cover
Contact Name
Rokhani Hasbullah
Contact Email
rokhani.h@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltep@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian
ISSN : 24070475     EISSN : 23388439     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 623 Documents
Pengaruh Receiver Terhadap Kinerja Refrigerasi Mesin Pembeku Paulus Sukusno; Armansyah H. Tambunan; Radite Praeko Agus Setiawan; Yohanes Aris Purwanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1853.613 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.343-350

Abstract

AbstractFreezing is the best method to preserve the quality of food for a long period of time compared to other technologies such as drying and canning. Technology of freezing requires more energy than other preservation technologies, however. Therefore, an energy efficient freezer is needed. This research aims to the effect of utilization of a receiver to improve the freezer performance efficency. The research is conducted on freezer used to cool and freeze 1 kg of water from a temperature of 27oC to -14oC, then a receiver is installed in the freezer and the same research is conducted (the type and setting of expansion valve and test materials are the same). The refrigerant medium is R404A working fluid. The receiver is installed between condenser and filter dryer in the system circuit of the freezer. The result shows that the utilization of receiver increases the coefficent of performance (COP) from 2.24 to 2.69 and reduce the electricity consumption. The time required for freezing becomes shorter particularly on the transition of liquid to solid phase (ice) . Consequently, the freezing rate becomes quicker and provides advantages for application of food freezing.AbstrakPembekuan merupakan metode yang paling baik untuk menjaga kualitas makanan dalam jangka waktu lama, dibanding dengan teknologi lain seperti pengeringan dan pengalengan. Namun teknologi pembekuan membutuhkan lebih banyak energi daripada teknologi pengawetan lainnya, karena itu diperlukan mesin pembeku yang hemat energi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan receiver untuk meningkatkan efisiensi kinerja mesin pembeku. Penelitian dilakukan pada mesin pembeku yang digunakan untuk mendinginkan dan membekukan air 1 kg dari suhu 27oC sampai -14oC, selanjutnya penelitian mesin pembeku ditambahkan receiver dan dilakukan penelitian yang sama (bukaan katup ekpansi diatur tetap dan sama, serta bahan uji dilakukan dalam kondisi sama). Media pendingin menggunakan fluida kerja R404A. Receiver diletakkan di antara kondensor dan filter dryer pada rangkaian sistem mesin pembeku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan receiver pada mesin pembeku berdampak pada peningkataan koefisien kinerja (COP) dari 2.24 menjadi 2.69, dan terjadi penghematan konsumsi energi listrik. Waktu proses pembekuan menjadi lebih singkat, khususnya pada tahap perubahan fase cair menjadi es, sehingga laju pembekuan menjadi lebih cepat dan memberi keuntungan untuk penerapan pada pembekuan bahan pangan.
Penggabungan Bubu Dasar dan Wewa sebagai Jebakan Ganda, dalam Inovasi Alat Tangkap Yohanes Benediktus Yokasing; Amiruddin Abdullah; Antonius Pangalinan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.482 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.327-334

Abstract

AbstractBubu Bubu is a fishing tools trap that is permanently installed in seawater for a certain period of time. The Bubu Dasar is used by traditional fisherman in East Nusa Tenggara and operation does not use bait. This research used bait that are placed in the Wewa in the Bubu Dasar, which is call as double trap. The research used method exploratory study, data processing, pre-design, design, manufacture, research and data analysis. The duration of research are 3 months, at Bolok Kupang as a place to mount traps. The research design used a completely randomized block design (CRBD). Variables that were examined are water depth in 10, 15 and 20 meters, the duration of observation are 3 months and the the total catch of fish as dependent variabele. The lowest number of catches in the second installment in August was 0.30 kg at a depth of 10 meters, while the highest number of catches occurred in the fourth installment in August and the fourth installment in September of 0.98 kg at a depth of 20 meters. The strength of the construction qualifies the strength of the construction requirement of 0.179 kg/mm2 < than permitted value of 52 kg/mm2.AbstrakBubu merupakan alat tangkap ikan yang dipasang secara tetap didalam air laut untuk jangka waktu tertentu. Bubu dasar digunakan oleh nelayan tradisional di Nusa Tenggara Timur, dan pengoperasiannya, tidak menggunakan umpan. Kajian jebakan ganda ini, menggunakan umpan yang diletakkan dalam wewa yang berada dalam bubu dasar, yang merupakan jebakan ganda. Kajian ini diawali observasi lapangan, perancangan dan perencanaan, pembuatan, kajian dan analisa data serta menyimpulkan. Lamanya penelitian 3 bulan dan bertempat di Bolok Kupang sebagai tempat pemasangan bubu. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Variabel-variabel yang dikaji; kedalaman air, (10, 15 dan 20 meter), lamanya pengamatan 3 bulan dan variabel terikatnya adalah jumlah tangkapan. Jumlah tangkapan terendah di pemasangan kedua di bulan Agustus sebanyak 0.30 kg pada kedalaman 10 meter, sedangkan jumlah tangkapan tertinggi terjadi di pemasangan keempat bulan Agustus dan pemasangan keempat bulan September sebanyak 0.98 kg pada kedalaman 20 meter. Kekuatan konstruksi untuk tegangan terjadi 0.179 kg/mm2 < tegangan yang diizinkan 52 kg/mm2.
Akurasi Metode NIRS dalam Prediksi Kandungan Kimia Bubuk Green Coffee Bondowoso dengan Model Kubelka-Munk Vivin Purningsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.35 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.271-278

