cover
Contact Name
Rokhani Hasbullah
Contact Email
rokhani.h@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltep@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian
ISSN : 24070475     EISSN : 23388439     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 623 Documents
Evaluasi Kinerja Mini Combine Harvester di Lahan Pasang Surut Anjar Suprapto; Sudirman Umar; Sulha Pangaribuan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.57 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.203-208

Abstract

AbstractIn the large area where the availability of manpower was limited, harvest at the same time will decrease the yield. The objective of this study was to evaluated the performance of mini combine harvester on the tidal swampland with B type typology. The assesment was conducted at Sungai Batang Martapura village, Banjar regency, South Kalimantan on 22-23 November 2016. Ciherang variety was used as assesment material and the size of assesment area were 40 x 15 m repeated three times with the North-South direction of cutting. The result indicated that soil bearing capacity was 1.19 kg/cm2; he engine compression force to the soil surface was 0.092 kg/cm2; on the cutting width of 113 cm and height of cutting stalks of rice average 47 cm with a forward speed of 1.76 km/h, the working capacity was 7.37 hours/ha; plant density as 31.1 clumps/m2 did not affect the burden of cutting blades as well as round the threshing cylinder (as known cylinder rounds per minute = 1200 rpm); the total grain threshed/min, the cleanliness of grain, broken grain, and losses was 8.92 kg, 93.30%, 2.30%, 2.92 respectively; and the efficiency was 65.83%.AbstrakWaktu panen yang hampir bersamaan pada areal yang luas, sedangkan tenaga kerja terbatas maka akan dapat mengakibatkan kerusakan hasil yang tinggi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dari mesin mini combine harvester pada kondisi basah di lahan rawa pasang surut. Evaluasi kinerja mesin Mini Combine Harvester dilaksanakan di desa Sei Batang Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pada tanggal 22-23 Nopember 2016, MT II 2016. Bahan uji adalah tanaman padi varietas Ciherang. Lahan pengujian adalah lahan pasang surut tipe B. Pemotongan batang padi menggunakan mini combine harvester pada ukuran lahan uji panjang x lebar (40 m x 15 m) diulang 3 kali dengan arah pemotongan ke arah panjang lahan. Pengukuran dilakukan untuk menghitung kinerja teknis mesin mini combine harvester, meliputi kapasitas kerja, jumlah gabah terontok/menit, kebersihan gabah, susut hasil, butir rusak serta efisiensi. Hasil pengukuran dengan alat soil penetrometer diperoleh daya sanggah tanah sekitar 1.19 kg/cm2 dan diketahui gaya tekan mesin ke permukaan tanah mesin combine harvester sebesar 0.092 kg/cm2. Hasil evaluasi terhadap kinerja mesin mini combine harvester menunjukkan bahwa pada lebar pemotongan 113 cm dan tinggi pemotongan batang padi rata-rata 47 cm dengan kecepatan maju 1.76 km/ jam, kapasitas kerja yang dihasilkan sebesar 7.37 jam/ha. Kepadatan tanaman 31.1 rumpun/m2. Jumlah gabah terontok/menit 8.92 kg dengan tingkat kebersihan gabah 93.30%. Akibat dari putaran silinder yang cukup tinggi menyebabkan butir rusak 2.30% dengan susut hasil 2.92%; dan efisiensi 65.83%.
Kinerja Roda Besi Bersirip Multi-Angle untuk Lahan Sawah Terasering Irwin Syahri Cebro; Tineke Mandang; Wawan Hermawan; Desrial Desrial
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2148.951 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.195-202

