cover
Contact Name
Rokhani Hasbullah
Contact Email
rokhani.h@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltep@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian
ISSN : 24070475     EISSN : 23388439     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Keteknikan Pertanian dengan No. ISSN 2338-8439, pada awalnya bernama Buletin Keteknikan Pertanian, merupakan publikasi resmi Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) bekerjasama dengan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB yang terbit pertama kali pada tahun 1984, berkiprah dalam pengembangan ilmu keteknikan untuk pertanian tropika dan lingkungan hayati. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun. Penulis makalah tidak dibatasi pada anggota PERTETA tetapi terbuka bagi masyarakat umum. Lingkup makalah, antara lain: teknik sumberdaya lahan dan air, alat dan mesin budidaya, lingkungan dan bangunan, energi alternatif dan elektrifikasi, ergonomika dan elektronika, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, manajemen dan sistem informasi. Makalah dikelompokkan dalam invited paper yang menyajikan isu aktual nasional dan internasional, review perkembangan penelitian, atau penerpan ilmu dan teknologi, technical paper hasil penelitian, penerapan, atau diseminasi, serta research methodology berkaitan pengembangan modul, metode, prosedur, program aplikasi, dan lain sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 623 Documents
River Run off Prediction Based on Rainfull DataUsing Tank Model Sutoyo M. Yanuar J. Purwanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.3.%p

Abstract

River run ofl model using tank model has been formulated to the natural river of Cidanau, Serang, West Java. The model consists of four lanks represent four land use zones. The parameter of the tanks were optimized using the observed data of injiltration capacity, daily rainfall and daily river discharge for an entire years. The advantages of this model is determination of the Jirst tank parameter using injiltration capacity. This parameter was directlydetermined based on in3ltration measurement for the respective land use zone. The application of this model was utilized for revising the discharge data since several period of the recorded data were not accurate.
Development of Dynamic Local Work Load Measurement Method Using Electromyography (EMG) (an experimental measurement with drilling activities) Lenny Saulia; Sam Herodian; I Dewa Made Subrata
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.016.1.%p

Abstract

This paper presents a scheme to build a system of musculosceletal maesurement using Electromyography and for measuring physical dynamic workload of local muscles, i.e., drilling activities. Electro-myography (EMG) can be signal of muscle contractions and provides continous record as the analog signal. The result of this dynamic local workload measurement show a nonlinear relationship between peak level power spectra of EMG signal and torque. the work load for drilling 0.8 mm to 5 mm plate activities ranges between 0,1513 to 1, 6979 Joule.
Study of Optimization of LInear Velocity of Rotary Blade and Tractor Forward Speed Ratio on Soil Pudding of Wet Field Rice Gatot Pramuhadi; Frans Jusuf Daywin; Tineke Mandang; Oteng Haridjaja
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.3.%p

Abstract

The study on optimization of linear velocity of rotary blade and tractor forward speed ratio oil soil puddling of wetjeld rice was carried out in order to find the relationship between linear velocity of rotary blade and tractor forward speed ratio (u-v ratio) and the number of tractor's pass versus soil puddling index and tractor wheel slip during the soil puddling, and todetermine the optimum u-v ratio for rice wetjeldpreparation with certain soil classijication and condition and also with certain two wheel tractor and rotary tiller.The result, using two types of two wheel tractors and rotary tillers, showed that soil puddling was extremely afSected by puddling pass Pequency. The puddling index increased with the increasing of puddling pass prequency until the soil became puddled soil, were 0. 18 up to 0.64 forjeld test I and 0.17up to 0.67 for field test 11 in average.
Groundwater Level Control with a Simple Fuzzy Control System Marzan A. Iskandar; Yanti Susanti; Satyanto K. Saptomo; Budi I Setiawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.1.%p

Abstract

This paper proposes a method for controlling groundwater level in order to maintain a certain desired height by using a simple fuzzy control system. The control signal is determined by evaluating the state of water surface height deviatioh from the desired height on a 4 quadrant phase plane. The control signal is then used to determine the number of drainage or irrigation pumps, which must be operated. Simulation using actual datafrom the jield shows that the proposed method is very effective to maintain the desired height of water surface. This method is very simple, therefore it can be easily implemented using a personal computer or a microcontrol/er, or up-loaded to a P LC (Programmable Logic Controller).
Rice fields are considered to be among the highest sources of atmospheric methane, an important source of global warming. In order to meet the projected rice needs of the increasing world population, it is estimated that the annual world's rough rice production must increase to 760 million tons (a 65% increase) in the next 30 years. This will increase methane emissions from rice fields if current technologies are kept (Minami and Neue, 1993). Indonesia, a country of which rice is one of its Arief Sabdo Yuwono
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.2.%p

Abstract

Rice fields are considered to be among the highest sources of atmospheric methane, an important source of global warming. In order to meet the projected rice needs of the increasing world population, it is estimated that the annual world's rough rice production must increase to 760 million tons (a 65% increase) in the next 30 years. This will increase methane emissions from rice fields if current technologies are kept (Minami and Neue, 1993). Indonesia, a country of which rice is one of its staple foods, produces 43.2 M tons of rice per year (Indonesia's Central Bureau of Statistics, 1992). It is produced from wetland paddy of 9.2 M ha and 1.2 M ha dry land paddy.  
Permodelan Aliran Airtanah pada Akuifer Tertekan dengan Menggunakan Metoda Beda Hingga (Finite Difference Method) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka Roh Santoso Budi Waspodo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.016.1.%p