Abstract

AbstractGreen coffee has a variety of benefits that are good for the human body, because of the antioxidants content like chlorogenic acid and trigonelline as well as caffeine as a central nervous stimulant. Commonly, determination of these chemical contents was done by the chemical method that less efficient in terms of time, cost and sample preparation. NIR Spectroscopy has been applied as an alternative method for prediction of these chemical contents but the accuracy is not quite accurate. In this research, Kubelka-Munk Model was applied to increase the accuracy of NIRS for prediction of these chemical content of bondowoso green coffee powder. The sample of coffee was grounded into particle size of 355 and 150 μm, and the reflectance of the sample (30 gram) were measured by FT-NIRS in the wavelength of 1000-2500 nm. Furthermore, the chemical content of the samples were determined by Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). The obtained spectrum was transformed to absorbance (Log 1/R) and K/S of Kubelka-Munk model. Data pretreatment such as standard normal variate (SNV), second derivative (dg2) and their combination was also done to increase accuracy of NIRS prediction. The calibration and validation of processed NIR spectra and chemical content were carried out using Partial Least Square (PLS). The results show that K/S of Kubelka-Munk model was continued with data pretreatment dg2 on the 150 μm particle size of coffee powder giving the best prediction of caffeine, trigonelline and CGA of Bondowoso green coffee powder by NIRS (R2 > 0.98; RPD >5.31; CV < 1.07%).AbstrakGreen coffee memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, karena kandungan antioksidan seperti asam klorogenat dan trigonelin serta kafein sebagai perangsang sistem syaraf pusat. Umumnya, penentuan kandungan ini dilakukan dengan metode kimia yang kurang efisien dalam waktu, mahal dan perlu persiapan sampel. NIR Spectroscopy telah diterapkan sebagai metode alternatif untuk prediksi kandungan ini, namun hasilnya tidak terlalu akurat. Dalam penelitian ini, model Kubelka-Munk diterapkan untuk peningkatan akurasi NIRS dalam memprediksi kandungan kimia bubuk green coffee Bondowoso. Sampel kopi digiling pada ukuran partikel 355 dan 150 μm, dan reflektan sampel (30 gram) diukur dengan FT-NIRS pada panjang gelombang 1000-2500 nm. Selanjutnya, pengukuran kandungan kimia sampel dilakukan dengan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Spektrum yang diperoleh ditransformasi ke absorban (Log 1/R) dan K/S dari model Kubelka-Munk. Data pretreatment seperti standard normal variate (SNV), second derivative (dg2) dan kombinasinya juga dilakukan untuk meningkatkan akurasi prediksi NIRS. Kalibrasi dan validasi spektra NIR terolah dengan data kimia dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa K/S dari model Kubelka-Munk dilanjutkan dengan data pretreatment dg2 pada ukuran partikel bubuk kopi 150 μm memberikan prediksi terbaik untuk penentuan kandungan kafein, trigonelin dan CGA dari bubuk green coffee Bondowoso dengan NIRS (R2 > 0.98; RPD >5.31; CV < 1.07%).
Penundaan Kematangan Menggunakan Oksidan Etilen dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Fisiologi Pisang Barangan Dyah Ayu Agustiningrum; Emmy Darmawati; Siti Mariana Widayanti
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.084 KB) | DOI: 10.19028/jtep.06.3.311-318