Abstract

AbstractThe paddy plots in upland area have fairly steep embankments between plots. This condition causes a hand tractor difficult to move from one plot to another. The objective of this research was to design and test a lug wheel equipped with a multi-angle lug mechanism for slope climbing using a hand tractor. The lug plates of the wheel can be rotated using a mechanism, so that the lug angle can be set at 0°, 15°, 30°, 45°, and -15°. Traction performance tests of the prototype wheel were conducted on slope tracks of 15o, 30o and 45o angle. Tractor velocity, torque of wheel shaft, wheel rotational speed and wheel sinkage were measured using corresponding sensors and recorded during the performance test. The test result on 45o slope show that lug wheel with lug angle of -15o produced the highest traction efficiency (93.83%). For climbing the slopes, lug wheel with a smaller lug angle (0o and -15o) produced a higher traction efficiency and a smaller wheel slip than that of using a higher lug angle. The multi-angle lug wheel with a small lug angle had a better slope climbing performance than that of the conventional fixed lug wheel.AbstrakPematang sawah di daerah dataran tinggi memiliki tanggul antara petakan yang cukup curam. Kondisi ini membuat traktor tangan sulit untuk berpindah dari satu petakan ke petakan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan menguji sirip roda yang dilengkapi mekanisme sirip multi-angle untuk pendakian lereng dengan menggunakan traktor tangan. Pelat sirip dari roda dapat diputar dengan menggunakan mekanisme, sehingga sudut sudut dapat diatur pada 0°, 15°, 30°, 45°, dan -15°. Uji kinerja traksi prototipe roda dilakukan pada lintasan miring dengan sudut kemiringan 15o, 30o dan 45o. Kecepatan traktor, torsi poros roda, kecepatan putaran roda dan roda sinkage diukur dengan menggunakan sensor yang sesuai dan dicatat selama pengujian kinerja. Hasil pengujian pada kemiringan 45o menunjukkan bahwa roda pengangkut dengan sudut sirip -15o menghasilkan efisiensi traksi tertinggi (93.83%). Pada pendakian lereng, sirip roda dengan sudut sirip yang lebih kecil (0o dan -15o) menghasilkan efisiensi traksi yang lebih tinggi dan slip roda yang lebih rendah daripada sudut sirip yang lebih besar. Roda besi bersirip multi-angle dengan sudut sirip kecil memiliki kinerja pendakian lereng yang lebih baik daripada roda besi bersirip konvensional.
Pemodelan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Memprediksi Color Difference Tepung Sagu pada Pneumatic Conveying Recirculated Dryer Abadi Jading; Nursigit Bintoro; Lilik Sutiarso; Joko Nugroho Wahyu Karyadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1925.543 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.179-186

