cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 19784538     EISSN : 2527421X     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Pengembangan Soal Terbuka (Open-Ended Problem) pada Mata Pelajaran Matematika SMP Kelas VIII Maya Nurlita
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1: June 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.485 KB) | DOI: 10.21831/pg.v10i1.9106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal terbuka (open-ended problem) pada mata pelajaran matematika SMP kelas VIII yang valid dan memiliki karakteristik soal yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang ditetapkan oleh McIntire Miller. Langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini meliputi studi pendahuluan, perancangan produk dan pengembangan produk. Penelitian ini menghasilkan soal terbuka (open-ended problem) yang meliputi kisi-kisi soal, 28 butir soal uraian (essay), dan pedoman penskoran. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kategori valid. Soal terbuka yang dikembangkan juga memiliki karakteristik yang baik ditinjau dari tingkat kesulitan soal dan daya pembeda soal, keduanya berturut-turut berada pada kategori sedang dan soal diterima dengan baik. Hasil estimasi reliabilitas sebesar 0,72 dengan standar kesalahan pengukuran atau SEM sebesar 2,376. Berdasarkan hasil uji lapangan, kemampuan berpikir kreatif siswa hanya berada pada kemampuan kelancaran dan keterincian, sedangkan prestasi belajar matematika siswa mencapai kategori positif. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa soal terbuka (open-ended problem) yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan.Kata Kunci: Pengembangan soal terbuka, open-ended problem Developing An Open Question Test (Open-Ended Problem) in Mathematics for Year Eight Students Of Junior High School AbstractThis aim of study were to produce a valid and good open question test (open-ended problem) in learning mathematics for 8th grade students of JHS. This was a developmental reserach using development model set by McIntire Miller. The steps in this study included preliminary study, product design, and product development. The result of this study was an open question test (open-ended problem), including test blueprint, 28 items of essay tests, and scoring guide. The validation result showed that the developed tests have a valid category. The developed open questions also have a good characteristic, viewed from the test difficulty and distinguishing power which are in medium category and available received. The generated reliability is 0,72 with the measurement error standard or SEM is 2,376. Based on the field trial result, students’ creative thinking ability just stated on fluently and detail, and student’ mathematics achievement was in positive category. Overall, the study result showed that the developed open questions (open-ended problem) are feasible to use.Keywords: Open question development, open-ended problem
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Lingkaran SMP Kelas VIII dengan Suplemen Materi History of Mathematics (HOM) Tri Hidayati; Djamilah Bondan Widjajanti
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2: December 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.282 KB) | DOI: 10.21831/pg.v10i2.9168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran lingkaran SMP Kelas VIII dengan suplemen materi History of Mathematics (HoM) yang terdiri dari RPP dan Modul yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan ynag digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Analisis data kevalidan dan kepraktisan dilakukan dengan cara mengkonversi skor empiris yang diperoleh menjadi data kualitatif skala lima. Analisis keefektifan dilakukan dengan cara menentukan persentase banyak siswa yang mencapai kategori minimal tinggi untuk angket dan menentukan persentase ketuntasan siswa pada tes prestasi belajar. Berdasarkan hasil validasi, RPP dan Modul yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan kategori sangat baik. RPP dan Modul yang dikembangkan praktis dan efektif. Kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan mencapai kategori sangat baik berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian guru, modul mencapai kategori baik berdasarkan respon siswa. Perangkat pembelajaran juga efektif ditinjau dari motivasi, rasa ingin tahu, dan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, History of Mathematics Developing Circle Instructional Kits of 8th Grade Junior High School with the Supplement of History of Mathematics (HOM) Material AbstractThis research aims to produce the circle instructional kits for 8th grade Junior High School with the supplement of history of mathematics (HoM), consists of lesson plans and module. The developing model was ADDIE’s model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The validity and practicality of the data were analyzed by converting the empiric scores obtained into five scale qualitative data. The effectivity was analyzed by determining the percentage of students who reached minimally high category of the questionnaires and determining the percentage of student’s completeness in the achievement test. Based on the validation result of lesson plans and module which have been developed, they include in valid criteria with very good category. Lesson plans and module which have been developed are practical and effective. The Practicability of instructional kits that are developed reach very good category that based on observation result of lesson implementation and teacher’s evaluation, the module reaches good categoty that based on students’ response. Instructional kits also effective based on students’ motivation, curiosity, and achievement.Keywords: development, instructional kit, History of Mathematics
Mengembangkan Strategi dan Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematik Napitupulu, E Elvis
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2: Desember 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.765 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i2.557

