cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 19784538     EISSN : 2527421X     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Pengaruh PMR dengan TGT terhadap Motivasi, Sikap, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Kelas VII SMP Mohammad Saeful Amri; Agus Maman Abadi
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: June 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.563 KB) | DOI: 10.21831/pg.v8i1.8494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan metode belajar kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) ditinjau dari motivasi, sikap, dan kemampuan pemecahan masalah; (2) apakah PMR dengan TGT lebih baik dari pada PMR ditinjau dari motivasi, sikap, dan kemampuan pemecahan masalah Geometri pada siswa kelas VII SMP Budi Mulia Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pretest-postest non equivalent group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri atas tiga kelas. Kemudian diambil dua kelas secara acak sebagai sampel. Kelas VIIA diberi perlakuan PMR sedangkan VIIB diberi perlakuan PMR dengan TGT. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi, sikap, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Validasi instrumen menggunakan validasi isi dan validasi konstruk. Reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach. Data dianalisis dengan uji t-test one sample dan uji Manova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) PMR dan PMR dengan TGT efektif ditinjau dari motivasi, sikap dan kemampuan pemecahan masalah; (2) MPR dengan TGT tidak lebih baik dari pada PMR ditinjau dari motivasi, sikap, dan kemampuan pemecahan masalah Geometri pada siswa kelas VII SMP Budi Mulia Yogyakarta.Kata Kunci: PMR, metode belajar kooperatif tipe TGT, motivasi, sikap, kemampuan pemecahan masalah matematika. AbstractThis study aimed to describe: (1) the effectiveness of Realistic Mathematic Education (RME) and Realistic Mathematic Education (RME) with cooperative learning of Teams Games Tournaments (TGT) type in terms motivation, attitude, and problem solving skills; (2) whether the RME with of TGT was better than RME in terms motivation, attitudes, and problem solving skills in geometry of The grade VII SMP Budi Mulia Dua Yogyakarta. This research is a quasi experiment with pretest-postest non equivalent group design. The research population was all students of grade VII SMP that tree classes. Two classes were taken randomly as the sample. VIIA class implemented RME while VIIB class implemented RME with TGT. The instruments used to collect the data were motivation and attitude questionnaires, and problem solving skills test. The instruments were validated using their content and construct. Reliability was measured using Cronbach Alpha. The data were analyzed statistically using the one sample t-test and Manova. The results of research show that: (1) RME and RME with TGT are effective in terms of motivation, attitudes, and mathematical problem solving skills; (2) RME with TGT is not better than RME in terms of motivation, attitude, and mathematical problem solving skills in geometry of grade VII SMP Budi Mulia Dua Yogyakarta.Keywords: RME (Realistic Mathematics Education), cooperative learning of TGT type, motivation, attitude, mathematical problem solving skills
Problem-solving ability of primary school teachers based on Polya's method in Mataram City Mohammad Archi Maulyda; Vivi Rachmatul Hidayati; Awal Nur Khalifatur Rosyidah; Iva Nurmawanti
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 2: December 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.264 KB) | DOI: 10.21831/pg.v14i2.28686

Abstract

Problem-solving is an important competency that must be owned by students. Problem-solving skills can facilitate students in understanding, connecting, and using mathematical concepts. Even so, mistakes in solving mathematical problems are still made by students. One reason is the lack of habituation of problem-solving in learning mathematics. Teachers who have good problem-solving skills will find it easier to teach and do an activity about problem-solving in learning mathematics. The purpose of this study is to describe the problem-solving ability of primary school teachers based on Polya’s method. This research method is descriptive-qualitative. The research subjects were primary mathematics teachers who taught in Mataram City, Indonesia. Each research subject solved three mathematical problems correctly and the problem-solving process will be analyzed based on Polya's method. The results obtained are teachers from city and suburb schools doing three indicators, namely identifying information on the problem, carrying out the procedure according to plan, and doing calculations correctly. Indicators of problem-solving that are not done are writing problem questions, making mathematical