cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Gizi Mikro Indonesia
ISSN : 20865198     EISSN : 23548746     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Gizi Mikro Indonesia (Indonesian Journal of Micronutrient) is a scientific journal published periodically by the Center for Research and Development of Iodine Deficiency Disorders (BPP GAKI), regularly twice a year. A paper published in the form of text / article the results of research and development, the results of scientific analysis of secondary data, a summary of the current topics in the field of Micronutrients. Editor receives manuscripts / articles, both from researchers at BPP GAKI and outside. The journal has been accredited Indonesian Institute of Sciences (LIPI).
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI DAN JAMU PELANCAR AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP KADAR ZAT BESI (Fe) ASI IBU MENYUSUI Enggar Wijayanti; Zuraida Zulkarnain
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.3926

Abstract

Latar belakang. Air Susu Ibu (ASI) mengandung makronutrien dan mikronutrien yang sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Salah satu mikronutrien penting yang terdapat dalam ASI adalah zat besi (Fe). Asupan makanan ibu selama menyusui dan pemberian jamu pelancar ASI diduga berpengaruh terhadap kadar Fe pada ASI yang dihasilkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh zat gizi (makronutrien dan mikronutrien) dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu dan pemberian jamu pelancar ASI dengan kandungan Fe dalam ASI. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kohort intervensi dan merupakan bagian dari penelitian “Observasi Klinik Formula Jamu Pelancar Air Susu Ibu (ASI)” yang dilakukan selama bulan Maret sampai Desember 2018. Penelitian ini dilakukan di tempat praktik 6 orang dokter Saintifikasi Jamu (SJ) di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Subjek merupakan ibu menyusui berjumlah 34 orang berusia 17–40 tahun. Data kadar Fe dalam ASI dan konsumsi makanan ibu diambil pada hari sebelum perlakuan (hari ke-0) dan setelah 28 hari pemberian jamu pelancar ASI (hari ke-28). Data konsumsi makanan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir food recall 2X24 jam yang diambil pada satu hari kerja (Senin–Jumat) dan satu hari di akhir pekan (Sabtu–Minggu). Data selanjutnya, dianalisis dengan program Nutrisurvey 2007. Hasil. Penelitian ini mendapatkan tingkat konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, dan seng kecuali vitamin C dari subjek lebih rendah dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk ibu menyusui. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan kadar Fe ASI sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji regresi linier menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar Fe dalam ASI dengan asupan zat gizi ibu (p>0,05). Kesimpulan. Asupan gizi ibu dan pemberian jamu pelancar ASI tidak berpengaruh terhadap kadar Fe dalam ASI.
THE EFFICACY OF FLAVONOID IN RED MULBERRY ON REDUCING FREE RADICALS AND ALVEOLAR MACROPHAGES DUE TO CIGARETTE SMOKE EXPOSURE IN WISTAR RATS Rivan Virlando Suryadinata; Dita Sukmaya Prawitasari; Indira Pradita Rochim
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.4021

Abstract

Background. Free radicals in cigarette smoke will hurt health when they enter to the respiratory tract. An excessive increase of free radicals in the body will cause oxidative stress. Free radicals are generated physiologically by the body's metabolism and can neutralize antioxidants in the body. An imbalance number of free radicals will result in cell damage and death. It has characterized by an increase in malondialdehyde levels in the blood and alveolar macrophages in the lung tissue. Giving red mulberry (Morus rubra) as an intake of antioxidants from outside the body can prevent adverse effects of cigarette smoke. Objective. This study analyses flavonoids' impact on red mulberry in reducing free radicals due to exposure to cigarette smoke by lowering levels of malondialdehyde and alveolar macrophages. Method. This research is experimental with a post-test control group design using male Wistar rats (Rattus novergicus) as experimental animals. Treatment of experimental animals through red mulberry per oral and exposure to cigarette smoke had conducted for 30 days. The parameters used were levels of malondialdehyde and alveolar macrophages in the lung tissue. Results. The research showed an increase in free radicals in the group exposed to cigarette smoke. Increasing intake of red mulberry can further reduce malondialdehyde levels and the number of alveolar macrophages (p<0.05). Conclusions. The antioxidants in red mulberry can reduce malondialdehyde levels in the blood and the number of alveolar macrophages in lung tissue due to exposure to cigarette smoke.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG IODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERIODIUM DI RUMAH TANGGA Yayuk Hartriyanti; Adi Utarini; Djoko Agus Purwanto; Budi Wikeko; Susetyowati Susetyowati; Toto Sudargo; A.Fahmy Arif Tsani
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i1.4424