Abstract

Pemecahan masalah menempati posisi sentral dan merupakan satu bentuk belajar terpenting dalam matematika. Untuk memecahkan masalah, dituntut kemampuan anak memilih dan menerapkan strategi yang sesuai, menggunakan pengetahuan siapnya, di samping memanfaatkan pengalaman memecahkan masalah sebelumnya. Namun fakta di lapangan menunjukkan kemampuan pemecahan masalah di seluruh jenjang sekolah di Indonesia masih rendah. Guru sebagai pengajar dan instruktur di kelas punya kesempatan untuk dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak. Kemampuan itu dapat berkembang bila anak melihat bagaimana berbagai masalah dipecahkan dengan beragam strategi dan dan diberi pula kesempatan memecahkan bermacam masalah sambil membangun pengetahuan baru baginya.
Pengembangan bahan ajar matematika untuk siswa SMP berdasarkan teori belajar ausubel Rahmita Yuliana Gazali
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2: December 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.83 KB) | DOI: 10.21831/pg.v11i2.10644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar matematika berdasarkan teori belajar Ausubel untuk siswa SMP berupa lembar kegiatan siswa (LKS), namun terlebih dahulu dikembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes prestasi belajar (TPB) dimana RPP dan LKS memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif serta TPB memenuhi kriteria valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Borg Gall yang terdiri dari tiga langkah utama yaitu studi pendahuluan, desain produk, dan pengembangan dan evaluasi. Kevalidan produk dilihat dari hasil validasi ahli dan mencapai kriteria valid untuk LKS dan sangat valid untuk RPP dan TPB. Kepraktisan produk mencapai kategori sangat praktis ditinjau dari lembar kepraktisan guru dan siswa serta observasi keterlaksanaan pembelajaran. Keefektifan produk ditinjau dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan lebih dari 70% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum untuk pengetahuan dan keterampilan, serta mencapai kriteria baik dan sangat baik untuk ranah sikap.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, teori belajar ausubel Development of mathematics teaching material for junior high school students based on ausubel learning theory AbstractThis research is aimed to produce teaching material of mathematics based on Ausubel learning theory for Junior High School students in the form of student’s activity sheet, but at first the lesson plan is developed and the completeness of learning achievement test, that is the lesson plan and student activity sheet to meet the criteria for a valid, practical, and effective devices and the learning achievement test to meet the criteria for a valid, practical, and reliable devices. This research is the development of a model adapted from Borg  Gall which consists of three main steps such as the preliminary study stage, the stage of product design, and the development and evaluation stages. The validity of the products seen from the results of the validation experts stating that the products reach the valid criteria for student activity sheet and very valid for lesson plan and learning achievement test. The practicality of products seen from the practicality teachers sheet and practicality students sheet and study observation sheet. The effectiveness of the products obtained from attitudes, knowledge, and skills. The results of field trials showed more than 70 % of students achieving mastery Minimum Criteria for knowledge and skills , as well as achieving good and excellent criterion for the attitude sphere .Keywords: development, instructional materials, Ausubel learning theory  
ANALISIS PEUBAH RESPON BINER Kismiantini Kismiantini
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1: Juni 2007
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.741 KB) | DOI: 10.21831/pg.v3i1.643

Abstract

Pada regresi linier klasik, peubah respon diasumsikan merupakan peubah yang bersifat kontinu. Bila peubah respon tidak lagi kontinu melainkan berupa kategori (biner, cacahan) maka model regresi linier klasik tidak dapat digunakan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan model linier terampat. Model linier terampat yang digunakan dalam menganalisis peubah berskala biner adalah model logit, model probit dan model complementary log-log. Pada tulisan ini akan dikaji penggunaan ketiga model tersebut dalam menganalisis peubah respon biner. Bila nilai galat baku Pearson semakin kecil maka semakin baik pula model yang digunakan.Kata kunci : peubah respon biner, model logit, model probit, model complementary log- log
Penerapan skema tanda tangan Schnorr pada pembuatan tanda tangan digital Herdita Fajar Isnaini; Karyati Karyati
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1: June 2017
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.109 KB) | DOI: 10.21831/pg.v12i1.11631

