunder dari riset multisenter Studi evaluasi eliminasi filariasis tahun 2017 yang dilakukan di kabupaten Subang, provinsi Jawa barat. Responden adalah sampel masyarakat di daerah program Pemberian Obat Pencegahan Massal filarias yang berjumlah 555 orang. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan responden terhadap penyakit filariasis (penyebab dan penenular) dan perilaku penggunaan repelen. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan pemakaian obat gosok repelen dilakukan dengan analisis bivariat chi-square. Hasil menunjukkan, dari 555 responden; sebanyak 307 (55,3%) responden menyatakan bahwa mereka memakai obat gosok /repelen; dan 248 (44,7%) responden tidak memakai repelen. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden penyakit filariasis (p< 0,05) antara responden yang memakai repelen dengan yang tidak memakai. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan terhadap penyakit filariasis, maka semakin besar kecenderungan responden memakai repelen. Kata kunci: Obat gosok; repelen; pengetahuan; filariasis; nyamuk
PERILAKU MENGHISAP DARAH NYAMUK ANOPHELES SPP. DI DESA SAKETA, KECAMATAN GANE BARAT, HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA Shinta Shinta; Amirullah Baharudin
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.2.2079.99-110

Abstract

ABSTRACT South Halmahera is a malaria-endemic area in Indonesia. One of the efforts to control the vector is to get information on Anopheles spp mosquito bionomics. This study aims to understand the Anopheles spp blood-sucking behavior in Saketa Village, South Halmahera Regency. The study was conducted from May 2013 to April 2014. Catching mosquitoes was carried out from morning to evening using the Human Landing Collection (HLC) method. The results found 9 species of Anopheles namely, An. barbumbrosus, An. farauti, An. kochi, An. indefinitus, An. koliensis, An. punctulatus, An. subpictus, An. tesselatus and An. vagus. The highest Man Hour Density (MHD) is found at an altitude of 25 meters above sea level, namely An. kochi, and An. indefinitus (2.15 and 1.45 mosquitoes/person /hour). MHD at an altitude of 3 masl is dominated by An. kochi and An. indefinitus (1.95, and 1.8 mosquitoes/person/hour). Man Biting Rate (MBR) at an altitude of 25 meters above sea level is dominated by An. kochi and An. indifinitus (25,90 and 17,47 mosquitoes/person/day), at an altitude of 9 masl, dominated by An. punctulatus and An.indefinitus (4,82 and 4,22 mosquitoes/person/day), at an altitude of 3 meters is dominated by An.indefinitus and An. kochi (21.69 and 23.49 mosquitoes/person/day). Anopheles spp. the number of caught at 06.00-07.00 is very low, but the density An. kochi and An. indefinitus increased at 07.00-08.00 and decreased after 17.00. Other Anopheles species remain with low populations throughout capture. Keywords: Anopheles spp., Malaria, Saketa village ABSTRAK Halmahera Selatan merupakan daerah endemis malaria di Indonesia. Salah satu upaya pengendalian vektor adalah mendapatkan informasi bionomik nyamuk Anopheles spp. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku menghisap darah Anopheles spp di Desa Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2013 hingga April 2014. Penangkapan nyamuk dilakukan dari pagi hingga sore hari dengan metode Human Landing Collection (HLC). Hasil penelitian menemukan 9 spesies Anopheles yaitu, An. barbumbrosus, An. farauti, An. kochi, An. indefinitus, An. koliensis, An. punctulatus, An. subpictus, An. tesselatus dan An. vagus. Man Hour Density (MHD) tertinggi ditemukan pada ketinggian 25 mdpl yaitu An. kochi, dan An. indefinitus (2,15 dan 1,45 nyamuk/orang/jam). MHD pada ketinggian 3 mdpl didominasi oleh nyamuk An. kochi dan An. indefinitus (1,95, dan 1,8 nyamuk/orang/jam). Man Biting Rate (MBR) pada ketinggian 25 mdpl didominasi An. kochi dan An. indifinitus (25,90 dan 17,47 nyamuk/org/hari), pada ketinggian 9 mdpl, didominasi oleh An. punctulatus dan An. indefinitus (4,82 dan 4,22 nyamuk/org/hari), pada ketinggian 3 meter didominasi oleh An.indefinitus dan An. kochi (21,69 dan 23,49 nyamuk/org/hari). Anopheles spp. yang tertangkap pada jam 06.00-07.00 jumlahnya sangat rendah, namun kepadatan An. kochi dan An. indefinitus meningkat pada pukul 07.00-08.00 dan menurun setelah pukul 17.00. Spesies Anopheles lainnya tetap dengan populasi yang rendah sepanjang waktu penangkapan. Kata kunci: Anopheles spp., malaria, Desa Saketa
Front Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019 Athena Anwar
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.146 KB) | DOI: 10.22435/jek.18.1.2094.%p

