cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Public Policy and Management Review
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Administrasi Publik diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019" : 37 Documents clear
ANALISIS KINERJA ORGANISASI DINAS PARIWISATA KABUPATEN SEMARANG DALAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN PARIWISATA KABUPATEN SEMARANG Anggi Samuel; Dewi Rostyaningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.153 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24903

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar negara. Salah satu daerah yang memiliki potensi pawisata adalah Kabupaten Semarang. Namun di Kabupaten Semarang masih terdapat program dari kinerja sektor pariwisata yang belum sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja organisasi Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata berdasarkan aspek produktivitas, kualitas pelayanan dan responsivitas beserta faktor yang mendorong dan menghambat proses kinerja organisasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus dari penelitian ini adalah Kinerja Organisasi Dinas Pariwisata, lokus Kabupaten Semarang. Data yang dipakai: data primer dan data sekunder, menggunakan teknik pengumpulan data: Wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah teknik analisis dominan melalui: reduksi data, pengujian data, dan menarik kesimpulan verifikasi. Kinerja organisasi yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dinilai masih kurang baik dilihat dari beberapa aspek produktivitas, kualitas pelayanan, dan responsivitas. Terdapat kendala seperti dalam pengelolaan objek wisata, pemasaran pariwisata, kompetensi dan pengetahuan dalam memberikan pelayan, dan juga dalam menanggapi kebutuhan masyarakat. Terdapat faktor penghambat kinerja organisasi yaitu sumber daya manusia, sistem, tim, partisipasi masyarakat dan teknologi. Saran yang diberikan antara lain dengan pelatihan jabatan atau diklat, pemeliharaan dengan pengawasan rutin terhadap fasilitas sektor pariwisata, pengkajian kembali kebijakan pembatasan pembangunan hotel, membangun partisipasi masyarakat dengan metode persuasif, dan memaksimalkan kerjasama dengan pihak lain.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGAWASAN DALAM IZIN PENGELOLAAN AIR TANAH DI KOTA SEMARANG Ayu Lintang Prafitri; Ari Subowo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.515 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24765

Abstract

Abstract About 80% of the clean water needs that used by the peoples derived from groundwater, especially in urban areas, industrial center, and settlement that is growing rapidly, such as Semarang City. The problems of groundwater management in Semarang City is the usage of ground water which is generally inefficient and carelessly that can be seen from the number of artesian wells from groundwater with the uncontrolled water discharge or not even registered, one of the acts from government is to manage groundwater extraction permits by Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. The goals of this research is to knowing about the implementation of supervising based on the regulation, then to identifying the factors of the implementation of supervision policies in groundwater management permits at Semarang City using the Van Meter and Van Horn Theory. This research uses descriptive qualitative research method with data collecting technique through interview, observation and documentation. The result of this research is showing that Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah is make serious efforts to the policy, but there is some troubles for examples, weak supervision, lack of resources, lack of peoples awareness and lack of socialize leading to the conclusion that implementation of supervision policies in groundwater management permits at Semarang City is not working properly and optimally.
STAKEHOLDERS MAPPING IN OVERCOMING CHILD MARRIAGE PROBLEMS IN SEMARANG Damarjati Prabowo; Dewi Rostyaningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.906 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.25088