Abstract

Tanda tangan digital dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk menjamin keaslian pesan atau informasi yang diterima. Salah satu skema yang dapat digunakan dalam membentuk tanda tangan adalah skema tanda tangan Schnorr. Skema tanda tangan ini berdasarkan pada masalah logaritma diskret. Skema ini memerlukan penggunaan fungsi hash yang akan menghasilkan nilai hash pesan untuk pembuatan tanda tangan, yang menjadi salah satu alasan keamanan dari skema ini. Skema tanda tangan Schnorr terdiri dari tiga proses, yaitu: pembentukan kunci, pembuatan tanda tangan serta verifikasi. Kajian ini akan membahas mengenai skema tanda tangan Schnorr dalam membentuk tanda tangan digital sebagai pengaman keaslian informasi, yang dibahas per prosesnya, meliputi: pembentukan kunci, pembuatan tanda tangan yang disertai perhitungan nilai hash serta verifikasi. Hasil dari kajian ini adalah didapatkan algoritma – algoritma dari skema tanda tangan Schnorr, yaitu algoritma pembentukan kunci publik dan kunci privat, algoritma pembuatan tanda tangan, serta algoritma verifikasi tanda tangan.Kata Kunci: tanda tangan digital, skema tanda tangan Schnorr, nilai hash, kunci publik, kunci privat. Implementation of Schnorr Signature Scheme in The Form of  Digital Signature AbstractDigital signature can be used as a way to ensure the authenticity of a received message or information. There is a scheme that can be used to form a signature called Schnorr signature scheme. This signature scheme is based on discrete logarithm problem. This scheme requires the use of hash function that will result to a message digest to form the signature, which is the reason of this scheme’s security. Schnorr signature scheme consists of three processes, namely: the key generation, signature formation, and verification. This study will discuss the Schnorr signature scheme in the form of digital signatures as a safeguard of an information’s authenticity, which is discussed process by process, including: the key generation, signature formation as well as the calculation of message digest and verification. The results of this study obtained algorithms - algorithms of Schnorr signature scheme, which is an algorithm of a public key and a private key generation, an algorithm of the signature formation, and an algorithm of signature verification.Keywords: digital signature, Schnorr signature scheme, message digest, public key, privat key
KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Risnanosanti, Risnanosanti
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1: Juni 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i1.690

Abstract

Istilah prilaku metakognitif digunakan untuk menguraikan pernyataan-pernyataan yang dibuat siswa tentang permasalahan atau proses pemecahan suatu masalah. Pengetahuan tentang kognisi mengacu pada tingkat pemahaman siswa terhadap memori, sistim kognitif, dan cara belajar yang dimilikinya. Sedangkan pengaturan dari kognisi mengacu pada seberapa baik siswa dalam mengatur sistim belajarnya. Kesulitan utama dari studi dalam bidang metakognisi adalah bagaimana mengembangkan dan mengujicobakan teknik yang valid untuk mengukur kemampuan metakognitif siswa terutama yang masih anak-anak. Tulisan ini mencoba untuk menguraikan tentang pengertian  metakognitif, bagaimana hal tersebut digunakan dalam pembelajaran dan metode apa yang dapat digunakan serta bagaimana mengukur kemampuan metakognitif yang dimiliki siswa.   Kata kunci : metakognitif, pembelajaran matematika. 
Model matematis predator-prey tanaman padi, hama penggerek batang, tikus, dan wereng batang coklat di Karawang Tesa Nur Padilah; Betha Nurina Sari; Hannie Hannie
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1: June 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.086 KB) | DOI: 10.21831/pg.v13i1.16880

