JOURNAL AGRIBUSINESS
Agribusiness Journal is a biannual and peer review journal published since June 1, 2007 by Study Program of Agribusiness, Faculty of Science and Technology, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Previously it has the name of Jurnal Agribisnis. Since 2017, it has been published with the name of Agribusiness Journal according to the registration name from LIPI (ISSN 1979-0058). The journal is in Bahasa publishing 2 issues per year on June and December. The journal covers all aspects of agribusiness and rural development, including agricultural economics and natural resource, business and entrepreneurship, agricultural management, agricultural marketing, consumer behavior, farmer’s community empowerment, agricultural communication, agricultural institution and human resource, economics of halal food, agricultural finance, agricultural policy, international trade, agro-technology, and food security.
Articles
213 Documents
ANALISIS PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN EFFECTIFE MIKROORGANISME-10 (EM-10)
E, Elpawati;
Febian Diasri;
Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 9, No 2 (2015): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.426 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v9i2.5292
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui harga pokok produksi EM10 yang di buat oleh Rumah Kompos UIN, Harga jual EM-10 yang dapat di tawarkan pada masyarakat, menganalisis apakah perhitungan produksi EM10 terdapat keuntungan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif, dan kualitatif .Data kuantitatif digunakan untuk menetapkan harga pokok produksi pada panelitian ini dengan metode full costingdan variable costing. Harga pokok produksi menurut metode Full costing terdiri dari: Metode variable costing yaitu metode penentuan harga pokok produksi yang hanya membebankan biaya produksi yang berperilaku variabel saja ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. Kesimpulan didapatkan bahwa rumah kompos yang memproduksi EM10 memiliki komposisi biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, penyusutan, pengemasan serta listrik. Harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebesar Rp. 5.484/liter, sedangkan jika menggunakan metode variabel costing sebesar Rp. 3.389/ liter. Namun pada hasil akhir dengan kedua metode ini menghasilkan harga pokok produksi yang sama sebesar Rp. 2.442, karena biaya overhead pabrik dalam perhitungan variable costing ditambahkan setelah perhitungan laba kotor. Dalam Islam tidak ada patokan dalam menentukan harga pada pasar.Harga bisa ditentukan selama kedua pihak sama-sama mendapat manfaatnya. Harga produk yang dapat ditawarkan pada masyarakat dengan harga sudah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp. 7.500 per botol dengan isi 250ml. Dari harga yang ditawarkan ke pasar sebesar Rp. 7.500/botol, didapatkan laba Rp. 50.536.640 dengan metode full costing, maupun dengan metode variable costing dengan jumlah satu kali produksi 4.400 ℓ.
ANALISIS PERSEPSI, KESADARAN, DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH LOKAL
Siti Rochaeni
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 1 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.151 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v7i1.5172
Tujuan khusus dari penelitian ini, yaitu: Mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap buah local, Mengukur kesadaran konsumen dalam konsumsi buah local, Mengidentifikasi preferensi konsumen dalam mengonsumsi buah-buahan, Menganalisis hubungan antara persepsi, kesadaran, dan preferensi konsumen terhadap buah-buahan local. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross- sectional study, yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu dan tidak memantau perubahan antarwaktu. Contoh yang digunakan juga khusus untuk satu kali penelitian dan potret situasi yang dihasilkan hanya pada saat tertentu. Pengambilan data dilakukan pada minggu ketiga April 2012. Lokasi penelitian adalah kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengambilan contoh dilakukan dengan teknik nonprobability sampling, tepatnya purposive sampling. metode deskripsi korelasional membutuhkan minimal 30 subyek untuk contohnya. Sebanyak 20 contoh lainnya ditambahkan sebagai penutup bila terjadi ketidak lengkapan data pada kuesioner yang diisi, sekaligus untuk memperbesar peluang data menyebar normal. Data yang telah terkumpul diolah melalui proses editing, coding, scoring, entering, dan analyzing. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensia. Persepsi konsumen terhadap buah lokal dinilai berada pada kondisi yang tidak terlalu baik, karena hanya sedikit sekali konsumen yang memiliki nilai persepsi yang tinggi. Sejalan dengan persepsi, kesadaran konsumen untuk mengonsumsi buah lokal pun belum tinggi. Ketika persepsi dan kesadaran untuk mengonsumsi buah lokal berada pada nilai yang tidak terlalu baik, dapat diprediksikan bahwa preferensi konsumen terhadap buah lokal pun akan lebih rendah, terutama saat dibandingkan dengan buah-buahan impor. Uji hubungan statistik juga mendukung pernyataan ini. Setelah uji pengaruh dilakukan juga ditemukan bahwa persepsi konsumen memiliki pengaruh nyata terhadap preferensi.