Abstract

AbstractEthylene oxidants were used to delay Barangan banana ripening at ambient temperature. However, a few information about the effect of ripening delay to fruit physiological quality after treatment that has been reported. This study was performed to examine the effects of ripening delay using ethylene oxidants to fruit quality during storage, ripening process, and display period. The experimental design was usedrandomize complete design with two factors consisting 2 levels of picking date and 3 levels of delaying duration. Ethylene oxidants (KMnO4 and zeolite powder) were packaged into sachets and applied to banana packaging. Observed quality parameters were peel color, hardness and TSS content. The results indicated that ethylene oxidants application effectively delayed Barangan banana ripening at 25±2°C compared to control. Banana picked at 10 weeks after flower cutting (WAFC) has longer green life period than 11 WAFC. Ripening delay treatment did not detrimentally affect fruits quality. The fruits ripened normally and attain optimum TSS as the control. Overall, the quality parameters at the display period were not significantly different (α<0.05) between control and treated fruit. Duration of ripening delay did not affect the whole parameters of fruit quality, while the picking date affects Hue color and TSS.AbstrakOksidan etilen telah digunakan untuk menunda kematangan Pisang Barangan pada suhu lingkungan, namun masih sedikit penelitian yang mengkaji efek penundaan kematangan terhadap mutu fisiologi buah pasca-perlakuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efek penundaan kematangan menggunakan oksidan etilen terhadap mutu buah selama penyimpanan, proses pematangan, dan pemajangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor meliputi 2 taraf umur petik dan 3 taraf durasi penundaan kematangan. Oksidan etilen (KMnO4 dan zeolit 200 mesh) dikemas dalam bentuk sachet dan diaplikasikan pada kemasan pisang. Parameter mutu yang diamati meliputi warna kulit, kekerasan dan TPT. Hasil pengamatan menunjukkan aplikasi oksidan etilensecara efektif dapat menunda kematangan pisang Barangan pada 25±2°C dibandingkan kontrol. Pisang yang dipetik umur 10 minggu setelah potong ontong (MSPO) umur simpannya lebih lama dibandingkan 11 MSPO. Perlakuan penundaan kematangan tidak memberikan efek yang mengganggu terhadap mutu buah pasca-perlakuan. Buah matang secara alami dan mencapai kandungan TPT setara dengan kontrol. Secara keseluruhan, parameter mutu buah dengan perlakuan dan kontrol selama pemajangan tidak berbeda nyata (α<0.05). Durasi penundaan kematangan tidak berpengaruh terhadap seluruh parameter mutu, sedangkan umur petik berpengaruh terhadap warna Hue dan TPT.
Simulasi Kecepatan Udara dan Pengaruhnya Terhadap Suhu dan Kelembaban Relatif pada Mini Plant Factory Mu'minah Mustaqimah; Ahmad Safrizal; Bung Daka Putera; Slamet Widodo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.45 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.107-114

