cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 19784538     EISSN : 2527421X     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
How these three schools in Indonesia could exceed the international average score in TIMSS 2015? Fatmawati, Fasiha; Retnawati, Heri
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1: June 2018
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.014 KB) | DOI: 10.21831/pg.v13i1.20486

Abstract

The achievement of students' mathematics learning is strongly influenced by how the learning process takes place in the classroom. But, that is not the only factor that could affect learning achievement. This research aimed to describe the advantages of learning in three schools in Indonesia with highest score in TIMSS 2015 which exceed international standard score. Participants in this case study research were teachers and students from the three elementary schools, that are SD N Gunungsaren, SD N Kentungan, and SD N Semanu III in Yogyakarta Province, Indonesia. Data triangulation had been conducted to test the validity of data collected by observation, in-depth interviews, and documentation. From the result, it can be concluded that the process of mathematics learning in the three schools implemented by involving students actively in learning activities. Each school had advantage that support the implementation of learning activities. SD N Semanu III supported by the completeness of the facilities in schools in the form of projectors that teachers use well in learning. The success of student learning in SD N Kentungan supported by parents' involvement which providing support and facilitate children's learning. Meanwhile, the success of learning in SD N Gunungsaren supported by teacher creativity factors developed through teacher training activities that applied in classroom.
PEMBENTUKAN SIGMA DELTA DAN IDEAL PRIMDARI GELANGGANG POLINOM MIRING Kamal, Amir
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1: Juni 2012
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pg.v7i1.2832

Abstract

...
Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja, dan Komunikasi Interpersonal dengan Kinerja Guru Matematika SMA Aleksius Madu; Jailani Jailani
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: June 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.032 KB) | DOI: 10.21831/pg.v8i1.8490

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan: (1) kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja guru dan komunikasi interpersonal dengan kinerja guru matematika; (2) kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru matematika; (3) motivasi kerja dengan kinerja guru matematika; (4) komunikasi interpersonal dengan kinerja guru matematika SMA di Kabupaten Ngada.Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-korelasional dengan analisis linear berganda. Populasi penelitian ini seluruh guru dan Kepala Sekolah SMA di Kabupaten Ngada dengan sampel sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive stratifed sampling. Pengumpulan data menggunakan angket (r = 0,91) dan tes (r =0,76). Validitas isi dilakukan oleh ahli sebanyak dua orang dan uji coba terhadap 25 responden di Kabupaten Manggarai, estimasi reliabilitas menggunakan rumus Alpha-Cronbach.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah (X1), motivasi kerja guru (X2), dan komunikasi interpersonal (X3) dengan kinerja guru matematika SMA (Y), dengan korelasi sebesar 0,889 dengan model regresi Y = 59,840 + 0,084X1 + 0,377X2 + 0,799X3; (2) kepemimpinan kepala sekolah  dengan kinerja guru matematika SMA, dengan korelasi sebesar 0,746 serta korelasi murninya sebesar 0,399; (3) motivasi kerja dengan kinerja guru matematika SMA, dengan korelasi sebesar 0,622 serta korelasi murninya sebesar 0,384; dan (4) komunikasi interpersonal dengan kinerja guru matematika SMA, dengan kontribusi sebesar 0,741 dan korelasi murninya sebesar 0,685.Kata Kunci: kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, komunikasi interpersonal, kinerja guru matematika The Relationship between the Principals’ Leadership, Work Motivation, and Interpersonal Communication and the Performance of High School Math Teachers’ AbstractThis study aims to clarify the: (1) principals’ leadership, work motivation, and interpersonal communication and the performance of the high school math teachers; (2) principals’ leadership and the performance of the high school math teachers; (3) teachers’ work motivation and the performance of high school math teachers; (4) interpersonal communication and the performance of the high school math teachers in Ngada District. This research is survey with approach kuantitave-correlational by using multiple linear regression analysis. The population of the study were all math teacher and principal Senior High School in Ngada District with sampel is 50 respondents. Sampel selected by using purposive stratifed sampling. While the reliability of estimation is done by using Alpha-Cronbach formula. The results show that there is (1) principals’ leadership (X1), motivation of teachers (X2), and interpersonal communication (X3) and high school math teachers’ performance (Y), with the correlation of 0.889 obtained by the regression model (Y) = 59.840 + 0.084X1 + 0.377X2 + 0.799X3; (2) the principals’ leadership and high school math teachers’ performance, with the correlation of 0.746 and pure correlations of 0.399; (3) teachers’ working motivation and high school math teachers’ performance, with the correlation of 0.622 and pure correlation of 0.348; and (4) interpersonal communication and high school math teachers’ performance, with the correlation of 0.742 and pure correlation of 0.685.Keywords: school leadership, motivation, interpersonal communication, math teacher performance.