Abstract

Front Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019
Back Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019 Athena Anwar
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.31 KB) | DOI: 10.22435/jek.18.1.2095.%p

Abstract

Back Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019
PREVALENSI EKTOPARASIT PADA TIKUS SEBAGAI UPAYA PEMETAAN RISIKO ZOONOSIS DI KAWASAN ROB KOTA SEMARANG Wahyu Mustika Dewi; Partaya Partaya; Susanti Susanti
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.462 KB) | DOI: 10.22435/jek.v3i18.2133

Abstract

ABSTRACT Rats are a reservoir of various zoonotic diseases that have the potential to spread disease in animals and humans through ectoparasites. The study was conducted in the coastal inundation area of ​​Semarang City with different status of tidal flood hazards. Using the area sampling method, the number of traps used was 50 traps with 4 times repetitions. The number of rats obtained was 84, the species identified were B. indica, R. norvegicus, R. tanezumi, R. exulans, and S. murinus. Trap high categorical success in the Village Tugurejo was 15.5%, moderate category was in the Village Bangetayu Kulon (14%) and low category was in the District of Bandarharjo (12%). The number of ectoparasites obtained from three locations was 761, which were identified as Xenopsylla cheopis fleas, Laelaps echidninus mites and Hoplopleura pacific mites. The number of ectoparasites captured in Bangetayu Kulon Village 456 (high category), Bandarharjo Village 219 (medium category) and Tugurejo Village 86 (low category). Bandarharjo and Bangetayu Kulon Kelurahan have 100% prevalence of rat ectoparasites, whereas in Tugurejo Kelurahan, the prevalence of ectoparasites infestation in Bandicota indica was 50%, Rattus norvegicus was 80% and Rattus tanezumi was 72.2%. Keywords: Ectoparasites, coastal inundation, rats, zoonotic diseases ABSTRAK Tikus merupakan reservoir berbagai penyakit zoonotic yang berpotensi menyebarkan penyakit pada hewan dan manusia melalui ektoparasit. Penelitian dilaksanakan di kawasan rob Kota Semarang dengan status kerawanan banjir rob yang berbeda. Menggunakan metode area sampling, jumlah perangkap yang digunakan sebanyak 50 perangkap dengan 4x pengulangan. Jumlah tikus yang diperoleh sebanyak 84 ekor, spesies yang teridentifikasi yaitu B. indica, R. norvegicus, R. tanezumi, R. exulans, dan S. murinus. Trap sukses kategori tinggi di Kelurahan Tugurejo sebanyak 31 ekor (15,5%), trap sukses kategori sedang di Kelurahan Bangetayu Kulon sebanyak 28 ekor (14%) dan trap sukses kategori rendah di Kelurahan Bandarharjo sebanyak 25 ekor (12%). Jumlah ektoparasit yang diperoleh dari tiga lokasi sebanyak 761 ekor, yang teridentifikasi pinjal Xenopsylla cheopis, tungau Laelaps echidninus dan kutu Hoplopleura pasifica. Jumlah ektoparasit tikus yang tertangkap di Kelurahan Bangetayu Kulon 456 (kategori tinggi), Kelurahan Bandarharjo 219 (kategori sedang) dan Kelurahan Tugurejo 86 (kategori rendah). Kelurahan Bandarharjo dan Kelurahan Bangetayu Kulon prevalensi infestasi ektoparasit tikus 100%, sedangkan di Kelurahan Tugurejo prevalensi infestasi ektoparasit pada Bandicota indica 50%, Rattus norvegicus 80% dan Rattus tanezumi 72,2%. Kata kunci: Ektoparasit, kawasan rob, tikus, zoonosis
KORELASI INDEKS ENTOMOLOGI TERHADAP SUSEPTIBILITAS Ae. AEGYPTI PADA ENAM JENIS INSEKTISIDA DI TUJUH PROVINSI WILAYAH SUMATERA Doni Lasut; Rina Marina; Jusniar Ariati; Roy Nusa RES
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.652 KB) | DOI: 10.22435/jek.18.2.2138.70-79