Abstract

Latar Belakang. Iodium merupakan mikronutrien penting terutama bagi perkembangan otak janin dan anak. Iodium berperan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan sebagian besar organ terutama otak. Konsumsi iodium yang rendah dalam jangka panjang merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Tingkat pengetahuan mengenai GAKI dan garam beriodium berpengaruh terhadap ketersediaan dan praktik penggunaan garam beriodium. Pemerintah telah mengupayakan penanggulangan GAKI melalui fortifikasi garam dengan iodium. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan ibu tentang iodium dengan ketersediaan garam beriodium di rumah tangga dan faktor yang memengaruhinya. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Data diambil dari 198 rumah tangga menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Penilaian pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan tertutup. Sementara itu, penilaian ketersediaan garam diperoleh dengan pengujian kandungan iodium (KIO3). Uji statistik yang digunakan adalah chi-square test/fisher’s exact test dan Mann Whitney U/Kruskal Wallis untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil. Sebagian besar responden tinggal di daerah dataran tinggi (74,2%), berpendidikan SD (47,5%) dan bekerja sebagai petani (41,4%). Karakteristik lokasi geografi tempat tinggal responden berhubungan dengan pengetahuan responden mengenai GAKI serta dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,023 dan p<0,001), sedangkan pekerjaan responden berhubungan dengan pengetahuan mengenai dampak dan faktor risiko GAKI (p=0,020). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemenuhan syarat mutu kandungan KIO3 pada garam yang digunakan di rumah tangga. Namun ada kecenderungan responden yang mempunyai garam dengan KIO3 sesuai, lebih banyak pada responden dengan pengetahuan yang baik. Kesimpulan. Responden dengan pengetahuan baik lebih banyak yang memiliki garam dengan kadar iodium sesuai standar. Perlu adanya program edukasi mengenai GAKI, penggunaan dan penyimpanan garam beriodium, serta faktor penyebab penurunan kualitas garam di rumah tangga.
PROFIL ZAT GIZI MIKRO (ZAT BESI, ZINK, VITAMIN A) DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Ade Nugraheni; Mutiara Prihatini; Aya Yuriestia Arifin; Fifi Retiaty; Fitrah Ernawati
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.4648

Abstract

Latar Belakang. Anemia pada ibu hamil sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada ibu hamil dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil dan anak yang akan dilahirkan. Di negara sedang berkembang seperti di Indonesia penyebab anemia sebagian disebabkan kurang asupan zat besi, dan zat gizi mikro lainnya seperti zink dan vitamin A. Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk meneliti profil zat gizi mikroserum ibu hamil dan melihat hubungan antara kadar Hb dengan kadar sTfR, zink, dan vitamin A pada ibu hamil. Metode. Desain penelitian ini adalah potong lintang yang merupakan bagian dari penelitian kohort biomedis tahun 2018 dengan subjek penelitian ibu hamil berusia 16–46 tahun sebanyak 114 sampel. Variabel yang diamati adalah kadar Hb, sTfR, zink, dan vitamin A. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 18.0 dengan uji deskriptif dan uji korelasi pearson. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat ibu hamil yang tergolong pada usia berisiko, yaitu pada kelompok usia 16–19 tahun sebanyak 5,3% dan kelompok usia 41–46 tahun sebanyak 3,5%. Proporsi anemia pada ibu hamil tertinggi dijumpai pada kelompok usia 20–30 tahun yaitu 67,9% dan kelompok usia 31–40 yaitu 33,0%. Secara umum ibu hamil mengalami anemia sebanyak 35,1% dan kekurangan zink sebanyak 86,8%. Kadar sTfR, zink, dan vitamin A berhubungan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Untuk mencegah anemia pada ibu hamil perlu perbaikan kadar besi, zink, dan vitamin A yang dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan makanan sumber zat besi, zink, dan vitamin A khususnya pada ibu hamil usia 20–30 tahun.
Front Matter Juni 2021 mgmi managerxot
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TSH DAN fT4 DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PASIEN DEWASA: STUDI CROSS-SECTIONAL DI KLINIK LITBANGKES MAGELANG Cicik Harfana; Ali Rosidi; Yuliana Noor Setiawati Ulvie; Ria Purnawian Sulistiani
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i1.4841