Pengaruh reciprocal teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-efficacy siswa Melinda Chusnul Chotima; Yusuf Hartono; Nila Kesumawati
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1: June 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.496 KB) | DOI: 10.21831/pg.v14i1.22375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditinjau dari self-efficacy siswa kelas VIII di SMP PGRI 11 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi siswa kelas VII. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah simple random sampling. Sampel penelitian adalah kelas VII.1 yang diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model Reciprocal Teaching dan kelas VII.2 yang diberi perlakuan berupa pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan posttest untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan angket untuk mengukur self-efficacy siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA dua jalur pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas yang mendapat perlakuan berupa model Reciprocal Teaching dan kelas dengan pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari self-efficacy siswa, namun tidak terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran dan self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII di SMP PGRI 11 Palembang. The effect of reciprocal teaching on mathematical problem-solving abilities in terms of students' self-efficacyAbstractThis research aimed to describe the effect of the Reciprocal Teaching model on mathematical problem-solving abilities in terms of the self-efficacy of seventh-grade students at SMP PGRI 11 Palembang, Indonesia. This research used an experimental method with a population was all seventh-grade students. The sampling technique used was simple random sampling. The research sample was class VII.1 which was treated in the form of learning using the Reciprocal Teaching model and class VII.2 which was treated in the form of expository learning. The data collection techniques used were a posttest to measure students’ mathematical problem-solving abilities and questionnaires to measure students’ self-efficacy. The data analysis technique used was two-way ANOVA at a significance level of 5% (α = 0.05). The results showed that there was a significant difference in students’ mathematical problem-solving abilities between the class that was treated in the form of Reciprocal Teaching models and class with conventional learning. There was a significant difference in students’ mathematical problem-solving abilities in terms of students’ self-efficacy, but there was no effect of interaction between learning and self-efficacy on the mathematical problem-solving abilities of seventh-grade students at SMP PGRI 11 Palembang.
Keefektifan Pembelajaran Dengan Sumber Belajar Interaktif Berbasis Komputer Ditinjau Dari Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Satriawan Satriawan; Dhoriva Urwatul Wutsqa
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2: December 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.245 KB) | DOI: 10.21831/pg.v8i2.8949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan sumber belajar interaktif berbasis komputer (SBIBK) dan pembelajaran dengan buku sekolah elektronik (BSE); (2) Mengetahui apakah pembelajaran dengan SBIBK lebih efektif dibandingkan pembelajaran dengan BSE ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Alas, Kab. Sumbawa. Sampel ditentukan secara acak, yaitu kelas XI Multimedia menggunakan SBIBK, sedangkan XI Tekhnik Komputer Jaringan menggunakan BSE. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi dan tes prestasi belajar matematika. Uji keefektifan pembelajaran menggunakan one sample t test. Untuk mengetahui pembelajaran yang lebih efektif, digunakan uji independent samples t test dengan kriteria bonferroni. Hasil penelitian ini adalah: (1) pembelajaran dengan SBIBK efektif ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika; (2) pembelajaran dengan BSE efektif ditinjau dari prestasi belajar matematika, namun tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar matematika; (3) Pembelajaran dengan SBIBK lebih efektif dibandingkan pembelajaran dengan BSE.Kata Kunci: pembelajaran, sumber belajar interaktif berbasis komputer, buku sekolah elektronik, motivasi, prestasi belajar matematika The Effectiveness of the Instruction with Computer-Based Interactive Learning Resources in Terms of Motivation and Mathematics Achievement AbstractThis study aims to describe: (1) the effectiveness of the instruction with computer-based interactive learning resources (CBILR) and the instruction with electronic textbooks (ETb), in terms of students’ motivation to learn mathematics and mathematics achievement; (2) whether the instruction with CBILR is more effective than instruction with ETb in terms of students’ motivation to learn mathematics and mathematics achievement.The research population comprised all Year XI students, consisting of nine classes of SMK Negeri 1 Alas Sumbawa. From the population, two classes, Class XI Multimedia (MM) and Class XI Computer Network Technology (CNT), were established as the research sample randomly. Class XI MM learned with the CBILR and Class XI CNT learned with ETb. The data collecting instruments consisted of questionnaires for students’ motivation to learn mathematics and a learning mathematics achievement test. To test the effectiveness of the instruction with CBLIR and instruction with ETb, the data were analyzed using the one sample t-test. The data were analyzed using the independent sample t tests with the bonferroni test criteria to determine the more effective learning resources.The results are as follows: (1) the instruction with CBILR is effective in terms of motivation and mathematics achievement; (2) the instruction with ETb is effective in terms of mathematics achievement, but it is not effective in terms of motivation to learn mathematics. (3) The instruction with computer-based interactive learning resources is more effective than instruction with electronic textbooks.Keywords: instruction, computer-based interactive learning resources, electronic textbooks, motiva-tion, learning mathematics achievement
Keefektifan Model STAD dan Direct Learning Berdasarkan Prestasi dan Minat Belajar Matematika Materi Kesebangunan Bangun Datar Ismanto Ismanto; Hartono Hartono
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: December 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.696 KB) | DOI: 10.21831/pg.v9i2.9076

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran  kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pembelajaran langsung (direct learning) pada materi kesebangunan bangun datar ditinjau dari prestasi dan  minat  belajar, (2) membandingkan keefektifan antara pembelajaran kooperatif model STAD dan direct learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian terdiri dari empat kelas, sedangkan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dengan siswa sebanyak 64 siswa. Instrumen penelitian adalah instrumen tes prestasi dan angket minat belajar. Analisis data (statistik inferensial) meliputi: (1) uji t one sample, (2) analisis multivariat dengan Hotelling’s Trace, dan (3) uji lanjut dengan Equal Variances assumed dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran model STAD dan direct learning efektif ditinjau dari prestasi dan minat belajar matematika siswa dan  (2) pembelajaran model STAD lebih efektif daripada direct learning ditinjau dari minat  belajar matematika siswa, tetapi tidak lebih efektif bila ditinjau dari prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci: Student Teams Achievement Division (STAD), pembelajaran langsung (direct learning), prestasi, dan minat belajar matematika siswa. The Effectiveness of the STAD and Direct Learning Models in Terms of Learning Achievement and Interest in Mathematics for Topic of Plane Figure Similarity AbstractThe aims of this research were to describe the effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model and direct learning in mathematics learning for topic of plane figure similarity in terms of learning achievement and interest in mathematics and compare both of them. This was a quasi-experimental study. The research population comprised four classes. The research sample consisted of two classes, which were randomly selected. The research instruments were an achievement test and a learning interest questionnaire. The data analysis included: (1) one sample t-test, (2) multivariate analysis using Hotelling’s Trace, and (3) a post hoc test using Equal Variances Assumed with significance level of 5%. The results of the study showed that: (1) the STAD and direct learning models were effective in terms of the students’ mathematics learning achievement and interest and (2) the STAD learning model is more effective than direct learning model in terms of the students’ mathematics learning interest, but it wasn’t as effective based on the students’ mathematics learning achievement. Keywords: STAD learning model, direct learning, students’ mathematics learning achievement and  interest
Pengembangan Modul Pembelajaran Logika yang Memuat Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas X SMK Windarti Windarti
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1: June 2015