models, and writing final conclusions.Kemampuan Pemecahan Masalah Guru Sekolah Dasar Berdasarkan Metode Polya di Kota MataramAbstrakPemecahan masalah adalah salah satu kompetensi yang cukup penting. Kemampuan pemecahan masalah dapat memudahkan siswa dalam memahami, menghubungkan, dan menggunakan konsep-konsep matematika. Meskipun begitu, kesalahan dalam pemecahan masalah matematika masih dilakukan oleh siswa. Salah satu sebabnya adalah kurangnya pembiasan pemecahan masalah pada pembelajaran matematika di sekolah. Guru yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, akan lebih mudah mengajarkan dan membiasakan pemecahan masalah pada pembelajaran matematika di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada guru SD di Kota Mataram. Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah guru matematika SD yang mengajar di pusat dan pinggiran Kota Mataram. Masing-masing subjek penelitian menyelesaikan tiga masalah matematika dengan benar dan akan dianalisis proses penyelesaian masalahnya berdasarkan metode Polya. Hasil yang didapatkan adalah guru dari sekolah kota dan pinggiran melakukan tiga indikator, yakni mengidentifikasi informasi pada masalah, melakukan prosedur penyelesaian sesuai rencana, dan melakukan perhitungan dengan benar. Indikator penyelesaian masalah yang tidak dilakukan adalah  menuliskan pertanyaan masalah, membuat model matematika, dan menuliskan kesimpulan akhir.
Keefektifan Pendekatan CTL dan PPM Pembelajaran Matematika Metode GTG Ditinjau Keaktifan dan Prestasi Siswa Nuryadi Nuryadi
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1: June 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.542 KB) | DOI: 10.21831/pg.v9i1.9059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Pendekatan Pemecahan Masalah (PPM) menggunakan metode Group to Group (GG) pada pembelajaran matematika ditinjau dari keaktifan dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksprerimen semu dengan pretest-postest nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Godean yang terdiri dari empat kelas. Dari populasi yang ada diambil secara acak dua kelas yaitu VIII A dan VIII C sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar dan lembar observasi aktivitas belajar siswa terhadap matematika. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa penerapan Pendekatan CTL dan PPM menggunakan metode GG dalam pembelajaran matematika efektif ditinjau dari aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam matematikaKata Kunci: aktivitas belajar siswa, pendekatan CTL dan pendekatan pemecahan masalah, metode group to group, prestasi belajar siswa Effectiveness of CTL Approach and PPM with GTG Method on Mathematics Teaching in Terms of Learning Activeness and Achievement of the Students AbstractThis research aims to describe the effectiveness of Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach and Problem-Solving (PS) Approach with Group to Group (GG) method on mathematics teaching in terms of learning activeness and achievement of the students. This study used two experimental groups. The population includes all 8th grade students of MTs N Godean which consist of four classes. A sample of two classes, VIII A and VIII C was established randomly teaching. The instruments used to collect the data are a mathematics achievement test and questionnaire. The result of the research shows that the application of the CTL Approach and PS Approach with GG method on mathematics teaching is effective in terms of learning activeness and achievement in mathematics.Keywords: student learning activity, contextual teaching and learning approach and problem-solving approach, group to group method, students’ achievement.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika dengan Pendekatan Open-ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa SMA Yandri Soeyono
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: December 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.302 KB) | DOI: 10.21831/pg.v9i2.9081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Matematika kelas X dengan menggunakan pendekatan open-ended yang baik (valid, praktis dan efektif) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa,dan membandingkan keefektifannya dengan Buku Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas X yang dipersiapkan pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang diacu adalah model Dick Carey dan Borg Gall yang dimodifikasi. Langkah-langkah dalam pengembangan ini adalah meneliti dan mengumpulkan informasi, mengembangkan RPP, memilih dan mengembangkan bahan ajar, uji coba awal, revisi, uji coba utama, dan revisi akhir produk.Uji coba awal dan uji coba utama dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bantul. Kevalidan produk divalidasi oleh ahli. Kepraktisan produk dinilai oleh pengguna produk yaitu guru dan siswa. Keefektifan