Abstract

Air tanah dalam adalh air yang terdapat pada suatu lapisan tertentu yang berada di dalam tanah baik sebagai ruang antar butiran batuan ataupun pada rekahan batuan. Jadi ruang antar butir, rongga batuan serta rekahan pada batuan. Air tanah dalam ini dapat bergerak secara lateral maupun vertikal yang dipengaruhi oleh keadaan morfologi, hidrologi, dan keadaan geologi setempat. Pengaruh faktor geologi antara lain adalah bentuk  dan penyebaran besar butir, perbedaan dan penyebaran lapisan batuan dan struktur geologi. Untuk menentukan potensi air tanah melalui parameter-parameter akuifer di daerah penelitian dapat didekati dengan menggunakan analisis numerik dengan metode beda hingga (finite difference method).
Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut dalam Hubungan dengan Drainase untuk Lahan Pertanian Nora H. Pandjaitan; Soedodo Hardjoamidjojo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.3.%p

Abstract

Kajian tentang tanah gambut banyak di lakukan dalam rangkausaha pengembangan lahan gambut sebagai lahan pertanian. Penelitian yang mendasar tentang gambut, khususnya sifat gambut tropika di Indonesia masih sangat terbatas. Pengetahuan tentang sifat gambut tropika sangat penting karena selainsifatnya yang sangat khusus, data tersebut diperlukan apabila ingin mengembangkan lahan gambut sebagai laban pertanian.
Terminologi traktor beserta peralatan dan pengoperasiannya atau yang berkaitan dengan traktor, umumnya berasal dan berkembang dari negara-negara pembuat dan pengembang traktor pertanian. Ide awal dari penyusunan terminologi ini berasal dari usulan Prof. Dr. Jun SAKAI (JICA expert), dan diterima dengan baik oleh staf Laboratorium Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, FATETA, IPB, yang juga melihat perlunya penyusunan terminologi di bidang keteknikan pertanian agar orang-ora E Namaken Sembiring; Radite Praeko A S; I Nengah Suastawa; Tineke Mandang
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.2.%p

Abstract

Terminologi traktor beserta peralatan dan pengoperasiannya atau yang berkaitan dengan traktor, umumnya berasal dan berkembang dari negara-negara pembuat dan pengembang traktor pertanian. Ide awal dari penyusunan terminologi ini berasal dari usulan Prof. Dr. Jun SAKAI (JICA expert), dan diterima dengan baik oleh staf Laboratorium Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, FATETA, IPB, yang juga melihat perlunya penyusunan terminologi di bidang keteknikan pertanian agar orang-orang yang bergerak di bidang keteknikan pertanian berkomunikasi dalam istilah dengan pengertian yang sama.  
Rheological Properties of ABS Lustran QE1455 in Different Temperatures Setyawan Widyarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.016.1.%p

Abstract

Paper ini menyajikan sifat-sifat rheology ABS Lustran QE1455. Sifat-sifat yang diteliti meliputi shear rate on viscosity, effect of shear stress on viscosity, and effect of temperature on viscosity. Pengukuran in-line atau in-process dirancang untuk mengukur dan mengontrol proses fluida. Data diambil dad penelitian yang dilakukan di Laboratoritum Polymer, the University of Bradford, England. Percobaan menggunakan Cincinnati ACT30 untuk mengukur in-line rheometry. Data yang diperoleh akan disajikan dalam paper ini. Shear stress sebagai fungsi dad shear rate disajikan dalam grafik dan terlihat bahwa grafik membentuk kurva yang berbentuk cekung ke bawah. Perilaku shear stress meningkat apabila shear rate meningkat. ditunjukkan dalam grafik itu. Viscosity sebagai fungsi dari shear rate diplotkan dalam beberapa temperatur yang berbeda. Penurunan viskosity terjadi saat peningkatan shear rate seperti ditunjukkan dalam grafik lain. Perilaku ini disebut aliran pseudoplastic. Pada shear rate sama, grafik menunjukkan implikasi semakin tinggi temperatur semakin rendah shear viscosity.
Laporan dari Tasae 1999 Setyo Pertiwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.3.%p

Abstract

Apakah TASAE? TASAE adalah kependekan dari Tsukuba AsianSeminar on Agricultural Education, yaitu suatu seminar yang diselenggarakan setiap tahun, pertama kali tahun 1979, oleh UNESCO-APEID (AsiaPacific Programme of EducationalInnovation for Development). Seminar tersebut bertujuan untuk mengembangkan strategi dan inovasi dalam pendidikan pertanian. Sebuah thema untuk umum ditetapkan untuk setiapputaran 5 tahun, dan di dalamnya ditetapkan pula thema untuk setiap tahun penyelenggaraan.

Filter by Year

1992 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): April 2022 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 2 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2017): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 2 (2015): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 27 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 2 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 25 No. 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 2 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 2 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2008): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 4 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 3 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 3 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 20 No. 1 (2006): Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 3 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 19 No. 1 (2005): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 2 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 17 No. 1 (2003): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 16 No. 1 (2002): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 15 No. 1 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 1 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 3 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 1 (1999): Buletin Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 12 No. 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 11 No. 1 (1997): Buletin Ketenikan Pertanian Vol. 6 No. 1 (1992): Buletin Ketenikan Pertanian More Issue