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.697 KB) | DOI: 10.21831/pg.v10i1.9117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran matematika yang berkualitas dan layak digunakan dalam proses pembelajaran serta mendeskripsikan kualitas modul berdasarkan pada kriteria dari Nieveen yaitu valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengem-bangan yang menggunakan model pengembangan Dick Carey yang telah dimodifikasi. Tahap-tahap yang dilakukan meliputi (1) tahap pendefisian kebutuhan, (2) tahap desain produk, (3) tahap pengembangan dan evaluasi, dan (4) tahap akhir. Uji coba dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu (1) uji coba/validasi ahli, (2) uji coba skala kecil, dan (3) uji coba skala besar/lapangan. Uji coba dilak-sanakan di SMK Pangudi Luhur Muntilan pada siswa kelas X Teknik Pemesinan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, lembar penilaian guru, dan lembar penilaian siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran matematika yang memuat pendidikan karakter untuk siswa kelas X SMK pada materi logika yang berkualitas dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Masing-masing komponen modul memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci: modul pembelajaran, logika, pendidikan karakter Developing a Logic Learning Module Loaded with Character Education for Class X Students of SMK AbstractThis research was aimed to produce a quality mathematics learning module and describe the quality of the developed product based on Niveen’s criteria, including validity, practicality and effectiveness. This research was a research and development study applying a model developed by Dick and Carey that has been modified. The stages were as follows: (1) needs identification, (2) product design, (3) development and evaluation, and (4) final. The experiments were carried out in three stages: (1) expert validation /experiment, (2) small scale try out, (3) large scale try out. The  try out was conducted at SMK Pangudi Luhur Muntilan assigned to Class X Machinery students. The research instruments applied were validation sheet, teacher assessment sheet, and student assessment sheet. The collected data were analyzed  using the qualitative and quantitative technique. The research has produced a learning module loaded with character education for Class X students of SMK on the topic logic which is qualified and suitable  for teaching learning processes. Each instructional package component is valid, practical, and effective.Keywords: learning module, logic, character education
ANALISIS REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA NELAYAN KECAMATAN BULAK SURABAYA Destri Susilaningrum; Citra Elok Megahardiyani
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: Desember 2009
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.323 KB) | DOI: 10.21831/pg.v5i2.543

Abstract

Keadaan gizi balita di Indonesia belum seluruhnya memenuhi kriteria baik, salah satunya adalah di kecamatan Bulak Surabaya. Standart penilaian status gizi di Indonesia menggunakan aturan WHO-NCHS, melalui nilai Zscore yang merupakan salah satu indikator antropometeri yaitu pengukuran berat badan berdasarkan umur (BB/U). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu dan balita nelayan serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita nelayan di Kecamatan Bulak Surabaya. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa karakterstik ibu balita nelayan di kecamatan Bulak Surabaya 66% berpendidikan tidak tamat SMP, 67% usia ibu menikah 20 tahun dan 55% dari ibu yang melahirkan dengan usia 20 tahun. Sedangkan karakteristik balita di kecamatan Bulak Surabaya sebagian besar balita status gizinya normal yaitu sebesar 58.7%, 51% rumah tangga nelayan tergolong keluarga besar dan 61% berpenghasilan Rp1.500.000,-. Apabila dilihat dari sarana sanitasi, 71%. rumah tangga nelayan sarana sanitasinya belum baik. Sebagian besar balita balita diberi ASI 2 tahun dan tidak diimunisasi secara lengkap yaitu sebesar 63% dan 60%. Mayoritas balita diasuh sendiri oleh ibu dikarenakan ibu balita berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan sebagian besar diberi asupan makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna yaitu sebesar 80%. Status gizi balita nelayan secara signifikan ( =20%) dipengaruhi faktor-faktor: pendidikan ibu, kelengkapan imunisasi, dan penghasilan rumah tangga.Kata kunci : status gizi balita, statistik diskriptif, regresi logistik ordinal
Kesiapan Guru Matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam Implementasi Kurikulum 2013 Susanah Wati; Jailani Jailani