Abstract

The handling of children's marital needs more attention from the government of Semarang City. The unpreparedness of reproductive organs at the age of children affected the BBLR even death during childbirth. It is important to know the role of stakeholders in the Semarang City in resolving children's marital problems. The purpose of this research is to know the characteristics that are owned by stakeholders and categories and stakeholders efforts in Semarang city in addressing the problem of children's marital. This research used a qualitatively descriptive method. The results showed the characteristic of stakeholders are to reject children's age marriage, although there are still stakeholders who cannot resist. The indicators used are important indicators, r esources, channels, possible participation, level of influence, implications and action. Stakeholders who reject the child's marriage is the office of Population Control and family planning, the Office of Women Empowerment and child protection, Office of Health, Office of Education, Sub-district, PPT light of Love and the equivalent foundation. While the stakeholders who can not refuse the children’s marital are Department of Population and Civil registration, the Office of the Ministry of Religious Affairs, Courts of Religion and society. Suggested advice: The Department of Population Control and family planning is to program the handling of children’s marriage and coordinate them with related agencies. The Women Empowerment and child Protection Office prioritizes the handling in the form of Perda, The Health office: to strengthen the socialization of reproductive health, The Education office: instructs the planting value of anti-marital children to school, The district need to prioritize the handling of children's age wedding during Musrenbang, PPT light of Love must be given the authority for the prevention of Children’s Marital, the equivalent foundation of regulation, the Office of Ministry of Religion needs to running programs Directly to the public, The Religious Court need to complicates the marriage and public dispensations to attempt to make it aware of its surroundings not to marry at the age of the child.
KUALITAS PELAYANAN DALAM PROSES PEMBUATAN E-KTP DI TPDK DISPENDUKCAPIL KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG Rachman, Aditya; Djumiarti, Titik
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.059 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelyanan dalam proses pembuatan e-KTP di TPDK Dispendukcapil Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 4 informan yang merupakan pegawai dan masyarakat yang sedang melakukan perkaman data e-KTP di TPDK Dispendukcapil Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian kualitas pelayanan dalam proses pembuatan e-KTP dapat diukur dengan 5 dimensi yang didalamnya terdapat indikator-indikatornya. Selain itu juga terdapat faktor pendukung dan penghambat untuk menentukan kualitas pelayanan di TPDK Dispendukcapil Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan diukur dengan 5 Dimensi yaitu Dimensi Tangibel (Berwujud), Dimensi Reliability (Kehandalan), Dimensi Responsiviness (Respon/Ketanggapan), Dimensi Assurance (Jaminan), Dimensi Emphaty (Empati). Indikator yang belum berjalan sesuai dengan harapan masyarakat yaitu mengenai kenyamanan tempat, kedisiplinan, keahlian, kemampuan pegawai, dan ketepatan waktu pelayanan. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah diperlukan diklat untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian yang dimiliki pegawai serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
IMPLEMENTATION OF NUTRITION-SENSITIVE INTERVENTIONS POLICY FOR STUNTING DECREASE IN BLORA REGENCY Nadia Feryka Probohastuti; Aloysius Rengga
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.375 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24936

Abstract

The stunting rate in Blora Regency is one of the relatively high because it has passed the maximum limit set by WHO, which is 20%, therefore several efforts have been made to overcome this problem by implementing a nutrition-sensitive interventions policy to decreased stunting. The purpose of this research is to describe how the implementation of nutrition-sensitive interventions policy for decreasing stunting in Blora Regency and to identify inhibiting factors of the policy implementation. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that not all of the implementation of the nutrition-sensitive interventions decreased stunting in Blora Regency has run optimally. It can be seen from programs that include, 1) increasing drinking water supply and sanitation; 2) increasing access and quality of nutrition and health services; 3) increasing awareness, commitment, parenting practices, and nutrition for mothers and children; 4) increasing access to nutritious food. In every effort to increase, there are programs that have not been able to have a maximium impacton reducing stunting. This is because there are a lack of human resources and budgets, the dissemination of information has not maximized, lack of society support and awareness, as well as invalid data. Suggestions that can be given are allocation of village funds for community nutrition development, strengthening the role of cadres in disseminating information and public nutrition detection, and providing marriage preparation courses by providing related to household life, especially health and nutrition issues so one day they will not give birth to stunting children.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA Renandya Yoga Bimantara; Margaretha Suryaningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.688 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24838