Abstract

Latar Belakang. Disfungsi tiroid terjadi jika fungsi kelenjar tiroid terganggu, ditandai dengan kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan free Thyroxine (fT4) yang lebih tinggi atau lebih rendah dari normal. Perubahan kadar hormon tiroid menyebabkan perubahan basal metabolic rate (BMR) yang menyebabkan perubahan keseimbangan energi dan berat badan. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan TSH dan fT4 dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien dewasa baru di Klinik Litbangkes Magelang. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional dan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien. Sampel penelitian adalah pria dan wanita dewasa (>17 tahun) yang pertama kali mengunjungi Klinik Litbangkes Magelang pada tahun 2019 sebanyak 173 orang. Variabel penelitian adalah TSH, fT4, dan IMT. Pengujian hipotesis dengan uji statistik Korelasi Rank Spearman. Hasil. Rata-rata kadar TSH responden adalah normal yaitu 0,91±2,17 µIU/mL, sedangkan rata-rata kadar fT4 responden di atas normal yaitu 3,20±5,83 ng/dL. Sebagian besar subjek memiliki IMT normal (55,5%) dengan rata-rata 23,74±4,57. Uji Korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara TSH dan IMT (p=0,003) dengan korelasi positif (r=0,228) dan ada hubungan yang signifikan antara fT4 dan IMT (p=0,000) dengan korelasi negatif (r=-0.323). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kadar TSH dan fT4 dengan nilai IMT pasien. Semakin tinggi kadar TSH maka semakin tinggi pula nilai IMT pasien, begitu juga sebaliknya, serta semakin tinggi kadar fT4 maka nilai IMT pasien semakin rendah, dan sebaliknya.
ANALISIS SENSORIS DAN UMUR SIMPAN MAKANAN SELINGAN PREDIABETES BERBASIS TUNA (Thunnus sp.) DAN LABU SIAM (Sechium edule) Toto Sudargo; Atika Anif Prameswari; Bianda Aulia; Tira Aristasari; Khusnul Alfionita; Rahadyana Muslichah; Alim Isnansetyo; Indun Dewi Puspita; Siti Ari Budhiyanti; Sheila Rosmala Putri
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.4952

Abstract

Latar Belakang. Uji sensoris dan uji umur simpan pada pengembangan produk pangan diperlukan agar produk yang dihasilkan dapat diterima dan aman bagi konsumen. Individu yang mengalami prediabetes memiliki kesempatan untuk mencegah atau menunda perkembangan terjadinya diabetes melitus (DM) jika dapat memperbaiki pola hidupnya. Makanan selingan adalah bagian penting dalam manajemen pola makan penyandang prediabetes sehingga jumlah dan jenis bahan makanannya perlu dipertimbangkan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan sifat organoleptik dan umur simpan suatu produk makanan selingan untuk penyandang prediabetes. Metode. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan acak lengkap untuk menguji karakteristik sensoris empat formula rasa pada produk makanan selingan prediabetes. Uji pendugaan umur simpan dengan Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) Arrhenius melalui pendekatan nilai angka thiobarbituric acid (TBA) dilakukan pada produk yang belum diberi rasa. Produk disimpan pada suhu 4°C, 27°C, dan 45°C. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskall Wallis dilanjutkan uji Post-Hoc Mann Whitney. Hasil. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula pada parameter warna dan aroma sampel, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter rasa, tekstur, dan nilai keseluruhan (p<0,05). Hasil analisis uji pendugaan umur simpan menunjukkan bahwa persamaan regresi pada orde 1 dapat digunakan sebagai pendekatan untuk memprediksi umur simpan makanan selingan untuk prediabetes. Kesimpulan. Makanan selingan prediabetes yang paling disukai untuk parameter warna, aroma, rasa, dan penilaian keseluruhan adalah formula F3 (bumbu bubuk bawang dan garam), sedangkan formula F2 (bumbu bubuk bawang) adalah yang paling disukai untuk parameter tekstur. Prediksi umur simpan makanan selingan untuk prediabetes pada suhu ruang/normal 30°C adalah 80,97 hari atau sama dengan 2,69 bulan.
IODINE STATUS IN SCHOOL CHILDREN AND DISTRIBUTION OF IODINE, MERCURY, LEAD IN SOIL AND WATER IN THE ENDEMIC GOITER HILL AREA, PONOROGO Muhamad Arif Musoddaq; Taufiq Hidayat; Khimayah Khimayah
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i1.5135