Abstract

ABSTRACT Dengue cases are increasingly widespread in all parts of Indonesia, but currently, the priority of control is prevention through fogging focus on endemic DHF areas. The purpose of this study was to determine the entomology indicator of dengue vector mosquitoes about the susceptibility status of the Ae aegypti mosquito. The study design was a cross-sectional study and data analysis using Pearson Correlation statistical tests. This research was conducted in seven provinces in Sumatra, which consisted of three districts with three regions endemic to dengue fever centers in each province. The larvae collection was carried out in 100 houses in each selected Puskesmas. The susceptibility test of adult mosquitoes to six types of insecticide active ingredients was carried out by the WHO Bioassay method while the larval susceptibility test used the Elliot method. The results showed that index of entomology at 7 provinces in Sumatra were; HI and CI the highest in Kota. Pematang Siantar (58,60 % and 64 % ) and the lowest in Kabupaten Prabumulih and Palembang ( 22,70 and 0 % ), the highest of BI in Kabupaten Bangka Barat ( 87,40 % ) and the lowest in the Kota Metro ( 31,10 % ); the highest of ABJ in Kota Palembang ( 77,30 % ) and the lowest in Kota Pematang Siantar ( 41,40 %). Malathion 0.8 % still effective as an mosquito control by the presence of strong and moderate relationship was for CI and HI. Whether there are mosquitoes control using chemical insecticides in several locations in 7 provinces of Sumatra show resistant condition, thus controlling by PSN, 3M plus is still a major strategy to be done to break the chain of transmission of dengue fever. Keywords: DHF, Aedes, Correlation, Suceptibility ABSTRAK Kasus DBD semakin meluas di seluruh wilayah Indonesia, namun saat ini prioritas pengendaliannya berupa pencegahan melalui fogging focus pada wilayah-wilayah endemis DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indikator entomologi nyamuk vektor DBD hubungannya dengan status kerentanan nyamuk Ae. aegypti. Desain penelitian adalah studi potong lintang dan analisis data menggunakan uji statistik Pearson Correlation. Penelitian ini dilakukan di tujuh Provinsi yang ada di wilayah Sumatera yang terdiri dari tiga kabupaten dengan masing-masing tiga wilayah Puskesmas endemis DBD di setiap Provinsi. Pengumpulan jentik dilakukan pada 100 rumah di setiap Puskesmas terpilih. Uji kerentanan nyamuk dewasa terhadap enam jenis bahan aktif insektida dilakukan dengan metode Bioassay WHO sedangkan uji kerentanan jentik menggunakan metoda Elliot. Hasil penelitian menunjukkan indeks entomologi di 7 Provinsi di wilayah Sumatera yang diperiksa menunjukkan nilai HI dan CI tertinggi di Kota Pematang Siantar (58,60% dan 64%) dan terendah di Kab. Prabumulih dan Kota Palembang (22,70 % dan 0%), BI tertinggi di Kab. Bangka Barat (87,40%) dan terendah di Kota Metro (31,10%), ABJ tertinggi di Kota Palembang (77,30%) dan terendah di Kota Pematang siantar (41,40%). Pestisida Malathion 0,8 % masih efektif sebagai upaya pengendalian nyamuk dengan adanya hubungan yang kuat dan sedang terhadap Container Indeks (CI) dan House Indeks (HI) di 7 Provinsi di Wilayah Sumatera. Pengendalian jentik dengan menggunakan insektisida kimiawi di beberapa lokasi di 7 Provinsi di wilayah Sumatera menunjukkan kondisi resisten nyamuk vektor DBD dengan demikian pengendalian dengan PSN 3M Plus masih merupakan strategi utama yang harus dilakukan untuk memutus rantai penularan DBD. Kata kunci: DBD, Aedes, Korelasi, Suseptibilitas
PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DI TUJUH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA Heny Lestary; Sugiharti Sugiharti; Suparmi Suparmi
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.297 KB) | DOI: 10.22435/jek.18.2.2160.111-121