Abstract

AbstractPneumatic conveying recirculate dryer (PCRD) is an artificial drying machine which is suitable for flour drying. Previous research has designed PCRD machine to dry the sago flour. The change of sago flour color in PCRD machine is very difficult to be directly measured during the drying process. The aim of this research was to develop an artificial neural network (ANN) model to predict the color difference (ΔE) between wet sago flour before drying and dried sago flour after drying by PCRD machine. The value of ΔE observation was obtained based on the sago color data calculation. The color of sago flour was measured using a color meter (TES 135A). The observation ΔE data were trained and tested on the ANN model using Graphical User Interface (GUI) application, a neuralnetwork- toolbox-based ANN on Matlab R2014a. The training and testing results of the ANN model showed that the best network structure were 12 input neurons, 5 neurons of the first hidden layer, 5 neurons of the second hidden layer, 1 neuron of the third hidden layer, and 1 output neuron (12-5-5-1-1). The value of MSE obtained by the ANN model structure was 0.0005121 with 16 times epoch. The validity test result showed that the coefficient of determination value for the training process (R2 train) equal to 0.987 and for the testing process (R2 test) equal to 0.976. Meanwhile, the optimization analysis result showed that the value of MSE and MRE were quite small, as well as the MSE and MRE value on each parameter variation. It showed that the ANN model is valid to be used to predict the color difference of sago flour drying on PCRD machine.AbstrakPneumatic conveying recirculate dryer (PCRD) adalah salah satu mesin pengering buatan yang cocok digunakan untuk mengeringkan bahan tepung. Pada penelitian terdahulu telah dirancang mesin PCRD untuk mengeringkan tepung sagu. Pengukuran perubahan warna tepung sagu pada mesin PCRD sangat sulit dilakukan secara langsung selama proses pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model jaringan syaraf tiruan (JST) untuk memprediksi perbedaan warna atau color difference (ΔE) antara tepung sagu basah sebelum dikeringkan dengan tepung sagu kering setelah dikeringkan dengan mesin PCRD. Nilai ΔE observasi diperoleh berdasarkan hasil perhitungan data warna tepung sagu. Warna tepung sagu diukur menggunakan color meter (TES 135A). Data ΔE observasi tersebut dilatih dan diuji pada model JST menggunakan aplikasi Graphical User Interface (GUI) JST berbasis neural network toolbox pada Matlab R2014a. Hasil pelatihan dan pengujian model JST menunjukkan bahwa struktur jaringan yang terbaik adalah 12 neuron input, 5 neuron lapisan hidden layer 1, 5 neuron lapisan hidden layer 2, 1 neuron lapisan hidden layer 3, dan 1 neuron output (12-5-5-1-1). Nilai MSE yang dicapai struktur model JST tersebut, sebesar 0,0005121 dengan epoch 16 kali. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi untuk proses pelatihan (R2 latih) sebesar 0.987, dan proses pengujian (R2uji) sebesar 0.976. Sedangkan hasil analisis optimasi menunjukkan bahwa, nilai MSE dan MRE yang dihasilkan cukup rendah, begitupula nilai MSE dan MRE pada setiap parameter variasi. Hal ini menunjukkan bahwa model JST tersebut valid digunakan untuk memprediksi color difference pengeringan tepung sagu pada mesin PCRD.
Evaluasi Konsep Desain dan Kinerja Ditcher untuk Pembuatan Parit pada Budidaya Kedelai Azmi Asyidda Mushoffa; Wawan Hermawan; Radite Praeko Agus Setiawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2433.282 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.157-164

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to evaluate the design concept and performance of the ditcher that has been designed for soybean cultivation on saturated soil culture. The design concept evaluation was done by experiment on 3 types of prototype ditcher to determine one of the best ditcher design concept. It was selected by a technique weighted performance method. The performance test on the best ditcher prototype was carried out in a field with silty loam soil at average moisture content 65.4% (dry basis) and 470 kPa average cone index. The last crop in the field was rice. The plastic limit and plasticity index of the soil were 34.05% and 19.80% respectively. Depths of operation considered were 20 cm. Tests were conducted at average forward speeds of 0.51 m/s resulting 28.7% average wheel slip. Theoretical field capacity was 0.74 ha/h. The average width and depth of the ditch that was formed were 32.6 cm and 18.3 cm respectively. The soil disturbance created as a result was also reported.AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengevaluasi konsep desain dan kinerja ditcher untuk pembuatan parit pada budidaya kedelai jenuh air. Evaluasi konsep desain dilakukan dengan percobaaan pada 3 jenis prototipe ditcher untuk menentukan satu konsep desain ditcher terbaik. Desain terbaik dipilih dengan metode indeks kinerja berbobot. Uji kinerja prototipe ditcher terbaik dilakukan di lahan sawah bekas panen padi dengankelas tekstur tanah liat berdebu, kadar air rata-rata 65.4% (basis kering) dan tahanan penetrasi rata-rata 470 kPa. Batas plastis dan indeks plastisitas tanah masing-masing adalah 34.05% and 19.80%. Kedalaman operasi dipertahankan pada 20 cm. Slip roda traksi rata-rata yang terjadi 28.7% dengan kecepatan maju rata-rata 0.51 m/s. Kapasitas lapangan teoritis diperoleh 0.74 ha/jam. Lebar dan kedalaman parit yangterbentuk adalah 32.6 cm dan 18.3 cm. Parameter tanah terusik sebagai pengaruh operasi ditcher juga dilaporkan di dalam hasil penelitian ini.
Penilaian Organoleptik Keripik Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Pasca Penggorengan Menggunakan Metode Non-Numeric MP-MCDM Rahmat Fadhil; Diswandi Nurba
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.209 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.165-170