produk diuji menggunakan uji statistik inferensial dengan melihat perbedaan rerata yang signifikan dari nilai pretest dan posttest ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Selanjutnya, akan dibandingkan keefektifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hasil pengembangan termasuk kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian guru, dan sangat praktis menurut siswa. Produk yang dihasilkan juga efektif, bahkan lebih efektif jika dibandingkan dengan Buku Guru dan Buku Siswa ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, pendekatan open-ended, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif. Developing Mathematics Teaching Materials Using Open-Ended Approach to Improve Critical and Creative Thinking Skills of SMA Students AbstractThe purposes of this study were to develop good mathematics teaching materials using open-ended approach to improve critical and creative thinking skills of Class X students and to compare their effectiveness with Buku Guru and Buku Siswa that were prepared by the government for the implementation of Curriculum 2013. This study was a research and development (RD) using models from Dick Carey and Borg Gall which had been modified. The steps of this study were researching and collecting information, developing lesson plan, developing and selecting instructional materials including assessing instruments,  preliminary field testing, main product revision, main field testing, and final product revision. Preliminary and main field testing were held at SMA N 1 Bantul. The developed products were validated by experts. The teacher and students as users of this products evaluated their practicality. The effectiveness of the products was analyzed by inferential statistics tests by measuring significant mean difference from pretest and posttest of students’ critical and creative thinking skills. Furthermore,  the effectiveness both of them was compared between experimental and control class. The results of this study showed that the validity of the product is very valid according to experts, is practical according to the assessment of teacher, and is very practical according to students. The developed product was effective and more effective than the Buku Guru and Buku Siswa from the government in terms of critical and creative thinking skills of students.Keywords: developing, material teaching, open-ended approach, critical thinking skills, creative thinking skills.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Geometri Ruang SMP dengan Memanfaatkan Alat Peraga Manipulatif dan Lingkungan Harna Yulistiyarini; Ali Mahmudi
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2: December 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.55 KB) | DOI: 10.21831/pg.v10i2.9145

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran materi geometri ruang SMP dengan memanfaatkan alat peraga manipulatif dan lingkungan yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D yang dimodifikasi menjadi tiga tahap: pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Uji pengembangan dilakukan di SMP N 1 Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi perangkat, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar penilaian kepraktisan perangkat, dan instrumen penilaian hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yaitu: RPP, LKS, Lembar Observasi Sikap (LOS) dan Tes Hasil Belajar (THB) dengan tingkat kevalidan 100%.  Tingkat kepraktisan LKS, RPP, dan LOS 100% sedangkan tingkat kepraktisan THB 84,36%. Tingkat keterlaksanaan pembelajaran 97%. Tingkat keefektifan RPP dan LKS 81%. Dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan yang berupa RPP dan LKS memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sedangkan instrumen penilaian yang berupa LOS dan THB  memenuhi kriteria valid dan praktis.Kata kunci: alat peraga manipulatif, geometri ruang, lingkungan, pengembangan perangkat. Developing Instructional Materials in Space Geometry for Junior High School Using Manipulative Visual Aids and Environment AbstractThe aims of this research was to result instructional materials in space geometry for junior high school using manipulative visual aids and environment that valid, practical, and effective. This development research using the Four-D development model with modification in three steps: define, design, and develop. The development testing was carried out in SMP N 1 Dukuhseti, Pati, Central Java. The research instruments were a validation sheet, teaching implementation observation sheet, practicality assessment sheet, and competency assessment instrument. The data analysis was conducted quantitative descriptively. This research produced instructional materials including lesson plans, student’s worksheets, observation sheet of attitude, and assessment instrument with the level of validity of the product reached 100%. The degree of practicality lesson plans, worksheets, and observation sheet of attitude were 100%, while the rate of assessment instrument of learning achievement practicality was 84.36%. The level of learning was 97%. The degree of effectiveness of the lesson plans and worksheets products reached 81%. Therefore, it can be concluded that the instructional materials in the form of lesson plans and worksheets were valid, practical, and effective, while the form of assessment instruments observation sheet of attitude, and assessment instrument of learning achievement were valid and practical.Keywords: manipulative visual aid, space geometry, environment, instructional development