STRATEGI PENGELOLAAN RISIKO RANTAI PASOK KOMODITAS KENTANG DI KABUPATEN BANDUNG
Inggit Riszia Pernanda;
Akhmad Riyadi Wastra;
Akhmad Mahbubi
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 12, No 2 (2018): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.113 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v12i2.11861
This study aims to: (1) Know flowchart potato supply chain in Bandung regency. (2) Identify the risks arising from potato supply chain in Bandung regency. (3) Measure the risk at each level of the supply chain. (4) Map the risk. (5) know the way of farmers risk management, collectors and distributors in Bandung regency. This study uses a fish bone, Approximations, and Matrix Chart. The management of risk will determine by avoiding, controlling, transferring, and accepting the risk. The results of this study show risks of 20 per event at the farm level, 7 per event risk at the level of the collector and 10 per event at the distributor level. Based on the measurements of approximation methods are show the highest value at the farm level, then the distributor, and the lowest for the collector. Based on the mapping of the level of farmers and distributors located in quadrant I, while the level of collection is located in quadrant IV. Based on management priorities, held by avoiding, mitigating, transferring, keeping risks, shows there are 26 mitigation actions that can be realized to reduce the causes of such risks
PERSEPSI PETERNAK PADA KEPEMIMPINAN PENDAMPING DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS USAHA TERNAK DI PAGUYUBAN AL-AWWALIYAH, PASIRWANGI, GARUT, JAWA BARAT
Dwi Indah Sulistiani;
Ujang Maman;
Junaidi J
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 12, No 1 (2018): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.571 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v12i1.11850
Objective of this research; 1) determine the perception of ranchers against the properties and behavior of the leadership of the companion in the Society of Al-Awwaliyah 2) analyze the relationship between productivity breeder with productivity of livestock in the Society of Al-Awwaliyah 3) identify the relationship perceptions of ranchers against the leadership companion with productivity of livestock in the Society of Al-Awwaliyah , The data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained from questionnaires which stem from ranchers while secondary data sourced from literature in the form of books and articles. Data processing was performed using Chi-square analysis using SPSS software version 21. One of the factors relating to the productivity of ranchers is the perception of ranchers against the leadership of their companion. Leadership companion views of the nature and behavior of which is owned by a companion. Productivity ranchers indirectly related to the productivity of the cattle business. Characteristics breeder visits of age, years of education, experience ranchers, and businesses in addition to ranchers. The results of data analysis showed that there is a significant relationship between business other than ranchers with ranchers productivity. The relationship between the perception of the nature of the companion breeder with productivity ranchers produce Pearson Chi-Square value is 9.751 and Asymp. Sig. (2-sided) of 0.002. This is due to interest ranchers against leadership qualities possessed by a companion who produce prolific ranchers. Ranchers consider that a companion of his leadership qualities are ideal as a companion.
ANALISIS PRODUKSI JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) BIBIT UNGGUL
E, Elpawati
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 2 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.173 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v7i2.5181
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuain lahan untuk tanaman jarak pagar di Pesantren Daar El - Qolam dan sekitarnya dan untuk mengetahui pengaruh produksi terhadap pendapatan masyarakat di sekitar Pesantren dan di Pesantren Daar El - Qolam. Metode pengolahan data menggunakan analisis deskriptif untuk melihat kesesuaian lahan untuk tanaman jarak pagar di Pesantren Daar El – Qolam. Selain itu untuk melihat produksi jarak pagar bibit unggul terhadap pendapata santri Daar El – Qolam serta masyarakat sekitar, Produksi jarak pagar terhadap ketrampilan santri Daar El – Qolam, Produksi jarak pagar terhadap pendapatan masyarakat di sekitar Pesantren Daar El – Qolam menggunakan rumus sebagai berikut (Soekartawi ; 1986): Q = TR/P dan π = TR – TC. Sedangkan untuk melihat seberapa besar respon masyarakat terhadap program peningkatan ekonomi masyarakat dengan menanam jarak pagar, pengaruh pengembangan ekonomi masyarakat dengan menanam jarak pagar terhadap pendapatan masyarakat disekitar pesantren Daar El – Qolam. Serta pengaruh studi pengembangan ekonomi umat dengan menanam jarak pagar terhadap pesantren Daar El–Qolam menggunakan Analisis Regresi Berganda. Dari analisis regresi berganda menunjukkan bahwa seluruh faktor–faktor bepengaruh secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan pengamatan bahwa syarat tumbuh sesuai untuk tanaman jarak pagar di Pesantren Daar El-Qolam sekitarnya. Produksi jarak pagar berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan masyarakat di sekitar Pesantren dan di Pesantren Daar El - Qolam. Karena dengan adanya produksi jarak pagar masyarakat dapat menjual biji jarak untuk bahan baku bibit, dapat menjual biji jarak untuk kebutuhan bahan bakar kompor biji jarak. Sehingga dapat menambah dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang menambah jarak pagar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SUSU SAPI PERAH KELOMPOK TANI TERNAK SAPI PERAH (KTTSP) KANIA, KABUPATEN BOGOR
Adam Adinegoro;
Edmon Daris;
Zulmanery Z
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 11, No 2 (2017): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.797 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v11i2.11841
The purpose of this study are: (1) to identify and to analyze the factors that influence milk production of dairy cattles, and (2) to determine the elasticity of milk production. This research was conducted at the Dairy cattle group KANIA, Bogor. Data were obtained from interviews and questionnaires with cattle ranchers. Multiple linear regression models and elasticity calculations were employed to analyze the data with the Excel 2007 and software for Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 16. Results of the analysis revealed that the factors affecting milk production is labor, forages, and feed concentrates. The result of the calculation of the elasticity indicated that all production variables are elastic variables.