Abstract

AbstractLimited land for agricultural cultivation, especially in urban areas, makes it difficult to provide healthy and sustainable food. This research is part of the development of the Smart Mini Plant Factory (SMIPY), a household scale mini plant factory used for vegetable production using hydroponic technology to support urban farming. SMIPY is equipped with sensors for monitoring environmental conditions, automatic nutrition control systems, and artificial lighting using Light Emitting Diode (LED). In particular, this researchaims to simulate airflow and analyze its effects on temperature and relative humidity inside SMIPY using Computational Fluid Dynamics (CFD). Data validation were done by collecting temperature and relative humidity inside SMIPY with air velocity 0 m/s, 1 m/s, 1.5 m/s and 1.8 m/s. The error obtained from thedata in temperature and relative humidity were 1.69+1.47% and 2.94+1.57% respectively. Thus, the result showed that the CFD simulation was reliable to predict temperature and humidity inside SMIPY. The airflow moved vertically, but an air turbulance occured between two opposite air inlets. The higher the air velocity, the lower the temperature and the higher the relative humidity.AbstrakTerbatasnya lahan untuk kegiatan budidaya pertanian terutama di wilayah perkotaan menyebabkan sulitnya penyediaan pangan sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan bagian dari pengembanganSmart Mini Plant Factory (SMIPY) yaitu mini plant factory skala rumah tangga yang digunakan untuk produksi sayuran menggunakan teknologi hidroponik untuk mendukung urban farming. SMIPY dilengkapi dengansensor untuk monitoring kondisi lingkungan, sistem kendali nutrisi otomatis, serta pencahayaan buatan (artificial lighting) menggunakan Light Emitting Diode (LED). Secara khusus penelitian ini bertujuan untukmelakukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk menganalisis pola dan pengaruh aliran udara terhadap keadaan lingkungan pada SMIPY. Validasi data dilakukan dengan mengambil data suhu dan kelembaban relatif pada kecepatan udara 0 m/dt, 1 m/dt, 1.5 m/dt dan 1.8 m/dt. Dari data didapatkan bahwa rata-rata error yang dihasilkan dari simulasi adalah 1.69+1.47% untuk suhu dan 2.94+1.57% untuk kelembaban relatif, sehingga simulasi baik untuk digunakan dalam memprediksi keadaan lingkungan dalam SMIPY. Pola aliran udara secara umum adalah bergerak secara vertikal, namun terjadi turbulensidi titik pertemuan kedua aliran udara dari kipas yang berhadapan. Semakin besar kecepatan udara, maka suhu menjadi semakin rendah dan kelembaban relatif menjadi semakin tinggi.
Analisis Teknis Kolektor Surya Tipe Pelat Datar Glazed dan Unglazed pada Berbagai Laju Aliran Debit dan Suhu Inlet Rustam Efendi; Leopold Oscar Nelwan; Dyah Wulandani
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.32 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.113-120

Abstract

AbstractResearches on glazed and unglazed flat plate type solar collectors have been carried out previously for the purposes of water heaters and air heaters. However, studies related to the comparison of glazed and unglazed solar collectors especially to heat air suitable for rice drying have not been carried out yet. The purpose of this study was to compare the performance of glazed and unglazed solar collectors in the same weather conditions to heating the water for various water flow rates and inlet temperatures. The research approach used in this study is the experimental approach. Parameters measured include inlet temperature, outlet temperature, ambient temperature, flow rate, wind speed, and irradiation. The collector test uses four collectors (two unglazed and two glazed). The test results show that the highest efficiency is shown bythe glazed collectors, which is 63%, while the unglazed collector efficiency is 54%. Both of the efficiencies occured at a flow rate of 3 liters/minute, inlet temperature of 40°C and at noon time. The cost per watt (useful energy) of glazed flat plate solar collector was less than unglazed flat plate solar collector.AbstrakSalah satu cara untuk memanfaatkan energi surya adalah dengan menggunakan kolektor surya sebagai alat untuk mengubah energi matahari menjadi energi panas. Penelitian tentang kolektor surya tipe plat datar glazed dan unglazed telah dilakukan sebelumnya untuk keperluan pemanas air dan pemanas udara. Namun, studi yang terkait dengan kombinasi kolektor surya glazed dan unglazed khususnya yang akan digunakan untuk pemanasan udara yang sesuai dengan gabah belum dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kinerja kolektor surya glazed dan unglazed dalam kondisi cuaca yang samauntuk memanaskan air pada berbagai laju aliran air dan suhu inlet. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimental, dimana data diperoleh dari proses pengukuran di lapangan. Parameter yang diukur meliputi suhu inlet, suhu outlet, suhu lingkungan, laju aliran, kecepatan angin dan iradiasi surya. Pengujian kolektor menggunakan empat buah kolektor (dua glazed dan dua unglazed). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kolektor glazed, efisiensi tertingginya adalah 63%, sedangkan kolektor unglazed adalah 54%. Kedua efisiensi tersebut terjadi laju aliran 3 liter/menit dan suhuinlet 40°C dan waktu tengah hari. Biaya per watt (energi berguna) kolektor surya pelat datar glazed lebih rendah daripada kolektor surya pelat datar unglazed.
Rancang Bangun dan Pengujian Penetrometer Digital dengan Perekam Data Berbasis Android Budi Priyonggo; I Dewa Made Subrata; Radite Praeko Agus Setiawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.635 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.83-90