SUATU KAJIAN ANALITIS PADA SISTEM PERSAMAAN AIR DANGKAL Sudi Mungkasi
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: Desember 2009
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.65 KB) | DOI: 10.21831/pg.v5i2.548

Abstract

Makalah ini mengkaji sistem persamaan air dangkal secara analitis. Dua bentuk sistem persamaan air dangkal dibuktikan ekuivalen. Sifat hiperbolik, karakteristik, gelombang sederhana, pertidaksamaan entropi, dan gelombang shock dipaparkan.Kata kunci : persamaan air dangkal, sistem hiperbolik, gelombang sederhana,pertidaksamaan entropi, gelombang shock
Pembelajaran Geometri Berbantuan Geogebra dan Cabri Ditinjau dari Prestasi Belajar, Berpikir Kreatif dan Self-Efficacy Paulus Roy Saputra
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1: June 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.367 KB) | DOI: 10.21831/pg.v11i1.9680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran geometri berbantuan Cabri dan pembelajaran geometri berbantuan Geogebra ditinjau dari prestasi belajar, berpikir kreatif, dan self-efficacy siswa SMP. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu desain pretest-posttest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Santa Maria Banjarmasin. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIIA dan kelas VIIB yang dipilih secara acak. Kelas VIIA menggunakan pembelajaran geometri berbantuan Cabri dan kelas VIIB menggunakan pembelajaran geometri berbantuan Geogebra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditinjau dari prestasi belajar, berpikir kreatif, dan self-efficacy siswa (1) pembelajaran geometri berbantuan Cabri efektif; (2) pembelajaran geometri berbantuan Geogebra efektif; (3) terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran geometri berbantuan Geogebra dan Cabri; (4) pembelajaran geometri berbantuan Geogebra lebih efektif dari pada pembelajaran geometri berbantuan Cabri.Kata Kunci: Cabri, Geogebra, prestasi belajar, berpikir kreatif, dan self-efficacy Geometry Instruction Using Cabri and Geogebra in Terms of Achievement, Creative Thinking, and Self-Efficacy AbstractThis study aimed to describe and to compare the effectiveness geometry instruction using Cabri and Geogebra in terms of the achievement, creative thinking, and self-efficacy of the students  junior high schools. This research was a quasi-experimental research with the pretest-posttest non-equivalent group design. This study used two experimental groups without control groups. The population of the study was all grade VII students of Junior High School Saint Mary Banjarmasin. The sample of two classes (class VIIA, and class VIIB) was established randomly. Class VIIA got geometry instruction with Cabri and class VIIB got geometry instruction with Geogebra. The results show that in terms of students’ academic achievement, creative thinking, and self-efficacy: (1) geometry instruction using by Cabri was effective; (2) geometry instruction using by Geogebra was effective; (3) there was a difference in the instruction using Cabri and that using Geogebra; (4) geometry instruction using Geogebra was more effective than geometry instruction using Cabri.Keywords: Cabri, Geogebra, academic achievement, creative thinking, and self – efficacy
MASALAH NORM MINIMUM PADA RUANG HILBERT DAN APLIKASINYA Karyati Karyati; Dhoriva Urwatul Wutsqa
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1: Juni 2007
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.393 KB) | DOI: 10.21831/pg.v3i1.628

Abstract

In this paper, will be discussed about the minimum norm in the pre- Hilbert Space, Hilbert space and its modification, and its application. The results are: Let X be a pre-Hilbert space and M is a sub space of X. If an element is fixed, then : . If there is such that , then is unique. Let H be a Hilbert space and M be a closed sub space of H . If , then there is a unique element such that , . Let X be a Hilbert space , M be a closed sub space of X . If V =x+ M, for an element xX, then there is a unique element of such that , M.Key words : minimum norm, pre-Hilbert space, Hilbert space , orthogonality