Abstract

ABSTRACT Since 2014, Indonesia has been implementing universal health coverage to increase health insurance coverage. However, health insurance utilization by the community for maternal health is still low. This research aimed to determine factors related to the use of health insurance for antenatal care and delivery services among pregnant and childbirth women. The research conducted in 7 districts/cities, namely Kota Bandar Lampung, Kota Palembang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Karawang, Kota Semarang, Kota Surabaya, dan Kota Makasar. A total of 517 respondents has been interviewed. The results showed that most respondents aged 21-34 years (68.5%), unemployed (74.7%) and graduated from high school or higher (58.4%). Around 11% of the respondent had health insurance. 73.0% of respondents who had health insurance used it for antenatal care and 88.3% used it for delivery. Multivariate analysis shows that the level of income is related to the use of health insurance for antenatal care and delivery, whereas mothers who have income level higher than Rp 2,000,000 had lower odds to utilize health insurance for antenatal care (OR=0,56; 95%CI:0,35 - 0,91) and delivery (OR=0,52; 95%CI:0,27 - 1,02). Therefore, there is a need for broader socialization of health insurance utilization for antenatal and delivery, especially for couples at reproductive age. Keywords: Health insurance, health services, maternal health ABSTRAK Pada tahun 2014, Indonesia mulai melaksanakan Universal Health Coverage untuk meningkatkan cakupan jaminan kesehatan. Namun, pemanfaatan jaminan kesehatan oleh masyarakat untuk kesehatan ibu masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan jaminan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan dan pelayanan persalinan pada ibu hamil dan bersalin. Penelitian dilaksanakan di 7 (tujuh) kabupaten/kota, yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Palembang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Karawang, Kota Semarang, Kota Surabaya, dan Kota Makasar. Sebesar 517 responden yang berhasil diwawancarai. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 21 – 34 tahun (68,5%), tidak bekerja (74,7%) dan berpendidikan tamat SMA+ (58,4%). Sekitar 11,0% responden tidak memiliki jaminan kesehatan. Dari responden yang memiliki jaminan kesehatan, hanya 73,0% di antaranya yang memanfaatkan untuk pemeriksaan kehamilan dan 88,3% memanfaatkan untuk persalinan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pendapatan berhubungan dengan pemanfaatan jaminan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan, dan persalinan, dimana ibu yang memiliki tingkat pendapatan ≥Rp 2.000.000,- memiliki kemungkinan lebih rendah untuk memanfaatkan jaminan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan (OR=0,56; 95%CI:0,35 - 0,91) maupun persalinan (OR=0,52; 95%CI:0,27 - 1,02). Oleh sebab itu, perlu sosialisasi lebih luas agar memanfaatkan jaminan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan dan persalinan, terutama pada Pasangan Usia Subur (PUS). Kata kunci: Jaminan kesehatan, pelayanan kesehatan, kesehatan ibu
PENDAMPINGAN MAHASISWA DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR DI TUJUH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA Suparmi Suparmi; Siti Masitoh; Anissa Rizkianti; Iram Barida Maisya; Ika Saptarini; Andi Susilowati; Sugiharti Sugiharti; Heny Lestary; Novianti Novianti; Joko Pambudi; Nurillah Amaliah; Bunga Christita Rosha; Indri Yunita Putri; Kencana Sari; Rika Rachmalina; Fithia Dyah Puspita; Rina Marina; Gurendro Putro; Noor Edi Widya Soekotjo; Milwiyandia Milwiyandia; Syafran Arrazy; Mochamad Iqbal Nurmansyah
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.352 KB) | DOI: 10.22435/jek.v3i18.2307