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1: June 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.779 KB) | DOI: 10.21831/pg.v11i1.9675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengetahuan guru, sikap guru, dan kesiapan sarana prasarana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan model Concurrent Embedded Strategy. Metode primer penelitian adalah metode kuantitatif yang dilakukan dengan survei, kemudian dilengkapi metode kualitatif yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru matematika SMP kelas VII dan VIII di Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian adalah 64 orang guru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan 5 kriteria, yaitu Sangat Siap, Siap, Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang. Analisis data kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari: kesiapan pengetahuan guru masuk kategori sangat kurang, sikap guru masuk kategori cukup, dan kesiapan sarana prasarana masuk kategori siap.Kata kunci: kesiapan guru, kesiapan pengetahuan, sikap guru, kesiapan sarana dan prasarana The Readiness of Junior High School Math Teachers in Purworejo for the Implementation of Curriculum 2013 AbstractThis research aimed to describe the readiness of junior high school math teachers in Purworejo for the implementation of Curriculum 2013 in terms of the teachers’ knowledge, the attitude of teachers, and the readiness of facilities and infrastructure. This study used mixed methods with models Concurrent Embedded Strategy. The study primary method was a quantitative research carried out by the survey, and  equipped with qualitative methods conducted through observation, interviews and documentation. The population was all the 7th and 8th grade  junior high school math teachers in Purworejo. The sample was 64 teachers established using the stratified random sampling technique. The quantitative descriptive data analysis used five criteria, namely: Very Ready, Ready, Fairly Ready, Poor, and Very Poor. While the analysis of qualitative data consists of data reduction, data display and conclusion.The results show that the readiness of junior high school math teacher in Purworejo for the implementation of Curriculum 2013 in terms of the readiness of the teacher's knowledge was in the very poor category, the attitude of teachers was in the fairly ready category, and the readiness of facilities and infrastructure was in the ready category.Keywords: readiness of teachers, knowledge readiness, teachers’ attitudes, readiness of facilities and infrastructure
Mengembangkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Matematika di SMP Bilingual Listyani, Endang; Marsigit, Marsigit; Hidayati, Kana
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2: Desember 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.436 KB) | DOI: 10.21831/pg.v4i2.563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika di SMP bilingual yang mengembangkan kreativitas siswa. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran yang mengembangkan metode yang mendorong siswa meningkat keaktifannya, memenuhi berbagai macam kebutuhan akademik siswa, mendorong siswa meningkat kemampuan penalaran Matematika dan strategi belajarnya, serta mengembangkan penggunaan alat peraga dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi lanjutan (follow up study). Penelitian dilaksanakan dengan diawali memilih 3 SMP Bilingual yang masing-masing mewakili 3 kabupaten atau kotamadya yang berbeda yaitu Bantul (SMP N I Bantul), Yogyakarta (SMP N 5 Yogyakarta), dan Kulonprogo (SMP N I Galur), kemudian tim peneliti dibantu 3 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika merencanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada tiap sekolah yang telah ditentukan dan dilaksanakan pada tahun 2008. Data pada masing-masing PTK dikumpulkan melalui instrumen yang disusun berdasarkan kajian teori tentang kreativitas siswa dalam belajar Matematika dari Shigeo Katagiri (2004) yang dituangkan dalam bentuk lembar observasi, angket, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran tipe think pair share dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas VIII Bilingual SMP Negeri 1 Bantul, dengan model cooperative learning tipe STAD dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam hal peningkatan pemenuhan kebutuhan akademik siswa dalam belajar matematika di kelas VIII Bilingual SMP Negeri 5 Yogyakarta, sedangkan penggunaan alat peraga menjadi salah satu metode yang dapat digunakan dalam rangka mengembangkan krativitas siswa khususnya dalam aspek penalaran Matematika dan strategi belajar Matematika siswa di kelas VIII SMP Negeri 1.