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika SMP berbasis konstruktivisme Gunawan Gunawan
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1: June 2017
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.117 KB) | DOI: 10.21831/pg.v12i1.14054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika SMP berbasis konstruktivisme yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengacu pada langkah yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Prosedur pengembangan terdiri atas 4 tahap yang meliputi: (a) pendefinisian (define), (b) perancangan (design), (c) pengembangan (develop), dan (d) penyebaran (dissemination). Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Guru (BG), Buku Sisa (BS), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB) layak digunakan dengan kategori valid. Dari uji coba menunjukkan perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kepraktisan dan keefektifan. Tingkat kepraktisan pada setiap pembelajaran sebagai berikut; (1) kepraktisan menurut  guru berkategori sangat praktis, (2) kepraktisan menurut siswa berkategori praktis, (3) hasil observasi kemampuan guru menunjukkan kategori baik, (4) aktivitas siswa berkategori sangat baik. Keefektifan perangkat pembelajaran ditunjukkan oleh: (1) tes hasil belajar siswa dengan tingkat kelulusan kategori sangat efektif, (2) respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan kategori sangat baik, (3) respon guru berkategori sangat baik.Kata Kunci: perangkat pembelajaran,konstruktivisme Developing Mathematics Learning Device Based on Constructivisme for Elementary School AbstractThis research aimed to producing mathematics learning device for elementary school based on constructivism teaching and learning approach that was valid, practical, and effective. This research development refered to the step developed by Thiagarajan, that included (a) define, (b) design, (c) develop, and (d) disseminate phase. The results showed that the developed learning device consisting of lesson plans, teacher’s guidebook, student’s book, student’s worksheet, and learning achievement test were qualified with valid category. The results of tryout showed that the developed learning device gain the criteria for practicality and effectiveness, with degrees of practicality as follows (1) teacher’s evaluation sheets of practicality was very practical; (2) student’s evaluation sheet of practicality showed the learning device in a good category. (3) The result of observation sheet showed teachers’ competence in a good category. (4) The students’ activities were very good category. The effectiveness is indicated by: (1) the students passing the learning achievement test; (2) the students’ responses are in a very good category; and (3) the teachers’ responses are in a very good category.Keywords: Learning device, constructivism
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERWAWASAN LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF GUNA MENGEMBANGKAN SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Hidayati, Kana; Arliani, Elly; Retnawati, Heri; Isnaeni, Isnaeni
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1: Juni 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.707 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika dan mengembangkan sikap ramah lingkungan pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melalui pembelajaran matematika berwawasan lingkungan dengan pendekatan kooperatif serta mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kegiatan penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan kelas. Tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus pada kelas XI IPA 3 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kegiatan siklus I meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan siklus II merupakan tindak lanjut dan modifikasi dari siklus I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, soal kuis dan tugas, serta angket respons siswa. Pendekatan kooperatif dalam penelitian ini menggunakan tipe Student Teams-Achievement Divitions (STAD) dan dilakukan pada materi Peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan pembelajaran matematika berwawasan lingkungan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada materi Peluang dan dapat mengembangkan sikap ramah lingkungan pada siswa. Kegiatan pembelajaran matematika tersebut dilakukan dengan tahapan–tahapan sebagai berikut: (1) Class Presentation (Presentasi Kelas), (2) Team Study, (3) Quizzes (Kuis), dan (4) Reward (Penghargaan kelompok). Respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran baik dan siswa merasa semakin peduli dengan lingkungannya dan semakin mengerti bahwa matematika ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.  Kata kunci :  Pembelajaran kooperatif, berwawasan lingkungan, hasil belajar, sikap                        ramah    lingkungan