Abstract

Abstract Static penetrometer is designed to measure the force that required to push a conical probe of the soil deepness through a constant velocity. The output data are force per unit area without soil factor influenced, i.e. soil moisture content. Soil moisture content is an important factor that affects soil penetration resistance. The soil moisture content method that commonly uses a gravimetric method can takes a long time to obtain data of soil moisture conten. Therefore a penetrometer is needed which can measure the soil moisture content at once. The objective of study is to design and develop static penetrometer equipped with soil moisture sensor and android based data record system. Loadcell and HX711 used as force sensor, HC-SR04 and DHT11 used as depth sensor and a kit soil moisture module has been modified as soil moisture sensor. Calibration and validation result of the sensor shown that the correlation value of R2=0.9994 and R2=0.9995 (force sensor), R2=0.9999 and R2=0.9999 (depth sensor) and R2= 0.9098 and R2=0.9255 (soil moisture sensor). Penetrometer performance test in land result obtained the value of R2=0.9583 for cone index, R2=0.9994 for depth sensor dan R2=0.6673 moisture content sensor. Penetrometer pervormance test in rice field result obtained the value of R2=0.9583 for cone index, R2=0.9941 for depth sensor and R2=0.7201 moisture content sensor. The result of regression anlaysis for moisture content equation obtained value R2=0.7201 for testing on dry land and R2=0.9058 for testing in the paddy fields. The experimental result shown that the new develop penetrometer instrument can be used as an alternative instrument to measure soil pentration that eqquiped with soil moisture content data.AbstrakPenetrometer statis didesain untuk mengukur gaya yang dibutuhkan untuk menekan probe kerucut kedalaman tanah dengan kecepatan konstan. Output datanya adalah gaya persatuan luas tanpa faktor sifat tanah lain seperti kadar air. Kadar air tanah merupakan faktor penting yang memengaruhi tahanan penetrasi tanah. Metode pengukuran kadar air yang umum menggunakan metode gravimetri yang membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan data kadar air tanah. Maka dari itu dibutuhkan penetrometer yang dapat sekaligus mengukur kadar air dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, membangun dan menguji penetrometer digital dilengkapi pembacaan kadar air dengan perekam data berbasis android. Loadcell dan HX711 digunakan sebagai sensor gaya, HC-SR04 dan DHT11 digunakan sebagai sensor kedalaman dan kit sensor kadar air tanah termodifikasi digunakan sebagai sensor kadar air. Hasil kalibrasi dan validasi sensor didapatkan nilai R2=0.9994 dan R2=0.9995 untuk sensor gaya, R2=0.9999 dan R2=0.9999 untuk sensor kedalaman, R2=0.9098 dan R2=0.9255 untuk sensor kadar air tanah. Hasil pengujian kinerja di lahan kering secara terpadu di dapatkan nilai nilai R2=0.9583 untuk cone index, R2=0.9994 untuk sensor kedalaman dan R2=0.6673 untuk sensor kadar air. Hasil pengujian di lahan sawah didapatkan nilai R2=0.9583 untuk sensor gaya, R2=0.9941 untuk sensor kedalaman dan R2=0.7696 untuk sensor kadar air. Hasil analisis regresi pada proses kalibrasi ulang didapat persamaan penduga kadar air dengan nilai R2=0.7201 untuk pengujian di lahan kering dan R2=0.9058 untuk pengujian di lahan sawah. Berdasarkan data yang didapatkan maka penetrometer yang dirancang dapat digunakan sebagai alternatif instrumen ukur tahanan penetrasi yang dilengkapi dengan data kadar air. 
Studi Variasi Kuat Medan Listrik PEF dan Metode Pengeringan Bahan Terhadap Senyawa Antioksidan Ekstrak Daun Torbangun (Coleus amboinicus L.) Shinta Rosalia Dewi; Nani Sumarni; Ni'matul Izza; Angky Wahyu Putranto; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.358 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.91-98