Abstract

AbstractProcessing of purple sweet potato (Ipomea batatas L.) into chips is a means to improve the economic value. Crispiness is considered as one essential quality parameter for chip products that must be pursued. The thickness of slices and concentration of sodium bicarbonate (NaHCO3) constitute crispiness defining factors. This research was aimed at conducting organoleptic evaluation on a variety of purple sweet potato slice thicknesses and post-frying sodium bicarbonate concentrations using Non-Numeric Multi Person-Multi Criteria Decision Making (MP-MCDM). Research results showed that the Non-Numeric MP-MCDM method had successfully determined decision of the best prioritized decision among different alternative treatments of the ingredient. The preferred decision according to respondent opinions on the basis of organoleptic evaluation including color, aroma, taste, texture and overall acceptance were products from the 3 g/L NaHCO3 concentration with 1 mm (KB) slice thickness and the 3 g/L NaHCO3 concentration with 2 mm (KE) slice thickness and respondents seemed to like (SK) those products.AbstrakPengolahan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) menjadi keripik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi. Kerenyahan adalah salah satu parameter mutu penting bagi produk keripik yang harus diupayakan. Ketebalan irisan dan konsentrasi natrium bikarbonat (NaHCO3) merupakan faktor penentu kerenyahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian organoleptik berbagai variasi ketebalan irisan ubi jalar ungu dan kosentrasi natrium bikarbonat pasca penggorengan dengan metode Non-Numeric Multi Person-Multi Criteria Decision Making (MP-MCDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Non-Numeric MP-MCDM telah berhasil menentukan keputusan prioritas terbaik dari berbagai alternatif perlakuan bahan. Keputusan terbaik menurut pendapat responden berdasarkan uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan penerimaan keseluruhan adalah konsentrasi NaHCO3 sebanyak 3 g/L pada ketebalan irisan 1 mm (KB) dan konsentrasi NaHCO3 sebanyak 3 g/L pada ketebalan irisan 2 mm (KE) dengan keputusan suka (SK).
Pembuatan dan Pendugaan Lama Simpan Bubuk Asam Sunti dalam Kemasan dengan Metode Sorpsi Desi Idayanti; Emmy Darmawati; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.055 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.151-156