Abstract

ABSTRACT Reducing maternal and neonatal mortality still have many challenges. One of the Ministry of Health’s strategy is to collaborate with universities through the assitance of pregnant women by students. This study aims to determine the effect of students’mentoring on increasing knowledge of pregnant women on dangerous sign of pregnancy, postnatal and newborns. The study is an operational research with quasi-experimental design that was conducted in seven districts/cities in Indonesia. Two Puskesmas were chosen for each district and it categorized as intervention and control group with the number of samples was 280 pregnant women for each group. The results of pre-test showed no difference in the level of knowledge about the dangerous signs of pregnancy, postnatal and newborns between the intervention and control groups, but after mentoring there were significant differences (p-value <0.001). The logistic regression results show that mothers in the intervention group had a 33% higher chance of having good knowledge about the dangerous signs of pregnancy; 92% higher knowledge about dangerous signs of postnatal and 78% higher knowledge about dangerous signs of newborns compared to control group. Therefore, student mentoring can be used as an alternative method of delivering information to increase the knowledge of pregnant women. Keywords: Mentoring, pregnant women, students, danger sign of pregnancy, postnatal, newborn ABSTRAK Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir masih memiliki banyak tantangan. Salah satu strategi Kementerian Kesehatan adalah berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendampingan ibu hamil oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang bahaya kehamilan, nifas dan bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan riset operasional berdesain quasi experiment yang dilaksanakan di tujuh Kabupaten/Kota di Indonesia. Tiap Kabupaten/Kota dipilih dua Puskesmas, satu Puskesmas sebagai lokasi intervensi dan satu Puskesmas lain sebagai kontrol. Besar sampel adalah 280 orang ibu hamil pada masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Hasil pretest menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tanda bahaya kehamilan, nifas dan bayi baru lahir diantara kelompok intervensi dan kontrol, namun setelah pendampingan terdapat perbedaan signifikan (p-value <0.001). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa ibu di kelompok intervensi memiliki peluang 33% lebih tinggi untuk memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan; 92% lebih tinggi pengetahuan tanda bahaya nifas dan 78% lebih tinggi pengetahuan tanda bahaya bayi baru lahir dibandingkan ibu kelompok kontrol. Oleh sebab itu, pendampingan mahasiswa dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode penyampaian informasi untuk menngkatkan pengetahuan ibu hamil. Kata kunci: Pendampingan, ibu hamil, mahasiswa, tanda bahaya kehamilan, nifas dan bayi baru lahir
KUALITAS AIR BERSIH DAN POTENSI DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MUARA ENIM Dian Novriadhy
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.883 KB) | DOI: 10.22435/jek.v19i1.2360

Abstract

ABSTRACT Muara Enim Regency has plateau and a relatively broad flood plain so that improving the quality of water that has been utilized by the community so far is a realistic solution to meet the needs of clean water. The study aimed to identify the relationship of the physical condition of water sources to chronic diseases suffered by residents and to explore water quality factors that had the potency to influence chronic diseases in the Muara Enim Regency. The research used a descriptive statistical approach and was cross-sectional by utilizing raw data from the 2015 and 2017 Integrated Database completed with water quality testing and literature studies. The variables including the physical condition of the water source, chronic diseases suffered, and water quality parameters. Data were analyzed using proportional difference tests and mapping of causal relationships. The results showed that stroke and rheumatism were chronic diseases that could potentially be caused indirectly by the physical condition of the water source. Clean water samples are known to contain organic materials that are difficult to decompose through microbiological processes, have the iron and H2S content that exceeds the Threshold Limit Value (TLV). The study concluded that deterioration of water sources was one of the main obstacles to supply safe and affordable clean water using the local water sources. Materials that exceed the TLV known had the potency to causing a chronic illness indirectly. Keywords: chronic disease, clean water provision, dissolved organic matter, physical condition of water sources ABSTRAK Kabupaten Muara Enim memiliki dataran tinggi dan dataran banjir yang relatif luas sehingga peningkatan kualitas air yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat selama ini merupakan solusi realistis untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kondisi fisik sumber air dengan penyakit kronis yang diderita oleh penduduk dan untuk mengeksplorasi faktor kualitas air yang berpotensi mempengaruhi penyakit kronis di Kabupaten Muara Enim. Penelitian ini menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan bersifat potong lintang dengan menggunakan data mentah dari Basis Data Terpadu 2015 dan 2017 yang dilengkapi dengan pengujian kualitas air dan studi literatur. Variabel penelitian diantaranya kondisi fisik sumber air, penyakit kronis yang diderita, dan parameter kualitas air. Data dianalisis menggunakan uji perbedaan proporsional dan pemetaan hubungan sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stroke dan rematik adalah penyakit kronis yang berpotensi disebabkan secara tidak langsung oleh kondisi fisik sumber air. Sampel air bersih diketahui mengandung bahan organik yang sulit terurai melalui proses mikrobiologis, memiliki kandungan besi dan H2S yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Studi ini menyimpulkan bahwa kerusakan sumber air adalah salah satu kendala utama untuk memasok air bersih yang aman dan terjangkau menggunakan sumber air setempat. Bahan yang melebihi NAB diketahui memiliki potensi menyebabkan penyakit kronis secara tidak langsung. Kata kunci: penyakit kronis, penyediaan air bersih, senyawa organik terlarut, kondisi fisik sumber air
PEMANFAATAN TES CEPAT MOLEKULER (TCM) GENEXPERT SEBAGAI ALAT DIAGNOSTIK TB PARU DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Novianti Novianti; Oster Suriani Simarmata; Dina Bisara Lolong
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.47 KB) | DOI: 10.22435/jek.v3i18.2399