Abstract

AbstractTorbangun leaf (Coleus amboinicus L.) is an Indonesian plant containing phenolic and flavonoid compounds that act as antioxidants. One method widely used to extract antioxidants from plants is maceration. However, maceration has disadvantages such as time- and solvent-consuming also gives a low yield. Therefore, to solve these disadvantages, the extraction of antioxidant compounds from torbangun leaves has been done using the maceration method with Pulsed Electric Field (PEF) as pretreatment. Before the extraction process, freshtorbangun leaves were dried by using two methods: oven and microwave. Next, torbangun dried-leaves were pretreated by using PEF at various electric field strengths (1.5; 2; 2.5; 3; and 3.5 kV/cm) for 20 seconds and followed by a four hours maceration process. Total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) of extracts were then analyzed using Folin Ciocalteau and Calorimetric AlCl3 methods, respectively. While antioxidant activity (IC50) was determined using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). The results showed that the best result was obtained on microwave-dried material with PEF pretreatment at 2.5 kV/cm, yielding extract yield of 18.85% with TPC, TFC and IC50 were 60.16 mg GAE/g dw, 34.94 mg QE/g dw, and 0.98 mg/ml, respectively.AbstrakDaun torbangun (Coleus amboinicus L.) merupakan tanaman etnobotani Indonesia yang mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Salah satu metode yang banyakdigunakan untuk mengekstraksi antioksidan dari tanaman adalah maserasi. Namun, maserasi mempunyai kelemahan yaitu lamanya waktu dan banyaknya pelarut yang digunakan untuk ekstraksi, serta rendahnyakandungan senyawa antioksidan yang terekstrak. Oleh karena itu, pada penelitian ini, proses ekstraksi antioksidan dari daun torbangun dilakukan dengan metode maserasi yang dimodifikasi dengan pretreatmentmenggunakan Pulse Electric Field (PEF) guna mempersingkat waktu ekstraksi, meminimalkan penggunaan pelarut dan meningkatkan kandungan senyawa antioksidan, khususnya senyawa fenolik. Sebelum dilakukan proses ekstraksi, daun torbangun dikeringkan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode oven dan microwave. Selanjutnya, daun torbangun kering di-pretreatment dengan PEF pada berbagai variasi kuat medan listrik (1.5; 2; 2.5; 3; dan 3.5 kV/cm) selama 20 detik dan dilanjutkan dengan proses maserasi selama 4 jam.Larutan ekstrak yang diperoleh kemudian dianalisis kandungan total fenolik (Total Phenolic Content, TPC) dan flavonoidnya (Total Flavonoid Content, TFC) serta aktivitas antioksidannya (IC50). Analisis TPC dan TFC masingmasing dilakukan dengan metode Folin Ciocalteu dan kalorimetri AlCl3, sedangkan pengujian IC50 dilakukan dengan menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi diperoleh pada daun torbangun yang dikeringkan dengan microwave (daya 450 watt selama 4 menit) dan di-pretreatment menggunakan PEF pada kuat medan listrik 2.5 kV/cm, menghasilkan rendemen ekstrak sebanyak 18.85% dengan TPC, TFC dan IC50 masing-masing sebesar 60.16 mg GAE/g dw, 34.94 mg QE/g dw, dan 0.98 mg/ml.
Modifikasi Instrumen NIR untuk Penentuan Kandungan Kimia Bahan Organik secara Cepat dan Non Destruktif Rizky Wiradinata; I Wayan Budiastra; Slamet Widodo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.009 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.49-56