Abstract

AbstractAsam sunti is a typical seasoning Aceh cuisine made by processed belimbing wiluh (Averhoa bilimbi. L) in the form of semi-wet. Making asam sunti in powder form as well as other spices such as pepper, turmeric, and ginger others is expected to simplify and expand the asam sunti market as spice. The aim of this research were to make asam sunti powder, to analyze the effect of packing type on the change of water content of asam sunti powder, and to the estimation of shelf life of asam sunti powder in the packaging. Preparation of asam sunti powder was carried out by drieying a semi-wet asam sunti at temperature 70°C for 12 hours. Dried asam sunti was blended and sieved (80 mesh). Measurement of isotherm sorption properties was done using the salts of NaOH (6.9%), NaBr (56%), NaNO2 (64%), NaCl (75.3%), and KCl (83.6%) to regulate the humidity. The packaging tested for asam sunti powder storage was aluminum foil, HDPE and PP. Critical water content to a determine of shelf life of asam sunti powder at 21.26% with powder conditions starting to clot and not accepted by consumers. The estimation of shelf life of asam sunti powder with sorption method for aluminum foil, PP and HDPE packaging were 541.81, 506.83 and 369.24 days at 75% RH storage respectively, while RH of 83% was 364.12, 337.50 and 245.88 days. These results indicate that the best packaging for asam sunti powder was aluminum foil.AbstrakAsam sunti merupakan bumbu khas masakan aceh yang terbuat dari olahan belimbing wuluh dalam bentuk semi basah. Membuat asam sunti dalam bentuk bubuk seperti halnya bumbu lain yaitu lada, kunyit, jahe bubuk, dan yang lainnya diharapkan memudahkan dan memperluas pasar asam sunti sebagai bumbu masakan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh jenis kemasan terhadap perubahan kadar air asam sunti bubuk dan pendugaan umur simpan asam sunti bubuk dalam kemasan. Pembuatan asam sunti bubuk dilakukan dengan pengeringan suhu 70oC selama 12 jam. Asam sunti kering diblender dan diayak (80 mesh). Pengukuran sifat sorpsi isotermis dilakukan menggunakan garam NaOH (6.9%), NaBr (56%), NaNO2 (64%), NaCl (75.3%), dan KCl (83.6%) untuk mengatur kelembaban. Kemasan yang diuji untuk penyimpanan adalah aluminium foil, HDPE dan PP. Kadar air kritis sebagai penentu umur simpan pada nilai 21.26% dengan kondisi bubuk mulai menggumpal dan tidak disukai konsumen. Pendugaan umur simpan asam sunti bubuk dengan metode sorpsi untuk kemasan aluminium foil, HDPE dan PP berturutturut adalah 541.81, 506.83 dan 369.24 hari pada penyimpanan RH 75%, sedang pada penyimpanan RH 83% berturut-turut 364.12, 337.50 dan 245.88 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa kemasan yang terbaik untuk menyimpan asam sunti bubuk adalah jenis aluminium foil.
Studi Kinetika Degradasi Warna Biodegradable Film - Antosianin Untuk Indikator Proses Termal Rozi Satria Utama; Nugraha Edhi Suyatma; Nancy Dewi Yulliana
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1742.453 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.2.137-144

Abstract

AbstractAnthocyanins from different sources have been reported for its potential as thermal process indicator. This research aimed in particular to study the color degradation kinetics of anthoyanin from Roselle and in general to provide alternative natural indicator for thermal process. Roselle’s anthocyanin extract was incorporated into 3 biodegradable films (i.e agar, pectin, PVA). Thermal degradation kinetics of anthocyanin’s color (ΔE and Chroma) in biodegradable film was studied at selected temperatures (80oC, 90oC, and 100oC). The color change was observed at minute 0, 30, 60 and 120 by computer vision method. The results showed that anthocyanin incorporated into PVA film had the highest value of activation energy (Ea), while anthocyanin incorporated into pectin film had the smallest value of Ea. Lower value of Ea indicating that the anthocyanin chroma is easily degraded at low temperature. Higher value of Ea indicating that it needshigher energy or higher temperature to degrade the color. The results of this study showed that anthocyanin in PVA film can be selected as indicator for high temperature thermal process (e.g. sterilization), while anthocyanin in pectin film can be used in lower temperature thermal process (e.g. pasteurization). AbstrakPotensi antosianin dari berbagai sumber sebagai indikator proses termal alami telah banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mempelajari kinetika degradasi warna film-antosianin serta menentukan kombinasibiodegradable film-antosianin terbaik sebagai alternatif indikator proses termal. Pengamatan kinetik ini dilakukan pada suhu 80oC, 90oC, dan 100oC dan parameter degradasi warna yang diukur adalah ΔE danChroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antosianin pada film PVA mempunyai nilai energi aktivasi (Ea) paling besar, sedangkan antosianin pada film pektin mempunyai nilai Ea paling kecil. Nilai Ea degradasiwarna antosianin yang kecil pada film pektin menunjukkan bahwa degradasi warna sudah dapat berjalan pada suhu yang rendah. Sedangkan nilai Ea degradasi warna antosianin yang lebih besar pada film PVA menunjukkan bahwa antosianin pada film tersebut merupakan yang paling sensitif terhadap perubahan suhu dan paling signifikan perubahan warnanya. Namun perubahan warna yang signifikan pada antosianinpada film PVA membutuhkan suhu yang lebih tinggi sehingga lebih tepat untuk digunakan sebagai indikator pada proses termal dengan suhu yang tinggi (misalnya sterilisasi), sedangkan antosianin pada film pektin dapat digunakan pada proses termal dengan suhu yang lebih rendah (misalnya pasteurisasi).
Pemanfaatan Air Tanah Dangkal untuk Irigasi Padi Menggunakan Pompa Berbahan Bakar LPG Agus Haryanto; Suharyadi Suharyadi; Budianto Lanya
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.948 KB) | DOI: 10.19028/jtep.05.3.219-226