Abstract

Karawang merupakan salah satu pusat penanaman padi di Pulau Jawa. Keberhasilan panen dapat terganggu oleh adanya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sehingga dapat mengancam target swasembada beras. Hubungan antara tanaman padi dengan OPT dapat dibentuk menjadi suatu model matematis yaitu model predator-prey. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematis predator-prey tanaman padi dan OPT. Predator (pemangsa) adalah makhluk hidup yang memakan mangsa (prey). Model predator-prey antara tanaman padi dengan OPT yang dibahas adalah model tiga predator yaitu hama penggerek batang, tikus, dan wereng batang coklat dengan prey yaitu padi. Pertumbuhan padi mengikuti model pertumbuhan logistik. Model yang diturunkan berbentuk sistem persamaan diferensial nonlinier. Pada model diperoleh lima titik ekuilibrium. Analisis perilaku model dilakukan pada tiga titik ekuilibrium dan ketiganya bersifat stabil asimtotik. Simulasi model dengan menggunakan software Maple 13 sejalan dengan analisis perilaku model. Faktor-faktor yang berpengaruh agar populasi hama penggerek batang, tikus, dan wereng batang coklat dapat menurun bahkan hilang dari populasi yaitu tingkat kematian alami serta tingkat interaksi padi terhadap hama-hama tersebut. Predator-prey mathematical model of rice plants, stem borer, rat, and brown planthopper in Karawang AbstractKarawang was one of the center of rice planting in Java Island. The success of the harvest may be disrupted by the presence of plant pest organisms that may threaten the rice self-sufficiency target. The relationship between rice plants and pests can be formed into a mathematical model, that was a predator-prey model. Therefore, this research aimed to analyze the mathematical model of predator-prey between rice plants and plant pest organisme. Predators were living things that eat prey. The predator-prey model between rice plants and pests discussed was a three predator model of stem borer, rat, and brown stem rhizome with the prey, that was rice. Rice growth follows the logistic growth model. The derived model was an nonlinear differential equation system. In this model obtained five equilibrium points. Model behavioral analysis was performed on three equilibrium points and they were stable asymptotically. Simulations of the model using Maple 13 software were in good agreement with behavioral analysis model. Factors that influence the stem borer, rat, and brown planthopper population could decrease even disapear from the population were the natural death rate and the interaction rate of rice to the pests.
DEVELOPING STUDENTS' ENTREPRENEURIAL SPIRIT THROUGH THE SUBJECT ILMU HITUNG KEUANGAN Subekti, Retno
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2: Desember 2012
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.831 KB) | DOI: 10.21831/pg.v7i2.4784

Abstract

This article was written to share the experiences of teaching 'trading or doing business' in the subject of Ilmu Hitung Keuangan in 2010. This Article also share about the phenomenon of appeared "˜kantin kejujuran' or the honesty canteen in Mathematics and Natural Sciences Faculty of Yogyakarta State University in early 2011. Based on the syllabus of the subject, there is a topic of trading that makes lecturer is motivated to participate in developing the entrepreneurial spirit of students. The way taken by the lecturer was giving big trust to the students to manage funds for trading. Before trading begins, students should discuss about what are the things that can be bought cheaply and then sold with ease so that will give them the advantage. The result is that all groups got benefit. 4 groups formed are the group of "˜donuts', "˜accessories', "˜snacks', and "˜stickers'. Then groups of food division that are donuts group and snack's one were part of the pioneers of honesty canteen. This method is in line with lecturers expectancy to participate and develop entrepreneurship on campus.
Perbandingan keefektifan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari ketercapaian tujuan pembelajaran Raoda Ismail
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2: December 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.456 KB) | DOI: 10.21831/pg.v13i2.23595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran berbasis masalah, dan perbandingan keefektifan pembelajaran berbasis proyek dengan pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari sikap percaya diri, pencapaian belajar matematika, dan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok pretes-postes beracak. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Yogyakarta. Sampel penelitian sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak. Data hasi penelitian dianalisis dengan MANOVA, dan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah menggunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif ditinjau dari sikap percaya diri dan keterampilan pemecahan masalah namun tidak efektif ditinjau dari pencapaian belajar matematika; model pembelajaran berbasis masalah efektif ditinjau dari sikap percaya diri, pencapaian belajar matematika, dan keterampilan pemecahan masalah; dan pembelajaran berbasis masalah lebih efektif dari pembelajaran berbasis proyek ditinjau dari pencapaian belajar matematika. The comparison of effectiveness of project-based learning and problem-based learning in terms of achievement of student’s learning objectives AbstractThis study aims to describe: the effectiveness of teaching mathematics using project-based learning and problem-based learning; and the comparison in the effectiveness between project-based learning and problem-based learning in terms of the attitude of confidence, achievement of learning mathematics, and problem solving skills. This study is a quasi-experimental study employing the pretest-posttest nonequivalent group design. The research population comprised all year VIII students of SMPN 9 Yogyakarta. The sample consisted of two classes that were randomly established. The data were analysed by means of MANOVA, and to test the effectiveness of project-based learning and problem-based learning using one sample t-test. The result of this study shows that: project-based learning is effective in terms of the attitude of confidence and problem solving skills but not effective in learning based on achievement of learning mathematics; problem-based learning is effective in terms of the attitude of confidence, achievement of learning mathematics, and problem solving skills; and problem-based learning more effective than project-based learning based on achievement of learning mathematics.