Abstract

AbstractNIRS has been successfully applied to determine chemical content of various materials. However, the commercial NIR instrument can not measure many samples in one measurement time so the faster measurement can not be realized. The purpose of this research are (1) to modify NIR instrument designedby Budiastra et al. (1998) so it can be used to measure absorbance of some samples in one measurement time, and (2) to test the performance of the modified NIR instrument in measuring the absorbance of coffee. The modified NIR instrument consists of optical unit, electronic unit and mechanical unit (auto-sample holder). A new mechanical unit (auto-sample holder) has been developed to measure reflectance of some samples automatically. The performance of modified NIR instrument was evaluated by its consistency, delay time, detect ability for different water content and compared to other NIR instrument. The consistency of instrument is high with the percentage of homogeneity of 98.65%. The optimal delay of measurement is 200 ms. The modified NIR instrument is able to measure the different water content of coffee. The modified NIR instrument have same pattern of absorbance characteristic and higher than other NIR instrument, since the modified NIR instrument used integrating sphere and a large amplifier signal amplification.AbstrakNIRS telah berhasil dimanfaatkan untuk menentukan kandungan kimia berbagai macam bahan. Namun, instrumen NIR komersial tidak dapat mengukur banyak sampel dalam satu waktu pengukuran, sehingga pengukuran dengan waktu yang lebih cepat tidak tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) memodifikasi instrumen NIR hasil desain Budiastra et al. (1998) supaya dapat digunakan untuk mengukur beberapa sampel dalam satu waktu pengukuran dan (2) menguji kinerja instrumen NIR hasil modifikasi untuk mengukur absorbansi dari biji kopi. Instrumen NIR hasil modifikasi terdiri dari unit optik, unit elektronikdan unit mekanis (auto-sample holder). Unit mekanis (auto-sample holder) dibuat untuk mengukur reflektan beberapa sampel secara otomatis. Kinerja instrumen NIR hasil modifikasi dievaluasi berdasarkan konsistensi, waktu delay, kemampuan mendeteksi perbedaan kadar air dan perbandingan dengan alat NIR lain. Konsistensi hasil pengukuran instrumen NIR menunjukkan nilai yang tinggi dengan persentase kehomogenan sebesar 98.65%. Delay optimal pengukuran sebesar 200 ms. Instrumen NIR hasil modifikasi mampu mengukur kadar air biji kopi yang berbeda. Instrumen NIR hasil modifikasi mempunyai polakarakteristik absorbansi yang sama dan lebih tinggi daripada instrumen NIR lain, dikarenakan instrumen NIR menggunakan integrating sphere dan penguatan sinyal amplifier yang besar.
Desain Ergonomis Sistem Penggandengan Trailer pada Traktor Roda Dua Muhammad Dhafir; Tineke Mandang; Wawan Hermawan; Muhammad Faiz Syuaib
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.322 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.99-106

Abstract

AbstractThe existing hitch system which pulled trailer on the two-wheel tractor had disadvantages when turning it, the tractor handlebar moved away from operator control, consequently the handlebar position is already beyond the operator control range so the operator had to bend. For a larger radius turning, the operator had to descend from operator seat. The purpose of this study was to design an ergonomic trailer hitching system for Indonesian operator. Prototype tests carried out include performance and functional testing. The pivot type trailer hitching system was the most superiortype compare to the other concept. With the design of this system the operator's position is fixed to the handlebars of the two-wheeled tractor, both in straight and turn operations, so that theoperator can fully control the two-wheeled tractor along with all the control levers. The ideal dimension of the operator seat were seat height of 410 mm, backrest distance of 1700 mm, seat length of 320 mm, and seat width of 300 mm. Two-wheel tractor with pivot type trailer hitching system has a turning radius of 2.18 m - 2.82 m better than existing system of 3.72 m - 4.03 m.AbstrakSistem penggandengan konvensional untuk menarik trailer pada traktor roda dua memiliki kelemahan pada saat berbelok, stang traktor bergerak menjauh dari posisi kendali operator, akibatnya posisi stang sudahberada di luar kendali jangkauan operator sehingga operator harus membungkuk. Untuk belokan dengan sudut yang lebih besar operator harus turun dari tempat duduk operator untuk dapat mengendalikan traktor. Tujuan penelitian adalah untuk mendesain sistem penggandengan trailer yang ergonomis untuk operator Indonesia.Pengujian-pengujian prototipe yang dilakukan meliputi pengujian kinerja dan fungsional. Sistem penggandengan trailer tipe pivot merupakan yang paling unggul dibandingkan dengan konsep-konsep lainnya. Dengan desain sistem ini posisi operator adalah tetap terhadap alat-alat kendali traktor, baik dalam keadaan berjalan lurus maupun berbelok, sehingga operator dapat sepenuhnya mengendalikan traktor roda dua beserta semua tuastuas kendalinya. Dimensi-dimensi ideal tempat duduk operator (seat) adalah tinggi tempat duduk (Td) 410 mm, jarak sandaran duduk (Jd) 1700 mm, panjang tempat duduk (Pd) 320 mm, dan lebar tempat duduk (Ld) 300 mm. Traktor roda dua dengan sistem penggandengan tipe pivot memiliki radius putar 2.18 m – 2.82 m, lebih baik dibandingkan sistem konvensional yaitu 3.72 m – 4.03 m.

Filter by Year

1992 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2015): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 2 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 2 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 4 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 3 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 3 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 1 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 3 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 1 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 2 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 1 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (1997): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian More Issue