Abstract

Keberadaan Pedagang kaki lima di Kabupaten Magelang menimbulkan beberapa masalah. Masalah ini timbul lantaran keberadaan PKL yang dianggap kurang tepat. Seperti mengganggu ketertiban umum dll. Pemerintah Kabupaten Magelang mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Perda ini dibuat untuk mengatasi permasalahan PKL di Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima dan faktor faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan menggunakan teori Van Metter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pemerintah Kabupaten Magelang telah berupaya untuk melaksanakan perda tersebut.hal ini ditunjukan dengan pembangunan fasilitas berjualan bagi pedagang kaki lima yang direlokasi dan pemberian surat ijin berdagang. Ada aspek yang dinilai belum berjalan sesuai dengan perda yaitu pengawasan dan penertibandan yang dirasa belum tegas. dan pemberdayaan dan pembinaan yang belum sepenuhnya dapat dilaksanakan karena keterbatasan sumberdaya. Faktor penghambat lainya antara lain Sumberdaya yang terbatas, Disposisi dan juga Kondisi sosial, ekonomi dan politik yang mempengaruhi pendapatan pkl. Peneliti merekomendasikan Memperbaiki fasilitas sarana dan prasaraan di tempat berjualan Pkl. bertindak tegas terhadap Pkl liar yang berjualan di tempat yang dilarang untuk berjualan. Menambah sumber daya manusia dengan pegawai non ASN. Kata
KARAKTERISTIK INOVASI E-SERVICE PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SEMARANG (STUDI KASUS PELAYANAN AKTA KELAHIRAN DAN AKTA KEMATIAN) Alfrida, Ritza Maharani; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.794 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24996

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik. salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah dengan menciptakan sebuah inovasi. Dalam upaya peningkatan pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang menciptakan sebuah inovasi E-Service untuk memberikan kemudahan pelayanan pembuatan akta kelahiran dan akta kematian namun inovasi tersebut belum di respon masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori karakteristik inovasi milik Rogers untuk menganalisis pelaksanaan inovasi E-Service, teori faktor pendorong milik Everett M. Rogers dan teori faktor penghambat milik Borins dan Drucker. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi E-Service memiliki keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan untuk dicoba dan kemudahan untuk diamati. Inovasi E-Service memiliki faktor pendorong yaitu dorongan untuk berubah dan tersedianya sarana dan prasarana namun terdapat faktor penghambat yang bersal dari masyarakat sebagai pengguna inovasi.
ANALISIS KINERJA ORGANISASI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CANDISARI KOTA SEMARANG Saputri, Selvia Anis; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.083 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24954

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang sangat penting. Untuk meningkatkan pendapatan negara, pemerintah melakukan reformasi birokrasi perpajakan dengan menggunakan self assessement system. Namun pada kenyataannya sejak dikeluarkannya sistem baru tersebut, kenaikan pendapatan negara melalui pajak tidak signifikan. Kenaikan pajak yang tidak signifikan tersebut juga terjadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Candisari Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisi faktor penghambar kinerja di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Candisari Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalaj kualitatif deskriptif. Indikator penelitian ini adalah produktivitas penerimaan pajak dan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Candisari Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan kinerja penerimaan pajak masih rendah yaitu belum tercapainya target dan hanya sebesar 5% dari total keseluruhan Wajib Pajak yang membayar. Faktor yang menjadi penghambat dalam kinerja adalah belum siapnya masayrakay terhadap penerapan IT dalam perpajakan dan tingkat kesadaran Wajib Pajak yang masih rendah. Rekomendasi yangdiberikan adalah memaksimalkan sosislaisasi terhadap masyarakat akan pentingnya membayar pajak dan menyadarkan kewajiban sebagai Warga Negara taat pajak.
Implementasi Kebijakan Usaha Mini Swalayan Di Jakarta Selatan Bawono Iman Hidayat; Aloysius Rengga
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.32 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24908