Abstract

AbstractThe objective of this study was to evaluate performance of LPG-fueled single cylinder pump enginein utilizing shallow groundwater for rice field irrigation. Research was conducted in Baktirasa Village, Subdistrict of Sragi, Regency of South Lampung during planting session of September–December 2015 by observing and analyzing technical and economical performance of LPG-fueled pump engine. Observation was performed on the depth of groundwater before and after pumping, pumping duration, discharge, LPG consumption, and depth of standing water. Irrigation cost was evaluated using local prices for installation and manpower. Results of the research showed that shallow groundwater is potential to be explored as asource of paddy field irrigation. Depth of water table was substantially low at 3.41 m and decrease to 4.83m after continuous pumping for about 6.5 hours. The LPG-fueled pump engine worked smoothly at an average gas consumption of 0.464 kg/h with a field capacity of 0.0190 ha/h and a discharge rate of 14.58 m3/h. The distribution uniformity of 92.28% was achieved with average depth of standing water of 4.12 cm. The cost of irrigation operation was IDR 226,875.23/ha, lower than leasing one (IDR 400,000.00 /ha).AbstrakPenelitian ini berujuan untuk mengevaluasi kinerja mesin pompa satu silinder berbahan bakar LPG dalam memanfaatkan air tanah dangkal untuk irigasi sawah pada musim kering. Penelitian dilakukan di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan dengan menganalisis kinerja teknis dan ekonomi penggunaan pompa berbahan bakar LPG pada musim tanam September–November 2015. Pompa irigasi 4.9 hp diuji sebanyak lima kali pada lima petak sawah (masing-masing 1250 m2). Parameter yang diamati meliputi kedalaman air tanah sebelum dan sesudah pengoncoran, lama pengoncoran, debit pompa, konsumsi LPG, tinggi genangan air, dan keseragaman distribusi (DU). Biaya irigasi dihitung berdasarkan harga setempat untuk pemasangan sumur dan upah kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah dangkal di Desa Baktirasa berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber irigasi. Kedalaman air tanah cukup rendah, yaitu 3.41 m sebelum pemompaan dan turun menjadi 4.83 m setelah pemompaan selama sekitar 6.5 jam terus-menerus. Pompa berbahan bakar LPG bekerja dengan baik dengan kapasitas 0.0190 ha/jam pada debit 14.58 m3/jam, dan konsumsi LPG 0,464 kg/jam. Ketinggian genangan rata-rata 4.12 cm dengan DU 92.28%. Biaya irigasi adalah Rp 226,875.23/ha per sekali oncoran, lebih rendah daripada sewaRp 400.000,00/ha.
Aplikasi Kinetika Reaksi Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah Melalui Reaksi Transesterifikasi Basa Agus Haryanto; Ovita Yozana; Sugeng Triyono
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.847 KB) | DOI: 10.19028/jtep.05.3.261-266