MEMAHAMI AGRIBISNIS SYARIAH BERDASARARKAN PENDEKATAN SISTEM AGRIBISNIS
U. Maman
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 1 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.136 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v8i1.5129
Islam telah mengatur seluruh komponen dari kegiatan manusia. Begitu pula dengan Agribisnis sebagai bagian dari kehidupan manusia. Namun agribisnis syariah tidak menangani masalah teknis seperti on-farm. Maka perlu dilakukan pembahasan agribisnis syariah yang bersifat solutif terhadap bebagai persoalan. Penelitian ini bertujuan memilah agribisnis berdasarkan subsistem agribisnis kemudian mendekatinya secara syar’i pada masing–masing subsistem. Metode ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian di simpulkan bahwa Agribisnis syariah menyetujui pemberian subsidi pengadaan saprotan sebagai bagian pengadaan pangan yang merupakan pemenuhan kebutuhan pokok warga negara yang menjadi tanggung jawab negara. Adanya konsepsi kepemilikan merupakan alternatif srategis bagi pengadaan dana yang diperlukan untuk memberikan subsidi bagi sektor pertanian, di mana dana tersebut dapat bersumber dari asset yang masuk kategori kepemilikan umum. Untuk setiap sub sistem agribisnis yang tidak terkait dengan ideologi atau keyakinan, maka konsepsi syariah memberikan keterbukaan untuk mengadopsi, mengembangkan, dan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik muslim atau non-muslim. Dalam mengadopsi teori-teori yang netral, agribisnis syariah akan melakukan internalisasi kesadaran ketuhanan, sehingga sebuah teori yang netral dan keterampilan teknologis tidak kehilangan koneksitasnya dengan kesadaran ketuhanan. Maka kebijakan alternatif yang dapat diterapkan pembehanan konsepsi kepemilikan secara implementatif untuk menata asset-asset strategis yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemandirian petani. Dari dana kepemilikan umum, Pemerintah dapat mengembangkan SDM petani, penguatan kelembagaan petani, memperkuat riset kemandirian petani yang bertujuan untuk keamanan dan kedaulatan pangan. Pemerintah dapat memberikan subsidi dalam bentuk bantuan permodalan pada petani yang sudah terbina, SDM-nya maupun kelembagaannya, dan memperkuat aspek-aspek penunjang sistem agribisnis yang ditopang oleh SDM petani dan pendanaan yang memadai.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN METODE SEKOLAH LAPANG TERHADAP PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BUDIDAYA ANGGREK TANAH (TERESTRIAL) DI KOTA TANGERANG SELATAN
Hendrik Hexa;
Ujang Maman;
Junaidi J
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 11, No 1 (2017): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.739 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v11i1.11832
Orchid is one of floricultural crops that spreads widely throughout the world. This plant is popular because of its beauty with the variety of shapes and colors. Types of orchid that widely used as a cut flower are terrestrial orchids because these kinds of orchid have the long and strong stalks, a lot of buds, attractive shapes and colors, and long shelf life. The Field School of floricultural plant GAP-SOP (Good Agricultural Practices - Standard operational procedure) is an approach by using adult learning methods in enhancing the farmers’ knowledge, abilities, and skills in applying the principles of GAP (Good Agricultural Practices) floricultural plants through experiential learning, by using a land as the place to learn, monitoring regularly in a week or two weeks throughout the growing season, examining and discussing so that the farmers can understand and make their own decisions. The data analysis methods use Chi-Square (X2) that used to determine the relationship between the knowledge of orchid farmers that study in the field schools with the standard implementation of operational procedures of orchid cultivation in the city of South Tangerang. According the analysis of X2, between farmers' knowledge and the implementation in the SOP (Standard operational procedure) of terrestrial orchid cultivation by farmers, it obtains the results 14.273 of X2 count and 0.006 P-value. The results show there is a relationship between the knowledge and the implementation in the SOP of terrestrial orchid cultivation because the count value of X2 is greater than the table of X2 value (14.273> 9.488) and the P-value is less than the critical limit (0.006 <0.05). Knowledge authentically relates to the farmers application-level, the more knowledge level of the farmers, the higher of implementation level in the SOP of terrestrial orchid cultivation by farmers. Councelling effectiveness level of the Field School methods is on the criteria of median (quite effective).
PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
A, Akhmad;
Noer Azam Achsani;
Mangara Tambunan;
Sumedi Andoyo Mulyo
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 7, No 1 (2013): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.304 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v7i1.5167
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan fiskal memberi dampak positif dalam pembangunan pertanian. Oleh karena itu pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Selatan dalam era otonomi daerah dewasa ini, diharapkan dapat mengambil kebijakan fiskal yang dapat mendorong pembangunan pertanian, mengingat sebagaian besar penduduknya berkerja pada sektor pertanian di perdesaan dengan tingkat penghasilan yang rendah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan fiskal daerah terhadap pembangunan pertanian kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika dengan sistem persamaan simultan. Model sistem persamaan simultan yang dibangun terdiri atas 19 persamaan struktural dan 8 persamaan identitas. Model tersebut dibagi ke dalam tiga blok meliputi blok (1) fiskal, (2) permintaan agregat, dan (3) kinerja perekonomian. Hasil penelitian ditemukan bahwa kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah daerah terutama belanja modal sektor pertanian, dapat meningkatkan PDRB sektor pertanain dan pendapatan petani. Sementara belanja modal non pertanian dapat mendorong investasi swasta. Selanjutnya investasi swasta dapat mendorong peningkatan produk domestik regional non pertanian. Disamping itu investasi swasta juga dapat menurunkan angka pengangguran. Sementara kemisikinan dapat diturunkan seiring dengan peningkatan produk domestik regional bruto. Pada sisi lain kebijakan fiskal dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dapat mengurangi investasi swasta. Hal ini menunjukkan bahwa apabila pemerintah daerah memaksakan untuk menggali potensi pajak dan retribusi daerah, dapat menimbulkan high cost economy yang berdampak pada turunnya investasi. Dengan keterbatasan APBD, maka perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran terutama pada belanja lain-lain, dan belanja barang dan jasa, selanjutnya digunakan untuk meningkatkan belanja modal untuk memperbaiki infrastrukur yang ada.
ANALISIS TATANIAGA UBI JALAR DI DESA PURWASARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR. JAWA BARAT
E, Elpawati;
Hariry Anwar;
Acep Muhib
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 8, No 2 (2014): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.257 KB)
|
DOI: 10.15408/aj.v8i2.5182
Tujuan penelitian menganalisis saluran tataniaga ubi jalar serta pola saluran tataniaga ubi jalar untuk mengetahui saluran tataniaga mana yang lebih efisien. Pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling. Data primer memiliki responden terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Data sekunder diperoleh melalui data-data yang releven dengan penelitian yang berasal instansi terkait. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan terhadap karakteristik saluran tataniaga, lembaga dan fungsi-fungsi tataniaga, struktur pasar dan perilaku pasar. Dan deskriptif kuantitatif dilakukan untuk melihat efisiensi tataniaga dengan pendekatan analisis margin tataniaga, farmer share's, dan rasio keuntungan biaya. Setelah dianalisis diperoleh kesimpulan: (1) Sistem tataniaga ubi jalar yang ada di Desa Purwasari adalah: 1 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pabrik tepung. 2 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-pedagang pengecer-konsumen. 3 : petani-pedagang pengumpul tingkat 1-pedagang pengumpul tingkat 2-pedagang grosir-konsumen. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani, pedagang pengumpul tingkat 1, pedagang pengumpul tingkat 2, pedagang grosir dan pedagang pengecer ubi jalar adalah fungsi pertukaran berupa penjualan dan pembelian, fungsi fisik berupa kegiatan pengemasan, pengangkutan dan fungsi fasilitas berupa informasi pasar, penanggungan resiko dan pembiayaan. (2) Struktur pasar pada petani dan pedagang grosir cenderung mendekati pasar persaingan sempurna, sedangkan pedagang pengumpul tingkat pertama, pedagang pengumpul tingkat kedua, dan pedagang pengecer cenderung mendekati pasar oligopoli. (3) Saluran tataniaga ubi jalar yang efisien adalah saluran tataniaga satu karena memiliki margin tataniaga yang paling kecil sebesar Rp.800/Kg, rasio keuntungan dan biaya tertinggi sebesar 2.20, dan farmer's share yang tertinggi dibandingkan pada saluran tataniaga yang lainnya yaitu 69,23 persen.