Abstract

Implementasi kebijakan tentang usaha mini swalayan untuk mengetahui bagaimana proses impelementasi kebijakan dalam bahasa swalayan mini dalam kegiatan penjualan barang. Banyak yang dibatalkan yang ada mini swalayan mulai dari label harga yang tidak tersedia dan tidak sesuai barang, barang tidak dijual dengan harga eceran, harga lebih mahal dari warung / toko sekitar, dan barang yang dijual tidak semuanya makanan dan minuman yang dikemas. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana menerapkan kebijakan usaha mini swalayan dan kebebasannya. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan penyajiannya dilakukan dengan cara menguraikan objek yang ada di teliti dengan apa adanya dengan penyataan-penyetelan yang bersifat kualitatif .. Tehnik mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tidak berjalan dengan baik karena pelaksana tidak menyadari implementasi yang dilakukan oleh mereka, hal ini disebabkan karena kurangnya koordinasi dengan perumus dan phak pelaksana, sedangkan pihak pelaksana hanya menggunakan hypermarket. Faktor kebijakan utama yaitu komunikasi antara kebijakan dan pelaksana kebijakan, pelaksana tidak memahami tugas mereka sebagai pelaksana, perumus kebijakan pun tahu tentang tidak ada implementasi oleh pelaksana tetapi tidak melakukan koordinasi dengan pelaksana. Saran yang muncul salah satunya adalah perlumengembangkanperaturandansistemmonitoringsertakontrol yang jelasdanefektif agar dapat mencegah pelicin yang bertentangan dengan isi dan tujuan penyediaan usaha mini swalayan, selanjutnya diajukan pada pelaksana kebijakan agar ada pengelasan yang lebih kuat dan tugas yang perlu diperbincangkan sebagai pilihan
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH(BOS) UNTUK PENGEMBANGAN GURU DAN FASILITAS SEKOLAH DI SMP KOTA SEMARANG Refgi Septian; Margaretha Suryaningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.431 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v8i4.24786

Abstract

ABSTRACT The implementation of School Operational Assistance (BOS) is one of the government policies to aimed at improving the quality of education for all levels of society by funding school operation activities. But School Operational Assistance (BOS) funds can also be used to other thing, that is teacher development and school facilities in the teacher profession development component, education staff and scholl management development, while for school facilities in the maintenance of infrastructure facilities and the multimedia learning tool component. However, not all school met all components of BOS funds, including components for teacher development and school facilities The research was conducted in Semarang City Middle Schools namely SMP Negeri 1, 2 and 19 Semarang City. The research was conducted based in the implementation not meet all the components of BOS. especially the teacher development component and school facilities components. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of school operational assistance (BOS) funds for teacher development and school facilities in Semarang City Junior High Schoold and to identify and analyze the factors that influence the implementation of school operational assistance (BOS) funds for teacher developments and school facilities in Semarang City Middle School. The researcher uses the van Meter and van Horn Implementation model with top-down approach. Based on research, the implementation of school operational assistance (BOS) funds for teacher development and school facilities is still not optimal, due to the influence of standar and objective factor which is lack of certainty and judgment in using teacher development and school facilities components and there is no reward given to school for maximizing the use of BOS funds to provide a stimulus for schools as implementor

Page 1 of 4 | Total Record : 37


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1: Januari 2025 Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024 Vol 13, No 4: Oktober 2024 Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli 2024 Vol 13, No 2: April 2024 Vol 13, No 1: Januari 2024 Vol 12, No 4: Oktober 2023 Vol 12, No 3: Juli 2023 Vol 12, No 2: April 2023 Vol 12, No 1: Januari 2023 Vol 11, No 4: Oktober 2022 Vol 11, No 3: Juli 2022 Vol 11, No 2: April 2022 Vol 10, No 4: Oktober 2021 Vol 10, No 3: Juli 2021 Vol 10, No 2: April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari Volume 9 Nomer 4 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 3 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 2 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 1 Tahun 2020 Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019 Volume 8, Nomer 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 2, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 1, Tahun 2019 Volume 7, Nomer 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomer 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomer 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 1, tahun 2012 Vol 11, No 1: Januari More Issue