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis remains a major public health problem, with an estimated 9 million TB incidence cases, 300,000 of which are drug resistant TB cases and resulted in 1.5 million deaths worldwide in 2013. However, only 58% of new cases, TB cases were confirmed bacteriologically using WHO recommended test including the Xpert® MTB/RIF Rapid Diagnosis. The use of GeneXpert in Indonesia has existed since 2014 and has never been evaluated in its utilization, including in the city of Denpasar, namely in Wangaya Hospital as one of the recipients of the GeneXpert pulmonary TB diagnostic aid. The results of this study showed that the results of GeneXpert examination were much higher in the percentage of Positive TB Case Findings compared to microscopic examination so that there is an increase in the number of positive TB cases by 14.3%. The GeneXpert examination succeeded in giving positive results compared to the microscopic results showing negative results, which were sensitive Rifampicin (14.6%) and resistant Rifampicin (2.4%). However, the utilization of TB suspect examination with GeneXpert has not been maximized in increasing the number of TB patients suspected of having TB, in fact, the percentage of positive TB case finding compared to TB suspicion is increasing. Keywords:GeneXpert, rapid diagnosis of tuberculosis, pulmonary tuberculosis ABSTRAK Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, diperkirakan telah terjadi 9 juta kasus insiden TB, 300.000 di antaranya adalah kasus TB multidrug resistant (TB MDR) dan mengakibatkan 1,5 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2013. Namun, baru 58% dari kasus baru, kasus TB dikonfirmasi secara bakteriologis menggunakan tes yang direkomendasikan oleh WHO termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert® MTB/RIF (Xpert). Pemanfaatan TCM GeneXpert di Indonesia ada sejak 2014 dan belum pernah dilakukan evaluasi dalam pemanfaatannya termasuk di Kota Denpasar yaitu di RSUD Wangaya sebagai salah satu penerima bantuan alat diagnostik TB Paru TCM GeneXpert. Hasil studi menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan dengan TCM GeneXpert jauh lebih tinggi persentase penemuan kasus positif TBC dibanding dengan pemeriksaan mikroskopis sehingga terdapat peningkatan jumlah kasus positif TBC sebesar 14,3% di RSUD Wangaya pada tahun 2018. Pemeriksaan TCM GeneXpert berhasil memberikan hasil yang positif di saat hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan hasil negatif yaitu Rifampisin sensitif (14,6%) dan Rifampisin resisten (2,4%). Pemanfaatan pemeriksaan terduga TB dengan TCM GeneXpert belum maksimal dalam meningkatkan jumlah pemeriksaan pasien terduga TB Paru, walaupun persentase penemuan kasus positif TB dibanding terduga TB meningkat. Kata kunci: Tes cepat molekuler, geneXpert, tuberkulosis paru

Page 5 of 11 | Total Record : 102