Abstract

Background. Iodine deficiency disorders (IDD) remained a public health problem. Ponorogo was an IDD endemic area with prominent cases of mental retardation. Despite the lack of iodine intake, exposure to environmental heavy metals can exacerbate the effects of iodine deficiency. Objective. To describe iodine status of school children and distribution of environmental iodine and heavy metals including mercury (Hg), lead (Pb), and cadmium (Cd) in the endemic IDD hill area of Ponorogo. Method. This research is a cross-sectional study conducted in two villages in IDD endemic areas in Ponorogo, namely Dayakan and Watubonang villages, in 2011. A total of 127 urine samples of primary-school-age children were taken and analyzed for urinary iodine excretion (UIE). A total of 29 soil samples and 87 water samples were taken from the study site to measure the concentration of iodine and heavy metals Hg, Pb, and Cd. Types of water source, altitude, and land use, both soil and water source were recorded. Results. The median (min-max) UIE was 130 (14 –1187 µg/L) within the range of adequate population iodine intake according to WHO (100-199 µg/L), while the percentage of UIE <100 µg/L was still around 33.07 percent. The concentration of iodine in the soil was 33.777 mg/kg (6.640 –108.809), and the concentration of iodine in the water was 8.0 µg/L (0-49). The concentration of Hg in the soil was 68.64 ppb (7.43–562.05), and the concentration of Hg in the water was 0.00 ppb (0.00-23.24). The concentration of Pb in the soil was 3.273 ppm (0.000–25.227), while Pb was not identified in the water. The Cadmium was not detectable both in the soil and water. Conclusion. Iodine deficiency is still a public health problem in Dayakan and Watubonang villages. The environment of the endemic IDD area in Ponorogo was not completely poor in iodine, but iodine was not evenly spread and mobilized. There was a risk of environmental heavy metal exposure from Hg in the soil or water and Pb in the soil. Mercury in the environment can cause health problems due to the inhibition of the use of iodine in the thyroid gland.
Back Matter Juni 2021 mgmi managerxot
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN ANEMIA IBU SEBAGAI PREDIKTOR STUNTING PADA ANAK USIA 12–24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS GENUK KOTA SEMARANG Wulandari Meikawati; Dian Pertiwi Kisdi Rahayu; Indri Astuti Purwanti
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v13i1.5207

Abstract

Latar Belakang. Stunting adalah salah satu masalah kekurangan gizi kronis yang terjadi karena kekurangan asupan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting lebih rentan menderita sakit dan berisiko menderita penyakit degeneratif serta penurunan kemampuan dan kapasitas kerja. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah rendahnya status gizi ibu sebelum, selama, dan setelah kehamilan yang berdampak pada berat dan panjang badan lahir. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, status gizi ibu (tinggi badan, kurang energi kronis (KEK), dan anemia) serta berat dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 12–24 bulan. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di wilayah Puskesmas Genuk Kota Semarang. Sampel berjumlah 63 anak usia 12–24 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Data stunting diperoleh dengan melakukan pengukuran panjang badan anak saat kegiatan posyandu bulan Agustus 2020. Data anak (usia, jenis kelamin, berat dan panjang badan lahir) dan data ibu (karakteristik ibu, riwayat pemberian ASI eksklusif, status KEK, dan anemia) diperoleh melalui buku catatan kelahiran di Puskesmas Genuk Kota Semarang. Data dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil. Sebagian besar anak mengalami stunting (52,4%). Sebanyak 20,6 persen anak memiliki riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) dan 23,8 persen memiliki riwayat panjang badan lahir pendek. Sebagian besar ibu (57,1%) tidak memberikan ASI eksklusif. Sebanyak 6,3 persen ibu memiliki tinggi badan berisiko, 22,2 persen ibu kategori KEK, dan 33,3 persen mengalami anemia saat hamil. Dominasi kejadian stunting terjadi pada anak perempuan. Riwayat BBLR (p=0,047), panjang badan lahir (p=0,000), dan status anemia ibu (p=0,032) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Riwayat BBLR (p=0,004) dan status anemia ibu saat hamil (p=0,001) paling berisiko menjadi stunting. Kesimpulan. Anak dengan riwayat BBLR berisiko 18,6 kali lebih besar menjadi stunting dan anak dengan riwayat ibu anemia saat hamil berisiko 17 kali lebih besar menjadi stunting.

Page 8 of 10 | Total Record : 93