Abstract

AbstractThis study aims to determine parameters of first order kinetics of biodiesel production from used cooking oil through transesterification reaction with NaOH catalyst. Used cooking oil was obtained from fried food peddlers in Bandar Lampung. The transesterification reaction was carried out with 100 ml of waste cooking oil and 0.5 grams of NaOH at a molar ratio of 1:4 (oil:methanol). Treatment combinations of temperature (30oC, 40oC, 50oC, and 60oC) and reaction time (10, 20, 30, 40, 50 and 60 minutes) were performed to observe the resulting yield. Kinetic parameters were calculated with assumption that the transesterification is a first order reaction. Results showed that the reaction rate constant increased with temperature (i.e. k = 0.003 min-1at 30oC to 0.010 min-1 at 60oC). The value of activation energy for transesterification of used cooking oil was 30.69 kJ/mol.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter kinetika reaksi orde satu pembuatan biodieseldari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis NaOH. Minyak jelantah diperoleh dari penjual gorengan di Bandar Lampung. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan 100 ml minyak jelantah dan 0.5 gram NaOH pada perbandingan molar 1:4 (minyak:metanol). Kombinasi perlakuan suhu (30oC, 40oC, 50oC, and 60oC) dan lama reaksi (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit) dilakukan untuk mengamati rendemen yang dihasilkan. Parameter kinetika dihitung dengan asumsi bahwa transesterifikasi adalah reaksi orde satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta laju reaksi meningkat seiring dengan bertambahnya suhu, yaitu k = 0.003 per menit pada suhu 30oC hingga k = 0.010 per menit pada suhu 60oC. Nilai energi aktivasi transesterifikasi minyak jelantah adalah 30.69 kJ/mol.
Sebaran Suhu pada Sistem Hidroponik Substrat dengan Pendinginan Terbatas Daerah Perakaran Nurul Choerunnisa; Herry Suhardiyanto; Leopold Oscar Nelwan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.512 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.233-240

Abstract

AbstractHigh environment temperature in humid tropical lowland can cause vary physiological problems for plants. Zone cooling system for substrate hydroponics was built to maintain root zone temperature of the plants. The objective of this research was to predict temperature distribution in substrate hydroponicssystem root zone with root zone cooling which is important parameter in evaluating root zone cooling system. The distribution of root zone temperature was simulated using computational fluid dynamics (CFD) approach. The simulation result showed uniformed temperature distribution in the planting medium for hydroponic substrate with minimum, maximum, and average temperature of 12.60oC, 39.90oC, and32.00oC, respectivelly. The comparison between simulated and measured root zone temperature using linear regression analysis resulted in gradient value of 1.01, coefficient of intercept value of 0.39, and coefficient of determination value of 0.98. Hence, the developed simulation model with CFD approach can be used to predict root zone temperature of substrate hydroponics system with root zone cooling.AbstrakSuhu lingkungan yang tinggi di dataran rendah tropika basah dapat mengakibatkan berbagai masalah fisiologis pada tanaman. Sistem pendinginan terbatas untuk hidroponik substrat telah dibangun untuk menjaga suhu daerah perakaran tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi sebaran suhu daerah perakaran pada sistem hidroponik substrat dengan pendinginan terbatas daerah perakaran yang merupakan parameter penting dalam mengevaluasi sistem pendinginan terbatas daerah perakaran. Sebaran suhu daerah perakaran tanaman disimulasikan dengan menggunakan pendekatan computational fluid dynamics (CFD). Hasil simulasi menunjukkan sebaran suhu media tanam yang tidak seragam dengan suhu minimum, maksimum, dan rata-rata secara berurutan sebesar 12.60oC, 39.90oC, dan 32.00oC. Perbandingan antara suhu daerah perakaran hasil simulasi dan pengukuran dengan analisis regresi linear menghasilkan nilai gradien sebesar 1.01, nilai koefisien intersep sebesar 0.39, dan koefisien determinasi sebesar 0.98. Oleh karena itu, model simulasi dengan pendekatan CFD yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk memprediksi sebaran suhu daerah perakaran sistem hidroponik substrat dengan pendinginan terbatas daerah perakaran.

Filter by Year

1992 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2015): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 2 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 2 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 4 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 3 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 3 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 1 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 3 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 1 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 2 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 1 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (1997): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian More Issue